Tampilkan postingan dengan label Muslimat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimat. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Oktober 2015

Tangan dan Batu Muslimat Palestina Benih Intifadah III

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَالَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلاَ تُوَلُّوهُمُ اْلأَدْبَار
“Hai orang-orang yang beriman jika kamu bertemu orang-orang kafir (di medan perang) maka janganlah kalian lari membelakangi mereka".   (QS. Al Anfaal : 15) 

Intifadah III muslimat Palestina    (eramuslim.com)
(Mediaislamia.com) --- Benih intifadah jalanan jilid III melawan penjajah Zionis Israel yang dimulai sejak awal bulan Oktober ini ternyata tidak hanya menjadi milik kalangan kaum laki-laki seperti yang terjadi dalam gerakan Intifadah I dan II pada tahun 90 an yang lalu.

Tidak mau kalah dengan kaum lelaki untuk menjemput syahid, kaum perempuan dengan keberanian seperti singa juga menenteng batu serta bom Molotov yang siap digunakan untuk menyerang tentara Zionis Israel.

Benih Intifadah jilid III ini sendiri dipicu penodaan dan perusakan Masjid Al Aqsha yang dilakukan Yahudi Zionis Israel dalam kurun waktu 2 bulan terakhir.

Bangkitnya muslimat Palestina      (eramuslim.com)
Sheikh Salah Reid menyerukan INTIFADAH kepada rakyat Palestina menghadapi kejahatan Zionis yang terus melancarkna serangan terhadap Masjid al-Aqsha. Zionis-Israel berulangkali menyerbu al-Aqsha, dan melarang Muslim melakukan shalat di tempata suci itu. 

Sementara tiu, Hamas telah memerintahkan 'pasukannya' dan mobilisasi umum Muslim Gaza, dan masuk ke Yerusalem  menghadapi Zionis-Israel, dan mempertahankan al-Aqsha dari kejahatan dan kebiadaban Zionis.
Zionis-Israel dan Yahudi Ortodok berusaha menghancurkan al-Aqsha, dan digantikan dengan kuil Sulaeman. Sekarang ini pertarungang sangat menentukan eksistensi umat Islam menghadapi Zionis.

(Berbagai sumber)

Jumat, 21 Agustus 2015

Muslimah Michigan Tidak Mendapatkan Pelayanan Karena Berkerudung

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat".    (QS. Al A'raf : 26) 

Nadia Kamal berjilbab   (fox32dhicago.com)
(Mediaislamia.com) --- Dalam serangan Islamophobia terbaru, seorang Muslimah telah ditolak untuk mendapatkan pelayanan di sebuah perusahaan di Michigan setelah ia menolak untuk melepas kerudungnya.

“Ini benar-benar tentang kebodohan, itu benar-benar tentang kebijakan jaman batu dan orang-orang yang keras kepala dan tidak berada di zaman modern,” Dawud Walid, dari Dewan Hubungan Islam Amerika, mengatakan kepada WJBK pada Rabu (19/8/2015), sebagaimana dilansir oleh onislam, Kamis (20/8).

Walid menambahkan bahwa perempuan diizinkan untuk memakai kerudung untuk melakukan segala sesuatu mulai dari pergi ke bank hingga mengambil foto surat izin mengemudi.

Masalah tersebut meletus ketika Nadia Kamal mengatakan bahwa dia ditolak mendapatkan pelayanan oleh petugas di Advance America Cash Advance di Westland, Detroit, pada Rabu (19/8).

Suami Nadia mengatakan bahwa petugas itu meminta Nadia untuk melepaskan kerudungnya dan memakainya kembali. Nadia menolak karena dia sedang berada di tempat umum, dan dia tidak bisa melakukan itu.

Dawud Walid Suami Nadia Kamal       (toledoblade.com)
Nadia melepas kerudungnya hanya di hadapan “keluarga terdekat,” kata suaminya.

Muslimah itu melaporkan bahwa dia menghadapi perlakuan buruk ketika dia ditolak untuk mendapatkan layanan dan disuruh keluar dari Advance America Cash Advance, di Michigan.

Perusahaan Advance America Cash Advance mengatakan bahwa semua pelanggan diharuskan untuk melepaskan kerudung, topi, kacamata hitam dan penutup kepala lainnya sebagai bagian dari kebijakan keamanan.

“Ini adalah langkah keamanan yang penting yang dirancang untuk memastikan bahwa setiap orang yang memasuki pusat kami dapat dengan mudah diidentifikasi,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

“Advance America menghormati semua agama dan melayani semua pelanggan dengan bermartabat dan hormat,” katanya.

Nadia Kamal hanyalah salah satu dari sejumlah Muslimah yang menggugat perusahaan itu atas kasus diskriminasi.

Islam memandang bahwa kerudung merupakan busana wajib bagi Muslimah, bukan hanya sekedar simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Senin, 22 Juni 2015

Peran Wanita Sholehah di Bulan Suci Ramadhan

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".   (QS. Al Taubah : 71) 

Allah memuliakan kaum perempuan    (nomor2.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Siapa yang apabila datang bulan Ramadhan, paling sibuk menyiapkan untuk makanan sahur dan berbuka? Siapa yang sibuk berbenah di rumah dan mengurusi anak-anak di rumah? Siapa pula yang terpaksa tidak bisa genap satu bulan berpuasa namun harus bersikap seperti orang yang berpuasa dan wajib membayar puasanya padahal ia tidak menginginkan semua itu? Jawabannya adalah kaum perempuan. Teman hidup laki-laki yang memiliki peranan sangat penting dan keberadaannya dapat dikatakan sebagai makhluk yang multifungsi, tetapi tetap saja peranannya masih dianggap sebagai figuran.

Allah SWT berfirman, “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, (maka) Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar,” (QS. Al-Ahzab [33]: 35).

Dalam ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa Allah SWT memuliakan kaum perempuan. Tapi mengapa kaum Adam seenaknya saja melimpahkan semua pekerjaan pada kaum perempuan? Padahal baik laki-laki maupun perempuan sama-sama melaksanakan ibadah puasa. Apa salahnya jika pekerjaan dibagi dua? Dalam keadaan puasa pun mereka tetap melaksanakan kewajiban tanpa ada rasa lelah dan tanpa mengeluh sedikitpun. Sebisa mungkin ia harus dapat membagi uang yang pas-pasan sampai akhir bulan ramadhan.

Wanita Sholehah         (ngokos.com)
Begitu pentingnya peran perempuan, sehingga Rasulullah SAW memberikan penegasan, “Yang terbaik diantara kamu adalah yang paling baik kepada perempuan,” (HR. Ibnu Majah). Dengan kata lain, seseorang belum menjadi hamba yang baik jika ia masih membebani kaum perempuan.

Dari Abu Said al-Hudri RA, meriwayatkan bahwa ketika itu Nabi SAW bersabda di hadapan para perempuan, “Tidak ada satu makhluk yang kurang akal dan agamanya akan tetapi mampu menaklukan keteguhan hati seorang ksatria, selain perempuan seperti kalian.” Para wanita kemudian bertanya ihwal kurangnya akal dan agama mereka. Rasulullah SAW menjelaskan, “Bukankah kesaksian seorang wanita itu nilainya hanya setengah kesaksian laki-laki? Bukankah ketika datang bulan (haidh) mereka tidak shalat dan juga tidak berpuasa?” (para wanita) berkata “Benar, ya Rasul”. Sambung Nabi, “Itulah yang aku maksud kurangnya akal dan agama mereka,” (HR. Bukhari).

Hikmah yang dapat dipetik adalah Rasulullah SAW menempatkan perempuan sesuai dengan peran dan fungsinya yang mulia. Maka dari itu, hendaklah di bulan suci ini kita mengurangi beban dari seorang wanita dalam segala hal. Saatnya kita menghargai kaum perempuan sebagai sosok yang tidak hanya sebagai figuran.

Selasa, 31 Maret 2015

ISIS Rekrut Perempuan Muda Suriah Dengan Gaji Tinggi


Wanita ISIS berbincang di taman di Raqqa, Suriah. (ARA News)

(MediaIslamia.com) --- Islamic State atau ISIS merekrut sejumlah perempuan muda Suriah dari keluarga miskin dengan penawaran gaji yang tinggi.

Sumber lokal melaporkan pada Ahad (29/3), ISIS membutuhkan para perempuan muda untuk  bekerja di pedesaan kota Al-Bab, provinsi Aleppo, Suriah utara.

Berbicara kepada ARA
News yang dikutip MediaIslamia.com, Hani Mustafa dari desa Qalaat Kalbin di pedesaan Al-Bab mengatakan, pada Sabtu kelompok tersebut mengumumkan “membutuhkan sejumlah perempuan muda di jajarannya untuk bertugas memeriksa perempuan pedesaan yang berasal dari daerah di luar kendali kelompok serta melakukan investigasi terhadap mereka.

"Banyak wanita menanggapi panggilan kelompok dan bergabung dalam jajarannya,"
kata Mustafa.

"Alasan
para perempuan bergabung dengan ISIS adalah kebutuhan keuanganyang mendesak karena kondisi ekonomi yang memburuk, dan ISIS memikat mereka dengan gaji tinggi," ujarnya.

Warga Al-Bab lainnya, Yasser Haji, mengatakan kepada ARA News, ISIS mereksrut sejumlah perempuan muda dari keluarga miskin dengan memamfaatkan kebutuhan mereka untuk bekerja.

"Banyak dari perempuan muda men
erima permintaan kelompok karena mereka takut keluarganya mungkin menjadi sasaran dan dirugikan oleh ISIS," kata Haji.

Seorang wartawan Kurdi dari Aleppo, Salem Halabi, mengatakan kepada ARA News, militan ISIS menggunakan perempuan dalam barisannya untuk memeriksa perempuan lain yang berasal dari daerah-daerah di bawah kendali pasukan Kurdi atau oposisi moderat Suriah (FSA).

"Kelompok ini khawatir
, beberapa wanita yang datang ke Al-Bab memiliki hubungan dengan faksi bersenjata anti-ISIS yang mungkin menyusup ke jajaran kelompok dan dapat membocorkan informasi intelijen," kata Halabi.(Gazza)

MediaIslamia.com