"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar". (QS. An Nisa : 9)
Asean Community 2015 (polibatam.ac.id)
(Mediaislamia.com) --- Setelah sekian lama, akhirnya tiba realisasi dari program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Banyak pihak yang pro dan kontra terhadap hal ini, namun yang pasti dinantikan adalah makin banyak lapangan kerja yang terbuka, bukan hanya di Indonesia, tapi warga Indonesia dapat bekerja di negara lain yang tergabung dalam ASEAN.
Namun keuntungan ini terdapat celah yang cukup bisa dikatakan merugikan di Indonesia. Melalui ini orang-orang pintar atau disebut juga skill worker, mempunyai potensi meninggalkan Indonesia untuk bekerja di negara lain karena dianggap diberi gaji yang lebih besar. Gejala orang-orang pintar yang berpindah negara ini disebut dengan ‘Brain Drain’.
Di studi terbaru dikatakan bahwa di beberapa negara, fenomena ini sudah terjadi namun dengan masuknya MEA, kesempatan untuk Brain Drain semakin besar dan bisa menyebabkan perkembangan ekonomi yang terhambat, karena di negara berpotensial pekerjanya yang tersisa justru yang kurang dalam segi pendidikannya.
Indonesia Perlu orang pintar (mabesdenny.com)
Ibrahim al Muattaqi dari ASEAN Studies pada talk show di Hotel Aryaduta mengatakan, ”Indonesia dinilai masih kurang dari segi SDM yang berpendidikan tinggi, Thailand sendiri sudah mempersiapkan pekerjanya yang akan bekerja di Indonesia untuk belajar bahasa, sehingga pekerja yang mempunyai kualitas pendidikan rendah akan kalah dalam persaingan.”
Di riset yang dilakukan pada 2007, 51 persen responden di Indonesia mengatakan ASEAN tidak membuat perbedaan dalam kehidupan mereka sehari-hari, dan hal ini menjadi indikator bahwa Indonesia mengalami kurangnya SDM yang berkualitas. Sedangkan orang-orang berkualitas atau berpendidikan tinggi lebih memilih untuk bekerja di luar negeri karena mereka selalu menganggap ‘lebih dihargai’ dari segi gaji, apalagi dengan Komunitas ASEAN, makin memudahkan perpindahan warga negara Indonesia ke negara lain.
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa". (QS. Al Furqon : 74)
Pemda Shizuoka Jepang (m.tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Pemda perfektur Shizuoka Jepang, khususnya Dewan Pendidikannya, mengumpulkan dana 10 juta yen untuk pengiriman para murid SLTA terpilihnya ke Indonesia dan negara lain di Asia agar dapat meningkatkan kemampuan dan visa global mereka di bidang bisnis nantinya.
"Dewan Pendidikan perfektur Shizuoka telah menyiapkan dana 10 juta yen untuk pemagangan para murid SMA di Shizuoka dalam waktu mendatangh ini," ujar sumber Tribunnews.com siang ini, Senin (28/9/2015).
Proyek magang khususnya bagi Sekolah Tinggi Teknik (atau STM kalau di Indonesia), bagi para muridnya kini dipromoskikan guna memberikan pengalaman kerja di pabrik-pabrik di luar negeri dari perusahaan lokal setempat.
"Kita berharap dapat belajar bisnis yang dilakukan misalnya di Indonesia dengan anggaran tambahan ini. Hal ini jelas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia para anak muda Jepang saat ini menjadi manusia global di tengah tekanan dan persaingan hidup yang semakin ketat saat ini," katanya.
Lembaga Pendidikan di Jepang (jin.co.id)
Sebanyak 45 orang siswa SMA antara Oktober sampai dengan Desember mendatang akan ke luar Jepang ke berbagai negara termasuk ke Indonesia untuk magang di negara masing-masing.
Mereka akan mempelajari bisnis dan filosofi perusahaan masing-masing pada saat jaman internasionalisasi saat ini, bagaimana para perusahaan mengantisipasi situasi dan keadaan yang ada di negara masing-masing.
Olehkarena itu pemda Shizuoka telah melakukan kerjasama dengan banyak perusahaan Jepang yang ada di berbagai negara termasuk yang ada di Indonesia.
Sebanyak 437 perusahaan Jepang yang berkantor di Cina,Thailand, dan di Indonesia akan berpartisipasi dalam program magang pelajar SMA Shizuoka tersebut.
"Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya".(QS. Yusuf : 2)
Aktifis Mesir Ahmad Sayyid Rodli (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Ahmad Sayyid Rodli aktifis pendidikan dari Yayasan Ebdaa Mesir mengajak umat Islam untuk senang belajar Bahasa Arab.
Hal ini disampaikan Ahmad dihadapan ratusan jama’ah Tabligh Akbar yang digagas Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di Masjid Taqwa Komplek Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Ahad, (13/9).
“Betapa pentingnya mempelajari Bahasa Arab bagi orang mukmin, tidak di ragukan lagi bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang wajib dipelajari bagi setiap Muslim, bahasa terindah sebagaimana firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya kami menurunkan Al Quran dengan Bahasa Arab, agar kamu dapat memahaminya,” ujarnya mengutip Qs. Yusuf ayat 2.
Lebih lanjut ia memaparkan enam poin penting mempelajari Bahasa Arab antara lain :
Pertama, tidak ada dalam suatu tempat pun di dunia ini kecuali terdapat Bahasa Arab.
“Tidak ada bahasa yang mampu untuk menyampaikan wahyu kecuali Bahasa Arab, karenanya Allah menurunkan bilisanin arabiyin mubin dengan Bahasa Arab yang sangat jelas,” tegasnya.
Contoh untuk kata singa dalam Bahasa Arab mempunyai beberapa nama dan setiap nama memiliki makna.
“Dalam bahasa Arab, Al-asad adalah kata umum untuk mengartikan singa, namun bisa disebut ustaamah apabila si singa sedang tenang tetapi ia berhati-hati atau berwaspada. Apabila singa dalam masa penyerangan maka orang Arab menyebutnya ghodhonfaar, ini bukti keistimewaan bahasa Arab,” paparnya.
Kedua, Bahasa Arab adalah kunci atau pembuka bagi seorang Muslim untuk memahami Al Quran dan As Sunnah, karenanya tidak mungkin seseorang memahami atau pemahamanya akan benar kecuali bila ia paham Bahasa Arab.
Suasana Tabligh Akbar di Lampung (mirajnews.com)
“Belajarlah Bahasa Arab karena sesungguhnya Bahsa Arab adalah sebagian dari agamamu,” ujarnya mengutip Atsar Umar.
Ketiga, dengan Bahasa Arab maka kita bisa menegakkan hujjah kepada manusia. Kelak Nabi Muhammad beserta umatnya akan bersaksi dihadapan Allah untuk membela Nabi-Nabi terdahulu.
Keempat, Bahasa Arab adalah sumber kekuatan bagi umat Islam karena Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran dan hadis, dan ia adalah tanda atau identitas dari umat Islam.
“Karena itu sudah sepantasnya kita sebagai umat Islam bisa berbahasa Arab dan memiliki keinginan tinggi dalam mempelajarinya,” ujar aktifis yang masih aktif kuliah di Jurusan Kimia Universitas Elminia Mesir ini.
Kelima, tidak ada jalan untuk menyatukan umat Islam kecuali apabila orang-orang a’jam (bukan Arab) juga orang orang Arab belajar Bahsa Arab, dan umat Islam tidak akan bersatu kecuali kembali kepada Al Quran dan Sunah yang menggunakan Bahasa Arab.
“Kita tidak mungkin bersatu kecuali dengan Al Quran dan Sunnah. Juga tidak mungkin bisa memahaminya kecuali dengan Bahasa Arab.
Keenam, orang-orang selain orang Arab lebih berpegang teguh kepada Al Quran dan Sunnah. “Dalam waktu sebentar saya telah menyaksikan kalian di Muhajirun ini telah mencintai Al Quran , syi’ar-syi’ar Islam dan Sunnah, kalian lebih berakhlakul karimah dari pada orang-orang Arab dan saya juga menyaksikan dalam diri kalian tidak ada kekurangan kecuali satu yaitu belum menguasai Bahasa Arab,” ujarnya.
“Saya mengatakan seperti ini karena sejarah membuktikan, sebab Sunnah Nabi yang telah sampai kepada kita ada enam (6) kitab. Yaitu Bukhori, Muslim, Tirmidzi, Abu daud, Nasa’i, dan Ibnu Majah mereka bukan orang arab tetapi belajar Bahasa Arab sehingga mereka bisa mengkhidmatkan diri dan waktunya untuk agama,” tambahnya.
Dia berharap dari Indonesia khususnya warga Muhajirun ini dapat berbahasa Arab, sehingga dari dusun ini akan muncul imam-imam seperti Imam Bukhori, Muslim dan lainnya.
مَنْ عَلِمَ وَعَمِلَ وَعَلَّمَ ، فَذلِكَ الَّذِى يُدْعَى فِى مَلَكُوتِ السَّموَاتِ عَظِيمًا عيسى عليه السىلام
"Barangsiapa menjadi orang alim, beramal dan mengajar, maka ia dipanggil (digelari) di alam langit seorang besar". (Nabi ‘Isa as)
Guru dan sfat lakukan mogok di Gaza (arab48.com)
(Mediaislamia.com) --- Sebanyak 200.000 siswa sekolah di Jalur Gaza batal memulai semester baru setelah para guru dan staf sekolah melakukan pemogokan, Senin (24/8/2015).
Beberapa ribu guru, asisten guru, dan staf administrasi sekolah di wilayah Palestina itu menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor badan PBB urusan pengungsi Palestina, UNRWA.
Serikat pekerja staf UNRWA di Jalur Gaza, wilayah Palestina yang menderita akibat tiga perang dalam enam tahun, blokade Israel, serta krisis ekonomi, melakukan protes karena sejumlah staf terancam kehilangan pekerjaan karena minimnya anggaran.
Menurut catatan PBB, dari 1,8 penduduk Jalur Gaza, sekitar 1,26 juta orang berstatus pengungsi. UNRWA menangani berbagai hajat para pengungsi, termasuk pendidikan untuk 225.000 anak-anak usia sekolah.
Namun, setelah puluhan sekolah hancur akibat perang antara Hamas dan Israel, kondisi anak-anak sekolah di wilayah itu semakin sulit.
Sekolahan yang hancur di Gaza (palinfo.com)
Masalah bertambah pelik ketika UNRWA, yang mendapatkan anggaran dari iuran anggota PBB, selama beberapa tahun ini terus mengalami penurunan dana.
UNRWA telah memunculkan wacana untuk menunda awal tahun ajaran baru dan merumahkan sementara sejumlah stafnya selama setahun karena kurangnya kontribusi dari donor internasional.
Bantuan finansial terbaru membuat UNRWA membatalkan rencana penundaan tahun ajaran baru.
Namun, para staf organisasi tersebut menuntut UNRWA juga membatalkan rencana untuk merumahkan mereka.
”Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui". (QS. Al 'Alaq : 1-5)
KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, MA (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Pembina Utama Pondok Pesantren (Ponpes) Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Imaamul Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur, MA mengajak masyarakat untuk memperhatikan tiga unsur yang dapat berperan dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.
Menurutnya, orang tua, guru, dan lingkungan merupakan ketiga unsur yang berkaitan dengan kesuksesan pendidikan santri atau peserta didik.
“jika ketiganya tidak mendukung, akan ke mana anak kita yang diharapkan bisa membahagiakan kita di masa depan yakni akhirat kelak, “ ujarnya di hadapan ratusan wali santri saat acara sosialisasi peraturan dan ketertiban santri di Masjid At-Taqwa Komplek Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Sabtu (22/8).
Pembina Utama Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud Online itu juga mengingatkan para orang tua, bahwa anak dihadirkan oleh Allah sebagai empat fungsi.
“Yang pertama anak sebagai musuh, kedua sebagai cobaan, ketiga sebagai perhiasaan, lalu yang keempat sebagai Qurrota A’yun yang ketika dekat menyenangkan, ketika jauh menenteramkan,“ ujarnya.
Lebih lanjut Yakhsyallah juga memaparkan bagaimana menjadikan anak sebagai Qurrota A’yun penyejuk mata bagi kedua orang tuanya.
“Caranya jangan sampai anak kita lemah dalam empat hal yakni, lemah di bidang ilmu pengetahuan atau sains, lemah bidang fisik artinya asupan makanan yang bergizi menjadi tanggung jawab orang tua, lalu lemah di bidang akidah dan lemah di bidang harta,“ paparnya.
Yakhsyallah juga berpesan agar orang tua memberikan tiga hak kepada anaknya sehingga sang anak bisa menjalankan kewajibannya secara benar, yakni mencarikan ibu yang baik, memberi nama yang baik, dan mengajarkan agama atau Al-Qur’an.
Sementara, Ustadz Amin Najib, Amir Majelis Pengasuhan Santri (MPS) Ponpes Al-Fatah Muhajirun Lampung pada kesempatan yang sama berharap kerjasama yang baik antar guru dan wali santri.
“Mari kita saling berupaya mensukseskan keberhasilan anak-anak, menciptkan suasana yang kondusif untuk mencetak generasi Islam yang lebih baik,“ katanya.
Dia juga menekankan sosialisasi peraturan dan tata tertib tersebut diadakan agar wali santri mengetahuinya dan tidak menimbulkan salah persepsi terhadap peraturan yang ditegakkan untuk mendidik para santri.
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka”. (QS. Al An’am : 151).
Malala Yousafzai (unmultimedia.org)
(Mediaislamia.com) --- Malala Yousafzai, aktivis remaja asal Afghanistan, merayakan ulang tahunnya yang ke-18, Minggu (12/7/2015). Penerima Nobel Perdamaian tahun 2014 ini merayakan ulang tahunnya di dekat perbatasan Suriah bersama para pengungsi yang menjadi korban perang saudara.
Dilansir dari laman AFP, Senin (13/7/2015), Malala membuka sebuah sekolah di Bekaa Valley, Lebanon, tidak jauh dari perbatasan dengan Suriah. Sekolah itu menjadi tempat belajar lebih dari 200 siswi yang merupakan pengungsi Suriah yang tergusur dari tanah kelahirannya.
Sekolah Khusus Perempuan Malala Yousafzai itu tidak hanya akan memberikan pengajaran, tapi juga pelatihan keterampilan untuk siswi berusia 14 hingga 18 tahun.
"Saya merasa terhormat bisa menandai ulang tahun ke-18 bersama anak-anak perempuan Suriah yang berani dan menginspirasi," kata Malala dalam sebuah pernyataan. "Saya di sini atas nama 28 juta anak-anak yang tidak bisa hadir di kelas karena konflik bersenjata."
Malala membuka sekolah perempuan (pbs.org)
Malala menuturkan, keberanian dan dedikasi para anak-anak perempuan Suriah yang tetap berusaha sekolah dalam kondisi yang sulit menjadi inspirasi dunia. Karena itu dunia berkewajiban membela dan mendukung mereka yang kini hidup serba kekurangan sebagai pengungsi.
"Hari ini saya punya pesan untuk para pemimpun di negara ini (Suriah), kawasan ini dan dunia. Kalian telah mengecewakan masyarakat Suriah, khususnya anak-anak. Ini merupakan tragedi yang menyakitkan--krisis pengungsi paling buruk di dunia dalam beberapa dekade terakhir," ujar Malala.
Dalam kesempatan itu, Malala juga sempat bertemu Perdana Menteri Lebanon Tammam Salam di kediamannya di Beirut. Saat itu Malala didampingi ayahnya dan Noura Jumblatt, petinggi Yayasan Kayany sebagai pihak yang mengundang Malala.
Malala dan keluarga (communitytable.parade,com)
Malala juga mengungkapkan alasan kedatangannya menemui pengungsi Suriah. "Anak-anak Suriah yang paling menderita, menjadi pengungsi lebih dari empat tahun dan kekurangan pendidikan," ucap gadis yang pernah ditembak Taliban karena mempertahankan hak perempuan untuk sekolah.
"Hal paling buruk adalah komunitas internasional dan pemimpin dunia tidak memperhatikan. Dan yang membuat saya datang ke sini untuk merayakan ulang tahun saya adalah agar bisa mengatakan kepada pemimpin dunia: Kalian harus fokus mengatasi masalah ini dan harus berinvestasi menyelesaikan ini. Kalau tidak, satu generasi akan hilang," tuturnya.
Saat ini, Lebanon menampung lebih dari 1,2 juta pengungsi asal Suriah. Angka ini kemungkinan masih bisa lebih tinggi mengingat masih banyak pengungsi yang belum terdaftar.
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)
Daniel Cabrera (nypost.com)
(Mediaislamia.com) --- Bagi anak-anak Indonesia yang masih malas belajar, cerita dari Manila, Filipina ini bisa jadi inspirasi untuk lebih semangat belajar.
Belakangan di dunia maya beredar sebuah foto seorang anak kecil, seumuran bocah SD yang tengah mengerjakan PR nya di sudut perempatan Jalan, dibawah penerangan lampu gerai McDonalds dekat perempatan jalan tersebut.
Foto itu, yang diambil oleh mahasiswa kedokteran Joyce Torrefranca dan diunggah di Facebook dengan cepat menjadi viral. Menurut Joyce, bocah bernama Daniel Cabrera itu memiliki kisah hidup yang tragis. Ayah Daniel meninggal dalam kebakaran yang menghanguskan rumahnya. Setelah itu, Daniel terpaksa mengemis bersama sang ibu.
Rosalina Detuya guru Daniel (sunstar.com.ph)
‘Sebagai pelajar, dia memberi aku inspirasi untuk bekerja lebih keras. aku beruntung orang tua aku mampu mengirim aku ke sekolah. Aku jarang pergi ke ke kafe untuk belajar, tetapi anak ini telah membuat hati ku tertusuk.’ tulis Joyce.
Daniel sendiri menurut sang guru, Rosalina Detuya merupakan murid yang pintar, dan selalu menjawab dalam diskusi. " Dia benar-benar berpartisipasi dan murid cerdas.’
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا وَبَسِّرُواوَلاَتُنَفِّرُوا اخرجه البخاري في كتاب العلم
Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW ”mudahkanlah dan jangan kamu persulit. Gembirakanlah dan jangan kamu membuat lari”. (HR. Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhori al-Ju’fi)
Ilustrasi - Taman Kanak-Kanak (tkalihsan.wordpress.com)
(Mediaislamia.com) --- Raudlatul Athfal (RA) merupakan satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal bagi anak berusia 4-6 tahun di bawah binaan Kementerian Agama RI. Banyak lembaga Raudlatul Athfal yang akreditasinya pada posisi kadaluarsa. Sementara Kementerian Agama belum memberikan perhatian pada kualitas Raudlatul Athfal dalam pemenuhan Standar Nasional Pendidikan anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus di 8 wilayah saran Balai Litbang Agama Jakarta, yaitu: di propinsi Jawa Barat, propinsi Banten, Propinsi Sumatera Selatan,Propinsi Jambi, Propinsi Sumut, Propinsi Riau, propinsi Sumatera Barat, dan propinsi Nangro Aceh Darusalam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu RA dalam perspektif PAUD, untuk mengetahui upaya Kemenag dan Penyelenggara RA untuk memenuhi standar Nasional PAUD, dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam rangka pemenuhan standar nasional PAUD.
Temuan Penelitian dan Rekomendasi
1. Semua lembaga RA yang menjadi sasaran penelitian (di 8 propinsi), secara legalitas formal sudah memiliki izin operasional dari Kemenertian agama setiap 2 tahun sekali. Namun banyak lembaga RA yang tidak memperpanjang izin operasional tersebut. Hal ini selain merepotkan secara administrasi juga dimintai uang administrasi yang bervariasi antara Rp. 150.000 – Rp. 300.000 Di lingkungan Raudlatul Athfalkategorisasi RA Unggulan, Pembina, inti dan regular, hal ini perting pengelompokkan tersebut untuk lebih terarah pada kualitas mutu RA yang baik dan yang kurang baik sehingga lebih focus untuk melakukan pembinaan.
2. Masih banyak lembaga RA yang belum memenuhi standar minimal pada tenaga pendidik, terutama yang pemenuhan kualifikasi latarbelakang pendidikan yang bukan dari jurusan Pendidikan Anak Usia Dini atau sejenisnya.
3. Demikian juga pada standar tenaga kependidikan masih banyak yang merangkap dari tenaga pendidik dan atau kepala RA
4. Masih banyak lembaga RA yang belum memenuhi standar minimal sarana dan prasaran.
5. Kurikulum yang di kembangkan di RA, selain mengacu pada kurikulum Kemendikbud dan Kementerian Agama, juga mengembangkan kurikulum sendiri terutama yang berkaitan dengan pembiasaan seperti pembiasaan melafalkan doa, tahfidz, mengucap kalimat Toyyibah dan praktek salat.
6. Kualitas mutu keelembagaan RA, berdasarkan akreditasi masih banyak yang belum terakreditasi, bahkan yang sudah terakreditasi pun banyak yang sudah kedeluarsa. Hal ini baik Kementerian Agama maupun Badan Aktedirasi Propinsi selama 3 tahun terakhir tidak melaksanakan akreditasi bagi Raudlatul Athfal.
7. Upaya yang dilakukan kelembagaan RA untuk meningkatkan kualitas mutu yaitu antara lain: hamper semua guru yang ada di masing-masing RA berpaya meningkatkan pengetahuan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan sesuai bidang ke-PAUD-an. Upaya lain yang dilakukan, adalah melakukan pertemuan secara rutin dalam organisasi Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA)
8. Faktor pendukung antar lain: lembaga RA berbenah diri untuk meningkatkan kualitas mutu RA baik dari tenaga sumberdaya manusia, pengelolaan, maupun pelaksanaan proses pembelajaran. Faktor pendukung lain adanya perhatian dari Kemenag berkaitan dengan kesejahteraan guru berupa tunjangan fungsional dan tunjangan sertifikasi secara rutin, dan hanya sedikit sekali bantuan yang diberikan berupa sarana fisik bagi lembaga RA.
9. Faktor penghambat, kurangnya perhatiah Kemenag pada kualitas mutu RA berupa penilaian akreditasi, sehingga kurang control baik bagi Kemenag maupun bagi lembaga RA selaku pelaksana pendidikan.
Rekomendasi
1. Kementerian Agama selaku pembuat kebijakan, hendaklah melakukan bembinaan secara kontinyu kepada lembaga RA sehingga dapat mengklasifikasikan RA sangat baik, RA baik, dan RA kurang baik.
2. Bagi Kemenag yang memberikan pembinaan kepada lembaga RA dalam bentuk bantuan fisik berupa rehab dan pembuatan gedung baru atau sejenisnya, hendaklah diseleksi melalui seleksi yang ketat dan dipublikasikan sehingga memberikan motivasi dan inovasi bagi lembaga RA untuk mengakses lebih baik
3. Bagi RA untuk menjaga kualitas mutu, hendaklah selalu mengacu pada standar nasional pendidikan anak usia dini.
Oleh: Tim Penelitian dan Pengembangan Kementrian Agama RI
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Ali Imran : 191)
Universitas Suez Canal (kseunpad.weebly.com)
(Mediaislamia.com) --- Dalam waktu dekat ini jurusan Bahasa Indonesia akan segera dibuka di Universitas Suez Canal Ismailia, Mesir. Adanya jurusan baru di universitas tersebut karena penyelenggaraan kursus bahasa Indonesia menarik minat sekitar 2.100 warga negara Mesir.
Kabar baik ini disampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Mesir melalui Atase Pendidikan, bahwa jurusan Bahasa Indonesia akan segera dibuka di Universitas Suez Canal Ismailia, Mesir. Ini menunjukan popularitas Bahasa Indonesia di dunia internasional semakin berkembang pesat.
Universitas Suez Canal Ismailia, Mesir, akan membuka progam studi baru yaitu Fakultas Alsun atau Fakultas Bahasa dan Terjemahan pada tahun akademik 2015/2016. Bahasa Indonesia akan menjadi salah satu dari 16 jurusan bahasa asing yang akan didirikan dalam fakultas tersebut.
Dalam surat yang dikirimkan oleh KBRI di Mesir, Nomor B-00326/CAIRO/150623, per 21 juni 2015, kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, disebutkan bahwa pada pembukaan fakultas baru tersebut diharapkan Indonesia dapat berpartisipasi dalam mendirikan jurusan Bahasa Indonesia.
“Ini menjadi kesempatan dan waktu yang tepat untuk mengusulkan pendirian jurusan Bahasa Indonesia, mengingat prosesnya akan dilakukan dalam satu paket bersama pendirian Falkutas Alsun,” kata Direktur Pusat Bahasa dan Terjemahan Universitas Suez Canal Ismailia, Abdel Rahim Kurdi dalam penjelasan yang dituliskan oleh Atase Pendidikan KBRI di Kairo, Mesir Fahmy Lukman, sebagaimana dilansir laman Kemendiknas, Kamis (2/7/2015).
Dicari empat dosen
Dalam mempersiapkan jurusan Bahasa Indonesia, syarat utama yang harus dipersiapkan adalah mengirimkan minimal empat dosen tetap Bahasa Indonesia untuk menjadi pengajar inti sampai berhasil meluluskan satu angkatan strata satu (S1).
Selanjutnya mempersiapkan kurikulum lengkap dari semester pertama sampai dengan semester akhir, dan menyediakan fasilitas perpustakaan dan laboratorium bahasa untuk para mahasiswa.
Untuk mempersiapkan syarat utama tersebut, KBRI di Kairo akan bekerjasama dengan Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Universitas Padjajaran (Unpad), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
“Kami berharap adanya kontribusi dari institusi tersebut dalam mempersiapkan tenaga pendidik, perpustakaan dan sarana laboratorium demi terwujudnya berdirinya jurusan Bahasa Indonesia di Universitas dimaksud,” kata Fahmy Lukman.
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar". (QS. An Nisa : 9)
Wahyudin (news.fimadani.com)
(Mediaislamia.com) --- Namanya Wahyudin. Usianya baru 24 tahun. Saat ini ia sedang kuliah di magister ITB. Kisah hidupnya tak semulus seperti kebanyakan mahasiswa. Ia harus berjibaku dengan melakukan pekerjaan memulung untuk mengumpulkan uang sebagai biaya kuliah, hingga akhirnya kini berhasil berkuliah S2. Namun impiannya masih berlanjut untuk meneruskan pendidikan hingga S3.
Sejak usia 10 tahun atau saat masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar, Wahyudin sudah mulai memulung. Itu dilakukannya karena ia ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saya waktu kecil SD itu mikir, ‘aduh habis deh nih, kalau kakak-kakak enggak sekolah berarti saya enggak sekolah dong? Karena kan satu sumber keuangannya’. (Tapi) saya enggak mau terima nasib, saya harus keluar dari rantai kemiskinan,” ujar Wahyu, pada Jumat (19/6/2015) lansir Detik.
Bapak Wahyudin bekerja sebagai buruh tani sambil juga melakukan jasa ojek. Sedang ibunya juga bekerja sebagai buruh tani.
“Saya putusin jalan ke tetangga untuk mulung. SD kebutuhan makin besar saya tambah mulung dan gembala kambing, udah SMP tambah jualan gorengan, SMA tambah mulung, gembala kambing, mengajar les disambi on air jadi penyiar, jualan susu murni, dagang asongan di pinggir rel, semua ada 7 profesi di luar sekolah,” cerita Wahyu.
Meski banyak pekerjaan yang harus dilakukannya, Wahyudin tetap berprestasi di sekolah. Hingga kuliah ia mampu mencapai nilai yang bagus. “Sekolah tetap dapat ranking, di S1 juga IPK saya 3,85,” tuturnya.
Kemudian Wahyu pun kuliah sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka). Ia lulus dan diwisuda pada tahun 2013. Saat diwisuda itu, ia masih berprofesi sebagai pemulung.
Wahyudin saat mencari rongsok (tribunnews.com)
“Saya lulus dari Uhamka 2013 akhir, di situ saya memang sebelum lulus udah dapet beasiswa S2 duluan karena waktu itu diwawancara detikcom bulan Maret, belum lulus. Dari saya pribadi setelah muncul di detikcom itu saya banyak dikenal orang dan dari Kemendikbud datang ke rumah saya. Salah satu stafnya bilang, saya dapat beasiswa unggulan walau tanpa tes. Saya boleh kuliah di luar negeri, bebas pilih negara mana saja,” ungkapnya.
Namun dalam bayangan Wahyu saat itu, hanya ada satu tempat luar negeri pertama yang ingin diinjaknya yaitu kota Mekkah di Arab Saudi untuk beribadah. Karena itulah ia kemudian memutuskan untuk mengambil beasiswa di dalam negeri saja.
Setelah itu, Wahyu pun berkomunikasi dengan kementerian pendidikan, dan ia pun mendapat beasiswa di Program Magister of Bussiness Administration (MBA) ITB kampus Jakarta. Namun untuk masuk ke sana, ia harus lulus tes lebih dulu.
“Waktu saya mau ke ITB ada tes bahasa Inggris dan matematika nilainya 7,8. Toefl-nya harus 475 kalau tidak salah. Saya belum pernah tes karena orang tua sederhana, enggak pernah kursus bahasa Inggris sama sekali tiba-tiba mau S2 pelajarannya full English,” cerita lagi.
Namun ia tak menyerah begitu saja. Ia pun mulai belajar bahasa Inggris bersama temannya. Bukan itu saja, ia pun mulai mempraktekkan bahasa Inggrs dengan mencoba berbincang dengan bule yang ada di Jakarta.
Setelah itu, ia pun lulus dan sukses masuk sebagai mahasiswa magister ITB. Saat di S2 ITB itu ia tak langsung membuka identitasnya sebagai pemulung.
“Ketika S2 ini pun prosesnya hampir sama, saya menyamar, saya sembunyikan identitas pemulung saya. Saya pakai baju bagus dibeliin kakak angkat saya, kak Muhammad Habsyi. Pas semester 2 baru mereka tahu saya pemulung dan mereka semua pada kaget,” cerita Wahyu.
“Saya terbiasa dari kecil itu walau pun saya miskin, saya gembel, saya enggak mau orang-orang itu ngerendahin saya. Saya selalu menyembunyikan identitas saya, kalau saya sedih saya simpan sendiri kalau bahagia saya share ke orang-orang,” tuturnya.
Wahyudin diundang TV Swasta (youtube.com)
Wahyudin pun melanjutkan ceritanya. ia selalu menyembunyikan kartu tagihan SPP sampai S1 dari orang tua kandungnya. itu dilakukannya agar orangtuanya tidak tahu kalau biaya kuliah itu mahal. Sebab biaya kuliah per semester yang harus ditanggungnya adalah Rp 5.250.000.
“Kalau kartu bayaran itu engga boleh kasih tahu orang tua, harus taruh di bawah bantal sendiri, bayaran saya harus pusing sendiri, nangis sendiri, laporan ke guru BP izin setiap semester itu sudah biasa waktu kuliah di Uhamka. Tapi kalau saya dapat ranking, juara, terpilih jadi pemuda pelopor kota Bekasi itu saya share saya kasih tau Emak. ‘Saya ranking loh, saya dapat juara ini loh Mak’,” tambahnya.
Nah, dari niat untukmembahagiakan orang tuanya, itu kini Wahyu sudah hampir tuntas untuk menyelesaikan kuliah magister di ITB. Saat ini pun ia masih ingat bagaimana perjuangannya dulu untuk bisa bersekolah. Ia biasa bangun pukul pukul 01.00 WIB dan mulai memulung sampai waktu subuh tiba. Setelah itu, usai mandi dan siap berskeolah, ia bawa gorengan untuk dijual dengan dititipkan di pos satpam. Sepulang sekolah, ia beristirahat sebentar. Setelah itu ia pun kembali memulung sampai pukul 22.00 atau 23.00 WIB. Sering juga Wahyu tidur hanya 2-3 jam tiap harinya. Karena kelelahana, tak jarang ia juga tertidur di tumpukan karung hasil memulung.
“Setiap ke sekolah saya bawa balsam atau minyak kayu putih. Saya oleskan dekat mata supaya panas dan tidak mengantuk. Saya tidak mau ketinggalan pelajaran hanya karena tertidur. Saksinya adalah teman-teman SMA dan kebiasaan itu terus sampai saya kuliah S1,” cerita Wahyu.
Nah, pada akhir tahun 2013, boleh dikata kariernya sebagai pemulung hampir berakhir. Sebab ia mendapat modal sebesar Rp 4 juta dari seorang WNI di Australia yang kemudian digunakannya untuk usaha ternak entok.
Namun Wahyudin tak ingin berhenti belajar. “Setelah S2 saya mau ambil S3 gelar PhD ke luar negeri,” ujar Wahyu singkat.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal". (QS. Ali Imran : 190)
Unimed buka UMB-PT (hasilun2015.com)
(Mediaislamia.com) --- Universitas Negeri Medan (Unimed) untuk ketiga kalinya membuka pendaftaran calon mahasiswa baru tahun ajaran 2015. Kali ini, tes masuk ke Unimed dilakukan dengan sistem Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT) yang dibuka secara online 24 Jam, dari 8 Juni sampai dengan 31 Juli di Jalan Willem Iskandar, Pasar V, Medan Estate.
"Seperti tahun sebelumnya, kita kembali membuka calon mahasiswa dengan jalur UMB-PT yang akan digelar beberapa hari lagi di kampus kita ini. Pendaftaran kita lakukan secara online dan dapat dilihat pada laman http://penerimaan.spmb.or.id," terang Rektor Unimed, Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si selaku penanggungjawab dari penyusunan panitia UMB-PT, Sabtu (6/6/2015).
Bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti ujian masuk, kata Rektor, semestinya lulus dari satuan pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK, ujian persamaan, tahun 2015,2014 dan 2013. UntuK lulusan tahun 2013 dan 2014, harus memiliki ijazah dari sekolahnya. Sedangkan yang lulusan tahun 2015, sekurang-kurangnya telah memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).
Mengenai caranya, Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd, selaku ketua Panitia sekaligus wakil Rektor I, mengatakan, calon mahasiswa baru, terlebih dahulu harus melakukan registrasi pendaftaran melalui [http://penerimaan.spmb.or.I'd]http://penerimaan.spmb.or.I'd untuk log-in menuntaskan pendaftaran.
Universitas Negeri Medan (lumbungpos.com)
Setelah registrasi pendaftaran, selanjutnya calon mahasiswa diwajibkan melakukan pembayaran melalui Bank BNI/ATM BNI/SMS Banking BNI. Setelah berhasil melakukan pembayaran, log-in kembali kelaman tersebut guna mencetak Kartu Tanda Peserta yang harus dibawa saat ujian tulis dan uji ketrampilan.
"Pembayaran dilakukan pada Bank BNI seluru Indonesia. Untuk biaya pendaftara IPA/IPS sebesar Rp 250.000 untuk 2 pilihan jurusan. IPC, Rp 300.000 untuk 3 pilihan jurusan. IPA/IPS dan IPC dengan pengambilan 5 pilihan Jurusan, mencapai Rp 325.000 dan 350.000. Yang mencapai 7 pilihan jurusan untuk IPA/IPS dan IPC, biaya pendaftaraan, Rp 450.000 dan 500.000," pungkasnya.
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". (QS Al-Ahzab : 59)
Shaanxi Normal University (china.org.cn)
(Mediaislamia.com) --- Shaanxi Normal University di Xian, kota dengan populasi Muslim terbesar, dikabarkan memerintahkan sembilan Muslimah melepas hijab dan mengeluarkan larangan berhijab bagi semua Muslimah yang menuntut ilmu.
Global Times melaporkan sejumlah mahasiswa juga dituduh menggelar khotbah ilegal, dan tertangkap membaca Alquran di kantin universitas.
"Kami menerima kebiasaan mereka, tapi dasar kebijakan kami adalah tidak memungkinkan mahasiswa terlihat kegiatan keagamaan," ujar Li Chengzi, pejabat universitas, dalam tanya-jawab di situs Zhihu.com.
Muslimah China Berhijab (travel.detik.com)
Chengzi membantah pihak universitas memerintahkan mahasiswi melepas hijab, tapi salah satu mahasiswi -- dalam wawanara dengan Global Times -- menceritakan secara rinci bagaimana pihak universitas memerintahkan mereka melepas atribut keislaman mereka.
"Larangan berhijab menyebar ke semua kalangan Muslimah dari berbagai etnis; Uighur, Kazakh, dan Hui," ujar seorang mahasiswi.
"Pihak universitas mengatakan larangan itu berasal dari kementerian pendidikan," lanjutnya.
Xian adalah rumah bagi 500 ribu Muslim Hui. Mereka tinggal di jalan-jalan sempit di sekeliling Masjid Agung tertua di kota itu. Selain Muslim Hui, Xian juga dihuni Muslim Kazakh dan Uighur.
"Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)". (QS. Ali Imran : 137)
Widi Kusnadi (tengah bertopi) [mirajmews.com]
(Mediaislamia.com) --- Renungan perjalanan wartawan MINA dalam misi kemanusiaan untuk korban Gempa di Kathmandu, ibukota Nepal.
Siang itu, udara sangat panas di Kathmandu, ibukota Nepal. Seharian aku berkendara dengan mobil sewaan yang cukup bagus untuk ukuran di Nepal, namun tidak ada fasilitas AC di mobil itu. Ketika sampai di sebuah jalan protokol, Kantipathi Road, aku berinisiatif keluar mobil untuk mengambil foto keramaian warga dan situasi kota yang baru dilanda gempa hebat ini.
Sudah lebih dari lima menit berdiri di tepi jalan, belum ada kesempatan bagiku menyeberang, aku sudah berkali-kali memberi tanda kepada para pengendara motor dan mobil, memberi isyarat, bahwa aku hendak menyeberang jalan bersama beberapa warga lain.
Namun mobil dan motor tidak memberi kesempatan untuk menyeberang. Mereka tetap memacu mobil dan motornya dengan kencang. Aku mulai merenung, apa yang salah dengan diriku ?
Atau mungkin mereka tidak memahami tanda yang aku berikan sehingga tidak memberiku kesempatan untuk menyeberang jalan ?
Lalu aku ingat Allah dan beristighfar. Tiba-tiba saja setelah aku beristighfar, alhamdulillah terjadi keajaiban. Semua motor dan mobil berhenti, seolah dengan penuh hormat mempersilahkan aku untuk menyeberang. Aku pun melangkahkan kaki menyeberang jalan protokol itu. Kurenungkan, ternyata benar, doa musafir segera dikabulkan.
Namun, sesudah aku sampai di seberang jalan, semua mobil dan motor masih berhenti seolah masih menunggu orang lain yang akan menyeberang. Aku pun penasaran dan melihat ke sekeliling, tapi tak kulihat ada orang lagi yang akan menyeberang.
Aku terus melihat ke sekeliling. Ternyata beberapa meter di belakangku, ada seekor sapi betina yang tadi juga menyeberang bersamaku, namun masih berada di tengah jalan, mencoba meraih daun yang ada di tengah jalan, lalu memakannya. Santai saja sapi itu. Tak seorangpun mengusiknya.
Aku tersenyum dan menyadari, sebenarnya, para pengendara mobil dan motor, tidak sedang menghormatiku, tapi menghormati seekor sapi yang mereka muliakan yang sedang menyeberang jalan protokol. Sapi adalah hewan yang dimuliakan dalam agama mayoritas warga setempat.
Aku merenung, ternyata kemuliaan seorang wartawan di Kathmandu, tidak sebanding dengan kemuliaan seekor sapi betina.
"Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga". (HR. Muslim).
Add caption
(Mediaislamia.com) --- Sebanyak 47 Santri Madrasah Aliyah (MA) Al-Fatah Muhajirun, Lampung lulus Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Nageri (SPAN-PTKIN) tahun 2015.
Sebagaimana diumukan pagi ini (12/5) di laman resmi SPAN-PTKIN (http://ift.tt/1Iv5riA) sebanyak 47 dari 80 santri dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan di PTKIN terkait sesuai dengan jurusan yang dipilih.
Berikut rincian nama-nama santri yang lulus SPAN-PTKIN beserta PTKIN dan jurusannya.
No
Nama Santri
PTKIN
Jurusan
1
Abd.R. Musa Abkari
IAIN Raden Intan Lampung
Sosiologi Agama
2
Ahmad Irgi Fahrezi
IAIN Raden Intan Lampung
Pendidikan Ekonomi Islam
3
Amrullah Fauzi Akbar
IAIN Raden Intan Lampung
KPI
4
Aneng Silvi Nur`Aini
IAIN Raden Intan Lampung
P. Bahasa Inggris
5
Anisatu Solihah
IAIN Imam Bonjol Padang
Pengembangan Masyarakat Islam
6
Cahya Regita Amanda
IAIN Raden Intan Lampung
Bimbingan Konseling Islam
7
Dani Rofiq
UIN SGD Bandung
Administrasi Negara
8
Devi Nurila Ala Syafitri
STAIN Jambi
Bimbingan Konseling Islam
9
Dwi Novita Sari
IAIN Raden Intan Lampung
Manajemen Pendidikan Islam
10
Eis Eti Rohaeti
IAIN Raden Intan Lampung
P. Biologi
11
Elin Fitriani Putri
IAIN Raden Intan Lampung
Ekonomi Islam
12
Ellistya Hayati Ulfa
IAIN Raden Intan Lampung
PGMI
13
Eprilisa Resinti S.
IAIN Raden Intan Lampung
P. Matematika
14
Esa Gumelar
IAIN Raden Intan Lampung
Sosiologi Agama
15
Fitri Qurrotaa`Yun
IAIN Raden Intan Lampung
PGMI
16
Gustian Ilham Akbar
IAIN Raden Intan Lampung
P. Bahasa Inggris
17
Hendri Wahyu Nugroho
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Pendidikan Agama Islam
18
Ida Fitrianingsih
IAIN Raden Intan Lampung
Bahasa Arab
19
Imron Hizbullah
UIN SGD Bandung
Psikologi
20
Intan Aulia
IAIN Raden Intan Lampung
Manajemen Pendidikan Islam
21
Ismi Wardatun Naimah
IAIN Purwokerto
KPI
22
Laila Rossa Amanda
IAIN Raden Intan Lampung
Muamalah
23
Lailatul Qomariyah
IAIN Raden Intan Lampung
Pendidikan Agama Islam
24
Miftahul Jannah
IAIN Syekh Nurjati Cirebon
PGRA
25
Safputri Rafika Azzuhara
IAIN Raden Intan Lampung
Sosiologi Agama
26
M. Abdurrahman Suparmono
UIN SGD Bandung
Biologi
27
Muhammad Ijhad Al Fikri
UIN SGD Bandung
Kimia
28
Muhammad Irvan Sutikno
IAIN Raden Intan Lampung
Manajemen Dakwah
29
Mulia Destika
IAIN Raden Intan Lampung
Psikologi Agama
30
N. Nani
IAIN Raden Intan Lampung
KPI
31
Nisa Lailatul Fitri
IAIN Raden Intan Lampung
PGMI
32
Nurayu Prelia Putri
IAIN Raden Intan Lampung
Pendidikan Bahasa Inggris
33
Nurul Syahidah
IAIN Raden Intan Lampung
P. Bahasa Inggris
34
Puji Rahayu
IAIN Raden Intan Lampung
Bimbingan Konseling Islam
35
Rahmad Saleh
IAIN Raden Intan Lampung
KPI
36
Resi Puspita
IAIN Raden Intan Lampung
Ilmu Aqidah
37
Rian Syaputra Lubis
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Perbankan Syariah
38
Rifki Maulana
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Ekonomi Syariah
39
Rulita Meilani Putri
UIN Raden Fatah Palembang
Pendidikan Bahasa Arab
40
Sa`Adah Darul Janah
IAIN Raden Intan Lampung
Sosiologi Agama
41
Selly Septi Pertama
IAIN Raden Intan Lampung
P. Bahasa Inggris
42
Silvi Damayanti
IAIN Raden Intan Lampung
Manajemen Pendidikan Islam
43
Sofia Alma Arifa
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Bahasa dan Sastra Arab
44
Tri Leksi Anggraini
IAIN Raden Intan Lampung
Ekonomi Islam
45
Ulfa Khoirul Islami
IAIN Raden Intan Lampung
PAI
46
Yu`Thi Maiyasya
IAIN Raden Intan Lampung
P. Bahasa Inggris
47
Yudha Prameswara
UIN Walisongo Semarang
Perbandingan Agama
Santri Al-Fatah Lampung Marosim pagi (alfatah.net)
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar". (QS. An Nisa : 9)
Santri kelas 3 MA Al-Fatah Lampung (alfatah.net)
(Mediaislamia.com) --- Alhamdulillah pada tahun 2015 ini sebanyak 13 santri Madrasah Aliyah (MA) Al-Fatah Muhajirun, Lampung berhasil lulus masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Sebagaimana diumumkan di situs resmi web.snmptn.ac.id, dari 13 orang santri tersebut 10 orang diterima di Universitas Lampung, satu orang di Universitas Mulawarman, satu orang di universitas Sebelas Maret, dan satu orang di Institut Pertanian Bogor
Rincian nama-nama santri yang lulus sebagai berikut :
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaknya mereka mengucapkan perkataan yang benar". (QS. An Nisa : 9)
Kritikan sosial pendidikan (dafhy.net)
(Mediaislamia.com) --- Pendidikan menjadi salah satu faktor penting yang berperan dalam pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei hendaknya menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan diri atas kontribusi mereka dalam dunia pendidikan.
Dua mahasiswa pun mengungkapkan pendapat mereka tentang Hardiknas. Mereka ialah mahasiswa Jurnalistik IISIP Jakarta Dhea Amarta dan mahasiswa S-2 Ilmu Linguistik Universitas Indonesia (UI) Putri.
Dhea menyatakan, peringatan Hardiknas yang digelar setiap tahun harusnya bisa menjadi sarana bagi seluruh pihak terkait di bidang pendidikan untuk memperbaiki diri. Sebab, lanjutnya, pendidikan di Tanah Air menjadi salah satu alasan Indonesia tidak bergerak maju.
"Sistem pendidikan Indonesia yang membuat negara kita tidak maju-maju. Salah satunya adalah pendidikan yang tidak merata. Contoh di desa, masih banyak sekolah yang sangat ketinggalan dibandingkan di kota," ujar Dhea ketika berbincang dengan Okezone, Jumat (2/5/2014).
Kemudian, kata Dhea, terkuaknya aksi pencabulan yang menimpa siswa TK menunjukkan pendidikan Indonesia semakin terpuruk. Kejadian itu bisa, ungkapnya, bisa membuat anak-anak maupun orangtua merasa khawatir untuk memberikan kesempatan si anak menempuh pendidikan.
"Apalagi kasus pencabulan di Jakarta International School (JIS) kemarin makin membuat pendidikan indonesia semakin tercoreng. Bagaimana mau maju kalau anak mau masuk TK saja ketakutan dicabuli?" tuturnya.
Jembatan Pendidikan Indonesia (uniqpost.com)
Tidak jauh berbeda, Putri menegaskan, peringatan Hardiknas jangan sampai hanya berupa seremonial. Bersama seluruh pihak terkait, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hendaknya mengevaluasi pencapaian dari berbagai program pendidikan yang sudah berjalan.
"Hardiknas itu tidak sekadar upacara protokoler, guru-guru pakai seragam korpri, dan murid nyanyi lagu Hymne Guru. Tapi yang penting sudah sejauh mana program pendidikan yang sudah dibuat telah tercapai. Mengevaluasi program yang sudah dibikin lebih baik daripada buat program yang baru lagi yang baru lagi dari tahun ke tahun tanpa ada kelanjutan," imbuh Putri.
Menurut Putri, keadaan tidak akan berubah jika hanya berbicara. Dia pun mengkritisi para praktisi pendidikan untuk melakukan tindakan nyata dalam dunia pendidikan daripada sekadar bicara.
"Daripada praktisi pendidikan berkoar-koar seharusnya pemerintah membuat sekolah gratis bagi anak-anak jalanan dan mereka yang tidak mampu, mending langsung terjun jadi relawan dan mengajar di sekolah-sekolah jalanan. Atau paling enggak mengajar anak-anak tidak mampu di sekitar rumah mereka. Daripada ngomong, mending kontribusi langsung," tuturnya.
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap". (QS. Ash Sharh : 5-8)
Gagal Login dalam UN Online (nasional.news.viva.co.id)
(Mediaislamia.com) --- Ujian Nasional Computer Based Test (CBT) atau UN Onlineyang diterapkan pemerintah belum sepenuhnya berjalan lancar. Seperti yang terjadi di SMK Negeri 3 Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Sebanyak 27 siswa gagal mengikuti ujian karena tidak bisa log in.
Hal ini terungkap pada saat dilakukan pantauan UN Online oleh Bupati Bantul, Sri Suryawidati di sekolah tersebut. Kepala Sekolah SMK N 3 Kasihan Rahmat Supriyono mengatakan, para siswa tersebut tidak bisalog in untuk mengerjakan soal. Hal ini disebabkan adanya sistem yangerror. "Dari spek komputernya tidak masalah, internetnya tidak masalah, hanya tadi ketika log in password-nya ditolak," katanya, Senin (13/4/2015).
Dijelaskannya hari ini mata pelajaran Bahasa Indonesia. Total ada 179 siswa sekolah tersebut yang mengikuti UN Online. Mereka terbagi dalam tiga shift, yakni 7.30 WIB, 10.30 WIB dan 14.00 WIB. Masing-masing shift terdiri dari 60 siswa yang terbagi dalam tiga laboratorium. Seluruh komputer sudah diverifikasi tim dari Jakarta.
Setiap laboratorium terdapat 20 siswa yang mengerjakan UN secara online. "Pada laboratorium dua dari 20 siswa hanya 10 siswa tidak bisa log in dan dilaboratorium ke-3 terdapat 17 siswa yang tidak bisa log in. Teknisnya saat ini sedang dilacak,"jelasnya.
Kepada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian hari ini, menurut Rahmat, akan mengikuti ujian susulan pekan depan tetap dengan sistem online
Sementara itu, Gian Putra, salah seorang siswa SMK N 3 Kasihan menuturkan, sempat tidak bisa log in ketika akan ujian. Namun setelah berganti komputer ia berhasil log in dan mengerjakan ujian dengan lancar. "Tadi sempat gagal, tetapi setelah pindah komputer berhasil," katanya.
Di Bantul sendiri selain di SMKN 3 Kasihan, UN Online juga digelar di SMKN 1 Sewon, SMKN 2 Sewon dan SMKN 1 Bantul.