Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Oktober 2015

Sepekan “Intifadhah”: 7 Warga Palestina Syahid

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَا تَقُولُوا لِمَن يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya".    (QS. Al Baqarah : 154) 

7 warga palestina gugur syahid      (dakwatuna.com)
(Mediaislamia.com) --- Kamis (8/10/2015) genap sepekan bentrokan terjadi antara warga Palestina dengan penjajah Israel di Tepi Barat dan Al-Quds.

Bentrokan semakin sengit setelah terjadinya peristiwa penembakan pejuang Palestina ke arah seorang aparat Israel beserta istrinya di dekat pemukiman ilegal Yahudi, timur kota Nablus. Aksi penembakan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan penjajah Israel yang melakukan penistaan terhadap masjid Al-Aqsha dan membakar hidup-hidup keluarga Palestina di Nablus.

Aksi lempar Batu lawan Israel      (dakwatuna.com)
Hingga hari Kamis kemarin tercatat sebanyak 4 orang Israel tewas dalam aksi penusukan yang dilakukan oleh warga Palestina. Pihak Israel kemudian melakukan aksi balasan dengan menyerang kamp pengungsian Palestina di Al-Quds dengan menggunakan peluru tajam, hal ini menyebabkan syahidnya seorang pemuda Palestina dan melukai puluhan orang lainnya.

Seperti dikutip laman safa.ps, total korban syahid dari pihak Palestina hingga hari kedelapan ini sebanyak 7 orang dan korban luka sebanyak 790 orang. Sedangkan di pihak Israel, tercatat 4 orang Israel dikabarkan tewas, terdiri dari 2 tentara dan 2 pemukil ilegal Yahudi, disamping itu puluhan orang dari mereka juga dikabari mengalami luka-luka.





Rabu, 07 Oktober 2015

Ada 16 Pulau di Indonesia Dikuasai Asing

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
 إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا
"Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu".    (QS. An Nisa : 101) 

Merah putih berkibar di bumi pertiwi  (britabagus.com)
(Mediaislamia.com) --- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), Abdul Halim mengatakan sedikitnya ada 16 pulau dan gugusannya di Indonesia telah dikuasai asing sejak tahun 2014.

"Fakta ini menunjukkan bahwa praktek privatisasi dan komersialisasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil masih terus berlangsung. Padahal Mahkamah Konstitusi telah menafsirkan bahwa kedua praktek ini melawan konstitusi, yakni Pasal 28 dan 33 UUD Tahun 1945," ujar Halim dalam keterangannya yang diterima Okezone, Rabu (7/10/2015).

Pusat Data dan Informasi KIARA, sambungnya, menemukan fakta bahwa 16 pulau yang dikuasai asing dan tidak bisa diakses tanpa izin tersebar di DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Barat.

"Lima pulau kecil sudah dikelola oleh investor pada tahun 2014 dengan nilai investasi Rp3,074 triliun. Lima pulau akan direalisasikan pada tahun 2015 dan enam pulau dalam penjajakan," tuturnya.

Lebih parah lagi, kata dia, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil mengatur bahwa, Pemanfaatan pulau-pulau kecil dan pemanfaatan perairan di sekitarnya dalam rangka penanaman modal asing harus mendapat izin Menteri (Pasal 26 A Ayat 1).

"Ironisnya, juga disebutkan bahwa Penanaman modal asing sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) harus mengutamakan kepentingan nasional," tegasnya.

Dia pun menilai logika berpikir para pengambil kebijakan di Indonesia tidak masuk akal. Menyandingkan penanaman modal asing dengan kepentingan nasional adalah bentuk kesesatan berpikir.

"Sebaliknya, kepentingan nasional akan dikebiri atas nama investasi. Dalam konteks inilah, Menteri Kelautan dan Perikanan harus mengajukan upaya revisi terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di dalam Prolegnas 2016," sambungnya.

Indahnya pulau di Indonesia      (fokusterkini.com)
Halim pun membeberkan hal itu, di dalam Nota Keuangan APBN 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapatkan anggaran sebesar Rp6.726,0 miliar. Salah satu program kerja yang ingin dijalankan pada tahun 2015, adalah program pengelolaan sumber daya laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil di bawah Direktorat Jenderal Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

Lalu, pengelolaan pulau kecil juga tercantum di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Menindaklanjuti mandat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mendaftar sekitar 100-300 pulau potensial dan ditawarkan kepada investor.

Dan pada tahun 2016, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun atau sebesar Rp15.801,2 triliun.

"Salah satu program prioritasnya adalah pengembangan ekonomi di pulau-pulau kecil terluar. Indikator kinerja yang dipatok adalah jumlah pulau-pulau kecil terluar yang difasilitasi pengembangan ekonominya sebanyak 25 pulau," tutur Halim.

Munculnya Pasal 26A, kata dia, mempermudah penguasaan asing atas pulau-pulau kecil. Pasal 26A mengatur pemanfaatan pulau-pulau kecilm, dan perairan di sekitarnya dalam skema investasi penanaman modal dengan dasar izin menteri.

Rabu, 30 September 2015

Pidato Presiden Palestina : Israel Langgar Perjanjian Oslo

Allah Subahanu Wa Ta'ala Berfirman :
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ 
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa".    (QS. An Nur : 55) 

Pidato Mahmoud Abbas di PBB       (voaindonesia.com)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel tidak menjalani perjanjian damai yang dikenal sebagai Kesepakatan Oslo dan menyatakan Palestina “tidak bisa lagi terikat oleh perjanjian ini.”

“Mereka membuat kami tidak punya pilihan selain bersikeras bahwa kami tidak dapat berkomitmen untuk melaksanakan perjanjian ini, sementara Israel terus melanggar,” kata Abbas dalam pidato di Majelis Umum PBB yang berlangsung di New York, Amerika Serikat, Rabu (30/9).

Abbas berpendapat Israel telah melanggar perjanjian dalam hal keamanan, ekonomi, dan lainnya. Dia menegaskan tidak ada alasan bagi Palestina harus setia pada perjanjian selama Israel tidak melakukannya.
"Kita tidak bisa terus terikat oleh perjanjian yang ditandatangani dengan Israel dan Israel harus bertanggungjawab sepenuhnya sebagai penguasa pendudukan,” kata Abbas.

Tidak ada reaksi segera dari pemerintah Israel. Para pejabat mengatakan mereka sedang belajar pidato Pak Abbas.

  pengibaran bendera Palestina di PBB       (republika.co.id)
Kesepakatan Oslo merupakan perjanjian damai antara Israel dan Palestina yang ditandatangani pada 1990-an.

Sebelum pidatonya di Majelis Umum PBB, Abbas telah mengatakan akan membuat “bom” pengumuman.

Pidato ini disampaikan Abbas sebelum upacara pengibaran bendera Palestina di markas PBB di New York, sebuah simbol yang membuat Israel marah. 

Secara tradisional, hanya negara-negara anggota resmi PBB yang memiliki hak untuk mengibarkan bendera mereka di markas PBB. Sementara Palestina berstatus negara pengamat non-anggota.

Sejauh ini belum ada reaksi segera dari pemerintah Israel terkait pidato Abbas. Para pejabat negara mengatakan mereka sedang memelajari pidato Abbas.

Kibaran Bendera Palestina di PBB Lambang Kemenangan Palestina

Dalam Kitab Al-'aqidah al-Syaibaniyah disebutkan :
ونؤمن أن الخير والشر كله  من الله تقديرا على العبد عددا فما شاء رب العرش كان كما يشاء  وما لم يشأ لا كان في الخلق موجد
“Kami beriman bahwa kebaikan dan keburukan semunya ditakdirkan Allah untuk hambaNya. Maka apa yang dikehendaki Allah yang menguasai ‘arsy akan terjadi sesuai kehendakNya. Dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan pernah terwujud dalam ciptaanNya”.  (kitab al-‘Aqidah al-Syaibaniyah)

Pertama kali Bendera Palestina Berkibar di PBB     (bbc.com)
(Mediaislamia.com) --- Di tengah mendung kota New York, momen bersejarah terukir dengan dikibarkannya bendera Palestina di luar markas besar PBB untuk pertama kalinya. Upacara yang kontroversial, didukung banyak negara namun dikecam Israel dan Amerika Serikat ini terjadi Rabu pukul 13:16 di Rose Garden, sebuah taman di kompleks markas PBB. Menurut tradisi, hanya negara anggota yang berhak mengibarkan bendera di depan Markas PBB. Namun Sidang Majelis Umum awal bulan ini memberikan suaranya mendukung Palestina dan Vatikan, dua negara pengamat di PBB, untuk turut mengibarkan bendera.

Upacara yang dihadiri sejumlah pemimpin dan pejabat negara, termasuk Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi ini, dinyatakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon sebagai “hari kebanggaan warga Palestina seluruh dunia” dan “hari penuh harapan.” Menurutnya, “Sekarang saat memulihkan kepercayaan Israel dan Palestina guna mencapai kesepakatan perdamaian dan pebentukan dua negara bagi dua bangsa.”

Namun hanya beberapa saat sebelumnya di dalam Markas PBB, pemimpin Palestina Mahmud Abbas menyatakan kepada Sidang Majelis Umum bahwa Otoritas Palestina tak lagi terikat Perjanjian Perdamaian Oslo, maupun perjanjian lainnya yang menjadi landasan solusi dua negara Palestina dan Israel yang hidup berdampingan secara damai.

Upacara Pengibaran Bendera Palestina di PBB     (deia.com)
Dalam pidatonya Mahmoud Abbas menuduh Israel melanggar perjanjian yang ditandatangani tahun 1993 dan 1994, dan mengatur keamanan, ekonomi dan isu lainnya terkait wilayah Palestina yang diduduki Israel setelah perang tahun 1967. Menurut Mahmoud Abbas, tak ada alasan bagi Palestina untuk mematuhi perjanjian ini jika Israel tak mematuhinya. Tambahnya, Palestina kini merupakan “negara yang dijajah.”

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu segera mengeluarkan pernyataan bahwa pidato Mahmoud Abbas “menipu dan mendorong provokasi dan hilangnya aturan hukum di Timur Tengah.”

Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power menyampaikan kepada Sidang Majelis sebelum pemungutan suara, bahwa Washington berkomitmen membantu mencapai perdamaian antara Palestina dan Israel namun, “mengibarkan bendera Palestina di luar Markas PBB bukan alternatif negosiasi dan tidak akan membawa pihak terlibat lebih dekat menuju perdamaian.” Amerika Serikat merupakan salah satu dari 8 negara yang menolak resolusi pengibaran bendera.

Mandeknya proses perdamaian dengan Israel dan kemerdekaan Palestina merupakan isu yang paling lama tak terselesaikan sejak pembentukan PBB 70 tahun lalu. Dalam beberapa tahun terakhir isu kemerdekaan Palestina semakin tenggelam di forum PBB, di tengah berbagai isu pelik lainnya seperti ISIS dan Krisis Suriah.

Demi Desanya 6 Warga Palestina Minta Dukungan ke AS

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا الَّذِي يَنصُرُكُم مِّن بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal".   (QS. Ali Imran : 160) 

Enam warga Desa Susya       (news.yahoo.com)
(Mediaislamia.com) --- Merasa desanya terancam akan dihancurkan oleh Pemerintah Israel, 6 warga Palestina mendatangi Ibu kota Amerika Serikat (AS), Washington guna meminta dukungan agar hal itu tidak dilakukan.

Adapun desa yang akan dihancurkan oleh Israel tersebut bernama Desa Susya. Sejak dikuasainya kawasan Tepi Barat oleh Israel, para warga desa tersebut saat ini tinggal di dalam tenda-tenda darurat yang mereka bangun di sejumlah lahan yang tersisa.

Anggota Snat AS -Dianne Feinstein  (nydailynews.com)
Mereka tinggal pada lahan pertanian, dan desa ini tidak dialiri lstrik ataupun air, karena telah diusri 30 tahun lalu dari lokasi asli desa Susya. Unit Kementerian Pertahanan Israel yang mengawasi kegiatan sipil Israel di wilayah Palestina, telah menyatakan Susiya tidak memiliki izin yang sesuai. Mereka mengklaim penduduk desa tidak memiliki wewenang untuk membangun.

“Kami di sini untuk meminta Anda mendukung kami. Itu cukup, kami sangat lelah,” ungkap Fatma Nawajaa salah satu warga Desa Susya di depan 15 staf Senat AS, dilansir oleh AFP, Selasa (29/0/2015).

Kedatangan Fatma dan rekan-rekannya tersebut pun berbuah manis dan mendapat tanggapan positif dari 12 anggota Senat AS yang hadir dalam pertemuan itu dan kemudian mendesak Menteri Luar Negeri AS, John Kerry agar segera bertindak menyikapi permasalahan tersebut.

Kondisi Desa Susya di Tepi Barat     (sumbernews.com)
“Israel tidak boleh menghancurkan rumah-rumah di Palestina. Ini hanya akan memperumit situasi di sana,” tulis salah satu Senat AS dari Partai Demokrat, Dianne Feinstein di akun Twitter miliknya.

Sementara itu, lembaga yang membiayai kedatangan Fatma dan rekannya tersebut, Rebuilding Alliance juga mengatakan bahwa tanggapan positif dari para anggota Senat AS ini akan berdampak besar bagi Israel. Terutama menjelang kedatangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu ke AS pada bulan November mendatang.

Desa Susya di Tepi Barat Jadi Target Penghancuran Israel

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ 
"Allah memberikan pertolongan dalam perang Badar itu sebagai kabar gembira dan penenteram hati kalian. Tidak ada yang dapat memberikan pertolongan kepada kalian selain Allah. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana dalam memberikan pertolongan kepada hamba-Nya".   (QS. Al Anfal : 10)  

Salem Abu Haddar         (en.libya42.org)
(Mediaislamia.com) --- Administrasi sipil “Israel” pekan lalu mengeluarkan perintah pembongkaran lebih dari 40 bangunan di desa Susya di kota Al-Khalil, Tepi Barat, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Sabtu  (26/9/2015).

Menurut perintah tersebut, seluruh desa itu  yang terletak di perbatasan antara Tepi Barat yang diduduki “Israel”  akan dibuldoser yang akan menyebabkan ratusan warga Palestina di desa itu tidak memiliki tempat tinggal.

“Pasukan ‘Israel’ memasuki desa dan mengeluarkan perintah pembongkaran,” kata Jihad al-Nawaja, kepala dewan desa Susiya.

“Perintah pembongkaran rasis ini akan menyebabkan lebih dari 330 warga Palestina tanpa atap di atas kepala mereka,” kata al-Nawaja sedih.

Menurut al-Nawaja, pembongkaran desa itu dimaksudkan untuk menyediakan lahan seluas puluhan kilometer persegi bagi perluasan pemukiman Yahudi yang berada di dekat desa itu.

Desa Susya di Tepi Barat   (arrahmah.com)
Salah seorang penduduk Susya, Salem Abu Haddar, (44), mengatakan bahwa tentara “Israel” telah menyerahkan kepadanya surat perintah pembongkaran terhadap rumah sederhananya yang terbuat dari seng.

“Sebelas orang tinggal di rumah ini; kami tidak punya tempat lain untuk pergi,” kata Abu Haddar.

Dia menambahkan bahwa sejumlah warga desa menolak untuk pergi dan merencanakan untuk menolak perintah pembongkaran itu.

“Kami mewarisi tanah ini dari orang tua kami” tegasnya. “Kami tidak akan menyerah.”


Selasa, 29 September 2015

"Dibawah Krilil" Dokumenter Perang 51 Hari di Gaza

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya".    (QS. Al Anfal : 60) 

Pejuang Hamas di Gaza Palestina     (silontong.com)
(Mediaislamia.com) --- Jalur Gaza Palestina yang sampai saat ini masih dalam blokade Israel begitu juga Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam masih dalam cengkramannya.

Perjuangan untuk membuka blokade tersebut tidak semuda yang kita bayangkan, dalam hal ini Hamas dengan Brigade Al-Qassam terus berjuang untuk melawan penjajah Israel.

Perang di Gaza jauh lebih sulit dari perang di Lebanon ataupun operasi pertahanan di Tepi Barat. Para prajurit cadangan penjajah Israel “Yoav” mengatakan bahwa mereka pernah ikut perang di Lebanon Selatan dan Tepi Barat, namun masuk ke Gaza jauh lebih berat. Karena para tentara pejuang hari ini berbeda dari hari kemarin.

Pejuang Hamas akan melawan penjajahan Israel samapai titik darah penghabisan. Perjuangan melawan penjajah tersebut diabadikan dalam sebuah film dokumenter.

Seolah kerikil tersembunyi dibalik bebatuan yang panas membakar. Inilah perlawanan Palestina yang sedang bertempur melawan tentara Zionis pada perang “Daun Gugur” selama 51 hari di Gaza Agustus 2014 lalu.

Walau banyak film-filem yang dihasilkan berbagai media terkait dengan perang ini. Namun film yang diterbitkan jaringan Mayaden merupakan salah satu film documenter terbaik yang bisa di tonton dengan judul “dibawah kerikil” yang menampilkan aksi heroic para mujahidin Al-Qossam di pertempuran di Bet Hanun, utara Gaza. 

(Berbagai sumber)

Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Siapa Sutradara Sandiwara Isis Yang Sebenarnya ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta".     (QS. Al Munafiqun : 1) 

Obama tau untuk kalahkan ISIS         (infladersfields.eu)
(Mediaislamia.com) --- Presiden AS Barack Obama mengatakan ISIS bisa dikalahkan jika Presiden Suriah saat ini, Bashar al-Assad meninggalkan kekuasaannya. Hal tersebut diungkapkan sehari setelah perbedaan pandangan antara Presiden Putin dan Presiden Obama mengenai nasib Presiden Suriah.

"Di Suriah, mengalahkan ISIS membutuhkan pemimpin baru. Dan saya percaya pemimpin baru," kata Obama dalam pertemuan puncak kontra terorisme yang dihadiri sekitar 100 pemimpin di sela-sela sidang majelis umum PBB seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2015).

Obama berpidato terlebih dahulu di hadapan Sidang Majelis Umum PBB. Obama menyatakan kesediaan AS untuk bekerja sama dengan Rusia dan bahkan Iran dalam melawan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), juga mengakhiri konflik di Suriah. Namun Obama memperingatkan bahwa Assad tidak bisa tetap menjabat hingga waktu yang tak terbatas.

Siapa dibalik ISIS yang sebenarnya      (culturalmarxism.net)
"AS bersiap untuk bekerja sama dengan setiap negara, termasuk Rusia dan Iran, untuk menyelesaikan konflik. Tapi kita harus mengakui bahwa tidak akan bisa, setelah terjadi pertumpahan darah, pembantaian, untuk kembali pada status quo sebelum perang," ucap Obama, merujuk pada posisi Assad.

Seolah tak mau kalah, Putin yang berpidato setelah Obama menyalahkan intervensi militer AS di Irak dan Libya, yang menurutnya telah memicu kekacauan di wilayah Timur Tengah dan meninggalkan ekstremisme. Putin berargumen, militan ISIS yang kini merajalela di Suriah dan Irak muncul dari kekacauan yang ditinggalkan pasukan koalisi AS, usai lengsernya Saddam Hussein di Irak dan Muammar Khadafi di Libya.

Siapa Dalang sandiwara Isis  (themuslimisue.wordpress.com) 
Setelah Perang Dingin berakhir, tegas Putin, negara Barat muncul sebagai 'pusat dominasi' baru di dunia dan secara arogan menganggap diri mampu menyelesaikan konflik dengan kekerasan. Hal ini, menurutnya, semakin memicu kekacauan di Timur Tengah, dengan munculnya ekstremis dan teroris.

"Puluhan ribu militan bertempur di bawah spanduk ISIS, dan jajaran mereka termasuk mantan tentara Irak," imbuhnya.

Masih belum selesai, pemimpin Rusia ini juga menyebut kebijakan AS untuk melatih dan mempersenjatai pemberontak lokal Suriah hanya memperburuk situasi. "Jajaran radikal bergabung dengan oposisi moderat Suriah. Pertama, mereka bersenjata dan terlatih, dan kemudian mereka akan membelot ke ISIS," sebutnya. 

Wapres JK Pidato di Depan Presiden Obama Tentang Perdamaian Dunia

Allah Subhanahu WA aTa'ala Berfirman :
قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ
Katakanlah: "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa".   (QS. An Naml : 69) 

Pidato M. Jusuf Kalla di depan Obama     (tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla, mendapat kehormatan berpidato dalam ajang Leaders Summit on Peacekeeping, New York, Amerika Serikat, Senin (28/9/2015).

Pertemuan di markas Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut, digelar untuk membahas posisi penting pasukan perdamaian di wilayah-wilayah berkonflik.

Dalam pertemuan tersebut, JK memaparkan kinerja pasukan perdamaian dari Indonesia di hadapan 50 perwakilan negara yang memiliki pasukan perdamaian, termasuk Amerika Serikat.

"Pak JK berpidato di hadapan 50 negara kontributor pasukan perdamaian, termasuk di hadapan perwakilan Amerika Serikat yang langsung dihadiri Presiden Barack Obama," kata Juru Bicara JK, Husain Abdullah, Selasa (29/9/2015).

Dalam pidatonya, JK mengungkapkan Indonesia menjadi negara penyumbang pasukan perdamaian paling konsisten sejak tahun 1950-an.

Bahkan, Rais Abin, pernah dinobatkan sebagai Komandan Pasukan Peacekeeping Force UN.

Jendral Tanzania tinjau Pasukan Garuda  (poskotanews.com)
Karenanya, Indonesia terus bertekad menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB.

"Itu juga sesuai amanat konstitusi yang mengharuskan Indonesia ikut serta dalam melaksanakan perdamaian dan ketertiban dunia," tandasnya.

Untuk diketahui, rekam jejak JK sebagai "juru damai" pun sudah diakui dunia.

Setidaknya, JK menjadi sosok utama yang berhasil mendamaikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah Indonesia.

Selain itu, JK juga terlibat dalam sejumlah perundingan damai di tingkat internasional, semisal Filipina dan gerilyawan MILF.

Persatuan Ulama Dunia Keluarkan 6 Fatwa Bela Al-Aqsa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".   (QS. Ali Imran : 104) 

Persatuan Ulama Dunia     (sabicafacebook.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Menyikapi berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh penjajah Zionis di Al Quds, Tepi Barat, Gaza, dan Palestina, Persatuan Ulama Dunia mengeluarkan enam fatwa.

Melalui laman resminya, International Union of Muslim Scholars pada 15 September 2015 di Doha, Qatar, yang ditandatangani Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi (Ketua), dan Syeikh. Dr. Ali Al-Qurodaghi (Sekjen),

Ulama dunia menanggapi berbagai tanggapan atau pemahaman untuk kaum Muslimin bahwa Masjid Al-Aqsha bukan hanya sebatas bangunan biasa. Inilah enam fatwa nya:

Pertama, mengajak seluruh kaum muslimin untuk melawan segala bentuk penjajahan Zionis Yahudi di bumi Palestina .

“Lakukan perlawanan itu dengan segala apa yang dimiliki dan mampui. Mengacu kepada Firman Allah Ta’ala Surat At Taubah ayat 41; yang memerintahkan kita untuk berjihad baikupun dalam keadaan lapang maupun susah. Karena itu adalah baik jika saja kita mengetahui. Allah juga perintahkan kita untuk bersiap diri dengan segala daya upaya agar kaum kafir itu gentar. Karena setiap apa yang kita berikan di jalan Allah tidaklah pernah akan sia-sia di sisi-Nya.”

Kedua, Persatuan Ulama Dunia mengajak seluruh lapisan masyarakat Muslim; ulama, cendekiawan, pelajar, para pemimpin, rakyat, seluruhnya berjuang bersama saudara seiman di Palestina.

Paling tidak dengam mengokohkan jihad mereka. Karena hekaktnya seluruh muslim itu hanya lah satu tubuh yang satu.

“Sebgaimana Allah Ta’ala firmankan dalam Surat Al Hujurat ayat 10. Dan Rosulullah –shallallahu ‘alaihi wassallam- tegaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa siapa menolong saudara nya, meringankan bebannya, Allah pasti ringankan bebaannya di akherat nanti.”

Ketiga, mengajak kepada seluruh Fraksi Perjuangan yang ada di Palestina agar bersatu.

Menanggalkan seluruh perpecahan yang hakekatnya sia-saia. Karena Allah Ta’ala yang perintahkan itu pada Surat Ali Imron ayat 104.

Pertemuan Ulama sedunia     (kompasiana.com)
Keempat, berhentilah diam. Mulailah berjuang. Karena sikap mendiamkan pelanggaran Yahudi di Palestina hanya akan melanggengkan Kedzoliman yang diderita oleh saudara-saudara kita di bumi Al-Quds yang diberkahi.

Kelima, mengajak seluruh ulama dan dai di mana tempat. Menyerukan satu jargon yang sama, “Selamatkan Al-Aqsha!”

“Jadikan itu tema-tema seminar, bahan-bahan diskusi, dan pada hari Jum’at depan, satukan semua khutbah kita bertema itu.”

Keenam, Persatuan Ulama Dunia menyampaikan kepada segenap saudara yang sedang berjibaku dengan geliat perjuangan melawan Penjajah Zionis. Agar tabah dan tidak berputus asa.

“Allah Maha Tahu amal juang setiap hamba dan tiada akan menyia nyiakan nya. Sebagaimana Sabda Rosulullah –shallallahu ‘alaihi wassalam- dari Sahabat Mughiroh Ibnu Syu’bah; bahwa sampai kapan pun akan senantiasa ada segolongan umat Nabi Muhammad yang teguh memperjuangkan kebenaran.

Ketika Para Sahabat Bertanya di mana mereka, Rosulullah –saw- menjawab, “Mereka ada di Baitul Maqdis. Ada di sekitaran Baitul Maqdis.