Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2015

Lelaki yang Berbulan Madu dengan Bidadari

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung".   (QS. An Nur : 51) 

Bidadari Syurga menantimu     (cordova-travel.com)
(Mediaislamia.com) --- Di kota Suffah tinggallah seorang pemuda bernama Zahid. Ia hidup pada zaman Rasulullah SAW. Setiap hari ia tinggal di Masjid Madinah. Zahid memang bukan pemuda tampan. Di usianya yang ke-35, ia belum juga menikah.

Suatu hari, ketika Zahid sedang mengasah pedangnya, tiba-tiba Rasulullah datang dan mengucapkan salam kepadanya. Zahid terkejut dan menjawabnya dengan gugup. "Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau tampak sendiri saja", sapa Rasulullah SAW.

"Allah bersamaku, wahai Rasulullah", jawab Zahid.

"Maksudku, mengapa selama ini engkau masih lajang..? apakah tak ada dalam benakmu keinginan untuk menikah..?"tanya beliau lagi. Zahid menjawab, "Wahai Rasulullah, aku ini lelaki yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, apalagi wajahku sangat tak memenuhi syarat, siapa wanita yang mau denganku?"

"Mudah saja kalau kau mau," kata Rasulullah menimpali.

Zahid hanya termangu. Tak lama kemudian Rasulullah memerintahkan pembantunya untuk membuat surat lamaran untuk melamar wanita bernama Zulfah binti Said. Ia anak bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan cantik jelita. Surat itupun diberikan kepada Zahid untuk kemudian diserahkan kepada Said. Setiba di sana ternyata Said tengah menerima tamu. Maka usai mengucapkan salam, Zahid menyerahkan surat tersebut tanpa masuk ke dalam rumah.

"Said saudaraku, aku membawa surat untukmu dari Rasulullah yang mulia," kata Zahid.

Said menjawab, "Ini adalah kehormatan buatku."

Tunaikan amanah      (jejakislam.com)
Surat itu dibuka dan dibacanya. Alangkah terkejutnya Said usai membaca surat tersebut. Tak heran karena dalam tradisi bangsa Arab selama ini, perkawinan yang biasanya terjadi adalah seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan pula. Orang yang kaya harus kawin dengan si kaya juga. Itulah yang dinamakan "sekufu" (sederajad).

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, "Saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?"

Zahid menjawab, "Apakah Engkau pernah melihatku berbohong?"

Dalam suasana demikian, Zulfah datang dan bertanya, "Ayah.. mengapa engkau tampak tegang menghadapi tamu ini? Apa tak lebih baik bila ia disuruh masuk?"

"Anakku, Ia adalah seorang pemuda yang sedang melamarmu. Dia akan menjadikan engkau istrinya,"kata Said kepada anaknya.

Di saat itulah Zulfah melihat ayahnya, ia pun menangis sejadi-jadinya. "Ayah banyak pemuda yang lebih tampan dan kaya raya, semuanya menginginkan aku. Aku tak mau, Ayah!" jawab Zulfah merasa terhina.

Said pun berkata kepada Zahid, "Saudaraku, engkau tahu sendiri anakku merasa keberatan. Bukannya aku hendak menghalanginya. Maka sampaikanlah kepada Rasulullah SAW bila lamaranmu ditolak."

Mendengar nama Rasulullah SAW disebut sang ayah, Zulfah berhenti menangis dan bertanya,"Mengapa ayah membawa-bawa nama Rasulullah SAW?"

Said menjawab, "Lelaki yang datang melamarmu ini datang karena perintah Rasulullah."

Serta merta Zulfah mengucap istigfar berulang kali dan menyesali kelancangan perbuatannya itu. Lirih, wanita muda itu berkata kepada sang ayah, "Mengapa ayah tidak mengatakannya sejak tadi bila yang melamarkan lelaki itu adalah Rasulullah SAW. Kalau begitu keadaanya, nikahkan saja aku dengannya. Karena aku teringat firman Allah : 'Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil Allah dan Rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, 'Kami mendengar dan kami patuh.' Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.' (An-Nur : 51)."

Makam para syuhada       (salafytobat.wordpress.com)
Hati Zahid bagai melambung entah ke mana. Ada semburat suka cita yang tergambar dalam rona wajahnya. Bahagia, itu yang pasti ia rasakan saat itu. Setiba di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

"Bagaimana Zahid?" tanya Rasulullah.

"Alhamdulillah diterima, wahai Rasulullah," jawab Zahid.

"Sudah ada persiapan?" tanya Rasulullah lagi.

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, "Rasulullah.. aku tidak memiliki apa-apa."

Rasulullah pun menyuruhnya pergi ke rumah Abu Bakar, Utsman dan Abdurrahman bin Auf. Setelah mendapatkan sejumlah uang yang cukup, Zahid pergi ke pasar untuk belanja persiapan pernikahan. Bersamaan dengan itu Rasulullah menyeru umat Islam untuk berperang menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, ia melihat kaum muslimin telah bersiap dengan persenjataanya. Zahid bertanya, "Ada apa ini?"

Shahabat menjawab, "Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita. Apakah engkau tidak mengetahuinya?"

Zahid pun beristigfar beberapa kali sambil berkata, "Wah, kalau begitu aku lebih baik menjual perlengkapan perkawinan ini dan aku akan membeli kuda terbaik."

"Tetapi Zahid, malam nanti adalah bulan madumu. Apakah engkau akan pergi juga?" kata para shahabat menasehati.

"Tidak mungkin aku berdiam diri!" jawab Zahid tegas.

Lalu Zahid menyitir ayat, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (At-Taubah : 24).

Akhirnya Zahid melangkah ke medan pertempuran sampai ia gugur. Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah." Lalu Rasulullah membacakan surat Ali Imran ayat 169 - 170."Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepada mereka, dan bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka dan mereka tidak bersedih hati."

"Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) telah mati. Sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya."

Para Shahabat pun meneteskan air mata. Bagaimana dengan Zulfah?Mendengar kabar kematian Zahid, ia tulus berucap, "Ya.. Allah.. alangkah bahagianya calon suamiku itu. Andai aku tak dapat mendampinginya di dunia, izinkanlah aku mendampinginya di akhirat kelak."

Demikian pintanya, sebuah ekspresi cinta sejati dari dunia hingga akhirat. Cinta yang bersemi oleh ketaatan kepada titah Rasulullah SAW, meski semula hati berontak. 

Minggu, 27 September 2015

Siang Ini, Jamaah Haji Jakut Tiba di Bandara Soetta

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
عَن أَبِي سَعِيدٍ , رَضِيَ الله عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم ، قَالَ : إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ
“Abu Sa’id AL Khudry radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah berfirman: “Sesungguhnya seorang hamba telah Aku sehatkan badannya, Aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak menghandiri undangan-Ku, maka sungguh dia orang yang benar-benar telarang (dari kebaikan)”.   (HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1662) 

Kepulangan Jama'ah Indonesia       (antarannews.com)
(Mediaislamia.com) --- Jamaah haji asal Jakarta Utara (JKS 01) menjadi kelompok terbang (kloter) pertama yang pulang dari Arab Saudi ke Tanah Air. Mereka diterbangkan pada pukul 08.40 Waktu Arab Saudi (WAS), Senin (28/9/2015).

"Kami sudah siap sejak pukul 20.00 WAS, karena pukul 22.00 WAS katanya akan diberangkatkan ke Bandara," ujar Ishaka Husen (48), jamaah dari Koja, Jakarta Utara (Jakut), ketika ditemui di lobi pemondokan 626, wilayah Syisyah, Makkah, Arab Saudi.

Ia mengaku senang akhirnya bisa kembali ke Tanah Air untuk bertemu istri dan ketiga anak perempuannya, setelah lebih dari satu bulan berada di Tanah Suci.

"Alhamdulillah selama di sini (Makkah) saya sempat umrah sebanyak enam kali untuk orangtua dan saudara-saudara saya, " ujar lelaki asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu.

Kepulangan Haji Indonesia      (poskotanews.com)
Keceriaan yang sama juga dikemukakan Haryati, haji dari Tanjung Priok (Jakut). Haryati (52), yang berangkat bersama suaminya merasa bersyukur bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar tanpa hambatan yang berarti, meskipun cuaca ekstrim selama berada di Tanah Suci.

"Bahkan tadi pagi ketika Thawaf Wada (perpisahan), kami lebih memilih jalan kaki dari pemondokan ke Masjidil Haram, agar bisa merasakan nikmatnya jalan menuju masjid tersebut. Buat cerita saat kembali ke Tanah Air," katanya.

Hal senada dikemukakan Oom Ruhayah (53) dan suaminya Samsul Arifin (60). Mereka menikmati ibadah di Madinah dan Makkah, sehingga tidak terpikir membeli oleh-oleh khas Arab. "Kalau oleh-oleh saya beli di Tanah Abang saja. Di sini fokus ibadah," ujar Samsul Arifin.

Keduanya senang akhirnya bisa kembali ke Tanah Air untuk bertemu kedua anak mereka yang selalu khawatir bila mendengar ada musibah terjadi di Tanah Suci. Seperti musibah crane roboh di Masjidil Haram dan tragedi Mina pada 24 September 2015.

Jama'ah Haji Indonesia sampai di Tanah Air     (tempo.co)
Lebih lanjut, kloter pertama jamaah asal Jakarta Utara diberangkat dari pemondokan ke Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sekira pukul 23.00 WAS dengan menggunakan bus dari perusahaan Abu Sarhad.

Diperkirakan dalam dua jam mereka akan tiba di tujuan. Kemudian melakukan cek keimigrasian yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat jam, sebelum terbang ke Bandara Soekarno Hatta (Soettea) dengan menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7461.

"Kami diperkirakan sampai di Jakarta pada Senin (28/9/2015) pukul 14.00 WIB dan langsung ke Asrama Haji Pondok Gede. Keluarga menjemput di sana," kata Samsul Kepala Seksi Pemulangan Jamaah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah.


Tetesan Air Mata Kebahagiaan Menanti di Syurga

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ     رواه البخاري
“Barang siapa yang berhaji karena Allah kemudian dia tidak berkata kotor dan berbuat fasiq dia kembali seperti ketika dia dilahirkan ibunya (tanpa dosa)".    (HR. Al-Bukhari)

Noor Mohammed (kiri)       [twitter.com]
(Mediaislamia.com) --- Bagi seorang warga Pakistan bernama Noor Mohammed, Allah mungkin memanjangkan usianya agar dia bisa menunaikan ibadah haji di Mekah.

Noor, jemaah haji berusia 105 tahun asal Pakistan, sangat senang bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah gagal beberapa kali.

"Kegagalan berulang-ulang untuk menunaikan haji tidak menghalangi saya. Saya terus berjuang menyimpan uang agar bisa memulai perjalanan ibadah satu kali seumur hidup ini," katanya kepada surat kabar Al-Hayat dikutip Saudigazette.com, Jumat kemarin.

Noor mengatakan telah menabung selama 15 tahun. "Biaya haji naik dari tahun ke tahun. Setiap kali saya mencoba untuk mengumpulkan cukup uang, saya gagal karena kondisi keuangan keluarga yang sulit," katanya.

Ia mengatakan baru bisa menunaikan haji di usia tua. "Ketika saya melewati usia 100, tabungan saya bisa mencapai jumlah yang diperlukan untuk mencapai impian seumur hidup ini," katanya.

Ketika tiba di Arab Saudi untuk pertama kalinya, dia menemukan bahwa haji itu tidak sesulit yang dibayangkan.

Noor mengatakan teman-temannya, yang semuanya telah meninggal sekarang, sering bercerita bahwa selama menunaikan haji itu penuh penderitaan dan susah.

"Fasilitas yang saya rasakan dan lihat telah melenyapkan gambaran buruk soal haji," tambahnya.

Noor mengatakan ibadah haji kini semakin mudah terutama bagi orang-orang tua seperti dia. Hal itu karena pemerintah Arab Saudi menyediakan berbagai fasilitas dan layanan yang terintegrasi.

"Saat ini sangat mudah untuk pergi ke tempat-tempat suci. Sekarang juga mudah melakukan berbagai ritual haji. Semua ini bertentangan dengan gambaran saya tentang haji yang selama bertahun-tahun saya bayangkan," katanya.

Noor, menggunakan tongkat berjalan, menangis sepanjang waktu saat dia berbicara dengan Al-Hayat. "Ini adalah air mata kebahagiaan," jelasnya.

Tasyrik, Hari Yang Dimuliakan Allah

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari tasyrik).”    (HR. Abu Daud) 

Umat Islam laksanakan Sholat Isul Adha     (arrahmah.com)
Pengertian Hari Tasyrik

(Mediaislamia.com) --- Istilah tasyrik diambil dari kata [شرقت الشمش] yang artinya matahari terbit. Menjemur sesuatu, dalam bahasa Arab dinyatakan: [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ].

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Ada juga yang menyatakan, bahwa hari tasyrik meliputi empat hari, hari Idul Adha dan 3 hari setelahnya.

Abu Ubaid mengatakan:

Ada dua pendapat ulama tentang alasan penamaan hari-hari tersebut dengan hari tasyrik: Pertama, dinamakan hari tasyrik karena kaum muslimin pada hari itu menjemur daging kurban untuk dibuat dendeng. Kedua, karena kegiatan berqurban, tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari. (Lisanul Arab, 10:173).

 Keutamaan Hari Tasyrik

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203).

Yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu hari tasyrik. Ini merupakan pendapat Ibnu Umar dan mayoritas ulama. Sementara Ibnu Abbas dan Atha berpendapat bahwa “hari-hari yang terbilang” jumlahnya empat hari; Idul Adha dan 3 hari setelahnya. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 314).

Allah Ta’ala mengistimewakan hari tasyrik, dengan Allah jadikan hari ini sebagai waktu istimewa untuk berdzikir. Sehingga Allah perintahkan kaum muslimin untuk memperbanyak dzikir di hari ini.

Dalam hadis dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A’dzami mengatakan dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah: Sanadnya Sahih).

Yang dimaksud hari ‘al-qarr’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah. Ini berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengarakan:

يَوْمَ الْقَرِّ يَعْنِي يَوْمَ الثَّانِي مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ

“Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”

Di hari Tasyrik, Dilarang Puasa

Di hari tasyrik, kita dilarang untuk berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai hari makan dan minum, serta banyak berdzikir kepada Allah.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Ibnu Rajab mengatakan:

و إنما نهى عن صيام أيام التشريق لأنها أعياد للمسلمين مع يوم النحر فلا تصام بمنى و لا غيرها عند جمهور العلماء، خلافا لعطاء في قوله : إن النهي يختص بأهل منى

“Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 509).

Selanjutnya Ibnu Rajab menjelaskan rahasia di balik larangan puasa di hari tasyrik,

Ketika orang-orang yang bertamu ke Baitullah telah mengalami keletihan karena perjalanan berat yang mereka lalui, di samping kelelahan setelah ihram dan melaksanakan manasik haji dan umrah, Allah mensyariatkan kepada mereka untuk beristirahat dengan tinggal di Mina pada hari qurban dan 3 hari setelahnya. Allah perintahkan mereka untuk makan daging sembelihan mereka. Di saat itulah, mereka mendapatkan jamuan dari Allah, karena kasih sayang Allah kepada mereka.

Saatnya berqurban   (dwiboedianto.blogspot.com)
Sementara itu, kaum muslimin di belahan negeri yang lain, turut menyemarakkan ibadah seperti yang dilakukan jamaah haji. Kaum muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan bersama-sama berusaha menggapai ampunan Allah, dengan menyembelih hewan qurban. Setelah itu, mereka bersama-sama merayakan Idul Adha dan hari tasyrik. Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah, selanjutnya mereka beristirahat, menikmati hidangan daging qurban di hari tasyrik.

Allah syariatkan kaum muslimin untuk menjadikan hari ini sebagai hari makan-makan dan minum, agar mereka bisa membantu mereka untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya. Dan itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna. Dimana, nikmat yang kita terima, menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.

Amalan di Hari Tasyrik

Mengingat keistimewaan hari tasyrik, sebagai orang yang beriman, hendaknya kita maksimalkan upaya untuk mendapatkan limpahan rahmat dan pahala dari Allah di hari itu. Berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Memperbanyak amal soleh dan berbagai bentuk ibadah kepada Allah. Hanya saja, ada beberapa amal yang disyariatkan untuk dilakukan di hari tasyrik:

Pertama, anjuran memperbanyak berdzikir

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203). Yaitu di hari tasyrik.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Menyemarakkan dzikir pada hari tasyrik, bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya (Lathaiful Ma’arif, 504 – 505):

Melakukan Takbiran setiap selesai shalat wajib. Ini sebagaimana yang dilakukan para sahabat. Sebagaimana praktek Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani)

Demikian juga dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: “Shahih dari Ali”).

Mengingat Allah dan berdzikir ketika menyembelih. Karena penyembelihan qurban, bisa dilaksanakan sampai hari tasyrik berakhir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Di setiap hari tasyrik, boleh menyembelih.” (HR. Ahmad, ibn Hibban, Ad-Daruquthni, dan yang lainnya).

Mengingat Allah dengan membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah setelah makan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله عزَّ وجل يرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها ، ويشرب الشَّربة فيحمده عليها

“Sesungguhnya Allah ridha terhadap hamba yang makan sesuap makanan kemudian memuji Allah, atau minum seteguk air dan memuji Allah karenanya.” (HR. Muslim 2734)

Mengingat Allah dengan melantunkan takbir ketika melempar jumrah di hari tasyrik. Yang hanya dilakukan jamaah haji.

Mengingat Allah dengan memperbanyak takbiran secara mutlak, di manapun dan kapanpun. Sebagaimana yang dilakukan oleh Umar radhiyallahu ‘anhu. Beliau melakukan takbiran di kemahnya di Mina, kemudian diikuti oleh banyak orang, sehingga Mina bergetar karena gema takbir. (HR. Bukhari sebelum hadis no.970)

Kedua, memperbanyak berdoa kepada Allah

Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak berdoa di hari ini.

Ikrimah (murid Ibn Abbas) mengatakan:

كان يستحب أن يقال في أيام التشريق : { رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ }

Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik: RABBANAA  AATINAA  FID-DUN-YAA HASANAH WA FIL AA-KHIRATI HASANAH, WA QINAA ADZAABAN-NAAR. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 505).

Menuju mardhotillah       (teardrop-diary.blogapot.com)
Doa ini kita kenal dengan doa sapu jagad. Dan memang demikian, doa ini dianggap sebagai doa yang isinya mengumpulkan semua bentuk kebaikan dan menolak semua bentuk keburukan. Karena itulah, doa ini menjadi pilihan yang sangat sering dilantunkan oleh manusia terbaik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Anas bin Malik mengatakan:

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

Doa yang paling banyak dilantunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah RABBANAA  AATINAA  FID-DUN-YAA HASANAH dst.. (HR. Bukhari 6389 dan Muslim 2690).

Disamping itu, doa merupakan bentuk mengingat Allah yang sangat agung. Berisi pujian dan harapan manusia kepada Tuhannya. Sehingga, hari ini menjadi hari yang istimewa untuk memperbanyak doa.

Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha:

بعد يوم النحر ثلاثة أيام التي ذكر الله الأيام المعدودات لا يرد فيهن الدعاء فارفعوا رغبتكم إلى الله عز و جل

Setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. Karena itu, perbesarlah harapan kalian. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 506).

Demikian, semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa istiqamah dalam menggapai ampunan-Nya.

Selasa, 22 September 2015

Alasan Muhammadiyah Rayakan Idul Adha Hari Ini

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ
“Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih”.    (HR. Tirmidzi 632, Ad Daruquthni 385, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 1/440) 

Sholat Idul Adha di lapangan   (news.okezone.com)
(Mediaislamia.com) --- Muhammadiyah menggunakan metode hisab, sementara pemerintah menggunakan rukyat atau fisik untuk menentukan tanggal.

Sebagian umat Muslim dari Muhammadiyah merayakan Idul Adha hari ini, Rabu 23 September 2015. Seperti di sejumlah wilayah Ibu Kota dan sebagian wilayah Indonesia sejak semalam terdengar kumandang takbir. Namun sebagian umat muslim lainnya, hari ini melaksanakan puasa arafah, dan akan merayakan Idul Adha Kamis, 24 September 2015 seperti yang diputuskan pemerintah melalui Departemen Agama.

Menanggapi perbedaan ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan perbedaan disebabkan tidak ada ketentuan baku di kalender hijriyah, berbeda dengan masehi yang mempunyai kalender baku setiap tahunnya. “Islam belum mempunyai kalender baku yang bisa digunakan secara global, yang disepakati semua pihak. Kalender hijriyah internasional butuh kesepakatan bersama, negara-negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas muslim.  Ini yang membuat berbeda,” kata Haedar Nashir.

Akibatnya, perayaan Idul Adha di berbagai negara berbeda, meski Arab Saudi merayakan Idul Adha hari ini. Lalu apa dasar perhitungan yang digunakan Muhammadiyah untuk menentukan Hari Raya Idul Adha hari ini?
Seperti dikutip dari situs Muhammadiyah,  penetapan 1 Zulhijah 1436 hijriyah berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang jadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam penjelasannya, waktu ijtimak jelang Zulhijah 1436 terjadi pada Minggu, 13 September 2015 pukul 13.43 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenan di Yogyakarta menyatakan bulan sudah wujud (tampak). Dan pada saat matahari terbenam, sebagian wilayah barat Indonesia bulan sudah tampak dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum tampak. Dengan demikian, garis batas wujudul hilal melewati wilayah Indonesia dan membagi wilayah menjadi dua bagian.

Muslimat dalam sholat Idul Asha     (suara.com)
Berdasarkan hasil hisab tersebut, PP Muhammadiyah menetapkan tanggal 1 Zulhijah jatuh pada Senin 14 September 2015, hari arafah atau 9 Zulhijah pada Selasa 22 September dan Idul Adha, 10 Zulhijah pada Rabu 23 September 2015.

Mengapa penentuan perayaan Idul Adha, 1 Syawal dan Idul Fitri berbeda dengan pemerintah? Alasan yang disampaikan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah karena alasan sangat mendasar. Muhammadiyah menggunakan metode hisab dalam menentukan perayaan Idul Adha maupun Idul Fitri, sementara pemerintah atau pihak lain menggunakan sistem rukyat atau fisik yang kasat mata. 

Muhammadiyah tidak menggunakan sistem rukyat dengan beberapa alasan. Antara lain, rukyat tidak dapat meramalkan tanggal jauh ke depan karena baru bisa diketahui pada hari H-1, dengan cara melihat langsung datangnya wujud bulan, sementara kalender mengendaki penjadwalan tanggal sekurangnya satu tahun ke depan agar bisa membuat rencana jauh hari. Rukyat atau fisik ini dinilai Muhammadiyah terbatas cakupannya di muka bumi, pada hari pertama visibilitas di mana rukyat tidak mencakup seluruh muka bumi sehingga akan membelahkanya menjadi bagian yang sudah dapat melihat bulan sementara di bagian lain belum melihat, yang akhirnya menimbulkan perbedaan jatuhnya tanggal.

Rukyat dinilai Muhammadiyah juga tidak dapat memberikan kepastian karena sangat ditentukan oleh sejumlah faktor, seperti geometris, faktor atmosferik, fisiologi dan faktor psikologis. Masih menurut Muhammadiyah, hal ini dapat menimbulkan problem berbedanya penentuan hari arafah antara Mekah tempat dilaksanakannya wukuf di Padang Arafah dengan tempat lain yang jauh seperti Indonesia sehingga menimbulkan masalah waktu pelaksanaan puasa arafah.  Menurut Muhammadiyah, rukyat juga tidak dapat ditransfer ke arah timur lebih dari sembilan atau sepuluh jam karena kawasan dunia di sebelah timur sudah memasuki pagi hari.

Siswa Muslim yang Dituduh Pembuat Jam “Bom” Diundang ke Markas PBB

Rasulullah Shalallahu 'alihi wassalam bersabda :
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم   قَالَ   الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ  وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ      رواه الترمذي
“Dari Syaddad Ibn Aus, darr Rasulullah saw. Bersabda : orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan beramal untuk persiapan sesudah mati".    (H.R. At-Tirmidzi)”. 

Ahmed Mohammed dan karyanya      (harianindo.com)
(Mediaislamia.com) --- Siswa muslim yang dituding membuat jam “bom”, Ahmed Mohammed, dilaporkan akan bertemu dengan beberapa pejabat internasional ke markas besar PBB di Kota New York, Amerika Serika (AS). Laporan tersebut disampaikan Texas Newspaper.

Menurut laporan Texas Newspaper, seperti dikutip Washington Post, Selasa (22/9/2015), Ahmed bersama dengan keluarganya akan memenuhi undangan para pejabat PBB pada akhir pekan ini. Para pejabat internasional di PBB mengaku sangat ingin bertemu dengan Ahmed.

Selain melakukan kunjungan ke markas besar PBB, Ahmed beserta keluarga juga akan pergi ke Makkah, Arab Saudi, untuk melakukan ziarah dan umrah. Namun, hal itu akan terjadi jika mereka telah mendapatkan visa.
Ahmed di undang ke markas PBB      (cikalnews.com)
Pada hari ini, Ahmed sedang berkunjung ke salah satu kampus milik perusahaan Google untuk menghadiri pameran ilmu pengetahuan yang berlangsung di sana.

Sebagaimana diberitakan, Ahmed ditangkap pada Kamis 17 September, lantaran guru di sekolahnya curiga bahwa anak muridnya sering melakukan kegiatan tersembunyi.

Sang guru kemudian melaporkan Ahmed kepada polisi. Saat ditangkap dan diborgol, Ahmed sempat panik dan kebingungan. Berkali-kali ia menjelaskan kepada pihak Kepolisian bahwa benda ciptaannya bukanlah bom seperti yang dituduhkan.

Ahmed ditengah keluarga        (harianindo.com)
Akibat insiden itu, Ahmed kini banyak menyita perhatian dunia. Setelah mencuri perhatian Presiden Obama, remaja yang dituding merakit bom itu dikabarkan turut mencuri perhatian perusahaan raksasa teknologi seperti Facebook hingga Google.

Jumat, 18 September 2015

Imaamul Muslimin : Saatnya Umat Islam Bebaskan Al-Aqsha

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".   (QS. Al Isra' : 1) 

KH. Drs. Yakhsyallah Mansur. MA      (google.com)
(Mediaislamia.com) --- Imamul Muslimin, KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, MA., menyerukan umat Islam dunia harus sekuat tenaga berupaya membebaskan Masjid Al-Aqsha di Kota Al-Quds Palestina, dari cengkeraman pendudukan Zionis Yahudi Israel.

Imam Yakhsyallah menegaskan kesucian Masjid Al-Aqsha adalah tanggung jawab umat Islam bersama, tidak hanya umat Islam di Palestina saja. “Oleh karena itu, umat Islam seluruh dunia harus bangkit terhadap segala upaya yang akan menodai kesucian Masjid Al-Aqsha,” kata Duta Al-Quds itu kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (17/9).

Dia juga menyerukan para pemimpin negara-negara Muslim untuk tidak hanya menyatakan kutukam-kutukan terhadap berbagai penyerangan para ekstrimis Yahudi dan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsha, namun hendaknya direalisasikan dengan berbagai tindakan nyata.

“Tidak cukup hanya dengan kutukan saja, Pemimpin negara-negara Muslim harus bertindak secara nyata,” ujar Imam Yakhsyallah.

Tindakan nayata itu, lanjut pembina Aqsa Working Group (AWG) itu, dengan melakukan boikot bagi seluruh produk Zionis Israel, memutuskan segala hubungan dalam segala bidang dengan Israel, juga memberikan doa dan mengumpulkan bantuan donasi untuk rakyat Palestina yang berada di garis depan menghadapi Penjajah Zionis Israel.

Pada Ahad dan Senin (13-14/9), jamaah Muslim Palestina dan pasukan khusus Israel bentrok di Masjid Al-Aqsha, mengakibatkan puluhan jamaah mengalami luka-luka.

Tentara Israel hinakan masjid Al-Aqsa      (jurnalislam.com)
Puluhan pasukan Israel, Selasa (15/9), juga memaksa masuk ke situs tersuci ketiga dalam umat Islam untuk hari ketiga berturut-turut dan menyerang jamaah Muslim.

Imam Yakhsyallah mengatakan, perusakkan yang dilakukan kaum Zionis Yahudi terhadap Masjidil Aqsha merupakan bukti kebenaran firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalamAl-Baqarah Surat Al-Baqarah ayat 114.

“Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang menyebut nama Allah di dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha merobohkannya? mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.”

Ayat ini menerangkan lebih jauh mengenai tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang melarang dzikrullah di masjid-masjid Allah, seperti melarang orang yang shalat, orang yang membaca Al-Qur’an dan melarang orang lain menjalan ibadah. Terlebih ditambah dengan usaha untuk merobohokannya atau melarang kaum mukmin masuk ke dalamnya.

Imam Yakhsyallah menjelaskan, Masjid Al-Aqsha adalah salah satu masjid yang disebutkan dalam Al-Quran dan kemuliaannya juga disebutkan dalam beberapa ayat Al-Quran dan Al-Hadist, puncaknya Al-Aqsha menjadi tempat berhentinya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasallam sebelum melaksanakan Mi’raj menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Maka Masjid Al-Aqsha adalah pusat kehidupan umat Islam. Umat Islam akan bebas melaksanakan syariat apabila Masjid Al-Aqsha bebas dan kembali ke pangkuan umat Islam. Dan sebaliknya umat Islam tidak akan dapat melaksanakan syariat selama Masjid Al-Aqsha berada di bawah kekuatan orang-orang yang tidak berhak mendudukinya,” tegas Imam Yakhsyallah.

Al-Aqsa dalam cengkraman Zionis      (suara-islam.com)
Upaya menghadapi kaum Zionis hanya dapat dimenangkan apabila umat Islam menyatukan langkah dengan menghilangkan sifat-sifat negara dan kebangsaan, organisasi, dan sebagainya. Karena apabila ini tidak dilakukan maka fitnah akan terus bermunculan di kalangan umat Islam, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Quran Surat Al-Anfal ayat 73.

Menurut Imam Yakhsyallah, mengabaikan Masjid Al-Aqsha berarti mengabaikan Masjidil Haram, maka seluruh umat Islam perhatiaannya kepada Al-Aqsha harus sama perhatiannya seperti kepada Masjidil Haram.

Untuk itu, Imam Yakhsyallah menyerukan kepada seluruh umat Islam yang saat ini sedang melaksanakan ibadah haji agar berdoa dengan sepenuh hati supaya Allah segera membebaskan Masjid Al-Aqsha.

Minggu, 13 September 2015

KH. Umar Rasyid : Dakwah Tepat Sasaran Sesuai Tuntunan Allah dan Rasul

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar".    (QS. Ar Rum : 41) 

KH. Umar Rasyid saat mengisi Tadeib       (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) ---- Ulama Indonesia, Ustadz KH Umar Rasyid mengajak seluruh umat Islam untuk mengevaluasi pola jihad yang selama ini dilakukan. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan Allah yang diharapkan keutamaannya.

Hal ini disampaikan Umar saat menjadi pemateri di Tadrib (Pendidikan dan Pelatihan) Duta Al-Quds oleh Aqsa Working Group (AWG) Biro Lampung di Aula Maktab Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Sabtu, (12/9).

“Kalau dengan adanya jihad semakin merusak, ekonomi hancur dan tidak bisa mengatasi problem yang terjadi pada umat maka pasti ada yang salah, mungkin kita berjihad dengan cara yang tidak tepat, “ ujarnya.

Menurutnya, keutamaan jihad bagi umat Islam adalah mengharapkan ridha dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka pola dan cara yang ditempuh harus sesuai dengan yang diinginkan Allah.

Lebih lanjut, Umar menekankan pentingnya Umat Islam memaknai jihad sebagai cara untuk memperbaiki porak-porandanya alam semesta akibat manusia.

Kerusakan di muka bumi      (b-topbanget.blogspot.com)
“Jadikan diri kita pencari jalan keluar, berkontribusi memperbaiki kerusakan alam, mengubah kondisi mengembalikan kepada kebaikan. Ikhlas punya planing target pencapaian dalam berjihad, dengan ikhlas akan berbuah hasil, dengan atur strategi sehingga problem umat Islam dapat teratasi, “ katanya.

Terkait target utama umat Islam untuk memfokuskan jihad kepada pembebasan Masjid Al-Aqsha, Umar berpendapat terdapat keutamaan untuk memperhatikan kiblat pertama umat Islam ini.

“Ini merupakan planing Allah yang diatur, ketika alam raya dibangun jangan dirusak oleh manusia, faktanya, tempat yang diistimewakan oleh Allah, Masjid Al-Aqsha dirusak oleh manusia, lalu apa planing kita. Kiblat jihad harus kita arahkan ke sana, sebab di sanalah pusat terjadinya kerusakan di seluruh muka bumi, “ ujarnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk jihad pembebasan Masjid Al-Aqsha ini, umat Islam harus mencari jalan keluarnya.

Ulah tangan  manusia  (tamanbimapermaii.blogspot.com)
“Ciptakan sumber dana, perbaiki ekonomi umat, perbaiki pendidikan, sosial, politik, budaya, lalu lanjutkan boikot produk yahudi, lakukan terobosan baru. Ini sebuah tantangan, kita bisa menjadi pengusaha muslim yang kaya, orang kaya yang bijaksana, mujahid yang ikhlas memperjuangkan dinul Islam, mendidik umat kepada akhlaqul karimah. Maka mulai dari sekarang bekerja, apapun yang bisa kita kerjakan untuk mencapai tujuan itu, “ tegasnya.

Tadrib AWG ini merupakan rangkaian Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung yang diadakan pada 11-13 September 2015.

AWG merupakan lembaga yang dibentuk untuk mewadahi dan mengelola upaya-upaya dalam rangka perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsha pada khususnya dan kaum muslimin palestina pada umumnya dari penjajahan zionis Israel.

Pembentukan AWG pun dimaksudkan untuk menghimpun kaum muslimin dalam suatu ikatan yang dijiwai oleh pelaksanaan ukhuwwah Islamiyah yang diarahkan pada perjuangan atau jihad fie sabilillah. Upaya-upaya AWG terkait perjuangan Palestina antara lain dengan mengadakan berbagai kegiatan selain diklat, yaitu: seminar, tabligh akbar, longmarch, bedah buku, layanan sms al-aqsha, santunan dhuafa dan qurban di Jalur Gaza.

Sabtu, 12 September 2015

Ulama Nigeria : Media Berperan Penting Dalam Siarkan Kejahatan Israel

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ     إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ
"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)".   (QS. Al Hijr : 94-95) 

Dr. Ahmed Abdul Malik pemateri Tadrib  (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Menyiarkan kejahatan Israel kepada dunia internasional merupakan langkah nyata membebaskan Masjid Al-Aqsha dan Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi Israel.

Demikian disampaikan Ulama’ asal Nigeria Dr. Ahmed Abdul Malik, di hadapan puluhan peserta Tadrib (Pendidikan dan Pelatihan) Duta Al-Quds di Aula Maktab Wilayah Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Sabtu, (12/9).

“Manusia tidak akan bergerak membantu Palestina jika tidak tahu kejahatan yang dilakukan oleh Israel, sekarang alhamdulillah banyak demonstrasi di mana-mana mengutuk Israel, itu dampak dari siar yang umat Islam lakukan, “ ujar Ulama yang juga Dosen di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) ini.

Menurutnya, Media berperan sangat penting untuk langkah nyata membebaskan Masjid Al-Aqsha dari cengkraman Zionis.

“Supaya tahapan kemenangan Masjid Al-Aqsha segera terwujud, media sangat berperan penting untuk mengungkap kejahatan besar yang selama ini dilakukan Israel,“ katanya.

Ahmed juga menyinggung makna jihad yang terkadang diartikan sempit oleh segelintir umat Islam selama ini.

Bukti kejahatan Israel         (bumisyam.com)
“Apa saja yang kita lakukan di jalan Allah itu namanya jihad, jihad mengangkat senjata merupakan sebagian kecil dari makna jihad itu sendiri, “ ujarnya.

Ahmed menghimbau umat Islam untuk mengetahui dan memahami Al-Aqsa secara benar dan menyampaikan kepada yang belum mengetahuinya.

Tadrib AWG ini merupakan rangkaian Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin Hizbullah Wilayah Lampung yang diadakan pada 11-13 September 2015.

AWG merupakan lembaga yang dibentuk untuk mewadahi dan mengelola upaya-upaya dalam rangka perjuangan pembebasan masjid al aqsa pada khususnya dan kaum muslimin palestina pada umumnya dari penjajahan zionis israel.

Pembentukan AWG pun dimaksudkan untuk menghimpun kaum muslimin dalam suatu ikatan yang dijiwai oleh pelaksanaan ukhuwwah Islamiyah yang diarahkan pada perjuangan atau jihad fie sabilillah. Upaya-upaya AWG terkait perjuangan Palestina antara lain dengan mengadakan berbagai kegiatan selain diklat, yaitu: seminar, tabligh akbar, longmarch, bedah buku, layanan sms al-aqsha, santunan dhuafa dan qurban di Jalur Gaza.

Senin, 07 September 2015

Ulama yang Sukses Mualafkan Ribuan Tentara AS Sambangi RI

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَآ إِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru menuju Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".    (QS. Fushshilat : 33).  

Mubaligh        (m.infospesial.net)
(Mediaislamia.com) --- Di tengah kesibukannya dalam kegiatan akademis dan dakwah, Dr Bilal Philips meluangkan waktu mengisi kajian umum di Indonesia. Dia adalah ulama yang berhasil memualafkan 3.000 tentara Amerika Serikat (AS).

IOU telah menunjuk Islam Diaries sebagai salah satu majelis taklim di Indonesia untuk menyelenggarakan kajian bertema ‘Why Islam?’ yang akan diselenggarakan pada 7 September 2015 di Masjid Al Bina, Jalan Pintu 1 Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

“Tema ‘Why Islam?’ terinspirasi dari salah satu program siaran dakwah Dr Bilal Philips di Arab Saudi yang mengangkat kisah-kisah para mualaf dalam menemukan cahaya Islam. Kami berharap kajian ini dapat memberi kontribusi positif dalam pemahaman konsep Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin kepada masyarakat,” kata Tito Maulana, perwakilan IOU Indonesia, dalam rilis yang didapat Okezone, Senin (7/9/2015).

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Meski demikian, saat ini sebagian umat Islam di Indonesia dijejali dengan pemahaman-pemahaman yang menyimpang dan informasi yang mengaburkan masyarakat dari kebenaran Islam. Sehingga, akhirnya banyak generasi Islam yang hidup jauh dari agamanya dan bahkan cenderung fobia dengan syariat Islam.

Sebagai majelis taklim yang menyasar generasi muda, Islam Diaries berkomitmen membangun kesadaran keislaman menggunakan pendekatan dan bahasa yang mudah diserap. Majelis taklim anak muda ini memanfaatkan konektivitas internet dan media sosial untuk menjangkau masyarakat di Indonesia bahkan hingga luar negeri.

“Kajian umum Dr Bilal Philips adalah salah satu sarana yang tepat bagi masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk mendapatkan pemahaman Islam secara benar dan menepis Islamophobia yang mulai marak di negeri ini. Kami juga akan menyiarkan kajian secara streaming melalui www.islamdiaries.net untuk mengakomodasi para netizen yang dekat dengan gadget,” ungkap Agus Sasongko, founder Islam Diaries.

Kisah Ulama yang Sukses Mualafkan 3.000 Tentara AS

Allah Subhanahu WA Ta'ala Berfirman :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".(QS. At Taubah : 71) 

Dennis Bradley Philips           (isisstudygroup.com)
(Mediaislamia.com) --- Melalui dakwah seorang ulama bernama Dennis Bradley Philips, 3.000 tentara Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menjadi mualaf. Kini ulama itu berkesempatan hadir mengisi ruang dakwah Nusantara.

Dalam rilis yang didapat Okezone, Senin (7/9/2015), kegiatan dakwah warga negara Kanada kelahiran Jamaika ini cukup mencuri perhatian dunia. Dr Abu Ameenah Bilal Philips mampu memberi penjelasan yang ilmiah, autentik, dan rasional kepada masyarakat internasional yang kritis namun diliputi pemahaman yang keliru terhadap Islam.

Dalam berdakwah, Dr Bilal Philips diketahui memiliki kapasitas keilmuan yang sangat mumpuni. Beliau menyelesaikan program BA pada bidang Studi Islam di Universitas Islam Madinah, program MA bidang Teologi Islam di Universitas Raja Saud Riyadh, dan memperoleh predikat Ph.D bidang Teologi Islam dari University of Wales.

Dr Bilal Philips juga berkontribusi dalam memperkaya literatur Islam dengan lebih dari 50 buku yang ditulis, diterjemahkan, dan diberi komentar. Beliau juga mengedit dan menerbitkan 56 buku bacaan keimanan bagi anak-anak di sekolah internasional Islam.

Perjalanan hidup dan semangat dakwahnya mendorong Dr Bilal Philips untuk mendirikan pusat studi Islam di berbagai negara, antara lain Departemen Studi Islam di Preston University Uni Emirat Arab, Akademi Studi Islam di Qatar, Departemen Studi Islam berbahasa Inggris di Knowledge International University di Arab Saudi, College of Da’wah and Islamic Culture di Sudan, serta Preston International College di India.

Konvergensi teknologi di era digital saat ini juga beliau manfaatkan sebagai sarana dakwah untuk menjangkau masyarakat secara global. Pada 2007, Dr Bilal Philips mendirikan Islamic Online University (IOU) sebagai institusi pertama yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan Islam strata satu secara online. Sampai hari ini, IOU telah memiliki lebih dari 150.000 mahasiswa yang berasal dari 219 negara, menjadikan IOU sebagai universitas nomor satu di dunia dalam keragaman mahasiswa.

Rabu, 02 September 2015

Mesir Selidiki Muazin yang Sindir Facebook dalam Azan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu".    (QS. Al Hujurat : 6) 

Ilustrasi - Adzan Subuh      (brilio.net)
(Mediaislamia.com) --- Kementerian Agama Mesir memerintahkan penyelidikan kepada seorang muazin setelah menerima keluhan dari warga provinsi Beheira di wilayah Delta Nil, terkait sindiran penggunaan Facebook dalam azan subuh pada akhir pekan lalu.

Dikutip dari Deutsche Welle, alih-alih mengucapkan, "Salat lebih baik ketimbang tidur" sebanyak dua kali pada azan subuh, sang muazin, Sheik Mahmoud Maghazi diduga mengucapkan "Salat lebih baik daripada Facebook."

Sontak, permasalahan ini menarik perhatian publik Mesir. Namun Manghazi membela diri atas tuduhan tersebut pada salah satu acara televisi yang populer di Mesir, bernama 10 PM.

Dalam acara itu, Maghazi membantah dia mengganti bagian azan dan mengaku tidak tahu apapun soal Facebook atau bagaimana penyebutan media sosial tersebut. Sebagai tanda protes terhadap para penuduhnya, Maghazi meluncurkan mogok makan. 
Pejabat kementerian, Sabri Ebada menyatakan bahwa insiden itu terjadi pada Sabtu (30/8) dan menegaskan bahwa muazin tersebut dapat diperkarakan. 

"Kasus ini akan dirujuk ke kejaksaan sesuai hukum," kata Ebada.

 Masjid di waktu subuh    (arsiparmansyah.wordpress.com)
Tuduhan Ikhawanul Muslimin

Maghazi menyatakan para penuduhnya adalah anggota kelompok terlarang Ikhwanul Muslimin. Maghazi menuduh kasus ini merupakan upaya untuk memberhentikannya dari manajemen masjid, karena Manghazi kerap tidak memperbolehkan aksi protes dan kelas Islam tanpa izin di masjid itu. 

"Saya melarang kelompok manapun menggunakan masjid untuk mengadakan kelas tanpa memiliki izin," katanya.

Masjid-masjid di Mesir diawasi oleh pemerintah, sebagai bagian dari upaya memberangus anggota Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya, pasca penggulingan mantan presiden Mohammed Mursi oleh militer pada 2013. 

Sejak itu, Ikhwanul ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh otoritas Mesir. Sebagian besar pemimpin Ikhwanul Muslimin kini di penjara, atau tinggal di pengasingan. Mursi sendiri kini menghadapi hukuman mati.

Senin, 31 Agustus 2015

Empat Alasan MLM Haram Hukumnya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ
"Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya".    (QS. Al Baqarah : 279) 

Ilustrasi - Stop Riba Haram       (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Berjualan dengan sistem Multi Level Marketing (MLM) punya tawaran menggiurkan. Mulai dari bonus, potongan harga barang, hingga hadiah-hadiah lainnya. Pantas saja, anggota MLM sangat militan dalam memasarkan produk-produknya. Namun, bagaimanakah tinjauan hukum fiqhnya dengan model jual beli demikian?

Dr Husain Syahrani dalam disertasi doktoralnya di Universitas Islam Al-Imam Ibnu Suud Arab Saudi berjudul Al-Taswiq al-Tijari wa Ahkamuhu fi al-Fiqh al-Islami mengkaji betul bagaimana tinjauan MLM dari ranah syariatnya.

Ia mendefenisikan MLM dengan sistem penjualan langsung, di mana barang dipasarkan langsung dari produsen ke konsumen. Para konsumen yang sekaligus memasarkan barang mendapat imbalan bonus. Bonus tersebut diambil dari keuntungan setiap pembeli yang dikenalkan oleh pembeli pertama berdasarkan ketentuan yang diatur.

Dr Husain Syahrani menyebut setidaknya ada empat kategori yang menjadikan sistem MLM dihukum haram.

Pertama, mengandung unsur riba fadl dan nasi'ah. Setiap anggota menyerahkan uang dalam jumlah kecil untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang lebih besar. Ini berarti uang ditukar dengan uang dengan nominal yang tidak sama dan tidak tunai.

Sementara itu, status barang/produk yang dijual perusahaan kepada konsumen sebatas kedok saja. Dalam MLM, barang bukanlah tujuan orang yang ikut dalam jaringan tersebut.

Ikustrasi bagan MLM        (bali-proweb.com)
Jadi walaupun barangnya halal, baik, dan produk-produk Islami tidak akan mengubah hukum jual beli MLM menjadi halal. Maka apa pun jenis produk yang dipasarkan dengan sistem MLM, sekalipun produknya adalah barang-barang yang Islami, seperti kaset-kaset DVD Islami, obat-obatan, hingga jasa perjalanan umrah, bisa jatuh pada keharaman.

Kedua, adanya unsur garar (spekulasi). Setiap yang ikut dalam jaringan MLM tidak tahu apakah akan berhasil merekrut anggota (downline) dalam jumlah yang diinginkan atau tidak.

Sekalipun MLM terus beroperasi, pada suatu saat pasti akan terhenti. Maka pada saat ia bergabung ke dalam jaringan ia tidak tahu, apakah dia berada pada tingkat atas sehingga dia akan beruntung ataukah dia akan berada pada tingkat bawah sehingga dia akan rugi.

Ketiga, adanya unsur memakan harta manusia dengan cara yang batil. Karena yang mendapat keuntungan dari sistem ini hanyalah perusahaan MLM dan sejumlah kecil anggota yang ada di level atas.

Perusahaan MLM sudah pasti mendapatkan keuntungan karena produknya terus dijual dengan sistem berantai. Keuntungan pun semakin berlipat karena harga jual produknya berkali-kali lipat.

Sejumlah kecil anggotanya (upline) juga mendapat keuntungan atau bonus sebagai imbalan dari memasarkan produk. Bonus tersebut diambil dari keuntungan setiap pembeli yang dikenalkan oleh pembeli pertama berdasarkan ketentuan yang diatur.

Keempat atau terakhir, adanya unsur penipuan, menyembunyikan cacat, dan pembohongan publik.

Anggota MLM dalam memasarkan produknya mengatakan seolah-olah penjualan produk. Padahal, inti yang sebenarnya adalah menjanjikan bonus yang sangat besar jika masuk sebagai anggota. Kenyataannya, bonus yang dijanjikan itupun jarang diperoleh setiap anggota.

Inilah alasannya Dr Husain Syahrani mengatakan, tak ada satupun ulama yang sepakat membolehkan sistem ini jika mengkaji betul model jual belinya.

Ia juga mengatakan, MLM diharamkan bukan karena produknya, melainkan karena sistem pemasarannya.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :