Tampilkan postingan dengan label Khazanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khazanah. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2015

Empat Alasan MLM Haram Hukumnya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ
"Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya".    (QS. Al Baqarah : 279) 

Ilustrasi - Stop Riba Haram       (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Berjualan dengan sistem Multi Level Marketing (MLM) punya tawaran menggiurkan. Mulai dari bonus, potongan harga barang, hingga hadiah-hadiah lainnya. Pantas saja, anggota MLM sangat militan dalam memasarkan produk-produknya. Namun, bagaimanakah tinjauan hukum fiqhnya dengan model jual beli demikian?

Dr Husain Syahrani dalam disertasi doktoralnya di Universitas Islam Al-Imam Ibnu Suud Arab Saudi berjudul Al-Taswiq al-Tijari wa Ahkamuhu fi al-Fiqh al-Islami mengkaji betul bagaimana tinjauan MLM dari ranah syariatnya.

Ia mendefenisikan MLM dengan sistem penjualan langsung, di mana barang dipasarkan langsung dari produsen ke konsumen. Para konsumen yang sekaligus memasarkan barang mendapat imbalan bonus. Bonus tersebut diambil dari keuntungan setiap pembeli yang dikenalkan oleh pembeli pertama berdasarkan ketentuan yang diatur.

Dr Husain Syahrani menyebut setidaknya ada empat kategori yang menjadikan sistem MLM dihukum haram.

Pertama, mengandung unsur riba fadl dan nasi'ah. Setiap anggota menyerahkan uang dalam jumlah kecil untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang lebih besar. Ini berarti uang ditukar dengan uang dengan nominal yang tidak sama dan tidak tunai.

Sementara itu, status barang/produk yang dijual perusahaan kepada konsumen sebatas kedok saja. Dalam MLM, barang bukanlah tujuan orang yang ikut dalam jaringan tersebut.

Ikustrasi bagan MLM        (bali-proweb.com)
Jadi walaupun barangnya halal, baik, dan produk-produk Islami tidak akan mengubah hukum jual beli MLM menjadi halal. Maka apa pun jenis produk yang dipasarkan dengan sistem MLM, sekalipun produknya adalah barang-barang yang Islami, seperti kaset-kaset DVD Islami, obat-obatan, hingga jasa perjalanan umrah, bisa jatuh pada keharaman.

Kedua, adanya unsur garar (spekulasi). Setiap yang ikut dalam jaringan MLM tidak tahu apakah akan berhasil merekrut anggota (downline) dalam jumlah yang diinginkan atau tidak.

Sekalipun MLM terus beroperasi, pada suatu saat pasti akan terhenti. Maka pada saat ia bergabung ke dalam jaringan ia tidak tahu, apakah dia berada pada tingkat atas sehingga dia akan beruntung ataukah dia akan berada pada tingkat bawah sehingga dia akan rugi.

Ketiga, adanya unsur memakan harta manusia dengan cara yang batil. Karena yang mendapat keuntungan dari sistem ini hanyalah perusahaan MLM dan sejumlah kecil anggota yang ada di level atas.

Perusahaan MLM sudah pasti mendapatkan keuntungan karena produknya terus dijual dengan sistem berantai. Keuntungan pun semakin berlipat karena harga jual produknya berkali-kali lipat.

Sejumlah kecil anggotanya (upline) juga mendapat keuntungan atau bonus sebagai imbalan dari memasarkan produk. Bonus tersebut diambil dari keuntungan setiap pembeli yang dikenalkan oleh pembeli pertama berdasarkan ketentuan yang diatur.

Keempat atau terakhir, adanya unsur penipuan, menyembunyikan cacat, dan pembohongan publik.

Anggota MLM dalam memasarkan produknya mengatakan seolah-olah penjualan produk. Padahal, inti yang sebenarnya adalah menjanjikan bonus yang sangat besar jika masuk sebagai anggota. Kenyataannya, bonus yang dijanjikan itupun jarang diperoleh setiap anggota.

Inilah alasannya Dr Husain Syahrani mengatakan, tak ada satupun ulama yang sepakat membolehkan sistem ini jika mengkaji betul model jual belinya.

Ia juga mengatakan, MLM diharamkan bukan karena produknya, melainkan karena sistem pemasarannya.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Minggu, 23 Agustus 2015

Demi Pembangunan, Gubernur Amr Gusur Gubuk Reyot

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran".    (QS. An Nahl : 90) 

Ilustrasi Gubuk Reot  (kumpulanpuisi-adakau.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Sebagai mana kita ketahui setelah Islamnya Umar Bin Khatab, ia dikenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam pada setiap kesempatan yang ada bahkan ia tanpa ragu menentang kawan-kawan lamanya yang dulu bersama mereka ia ikut menyiksa para pengikutnya Nabi Muhammad SAW.

Umar diangkat menjadi Khalifah setelah mengantikan Khalifah pertama Abu Bakar AS-Siddiq. Dia adalah khalifah yang disayangi oleh Umat. Dia dikenal sebagai pemimpin yang adil dan penyayang kepada umat. Dia juga pemimpin pelindung pada kaum minoritas.

Dalam suatu riwayat dikisahkan di masa kepemimpinan beliau, Mesir dipimpin oleh seorang Gubernur yang kehidupannya sangat kaya bagaikan kaisar. Ia bernama Amr bin Ash. Saat itu sang gubernur ingin membangun sebuah masjid di samping istananya yang megah, tetapi di wilayah akan dibangunnya masjid, ada gubuk reyot milik seorang yahudi.

Gubernur Amr bin Ash lalu memanggil orang Yahudi itu dan meminta agar dia mau menjual gubuknya. Akan tetapi orang Yahudi itu tidak berniat untuk menjualnya. Kemudian gubernur Amr bin Ash memberikan penawaran yang cukup tinggi dengan harga lima belas kali lipat dari harga pasaran, tetapi tetap saja orang Yahudi itu menolak untuk menjualnya.

Ilustrasi - Tulang           (heirspage.blogspot.com)
Gubernur Amr bin Ash kesal dan akhirnya karena berbagai cara telah dilakukan dan hasilnya buntu, maka sang gubernur pun menggunakan kekuasaannya dengan memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat pembongkaran dan akan menggusur paksa lahan tersebut. Sementara si Yahudi tua itu tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan kemudian dia berniat untuk mengadukan kesewenang-wenangan gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.

Di sepanjang jalan menuju Madinah, Yahudi itu berpikir bagaimana sosok sang khalifah, apakah ia sama sikapnya dengan sang gubernur. Hingga akhirnya ia sampai di kota Madinah. Ia bertemu dengan seorang pria yang duduk di bawah pohon kurma. Ia bertanya, " Wahai tuan, tahukah anda dimana khalifah?"

Lelaki itu menjawab, "Ada apa kau mencarinya?"

"Aku ingin mengadukan sesuatu." Jawabnya. Ia bertanya lagi, "Dimanakah istananya?".

"Ada diatas lumpur."jawab lelaki itu.

Yahudi itu bingung atas jawabannya kemudian ia bertanya lagi, "Lalu, siapa pengawalnya?"

"Pengawalnya orang-orang miskin, anak yatim dan janda-janda tua.".

Yahudi itu bertanya lagi, "Lalu pakaian kebesarannya apa?".

"Pakaian kebesarannya adalah malu dan taqwa."

Yahudi itu bertanya lagi,"Dimana ia sekarang?"

Lelaki itu menjawab, "Ada di depan engkau."

Sungguh kaget Yahudi itu. Ternyata yang sejak tadi ia tanya adalah seorang Khalifah, ia ceritakan segala apa yang dilakukan oleh Gubernur Mesir padanya.

Laporan tersebut membuat Khalifah Umar bin Khattab marah dan wajahnya menjadi merah padam. Setelah amarahnya mereda, kemudian orang Yahudi itu diminta untuk mengambil tulang belikat unta dari tempat sampah, lalu diserahkannya tulang itu kepada Khalifah Umar bin Khattab. Khalifah Umar bin Khattab kemudian menggores tulang tersebut dengan huruf alif yang lurus dari atas ke bawah dan di tengah goresan itu ada lagi goresan melintang menggunakan ujung pedang, lalu tulang itu pun diserahkan kembali kepada orang Yahudi tersebut sambil berpesan: "Bawalah tulang ini baik-baik ke Mesir dan berikanlah kepada Gubernur Amr bin Ash", jelas Khalifah Umar bin Khattab.

Ilustrasi - mencari keadilan       (mozaik.inilah.com)
Si Yahudi itu kebingungan ketika diminta untuk membawa tulang yang telah digores dan memberikannya kepada Gubernur Amr bin Ash. Gubernur Amr bin Ash yang menerima tulang tersebut, langsung tubuhnya menggigil kedinginan serta wajahnya pucat pasi. Saat itu juga Gubernur Amr bin Ash mengumpulkan rakyatnya untuk membongkar kembali masjid yang sedang dibangun dan membangun kembali gubuk yang reyot milik orang Yahudi itu.

"Bongkar masjid itu!", teriak Gubernur Amr bin Ash gemetar.

Orang Yahudi itu merasa heran dan tidak mengerti tingkah laku Gubernur. "Tunggu!" teriak orang Yahudi itu.

"Maaf Tuan, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistimewaan tulang itu, sehingga Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak mengerti!", kata orang Yahudi itu lagi.

Gubernur Amr bin Ash memegang pundak orang Yahudi itu sambil berkata: "Wahai kakek, tulang ini hanyalah tulang biasa dan baunya pun busuk."

"Mengapa ini bisa terjadi. Aku hanya mencari keadilan di Madinah dan hanya mendapat sebongkah tulang yang busuk. Mengapa dari benda busuk tersebut itu gubernur menjadi ketakutan?" kata orang Yahudi itu.

"Tulang ini merupakan peringatan keras terhadap diriku dan tulang ini merupakan ancaman dari Khalifah Umar bin Khattab. Artinya, "Apa pun pangkat dan kekuasaanmu suatu saat kamu akan bernasib sama seperti tulang ini, karena itu bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus. Adil di atas dan adil di bawah. Sebab kalau kamu tidak bertindak adil dan lurus seperti goresan tulang ini, maka Khalifah tidak segan-segan untuk memenggal kepala saya", jelas Gubernur Amr bin Ash.

Orang Yahudi itu tunduk terharu dan terkesan dengan keadilan dalam Islam.

"Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh aku rela menyerahkan tanah dan gubuk itu. Bimbinglah aku dalam memahami ajaran Islam!".

Yahudi itu mengucapkan syahadat dan ia mengikhlaskan gubuknya sebagai area masjid. Itulah Khalifah Umar, seorang Yahudi masuk islam berkat keadilan dari Umar. 

Selasa, 11 Agustus 2015

Romantika Cinta Bujang Minang dan Gadis Inggris

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui".   (QS. An Nur : 32)  

Bayu Kumbara dan Jennifer     (news.liputan6.com)
(Mdediaislamia.com) --- Sabtu, 8 Agustus 2015 lalu, menjadi momen yang tak akan dilupakan Bayu Kumbara. Akun media sosial miliknya, Facebook dibajiri ucapan selamat menikah dan berbahagia. Ya, di hari itu dia akhirnya bisa menikahi wanita yang diidamkannya.

Wanita pujaan hati lulusan Antropologi, Universitas Andalas, itu bernama Jennifer Brocklehurst. Jennifer merupakan wanita asal Bridgewater, Britania Raya.

Di laman tilt.com, Jen, panggilan akrab Jennifer, menulis kisah pertemuan mereka. Saat itu Jen, melakukan liburan ke Sumatera di bulan Januari. Dalam liburan di Pulau Sumetra itu dia bertemu dengan Bayu. Lambat tapi pasti, cinta mereka terjalin.

Tetapi, Jen menuturkan akan ada kendala yang dihadapinya. Bukan mengenai adat atau bahasa, melainkan biaya pernikahan.

Sebab, Jen mesti mendatangkan orangtuanya ke Padang untuk menyaksikan putrinya.

Untuk itu, Jen menuliskan bantuannya di laman tilt.com. Dia menargetkan biaya 2500 poundsterling (Rp. 52 juta) untuk biaya perjalanan orang tuanya dari Inggris ke Indonesia. Tetapi, hingga pernikahannya donasi yang masuk kepada dara cantik itu hanya 1000 poundsterling (Rp. 21 juta).

Meskipun begitu, pernikahan keduanya tidak terhenti. Kedua orang itu akhirnya menikah. Dalam foto-foto yang diunggah di sosial medianya, Facebook, wajah lucu Bayu dan cantiknya Jen, mengembang. Selamat ya!!...


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Senin, 10 Agustus 2015

Tangan Allah di Atas Jama'ah

Allah Subhanahu Wa ata'ala Berfirman :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk".    (QS. Ali Imran : 103) 

Ilustrasi - Kesatuan ummat dengan berjama'ah   (muslim.or.id)
(Mediaislamia.com) --- Jumlah penganut Islam Indonesia sudah sejak lama menjadi mayoritas. Bahkan, jumlah mereka di berbagai daerah boleh jadi mencapai angka lebih dari 90 persen dari populasi.

Namun, jumlah tidak selamanya berbanding lurus dengan mutu. Dalam banyak hal, mutu lebih penting ketimbang jumlah. Perang Badar, misalnya, berakhir dengan kemenangan Islam. Padahal, jumlah prajurit Islam ketika itu kalah jauh dibanding prajurit musuh.

Maka, penganut Islam yang mayoritas ini harus ditingkatkan terus-menerus mutunya. Caranya cukup beraneka-ragam. Salah satunya dengan meningkatkan mutu keimanannya dan ketakwaannya. Salah satunya lagi dengan meningkatkan mutu ukhuwah Islamiyahnya.

Sebenarnya bila mutu keimanannya dan ketakwaannya sudah baik umat ini tidak akan “mudah” dipermainkan oleh pihak lain. Apalagi kalau persaudaraan dengan sesamanya juga solid. Keimanan dan ketakwaan plus ukhuwah Islamiyah yang solid dipastikan akan mendongkrak posisi tawar (bargaining position) umat ini.

Dalam konteks ini, soliditas umat Islam sangat ditunggu-tunggu untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaannya. Salah satu cita-cita kemerdekaannya yaitu agar masyarakat Indonesia seluruhnya menggapai keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan lahir dan batin. Cita-cita demikian itu selaras dengan prinsip ajaran Islam, yaitu rahmatan lil 'alamin.

Ilustrasi - Berjama'ah       (muslim.or.id)
Sudah saatnya umat ini mempererat persaudaraan dengan sesamanya. Jangan hanya karena perbedaan partai politik atau karena perbedaan kepentingan jangka pendek, atau karena ambisi jabatan politik lalu bermusuhan dengan sesamanya.

Rasulullah SAW menggambarkan seorang Muslim dengan Muslim lainnya itu laksana sebuah bangunan. Karena itu, seorang Muslim dengan Muslim lainnya harus bahu-membahu, bantu-membantu, dan tolong-menolong dalam mengatasi 1001 macam persoalan yang dihadapinya.

Kelemahan umat Islam rentan diadu-domba, dipecah-belah, dan diprovokasi oleh pihak lain. Kelemahan kita harus segera diatasi dari internal umat ini sendiri. Kita sebaiknya tidak menunggu uluran tangan pihak lain.

Rasulullah SAW berwasiat kepada pengikutnya untuk senantiasa menjaga keutuhan jamaah. Yakni mengedepankan kesatuan umat. Beliau bersabda: “Jamaah adalah rahmat, sedangkan perpecahan adalah azab” (HR Ahmad; disahihkan oleh al-Albani).

Rasulullah SAW juga bersabda: “Kalian wajib berada dalam kelompok (jamaah), dan hindarilah oleh kalian perpecahan” (HR Tirmidzi; disahihkan oleh al-Albani). Dalam redaksi lain, Rasulullah SAW menandaskan: “Janganlah kalian berselisih pendapat. Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian kerap berselisih pendapat, sehingga mereka pun binasa” (HR Bukhari dari Abdullah bin Mas'ud RA).

Rahasia di balik kemenangan prajurit Islam pada Perang Badar antara lain karena soliditas mereka. Karena itu Allah menurunkan beribu-ribu malaikat untuk menambah kekuatan prajurit Islam itu (QS Ali Imran [3] : 124 - 125).

Dalam konteks inilah, kita perlu merenungkan kembali sabda Rasulullah SAW: “Tangan Allah (berada) di atas jamaah” (HR Ibnu Abi Ashim; disahihkan oleh al-Albani).

Indahnya Masjid di Pucuk Gunung

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ ، أوْ أَصْغَرَ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ 
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah sebesar sarang burung atau lebih kecil. Maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga".    (Dishahihkan oleh Al-Albany) 

Bait Allah di pucuk Gunung      (felesteen.ps)
(Mediaislamia.com) --- Sebuah masjid yang tidak biasa telah dibangun di atas gunung setinggi 1.130 meter di provinsi Laut Hitam di Turki, di mana ayah Presiden Recep Tayyip Erdogan lahir.

Gunung subur di kabupaten Guneysu provinsi Rize dikenal sebagai “kıble,” mengacu pada kiblat istilah Islam, arah Ka’bah di Mekah di mana umat Islam menghadap ketika shalat. Alasan namanya berasal dari fakta bahwa punggungan utama gunung menghadapi Mekkah dan puncak gunung dapat dilihat dari sebagian besar kabupaten.

Dilansir Hurriyet, masjid pertama di atas gunung ini dibangun pada abad ke-19. Setelah kayu hangus selama kebakaran pada tahun 1960, sebuah gubuk beton sederhana diganti sebagai tempat ibadah. Erdogan mengunjungi masjid baru ini pada tahun 2010 ketika ia menjadi perdana menteri Turki dan menginstruksikan pemerintah daerah untuk memulihkan dan memperluas bangunan itu.

Setelah jalan aspal dibangun, pembangunan dimulai pada 2013 dengan sumbangan dari pengusaha lokal. Masjid bersejarah Şemsi Ahmet Pasa di lingkungan Üsküdar Istanbul digunakan sebagai model.

Masjid baru ini berukuran 275 meter persegi dengan tinggi kubah 13 meter dan tinggi menara 27 meter. Memiliki area pejalan kaki dan zona rekreasi di sekitarnya.

Masjid di pucuk gunung      (guncelturkiyehaber.com)
“Masjid ini memiliki tempat yang dirancang khusus untuk perawatan bayi juga,” arsitek Yusuf Yilmaz mengatakan, menambahkan bahwa mereka menyelesaikan proyek dalam 14 bulan.

Arsitek mengatakan Erdogan secara pribadi menidaklanjuti proses pembangunan, mendorong kru untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Tiga pekerja pernah terjebak di situs selama musim dingin, karena cuaca yang keras, dan diselamatkan oleh helikopter, Erdogan juga ikut dalam operasi penyelamatan ini.

Ini bukan proyek gunung masjid pertama yang melibatkan Erdogan. Segera setelah ia mengunjungi masjid tua di Rize, Erdogan mengumumkan rencana untuk membangun di bukit tertinggi di sisi Asia dari Istanbul pada tahun 2012.

Sabtu, 25 Juli 2015

Masjid Al-Haram Bersih Kurang Dari Satu Jam

Pembersihan Masjid Al-Haram / saudigazette
(mediaislamia.com) - Mekah, Saudi Arabia  Hanya butuh waktu 55 menit untuk membersihkan seluruh kompleks Masjid Al-Haram di Mekah, demikian menurut pejabat yang bertanggung jawab atas pembersihan masjid.

Selama bulan suci Ramadhan, seluruh masjid dicuci tepat setelah sholat Maghrib untuk membuatnya bersih para peziarah dan pengunjung untuk Sholat dan berdoa. ujar pejabat tersebut kepada saudigazette

Masjid Al-Haram memiliki area seluas 388.375 meter persegi, di tambah 17.540 meter persegi area mataf (area thawaf melingkar disekitar Ka'bah)

Sumber itu mengatakan hanya sejumlah hemat air yang digunakan dalam proses pembersihan.

"Pembersih hanya menggunakan 400 liter air untuk setiap 5.000 meter persegi. Ini berarti satu liter tunggal air membasuh 12,5 meter persegi.  Mereka juga mengumpulkan rata-rata 98 ​​ton sampah setiap hari selama bulan Ramadhan, "kata sumber itu.

"Masjid Al-Haram menggunakan teknologi terbaru dan paling maju dalam pembersihannya. Pembersih mobile Vacum dengan daya hisap yang kuat, selang dengan baling-baling kuat dan sapu yang dapat membersihkan setiap sudut dan celah, "kata sumber itu.

Berikut videonya proses pembersihan Masjid Al-Haram di Mekah Al-Mukarromah :

Jumat, 24 Juli 2015

Satu Kekuatan Indonesia yang Amat Dashyat

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan".   (QS. Ali Imran : 109) 

Mari introfeksi bersama       (ppih2012.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Bismillah, saya tahu bagaimana caranya menurunkan dolar AS sampai di bawah Rp 10 ribu. Bahkan, bisa sampai di bawah Rp 5.000 atau malah terbalik. AS, Cina, dan Jepang yang minjem ke Indonesia. Tidak ada yang tidak mungkin selama Tuhannya Allah.

Seorang kawan tersenyum heran. Beliau pikir saya lagi bercanda atau bermimpi. ''Gimana caranya?'' tanyanya. Yunani dalam waktu dekat, pada Juli, agaknya akan mengumumkan sesuatu, sehubungan mereka bakal gagal lagi bayar utang.

Mudah-mudahan Allah menolong kita semua. Masalah di negara yang satu, dampaknya akan ada bagi negara yang lain. Sebab, kita hidup di bumi yang satu. Saling terhubung. ''Ya udah, gimana caranya?" tanya lagi kawan saya tidak sabar.

Ini berkah Ramadhan. Supaya terjadi nanti, berwujud nanti, habis Ramadhan. Bila kita mampu melakukan cara ini bersama-sama, se-Indonesia. Saya lalu bismillah, mulai memberi tahu kawan saya tersebut.

Buat diri saya dan buat siapa pun yang mau merenungi QS 3 ayat 189, semua kekuasaan, termasuk menjatuhkan, membangunkan, menaikkan, atau menurunkan. Apa saja dan urusan apa saja, kekuasaannya ada pada Allah.

Dan, Allah bilang, ''Wallaahu 'alaa kulli syaiin qodiir." Allah sangat sanggup melakukan segala sesuatunya. Jangan bilang ga mungkin. Dan jangan bilang kekuasaan dan kemampuan itu hanya pada orang atau lembaga tertentu, seperti the Fed, BI, atau negara tertentu.

Semuanya, pure ada pada Allah. Yuk lihat lagi, yaitu surah yang sama, Ali Imran ayat 109. Kekuasaan mutlak, terhadap apa saja, dan pada urusan apa saja, di langit-Nya dan di bumi-Nya, adalah ada pada dan milik Allah semata.

Insya Allah Indonesia Bisa   (zikirattauhid.blogspot.com)
Allah kemudian bilang, ''Wa ilallaahi turja'ul umuur." Langkah apa saja yang kalian lakukan, ikhtiar apa saja yang kalian kerjakan, semua akan berpulang ke Allah juga segala urusannya. Indonesia punya satu kekuatan yang teramat dahsyat.

Sebanyak 80 persen penduduknya insya Allah Islam. Tinggal dijadikan beriman saja. Jika kekuatan ini digerakkan untuk mengimani Allah, bisa menolong, bahkan tidak hanya soal rupiah, dolar, yuan, yen, euro, real, tapi di semua urusan.

Komandonya dari presiden. Kalau perlu siarkan, presiden yang azan pada lima waktu shalat. Presiden tinggal muncul saja di tujuh stasiun televisi nasional. Pagi, siang, sore, malam. Ngajak masyarakat sepenuh-penuh hatinya, rasanya, berdoa kepada Allah.

Minta dolar diturunin, rupiah dinaikkin. Minta agar tidak dikontrol oleh kebijakan negara manapun, juga oleh siapa pun, termasuk dari dalam negeri sendiri jika itu merugikan. Kalau sama-sama untung, oke lah.

Presiden muncul pagi, siang, sore, dan malam di stasiun televisi nasional. Pimpin baca Alquran dan sedikit menadaburinya, lalu menjadi agenda nasional.

Sabtu, 04 Juli 2015

Pemerintah Harus Dukung Raudhatul Athfal Bisa Penuhi Standar Nasional PAUD

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا وَبَسِّرُواوَلاَتُنَفِّرُوا      اخرجه البخاري في كتاب العلم
Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW ”mudahkanlah dan jangan kamu persulit. Gembirakanlah dan jangan kamu membuat lari”.    (HR. Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhori al-Ju’fi) 

Ilustrasi - Taman Kanak-Kanak    (tkalihsan.wordpress.com)
(Mediaislamia.com) --- Raudlatul Athfal (RA) merupakan satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal bagi anak berusia 4-6 tahun di bawah binaan Kementerian Agama RI. Banyak lembaga Raudlatul Athfal yang akreditasinya pada posisi kadaluarsa. Sementara Kementerian Agama belum memberikan perhatian pada kualitas Raudlatul Athfal dalam pemenuhan Standar Nasional Pendidikan anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus di 8 wilayah saran Balai Litbang Agama Jakarta, yaitu: di propinsi Jawa Barat, propinsi Banten, Propinsi Sumatera Selatan,Propinsi Jambi, Propinsi Sumut, Propinsi Riau, propinsi Sumatera Barat, dan propinsi Nangro Aceh Darusalam.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu RA dalam perspektif PAUD, untuk mengetahui upaya Kemenag dan Penyelenggara RA untuk memenuhi standar Nasional PAUD, dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam rangka pemenuhan standar nasional PAUD.

Temuan Penelitian dan Rekomendasi

1. Semua lembaga RA yang menjadi sasaran penelitian (di 8 propinsi), secara legalitas formal sudah memiliki izin operasional dari Kemenertian agama setiap 2 tahun sekali. Namun banyak lembaga RA yang tidak memperpanjang izin operasional tersebut. Hal ini selain merepotkan secara administrasi juga dimintai uang administrasi yang bervariasi antara Rp. 150.000 – Rp. 300.000 Di lingkungan Raudlatul Athfalkategorisasi RA Unggulan, Pembina, inti dan regular, hal ini perting pengelompokkan tersebut untuk lebih terarah pada kualitas mutu RA yang baik dan yang kurang baik sehingga lebih focus untuk melakukan pembinaan.

2. Masih banyak lembaga RA yang belum memenuhi standar minimal pada tenaga pendidik, terutama yang pemenuhan kualifikasi latarbelakang pendidikan yang bukan dari jurusan Pendidikan Anak Usia Dini atau sejenisnya.

3. Demikian juga pada standar tenaga kependidikan masih banyak yang merangkap dari tenaga pendidik dan atau kepala RA

4. Masih banyak lembaga RA yang belum memenuhi standar minimal sarana dan prasaran.

5. Kurikulum yang di kembangkan di RA, selain mengacu pada kurikulum Kemendikbud dan Kementerian Agama, juga mengembangkan kurikulum sendiri terutama yang berkaitan dengan pembiasaan seperti pembiasaan melafalkan doa, tahfidz, mengucap kalimat Toyyibah dan praktek salat.

6. Kualitas mutu keelembagaan RA, berdasarkan akreditasi masih banyak yang belum terakreditasi, bahkan yang sudah terakreditasi pun banyak yang sudah kedeluarsa. Hal ini baik Kementerian Agama maupun Badan Aktedirasi Propinsi selama 3 tahun terakhir tidak melaksanakan akreditasi bagi Raudlatul Athfal.

7. Upaya yang dilakukan kelembagaan RA untuk meningkatkan kualitas mutu yaitu antara lain: hamper semua guru yang ada di masing-masing RA berpaya meningkatkan pengetahuan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan sesuai bidang ke-PAUD-an. Upaya lain yang dilakukan, adalah melakukan pertemuan secara rutin dalam organisasi Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA)

8. Faktor pendukung antar lain: lembaga RA berbenah diri untuk meningkatkan kualitas mutu RA baik dari tenaga sumberdaya manusia, pengelolaan, maupun pelaksanaan proses pembelajaran. Faktor pendukung lain adanya perhatian dari Kemenag berkaitan dengan kesejahteraan guru berupa tunjangan fungsional dan tunjangan sertifikasi secara rutin, dan hanya sedikit sekali bantuan yang diberikan berupa sarana fisik bagi lembaga RA.

9. Faktor penghambat, kurangnya perhatiah Kemenag pada kualitas mutu RA berupa penilaian akreditasi, sehingga kurang control baik bagi Kemenag maupun bagi lembaga RA selaku pelaksana pendidikan.

Rekomendasi

1. Kementerian Agama selaku pembuat kebijakan, hendaklah melakukan bembinaan secara kontinyu kepada lembaga RA sehingga dapat mengklasifikasikan RA sangat baik, RA baik, dan RA kurang baik.

2. Bagi Kemenag yang memberikan pembinaan kepada lembaga RA dalam bentuk bantuan fisik berupa rehab dan pembuatan gedung baru atau sejenisnya, hendaklah diseleksi melalui seleksi yang ketat dan dipublikasikan sehingga memberikan motivasi dan inovasi bagi lembaga RA untuk mengakses lebih baik

3. Bagi RA untuk menjaga kualitas mutu, hendaklah selalu mengacu pada standar nasional pendidikan anak usia dini.

Oleh: Tim Penelitian dan Pengembangan Kementrian Agama RI

Sabtu, 20 Juni 2015

Delapan Keutamaan Puasa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".    (QS. Al Baqarah : 183)

Delapan Keutamaan puasa      (rumaysho.com)
(Mediaislamia.com) --- Diriwayatkan dari Abu Umamah, dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu amalan yang akan memasukkanku ke dalam surga. Rasulullah SAW menjawab, ‘Kamu harus puasa karena puasa itu tidak ada bandingannya.’’’ (Musnad Ibni Hambal, juz 5, hlm 264, hadis nomor 22.330).

Setelah peristiwa itu, di rumah Abu Umamah tidak terlihat asap mengepul saat siang hari kecuali bila kedatangan tamu. Jika orang-orang melihat asap di rumahnya, mereka langsung paham bahwa Abu Umamah sedang kedatangan tamu. (lihat kitab Attabwib al Maudhui lil ahadits, juz I, hlm 18.316).

Amalan untuk masuk surga cukup banyak seperti dijelaskan berbagai hadis sahih, tetapi mengapa Rasulullah memerintahkan puasa dan menyatakan bahwa puasa tiada bandingannya dengan ibadah lain? Ini menunjukkan, puasa memiliki keutamaan sebagai penyebab orang masuk surga. Bahkan, dalam hadis tersebut Rasulullah menyebutkan alasan keutamaan puasa dibandingkan ibadah lainnya, dengan ungkapan, “Puasa itu tidak ada bandingannya”. Hal ini menunjukkan beberapa keutamaan puasa.

Pertama, puasa tiada bandingannya dalam hal pahala. Rasulullah meriwayatkan hadis qudsi, “Setiap amalan anak cucu Adam adalah miliknya kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Aku yang langsung membalasnya.’’ Di sisi lain, puasa merupakan latihan kesabaran dan orang-orang sabar akan diberi balasan tanpa batas. (QS az-Zumar:10).

Kedua, berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya yang bisa terlihat oleh orang lain, puasa yang tahu hanyalah Allah dan orang yang melakukannya. Allah menegaskan dalam hadis qudsi, “Orang berpuasa itu meninggalkan makanan dan minumannya untuk diri-Ku (Allah). Maka, puasa itu milik-Ku dan Aku (Allah) sendiri yang akan memberikan pahala karenanya.’’ (HR Bukhari ).

Ketiga, puasa memiliki keutamaan karena dinisbatkan kepada Allah. Berdasarkan hadis qudsi di atas yang menyatakan bahwa “puasa adalah milik-Ku”, berarti Allah memang selalu puasa tidak pernah makan dan minum.

Ilustrasi - Taman Ramadhan      (play.google.com)
Keempat, orang puasa dimuliakan Allah sehingga disiapkan pintu khusus di surga. Dari Sahal bin Sa’ad, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya surga itu mempunyai satu pintu yang disebut ar-Rayyan. Pada hari kiamat nanti pintu tersebut akan bertanya, di mana orang-orang yang berpuasa? Apabila yang terakhir dari mereka telah masuk, maka pintu itu akan tertutup.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Kelima, puasa adalah perisai dari semua perbuatan buruk dan akhlak tercela. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, ‘’Puasa itu perisai, apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah ia tidak berkata keji dan membodohi diri. Jika seseorang memerangi atau menghinanya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’’’ (HR Bukhari).

Keenam, puasa tiada tandingannya dalam merealisasikan ketakwaan sehingga Allah langsung menyebutkan sasaran utama puasa, yaitu merealisasikan ketakwaan. (QS al-Baqarah: 183).

Ketujuh, puasa adalah ibadah yang efektif untuk mematahkan nafsu. Karena, berlebihan dalam makan ataupun minum serta menggauli istri, bisa mendorong nafsu untuk berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat, serta mengakibatkan kelengahan.

Kedelapan, puasa mempersempit jalan setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat, dan kemarahan. Karena itu, Nabi menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat. Walhasil, bila seorang Muslim berpuasa sesuai tuntunan Rasulullah, pasti menjadi orang bertakwa dan ahli surga. Wallahu a’lam.

oleh : Ahmad Satori Ismail

Rabu, 27 Mei 2015

Seperti Apa Buah Utrujjah ?

Dalam sebuah hadis dikatakan, perumpamaan orang mukmin yang membaca al-Qur`an adalah seperti buah Utrujjah. Ada pula perumpamaan beberapa golongan orang dengan sebuah buah, bunyi hadisnya sebagai berikut.

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca al-Qur`an adalah seperti buah Utrujjah, baunya harum dan rasanya juga enak. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca al-Qur`an adalah seperti buah kurma, baunya tidak semerbak, namun rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca al- Qur`an adalah laksana buah Raihanah yang baunya harum namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah, baunya tidak wangi dan rasanya juga pahit.” (Hadits Riwayat al-Bukhari)

Pembaca Al-Qur’an dalam hadits diatas terpilah menjadi 4 macam. Yang pertama, disebut dengan al-Utrujjah, yang kedua disebut dengan at-Tamrah, yang ketiga disebut dengan ar-Raihanah dan yang keempat disebut dengan al-Hanzhalah. Masing-masing sebutan memiliki kualifikasi tersendiri. Al-Utrujjah dan at-Tamrah berkenaan dengan pribadi orang yang beriman, sementara ar-Raihanah dan al-Hanzhalah berkenaan dengan pribadi munafik.

Perumpamaan manusia berkaitan dengan aktivitasnya dalam membaca al-Qur’an ternyata masing-masing memiliki rasa dan aroma tersendiri yang berbeda-beda. Namun seperti apa sebenarnya rupa dan rasa buah Utrujjah hingga sampai-sampai dijadikan perumpamaan bagi orang-orang mukmin yang membaca Al Quran. Nama buah tersebut memang aneh. Pernahkah anda melihatnya atau bahkan mencicipinya?.

Buah utrujjah adalah buah yang sangat harum aromanya, warnanya juga sangat indah sehingga menampakkan bahwa buah tersebut bukan buah sembarangan, seharum aromanya dan seindah warnanya rasanya pun sungguh manis melengkapi keunggulan buah ini dari jenis buah-buah yang lain.

Semakin penasaran dengan buah ini?, buah ini di timur tengah umumnya dikenal dengan nama Utrujah (الأترجة). Walaupun buah ini mmiliki nama yang berbeda-beda di tiap negara. Utrujah ini merupakan kata-kata yang berasal dari logat yang fush-ha (baku). Buah ini bisa juga disebut (متك) Mutk, atau di Syam ia disebut Kubbaad (كباد), laen lagi di UEA ia dinamai (شخاخ) Syikhookh. Di Mesir atau di Iraq sama disebutnya Utrujah. Walaupun ada juga nama lainnya misal Laymuun al Yahud (lemon Yahudi), atau juga Laymuun al ‘Ajami (Lemon non arab). Bahkan ada juga yang bilang Laymuun al Firdausiy (Lemon surga).

Buah ini seperti yang diyakini aslinya berasal dari Selatan-Timur Asia. Namun buah ini banyak dijumpai di kawasan Maghribiyah seperti di Maroko. Buah ini pernah juga disinggung di Al Qur’an. Dikatakan bahwa ketika Zulaikho mengundang beberapa pembesar wanita Mesir untuk melihat Nabiyullah Yusuf ‘alayh salam. Zulaikho memberikan kepada mereka semua masing-masing sebuah pisau dan Utrujah. Setelah itu yang terjadi adalah seperti yang kita ketahui dalam kisah Nabi Yusuf yang diceritakan di dalam Al Quran.

Ibnu Hajar al Asqolaniy pernah berkomentar mengenai kenapa Utrujjah yang dipilih untuk tamtsil diatas. Hikmah pengkhususan Utrujjah sebagai perumpamaan karena Utrujjah kulitnya dapat digunakan sebagai obat. Dari bijinya juga dapat dihasilkan minyak yang punya ragam manfaat. Ada juga yang mengatakan bahwa jin tidak akan mendekat ke sebuah rumah yang didalamnya terdapat Utrujjah. Maka sangat cocok bila Al Quran diumpamakan dengannya yang mana setan tidak akan mendekat padanya.

Kulit bijinya berwarna putih yang juga selaras dengan hati seorang mukmin. Beberapa keistimewaan lainnya adalah besar bentuknya, indah penampilannya, warnanya yang menyenangkan, dan lembut bila disentuh. Bila dimakan terasa lezat, sedap aromanya, mudah dikunyah dan juga dapat membersihkan lambung.

Syaikh al Mubarokfuriy juga turut mengomentari buah ini, mengapa Nabi sholallahu ‘alayh wasallam mengkhususkan buah ini? Karena buah ini adalah yang paling baik yang dapat ditemukan di segala penjuru alam.

Beberapa kekhususannya dan keistimewaannya adalah besar ukurannya, bagus rupanya, memiliki rasa yang baik, lembut jika kita menyentuhnya, dapat “menghipnotis” siapapun yang melihatnya, sangat cerah warnanya, menyenangkan siapapun yang memandangnya, menambah nafsu makan tatkala melihatnya, mempunyai manfaat setelah mengkonsumsinya, maka keempat panca indera melihat, perasa, pencium, sentuh- memperoleh manfaat yang ia punya.

Salah seorang Syaikh yang bernama al Azhim Ubadiy mengatakan, Kenapa Utrujah yang dipilih?  Karena Utrujah merupakan kumpulan rasa sekaligus aroma yang thoyyib, warna yang baik, dan mempunyai manfaat yang banyak. Dan maksud dari permisalan dengan menggunakannya adalah sebagai penjelas akan kondisi seorang mukmin dan ketinggian akan amalannya (tilawatul Quran). Wa Allahu A’lam Bi Showab

Kamis, 21 Mei 2015

Nabi Muhammad SAW Berpuasa di Bulan Syaban

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban".   (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156) 

Marhaban ya Syaban        (zunaidi5222.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Dalam riwayat lain dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia mengatakan, "Aku tidak pernah mengetahui beliau yakni Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berpuasa sebulan penuh selain Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau berbuka sebulan penuh, kecuali beliau berpuasa pada sebagian harinya hingga beliau wafat." (HR. Muslim)

Dua riwayat ini bisa saja digabung, yakni puasa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pada sebagian bulan, tidak sampai tiga hari sehingga beliau sempurnakan apa yang beliau lewatkan dari setiap bulan itu pada bulan Syaban. Atau karena beliau puasa tiga hari pada setiap bulan dan ditambah puasa Senin dan Kamis. Bagaimanapun juga, amal ibadah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah amalan yang kontinu. Jika terlewatkan sesuatu dari amalan sunnah, maka beliau menggantinya (qadha`) pada waktu yang lain sebagaimana beliau mengganti shalat sunnah yang terlewatkan atau shalat malam, dengan melakukannya pada siang hari.

Jika telah datang bulan Syaban, sementara masih ada beberapa puasa sunnah yang belum beliau laksanakan, maka beliau menggantinya pada bulan Syaban hingga genaplah hitungan puasa sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebelum masuk bulan Ramadhan.

Siapa saja yang memiliki hutang puasa Ramadhan, maka wajib baginya mengganti puasa tersebut setelah Ramadhan berakhir jika ia mampu, tidak boleh menundanya hingga Ramadhan berikutnya tanpa ada alasan darurat.

Jika ia lakukan itu, yakni menunda pembayaran hutang puasa karena adanya udzur yang terus-menerus di antara satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, maka ia harus menggantinya setelah Ramadhan kedua, tidak ada kewajiban lain selain qadha`.

Di samping hal yang telah disebutkan di atas, ada hikmah lain dari puasa pada bulan Syaban, yaitu sebagai latihan untuk menghadapi puasa Ramadhan agar seseorang tidak merasakan kesulitan dan keberatan dalam melaksanakan puasa Ramadhan, karena telah terlatih untuk berpuasa. Seseorang yang berpuasa pada bulan Syaban sebelum Ramadhan akan mendapatkan kelezatan puasa sehingga ia menghadapi puasa Ramadhan dengan kuat dan penuh semangat.

Gambaran kebesaran Allah      (ubayya.blogspot.com)
Mengingat Syaban sebagai langkah awal untuk menghadapi bulan Ramadhan, disyariatkan pada bulan ini, apa yang disyariatkan pada bulan Ramadhan, mulai dari puasa dan membaca Al-Qur`an agar jiwa benar-benar merasa siap dalam menghadapi Ramadhan, terbiasa dan terlatih untuk melakukan ketaatan kepada Allah dengan ibadah pada bulan Syaban.

Salamah bin Kuhail mengatakan, "Dulu dikatakan bahwa Syaban itu adalah bulan para qurra` (pembaca Al-Qur`an)." Diriwayatkan bahwa apabila Amr bin Qais Al-Mula`i memasuki bulan Syaban, ia menutup pintu warungnya untuk totalitas dalam membaca Al-Qur`an.

Wahai orang yang menyia-nyiakan waktu yang mulia dan membuangnya percuma, dan mengisinya dengan amalan-amalan buruk, amat buruklah apa yang ia lakukan.

Sumber Fimadani

[1] HR. Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf (7858), hadits mursal dari Zaid bin Aslam.

[2] Muttafaq Alaih. HR. Al-Bukhari (570) Kitab: Mawaqit Ash-Shalah, Bab: An-Naumu Qabla Al-Isya liman Ghuliba; HR. Muslim (639) Kitab: Al-Masajid, Bab: Waqtu Al-Isya` wa Ta`khiruha.

[3] HR. Abu Yala ( 4911).

[4] Dalam sanadnya terdapat perawi yang diperbincangkan. HR. Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (2098). Al-Haitsami mengatakan dalam Majma Az-Zawa`id (3/192), "Dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Abi Laila, ia adalah perawi yang diperbincangkan."

[5] Hadits shahih; HR. Muslim (1160) kitab Ash-Shiyam, Bab: IstihBab:i Shiyami Tsalatsata Ayyam min Kulli Syahrin.

[6] Hadits shahih; HR. Muslim (1156), kitab Ash-Shiyam, Bab: Shiyamu An-Nabi fi Ghairi Ramadhan.

[7] Ad-Daimah secara bahasa diartikan dengan hujan terus turun dalam keadaan tenang. Di sini Aisyah Radhiyallahu Anha menyerupakan amal ibadah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam kesinambungan dan kesederhanaan dengan hujan yang terus turun dengan tenang.

Minggu, 10 Mei 2015

Rajab Al-Toum Saksi Hidup Kesadisan Yahudi Pada Nakbah

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
مَن يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
"Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah".   (QS. An Nisa : 123) 

Rajab At-Toum  Saksi Hidup Nakbah         (aa.com.tr)
(Mediaislamia.com) --- Rajab Al-Toum, seorang pria Palestina berusia 126 tahun, mengatakan buku-buku sejarah gagal untuk secara akurat menggambarkan hari-hari berikutnya setelah Nakba Palestina yang bertepatan dengan pendirian Israel pada 15 Mei 1948.
Al-Toum masih jelas mengingat peristiwa, termasuk kekejaman yang dilakukan oleh geng teroris Yahudi terhadap penduduk Palestina setempat – kenangan yang masih membuat air matanya menetas.

“Pembantaian yang terjadi pada saat itu tetap tergores di ingatan saya,” kata al-Toum kepada Anadolu Agency.

Sudah 59 tahun ketika Nakba terjadi, al-Toum bekerja di sebuah peternakan di Beersheba (yang sekarang Israel selatan) ketika geng Zionis memaksa ratusan ribu orang Palestina meninggalkan rumah dan desa mereka.

Dia melihat tentara Yahudi menyeret seorang wanita Palestina yang sedang hamil muda sebelum membunuhnya di depan suami dan anak-anak.

“Saya gemetar ketakutan ketika melihat ini,” kata al-Toum. “Saya takut mereka akan membunuh saya juga.”

Yahudi saat merebut Yerusalem      (boemi-islam.net)
Setelah tentara membantai wanita hamil itu, mereka (tentara yahudi) menarik diri, memberikan al-Toum – bersama dengan warga Palestina lain yang bersembunyi dalam ketakutan – kesempatan untuk mengungsi.

Kemudian, al-Toum akan menemukan tidak hanya wanita hamil itu yang dibantai oleh kelompok-kelompok paramiliter Yahudi.

Banyak laki-laki, wanita dan anak-anak, ia temukan dalam kondisi tewas – sering di depan keluarga mereka – oleh kelompok-kelompok Zionis bersenjata seperti Haganah dan gang Stern.

Banyak dari mereka dibantai, kenang al-Toum, sementara yang lain hanya ditembak dan dibunuh.

Pada saat itu, kata dia, sebagian besar warga Palestina gagal memahami dahsyatnya bencana yang membentang di depan mereka.

Mereka mulai memahami ruang lingkup krisis ketika geng Yahudi bersenjata berat menyerbu desa-desa mereka menggunakan tank.

Korban Nakbah      (aslibumiayu.wordpress.com)
Berita tentang pembantaian menyebar seperti api, kata al-Toum, mendorong warga Palestina, wanita dan anak-anak untuk meninggalkan kehidupan mereka – kebanyakan dari mereka meninggalkan semua harta milik mereka.

“Geng Yahudi menyerang desa Palestina tanpa pandang bulu dengan tujuan meneror warga yang melarikan diri,” kata orang tua tersebut.

Ratusan warga Palestina, ia menambahkan, terkubur di bawah reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serbuan Yahudi.

“Buku-buku sejarah gagal telah menggambarkan kengerian pembantaian yang berlangsung sewaktu Nakba dan pasca Nakba,” ujar al-Toum, yang saat ini tinggal di kota Beit Lahia di Jalur Gaza.

Selasa, 05 Mei 2015

Tanda Kekuasaan Allah Pada Jasad Fir'aun

Di dalam bukunya, “Al-Qur’an Dan Ilmu Modern”, Dr Morris Bukay mengungkap kesesuaian informasi al-Qur’an mengenai nasib Fir’aun Musa setelah ia tenggelam di laut dan realita di mana itu tercermin dengan masih eksisnya jasad Fir’aun Musa tersebut hingga saat ini. Ini merupakan pertanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta’ala saat berfirman,

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (Q.S Yunus ayat : 92)

Dr. Bukay berkata, “Riwayat versi Taurat mengenai keluarnya bangsa Yahudi bersama Musa Alaihissalam dari Mesir menguatkan ‘statement’ yang menyatakan bahwa Mineptah, pengganti Ramses II adalah Fir’aun Mesir pada masa nabi Musa Alaihissalam. Penelitian medis terhadap mumi Mineptah membeberkan kepada kita informasi-informasi berguna lainnya mengenai dugaan sebab kematian Fir’aun ini.

Sesungguhnya kitab Taurat menyebutkan, jasad tersebut ditelan laut akan tetapi tidak memberikan rincian mengenai apa yang terjadi terhadapnya setelah itu, Injil pun juga sama. Sedangkan Al- Qur’an menyebutkan, jasad Fir’aun yang dilaknat itu akan diselamatkan dari air sebagaimana keterangan ayat di atas.

Dalam hal ini, pemeriksaan medis terhadap mumi tersebut menunjukkan, jasad tersebut tidak berada lama di dalam air sebab tidak menunjukkan adanya tanda kerusakan total akibat terlalu lama berada di dalam air.

Dr. Morris Bukay menyebutkan bahwa dalam sebuah penelitian medis dengan mengambil sampel organ tertentu dari jasad mumi tersebut pada tahun 1975 melalui bantuan Prof Michfl Durigon dan pemeriksaan yang detail dengan menggunakan mikroskop, bagian terkecil dalam organ itu masih dalam kondisi terpelihara secara sempurna.

Ini menunjukkan, keterpeliharaan secara sempurna itu tidak mungkin terjadi andaikata jasad tersebut sempat tinggal beberapa lama di dalam air atau bahkan sekali pun berada lama di luar air sebelum terjadi proses pengawetan pertama.

Dr. Bukay juga menyebutkan, diri bersama tim telah melakukan banyak penelitian, di antaranya untuk mengetahui dugaan sebab kematian Fir’aun. Penelitian yang dilakukannya berjalan legal karena dibantu direktur laboratorium satelit di Paris, Ceccaldi dan prof. Durigan. Objek penelitian dititik beratkan pada salah satu orang di tengkorak kepala.

Mengenai hasilnya, Dr Bukay mengungkapkan, “Dari situ diketahui, bahwa semua penelitian itu sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang menyiratkan Fir’aun tewas ketika digulung gelombang…”

Dr. Bukay menjelaskan sisi kemukjizatan masalah ini. Ia mengatakan, “Di zaman di mana al-Qur’an sampai kepada manusia melalui Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam, jasad-jasad para Fir’aun yang diragukan orang di zaman kontemporer ini apakah benar atau tidak ada kaitannya dengan saat keluarnya Musa, sudah lama terpendam di pekuburan lembah raja di Thoba, di pinggir lain dari sungai Nil di depan kota al-Aqshar saat ini.

Pada masa Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam segala sesuatu mengenai hal ini masih kabur. Jasad-jasad tersebut belum terungkap kecuali pada penghujung abad ke-19. Dengan begitu, jasad Fir’aun Musa yang masih eksis hingga kini dinilai sebagai persaksian materil bagi sebuah jasad yang diawetkan milik seorang yang mengenal nabi Musa Alaihissalam, menentang permintaannya dan memburunya dalam pelarian serta mati saat pengejaran itu.

Lalu Allah menyelamatkan jasadnya dari kerusakan total sehingga menjadi tanda kebesaran-Nya bagi umat manusia sebagaimana yang disebutkan al-Qur’an al-Karim.

Informasi sejarah mengenai nasib jasad Fir’aun tidak berada di tangan manusia mana pun ketika al-Qur’an turun atau pun setelah beberapa abad setelah turunnya. Akan tetapi ia dijelaskan di dalam Kitab Allah Subhanahu wa ta’ala sebelum lebih dari 1400 tahun lalu.


(wahdah.or.id/mediaislamia)

Senin, 04 Mei 2015

Muslim Temukan Benua Amerika Sebelum Columbus

Oleh: Aldric El Zafran

Sejarah dunia mengenal pelaut Christopher Columbus yang nama latinnya adalah Cristoforo Colombo, berlayar melintasi Samudera Atlantik dan mendarat di benua Amerika Padatahun 1492. Selama ratusan tahun, dunia menerima bahwa Columbus adalah penjelajah pertama yang gagah berani berlayar di laut dan menemukan Amerika.

Seorang peneliti dan sejarawan Amerika, Firas Alkhateeb menyangkal tentang sejarah itu. Firas Alkhateeb adalah seorang sejarawan yang concern menguak dan meluruskan sejarah Islam, dalam bukunyaThe Lost Islamic History ia mengungkapkan ada beberapa pelaut Muslim telah melakukan kontak dengan Benua Amerika.

Pertama, sejarawan Muslim dan pakar geografi Abu al Hasan al Masudi menulis pada tahun 956, bahwa pada tahun 889 pelaut Muslim mulai mengarungi samudera dari Andalusia menujubarat, pelayaran kebarat berlangsung selama berbulan-bulan dan menemukan sebuah daratan luas di mana mereka berdagang dengan penduduk asli, dan kembali ke Eropa.

Al Masudi mencatat tanah tersebut melintasi samudra (Atlantik) dan disebut dengan nama“tanah tidak diktahui”. Menurut Al Masudi, dua pelayaran lebih dari Muslim Spanyol ke Amerika dicatat dalam sejarah. Satu di tahun 999 yang dipimpin oleh Ibn Farrukh, dari Granada. Yang lainnya oleh seorang ahli geografi al-Idrisi, yang bekerja untuk raja Sisilia, Rogerru II sekitar tahun 1100. Dia menulis dari sekelompok Muslim yang berlayar kebarat dari Lisbon selama 31 hari dan mendarat di sebuah pulau di Karibia.

Mereka ditawan oleh penduduk asli Amerika di pulau itu selama beberapa hari. Akhirnya, mereka dibebaskan ketika adapenduduk yang tinggal di antara penduduk asli yang berbicara bahasa Arab dan kemudian mengatur pembebasan mereka. Mereka kemudian berlayar kembali ke al Andalus dan menceritakan kisah mereka. Bagian penting dari perjalanan ini adalah adanya pembicara bahasa Arab diantara warga pribumi. Ini menunjukkan bahwa pasti ada kontak antara dunia Arab dan Amerika.

Kedua, pada tahun 1300-an, penguasa kerajaan Mali di Afrika, Abu Bakar mengirimkan armada kapal sebanyak 400 unit untuk mengarungi samudera Atlantik. Namun, hanya ada satu kapal yang kembali. Mereka melaporkan telah menemukan tanah di seberang lautan.

Mansa Abu Bakar kemudian mengirimkan kembali ekpedisi Atlantik dengan membawa 2000 armada. Kali ini, tidak ada kapal yang kembali. Meski tidak ada catatan di Mali soal perjalanan itu, tetapi ada bukti kedatangan mereka di Amerika, seperti prasasti berbahasa Mandika (Bahasa tradisional Mali).

Prasasti itu juga ditemukan di dekat sungai Misssippi dan Arizona, AS. Prasasti itu bergambar gajah sakit. Gajah itu bukanlah hewan asli Amerika, melainkan sengaja dibawa sebagai alat transportasi.

Ketiga, padatahun 1929, penemuan yang menakjubkan terjadi di Istanbul, Turki. Sebuah peta yang dibuat pada tahun 1513 oleh kartografer Ustmani, Piri Reis ditemukan. Reis menuliskan peta itu dibuat berdasarkan peta Yunani dan Arab. Ini yang menjadikan sandaran para peneliti mengkaji ulang teori Colombus. Peta ini jelas menunjukkan pantai timur Amerika Selatan, yang berada di posisi yang benar berkaitan dengan Afrika. Pantai Brasil ditampilkan dalam detail yang luar biasa, dengan banyak sungai akurat ditempatkan pada peta.

Piri Reis merujuk pembuatan petanya pada sumber-sumber sebelumnya, yang jelas memiliki pemahaman yang sangat baik tentang Amerika dan sudah menjelajahi daerah itu sebelum bangsa Eropa. Peta ini mungkin adalah bukti fisik terkuat dari eksplorasi Muslim di Amerika sebelum Columbus.

Kesimpulan

Dari bukti yang sudah ada, sulit untuk mengatakan bahwa Colombus adalah pelaut pertama yang tiba di Amerika. Namun, Colombus diuntungkan dengan pengetahuan yang diperoleh umat Islam di Iberia. Terlebih, saat itu juga, imperium Islam pun berakhir.

Tiba di Amerika, Colombus menemukan peninggalan Islam di sana. Seperti pembuatan emas yang prosesnya mirip dengan apa yang dilakukan Muslim di Afrika. Selain itu, Columbus mencatat bahwa kata asli di daerah itu untuk emas adalah isguanin, yang sangat mirip dengan kata Mandinka untu kemas, ghanin, yang mungkin berasal dari kata Arab untuk kekayaan, Ghina'.

Pada 1498, Columbus mencatat melihat sebuah kapal sarat dengan barang-barang, menuju Amerika, untuk berdagang dengan warga pribumi. Columbus juga mencatat dalam buku hariannya bahwa penduduk asli Amerika mengatakan kepadanya banyak pedagang asal Afrika bercirikan kulit hitam dating secara teratur untuk berdagang dengan mereka.

Bahkan Columbus tahu bahwa dia bukan orang pertama yang menyeberangi Samudera Atlantik.

Minggu, 03 Mei 2015

Antara Dua Cinta, Abadi dan Nafsu

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ
"Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela".   (QS. Al Maidah : 54) 

Ilustrasi - Penyiram kebun        (rumahku.com)
(Mediaislamia.com) --- Suatu ketika seorang pemuda lajang yang sedang menyiram kebun meminta kepada Nabi Isa AS yang kebetulan melintas di depannya, “Wahai Isa, mintalah kepada Tuhanmu agar Dia menanamkan cinta-Nya kepadaku meski seberat zarah.” Nabi Isa AS Menjawab, “Engkau tak akan sanggup menerima cinta-Nya seberat zarah pun.” 

Si pemuda menyahut, “Kalau begitu, setengah zarah saja.” Nabi Isa AS kemudian berdoa, “Ya Tuhanku, berilah dia anugerah cinta-Mu seberat setengah zarah.”Nabi Isa AS pergi dan beberapa waktu kemudian beliau kembali serta menanyakan kabar pemuda tersebut. Penduduk setempat menjawab, “Sekarang dia menjadi gila dan pergi ke gunung.” Isa pun berdoa kepada Allah agar diperlihatkan kondisi pemuda itu.

Beliau melihat pemuda itu berada di antara bebatuan gunung, berdiri di atas batu yang paling besar sembari membelalakkan matanya ke langit. Nabi Isa AS mengucap salam, tapi ia tidak menjawab. “Aku adalah Isa,” seru Nabi Isa AS. Akhirnya, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Isa AS, “Bagaimana mungkin ia mendengar pembicaraan manusia sementara dalam hatinya ada rasa cinta-Ku meski hanya seberat setengah zarah! Demi Keagungan-Ku, andai engkau memenggal kepalanya dengan gergaji, niscaya dia tidak akan merasakannya.

"Begitulah cinta Allah SWT, cinta yang tidak egois dan tidak akan pernah hancur. Cinta yang manakala sudah kadung memenuhi hati seorang hamba maka akan melahirkan gelora rindu yang mampu mengoyak berbagai macam tabir, mengeliminasi semua hal selain-Nya dari hati, dan mendapati bahwa Dia tak akan pernah sedetik pun jauh dari kita. 

Ilustrasi-Berdo'a        (ibnismail.wordpress.com)
Muncul pertanyaan, mengapa pemuda itu lebih memilih cinta-Nya ketimbang cinta seorang perempuan yang kelak bisa menjadi pendamping hidupnya? Jawabannya karena cinta Allah abadi dan tidak egois. Bukankah Allah sama sekali tidak membutuhkan apa pun dari kita? Hal ini tentu berbeda dengan cinta nafsu dan cinta egois yang selama ini bersemayam di hati kita. 

Kita mungkin mencintai keluarga, hewan peliharaan, gelar, status politik, atau harta benda, tapi bukankah kita mencintai semua itu karena alasan kepentingan pribadi? Kita memelihara seekor sapi dan mencintainya, tapi setiap hari selalu memerah susunya; kita menanam sebuah pohon dan mencintainya, tapi kita menguras buahnya; cinta macam apa yang seperti ini?

Itulah cinta nafsu yang selalu berorientasi pada egoisme dan cinta jenis ini akan hilang manakala kita tidak lagi membutuhkan sesuatu yang kita cintai itu.Karena itu, bersyukurlah kita bisa menjadi bagian dari umat Islam yang melalui wasilah diutusnya Muhammad SAW berkesempatan untuk mendapatkan cinta dan ampunan dari Allah SWT. 

Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Katakanlah jika kamu (benar-benar) mencintai Allah maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. Sesungguhnya, Allah adalah Zat yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.”  (QS Ali Imran: 31).

Kamis, 02 April 2015

Nasehat Untuk Pemimpin Besar

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِيْ سُلْطَانٍ فَلاَ يُبْدِهِ عَلاِنِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوْ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِيْ عَلَيْهِ
“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa, maka janganlah menyatakannya di depan umum dengan terang-terangan. Hendaklah ia memegang tangan penguasa itu (dan mengajaknya ke tempat tersembunyi). Maka bila penguasa itu mau mendengar nasehat tersebut, itulah memang yang diharapkan. Tetapi bila tidak mau mendengar nasehat itu, sungguh penasehat itu telah menunaikan apa yang diwajibkan atasnya”. 

Ust. Sslim A. Fillah        (masjidjogokarian.com)
(Mediaislamia.com) --- Ustaz Salim A. Fillah membuat 'surat terbuka' untuk Wapres Jusuf Kalla dengan judul La Ma’daremmeng, Karaeng Pattingalloang, dan Tuanta Salamaka yang diunggah di blog pribadinya pada 31 Maret lalu.
Dalam siaran persnya, kata Salim, menurut tim Pak JK, surat buatannya yang berisi nasuhat tentang kepemimpinan ini sudah dibaca oleh Pak JK.

Berikut 'Surat Terbuka' Salim A. Fillah kepada Pak JK..

Pak JK yang kami hormati, mengenang perang itu barangkali pahit..

Tetapi rasa ta’zhim pada nilai-nilai yang diperjuangkan Raja Bone XIII La Ma’daremmeng Sultan Muhammad Saleh, sebagaimana hormat kami kepada tokoh dari jazirah Sulawesi sebesar Bapak, tak pernah pudar. La Ma’daremmeng, semoga Allah menyayanginya, kala itu rela harus berhadapan dengan kekuatan sebesar Gowa-Tallo demi keyakinannya untuk menegakkan kalimat Allah dan sunnah RasulNya.

Sejak Islam datang ke Bone di masa ayahandanya, betapa bersemangat orang besar Bugis ini agar agama yang penuh rahmat menjadi nafas dan aliran darah seluruh kerajaannya. Perbudakan, satu di antara hal yang sangat lazim di zaman itu dan turut menjadi penopang kelangsungan kuasa para raja, telah mengusik nurani La Ma’daremmeng. Kesetaraan seluruh insan dalam naungan Islam adalah impian yang harus dia bayar amat mahal.

Orang yang harus memimpin 40.000 prajurit gabungan Gowa-Tallo, Wajo, Soppeng, dan Sidenreng untuk  mengalahkan La Ma’daremmeng, sang perdana menteri Gowa sekaligus Raja Tallo, I Mangngadaccinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang Sultan Mahmud Tuminanga Ri Bontobiraeng, bukannya tak setuju sepenuhnya pada perubahan yang dihela La Ma’daremmeng. Karaeng Pattingalloang hanya merasa hal ini belum waktunya. Ada tahapan yang harus ditapaki sebelumnya agar harmoni masyarakat tak terganggu. Dia mempertanyakan, “Bukankah Sang Nabi juga tak serta-merta menghapus perbudakan? Melainkan selangkah demi selangkah, dengan amat manusiawi?”

Pak JK yang terhormat..

Diilhami oleh imannya, betapa maju pemikiran La Ma’daremmeng. Perjuangannya 220 tahun mendahului abolisi perbudakan yang diproklamasikan Abraham Lincoln hingga memicu perang saudara Amerika. Demikian pula kami pernah melihat Bapak, ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, membawa cara-cara kerja progresif lagi segar mengelola negeri ini, sesuatu yang senantiasa jadi kenangan manis bagi kami. Sebagaimana La Ma’daremmeng digerakkan oleh imannya, demikianlah kami selalu mendoakan Bapak agar istiqamah menjadi pemimpin yang selalu dijiwai oleh Islam di tiap langkahnya.

Dan Karaeng Pattingalloang sendiri, betapa amat tergerak oleh sebuah kalimat bijak, “Hikmah adalah milik mukmin yang hilang. Maka di manapun dia menemukannya, dialah yang paling berhak mengambilnya.” Karaeng Pattingalloang tahu, gemerlap peradaban Islam di Baghdad telah terbenam 400 tahun sebelum dia bertakhta, dan kilau Cordoba telah padam 2 abad sebelum kelahirannya. Maka dari bangsa-bangsa yang telah menyabet kerlip peradaban Islam untuk pencerahan mereka, bangsa Eropa, amat bersemangat dia belajar.

Menguasai bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, Jawa, dan Melayu selain bahasa Bugis dan Makassar; khazanah ilmu dunia terbuka bagi Karaeng Pattingalloang. Demi mengenal dunia, dengan penuh minat didatangkannya bola dunia terbesar di zamannya, bergaris-tengah 1,3 meter, buatan kartografer termasyhur, Joan Blaeu; tiba 7 tahun kemudian di Sombaopu setelah dipesan. Semangat Karaeng Pattingalloang akan ilmu menggemparkan para cendikia Eropa, hingga sastrawan besar Joost van den Vondel menghadiahkan puisi pujian untuknya. Kelak ketika Joan Blaeu merampungkan Atlas Novus, peta dunia terbesar yang dikodifikasinya dari peta-peta susunan sang legendaris Gerrard Mercator, digambarnya Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk langit timur, menjangka dunia dengan busur kartografinya.

Setahun kemudian, tiba pula teleskop rancangan Galileo yang kelak menemani malam-malam Karaeng Pattingalloang untuk mencermati langit, mempresisikan perhitungan kalender hijriah, memetakan bintang-bintang, dan membantunya merumuskan kebijakan terkait musim bagi pertanian dan pelayaran. Perpustakaannya dipenuhi buku berbagai bahasa, yang dengan penuh semangat dia minta untuk diterjemahkan, termasuk risalah Turki ‘Utsmani tentang pembuatan meriam, naskah dari Belanda tentang bendungan, serta buku dari Inggris tentang pertahanan kota dan perbentengan. Demi memuaskan dahaga ilmiahnya pula, dia minta didatangkan ke Makassar unta Arabia yang tersebut dalam Al Quran, juga gajah seperti yang dipakai Abrahah menyerang Ka’bah.

Ilmu pengetahuan dan wawasan antar-bangsanya yang demikian luas telah membuat Karaeng Pattingalloang memerintah dengan bijaksana, mendampingi Raja Gowa XV, I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung Karaeng Lakiung Sultan Malikussaid Tuminanga Ri Papambatunna. Maka demikian pula kami harapkan dari putra Nusantara pewarisnya seperti Anda, Pak JK kala mendampingi Presiden Jokowi dan selanjutnya, seperti pula telah kami saksikan dulu.

Jusuf Kallah terima Surat dari Ust. Salim A. Fillah   (msyani.com)
Pak JK yang terhormat..

Salah satu warisan kebijaksanaan dari Karaeng Pattingalloang, yang hari-hari ini amat merisaukan kami adalah “Lima pammajenganna matena butta lompoa”. Ya, menurutnya ada lima penyebab keruntuhan sebuah negara. Pertama, “Punna tenamo naero nipakainga Karaeng Manggauka”, apabila kepala negara yang memerintah tak lagi mau dinasehati. Kedua, “Punna tenamo tumangngaseng ri lalang pa’ rasangnga”, apabila tak ada lagi cendikiawan yang tulus mengabdi di dalam negeri. Ketiga, “Punna tenamo gau lampo ri lalang pa’ rasangnga”, jika terlalu banyak kasus hukum di dalam negeri, hingga menyusupkan muak di hati. Keempat, “Punna angngallengasemmi’ soso’ pabbicaraya”, jika banyak hakim dan pejabat suka makan suap. Dan kelima, “Punna tenamo nakamaseyangi atanna Manggauka”, jika penguasa yang memerintah tak lagi menyayangi rakyatnya.

Pak JK, Bapak lebih dapat melihat dibanding kami seberapa dari tanda-tanda yang dikemukakan Karaeng Pattingalloang ini mencekam negara kita. Maka betapa kami, kaum muslimin negeri ini, amat berharap Pak JK punya peran yang lebih besar, punya sikap yang lebih jelas, punya tindakan yang lebih gesit. Latar belakang Pak JK yang dari HMI, dari NU, dan dari Dewan Masjid; amat menentramkan kami ketika Bapak mendampingi Presiden Jokowi, meski memang Anda berdua sejujurnya bukan pilihan utama kami. Harapan bahwa kaum muslimin Indonesia akan tetap memiliki seorang “Bapak” dalam segala makna yang dikandung oleh kata itu bersiponggang dalam hati.

Terlebih hari-hari ini Pak, ketika secara ekonomi rupiah kita melemah, BBM kita naik turun, dan rakyat menatap masa depan dengan berkabut; ketika secara politik kisruh antar pemimpin partai, pejabat dan lembaga negara bekerja tebak-tebak arah, dan masyarakat sukar menemukan keteladanan pemimpin; ketika dalam hukum dan hak asasi para koruptor besar kian melenggang, para pembawa ideologi menyimpang kanan maupun kiri kian berdendang, tapi kebebasan berwawasan ummat ditebas atas nama radikalisme dengan definisi yang tak sahih; serta setumpuk rasa gelisah di hati kami. Kami merindukan pengayoman dari pemimpin yang seyakin La Ma’daremmeng dan sebijak Karaeng Pattingalloang.

Pak JK, betapapun bijaknya, Karaeng Pattingalloang pernah mengabaikan 1 hal yang berujung berakhirnya kejayaan Gowa-Tallo di masa menantunya, Sultan Hassanuddin, hanya berselang beberapa tahun setelah wafatnya. Satu hal penting itu adalah nasehat ‘ulama.

Adalah Tuanta Salamaka Syaikh Yusuf Al Makassari, ‘alim mulia yang kepahlawanannya membentang dari Makassar, Banten, Srilanka, hingga Afrika Selatan yang satu hari menemuinya dan berkata, “Telah kulihat alamat keruntuhan Butta Gowa. Oleh sebab itu, pertama, hentikan dan cegahlah rakyat menyembah berhala (anynyombaya saukang). Yang kedua, hentikan menghormati pusaka kerajaan secara berlebihan (appakala’biri’ sukkuka gaukang). Yang ketiga, hentikan para bangsawan dan rakyat paguyuban kerajaan bermadat (a’madaka ri bate salapanga). Yang keempat, hentikan pasukan kerajaan minum tuak (angnginunga ballo’ ri ta’bala’ tubarania). Yang kelima, hentikan perjudian di pasar-pasar (pa’botoranga ri pasap-pasaraka).

Penolakan Karaeng Pattingalloang atas nasehat Tuanta Salamaka ini, dengan alasan demi tak mengusik harmoni dan demi pendapatan negara, telah menjadi sebab melemahnya negara. Sepeninggalnya, rakyat lemah ideologinya, lemah motivasinya; lemah oleh madat, lemah oleh khamr, dan lemah oleh judi. Jadilah lemah iman, lemah tata masyarakat, lemah tentara, lemah bangsawan, maka melemah pula dukungan terhadap raja dan perjuangannya. Maka seperti diperkirakan oleh Syaikh Yusuf, ketika Cornelis Speelman dan armadanya menyerang, Gowa-Tallo harus takluk dengan Perjanjian Bongaya.

Harapan rakyat Indonesia      (forum.fibizportal.com)
Pak JK, bertakhtalah Anda di dalam hati kaum muslimin Indonesia, sebagaimana Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk tinggi Atlas Novus anggitan Joan Blaeu. Bahkan lebih dari itu. Sebab dalam doa kami, semoga engkau mewarisi iman kokoh La Ma’deremmeng, dan senantiasa mendengarkan bimbingan para ‘ulama yang tulus seperti Tuanta Salamaka, Syaikh Yusuf Al Makassari. Kami murid dari murid dari murid para ‘ulama, sangat rindu melihat pemimpin yang taqwa membuatnya menangis di hadapan Rabbnya, dan adil membuatnya dicintai seluruh rakyatnya. Pak JK, harapan itu kami hadiahkan kepada Anda.

Titip salam kami untuk Bapak Presiden Jokowi yang amat sibuk dengan kerja, kerja, kerja, dan tanggungjawabnya. Percayalah, doa-doa kami senantiasa mengiringi kerja keras Bapak berdua. Bahwa surat ini saya tujukan kepada Anda, Pak JK, entah mengapa, ini soal hati yang merasa lebih dekat. Dan barangkali di bawah sadar kami tak hendak menambahi beban Presiden Jokowi, yang jauh lebih banyak punya janji kepada rakyat negeri ini daripada Pak JK.

Akhirnya seperti dikatakan peribahasa Bugis, “Aju maluruemi riala parewa bola”, hanyalah kayu yang lurus dijadikan ramuan rumah. Hanyalah pemimpin yang jujur lagi penuh kasih, dapat menjadi pelindung dan penaung kami, rakyat Indonesia, dari segala marabahaya.

dari hamba Allah yang tertawan dosanya,

Salim A. Fillah