Tampilkan postingan dengan label Mekkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mekkah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2015

Update : 34 Jemaah Haji Indonesia Syahid Korban Tragedi Mina

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
"Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa".    (QS. An Nahl  : 70) 

Tim keselamatan bertindak cepat      (poskotanews.com)
(Mediaislamia.com) --- Jumlah jemaah haji Indonesia yang menjadi korban tragedi Mina terus bertambah seiring pencarian dan identifikasi yang diupayakan tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Memasuki H+3 pasca-tragedi Mina, Kamis (24/9/2015), korban jiwa tragedi Mina bertambah 15 jemaah sehingga total sebanyak 34 jemaah per Minggu (27/9/2015) 12.00 waktu Arab Saudi atau 16.00 WIB.
Kemenag update Info Haji       (antaranews.com)
“Pada rilis sebelumnya, sudah diumumkan bahwa jumlah korban sebanyak 19 orang. Saat ini, bertambah 15 orang sehingga total jemaah haji Indonesia yang wafat akibat peristiwa Mina sampai saat ini menjadi 34 orang," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) PPIH Mekkah, Arsyad Hidayat dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Minggu (27/9/2015).


Berikut 34 jemaah korban tragedi Mina tersebut:

1.   Hamid Atwi Tarji Rofia, kloter SUB 48 nomor paspor B1467965;
2.   Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar, kloter BTH 14 nomor paspor A2708446;
3.   Abdul Karim Sumarmi Idris, kloter SUB 48 nomor paspor B1023417;
4.   Abdul Halim bin Ali Satina, kloter SUB 48 nomor paspor A4514455;
5.   Eti Kusmiati Idit Supriadi, kloter JKS 61 nomor paspor B0932959;
6.   Nani Unah Ratnani, kloter JKS 61 nomor paspor B0745299;
7.   Mohammad Yuhan Suprianto, kloter JKS 61 nomor paspor A5737138;
8.   Koko Koswara Oyong Suwaryo, kloter JKS 61 nomor paspor B0732931;
9.   Adryansyah Idris Usman, kloter BTH 14 nomor paspor A3826040;
10. Dede Kurniasih Sulaeman, kloter JKS 61 nomor paspor B0745305;
11. Dadang Barmara Memed, kloter JKS 61 nomor paspor B0214365;
12. Yahman Mistan Meslan, kloter UPG 10 nomor paspor B0693120;
13. Ratna Abdul Gani Muhammad, kloter BDJ 1 nomor paspor A0912791;
14. Susimah Slamet Abdullah, kloter SOC 62 nomor paspor B0874968
15. Nero Sahi Astro, kloter SUB 48 nomor paspor B1225386;
16. Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo, kloter SUB 61 nomor paspor B1045049;
17. Siti Muanifah Zainudin Sahlan, kloter SUB 61 nomor paspor B1469941;
18. Rasno Asyidik Kardan, kloter JKS 61 nomor paspor B0745304;
19. Sri Prabandari Markani, kloter SOC 62 nomor paspor B0875692
20. Nabaha Matsen Tarif, kloter BTH 14, nomor paspor B1306146
21. Reni Arfiani Kaherdin, kloter BTH 14 nomor paspor B1311784
22. Ponpon Sadjaah Sastrapradja, kloter BTH 14 nomor paspor B0524212
23. Tanti Puspitawati Suharsono, kloter JKS 61 nomor paspor B092927
24. Rina Ocktarina Siroz Thoyib, kloter JKS 61 nomor paspor A3729946
25. Neneng Nurjuwitawati Deni Sahroni, kloter JKS 61 nomor paspor B0932973
26. Erik Suryaman Aceng Kartika, kloter JKS 61 nomor paspor B0933000
27. Eni Sukarni Oyo, kloterJKS 61 nomor paspor B0724661
28. Atik Suryati Suarno, kloter JKS 61 nomor paspor B0732946
29. Endang Sutiana Atang, kloter JKS 61 nomor paspor B0929866
30. Debi Merlindayani Hamdani, kloter JKS 61 nomor paspor B0476595
31. Wisma Widyana Puspitasari, kloter JKS 61 nomor paspor B1211713
32. Tasmudji Agung Seputro, kloter SUB 48 nomor paspor B1225358
33. Muzayyana Tahir Saruni, kloter SUB 48 nomor paspor B1467939
34. Nadjemiah Samad Madjida, kloter UPG 10 nomor paspor B0693478

(tribunnews.com/MI)

Tetesan Air Mata Kebahagiaan Menanti di Syurga

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ     رواه البخاري
“Barang siapa yang berhaji karena Allah kemudian dia tidak berkata kotor dan berbuat fasiq dia kembali seperti ketika dia dilahirkan ibunya (tanpa dosa)".    (HR. Al-Bukhari)

Noor Mohammed (kiri)       [twitter.com]
(Mediaislamia.com) --- Bagi seorang warga Pakistan bernama Noor Mohammed, Allah mungkin memanjangkan usianya agar dia bisa menunaikan ibadah haji di Mekah.

Noor, jemaah haji berusia 105 tahun asal Pakistan, sangat senang bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah gagal beberapa kali.

"Kegagalan berulang-ulang untuk menunaikan haji tidak menghalangi saya. Saya terus berjuang menyimpan uang agar bisa memulai perjalanan ibadah satu kali seumur hidup ini," katanya kepada surat kabar Al-Hayat dikutip Saudigazette.com, Jumat kemarin.

Noor mengatakan telah menabung selama 15 tahun. "Biaya haji naik dari tahun ke tahun. Setiap kali saya mencoba untuk mengumpulkan cukup uang, saya gagal karena kondisi keuangan keluarga yang sulit," katanya.

Ia mengatakan baru bisa menunaikan haji di usia tua. "Ketika saya melewati usia 100, tabungan saya bisa mencapai jumlah yang diperlukan untuk mencapai impian seumur hidup ini," katanya.

Ketika tiba di Arab Saudi untuk pertama kalinya, dia menemukan bahwa haji itu tidak sesulit yang dibayangkan.

Noor mengatakan teman-temannya, yang semuanya telah meninggal sekarang, sering bercerita bahwa selama menunaikan haji itu penuh penderitaan dan susah.

"Fasilitas yang saya rasakan dan lihat telah melenyapkan gambaran buruk soal haji," tambahnya.

Noor mengatakan ibadah haji kini semakin mudah terutama bagi orang-orang tua seperti dia. Hal itu karena pemerintah Arab Saudi menyediakan berbagai fasilitas dan layanan yang terintegrasi.

"Saat ini sangat mudah untuk pergi ke tempat-tempat suci. Sekarang juga mudah melakukan berbagai ritual haji. Semua ini bertentangan dengan gambaran saya tentang haji yang selama bertahun-tahun saya bayangkan," katanya.

Noor, menggunakan tongkat berjalan, menangis sepanjang waktu saat dia berbicara dengan Al-Hayat. "Ini adalah air mata kebahagiaan," jelasnya.

Jumat, 25 September 2015

Masjid Al-Aqsa Mengadu Kepada Allah dan Umat Islam

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".  (QS. Al Isra' : 1) 

Syekh Abdul Aziz Alu Syekh        (studentbd24.com)
(Mediaislamia.com) --- Mufti Kerajaan Saudi Arabia, Syekh Abdul Aziz Alu Syekh, Rabu (23/9) siang mengingatkan bahaya dari rencana yahudi membagi Masjidil Aqsha Mubarak.

Dalam khutbah Arafah, Mufti Saudi mengatakan, “Wahai sekalian kaum muslimin, Masjidil Aqsha saat ini mengadu kepada Allah, kemudian kepada umat Islam atas kejahatan dan penodaan yang dilakukan kaum yahudi terhadapnya, serta penghinaan dan larangan shalat di dalamnya.”

Dari Masjid Namirah, usai shalat dhuhur dan ashar jamak dan qashar, Alu Syeikh menyebutkan, kaum yahudi memanfaatkan kesibukan kaum muslimin dengan urusan internal mereka, untuk membagi dan menghinakan Masjidil Aqsha Mubarak.

Mujahid pembebas Al Aqsa       (mediaislamia.com)
Syekh Abdul Aziz juga membahas keutamaan haji dan tujuannya yang agung, serta nasihat bagi umat Islam terkait kondisi saat ini, dan menyerukan kaum muslimin agar mewaspadai arus ekstrimis dan menyimpang.

Masjid Namirah merupakan salah satu tempat penting di Arafah, ratusan ribu tamu Allah menunaikan shalat dhuhur dan ashar di hari Arafah dengan menjamak dan mengqoshor, mengikuti tatacara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. 

Selasa, 22 September 2015

Hotel Jamaah Haji di Mekkah Terbakar Lagi

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah".    (QS. Al Hadid : 22) 

Add caption
(Mediaislamia.com) --- Kebakaran hotel dilaporkan telah terjadi di Mekkah. Setelah tragedy jatuhnya crane yang memakan korban, kini lagi – lagi musibah menimpa tempat melaksanakan rukun islam ke lima itu.

Dua hari yang lalu, para Jemaah haji harus rela untuk dievakuasi akibat Hotel yang terbakar di Mekkah. Hotel ini pun menjadi tempat tinggal para Jemaah termasuk yang berasal dari Indonesia.

Kebakaran hotel pun dikatakan terjadi pada kamar nomor 403 lantai delapan tepatnya di Hotel Sakab Al-Barakah. Hotel yang terdiri dari 11 lantai ini berada di daerah Aziziya Mekkah.

Dilaporkan lebih dari 1000 calon Jemaah haji yang berada di Arab Saudi kini telah dievakuasi dari hotel mereka akibat terjadinya kebakaran.
Beragam spekulasi pun muncul mengenai sebab kebakaran hotel di Mekkah. Salah satunya menyebutkan bahwa kebakaran dipicu karena salah satu Jemaah yang berasal dari Indonesia lupa untuk mematikan kompor listrik sebelum berangkat ke Masjidil Haram.

Dikatakan oleh pihak pejabat haji, kebakaran hotel di mekkah ini tidak memakan korban. Namun terdapat 2 orang Jemaah haji yang mengalami luka – luka dan kini pun tengah dirawat.

Hotel Jama'ah Haji terbakar lagi        (tribunnews.com)
Mekkah pun kini memang tengah dipadati oleh para Jemaah dari segala penjuru dunia. Dijadwalkan kegiatan haji pun akan dimulai pada hari Senin. Dan memanglah jumlah Jemaah terbesar berasal dari Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, pihak pemerintah Indonesia pun belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi para Jemaah. Biodata Jemaah Indonesia yang luka – luka akibat kebakaran hotel pun belum dibeberkan oleh pihak pemerintah hingga saat ini.

Masjidil Haram pun memang telah dijelaskan sedang mengalami pembangunan. Agar mampu menampung lebih banyak calon Jemaah haji, pihak pemerintah pun melakukan perluasan diwilayah tersebut.

Cuaca yang ekstrim pun memang sering terjadi di Mekkah, terlebih lagi Mekkah pun menjadi wilayah yang mudah untuk terkena Badai.

Semoga para Jemaah haji khususnya dari Indonesia selalu diberi kelancaran dan kesehatan agar tidak membuat khawatir keluarga yang ditinggalkan.

Sabtu, 12 September 2015

Arab Saudi Sepakat Tambah Kuota Haji Indonesia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
"Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka".   (QS. Ash Shuraa : 38) 

Kuota Haji Indonesia Bertambah        (news.okezone.com)
(Mediaislamia.com) --- Pemerintah Arab Saudi sepakat untuk menambah kuota haji Indonesia sebanyak 10.000 dari jumlah yang ada saat ini 168.000 orang.

"Ada beberapa yang langsung dihasilkan, ketika makan siang presiden menyampaikan permintaan ke Raja Arab Saudi, tambahan kuota haji, tambah 10.000 dan disetujui," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada wartawan disela-sela mendampingi Presiden Joko Widodo menerima sejumlah menteri Arab Saudi di Istana Raja Faisal, Jeddah, Sabtu malam atau Minggu (13/9) dini hari waktu Jakarta.

Pramono mengatakan, sebagai tindaklanjut pembicaraan saat pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Raja Salman bin Abdul Aziz, beberapa jam kemudian Presiden menerima kunjungan sejumlah menteri termasuk utusan khusus Raja Arab Saudi yang menyampaikan persetujuan Raja atas penambahan kuota bagi jemaah haji Indonesia.

Mekkah al Mukaromah       (hariandepok.com)
"Kuota menjadi penting, karena jumah penduduk banyak, orang bisa mengantri sampai 10 tahun, meski baru 10.000 diharapkan tahun depan bisa kembali 200.000 lebih," kata Seskab.

Menurut Pramono Anung, pemerintah memberikan perhatian pada peningkatan pelayanan haji dan diharapkan akan semakin meningkat setiap tahunnya.

Mendampingi Presiden saat menerima sejumlah menteri Arab Saudi antara lain Menlu Retno P Marsudi, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri ESDM Sudirman Said, Seskab Pramono Anung dan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab.

Berikut Nama 33 WNI Korban Insiden Crane di Makkah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh".    (QS. An Nisa : 78)  

33 WNI korban crane di Masjidil Harram  (dunia.tempo.co)
(Mediaislamia.com) --- Dari data yang didapatkan oleh tim Okezone melalui kementerian Agama RI, jumlah jamaah asal Indonesia yang menjadi korban jiwa dan luka–luka sementara total 33 orang korban, dua meninggal dunia dan 31 orang mengalami luka–luka.

Berikut adalah nama-nama korban jamaah asal Indonesia yang sementara ini di peroleh oleh tim Okezone ;

1. Iti Rasti Darmini – JKS 023 (Wafat)

2. Masnauli Sijuadil Hasibuan – MES 009 (Wafat)

3. Suji Syarbaini Irono – BTH 014 (dirawat BPHI Makkah)

4. Ernawati Muhammad Saad – BTH 001 (dirawat di RSAS)

5. Kursia Nanting Lembong – BTH 017 (dirawat di RSAS)

6. Nasriah Binti Muhammad Abdurrahman – BTJ 001 (dirawat di RSAS)

7. Ardian Sukarno Effien – JKG 007 (dirawat di RSAS)

8. Teti Herawati Mad Saleh – JKS 005 (dirawat di RSAS)

9. Apip Sahroni Rohman – MES 008 (dirawat di RSAS)

10. Emmiwaty Janahar Saleh – MES 008 (dirawat di RSAS)

11. Nur Baik Nasution – MES 009 (dirawat di RSAS)

12. Tri Murti Ali – PDG 003 (dirawat di RSAS)

13. Sopiah Taizir Nasution – MES 009 (dirawat di RSAS)

14. Zulfitri Zaini Haji – PDG 03 (dirawat di RSAS)

15. Zalniwarti Munaf Umma – PDG 004 (dirawat di RSAS)

16. Ali Sabri Selamun – PDG 007 (dirawat di RSAS)

17. Umi Dalijah Amat Rais – SOC 024 (dirawat di RSAS)

18. Endang Kawnarnu Poerwomarton – SOC 046 (dirawat di RSAS)

19. Djumali Jamari Setro Wijoyo – SOC 052 (dirawat di RSAS)

20. Murodi Yahya Kasani – SUB 001 (dirawat di RSAS)

21. Hasan Mansur Ahmad – SUB 010 (dirawat di RSAS)

22. Sainten Said Tarub – SUB – 015 (dirawat di RSAS)

23. Nurudin Baasith Sujiyono – SUB 021 (dirawat di RSAS)

24. Isnainy Fadjarijah Abdul Djumali – SUB 021 (dirawat di RSAS)

25. Saharmi Umar Passire - UPG 002 (dirawat di RSAS)

26. Norma Latang Kulasse - UPG 005 (dirawat di RSAS)

27. Rosnallang Caco Baba – UPG 005 (dirawat di RSAS)

28. Hadiah Syamsudi Sak – UPG 015 (dirawat di RSAS)

29. Muhammad Harun Abdul Hamid – UPG 016 (dirawat di RSAS)

30. Fatmawati Abdul Jalil – UPG 018 (dirawat di RSAS)

31. Abdul Jalil Conci Leta – UPG 018 (dirawat di RSAS)

32. Rosdiana Mudu Toheng – UPG 018 (dirawat di RSAS)

33. Erni Sampe Dosen – UPG 018 (dirawat di RSAS)

Jumat, 11 September 2015

Dua WNI Wafat Korban "Crane" di Masjidil Haram

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".    (QS. Al Baqarah : 156) 

Add caption
(Mediaislamia.com) --- Jumlah jamaah Haji asal Indonesia yang menjadi korban insiden robohnya crane di Masjidilharam, Jumat (11/9) bertambah menjadi 2 orang. Keduanya yakni Masnauli Hasibuan dari embarkasi Medan (MES) 9, serta Iti Rasti Darmin dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) 23. 

Keduanya meninggal karena cedera kepala berat saat salah satu crane proyek perluasan Masjidilharam ambruk diterjang badai. Sementara 3​2​ korban lainnya menderita luka-luka. Selain dirawat di BPHI, para korban juga dirawat di RS An Nur, RS Jahir, dan RS King Abdullah.

Dua Jama'ah Haji Indonesia meninggal      (republika.co.id)
''Jamaah haji yang terluka rata-rata mengalami cedera di kepala dan kaki. Sedangkan yang meninggal kondisinya karena cedera parah di kepala,”kata dokter Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), dr Yanuar, Jumat (11-9-2015) malam. 

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi daerah kerja (Daker) Mekkah untuk secepatnya membuka telepon hotline.  

Add caption
''Tolong pak Kadaker Mekkah untuk segera buat hotline agar keluarga jamaah di Tanah Air bisa mengetahui informasi di sini,” kata Lukman seusai membe​s​uk korban terluka di RS An Nur, Mekkah, Jumat (11/9) malam. 

Menag meminta para korban bersabar dengan musibah yang menimpanya. Pemerintah berjanji akan memberi santunan kepada jamaah yang meninggal maupun luka-luka.



Jokowi Sampaikan Belasungkawa atas Musibah di Masjidil Haram

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".    (QS. An Naml : 91) 

Jokowi sampaikan belaseungkawa        (tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Joko Widodo menyampaikan duka mendalam kepada korban dari Indonesia yang menjadi korban crane yang tumbang di kompleks Masjidil Haram.

Seperti diketahui ada dua orang jemaah wanita asal Indonesia yang menjadi korban tewas musibah tersebut. "Pada saat itu saya memperoleh informasi adanya musibah badai angin kencang dan hujan di Mekkah, termasuk di Masjidil Haram dan pemodokan haji pada pukul 17.30 WIB," kata Presiden dalam keterangan pers di Istana Raja Faisal, Jeddah, Jumat (11/9) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari waktu Jakarta.

"Badai tadi mengakibatkan sebuah crane untuk perluasan masjidil haram patah dan runtuh menimpa jemaah haji yang tawaf, ada korban dari kita, warga negara Indonesia. Dan dalam kesempatan ini saya sampaikan duka cita kepada keluarga korban termasuk dari Indonesia, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima musibah ini," kata Presiden.

Presiden memerintahkan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin untuk menangani dan memberikan bantuan optimal bagi jamaah haji asal Indonesia yang menjadi korban crane yang tumbang di kompleks Masjidil Haram.

Crane yang roboh di Masjidil Harram     (sindonews.com)
"Saya sudah meminta Amirul Haj (menteri agama RI-red) dan KJRI di Jeddah untuk beri bantuan seoptimal mungkin (bagi para korban-red)," kata Presiden.

Presiden mengatakan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi untuk memenuhi undangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz.

Sementara itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang mendampingi kunjungan Presiden di Arab Saudi mengatakan sebetulnya Presiden ingin menjenguk korban asal Indonesia yang dirawat di Mekkah, namun hal tersebut sulit dilakukan terkait masalah pengamanan tamu negara.

"Ketika mendapat kabar itu, Presiden sebenarnya ingin langsung menengok korban di An-nur atas berbagai pertimbangan masalah sekuriti dari pemerintah Saudi Arabia, tidak bisa menjenguk dan perlu koordinasi yang panjang, jalan menuju Masjidil Haram macet, Presiden minta Amirul Haj dan Ibu Menlu memantau korban dan negara akan memberikan santunan pada korban," kata Pramono.

Seskab mengatakan saat ini Menteri Agama berada di Mekkah untuk memastikan berapa jumlah korban yang berasal dari WNI sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Kronologi Jatuhnya "Crane" di Masjidil Haram

Allah Subhanhu WaTa'ala Berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar".    (QS. Al Baqarah : 155) 

Crane yang roboh di Nasjidil Harram      (kompas.com)
(Mediaislamaia.com) --- Jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015) sekitar pukul 17.30, diawali dengan adanya angin kencang dan hujan deras. Saking derasnya, air hujan dilaporkan masuk hingga ke dalam masjid yang dikelilingi alat berat proyek tersebut. Saat itu, para jemaah tengah melakukan persiapan shalat maghrib di masjid terbesar di Arab Saudi tersebut.

"Tiba-tiba, terdengar suara dentuman seperti petir," cerita Azalzuli, jemaah Indonesia asal Medan, kepada TV One, Sabtu (12/9/2015).

Zuli menceritakan, alat berat proyek tersebut jatuh dan menimpa lantai tiga tempat ibadah paling suci bagi umat Islam tersebut. Tak pelak, alat tersebut menimpa bangunan dan juga jemaah yang berada di sana.

"Lalu, semua jemaah berlarian. Ada yang tertimpa beton. Saya melihat ada anggota tubuh yang terputus," ujarnya.

Seorang jemaah asal Medan, Sumatera Utara, dilaporkan sempat terinjak-injak.

Sesaat setelah itu, aparat Mekkah pun datang ke lokasi. Para jemaah yang selamat pun dilaporkan sempat mendekati lokasi kejadian dan memeriksa apakah ada anggota keluarga atau rekan yang turut menjadi korban.

Crane menimpah lantai 3 Masjidil Harram  (cnnindonesia.com)
Tim medis pun segera melarikan para korban tewas dan korban luka ke rumah sakit-rumah sakit terdekat. Di sana, mereka mendapatkan perawatan.

Saat ini, lokasi Masjidil Haram telah disterilkan. Tak ada jemaah yang boleh beraktivitas di sana untuk sementara waktu.

87 meninggal, 184 luka

Akibat peristiwa ini, sebanyak 87 jemaah dilaporkan meninggal dan 184 orang lainnya menderita luka-luka. Sebanyak dua dari 87 korban meninggal berasal dari Indonesia. Keduanya berasal dari embarkasi Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Tak hanya itu, lebih dari 20 jemaah asal Indonesia pun turut menjadi korban luka.

"Jemaah asal Indonesia ditangani dengan baik. Penanganan cepat sekali. Korban datang, langsung ditangani," ujar Anwar, jemaah asal Indonesia, kepada Metro TV, Jumat.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah telah bergerak menuju Mekkah untuk mendampingi para korban luka asal Indonesia.

Jema'ah Haji berhamburan         (lensaindonesia.com)
Proyek jangka panjang

Pemerintah setempat memang tengah melakukan perluasan tempat ibadah tersebut menjadi 400.000 meter persegi. Alat-alat berat proyek tersebut tampak di sekeliling masjid. Ketika rampung, Masjidil Haram yang baru diperkirakan dapat menampung 2,2 juta jemaah. Proses ini akan rampung pada 2016.

Saat ini, Masjidil Haram "hanya" mampu menampung sekitar 800.000 jemaah setiap tahunnya.

Selama musim ibadah haji, para jemaah dilaporkan memadati masjid tersebut pada hari Jumat. Waktu terpadat ialah saat shalat maghrib hingga tengah malam. Alasannya, cuaca di sana bersahabat ketika waktu tersebut.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :