Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2015

Pembebas Al-Aqsha Generasi Qurani yang Dekat Dengan Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".    (QS. Al Isra' : 1) 

Ismail Haniyeh      (english.palinfo.com)
(Mediaislamia.com) --- Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah menegaskan, Intifadhah Al-Quds sejak meletus telah menciptakan sejumlah hasil baik; menggagalkan rencana dan kejahatan penjajah Israel terhadap Masjid Al-Aqsha. Bahkan Intifadhah telah mengancam keamanan dan eksistensi Israel.

Dalam festival pemberian anugerah “mahkota” kehormatan untuk para penghafal Al-Quran yang selenggarakan oleh Darul Quran Al-Karim dan Sunnah di Gaza barat kemarin Kamis (29/10) Haniyah menyatakan, Intifadhah Al-Quds telah menunjukkan tekad dan ketegaran generasi pembebas Palestina dari penjajah zionis.

Haniyah menambahkan, surat Al-Isra’ dalam Al-Quran mengisyaratkan generasi yang akan membebaskan Palestina dan Al-Aqsha adalah generasi memiliki hubungan kuat dengan Allah dan kokoh dalam memegang teguh ibadah dan maknanya dalam kehidupan.

Pimpinan Hamas ini mengisyaratkan, generasi pejuang mujahid di Palestina terilhami dengan sifat-sifat dari Al-Quran dan itu yang muncul melalui tiga kali perang di Gaza.

Pejuang Paling Tegar Adalah Penghafal Al-Quran

Pejuang yang hafal Al-Qur'an    (jaeaway.wordpress.com)
Haniyah menandaskan, pemuda Palestina harus menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup yang diterapkan dalam kehidupan dan kerja nyata. “Ketika kita hafal kitab Allah di dalam hati kita, kemudian kita terapkan dalam kerja kita, maka pada saat itulah baru disebut Al-Quran menjadi manhaj hidup dan jihad”.

Haniyah menyinggung bahwa banyak pemuda pejuang perlawanan dan Brigade Al-Qassam yang gugur syahid dalam agresi Israel terakhir di Jalur Gaza adalah para penghafal Al-Quran dan merekalah para mujahid paling tegar dan heroik sehingga layak mendapat sebutan generasi kemenangan dan pembebas.

Ia juga menegaskan, kelompok yang ditolong oleh Allah dalam hadits Rasulullah berada di Baitul Maqdis dan sekitarnya dari bangsa Palestina dan orang-orang yang ikhlas berjuang dari tanah Arab dan dunia Islam.

Dalam acara wisuda pemberian “mahkota” anugerah kehormatan bagi penghafal Al-Quran ini diikuti oleh 1000 pelajar dan lulus dalam menghafal Al-Quran.

Rabu, 02 September 2015

Pemuda Amerika Serikat Mendapat Gelar Hafidz Qur'an Terbaik

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi"   (QS. Al-Faathir : 29).

Hamzah Alhabashy       (zitizen.liputan6.com)
(Mediaislamia.com) --- Saat mendengar berita adanya seorang pria yang menjadi hafiz atau penghafal Al-Qur'an mungkin sudah biasa bagi kalian semuanya pasalnya di Indonesia sampai ada acara reality show tentang seorang Hafiz.
Namun hal ini akan menjadi luar biasa jika penghafal Al - Qur'an atau Hafiz tersebut adalah seorang bocah yang bukan berasal dari negara yang bernotabene berpenduduk mayoritas Negara Islam atau beragama Islam.

Inilah yang saat ini dirasakan oleh pemuda tampan asal USA ( Amerika Serikat ) yang mana pemuda ini tumbuh dilingkungan yang mayoritas bukan pemeluk Agama Islam. Namun uniknya pemuda yang masih berusia 14 tahun ini sudah bisa membuktikan diri sebagai seorang Hafiz.

Hamzah Alhabashy itulah nama pemuda penghafal Qur'an asal Amerika Serikat ini yang telah resmi mendapatkan gelar Hafiz Qur'an terbaik yang di adakan di Dubai pada 2015, Kini Hamzah Alhabashy mulai dikenal banyak orang di dunia. Videonya pun kini ramai di perbincangan banyak netizen setelah Video dirinya diunggah oleh pemilik akun "Ahmad Hayadin Salafi".

Suara Hamzah Alhabashy ketika membaca Ayat - Ayat Suci Al-Qur'an begitu merdu dan sangat fasih, tak aneh bila video rekaman ini mendapatkan banyak pujian dari para netizen.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :  


Senin, 17 Agustus 2015

Prinsip Dasar Islam Tentang Anak

Prinsip-prinsip Dasar Islam Tentang Anak
Oleh :  Ustad Rahmat Abdullah (alm)

Anak-anak Muslim/ muslimvillage.com
1. Anak-anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah. 

Q.S. Al-Qasas [28] : 68
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Artinya : "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)."

Q.S. Asy-Syuraa [42] : 49-50
لِّلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاءُ الذُّكُورَ
أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَن يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
Artinya : "Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,(49) 
atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.(50)"

2. Karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yang harus ditunaikan. 

Q.S. Al-Anfal [8] : 27-28
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.(27) 
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.(28)"

3. Orangtualah yang ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya. 

Q.S. Al-Ma'idah [5]: 1
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُم بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya."

Q.S. Al-Isra' [17] : 34
وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۚ وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا
Artinya : "Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya."

Q.S. Ar-Ra'du [13] : 19-24
أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنقُضُونَ الْمِيثَاقَ
وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ
وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ
سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
Artinya : "Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,(19) 
(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, (20) 
dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. (21) 
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),(22) 
(yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;(23) 
(sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.(24)"

4. Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sunnguhlah. 

Q.S. Al-Baqarah [2] : 233
....لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا...
Artinya : "Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya."

Q.S. At-Taghabun [64] : 16
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya : "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Q.S. Al-Haj [22] : 78
.....وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
Artinya : "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan....."

5. Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak-anak yang sholeh terbebas dari neraka. 

Q.S. At-Tahrim[66] :6
..... يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا 
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ...."

QS. Al-Ahqaf [46] : 15.
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya : "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

6. Jangan berharap kebaikan dari anak-anakmu, bila tidak mendidik mereka menjadi anak-anak yang sholeh.

QS. Nuh [11] :46
قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
Artinya : Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan".

QS. Maryam [19] : 59.
فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Artinya : Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,

7. Jangan berharap banyak pada anak-anakmu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya.

Q.S. Al-Isra' [17] : 24.
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya : Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".

8. Didiklah anak-anakmu sesuai fitrahnya. 

Q.S. Ar-Ruum [30] : 30.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

9. Janganlah menginginkan anak-anakmu sebagai anak-anak yang sholeh sebelum engkau menjadi sholeh lebih dahulu. 

Q.S. Ash-Shof [61] : 2
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak-anakmu, sebelum engkau memberi hak anak-anakmu. Lihat QS.1:5.

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atasmu. Lihat QS.2:83, QS.4:36, QS.6:151, QS.17:23-24.

12. Berbuat baiklah kepada anak-anakmu, bahkan sebelum mereka diciptakan.

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh2lah dalam mendidik. 

Q.S. Hud [11] : 93.
وَيَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ سَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَمَنْ هُوَ كَاذِبٌ ۖ وَارْتَقِبُوا إِنِّي مَعَكُمْ رَقِيبٌ
Artinya : Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu".

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu. 

Q.S. Al-Hijr [15] : 99.
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya : dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

Wallohu A'lam

Senin, 10 Agustus 2015

Do'a Agar Anak Menjadi Sholeh

anak sholeh / moh.gov.ps
(mediaislamia.com) Tentunya Menjadi Keinginan kita semua untuk memiliki anak yang sholeh dan sholihat, agar bisa menjadi warisan yang baik bagi diri kita sehingga bisa terus memberikan pahala bagi kita meskipun setelah kita wafat.

Sebagaimana Hadits Riwayat Imam Muslim, dari pada Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam,
"Apabila mati anak Adam, maka terputuslah segala amalannya melainkan tiga perkara :
1. Sedekah jariah,
2. Ilmu yang bermanfaat dan
3. Anak sholeh yang mendoakan untuknya"

Berikut beberapa do'a agar anak kita bisa menjadi anak yang sholeh dan sholihat yang dipanjatkan oleh para Nabi dan kita dapati di dalam Al-Qur'an :

Do'a yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim A.S.
1. Q.S. Ibrahim [14]:40
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Artinya : "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."

2. Q.S. As-Shaffaat [37]: 100
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya : "Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh."

Do'a yang  dipanjatkan oleh Nabi Zakaria A.S.
Q.S. Ali Imron [3]: 38
رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Artinya : "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".

Minggu, 09 Agustus 2015

7 Tips Mudah Menghafal Al-Qur'an

Al-Qur'an
(mediaislamia.com) Strategi/ tips ini terbukti manjur untuk mempermudah hafalan Al-Quran. Saat materi ini disampaikan sewaktu di Thaif, pemateri telah mengujikan strategi ini ke beberapa anak didiknya, dan hasilnya memuaskan.

Rata-rata seseorang membutuhkan waktu 20-30 menit untuk menghafalkan satu halaman Al-Quran, tetapi setelah mempraktikan strategi ini, ia hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit saja.

Strategi/tips 7 T yang dimaksud adalah 1. Tahyiah (Persiapan), 2. Takhayyul (Berimajinasi), 3. Taskhin (Pemanasan), 4. Tarkiz (Konsentrasi), 5. Tartil (Baca Perlahan), 6. Tikrar (Diulang-ulang), 7. Tarabuth (Ikatan).

Berikut penjelasannya :

1. Tahyiah (persiapan)

Persiapan di sini mencakup persiapan kondisi diri, tempat, dan waktu.

Kondisikan diri sesiap mungkin untuk mengahafal Al-Quran, kosongkan diri dari hal-hal yang merusak konsentrasi, kemudian pilih tempat dan waktu yang tepat.

2. Takhayyul (berimajinasi)

Bagi kamu yang mengerti Bahasa Arab, maka itu sungguh modal yang luar biasa untuk bisa mempermudah menghafal Al-Quran. Kalau belum, maka bisa melihat ke terjemahan. Tujuannya adalah untuk memahami apa yang dihafal. Ketika kamu paham apa yang kamu hafal, maka proses menghafal pun akan terasa lebih mudah. Memahami apa yang dihafal juga membantu berimajinasi menemukan penghubung antar ayat, sehingga hafalan menjadi lebih kokoh.

3. Taskhin (pemanasan)

Saat mulai menghafal, jangan paksakan jumlah yang dihafal. Dalam menghafal Al-Quran, tidak ada yang mewajibkan kamu memulainya dengan utuh satu ayat (bila ayatnya panjang). Mungkin kamu bisa memulai dengan satu baris, atau beberapa kata sebagai pemanasan.

4. Tarkiz (konsentrasi)

Segala pekerjaan membutuhkan konsentrasi agar membuahkan hasil yang maksimal. Tingkat konsentrasi berbanding lurus dengan kecepatan menghafal. Semakin kamu konsentrasi, semakin cepat pula hafalan tersimpan di memori.

5. Tartil (baca perlahan)

Eja huruf per huruf. Amati hurufnya satu per satu. Resapi kata per kata. Baca dengan tenang dan dalam tempo perlahan. Jangan tergesa-gesa.

6. Tikrar (diulang-ulang)

Tingkat hafalan manusia berbeda-beda. Ada yang membutuhkan satu kali pengulangan agar hafalannya tertancap di memori. Dan banyak yang membutuhkan lebih dari satu kali. Jangan terburu-buru melanjutkan hafalan, ulang dan ulang terlebih dahulu apa yang sedang dihafal, baru kemudian lanjutkan.

7. Tarabuth (ikatan)

Temukan korelasi antara ayat per ayat dan halaman per halaman. Banyak orang yang lupa di mana hafalannya saat pergantian ayat atau pun pergantian halaman. Ini bisa dikurangi dengan menemukan atau bahkan dengan menciptakan kaitan ayat atau halaman tadi.

Bisa berupa makna ayat, sebagai contoh bila ayat-ayat yang dihafal menceritakan sebuah kisah, dan ini banyak ditemukan di Al-Quran. Atau bisa dengan melihat kemiripan kata atau huruf dari pertemuan ayat atau halaman. Selamat Mencoba. Ma’akumun Najaah.

Oleh: Asy Syaikh ‘Ali Al ‘Utaibi Ash Shoifiyyah*
*Tulisan ini disampaikan dalam Daurah Asy Syaikh ‘Ali Al ‘Utaibi Ash Shoifiyyah fi Hifdzil Quran di Kota Thoif, tenggara Kota Makkah, Arab Saudi, yang dimuat di laman resmi Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN XIV) Tahun 2015.

Dikutip dari mirajnews.com

Selasa, 21 Juli 2015

Dengan Semangat Idul Fitri Kita Atasi Problema Ummat, Video Khutbah Idul Fitri

Video KHUTBAH IDUL FITRI 1436 H Imam Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur di Pondok Pesantren A-Fatah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan.

Dengan tema "Dengan Semangat Idul Fitri Kita Atasi Problema Ummat"


Text Khutbahnya bisa dibaca di link berikut http://www.mediaislamia.com/2015/07/khutbah-idul-fitri-1436-h-dengan.html

Minggu, 12 Juli 2015

Berangkat Penuh Prihatin Pulang Membawa Berkah

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabdan :
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ :  قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  اَدِّبُوْا اَوْلَادَكُمْ عَلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ : حُبِّ نَبِيِّكُمْ وَحُبِّ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ قِرَأَةُ الْقُرْأَنِ فَإِنَّ حَمْلَةَ الْقُرْأَنُ فِيْ ظِلِّ اللهِ يَوْمَ لَا ظِلٌّ ظِلَّهُ مَعَ اَنْبِيَائِهِ وَاَصْفِيَائِهِ    رَوَاهُ الدَّيْلَمِ 
Dari Ali R.A ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam perkara yaitu mencintai Nabi kalian dan keluarganya serta membaca Al-Qur’an, karena sesungguhnya orang yang menjunjung tinggi Al-Qur’an akan berada di bawah lindungan Allah, diwaktu tidak ada lindungan selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan kekasihnya”.    (H.R Ad-Dailami)

Takdir Feriza dan Erdogan       (infolampung.com)
(Mediaislamia.com) --- Tak punya dana untuk membantu uang saku dirinya berangkat termasuk pendamping, padahal sudah ketemu Gubernur dan Bupati Aceh Besar.

Takdir Feriza SPd.I yang berhasil meraih juara 1 pada cabang tilawah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional di Turki merasa terharu, karena hadiah dan penghargaan lomba MTQ tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Turki, Recep Thayeb Erdogan.

“Alhamdulillah presiden turki recep tayyep erdogan yg memberikan hadiah kepada saya.. sungguh besar karuniamu ya Allah……Allahuakbar,” Tulis Takdir Feriza di laman facebooknya.

“Lon icom lee Erdoğan bang, leh kubeut dilikee gopnyan, kupegah awak Aceh, tsunami..” (Saya dicium Presiden Erdogan usai mengaji di depan beliau, saya bilang saya orang Aceh, tsunami…) — Ungkap Takdir terharu.

Prestasi putra Aceh Besar, kelahiran Gampong Lampuuk, Kecamatan Darussalam, 20 Juli 1986 dalam kemampuan baca Alquran (qari) ini semakin diperhitungkan, bukan hanya di level provinsi tetapi juga nasional bahkan dunia internasional.

Takdir Feriza peserta MTQ        (muftulukhaber.com)
Beberapa minggu sebelum berangkat ke Turki, Takdir Feriza pernah ‘curhat’ bahwa Pemerintah Aceh dan Aceh Besar tidak punya dana untuk membantu uang saku dirinya berangkat termasuk pendamping, padahal sudah ketemu Gubernur dan Bupati Aceh Besar. Hal ini diungkapkan rekan Takdir, Azwar Nazir.

Takdir menjadi duta Indonesia ke Turkey International Holy Quran Memorization and Recitation Competition yang berlangsung di Istanbul.

Informasi keberhasilan Takdir meraih juara satu ditulis juga pada akun facebooknya.

"Terima kasih sahabat sekalian atas doanya, terutama ibu, istri, anak, ustadz-ustadz saya semua dari Aceh," tulis Takdir yang saat ini masih berada di Turki.

Takdir Feriza Hasan ditetapkan sebagai wakil Indonesia ke MTQ Internasional di Istanbul, Turki tersebut oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tingkat Nasional berdasarkan seleksi terhadap para juara MTQ Nasional XXV Tahun 2014 di Batam, Kepulauan Riau.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :





Senin, 06 Juli 2015

Suasana Malam Nuzulul Quran di Suriah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
“Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”.   (QS. Adh Dhukhan : 3) 

WNI melaksanakan sholat tarawih     (sindonews.com)
(Mediaislamia.com) --- Suasana berbeda menyelimuti Suriah, khususnya kota Damaskus ketika memasuki hari ke-15 di Bulan Ramadan. Damaskus, yang biasanya diramaikan oleh bunyi suara desingan tembakan, atau derap langkah prajurit, kali ini dikabarkan lebih tenang.

Malam ke-15 bulan Ramadan, akan yang dikenal juga sebagai malam nuzulul Quran (malam turunya al-Quran ke dunia) dimanfaatkan oleh warga Negara Indonesia (WNI) di Damaskus untuk beribadah bersama. Memenuhi undangan Duta Besar Indoesia untuk Suriah Djoko Harjanto, sekitar 50 WNI berkumpul, berbuka puasa, dan menjalankan Tarawih bersama.

Bertempat di Wisma Duta daerah di Yafour, Damascus Countryside, acara tersebut diawali dengan ceramah Nuzulul Quran yang disampaikan oleh Ustad Ahsin Mahrus. Dirinya mengatakan, orang-orang di Indonesia mungkin tidak akan menyangka Damaskus bisa sangat tenang, sehingga membuat semua orang bisa lebih khusuk beribadah.

Suawasana malam Nuzulul Quran   (sindonews.com)
“Alhamdulillah malam ini sungguh istimewa bagi kita. Ditemani purnama malam ke-15 Ramadhan, udara sejuk malam hari, ditambah dengan gemericik air kolam renang, membuat ibadah kita semakin khusuk malam ini. Saudara-saudara kita di Tanah Air pasti tidak ada yang menyangka, kita bisa beribadah dengan tenang di Damaskus,” kata Ahsin, dalam rilis yang diterima Sindonews dari Kedutaan Besar Indonesia di Suriah pada Minggu (5/7/2105).

Hal senada juga diutarakan oleh Djoko, yang mengaku untuk Ramdadan, khususnya malam ke-15 Ramadan kali suasa Damaskus jauh lebih tenang. “Alhamdulillah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Damaskus lebih tenang,” ucap Djoko dalam sambutannya selepas sholat tarawih berjamaah.

“Kita semua perlu membantu suarakan apa yang sebenarnya terjadi di Damaskus dan Suriah pada umumnya. Kita yang tinggal di sini lebih tahu apa yang dirasakan, berbeda dengan saudara-saudara di Tanah Air yang hanya membaca dari media,” imbuhnya

Mahasiswa WNI futsal selepas taraeih      (sindonews.com)
Selepas sholat tarawih di Wisma Duta, para mahasiswa melanjutkan dengan bermain futsal di sekitar Wisma Duta. “Mumpung kita lagi ngumpul, teman-teman selesai ujian, dan udara hangat,” ujar Ahmad Fuadi Fauzi, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Suriah.

Tahun ini, Ramadhan di Suriah sendiri jatuh pada musim panas. Terlebih lagi pada akhir-akhir ini suhu mencapai hingga 40 derajat celcius. Namun dengan suasana petang Wisma Duta yang asri, gemericik air kolam renang, dan angin sejuk yang berhembus, seketika mengurai rasa lelah berpuasa selama 16.5 jam di musim panas ini.


Minggu, 21 Juni 2015

Imam Saudi Khatamkan Al Qur’an Dalam 3 Malam Shalat Tarawih

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
 اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه 
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya".   (HR. Muslim 804) 

Add caption
(Mediaislamia.com) --- Shalat terawih dengan Imam membaca 1 atau 2 Juz Al Qur’an mungkin sudah sering kita temui baik ketika berada di Indonesia maupun negara Arab lainnya. Akan tetapi tahukah anda bagaimana rasanya mengkhatamkan Al Qur’an dalam 3 malam shalat tarawih ?

Adalah Sheikh Ahmed bin Mohammed Alhawasyi, seorang imam Masjid Jami di distrik Khamis Mushayt wilayah Asir, sebelah barat daya Arab Saudi.

Seperi dilansir media lokal setempat menyatakan bahwa Sheikh Ahmed bin Mohammed dapat mengkhatamkan Al Qur’an dalam 3 malam shalat teraweh atau sebanyak 10 kali dalam sebulan penuh Ramadhan.

Masyarakat pun yang berada disekitar selalu membanjiri Masjid Jami dimana Sheikh Ahmed bin Mohammed menjadi imam, meskipun mereka harus menghabiskan 4 jam untuk melaksanakan ibadah shalat teraweh.

Selain menjadi imam di Masjid Jami, Sheikh Ahmed bin Mohammed Alhawasyi juga bekerja sebagai Dewan Komisi Amr bil Ma’ruf wa Nahyi Anil Munkar di wilayah setempat.

Rabu, 06 Mei 2015

Empat Pria Dijatuhi Hukuman Mati oleh Hakim Afganistan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”.  (Al-Hujurat : 12)

Tragedi Farkhunda       (jambi.tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Hakim pengadilan di Afganistan, Rabu, 6 Mei 2015, menjatuhkan hukuman mati terhadap empat pria yang menyerang seorang perempuan hingga tewas karena dituduh membakar Al-Quran pada Maret 2015. 

Adapun delapan tersangka lain diganjar hukuman penjara selama 16 tahun. Sebanyak 18 orang lain yang juga dijadikan tersangka dinyatakan bebas karena terbukti tidak bersalah.

Pada 19 Maret 2015, terjadi penyerangan massal terhadap seorang perempuan berusia 27 tahun. Dalam aksi tersebut, korban bernama Farkhunda itu dipukuli dan ditendang sebelum dibakar lalu dilemparkan ke sungai dari Jembatan Kabul. Kejadian mengerikan itu sempat terekam dalam sebuah video dan beredar luas ke seluruh dunia.

Video itu menunjukkan perempuan tersebut berdiri dengan wajah berlumuran darah, sementara di sekelilingnya terdapat sekelompok pria yang marah. Dia didorong dan dibanting ke tanah. Serangan terus-menerus dilancarkan para penyerang dengan kaki, batu, dan balok kayu. Pada bagian akhir video, tubuh perempuan malang itu dilalap api.

Kabar yang beredar setelah kematiannya menyebutkan perempuan itu mengidap penyakit jiwa. Dengan sedih, ayahnya mengatakan kepada CNN bahwa putrinya adalah guru agama yang mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak. Dia menjelaskan, tidak mungkin anaknya membakar halaman Al-Quran sebagaimana dituduhkan para penyerang.

Menteri Urusan Haji dan Agama Afganistan mengatakan telah ditemukan bukti bahwa Farkhunda membakar Quran.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Jumat, 01 Mei 2015

Pastur Amerika Ajarkan Islam dan Al-Qur'an

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللّهِ فَإِنَّ اللّهِ سَرِيعُ الْحِسَابِ
“Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberikan Al-Kitab, kecualli sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada diantara mereka. Barangsiapa yang ingkar kepada ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabnya".    (QS. Ali ‘Imran: 19) 

Pastur Michael Fitzgerald       (cpr.org)
(Mediaislamia.com) --- Pastur Michael Fitzgerald merupakan pemuka Katolik yang cukup mendapat tempat di umat Kristen Eropa dan Afrika. Fitzgerald memutuskan untuk menjadi misionaris di Afrika ketika ia baru berusia dua belas tahun. Delapan tahun kemudian ia belajar teologi dan bahasa Arab di Tunisia.

Perjalanan keilmuan itu yang kemudian membuatnya Fitzgerld menjadi ahli Teologi dan dipercaya mempromosikan pemahaman antaragama dari perspektif Kristen. Ia dipandang kemudian sebagai ahli Katolik Roma yang banyak mengajarkan tentang Islam. Ia pernah menjabat sebagai Uskup Agung Tunisia, duta Vatikan di Kairo, dan delegasi Vatikan ke liga Arab.

Dalam perjalanannya, ia mengambil tugas mendorong sesama umat Kristen untuk belajar lebih banyak tentang Islam dan Alquran. Konon, hal itu dilakukannya untuk membuka cakrawala non muslim, bahwa Islam tidak terkait dengan kekerasan.

Dilansir Tribune, Jumat (1/5), setelah pensiun, ia justru mulai mengajar kursus baca Alquran untuk sekelompok kecil mahasiswa sarjana dan pascasarjana di John Carroll University, sebuah lembaga Jesuit di Cleveland. Di dalam kelasnya, ia sering menyoroti perbedaan antaragama sambil mendorong penghormatan terhadap pendekatan Muslim yang berbeda dengan Kristen.

John Carroll University         (magellancounseling.com)
"Dia bahkan mengatakan sangat baik untuk menjadi Hafiz," tulis laporan Tribune, Jumat (1/5).

Bahkan dalam kelasnya, ada beberapa mahasiswa Muslim yang terdaftar di kelasnya. Salah satunya, Abu-Shaweesh, yang mengenakan jilbab. Ia mengaku mendapat pelajaran baru dari sang pastur. Abu-Shaweesh menambahkan, dia terpesona oleh rasa hormat yang ditunjukkan untuk Islam oleh teman-teman sekelasnya yang non-Muslim-nya.

Meski banyak kalangan Muslim yang waspada terhadap misinya. Namun tak jarang banyak yang memujinya. "Yang penting di sini adalah pengetahuan," kata Zeki Saritoprak, pengarah program studi Islam di Universitas John Caroll.

"Seorang Kristen yang terinformasi dengan baik, dapat mengajarkan Islam lebih baik daripada seorang Muslim yang kurang informasi," kata Saritoprak.

(internasional.republika.co.id/MI)

Silahkan klik Vidio di bawah ini :

Kamis, 23 April 2015

Saat Mengajar Injak Al-Qur'an Dosen Liberal Layak Dipecat

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ
"Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong".   (QS. As Sajadah : 15) 

DR. Muhammad Kristiawan, M. Pd.         (facebook.com)
(Mediaislamia.com) --- Seorang dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), bernama Muhammad Kristiawan, dipecat, karena dianggap melecehkan kitab suci Alquran.

Wakil Rektor III-IV UMSB, Yuzardi Ma’ad, mengatakan pemecatan ini bermula dari kejadian perkuliahan ilmu filsafat pada 1 April 2015 yang diajar oleh Muhmmad Kristiawan. Saat itu dia mengajarkan inti ajaran Alquran dengan memberikan contoh seorang ibu marah kepada anaknya karena menginjak-injak Alquran, kemudian si ibu itu keluar, buka jilbab dan bergunjing. Sayangnya, saat memberikan contoh ini MK juga mempraktekkan menginjak Alquran.

“Menurut Muhammad Kristiawan itu lebih parah lagi hukumnya dari pada menginjak Alquran, artinya bukan Alquran yang diagung-agungkan tetapi inti ajarannya yang diamalkan,” katanya Yuzardi kepada wartawan di kampus UMSB, jalan Pasir Kandang Padang, Kamis (23/4/2015)

Menurut Yuzardi, masalah itu cepat menyebar ke mahasiswa, bukan mahasiswa yang menyaksikan yang langsung melapor ke rektorat, tapi mereka menyampaikan ke senior-senior mereka. Melihat kondisi itu akhirnya pihak rektorat memanggil MK untuk memberikan penjelasan.

Saat pemanggilan itu barulah terjadi perdebatan. Saat pertemuan itu pihak rektorat mengibaratkan sebuah kain putih dan merah, jika kain putih saja diinjak-injak tidak akan ada masalah, kemudian jika kain merah saja diinjak juga tidak masalah.

“Kalau itu disatukan merah putih kemudian diinjak, maka orang akan marah dan bisa terjadi perang saudara, begitu juga dengan Alquran meski itu kertas putih kemudian isi Alquran itu ditulis dalam kertas putih maka kalau diinjak orang akan marah,” ujarnya.

 Seminar di STMIK Pringsewu  25/1/2015     (facebook.com)
Akhirnya setelah pertemuan itu, Muhammad Kristiawan mengakui salah dan pihak rektorat dapat memahami. “Sebenarnya Muhammad Kristiawan itu hanya ingin memancing logika mahasiswa, tapi karena mahasiswa itu masih semester dua belum mengerti, akhirnya itulah yang menjadi masalah,” ujarnya.

MK sudah membuat surat pernyataan dan mengakui kesalahannya. Dalam surat pernyataannya pada 9 April 2015 dia menyatakan menyesali perbuatannya menginjak Alquran di depan mahasiswa dalam proses perkulihaan Filsafat Ilmu pada Rabu 1 April 2015 pada prodi Pendidikan Agama Islam.

Dia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan dan sejenisnya kapan pun dan dimana pun. “Artinya ketika surat pernyataan itu dibuat masalah sudah selesai, tapi sesuai dengan aturan dia terpaksa kita berhentikan mengajar di kampus ini. Jadi sejak membuat surat pernyataan itu dia tidak lagi memberikan kuliah di sini,” ujarnya.

Sabtu, 11 April 2015

Istri Pangeran Brunei Qori Terbaik Dunia

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ
“Perumpamaan seorang muslim yang membaca al Qur’an adalah seperti buah Utrujah, baunya enak dan rasanya juga enak. Adapun perumpamaan seorang muslim yang tidak membaca al Qur’an adalah seperti buah Kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis”.

Raabiatul Adawiyah    (tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Raabiatul Adawiyah dikenal sebagai sosok yang santun dan cerdas. Tak heran jika Pangeran Abdul Malik begitu mengaguminya.

Raabiatul Adawiyah, 22 tahun, telah resmi menjadi istri putra keenam Raja Brunei Darussalam, Pangeran Abdul Malik, 31 tahun. Kecantikan dan prestasi Raabiatul membuat sang pangeran kagum, hingga menuliskan kekagumannya di akun facebook pribadinya.

"Yang Mulia Dayangku (istriku) Raabi'atul 'Adawiyyah binti Pengiran Haji Bolkiah sudah terbiasa dengan didikan keagamaan dan sikap bersopan santun daripada kedua-dua ayahanda dan bonda dalam menjaga akhlak dan juga sikap hormat-menghormati di antara satu dengan yang lain, bahkan keupayaannya dalam menjaga adinda-adinda ketika keduanya sibuk dengan tugasan merupakan satu kelebihan yang dimilikinya," tulis Abdul, dikutip Dream.co.id dari akun facebook Prince Abdul Malik, Jumat, 10 April 2015.

Abdul menuliskan, istrinya memiliki banyak prestasi di bidang keagamaan dan aktivitas sosial sejak masih duduk di bangku sekolah. Ia menjadi juara sejumlah perlombaan membaca Alquran.

"Antaranya mewakili sekolah agama dan menyertai pertandingan tersebut yang diadakan di Jame' 'Asr Hassanil Bolkiah pada tahun 2005 dan mengikuti Skim Tilawah Al-Qur'an Remaja pada tahun 2008 serta menyertai Pertandingan Dikir Dabai'ie Di Antara Sekolah-Sekolah Menengah dan Maktab-Maktab Senegara," ungkap Abdul.

Kemampuan membaca Alquran yang begitu baik mengantarkan Raabiatul meraih gelar 'The Best Muslimah Alquran Recital'. Gelar itu diraih dalam ajang `Miss World Muslimah` di Indonesia pada tahun 2013.
 Abdul Malik dan Raabiatul Adawiyah  (galamedianews.com)

"Dengan kejayaan ini turut membawanya berjaya mendapat gelaran Pembaca Alquran Terbaik Muslimah (Best Muslimah Al-Qur'an Recital) keseluruhan dari kesemua aspek pada tahun 2013 apabila berjaya mewakili negara dalam Pertandingan Wanita Muslimah di Republik Indonesia yang bersangkut-paut dengan aktiviti keagamaan," terangnya.

Tidak hanya itu, Abdul begitu memuji Raabiatul, lantaran kerap terlibat dalam kegiatan sosial. Menurut Abdul, Raabiyatul kerap terlibat dalam upaya perjuangan hak kaum wanita di negeri itu.

"Bahkan semangat yang dimiliki Yang Mulia terus diperjuangkan setelah kembali ke negara ini dengan berhasrat menyumbangkan aktiviti amal kebajikan terutama sekali kepada hal ihwal kesejahteraan kaum wanita, ibu-ibu dan remaja," katanya.

Kamis, 02 April 2015

Mahalnya Hidayah Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim".  (QS. Al Angkabut : 49) 

Jafar mendapat Hidayah Allah   (bersamadakwah.net)
(Mediaislamia.com) --- Hidayah adalah murni hak Allah. Sebagai manusia kita wajib untuk menjemputnya.

Adalah Jafar, salah satu anak yang mendapat hidayah Allah. Anak muda ini mendapat hidayah masuk Islam. Padahal Ibunya seorang pendeta lulusan Sekolah Ortodoks Yerussalem. Palestina.

Ia memiliki koleksi kitab injil tahun 1958. Ia rajin membaca, mengoleksi buku, mengkaji kitab. Kelas 1-6 SD mengkaji khusus kitab oleh pendeta dan ibunya sendiri. Ia sangat fasih menjelaskan ajaran tentang Trinitas, lengkap dengan ayat-ayatnya.

Sekarang, ia menjadi penghafal Al Quran. Tiga tahun terakhir ia fokus mengkaji Al-Qur’an. Hafalannya sekarang sudah 20 juz. Ia tetap Cinta ibunya. Ia berasal dari Makale, Tana Toraja. Anak berparas ganteng itu sekarang sekolah di Sekolah Penghafal Darul Istiqamah, Macopa, Maros.

Kabar baik tersebut diunggah di media sosial oleh akun bernama Ismawan as. Terang saja, kabar itu membuat pengguna media maya ikut bersuara.

“Cara berdakwah beliau juga sudah sangat baik.. selalu menjadi inspirasi bagi santri lain,” kata Andi Tenri Ewa.

“Subhanallah. Wah hebat dan salut walau tidak lagi seiman dengan ibunya masih tetap menghargainya, ” ucap Anita Ruhama.

Rabu, 25 Maret 2015

Kembar Tiga Menjadi Penghafal Quran

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi".  (QS. Fatir : 29) 

Add caption
(Mediaislamia.com) --- Masih ingat dengan kembar tiga tampan penghafal Alquran? Mereka adalah Abdul Hannan Jamaluddin, Abdul Mannan Jamaluddin, dan Abdul Ihsan Jamaluddin. Ketiganya dikenal dengan Hannan, Mannan, dan Ihsan (HMI).

Ketiga saudara kembar ini tahun ini akan berusia 18 tahun. Di usia mereka yang masih remaja, mereka telah memiliki kemampuan dalam menghafal Alquran genap 30 juz.

Ihsan, salah satu dari ketiga hafiz ini menuturkan bagaimana mereka sampai memiliki keinginan untuk menjadi hafiz bersama. Keinginan itu muncul ketika mereka membaca satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud tentang keutamaan menjadi hafiz.

"Kita ada keinginan untuk menghafal Alquran setelah membaca hadis tentang hafalan Alquran, yang artinya kurang lebih artinya ‘Barangsiapa yang menghafal Alquran dan mengamalkan kandungannya maka di hari kiamat nanti kedua orangtuanya akan dipakaikan mahkota yang cahayanya lebih indah daripada matahari yang menyinari rumah-rumah di dunia," ujar Ihsan Rabu, 25 Maret 2015.

Ihsan mengatakan hadis itu menyadarkan ketiganya. Bagi dia dan kedua saudaranya, jasa orangtua tidak akan pernah bisa mereka balas di dunia.

"Kami berpikir, selama di dunia tidak bisa membalas jasa orangtua. Kami ingin membalasnya di akhirat kelak," kata dia.

Ketika keinginan itu timbul, mereka menyampaikan kepada orang tuanya, Agus Jamaluddin, 38 tahun, dan Sukrismiyati, 40 tahun. Niat mereka disambut begitu gembira oleh orangtuanya.

"Awalnya niatnya belum utuh. Orangtua menyambut baik kemudian mengarahkan kami," kata dia.

Selanjutnya, terang Ihsan, Agus dan Sukrismiyati mengantarkan ketiga anak kembarnya ke pesantren Darul Quran, Tangerang, awal tahun 2012. "Sempat kaget, ternyata beneran direspons."

Saat ini, baik Hannan, Mannan, dan Ihsan tinggal di pesantren tersebut. Meski sebagai santri, mereka ternyata memiliki jadwal yang padat berkeliling ke kota-kota menjadi motivator.

"Kita paling sering di Jabodetabek. Pernah juga ke Jawa Tengah," ungkapnya.

Sementara kunjungan ke luar negeri baru sekali mereka lakukan, yaitu ke Malaysia akhir tahun 2014. Kala itu, ketiganya diundang bersama KH Aa Gym pada sebuah acara Halal bi Halal yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Muslim Indonesia. 

Minggu, 15 Maret 2015

Perpecahan Ummat Islam Adalah Adzab

Q.S. Al An’am [6], 65
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ/ الأنعام [٦]، ٦٥.

Artinya : Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”. (Q.S. Al An’am [6], 65)

Pada ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa Dia dapat saja mendatangkan azab duniawi kepada umat manusia, khususnya umat Islam baik yang datang dari atas atau dari bawah kaki mereka atau azab berupa perpecahan dan benci membenci di antara mereka.

Azab didefinisikan oleh para ulama sebagai siksaan yang menimpa manusia sebagai akibat dari pelanggaran yang pernah atau sedang dilakukan terhadap larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Azab dari atas, misalnya turun hujan lebat terus menerus yang mengakibatkan banjir, angin topan yang merusak segala sesuatu yang dilalui, hama dan virus penyakit yang beterbangan di udara membawa epidemi dan sebagainya.

Azab dari bawah, misalnya gempa bumi, letusan gunung berapi, tanah longsor, merajalelanya kejahatan, seringnya kecelakaan, harga-harga yang membumbung tinggi sehingga melemahkan daya beli dan sebagainya.

Azab berupa perpecahan umat, misalnya karena pertarungan politik dan kekuasaan sehingga menimbulkan benci-membenci, yang menang menindas yang kalah dan yang kalah terus berusaha menjatuhkan yang menang sehingga kadang-kadang menimbulkan peperangan.

Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir menyebutkan hadis-hadis yang memiliki relevansi dengan ayat ini, antara lain hadis yang diriwayatkan oleh Muslim:
سَأَلْتُ رَبِّي ثَلَاثًا، سَأَلْتُ رَبِّي أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالسَّنَةِ ، فَأَعْطَانِيْهَا ، وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِي بِالْغَرْقِ فَأَعْطَانِيْهَا ، وَسَأَلْتُهُ أَنْ لَا يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيْهَا./رواه مسلم .
Artinya : "Aku minta kepada Allah tiga hal. Aku minta kepada-Nya agar tidak membinasakan umatku dengan bencana kelaparan lalu Dia mengabulkannya. Aku minta kepada-Nya agar tidak membinasakan umatku dengan banjir bandang lalu Dia mengabulkannya dan aku minta kepada-Nya agar tidak menimpakan keganasan sebagian ummatku kepada sebagian yang lain tetapi Dia menolaknya." (H.R. Muslim)

Hadis ini –juga hadis-hadis yang semakna– secara jelas menunjukkan bahwa Allah menjamin dua hal bagi umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai penghormatan kepada beliau. Jaminan tersebut berupa doa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang dikabulkan Allah, yaitu:

Pertama: Allah tidak akan membinasakan umatnya dengan bencana yang pernah ditimpakan kepada umat-umat terdahulu. Bencana banjir pernah ditimpakan kepada kaum Nabi Nuh Alaihi Salam, kaum Tsamud dibinasakan dengan petir yang sangat keras, kaum ‘Ad dibinasakan dengan angin yang sangat dingin dan sebagainya.

Kedua: Allah tidak menguasakan musuh atas mereka sampai kepada batas menindas dan melenyapkan eksistensi mereka sama sekali.

Permintaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang tidak dikabulkan adalah agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menimpakan perpecahan pada umat Islam. Artinya persoalan ini diserahkan kepada umat Islam dan hukum sebab akibat.

Dalam hal ini umat Islam berkuasa penuh atas dirinya. Allah tidak memaksakan sesuatu kepada umat ini dan tidak memberi kekhususan kepada mereka. Jika umat Islam konsisten dengan ajaran Islam pasti mereka akan tetap bersatu. Tetapi apabila mereka tidak memperhatikan bahkan melanggar ajaran Islam dengan melakukan berbagai macam kemaksiatan, pasti mereka akan berpecah-belah dan dikuasai musuh.

Jadi ayat dan hadis tidak menunjukkan bahwa perpecahan yang terjadi di tubuh umat Islam adalah takdir atau kepastian yang mesti terjadi yang tidak mungkin dihindari, tetapi dia adalah merupakan akibat dari kesalahan/ dosa umat Islam sendiri.

Sebab apabila perpecahan umat Islam itu merupakan kepastian niscaya tidak ada artinya ayat-ayat dan hadis-hadis yang memerintahkan umat Islam untuk menjaga dan mewujudkan kesatuan dan melarang berpecah belah.

Firman Allah Subbhanahu Wa Ta’ala:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ/ ال عمران [٣]، ١٠٣.

Artinya : "Dan berpeganglah kamu kepada tali (agama) Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (Q.S. Ali Imran [3], 103).

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ. /الروم [٣٠]، ٣١-٣٢.


Artinya : "Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (Q.S. Ar Rum [30], 31-32).

وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ. فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ./ المؤمنون [٢٣]، ٥٢-٥٣.
Artinya : "Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)." (Q.S. Al Mu’minun [23], 52, 53).

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:
إِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا، يَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوْهُ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا وَأَنْ تَنَاصَحُوْا مَنْ وَلَّاهُ اللهُ أَمَرَكُمْ وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإضَاعَةَ الْمَالِ. رواه مسلم.

Artinya :“Sesungguhnya Allah ridha atas kamu dengan tiga perkara dan benci kepada kamu dengan tiga perkara juga; 1). Dia (Allah) ridha atas kamu untuk menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, 2). Kamu berpegang teguh pada tali Allah seraya berjama’ah dan tidak berpecah belah, dan yang 3). Kamu menasehati orang yang diserahi Allah untuk memimpin urusan kamu. Dan Dia (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) benci kepada kamu dengan tiga perkara yaitu: 1). Beromong kosong, 2). Banyak bertanya (bukan untuk diamalkan) dan 3). Menyia-nyiakan harta." (H.R. Muslim)

أَنَا أَمُرُكْمْ بِخَمْسٍ أَللهُ أَمَرَنِى بِهِنَّ: بِالْجَمَاعَةِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَالْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ فِى سَبِيْلِ اللهِ…/ رواه أحمد

Artinya: “Aku perintahkan  kepada kalian (Muslimin) lima perkara; sebagaimana Allah telah memerintahkanku dengan lima perkara itu; berjama’ah, dan mendengar, dan thaat, dan hijrah dan jihad di jalan Allah.” (HR. Ahmad)

الْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ /أحمد.
Artinya : “Berjama’ah itu rahmat, dan berfirqah-firqah itu adzab.” (H.R. Ahmad)

Mengomentari ayat-ayat dan hadis-hadis tentang perintah bersatu dan larangan berpecah-belah Dr. Yusuf Qardlawy berkata, “Tidak ada artinya pula nash-nash lainnya dari Al Quran dan melarang perpecahan, mewajibkan kaum Muslimin agar mempunyai satu Imaam dan tidak membaiat dua khalifah pada waktu bersamaan, serta memerangi orang yang bermaksud memecah belah kalimat atau urusan mereka.”

Seandainya perpecahan itu suatu yang ditetapkan atas umat secara umum dan abadi niscaya perintah-perintah dan larangan-larangan tersebut sia-sia belaka, karena berarti memerintahkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi dan melarang sesuatu yang mustahil.

Hadis-hadis yang menjelaskan bahwa Allah tidak menguasakan atas umat Islam musuh yang akan menghapuskan eksistensinya sama sekali dan bahwa Allah akan menimpakan perpecahan antar sesamanya, tidak menyebutkan bahwa hal tersebut akan terjadi di setiap belahan bumi umat Islam dan setiap zaman.

Ia hanyalah penyakit dan wabah yang akan menyerang umat Islam manakala sudah cukup sebab-sebabnya. Mungkin “penyakit” perpecahan ini terjadi di suatu tempat tetapi tidak demikian halnya di tempat lain, atau di suatu zaman tetapi tidak demikian pada suatu zaman yang lain, atau terjadi pada suatu kaum tetapi tidak demikian pada kaum yang lain.

Memahami hadis-hadis tentang perpecahan umat Islam hendaknya diimbangi dengan hadis-hadis lainnya yang memberi kabar gembira bahwa dakwah Islam akan berjaya dan akan masuk ke Eropa bahkan ke seluruh penjuru dunia.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ/ النور [٢٤]، ٥٥.
Artinya : "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (Q.S. An Nur [24], 55)

Dalam Kitab Shahihnya, Imam Muslim meriwayatkan dari Tsauban, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mengecilkan bumi kepadaku. Dengan begitu aku bisa melihat masyriq (timur) dan maghrib (barat). Sesungguhnya umatku akan menguasai kerajaannya seperti dikecilkannya kepadaku. Aku diberikan dua mahkota, merah dan putih. Aku memohon kepada Tuhanku untuk umatku agar tidak lekang dengan berjalannya waktu dan tahun, tidak dikuasai oleh musuh di luar mereka sendiri yang bisa merampas kesucian mereka. Lalu Tuhanku berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya jika Aku menentukan sesuatu, maka itu tidak akan bisa ditolak. Aku telah memberikan kepada umatmu agar mereka tidak lekang oleh zaman dan tidak dikuasai oleh musuh di luar diri mereka sendiri yang bisa merampas kesucian mereka. Itu semuanya terjadi meskipun semua orang bersatu memusuhinya sampai sebagian mereka menghancurkan yang lain.” (H.R. Muslim)

Ini adalah janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dia akan menjadikan umatnya sebagai pemimpin di dunia, pemimpin dan pelindung manusia. Hal ini tidak akan terwujud apabila umat Islam berpecahbelah dan saling bermusuhan. Kesemuanya itu akan terwujud manakala umat Islam bersatu di atas landasan Al Quran dan As Sunnah.

Penyebab Azab

Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa penyebab datangnya azab adalah karena kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah, antara lain:
مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا/ النسآء [٤]، ٧٩.
Artinya : "Kebaikan apapun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apapun yang menimpamu adalah dari kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi." (Q.S. An Nisa [4], 79)

Jadi tidak mungkin Allah memberikan yang buruk, semua yang datang dari Allah asalnya baik. Apabila manusia ditimpa keburukan, maka itu adalah dari diri manusia itu sendiri. Oleh karena itu jangan menimpakan kesalahan kepada orang lain, tetapi selidikilah kekurangan yang ada pada diri sendiri.

Pada ayat lain Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfiman:
وَمَا أَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْ عَنْ كَثِيْرٍ/ الشورى [٤٢]، ٣٠.
Artinya : "Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah karena perbuatan-perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahanmu)." (Q.S. Asy Syura [42], 30).

Ayat ini juga memberi peringatan bahwa apabila suatu malapetaka datang janganlah menyalahkan orang lain, menyalahkan taqdir apalagi menyalahkan Allah. Padahal malapetaka yang menimpa adalah akibat kesalahan diri sendiri karena maksiat kepada Allah.

Di antara kemaksiatan yang mendatangkan azab adalah:

1. Mendustakan Ayat Allah

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ/ الأعراف [٧]، ٩٦.
Artinya : "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan." (Q.S. Al A’raf [7], 96).

2. Menyekutukan Allah

تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا. أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا./ مريم [١٩]،٩٠-٩١.
Artinya : "Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak." (Q.S. Maryam [19], 90-91).

3. Menyalahi Perintah Allah

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ/ النور [٢٤]، ٦٣.
Artinya : "Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih." (Q.S. An Nur [24], 63).

4. Hilangnya Persaudaraan Antara Umat Islam

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ/ الأنفال [٨]، ٧٣.
Artinya : "Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para Muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di permukaan bumi dan kerusakan yang besar." (Q.S. Al Anfal [8], 73).

Yang dimaksud dengan “apa yang diperintah itu” adalah keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara umat Islam.

5. Merebaknya Kemaksiatan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila:
  1. Harta beredar pada orang-orang tertentu
  2. Amanah sebagai sumber keuntungan
  3. Zakat dijadikan hutang
  4. Orang belajar bukan karena agama
  5. Suami tunduk kepada isteri
  6. Anak durhaka kepada ibunya, menjauhkan diri dari bapaknya dan dekat dengan temannya
  7. Suara-suara ditinggikan di masjid
  8. Orang hina menjadi tokoh bangsa
  9. Orang dimuliakan karena kejahatannya
  10. Orang fasik menjadi pemimpin kabilah
  11. Biduanita dan musik telah merata
  12. Khamr diminum di setiap tempat
  13. Generasi akhir melaknat para sahabat
Maka ketika semua ini terjadi tunggulah angin panas, gempa bumi, tanah longsor dan hujan batu.” (H.R. Tirmidzi)

Inilah sebagian kemaksiatan yang menyebabkan turunnya azab berupa perpecahan umat. Oleh karena itu apabila umat Islam ingin mewujudkan persatuan umat maka kemaksiatan tersebut harus dihindari

Ibnul Qayim Al Jauzi memberikan sepuluh nasehat agar kita dapat menghindari kemaksiatan:
  1. Menyadari betul betapa buruk dan rendahnya perbuatan maksiat.
  2. Merasa malu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  3. Senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kita.
  4. Merasa takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya.
  5. Mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  6. Menjaga kemuliaan dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikannya.
  7. Memiliki kekuatan ilmu betapa buruknya dampak perbuatan maksiat dan akibat yang ditimbulkannya.
  8. Memupus angan-angan yang tidak berguna.
  9. Menjauhi sikap berlebih-lebihan dalam makan, minum dan berpakaian.
  10. Mengokohkan iman dalam hati

Semoga kita mampu melaksanakannya.

Wallahu A’lam bis Shawwab.
Imaamul Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur
(disampaikan pada Ta'lim Wilayah Jabotabek 15 Maret 2015 di JIC Jakarta Utara)