Tampilkan postingan dengan label Al-Aqsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Aqsa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2015

Pembebas Al-Aqsha Generasi Qurani yang Dekat Dengan Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".    (QS. Al Isra' : 1) 

Ismail Haniyeh      (english.palinfo.com)
(Mediaislamia.com) --- Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah menegaskan, Intifadhah Al-Quds sejak meletus telah menciptakan sejumlah hasil baik; menggagalkan rencana dan kejahatan penjajah Israel terhadap Masjid Al-Aqsha. Bahkan Intifadhah telah mengancam keamanan dan eksistensi Israel.

Dalam festival pemberian anugerah “mahkota” kehormatan untuk para penghafal Al-Quran yang selenggarakan oleh Darul Quran Al-Karim dan Sunnah di Gaza barat kemarin Kamis (29/10) Haniyah menyatakan, Intifadhah Al-Quds telah menunjukkan tekad dan ketegaran generasi pembebas Palestina dari penjajah zionis.

Haniyah menambahkan, surat Al-Isra’ dalam Al-Quran mengisyaratkan generasi yang akan membebaskan Palestina dan Al-Aqsha adalah generasi memiliki hubungan kuat dengan Allah dan kokoh dalam memegang teguh ibadah dan maknanya dalam kehidupan.

Pimpinan Hamas ini mengisyaratkan, generasi pejuang mujahid di Palestina terilhami dengan sifat-sifat dari Al-Quran dan itu yang muncul melalui tiga kali perang di Gaza.

Pejuang Paling Tegar Adalah Penghafal Al-Quran

Pejuang yang hafal Al-Qur'an    (jaeaway.wordpress.com)
Haniyah menandaskan, pemuda Palestina harus menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup yang diterapkan dalam kehidupan dan kerja nyata. “Ketika kita hafal kitab Allah di dalam hati kita, kemudian kita terapkan dalam kerja kita, maka pada saat itulah baru disebut Al-Quran menjadi manhaj hidup dan jihad”.

Haniyah menyinggung bahwa banyak pemuda pejuang perlawanan dan Brigade Al-Qassam yang gugur syahid dalam agresi Israel terakhir di Jalur Gaza adalah para penghafal Al-Quran dan merekalah para mujahid paling tegar dan heroik sehingga layak mendapat sebutan generasi kemenangan dan pembebas.

Ia juga menegaskan, kelompok yang ditolong oleh Allah dalam hadits Rasulullah berada di Baitul Maqdis dan sekitarnya dari bangsa Palestina dan orang-orang yang ikhlas berjuang dari tanah Arab dan dunia Islam.

Dalam acara wisuda pemberian “mahkota” anugerah kehormatan bagi penghafal Al-Quran ini diikuti oleh 1000 pelajar dan lulus dalam menghafal Al-Quran.

Dunia Internasional Lindungi Israel dari Intifadah III

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman".    (QS. Al Baqarah : 6) 

Hasan Kharisah    (qudsnet.ps)
(Mediaislamia.com) --- Wakil Ketua  II parlemen Palestina, Hasan Kharishah menegaskan, upaya Amerika dan PBB yang ingin segera mengakhiri aksi Intifadhah Al-Quds secara mendasar bertujuan membebaskan Israel dari kemelut yang dihadapinya.

Kharishah mengatakan, upaya terburu-buru Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Sekjen PBB Ban Ki-Mon yang bertujuan mengeluarkan Israel dari kemelutnya tidak akan mengubah tekad pemuda-pemuda Palestina yang menggelar Intifadhah di Tepi Barat dan Al-Quds.

Kharishah menandaskan, Israel meminta bantuan kepada dunia internasional untuk menenangkan situasi setelah meletusnya Intifadhah Al-Quds karena telah menancapkan ketakutan di masyarakat zionis dan kehilangan keamanan bagi warga Yahudi di Al-Quds dan Tepi Barat.

Dunia masih lindungi Israel       (print.kompas.com)
Ia menambahkan, realita di lapangan membuktikan Intifadhah saat ini dengan usianya yang pendek telah mewujudkan capaian-capaian di antaranya mengembalikan persoalan keamanan Israel menjadi prioritas Israel.

Kharishah menilai, Kerry datang ke kawasan dengan kesepakatan dan program politik keamanan untuk mengubur Intifadhah Al-Quds melalui sejumlah prosedur yang ditempuhnya namun ditolak oleh rakyat Palestina karena hanya berpihak kepada Israel dan sebagai bentuk yahudisasi masjid Al-Aqsha.

Kharishah meminta Otoritas Palestina dan PLO untuk bersikap jelas terhadap kesepakatan dengan Amerika terkait masjid Al-Aqsha dan menolak untuk berunding kembali dengan Israel. Tidak ada pilihan lain bagi Palestina kecuali tegar berjuang. 

Rabu, 28 Oktober 2015

Konpirasi AS, Arab dan Israel Ingin Gagalkan Intfadah III

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya sedang Allah mengetahuinya".   (QS. Al Anfal : 60) 

Abdullah Al-Asy'al     (sedakasejahtera.blogspot.com)
Mediaislamia.com) --- Akademisi dan mantan diplomat Mesir, Abdullah Al-Asy’al menegaskan, dirinya mencium bau konpirasi menghancurkan Intifadhah Al-Quds yang terbukti membuat Israel ketakutan.

Dalam statemenya kepada Quds Press hari ini Selasa (27/10), Al-Asy’al memberikan alasan, Presiden Mahmud Abbas atau pihak Arab yang memediasi kesepakatan dengan Menlu AS John Kerry tidak memiliki jaminan riil untuk mewujudkan tuntutan-tuntutan mereka menghentikan Intifadhah.

Sudah pasti Kerry dalam lawatan terakhirnya ke Timur Tengah ingin menghentikan semua tindakan yang mengganggu Israel dan menciptakan situasi yang memungkinkan berlanjutnya aksi pencaplokan Palestina untuk mengawali penghancuran Al-Aqsha. Intifadhah Al-Quds meletus tanpa ada intruksi dari Abbas atau faksi-faksi Palestina yang ada.

Kesepakatan dengan Kerry tidak lebih dari upaya untuk menggagalkan Intifadhah Al-Quds tidak lebih. Abbas sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Kesepakatan yang sudah dicapai pun tidak akan bisa dijalankan oleh Abbas.

Benih intifadah 3 tumbuh meningkat       (linkis.com)
Ia menambahkan, kesepakatan itu hanya ingin mengurangi ketakutan Israel sebab mereka sadar tanah yang mereka huni bukanlah tanah mereka dan keberadaan mereka hanya mengorbankan Palestina.

Kesepakatan dengan Kerry menurut Al-Asy’al tidak lebih hanya konspirasi atas Intifadhah namun sayang Otoritas Palestina dan Arab yang loyal kepada Amerika ikut. Seharusnya Arab melindungi Palestina tapi justru ikut konspirasi.

Pengamat Mesir ini menilai, Israel memiliki kepentingan juga untuk menggagalkan revolusi Arab (Arab Spring) sebab ia sadar kebebasan bangsa Arab adalah pintu gerbang pembebasan Palestina dan jika itu terjadi maka, hilangnya Israel akan mudah.

Minggu, 25 Oktober 2015

Barhum : Sholat di al Aqsha Tidak Perlu Izin Netanyahu

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ
"Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi".   (QS. Al Maidah : 21) 

Jubir Hamas Fauzi Barhum           (dakwatuna.com)
(Mediaislamia.com) --- Jurubicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas Fauzi Barhum menegaskan bahwa rakyat Palesstina tidak membutuhkan izin dari PM Zionis Benjamin Netanyahu untuk shalat di Masjid al Aqsha.

Barhum mengatakan, “Pernyataan John Kerry (Menteri Luar Negeri Amerika) bahwa Netanyahu komitmen untuk mengizinkan kaum muslimin shalat di masjid al Aqsha adalah pernyataan yang memalukan, kosong tanpa isi.”

Barhum melihat pernyataan ini hanya semacam “memperintah kembali proyek yahudisasi Israel dan upaya mengeluarkan Netanyahu dari krisis yang disebabkan oleh kebjajakan rasisme radikalnya.”

Jurubicara Hamas ini menambahkan, “Masjid al Aqsha akan tetap menjadi milik kaum muslimin. Kami tidak membutuhkan izin dari Netanyahu untuk shalat di masjid al Aqsha. Karena masjid ini adalah hak suci kami. Kami akan membelanya betapapun harga yang harus kami bayar.”

Sholat Warga Palestina dijaga ketat       (knrp.org)
Sebelumnya Kerry mengumumkan tentang kesepakatan Yordania – Israel. Berdasarkan kesepakatan ini, otoritas penjajah Zionis komitmen untuk memantau area masjid al Aqsha dengan kamera sepanjang 24 jam. Kerry menyampaikan itu seakan itu adalah sebuah capaian yang menguntungkan orang-orang Palestina.

Kerry menambahkan isi kesepakatan secara keseluruhan akan diumumkan oleh Netanyahu. Kepada TV Yordania, Kerry mengatakan bahwa Netanyahu telah menyetujui Israel menerapkan kebijakan yang mengizinkan kaum muslimin untuk shalat di masjid al Aqsha dan selain kaum muslimin boleh berkunjung saja. Para pejabat Israel akan bertemu dengan para pejabat menejemen wakaf al Quds. 

Seruan Hamas : Lanjutkan Intifadah III Waspada Konspirasi Amerika

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan".    (QS. At Taubah : 20) 

Barkah Apresiasikan Perjuangan     (pkspiyungan.org)
(Mediaislamia.com) ---- Gerakan Perlawanan Islam Hamas menolak pernyataan Menteri Luar negeri Amerika John Kerry terkait dengan situasi di Palestina. Hamas menyebut pernyataan Kerry sebagai upaya Amerika untuk menyelamatkan penjajah Zionis dari krisis yang dialaminya dalam menghadapi intifadhah al Quds.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dari ibukota Yordania Amman, mengumumkan tentang komitmen Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu untuk mengizinkan kaum muslimin shalat di dalam masjid al Aqsha dan bagi non muslim diizinkan untuk berziarah ke sana.

Gerakan Hamas menilai bahwa pernyataan Kerry tersebut merupakan upaya busuk dari Netanyahu lewat konsporasi Amerika yang bertujuan untuk mengokohkan kontrol Zionis atas masjid al Aqsha dengan memberikan hak kepada penjajah Zionis untuk mengizinkan atau melarang kaum muslimin shalat di dalam masjid al Aqsha.

Hamas menegaskan bahwa gerakannya menolak tegas pernyataan tersebut karena dianggap memberi kesempatan kepada Netanyahu dan pemerintahnya untuk bermanuver dan lari dari semua komitmen, sambil menunggu kesempatan yang tepat untuk menerapkan hegemoni Zionis atas Masjid al Aqsha.

Hamas mengatakan, “Pernyataan ini menyamakan antara kaum muslimin untuk shalat dengan hak non muslim untuk berziarah atau berkunjung ke Masjid al Aqsha. Dan tidak ada tafsir lain dari tujuan kunjungan ini kecuali hak ziarah keagamaan bagi kaum esktrimis Zionis Yahudi.”

Intifadah 3 dilanjutkan     (muchlisvorghanmywapblog.com)
Gerakan Hamas menyerukan kepada segenap rakyat Paletina di semua tempat mereka berada agar berhati-hati dan waspada terhadap konspirasi yang bertujuan untuk memalingkan dari intifadhah yang telah membuat Zionis kebingungan dan kehilangan kendali. Hamas menyerukan agar rakyat Palestina tetap komitmen berpegang teguh melindungi Masjid al Aqsha, berapapun harga yang harus dibayar.

Hamas meminta Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas dan pemerintah Yordania agar tidak menerima kesepakatan apapun yang memberi kesempatan kepada penjajah Zionis untuk bermanuver dan memalingkan dari hak-hak rakyat Palestina, serta melakukan kewajibannya dalam melindungi Masjid al Aqsha.

Hamas juga menyerukan kepada para pemimpin Arab dan kaum muslimin serta seluruh orang merdeka di dunia untuk mendukung intifadhah rakyat Palestina demi membela Masjid al Aqsha.

Raja Yordania Sarankan Pemasangan Kamera Pengawas di Al-Aqsa

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam nersabda :
لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد مسجد الحرام ومسجد الأقصى ومسجدي
"Tidaklah diupayakan untuk berkunjung kecuali kepada tiga masjid : Masjid Al-Haram, Masjid Al-Aqsha dan masjidku ini (Nabawi)".    (HR Bukhari dan Muslim) 

Abbas, Kerry dan Netanyahu          (i24news.tv)
(Mediaislamia.com) --- Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan, Israel dan Yordania telah menyetujui sejumlah langkah terkait kompleks Masjid Al Aqsa. Salah satu kesepakatan itu termasuk pemasangan kamera pengawas selama 24 jam.

Menurut Kerry ide pemasangan video pengawasan selama 24 jam itu merupakan saran dari Raja Yordania Abdullah II.
"Kamera ini akan menyediakan informasi secara komprehensif dan transparan," ujar Kerry. "Ini akan mengubah niatan siapun yang ingin mengganggu kesucian situsi suci," ujarnya akhir pekan lalu. 

Masjid Al-Aqsa di Palestina     (kissanak.wordpress.com)
Seperti dikutip Washington Post, saat ini Israel telah memasang lebih dari 300 kamera keamanan di titik rawan. Namun akses dan pemantauan masih terbatas. 

Belum ada komentar langsung dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ataupun Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Judeh. Kerry mengatakan, Netanyahu akan membicarakan masalah ini pada Sabtu malam. 

Ketegangan di wilayah pendudukan Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem tak kunjung reda. Lebih dari 50 warga Palestina terbunuh. Ketegangan terjadi lantaran sikap aparat Zionis yang bertindak semena-mena terhadap masjid Al-Aqsa.  

Berdasarkan kesepakatan, kendati berada di wilayah pendudukan, pengelolaan Masjid Al-Aqsa dibareda di pengawasan Yordania.

Rabu, 14 Oktober 2015

Jelang 1 Muharam, Syahid Intifadah III Sejumlah 30 Orang

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki".    (QS. Ali Imran : 169) 

Pemuda Palestina syahid ditembak Israel   (dakwatuna.com)
(Mediaislamia.com) --- Pemuda Palestina ini sore Selasa (13/10) gugur dalam bentrokan dengan Israel  di Betlehem, Tepi Barat selatan. Ia menjadi syuhada ke-30 dalam Intifadhah Al-Quds.

Sumber-sumber medis menegaskan, pemuda Palestina bernama Mu’taz Zawahirah (20) gugur setelah tertembus peluru Israel  dalam bentrokan di Betlehem.

Sebelumnya, pemuda lainnya Ala’ Abu Jamal (20) gugur syahid setelah ditembak warga pemukim Yahudi di Al-Quds setelah ia melakukan aksi serangan penabrakan yang melukai yahudi.

Selain itu, eks tawanan Palestina Baha’ Muhammad Khalil Alyan (24) juga gugur syahid, Bilal Ghanim (21) terluka parah setelah menggelar aksi penabarakan dan penembakan di jalan Muluk Israel  di Al-Quds dimana Israel  menyatakan mereka yang menyebabkan dua warga Yahui tewas dan 17 lainnya luka.

Bocah Palestina dalam ancaman Israel      (eramuslim.com)
Hingga Selasa kemarin, syuhada Intifadhah Al-Quds sejak awal bulan Oktober ini sudah mencapai 30 orang, 7 di antaranya anak-anak di Tepi Barat, Jalur Gaza, 19 di antaranya di Tepi Barat adan 11 di Jalur Gaza.

Kementerian kesehatan Palestina menegaskan, puluhan korban luka kemarin Selasa dalam bentrokan dengan pasukan Israel  di Bethanun, timur Buraij, Ramallah dan Hebron. Korban luka total sejak awal bulan ini mencapai 1500 orang, 350 di antranya dengan peluru tajam, 650 dengan peluru karet, dan ribuan tersedak gas beracu, 150 dipukuli.

Di antara ratusan korban luka itu, 200 di antaranya anak-anak, 90 dengan peluru tajam, 55 dengan peluru karet, 40 perempuan, 3 dengan peluru tajam, 4 dengan peluru karet, 13 dengan pukulan, 20 dengan gas beracun.

Senin, 12 Oktober 2015

Update Intifadhah al Quds : 24 Syahid dan 1300 Luka-luka

Allah Subahanhu WA Ta'ala Berfirman :
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar".   (QS. At Taubah : 111) 

Perlawanan terhadap Israel meningkat     (eramuslim.com)
(Mediaislamia.com) --- Kementrian Kesehatan Palestina di Tepi Barat, Ahad (11/10) mengumumkan bahwa seorang bocah Palestina bernama Ahmad Abdullah Syirakah berusia 13 tahun gugur beberapa saat setelah terkena tembak pasukan Zionis di kepalanya.

Sebelumnya di Jalur Gaza, seorang ibu hamil dan bayinya gugur, sementara suami dan tiga anaknya terluka, dalam serangan udara yang dilancarkan pesawat tempur penjajah Zionis, yang menarget rumah mereka di kampung Zaitun di Gaza. Ahad pagi.

Benih Intfadah tumbuh kembali    (eramuslim.com)
Di samping tiga korban yang syahid, uluhan lainnya terluka dalam aksi serangan yang dilancarkan pesawat Zionis dan berbagai konfrontasi yang berlangsung di berbagai penjuru Tepi Barat, al Quds dan Jalur Gaza. Sehingga jumlah korban yang gugur hingga hari ke-11 intifadhah al Quds menjadi 24 syahid dan lebih dari 1300 lainnya luka-luka.

Menurut data kementrian kesehatan, dari 24 korban yang meninggal sejak meletus intifadhah al Quds dari awal Oktober, 13 dari mereka berasal dari Tepi Barat dan al Quds dan 11 dari mereka berasal dari Jalur Gaza.

Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Informasi Palestina, di antara korban ada seorang wanita dan 6 bocah. Di Jalur Gaza ada korban seorang bocah berusia 13 tahun dan seorang bayi berusia 2 tahun. Sementara di Tepi Barat ada 4 orang bocah mulai berusia 11 hingga 17 tahun. 

(infopalestina.com/MI)

Tangan dan Batu Muslimat Palestina Benih Intifadah III

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَالَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلاَ تُوَلُّوهُمُ اْلأَدْبَار
“Hai orang-orang yang beriman jika kamu bertemu orang-orang kafir (di medan perang) maka janganlah kalian lari membelakangi mereka".   (QS. Al Anfaal : 15) 

Intifadah III muslimat Palestina    (eramuslim.com)
(Mediaislamia.com) --- Benih intifadah jalanan jilid III melawan penjajah Zionis Israel yang dimulai sejak awal bulan Oktober ini ternyata tidak hanya menjadi milik kalangan kaum laki-laki seperti yang terjadi dalam gerakan Intifadah I dan II pada tahun 90 an yang lalu.

Tidak mau kalah dengan kaum lelaki untuk menjemput syahid, kaum perempuan dengan keberanian seperti singa juga menenteng batu serta bom Molotov yang siap digunakan untuk menyerang tentara Zionis Israel.

Benih Intifadah jilid III ini sendiri dipicu penodaan dan perusakan Masjid Al Aqsha yang dilakukan Yahudi Zionis Israel dalam kurun waktu 2 bulan terakhir.

Bangkitnya muslimat Palestina      (eramuslim.com)
Sheikh Salah Reid menyerukan INTIFADAH kepada rakyat Palestina menghadapi kejahatan Zionis yang terus melancarkna serangan terhadap Masjid al-Aqsha. Zionis-Israel berulangkali menyerbu al-Aqsha, dan melarang Muslim melakukan shalat di tempata suci itu. 

Sementara tiu, Hamas telah memerintahkan 'pasukannya' dan mobilisasi umum Muslim Gaza, dan masuk ke Yerusalem  menghadapi Zionis-Israel, dan mempertahankan al-Aqsha dari kejahatan dan kebiadaban Zionis.
Zionis-Israel dan Yahudi Ortodok berusaha menghancurkan al-Aqsha, dan digantikan dengan kuil Sulaeman. Sekarang ini pertarungang sangat menentukan eksistensi umat Islam menghadapi Zionis.

(Berbagai sumber)

Minggu, 11 Oktober 2015

Raja Salman Kecam Agresor Israel ke Masjid Al-Aqsa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ
“Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”.   (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu). 

Al Quds milik kaum muslimin       (atjehcyber.net)
(Mediaislamia.com) --- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengecam agresi pasukan Israel terhadap kompleks masjid suci Al-Aqsa di Yerusalem. Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi masjid suci umat Islam itu.

Kekerasan telah pecah di situs Al-Aqsa Selasa lalu setelah pasukan Israel menyerbu kompleks masjid dan dilawan warga Palestina. Pada hari itu, polisi Israel menembakkan granat setrum dan gas air mata terhadap warga Palestina yang melindungi masjid.

Kantor berita Negara Saudi, SPA, mengutip sumber resmi Pemerintah Riyadh, melaporkan bahwa Saudi mengecam tindakan yang dilakukan pasukan Israel terhadap kompleks masjid Al-Aqsa.

“Tindakan Israel akan menyebabkan konsekuensi serius dan berkontribusi untuk memunculkan ekstremisme dan kekerasan,” tulis media pemerintah Saudi itu, Kamis (17/9/2015). Saudi menyatakan, tindakan Israel tampak sebagai pelanggaran yang mencolok terhadap situs suci bagi umat Islam dan umat Yahudi itu.

Raja Salman kecam Israel       (bharian.com.my)
Raja Salman telah memberitahu Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, bahwa dia telah berbicara dengan para pemimpin dunia tentang tindakan Israel terhadap masjid Al-Aqsa. Raja Salman juga telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi masjid Al-Aqsa.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) yang merupakan sekutu Saudi, menyampaikan keprihatinannya atas kekerasan di situs Al-Aqsa. Gedung Putih dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri.”Menahan diri dari tindakan provokatif dan retorika,” bunyi pernyataan Gedung Putih.

Israel merasa berhak atas situs suci itu ketika merebut Yerusalem Timur dan sebagian Tepi Barat dari Yordania dalam perang tahun 1967. Masjid Al-Aqsa secara hukum masih milik Yordania, namun Yordania telah menyerahkan hak masjid suci itu kepada Palestina.


Sabtu, 10 Oktober 2015

Ulama Malaysia : Pembebasan Masjid Al Aqsa di Tangan Kaum Muslimin

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".    (QS. Al Isra' : 1) 

Dr. Duduin Shobaruddin, MA   (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Perlu kesatuan umat sebagaimana diterapkan pada zaman Umar Bin Khattab dan Shalahuddin Al-Ayyubi. Demikian disampaikan Ketua Shuffah Al-Qur’an Abdullah Bin Mas’ud (SQABM) Dr.Dudin Shobarudin pada Tabligh Akbar yang digagas Aqsa Working Group di Masjid Kubah Intan Kalianda Lampung Selatan, Sabtu, (10/10).

“Umat Islam pada zaman Umar dan Sholahuddin bersatu sehingga bisa mengambil alih kembali Masjid Al-Aqsa, umat Islam memerlukan persatuan ssekarang ini, “ ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa Umat Islam harus terus melakukan pembelaan terhadap masjid Al-Aqsa dan mencintai masjid Al-Aqsa.

“Setiap Negara, dan seluruh umat Islam harus membela masjid Al-Aqsa karena lambat laun masjid Al Aqsa akan kembali dikuasai oleh umat Islam seperti kerajaan nabi Nuh yang dikuasai kembali oleh Umar bin Khatab, “ ujar Dudin yang juga Aktivis asal Malaysia ini.

Dalam kesempatan ini ia juga memaparkan kerjasama LSM Indonesia AWG dan LSM Malaysia untuk memobilisasi Umat Islam se- ASEAN buat turun ke jalan pada hari Jum’at lalu sebagai pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa yang dihinakan Zionis.

“Kolaborasi jasa tentara AWG dengan organisasi Islam di Malaysia melakukan demonstrasi besar-besaran untuk membela Al Aqsa serta memberantas kedzoliman-kedzoliman terhadap umat Islam di Al Aqsa.” ujarnya.

Tabligh Akbar di Kalianda Lampung      (arsip radio)
“Siapa lagi yang akan membela masjid Al Aqsa kecuali umat Islam. Bentuk nyata umat Islam adalah saling cinta-mencintai, dan memberikan dukungan untuk pembebasan Al Aqsa baik dengan doa maupun jiwa dan harta,” katanya.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Syeikh Ali Al Abbasyi yang semula dijadwalkan menjadi pemateri pada Tabligh Akbar di Lampung Selatan ini.

“Saat ini Syeikh Aly berada di Malaysia dikarenakan beliau memenuhi undangan Pemerintah Malaysia, “ katanya.

Dalam pesannya Syeikh Aly mengatakan kepada seluruh umat Islam untuk terus mencintai masjid Al Aqsa karena setiap yang disebut dalam Al-Quran adalah penting.

“Dan dalam Al-Quran disebutkan dua masjid yaitu Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Al-Aqsa di Palestina, “ ujarnya.

Dudin berharap keselamatan untuk saudara umat Islam di Gaza Palestina, dan terwujudnya pembebasan masjid Al Aqsa di tangan kaum Muslimin.

Duta Al-Quds Internasional : Siapakah Musuh Utama Islam ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةً لِّلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri".   (QS. Al Maidah : 82) 

KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, MA      (arsip radio)
(Mediaislamia.com) --- Pembina Utama Aqsa Working Group (AWG) dan Duta Alquds Internasional, Yakhsyallah Mansur, mengatakan musuh yang paling keras memusuhi Islam adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.

“Orang-orang yang paling keras memusuhi Islam adalah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik,” kata Pembina Aqso Working Group (AWG) dan Duta Alquds Internasional, Yakhsyallah Mansur, pada “Tabligh Akbar, Al Aqsho Hak Kaum Muslimin,” di Kalianda, Lampung.

Kemudian menurutnya, orang-orang non Muslim yang paling dekat persahabatanya dan paling sayang kepada Islam adalah orang Nasrani.

“Untuk itu kita juga harus menghormati mereka selagi mereka tidak mengganggu kita, itulah indahnya kerukunan dalam beragama,’ katanya.

Tabligh Akbar di Masjid Kubah Intan Lampung  (arsip radio) 
Lebih lanjut ia juga menjelaskan, Al-Quran menyebutkan tiga sebutan untuk keturunan nabi Yakub, yaitu Yahudi, Israel dan ahli kitab. “Yahudi, lebih berkonotasi buruk, atau sebutan pada keturunan nabi Yakub yang menentang islam, sedang Israel adalah keturunan nabi Yakub, dan ahli kitab ada yang beriman dan ada yang kafir,” jelasnya.

Dalam tabligh akbar itu, Yakhsyallah Mansyur menekankan akan posisi masjid Al Aqsho yang sekarang dikuasai Yahudi yang jelas permusuhanya terhadap Islam. Bahkan, dari mulai menetukan imaam di Masjid Al Aqsho pemerintah penjajah Israel yang menentukan.

Kemudian lebih keji lagi, katanya, pembunuhan oleh Yahudi kepada rakyat Palestina sudah masuk menjadi kebijakan pemerintahan zionis Israel.

Kamis, 08 Oktober 2015

Saudaraku Kapan Kalian Akan Membela Al-Aqsa !

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu".   (QS. Muhammad : 7) 

Wanita penjaga Al-Aqsa      (pkspiyungan.org)
(Mediaislamia.com) --- Wahai kaum muslimin di segala penjuru dunia  belum datangkah waktunya untuk berbuat sesuatu untuk menyelamatlan Masjid Al-Aqsa ? 

Masjid Al-Aqsa merupakan kiblat pertama umat Islam yang sampai saat ini masih dalam cengkraman Zionis Israel, perlu diselamatkan karena Al-Aqsa adalah haq kaum muslimin. Kebiadaban Israel terhadap Masjid yang dimuliakan itu sangat tidak manusiawi.

Pasukan Israel masuk ke dalam masjid Alaqsa dan menyerang secara membabi buta kepada para Jamaah yang berada didalam Masjid Alaqsa, mereka menghancurkan pintu dan kursi serta melarang kaum Muslimin yang masuk ke dalam masjid Alaqsa.

Al-Quds yang harus diselamatkan      (pkspiyungan.org)
Berikut ini pesan para penjaga Al-Aqsa untuk kaum muslimin di mana saja berada :

1.  "Saya mengatakan kepada saudara-saudaraku, Demi Allah, kapan kalian bisa marah ? 
2.  Mereka (Israel) menistakan Aqsha kita, mencaci Nabi Muhammad kita, mereka membakar mushaf,
3.  Menganiaya para wanita kalian, membuka paksa jibab gadis-gadis kami, memukul para pemuda, ..
4.  Mencabut pepohonan, membuat terowongan di bawah AlAqsha agar Aqsha runtuh!
5.  Al Aqsha menjadi tanggungan seluruh umat Islam dimana saja mereka berada, ..
6.  Al Aqsha bukan hanya tanggungan bangsa Palestina.
7.  Kelak kita pasti ditanya Allah SWT, apa kontribusi kita untuk Al Aqsha ?
8.  Apakah uzur kita sehingga kita tidak mampu untuk berbuat ? 
9.  Padahal Allah SWT sudah berfirman dalam surah Ash Shaffat ayat 24 ..
10. Kondisi Al Aqsha saat ini sgt memprihatinkan, Al Aqsha butuh dukungan, Al Aqsha memanggil, menjerit 

(Berbagai sumber)

Silahkan klik Vidio di bawah ini :





Selasa, 29 September 2015

Persatuan Ulama Dunia Keluarkan 6 Fatwa Bela Al-Aqsa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".   (QS. Ali Imran : 104) 

Persatuan Ulama Dunia     (sabicafacebook.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Menyikapi berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh penjajah Zionis di Al Quds, Tepi Barat, Gaza, dan Palestina, Persatuan Ulama Dunia mengeluarkan enam fatwa.

Melalui laman resminya, International Union of Muslim Scholars pada 15 September 2015 di Doha, Qatar, yang ditandatangani Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi (Ketua), dan Syeikh. Dr. Ali Al-Qurodaghi (Sekjen),

Ulama dunia menanggapi berbagai tanggapan atau pemahaman untuk kaum Muslimin bahwa Masjid Al-Aqsha bukan hanya sebatas bangunan biasa. Inilah enam fatwa nya:

Pertama, mengajak seluruh kaum muslimin untuk melawan segala bentuk penjajahan Zionis Yahudi di bumi Palestina .

“Lakukan perlawanan itu dengan segala apa yang dimiliki dan mampui. Mengacu kepada Firman Allah Ta’ala Surat At Taubah ayat 41; yang memerintahkan kita untuk berjihad baikupun dalam keadaan lapang maupun susah. Karena itu adalah baik jika saja kita mengetahui. Allah juga perintahkan kita untuk bersiap diri dengan segala daya upaya agar kaum kafir itu gentar. Karena setiap apa yang kita berikan di jalan Allah tidaklah pernah akan sia-sia di sisi-Nya.”

Kedua, Persatuan Ulama Dunia mengajak seluruh lapisan masyarakat Muslim; ulama, cendekiawan, pelajar, para pemimpin, rakyat, seluruhnya berjuang bersama saudara seiman di Palestina.

Paling tidak dengam mengokohkan jihad mereka. Karena hekaktnya seluruh muslim itu hanya lah satu tubuh yang satu.

“Sebgaimana Allah Ta’ala firmankan dalam Surat Al Hujurat ayat 10. Dan Rosulullah –shallallahu ‘alaihi wassallam- tegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa siapa menolong saudara nya, meringankan bebannya, Allah pasti ringankan bebaannya di akherat nanti.”

Ketiga, mengajak kepada seluruh Fraksi Perjuangan yang ada di Palestina agar bersatu.

Menanggalkan seluruh perpecahan yang hakekatnya sia-saia. Karena Allah Ta’ala yang perintahkan itu pada Surat Ali Imron ayat 104.

Pertemuan Ulama sedunia     (kompasiana.com)
Keempat, berhentilah diam. Mulailah berjuang. Karena sikap mendiamkan pelanggaran Yahudi di Palestina hanya akan melanggengkan Kedzoliman yang diderita oleh saudara-saudara kita di bumi Al-Quds yang diberkahi.

Kelima, mengajak seluruh ulama dan dai di mana tempat. Menyerukan satu jargon yang sama, “Selamatkan Al-Aqsha!”

“Jadikan itu tema-tema seminar, bahan-bahan diskusi, dan pada hari Jum’at depan, satukan semua khutbah kita bertema itu.”

Keenam, Persatuan Ulama Dunia menyampaikan kepada segenap saudara yang sedang berjibaku dengan geliat perjuangan melawan Penjajah Zionis. Agar tabah dan tidak berputus asa.

“Allah Maha Tahu amal juang setiap hamba dan tiada akan menyia nyiakan nya. Sebagaimana Sabda Rosulullah –shallallahu ‘alaihi wassalam- dari Sahabat Mughiroh Ibnu Syu’bah; bahwa sampai kapan pun akan senantiasa ada segolongan umat Nabi Muhammad yang teguh memperjuangkan kebenaran.

Ketika Para Sahabat Bertanya di mana mereka, Rosulullah –saw- menjawab, “Mereka ada di Baitul Maqdis. Ada di sekitaran Baitul Maqdis.

Senin, 28 September 2015

Darah Segar Muhammad Durrah Jadi Saksi Intifadah II

Allah Subhanahu Wa taa'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ  وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya".   (QS. Al Anfal : 15-16) 

Al Durah korban Intifadah II      (whesman.skyrock.com)
(Mediaislamia.com) --- Hiruk pikuk dan suasana gaduh tragedi Mina di Arab Saudi, telah membuat jutaan mata dan energi dunia Islam teralihkan untuk sejenak mengingat nasib al-Aqsa, kiblat pertama umat Muhammad SAW.

Padahal, pada hari ini, 15 tahun yang lalu, tepatnya 28 September 2000, Intifadah II, simbol perlawanan terhadap tiran dan kezaliman itu terjadi. Warga Palestina melawan. Terjadi kontak fisik antara warga Palestina yang tengah berada di masjid tersebut dengan para tentara Zionis.

Sikap ini dipicu kemunculan mantan perdana menteri Israel Ariel Sharon, di Masjid al-Aqsa dikawal dengan ratusan pasukan. Setelah dia berjalan di sekitar halaman Aqsa, dia mengeluarkan pernyataan yang membuat amarah Muslim Palesitna memuncak.”Al-Aqsa akan menjadi wilayah Israel,” tutur pria yang meninggal pada 11 Januari 2014 itu.

M. Durrah dan orang tuanya     (australiansforpalestine.com)
Muslim Palestina melawan. Sebanyak tujuh Muslim meninggal syahid dan 250 orang terluka. Sementara di kubu tentara Zionis, 13 orang terluka dalam kontak fisik di sekitar Aqsa itu. Bentrokan di Aqsa ini memicu perlawanan di berbagai wilayah di Palestina, seperti di Tepi Barat, dan Gaza.

Dalam sekejap, Intifadah Kedua ini menjadi perhatian dunia, tetapi tetap saja, mereka membisu. Tubuh mungil Muhammad Durrah, bocah 11 tahun yang tertembak timah panas Zionis dan meninggal tepat disamping sang ayah saat berlindung di belakang tong semen, tak mampu menggerakkan nurani dunia.

Darah segar Durrah
Tetapi tidak demikian dengan para pejuang Palestina. Durrah, justru menjadi pembakar semangat Infitadah Kedua. Kematiannya kian mengobarkan perlawanan para pejuang Palestina. Gelombang demonstrasi memuncak. Perang meletus. Berdasarkan data resmi Intifadah Kedua ini menelan korban tak sedikit. Sebanyak 4.412 warga Palestina wafat sebagai syahid dan 48 ribu lainnya terluka. Sedangkan di kubu Zionis, 1069 orang mati dan 4500 terluka.

Al-Aqsa kini terus menghadapi rongrongan Zionis Israel. Qadi Abu al-Mudzhafar Al-Abayuri, cendekiawan terkemuka yang hidup di tengah hiruk pikuk Perang Salib, bersenandung. Ia terpukul dan sedih saat Al-Aqsha kembali jatuh di tangan Tentara Salib. Kegundahannya itu tergurat dalam gubahan syairnya:

Ziarah ke Makam M. Durrah         (dailymail.co.uk)
Saat Aku melihat umat tak lagi menjaga agama mereka 
Panah tak lagi bertebaran dan agama mulai tak lagi ditopang
Jika sendi agama tak disokong
Mudah sekali mereka tergelincir dalam kenistaan

Bagaimana dengan nasibmu kini Al-Aqsa? Zionis Israel telah membagimu menjadi dua. Pagi hingga siang diperuntukkan bagi ibadah kaum Yahudi, sedang selepasnya bagi kaum Muslim. Khusus Sabtu dan hari raya Yahudi, Masjid al-Aqsa dialihfungsikan. Israel juga menetapkan batas umur di atas 50 tahun bagi Muslim yang ingin beribadah di Masjid al-Aqsa. Ke manakah pembelamu? Tampaknya, benar kata al-Abayuri, mereka lebih suka saling hujat dan tuding Sunni Syiah, dan saling serang, tentang siapa yang bertanggungjawab atas tragedi Mina. Entahlah..


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Dari Atap Masjid Al-Aqsa Israel Tembaki Jama'ah

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
اَللّهُمَّ اِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْ ذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ لا حول ولا قوة الا ب الله العلي العظيم
"Ya Alloh Sesungguhnya aku menjadikan Engkau Di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya dalam berhadapan dengan kami), dan aku berlindung kepada Mu, dari kejelekan mereka".   (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim) 

Serdadu Israel bentrok lagi di Al-Aqsa  (mintpressnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Sepanjang hari Senin (28/9), bentrokan untuk kedua kalinya kembali terjadi antara polisi dan tentara Israel dengan warga Palestina yang melakukan aksi unjuk rasa di Masjid Al Aqsa.

"Setidaknya 370 tentara dan polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa melalui gerbang Al-Mugharbeh dan Al-Silsila, menembakkan gas air mata, granat dan peluru karet di dekat jemaah Masjid Al-Qibali," kata saksi mata, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (28/9).

Sejumlah saksi di tempat kejadian membenarkan kalau 20 tentara Israel memang naik ke atap Masjid Al-Qibali --salah satu masjid di kompleks masjid Al Aqsa, menghancurkan jendela dan menembaki jamaah.

Direktur Masjid Al Aqsa, Sheikh Omar al-Qiswani, mengatakan warga Palestina ditembaki dengan peluru karet dan 25 warga Palestina menderita inhalasi gas air mata.

Ia menambahkan tentara Israel menutup semua gerbang Masjid Al-Qibali dengan rantai besi dan mengepung Masjid Al-Aqsa. Mereka mencegah pria berusia di bawah 50 tahun untuk memasuki kompleks Masjid Al Aqsa.

Israel tutup gerbang Al-Mugharbeh       (mirajnews.com)
Setelah bentrokan pada Ahad pagi, polisi dan tentara Israel dilaporkan menggunakan peluru karet dan granat kejut.Bahkan, pelarangan untuk laki-laki berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke masjid sudah diumumkan oleh polisi.

Ketegangan memang meninggi selama dua pekan terakhir, yang membuat keamanan di sekitar komplek diperketat, bertepatan dengan serangkaian hari libur keagamaan Muslim. Yahudi juga akan merayakan hari libur keagamaan pada pekan ini, sepekan setelah pelaksanaan Idul Adha bagi umat Muslim.

Komplek Al-Aqsa sendiri memang dianggap suci oleh kedua pihak, baik umat Muslim ataupun Yahudi yang menyebutnya sebagai Temple Mount.

Minggu, 27 September 2015

Ratusan Warga Al-Quds Paksa Israel Gembok Gerbang Al-Magribah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
انفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui".    (QS. At Taubah : 41) 

Gerbang Al-Magribah di Masjid Al-Aqsa     (youtube.com)
(Mediaislamia.com) --- Ratusan warga Palestina asal Al-Quds dan wilayah jajahan berhasil memaksa Israel untuk mengembok gerbang Al-Mugaribah dan melarang jemaatnya memasuki Al-Aqsha.

Sejak pagi hari (27/9) ratusan warga Palestina bergerombol memasuki Al-Aqsha sebagai jawaban atas seruan komite tinggi Arab untuk melakukan mobilisasi ke Al-Quds dan melindungi Al-Aqsha, menyusul pengumuman dari kelompok Yahudi yang akan menyerbu Al-Aqsha bersamaan dengan perayaan hari Arsy Zionis.

Ratusan warga Al-Quds hadang Israel       (kispa.org)
Pada jam 8.00 aparat keamanan Israel muncul dari gerbang Al-Mugaribah. Mereka terkonsentrasi di sekitar pintu. Sementara itu, para jama’ah bertakbir dan bertahmid mencaci kebijakan Israel yang membalasnya dengan tembakan bom suara dan peluru karet.

Pada kesempatan yang sama, ratusan warga Palestina dipimpin oleh kepalanya masing-masing bergerak ke Al-Aqsha. Mereka meneriakan kalimat takbir serta mengusung ikon-ikon dukungan ke Al-Aqsha. Bahkan sebagianya lagi ada membaca dzikir waktu pagi.

Mereka melakukan itikaf di dalam masjid, menyusul seruan dari kelompok yahudi yang akan menyerbu Al-Aqsha pada perayaan hari Arisy Yahudi. 


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Kondisi Pintu Gerbang Al-Magribah di hari-hari biasa.

OKI Gelar Pertemuan Darurat di PBB

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع   فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان      رواه مسلم
“Barangsiapa di kalangan kamu melihat kemungkaran hendaklah mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lidahnya dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya dan demikian itu adalah selemah-lemah iman".    (HR. Muslim) 

OKI gelar rapat darurat       (narhanet.com)
(Mediaislamia.com) --- Hari Sabtu (26/9) kemarin Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Iyad Amin Madani, bertolak memimpin delegasi tingkat tinggi ke New York untuk mengikuti pertemuan ke-70 Majlis Umum PBB, yang akan dibuka pada hari Senin (28/9) besok.

Seorang pakar media OKI menyebutkan bahwa OKI bertekad menggelar pertemuan darurat di New York di sela-sela pertemuan Majlis Umum PBB untuk para menlu negara anggota OKI, guna membahas pelanggaran yang dilakukan penjajah Zionis di kota al Quds dan membahas cara menghentikan pelanggaran-pelanggaran dan serangan terhadap masjid al Aqsha.

Patut disebutkan bahwa PBB akan mengadakan upacara untuk pengibaran bendera negara Palestina untuk pertama kalinya di kantor PBB di New York.

Juga akan diadakan pertemuan koordinasi tahunan para menlu negara anggota OKI yang dipimpin negara Kuwait di sela-sela pertemuan Majlis Umum PBB. Dalam pertemuan ini akan bertemu kelompok-kelompok kontak OKI berkaitan Somalia, Sierra Leone, Mali, Jammu dan Kashmir, Rohingya, Bosnia dan Herzegovina, dan Yaman, untuk memaparkan perkembangan terkait dan menilai pilihan-pilian berikutnya. Demikian menurut keterangan yang dikeluarkan juru media OKI di Riyad. 

Jumat, 25 September 2015

Masjid Al-Aqsa Mengadu Kepada Allah dan Umat Islam

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".  (QS. Al Isra' : 1) 

Syekh Abdul Aziz Alu Syekh        (studentbd24.com)
(Mediaislamia.com) --- Mufti Kerajaan Saudi Arabia, Syekh Abdul Aziz Alu Syekh, Rabu (23/9) siang mengingatkan bahaya dari rencana yahudi membagi Masjidil Aqsha Mubarak.

Dalam khutbah Arafah, Mufti Saudi mengatakan, “Wahai sekalian kaum muslimin, Masjidil Aqsha saat ini mengadu kepada Allah, kemudian kepada umat Islam atas kejahatan dan penodaan yang dilakukan kaum yahudi terhadapnya, serta penghinaan dan larangan shalat di dalamnya.”

Dari Masjid Namirah, usai shalat dhuhur dan ashar jamak dan qashar, Alu Syeikh menyebutkan, kaum yahudi memanfaatkan kesibukan kaum muslimin dengan urusan internal mereka, untuk membagi dan menghinakan Masjidil Aqsha Mubarak.

Mujahid pembebas Al Aqsa       (mediaislamia.com)
Syekh Abdul Aziz juga membahas keutamaan haji dan tujuannya yang agung, serta nasihat bagi umat Islam terkait kondisi saat ini, dan menyerukan kaum muslimin agar mewaspadai arus ekstrimis dan menyimpang.

Masjid Namirah merupakan salah satu tempat penting di Arafah, ratusan ribu tamu Allah menunaikan shalat dhuhur dan ashar di hari Arafah dengan menjamak dan mengqoshor, mengikuti tatacara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.