Tampilkan postingan dengan label Masjid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Agustus 2015

Masjid Bawah Tanah di Papua adalah Kebesaran Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa".    (QS. Al Baqarah : 21) 

Masjid Bawah Tanah di Papua      (tabayyunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Masjid Baabul Munawwar Berada 1.760m di Dalam Bumi.

Masjid Baabul Munawwar adalah masjid yang berada sedalam 1.760 meter di dalam bumi. Masjid tersebut berada di area pertambangan PT. Freeport Papua. Seperti terlihat dalam foto, para muslim menjalankan shalat di masjid bawah tanah itu.

Masjid yang berada di daerah Tembagapura, Timika, Papua itu mampu menampung hingga 250 jamaah. Masjid tersebut sengaja dibangun agar karyawan yang bekerja di areal tambang bawah tanah, bisa tetap menjalankan ibadah dengan mudah.

Masjid tersebut masih terhitung baru. Sekitar awal Juni lalu masjid ini baru diresmikan. Persis di samping Masjid Baabul Munawwar tersebut terdapat Gereja Oikumene Soteria. Sengaja tempat ibadah dibuat berdampingan atas usulan para pekerja sebagai simbol toleransi.

Arsitek Masjid ini adalah Alexander Mone, seorang lulusan Bina Nusantara. Sedang strukturnya dikerjakan oleh jebolan ITB, Andrew Parhusip. Karena letak masjid yang berada di perut bumi, dipasang exhaust untuk menyedot udara kotor keluar, sehingga udara dalam masjid itu pun tetap terasa nyaman.

Senin, 10 Agustus 2015

Indahnya Masjid di Pucuk Gunung

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ ، أوْ أَصْغَرَ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ 
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah sebesar sarang burung atau lebih kecil. Maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga".    (Dishahihkan oleh Al-Albany) 

Bait Allah di pucuk Gunung      (felesteen.ps)
(Mediaislamia.com) --- Sebuah masjid yang tidak biasa telah dibangun di atas gunung setinggi 1.130 meter di provinsi Laut Hitam di Turki, di mana ayah Presiden Recep Tayyip Erdogan lahir.

Gunung subur di kabupaten Guneysu provinsi Rize dikenal sebagai “kıble,” mengacu pada kiblat istilah Islam, arah Ka’bah di Mekah di mana umat Islam menghadap ketika shalat. Alasan namanya berasal dari fakta bahwa punggungan utama gunung menghadapi Mekkah dan puncak gunung dapat dilihat dari sebagian besar kabupaten.

Dilansir Hurriyet, masjid pertama di atas gunung ini dibangun pada abad ke-19. Setelah kayu hangus selama kebakaran pada tahun 1960, sebuah gubuk beton sederhana diganti sebagai tempat ibadah. Erdogan mengunjungi masjid baru ini pada tahun 2010 ketika ia menjadi perdana menteri Turki dan menginstruksikan pemerintah daerah untuk memulihkan dan memperluas bangunan itu.

Setelah jalan aspal dibangun, pembangunan dimulai pada 2013 dengan sumbangan dari pengusaha lokal. Masjid bersejarah Şemsi Ahmet Pasa di lingkungan Üsküdar Istanbul digunakan sebagai model.

Masjid baru ini berukuran 275 meter persegi dengan tinggi kubah 13 meter dan tinggi menara 27 meter. Memiliki area pejalan kaki dan zona rekreasi di sekitarnya.

Masjid di pucuk gunung      (guncelturkiyehaber.com)
“Masjid ini memiliki tempat yang dirancang khusus untuk perawatan bayi juga,” arsitek Yusuf Yilmaz mengatakan, menambahkan bahwa mereka menyelesaikan proyek dalam 14 bulan.

Arsitek mengatakan Erdogan secara pribadi menidaklanjuti proses pembangunan, mendorong kru untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Tiga pekerja pernah terjebak di situs selama musim dingin, karena cuaca yang keras, dan diselamatkan oleh helikopter, Erdogan juga ikut dalam operasi penyelamatan ini.

Ini bukan proyek gunung masjid pertama yang melibatkan Erdogan. Segera setelah ia mengunjungi masjid tua di Rize, Erdogan mengumumkan rencana untuk membangun di bukit tertinggi di sisi Asia dari Istanbul pada tahun 2012.

Sabtu, 25 Juli 2015

Masjid Al-Haram Bersih Kurang Dari Satu Jam

Pembersihan Masjid Al-Haram / saudigazette
(mediaislamia.com) - Mekah, Saudi Arabia  Hanya butuh waktu 55 menit untuk membersihkan seluruh kompleks Masjid Al-Haram di Mekah, demikian menurut pejabat yang bertanggung jawab atas pembersihan masjid.

Selama bulan suci Ramadhan, seluruh masjid dicuci tepat setelah sholat Maghrib untuk membuatnya bersih para peziarah dan pengunjung untuk Sholat dan berdoa. ujar pejabat tersebut kepada saudigazette

Masjid Al-Haram memiliki area seluas 388.375 meter persegi, di tambah 17.540 meter persegi area mataf (area thawaf melingkar disekitar Ka'bah)

Sumber itu mengatakan hanya sejumlah hemat air yang digunakan dalam proses pembersihan.

"Pembersih hanya menggunakan 400 liter air untuk setiap 5.000 meter persegi. Ini berarti satu liter tunggal air membasuh 12,5 meter persegi.  Mereka juga mengumpulkan rata-rata 98 ​​ton sampah setiap hari selama bulan Ramadhan, "kata sumber itu.

"Masjid Al-Haram menggunakan teknologi terbaru dan paling maju dalam pembersihannya. Pembersih mobile Vacum dengan daya hisap yang kuat, selang dengan baling-baling kuat dan sapu yang dapat membersihkan setiap sudut dan celah, "kata sumber itu.

Berikut videonya proses pembersihan Masjid Al-Haram di Mekah Al-Mukarromah :

Rabu, 08 April 2015

Mantan Imam Masjid London Ditembak Orang Tak Dikenal

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
"Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam. Ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya".   (QS. An Nisa : 93) 

Abdul Hadi Arwani-Imam Masjid London     (milliyet.com.tr)
(Mediaislamia.com) --- Kepolisian Kota London menyelidiki peristiwa pembunuhan terhadap seorang mantan imam masjid London. Abdul Hadi Arwani ditemukan tewas setelah ditembak di dalam mobilnya di Greenhill, Wembley, London.

Abdul Hadi Arwani pernah menjabat sebagai imam di Masjid An Noor di London Barat. Pria kelahiran Suriah ini dikenal sebagai seorang ulama yang banyak mengkritik Presiden Suriah Bashar al Assad dalam ceramah-ceramahnya.

Polisi saat ini menyelidiki kemungkinan pembunuhan ayah enam anak ini sebagai sebuah pembunuhan yang disponsori oleh negara, dengan dugaan pembunuh Abdul Hadi Arwani adalah orang suruhan Pemerintah Suriah.

“Para detektif terbuka terhadap segala kemungkinan motif pembunuhan ini,” kata juru bicara Kepolisian Kota London, seperti yang dikutip Mirror, Rabu (8/4/2015).

Wafatnya sang imam meninggalkan duka bagi para pengikutnya. Salah seorang di antara mereka bahkan menyatakan Abdul Hadi Arwani telah mengeluhkan adanya ancaman atas nyawanya.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Sabtu, 21 Maret 2015

Israel Ancam Runtuhkan Menara Masjid Palestina

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ
Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan".  (QS. Al Baqarah : 11)

Masjid Salman Al-Farisi-Tepi Barat    (islampos.com)
(Mediaislamia.com) --- Di gerbang timur, desa Burin, Nablu Selatan, Tepi Barat Utara, terletak Masjid Salman Al-Farisi, yang terancam digusur otoritas Israel, dan menaranya terancam dibongkar Israel jika warga menyalakan lampunya.

Penyebab dari itu semua adalah untuk menjaga perasaan para pemukim yahudi Yetsahar yang tidak suka melihat kaum muslimin pergi ke masjid untuk menunaikan shalat dan acara keagamaan.

Sejak 5 tahun dibangun, masjid ini terus berupaya dibongkar Israel, dengan alasan berada di kawasan C yang berada dalam kendali Israel. Namun sebab lainnya adalah karena dekat dengan institute Talmud yang berada di pemukiman Yetsahar, yang berjarak sekitar 100 meter dari masjid.

Bilal Ied, penanggungjawab urusan pemukiman di Nablus Selatan mengatakan, penjajah Israel berulangkali mengancam menggusur masjid, dan mengancam membongkar menaranya, dan meminta tidak memakai pengeras suara, mematikan lampu di menara dan lainnya yang dikuatkan pengadilan Israel.

Kepada koresponden Pusat Informasi Palestina, Ied menjelaskan, warga desa dan pengurus masjid menolak putusan pengadilan Israel, mereka terus memakmurkan masjid meski suasana sulit dan mendapat tekanan dari pemukim yahudi.

Upaya Penggusuran

Para pemukim yahudi terus berupaya menggusur dan merusak masjid, namun upaya itu berhasil digagalkan. Upaya pembakaran dilakukan para pemukim yahudi, dan berhasil digagalkan warga.

Warga di sekitar terus berupaya melawan putusan pengadilan Israel, dan menggalang dukungan media untuk menyoroti tidakan rasial Israel terhadap masjid, dan beberapa kali terjadi bentrokan dengan pasukan Israel yang membubarkan aksi demo warga.

Kawasan Burin tempat lokasi Masjid Salman Al-Farisi sering menjadi sasaran serbuan gerombolan yahudi, warga Palestina dihalangi masuk masjid, perlengkapan milik mereka disita.

Di samping kejahatan lainnya menimpa pepohonan zaitun di sana, lebih dari 17 ribu pohon ditebangi gerombolan yahudi di kawasan Selatan dan Timur desa Burin selama decade terakhir ini.

Para penggembala tak luput dari kejahatan para pemukim yahudi, puluhan kambing dan kuda dicuri mereka, warga diteror untuk meninggalkan tanah milik mereka.

Burin berjarak 6 km dari Nablus, jumlah warganya mencapai 3600 jiwa, luasnya mencapai 33 ribu acre, 14,500 acre digunakan untuk kepentingan pemukiman yahudi, dan kawasan militer Israel.

Penjajah Israel mengklaim memiliki hak sejarah di desa Burin, dengan alasan adanya kawasan bersejarah berusia ribuan tahun. Salah satu kawasan Burin pernah menjadi sasaran serangan roket Sharon1 dan Sharon 2, dan diblokade ketat oleh pasukan Israel.

Sabtu, 07 Maret 2015

Sebuah Masjid di Montreal Terancam Digusur

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَىٰ أَنفُسِهِم بِالْكُفْرِ ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ
"Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka".  (QS. At Taubah : 17)

Masjid di Kanada akan digusur      (muslimdaily.net)
(Mediaislamia.com) --- Sebuah masjid di wilayah St Laurent kota Montreal, Kanada, akan menghadapi denda berat dan penggusuran karena melanggar tata ruang.

Hal itu setelah dinas setempat menemukan bangunan digunakan sebagai tempat ibadah, dengan sebanyak 1.000 orang tampak untuk shalat Jumat.

Al Andalus Islamic Centre di Decarie Blvd. telah beroperasi sejak 2013, namun izin awal temapat itu adalah untuk pertemuan dan rekreasi. Bangunan masjid dianggap tidak memenuhi aturan tata ruang, terutama parkir dan keselamatan kebakaran.

Masalah ini telah berlangsung selama dua tahun dan sekarang masjid menghadapi tenggat waktu hingga 3 April untuk mengosongkan tempat tersebut.

Terkait hal itu Walikota Alan DeSousa mengatakan mereka ingin membantu relokasi masjid. “Kami berusaha untuk bekerja sama dengan mereka,” kata DeSousa.

Adapun administrator masjid mengatakan mereka kesulitan untuk menemukan lokasi lain memadai terkait peraturan tata ruang yang memungkinkan untuk tempat ibadah.

Administrator Masjid juga telah memulai petisi meminta pemerintah kota Montreal menyediakan ruang baru yang memadai, atau mengizinkan tetap tinggal di situ.