Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nikah. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Suami Istri yang Saling Mengingatkan Shalat

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
رَحِمَ اللهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ, فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ. وَ رَحِمَ اللهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ الّليْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى, فَإِنْ أَبَى نَضَحَت فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ
"Semoga Allah merahmati seorang lelaki (suami) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya hingga istrinya pun shalat. Bila istrinya enggan, ia percikkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita (istri) yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suaminya hingga suaminya pun shalat. Bila suaminya enggan, ia percikkan air ke wajahnya".    (HR Abu Dawud no. 1308)

Mengingatkan Sholat        (123inicaranya.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Seorang sahabat bercerita bahwa setelah menikah ia menjadi lebih rajin shalat tepat waktu. “Istriku selalu mengingatkanku untuk shalat tepat waktu,” Dia memulai cerita itu dengan wajah yang berseri-seri.

Saya mendengarkan kisah lanjutannya dengan saksama, dalam hati ingin menirunya agar bisa melakukan kebaikan lebih giat lagi.

“Setiap kali azan berkumandang, sebisa mungkin istriku akan segera meninggalkan apapun yang sedang dikerjakannya, mengambil wudlu, lalu kemudian, jika kebetulan aku sedang di rumah, ia akan mengajakku untuk shalat berjamaah,” sahabat saya melanjutkan ceritanya.

“Kamu beruntung punya istri sebaik itu, Sob!” timpal saya, “Pernikahanmu akan menjadi pernikahan yang bahagia dan penuh berkah!”

Sahabat saya tersenyum bangga. Ah, selalu membahagiakan melihat senyum seorang suami yang membanggakan istrinya.

Tapi, ada sesuatu yang mengganjal hati saya tentang cerita yang disampaikan sahabat saya ini. Bertahun-tahun mengenalnya, jauh sejak sebelum ia menikah, saya mengenal sahabat saya ini sebagai orang yang sering melalaikan shalat. Tak jarang sebenarnya teman-teman mengingatkannya untuk shalat, termasuk saya yang sesekali menegurnya, namun biasanya semua ajakan—bahkan teguran—diacuhkan begitu saja! Bagi saya, sungguh mengagumkan ketika ia menikah, sahabat saya ini bisa dengan begitu tenang dan senang menerima ajakan istrinya untuk shalat. Apa yang terjadi padanya? Apa yang dilakukan istrinya?

Akhirnya saya mengajukan dua pertanyaan itu. Mendengar pertanyaan saya, ia terdiam beberapa saat. Untuk kemudian hanya menggelengkan kepala, “Aku juga nggak tahu! Kenapa, ya?” Dia justru balik bertanya, senyum yang asing tersungging di bibirnya.

Suami Istri sedang sholat   (Akhwatuna.com)
Dari sana kami berdua mencoba mencari-cari jawabannya. Kami berdiskusi cukup lama hingga mendapatkan sebuah jawaban yang paling bisa kami terima—

“Kayaknya, ini karena istriku nggak pernah maksa, deh,” Sahabat saya akhirnya mengemukakan temuannya, “Ajakan istriku nggak mengandung semacam sentimen ‘gimana sih kok belum shalat?’ atau ‘shalat tepat waktu kayak gue dong!’”

Saya menganggukk-anggukkan kepala. “Menarik!” Respons saya.

Senyum sahabat saya makin lebar, “Kayaknya itu yang jadi kekuatan. Sesuatu yang bisa menggerakkanku untuk mengikuti ajakannya. Aku tak merasa direndahkan, diremehkan, atau disalahkan. Istriku justru mengajakku shalat dan memintaku jadi imamnya. Seketika ada perasaan haru sekaligus malu dalam diriku.

Aku tak bisa menolaknya! Istriku mengajakku dengan rasa cinta!” Ia makin antusias. “Nah! Nah! Itu dia jawabannya, Sob!” Refleks saya mengarahkan telunjuk saya ke wajah sahabat saya itu.

Sahabat saya mengangguk-angguk. “Keren, ya? Cinta bisa punya kekuatan kayak gitu?” Ia mengonfirmasi.

Saya mengiyakan. “Mungkin dulu saat aku menegurmu, aku gagal menunjukkan bahwa aku mengajakmu shalat karena aku mencintaimu. Tapi istrimu berhasil melakukannya! Istrimu mengajakmu karena ia begitu menghargai, menghormati,sekaligus menyayangimu. Sementara, barangkali, dulu aku mengajakmu hanya ingin mengejar pahala atau sekadar jengah karena melihatmu tak sejalan dengan pengertianku tentang iman dan kebaikan.”

“Cocok! Cocok banget!” Ia setuju dengan pendapat saya.

Keluarga Islami berbahagia       (thisisgender.com)
Kami terdiam beberapa detik. Saling berpandangan dalam tatapan yang kosong, menikmati sesuatu yang tiba-tiba hadir dalam pikiran dan perasaan.

“Sob,” sahabat saya memecahkan keheningan, “Bayangin kalau dakwah Islam dilakukan seperti itu! Dengan cinta di dalamnya!”

Saya tercengang. Tak punya kata-kata apapun untuk meresponsnya. Ada gemuruh dalam pikiran dan perasaan. Menggedor-gedor menjadi rasa bersalah. Ah, mengapa selama ini saya mengajak orang kepada kebaikan dengan perasaan yang angkuh? Bukan dengan hati yang penuh dengan cinta—melupakan hikmah dan teladan? Saya mengulang-ulang Surat an-Nahl ayat 125 dalam kepala.

Azan Ashar berkumandang dari kejauhan. Handphone saya bergetar. Ada sebuah pesan masuk. WhatsApp dari istri saya. “Sayang, jangan lupa shalat, ya.” Begitu isi pesan itu. Diakhiri sebuah tanda senyum.

Selasa, 11 Agustus 2015

Romantika Cinta Bujang Minang dan Gadis Inggris

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui".   (QS. An Nur : 32)  

Bayu Kumbara dan Jennifer     (news.liputan6.com)
(Mdediaislamia.com) --- Sabtu, 8 Agustus 2015 lalu, menjadi momen yang tak akan dilupakan Bayu Kumbara. Akun media sosial miliknya, Facebook dibajiri ucapan selamat menikah dan berbahagia. Ya, di hari itu dia akhirnya bisa menikahi wanita yang diidamkannya.

Wanita pujaan hati lulusan Antropologi, Universitas Andalas, itu bernama Jennifer Brocklehurst. Jennifer merupakan wanita asal Bridgewater, Britania Raya.

Di laman tilt.com, Jen, panggilan akrab Jennifer, menulis kisah pertemuan mereka. Saat itu Jen, melakukan liburan ke Sumatera di bulan Januari. Dalam liburan di Pulau Sumetra itu dia bertemu dengan Bayu. Lambat tapi pasti, cinta mereka terjalin.

Tetapi, Jen menuturkan akan ada kendala yang dihadapinya. Bukan mengenai adat atau bahasa, melainkan biaya pernikahan.

Sebab, Jen mesti mendatangkan orangtuanya ke Padang untuk menyaksikan putrinya.

Untuk itu, Jen menuliskan bantuannya di laman tilt.com. Dia menargetkan biaya 2500 poundsterling (Rp. 52 juta) untuk biaya perjalanan orang tuanya dari Inggris ke Indonesia. Tetapi, hingga pernikahannya donasi yang masuk kepada dara cantik itu hanya 1000 poundsterling (Rp. 21 juta).

Meskipun begitu, pernikahan keduanya tidak terhenti. Kedua orang itu akhirnya menikah. Dalam foto-foto yang diunggah di sosial medianya, Facebook, wajah lucu Bayu dan cantiknya Jen, mengembang. Selamat ya!!...


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Senin, 08 Juni 2015

Jokowi Hajatan Roda Pemerintahan Dikendalikan dari Solo

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir".    (QS. Ar Ruum : 21)

Presiden RI  Jokowi dan Istri       (suaranews.com)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk tidak cuti selama rangkaian pernikahan anaknya. Presiden mengaku akan tetap bekerja dari Solo.

"Pada tanggal 10 dan 11 Juni, roda pemerintahan akan saya kendalikan dari Solo," katanya dalam konferensi pers di Rumah Makan Medan Baru, Sunter, Jakarta Utara, Senin (8/6).

Tugas kepresidenan seperti menandatangani surat akan tetap dilakukan Jokowi di sela-sela rangkaian acara pernikahan putranya. Selama bekerja di Solo, Jokowi akan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Jokowi tidak perlu cuti dari pekerjaan hanya karena alasan sedang menggelar hajatan.

"Prinsipnya bahwa Presiden walaupun ada di Solo, ada acara mantu, tidak menghalangi untuk memperoleh informasi krusial dan mengambil keputusan. Intinya begitu," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6).

Lebih lanjut, Pratikno menjelaskan, tidak ada dalam sejarah presiden mengambil cuti kecuali untuk kampanye Pilpres. Dia pun mengungkap bahwa mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun pada saat menikahkan anaknya pada 2011 lalu tak mengambil cuti.

Senin, 01 Juni 2015

Gaza Gelar Pernikahan Massal Sebanyak 4000 Mempelai

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam :
عن ابن مسعود قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: يَا مَعْشَرَ الشَبّابِ مَنِ اسْتَطا عَ مِنْكمُ البَاءَة فَليَتزوَّجْ: فَإنّهُ أغَضّ لِلبَصَرِ وَ أحْصَنُ لِلفَرْجِ وَمَنْ لمْ يَسْتطِعْ فَعَليْهِ بالصَّوْمِ فإنَّهُ لهُ وِجَاءٌ   متفق عليه
“Dari Ibnu Mas”ud seraya berkata, Rasulullah saw bersabda: Hai golongan pemuda! Bila diantara kamu ada yang sudah mampu kawin hendaklah ia kawin, karena nanti matanya akan lebih terjaga dan kemaluannya akan lebih terpelihara. Dan bilamana ia belum mampu kawin, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu ibarat pengebiri”.   (Muttafaq ‘alaih) 

Gaza gelar nikah massal        (pkspiyungan.org)
(Mediaislamia.com) --- Sebanyak 4.000 pengantin, yang terdiri dari 2.000 mempelai pria dan 2.000 mempelai wanita, menghadiri pernikahan massal yang digelar di kota Gaza pada Ahad (1/6). Pernikahan massal ini digelar sangat meriah dan disebut sebagai pernikahan massal terbesar yang pernah diadakan. 

Dilaporkan kantor berita China, Xinhua, pernikahan massal yang disponsori oleh Turki diadakan di stadion utama Gaza di al-Yarmuk. Ribuan mempelai terlihat mengenakan pakaian terbaik mereka, ditemani oleh ratusan sanak keluarga dan kerabat. 

Menurut Wakil Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Ismail Haneya, Turki menawarkan dana sebesar US$4 juta atau setara dengan Rp52,8 miliar untuk menggelar pernikahan massal ini. 

Haneya juga menyatakan Turki berjanji membangun 20 bangunan tempat tinggal yang berisi 340 unit rumah selama musim panas mendatang, dalam upaya merekonstruksi kembali rumah di Gaza yang hancur dalam serangan militer Israel pada musim panas lalu. 
"Turki sangat bahagia dapat berdiri di sini bersama kalian," kata koordinator Lembaga Pengembangan dan Kerja Sama Internasional Turki untuk Palestina, Bulent Korkmaz dalam pidato pembukaan pernikahan massal tersebut, dikutip dari Times of Israel, Senin (1/6). 

Pernikahan massal ini sontak disambut baik para pemuda Gaza. Selain dapat menikah gratis, mereka juga menerima dana bantuan untuk membangun usaha kecil sembari memulai hidup baru. 

Rekaman video menunjukkan ribuan mempelai pria duduk terpisah dari ribuan mempelai wanita dalam stadion tersebut. Para pria mengenakan syal bertuliskan Palestina dalam bahasa Inggris. 

Pernikahan massal ini bertepatan dengan peringatan lima tahun serangan angkatan laut Israel terhadap kapal yang membawa bantuan untuk warga Gaza. Saat itu, Israel berupaya menghentikan dan menaiki kapal milik Turki tersebut. Sembilan aktivis Turki tewas dan sejumlah tentara Israel terluka dalam insiden yang dinilai merenggangkan hubungan kedua negara ini.

Kamis, 21 Mei 2015

Kepala Polisi Checnya Berpoligami Dengan Gadis 17 Tahun

Allah Subhanahu Wa Ta'a Berfirman :
فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا
"Nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua, tiga, atau empat—kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, kawinilah seorang saja—atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya".   (QS. An-Nisa’ : 3)

Pernikahan kepala polisi Chechnya        (telegraph.co.uk)
(Mediaislamia.com) --- Kabar yang ditulis harian independen Rusia, Novaya Gazeta, dengan cepat mendunia. Media ini menyoroti pernikahan Kepala Kepolisian Chechnya, Nazhud Guchigov, dengan remaja berusia 17 tahun. Pernikahan beda usia hingga 30 tahun ini disaksikan presiden negara itu, Ramzan Kadyrov. 

Yang menjadi persoalan, pernikahan itu terkesan dipaksakan. Hal ini tergambar dari pertanyaan kesediaan menikah yang dilontarkan hingga tiga kali dan mempelai wanita menangis setelah memberi jawaban. Gadis yang menjadi istri kedua petinggi kepolisian negara boneka Rusia ini diketahui baru berulang tahun ke-17 pada 1 Mei lalu.
Berita ini pertama kali ditulis Yelena Milashena, reporter veteran Novaya Gazeta. Harian yang berbasis di Moskow ini sebagian sahamnya dimiliki Mikhail Gorbachev dan Alexander Lebedev serta terancam gulung tikar. Dalam tulisannya, Milashena menuduh keluarga si gadis diancam setelah mereka tidak mengizinkan pernikahan itu terjadi. 

 Kheda Luiza Goilabiyeva dan orang tuanya    (mirror.co.uk)
Milashena menulis, dia diusir keluar dari rumah keluarga mempelai wanita oleh orang-orang yang dikirim untuk memastikan dia tak bisa mewawancarai Goylabiyeva. "Ibu gadis itu mengucapkan terima kasih atas bantuan saya, tapi mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan sekarang untuk menyelamatkannya," tulisnya.

Namun bagaimana pun, pernikahan itu didukung para tokoh pemerintahan Chechnya. Pejabat senior hak-hak anak Rusia, Pavel Astakhov, bahkan membela hak pria paruh baya untuk menikahi remaja atas dasar bahwa perempuan sering "layu" saat berusia 27 tahun.

Poligami secara hukum dilarang di Russia. Namun, di Chechnya, pria beristri lebih dari satu adalah hal umum. 

Saat ini Milashena diketahui meninggalkan kediamannya karena nyawanya dipertaruhkan setelah menulis berita ini. Dia menerima banyak ancaman pembunuhan setelah berita nikah paksa itu dimuat dan banyak dikutip media asing. 


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Selasa, 07 April 2015

Putri Solo Calon Menantu Jokowi

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui".  (QS. An Nur : 32) 

Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda Putri  (tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Joko Widodo dikabarkan mempersiapkan pernikahan putra sulungnya, Gibran Rakabumi.

Kabar tersebut diamini oleh Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, kepada Tribun Jateng, Selasa (7/4/2015).

"Beliau (Jokowi) sudah bertemu saya dan sempat mengatakan jika akan ada nikahan putra pertamanya," ujar Rudy, Selasa (7/4/2015).

Namun, Rudy enggan memaparkan secara rinci mengenai rencana pernikahan putra Presiden Jokowi ini.

Nah, calon istri Gibran sekaligus calon menantu Jokowi ini menjadi tanda tanya besar di muka publik.

Pasalnya, hingga kini, Wali Kota Solo enggan menyebutkan nama maupun profesi dari calon menantu Jokowi tersebut.

Kendati demikian, berdasarkan sejumlah media di Solo, calon menantu Jokowi disebut-sebut Putri Solo 2009, Selvi Ananda.

Bukti ini diperkuat dengan foto yang beredar di jagat maya.

Di foto tersebut, tampak Gibran tengah berduaan dengan Selvi di meja makan sebuah restoran.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Senin, 09 Maret 2015

Maulana Yusuf : Mahar Saya Emas 10 gram dan Uang Satu Dirham

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
عَنْ عَا ئِثَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِيْ فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ  بِسُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
"Dari Aisyah  berkata bahwa  Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallama  Bersabda: Menikah adalah sunnah-Ku, barang siapa tidak mengamalkan sunnah-Ku berarti bukan dari golongan-Ku".  (HR. Ibnu Majah) 

Maulana Yusuf dan Ghaitsa Zahira    (dream.co.id)
(Mediaislamia.com) --- KH Abdullah Gymnastiar menikahkan putri ketiganya, Ghaitsa Zahira, dengan seorang pemuda bernama Maulana Yusuf. Istimewanya, sebelum Yusuf menikahi putri Aa Gym, dia membaca hafalan Alquran 30 juz.

Keduanya menikah Minggu, (8/3) kemarin. Yusuf perlu waktu seharian untuk membacakan hafalan Alquran tersebut sebelum ijab kabul digelar. 

"Alhamdulillah mohon doa dari semua sahabat sekalian, Aa sangat bersyukur Ghaitsa Zahira sofa mendapatkan jodoh Maulana Yusuf yang sama sama penghafal quran semoga menjadi pengamal Alquran," kata Aa Gym.

"Semoga Alloh memberikan keberkahan bagi keduanya aamiiin Terima kasih kasih banyak bagi yang hadir dan yang berniat hadir serta yg mendukung dengan semua kebaikan jazaakalloh Khoiron katsiro," lanjutnya.

Saat Maulana membacakan hafalan Alquran, banyak yang menangis terharu. Mereka mendoakan pasangan yang sama-sama penghapal Alquran ini. Saat pernikahan ini diposting di media sosial pun banyak yang memuji pernikahan ini.

"Subhanallah, semoga ini pengantin yang diridhoi Allah. Semoga saya punya anak menantu seperti ini," tulis Nenny di akun facebooknya.

"Subhanallah, kagumnya..." tulis yang lain.

Maulana sendiri meluruskan soal mas kawin ini. Menurutnya dia tidak menjadikan hapalan Alquran sebagai mas kawin. Pembacaan Alquran itu dilakukan selama 24 jam sebelum akad nikah.

"Jadi memang ada bacaan Alquran 30 juz. Tapi mas kawin saya sama dengan yang lain. Mahar saya emas 10 gram dan uang satu dirham," kata Maulana saat berbincang dengan merdeka.com.