Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 September 2015

Kampanye Ide Khomeini di Balik Duka Mina 1436 H



Tragedi Mina yang terjadi kemarin (24/9) mengejutkan banyak pihak. Setelah sebelumnya badai pasir dan hujan lebat menyebabkan jatuhnya alat berat yang menewaskan seratusan jiwa, kini lebih dari 700 nyawa melayang dalam tragedi Mina. Angka korban tewas ini menjadi jumlah terbesar kedua dalam penyelenggaraan ibadah haji khususnya di Mina dalam kurun waktu 30 tahun terakhir setelah tragedi Mina 1990 yang menewaskan 1426 jiwa.
Dunia Islam tersentak. Namun kali ini ada yang berbeda dengan tragedi Mina 1990. Kini alur informasi begitu cepat tersebar, baik yang valid maupun yang tak jelas sumbernya. Media sosial mengambil peran utama dalam hal ini. Hanya berselang satu hari bermunculanlah siaran-siaran pesan yang menbahas tragedi Mina kali ini. Media-media televisi—apalagi cetak—jauh tertinggal dengan tersebarnya kabar melalui media sosial.
Akibat dari tersebarnya berbagai siaran pesan tersebut, informasi tentang tragedi Mina mulai bergeser dari doa dan data korban tragedi menjadi berkembang dan cenderung liar ke arah siapa yang layak disalahkan dalam tragedi ini. Bermunculan spekulasi, dan jika ditarik garis pemisah opini yang berkembang ke arah Saudi versus Iran.
Beberapa pihak menyebarkan informasi bahwa penyebab utama tragedi Mina ini adalah jamaah haji asal Iran yang tidak tertib dalam mengambil jalur perjalanan. Sementara pihak pro Iran mengatakan Saudi selaku penyelenggara tidak becus mengatur pelaksanaan rangkaian ibadah haji di Mina. Ditambah bumbu penyedap dimana konon sebagian jalan ditutup karena putra mahkota ingin melalui jalan tersebut sehingga menyebabkan penumpukan jamaah haji dari dan akan menuju lokasi jumrah Aqabah.
Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang melalui media sosial, ada yang menarik dari “perang” opini yang terjadi pasca tragedi Mina sehari lalu. Pihak-pihak yang gencar melakukan protes keras kepada kerajaan Saudi Arabia sebagai penyelenggara dan penanggungjawab ibadah haji adalah Iran dan pihak-pihak yang pro terhadap mereka.
Media-media pro Iran pun gencar membentuk opini sedemikian rupa yang mengarah kepada kesimpulan bahwa Saudi-lah biang keladi dari tragedi Mina. Opini dari kubu pro Iran pun semakin renyah karena dibalas dengan pihak-pihak anti Iran. Pada akhirnya, ide internasionalisasi Mekkah dan Madinah pun kembali dikemukakan oleh kubu pro Iran.
Ide internasionalisasi Mekah dan Madinah bukanlah barang baru. Pada dekade 80-an ide ini pernah dipopulerkan oleh pemimpin spiritual tertinggi Syiah sekaligus pemimpin revolusi Iran, Khomeini. Khomeini meminta agar pengelolaan dua kita suci umat Islam itu dikelola oleh Komite Islam Internasional dan tidak dibawah pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Seruan Khomeini ini pun berujung kepada tragedi Mekah pada 1987 dimana 400 lebih warga Iran tewas setelah membuat kerusuhan di Mekkah. Berbagai kalangan menilai insiden Mekah 1987 itu akibat dari provokasi dari Khomeini.
Kembali ke tragedi Mina kemarin, berbagai opini gencar disuarakan kepada para pendukung Iran. Mereka menyuarakan bahwa Saudi adalah pihak yang tidak becus menjadi penyelenggara haji, dan sudah saatnya pengelolaan dua kota suci umat Islam di-internasionalisasi. Ide Khomeini pun kembali dimunculkan, walau tanpa menyebut sang empunya.
Dengan kata lain politisasi tragedi Mina menjadi isu Iran versus Saudi menjadi terdengar sumbang, ada pihak yang memang sengaja menginginkan isu ini kembali mengemuka. Setumpuk kepentingan di balik isu internasionalisasi dua kota suci pun terasa. Mulai dari kepentingan politik, ekonomi dan hegemoni dunia Islam terlihat.
Iran yang notabene menganut agama Syiah sangat berkepentingan dengan ide internasionalisasi. Selain mereka melanjutkan ide Khomeini, tentu mereka juga berkepentingan untuk mendelegitimasi Saudi sebagai rival mereka dalam pertarungan geopolitik Timur Tengah plus kekuatan pengaruh di dunia Islam.
Jika boleh sedikit berandai-andai, tidak ada jaminan penyelenggaran haji dan pengelolaan dua kota suci menjadi lebih baik jika dialihkan dari tangan Saudi Arabia. Justru tantangan kompleks akan menanti dengan terlibatnya sejumlah pihak dalam mengaturnya. Kita perlu juga menyadari mengatur 1.355.000 jiwa ditambah 48.000 jamaah haji domestik— berasal dari budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda—dalam satu titik yang sama tidaklah mudah,.
Menyalahkan pihak penyelenggara, dalam hal ini Saudi Arabia seperti opini yang beredar, tak lepas dari aroma kebencian Iran (penganut Syiah) pada Saudi Arabia dan merekapun selalu bernafsu untuk melepas dominasi Saudi pada dua kota suci. Iran yang Syiah punya hajat untuk menguasai dua kota suci dan tentu tujuan mereka tidak perlu dirinci disini, yang pasti mereka adalah aliran sesat yang merusak.  Kita pun tahu apa jadinya jika Iran yang syiah turut andil mengelola dua kota suci.
Namun terburu-buru menyalahkan jamaah asal Iran sebagai penyebab tragedi Mina juga perlu dikoreksi, mengingat tragedi ini bukan baru satu kali, apakah kita mau menyimpulkan bahwa seluruh tragedi di Mina sejak kurun 30 tahun belakangan selalu disebabkan oleh jamaah Iran? Tentu ini kesimpulan yang berlebihan.
Kita tidak boleh terbuai dengan pertarungan opini yang terjadi, ingat hasil investigasi terkait tragedi Mina belum diumumkan, mari kita sama-sama bersabar untuk mendapatkan informasi akurat seputar penyebab tragedi tersebut dari sumber-sumber yang bertanggungjawab.
Terkait internasionalisasi pengelolaan dua kota suci, selama dikelola oleh umat Islam (bukan Syiah bukan pula PBB serta pihak mana pun di luar Islam) dan tak ada syariat yang diubah dalam praktik ibadah haji selama ini, maka semua pintu yang diyakini akan membawa kebaikan bersama, syariat Islam senantiasawelcome.
Artikel Kiblat.net

Minggu, 20 September 2015

Pengikut Sunnah Kok Dicap 'Wahabi'



Pengikut Sunnah Kok Dicap 'Wahabi'
Oleh Fitra Hudaiya NA
(Al Islam Islamic Centre)

Melihat realita akhir-akhir ini, rasa sedih itu kembali muncul. Ketika umat Islam diadu sesama mereka.

Perbedaan pendapat dijadikan oleh musuh sebagai bahan untuk terus mengobok-obok benteng pertahanan umat yang mulia ini. Terkhusus isu yang sering diangkat oleh pendengki Islam adalah isu “Wahabi”. Iya, isu “Wahabi”. Entah mengapa, isu ini sangat laku di masyarakat kita. Padahal isu busuk ini diciptakan oleh musuh Islam, akan tetapi malah yang
menyebarkannya adalah kita sendiri.

Apakah kita tidak takut dilempar ke dalam neraka sejauh 70 tahun perjalanan disebabkan perkataan kita yang tidak kita sadari, terlebih lagi jika perkataan itu kita sadari, bahkan mungkin memang sengaja kita ingin menyebarkannya. Wal Iyaadzu billah .

Mari buka hati dan mata kita, jangan sampai kita menilai sesuatu dimulai dengan prasangka buruk, apakah kita sudah benar-benar mengetahui siapa yang kita sebut-sebut dengan “Wahabi” itu, sehingga tidak jarang dari kita ada yang mendiskreditkan mereka.Seolah-olah mereka adalah musuh utama kita, musuh yang lebih keji daripada Yahudi dan Nasrani. Nastaghfirullah , Belum tentu kita lebih baik dari mereka, bahkan jujur Demi Allah saya mendapatkan dalam tubuh mereka kesungguhan yang sangat kuat dalam mengikuti sunnah, ukhuwah Islamiyah serta persaudaraan yang kuat di Jalan Yang Maha Pemilik rahmah. Allah Akbar.....

Perlu diperhatikan bahwa mereka adalah saudara kita, landasan mereka dalam beragama sama seperti landasan kita. Kitab mereka adalah Al-Quran sebagaimana kitab kita juga al-Quran. Rujukan mereka dalam masalah hadits juga sama seperti rujukan kita. Rukun Iman dan Rukun Islam kita sama, Hanya saja mungkin kita berbeda pendapat dengan mereka dalam beberapa hal, akan tetapi perbedaan itu bisa
ditolerir.

Saya tidak akan bosan-bosan mengajak saudara-sadaraku yang saya cintai untuk membuka hati dan mata, memandang saudara kita dengan pandangan rahmat dan jangan memandang dengan padangan laknat. Mari kita sudahi pertikaian ini. Sudah cukup kiranya kita menjadi santapan empuk musuh.

Kita bertikai hanya disebabkan perkara kecil yang dibesar-besarkan. Apakah kita rela melihat musuh-musuh tertawa bertepuk tangan sambil menginjak kepala kita????? sudahlah wahai saudaraku, mari kita bersatu dan menyusun kekuatan.

Benarlah sabda Rasul saw, bahwa umat ini kelak bagaikan makanan dalam nampan yang diserbu oleh musuh dari segala penjuru. Bukan karena jumlah
mereka yang sedikit, bahkan jumlah mereka banyak akan tetapi bagaikan buih yang tidak berkutik.

Tidak dipungkiri juga, bahwa sebagian saudara-saudaraku dari kalangan yang mengatakan diri mereka Salafi/Muwahhid (yang dituduh “Wahabi”) terkadang berlaku mudah menyalahkan dalam berdakwah. Mari kita berlaku lembut serta memahami realita. Kita sama-sama Inshaf dan mengakui kesalahan kita, ini semua untuk mengokohkan benteng kita dari serangan musuh.

Demi Allah saya menulis tulisan ini dari hati yang paling dalam, karena saya mencintai semua saudara-saudara seiman. Walaupun masih banyak kekurangan, setidaknya bisa melengkapi tulisan-tulisan yang lain. Saya hanya tidak ingin generasi kita larut dalam pertikaian ini dan menjadi santapan empuk musuh.

Oleh karenanya mari kita bersatu demi menegakkan Islam di muka bumi ini.


Salam ukhuwah Akhukum fillah al-Faqir Fitra Hudaiya NA

Lima Hikmah Menikah



Anjuran menikah telah banyak disinggung oleh Allah dan Rasul-Nya. Hikmah yang terserak di balik anjuran tersebut bertebaran mewarnai perjalanan hidup manusia. Dari Al Quran, kita peroleh keterangan manfaat menikah;
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nur [24]: 32).
Lewat lisan Nabi Muhammad kita dapati sabdanya: “Nikah itu sunnahku, siapa yang tidak suka sunnahku dia bukan dari golonganku.” (HR. Abu Ya`la)
Dari Imam Ahmad bin Hanbal, kita peroleh kisah yang membawa semangat untuk menikah. Dua hari lepas kemangkatan sang istri, beliau melangsungkan pernikahan yang berikutnya. Oleh orang-orang di sekitarnya beliau ditanya tentang hal tersebut. Dengan tenang beliau memberikan jawaban sederhana, “Aku tidak ingin dikatakan duda tanpa istri karena hal itu berarti telah meninggalkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.”
Secara sederhana, setidaknya ada 5 (lima) hikmah di balik perintah menikah dalam Islam.
Pertama, sebagai wadah birahi manusia yang halal
Allah ciptakan manusia dengan menyisipkan hawa nafsu dalam dirinya. Ada kalanya nafsu bereaksi positif dan ada kalanya negatif. Manusia yang tidak bisa mengendalikan nafsu birahi dan menempatakannya sesuai wadah yang telah ditentukan, akan sangat mudah terjebak pada ajang baku syahwat terlarang. Pintu pernikahan adalah sarana yang tepat nan jitu dalam mewadahi aspirasi nulari normal seorang anak keturunan Adam.
Hubungan biologis antara laki dan perempuan dalam ikatan suci pernikahan terhitung sebagai sedekah. Seperti diungkap oleh Rasul dalam haditsnya, “Dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah.” “Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa, demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala.” (HR. Muslim)
Kedua, meneguhkan moralitas yang luhur
Dengan menikah dua anak manusia yang berlawanan jenis tengah berusaha dan selalu berupaya membentengi serta menjaga harkat dan martabatnya sebagai hamba Allah. Akhlak dalam Islam sangatlah penting. Lenyapnya akhlak dari diri seseorang merupakan lonceng kebinasaan, bukan saja bagi dirinya bahkan bagi suatu bangsa.
Kenyataan yang ada selama ini menunjukkkan gejala tidak baik, ditandai merosotnya moral sebagian kawula muda dalam pergaulan. Percintaan berujung pada hubungan intim di luar pernikahan, melahirkan bayi-bayi yang tidak berdosa tanpa diinginkan oleh mereka yang melahirkannya. Angka aborsi semakin tinggi. Akibatnya, kerusakan para pemuda dewasa ini semakin parah.
Jauh sebelumnya, Nabi telah memberikan suntikan motivasi kepada para pemuda untuk menikah, “Wahai para pemuda, barangsiapa sudah memiliki kemampuan untuk menafkahi, maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat meredam keliaran pandangan, pemelihara kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, hendaknya ia berpuasa, sebab puasa adalah sebaik-baik benteng diri.” (HR. Bukhari-Muslim)
Ketiga, membangun rumah tangga Islami
Slogan “sakinah, mawaddah, wa rahmah” tidak akan menjadi kenyataan jika tanpa dilalui proses menikah. Tidak ada kisah menawan dari insan-insan terdahulu mapun sekarang, hingga mereka sukses mendidik putra-putri dan keturunan bila tanpa menikah yang diteruskan dengan membangun biduk rumah tangga Islami.
Layaknya perahu, rumah tangga kadang terombang-ambing oleh ombak di lautan. Ada aral melintang. Ada kesulitan yang datang menghadang. Semuanya adalah tantangan dan riak-riak yang berbanding lurus dengan keteguhan sikap dan komitmen membangun rumah tangga ala Rasul dan sahabatnya. Sabar dan syukur adalah kunci meraih hikmah ketiga ini.
Diriwayatkan, Sayidina Umar pernah memperoleh cobaan dalam membangun rumah tangga. Suatu hari, seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman Khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah, tak tahan dengan kecerewetan istrinya.
Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah kata pun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah.
Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.
Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Beliau berkata, “Wahai saudaraku, istriku adalah yang memasak masakan untukku, mencuci pakaian-pakaianku, menunaikan hajat-hajatku, menyusui anak-anakku. Jika beberapa kali ia berbuat tidak baik kepada kita, janganlah kita hanya mengingat keburukannya dan melupakan kebaikannya.” Oleh karena itu, pasangan yang ingin membangun rumah tangga islami mesti menyertakan prinsip kesalehan dalam hari-harinya.
Keempat, memotivasi semangat dalam beribadah
Risalah Islam tegas memberikan keterangan pada umat manusia, bahwa tidaklah mereka diciptakan oleh Allah kecuali untuk bersembah sujud, beribadah kepada-Nya. Dengan menikah, diharapkan pasangan saling mengingatkan kesalahan dan kealpaan masing-masing. Dengan menikah satu sama lain memberi nasihat untuk menunaikan hak Allah dan Rasul-Nya, shalat, mengajarkan Al Quran, dan sebagainya.
Kelima, melahirkan keturunan/generasi yang baik
Hikmah menikah adalah melahirkan anak-anak yang shalih, berkualitas dalam iman dan takwa, cerdas secara spiritual, emosianal, maupun intelektual. Sehingga dengan menikah, orangtua bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya sebagai generasi yang bertakwa dan beriman kepada Allah. Tanpa pendidikan yang baik tentulah tak akan mampu melahirkan generasi yang baik.
Lima hikmah menikah di atas merupakan satu sisi dari sekian banyak aspek di balik titah menikah yang digaungkan Islam. Saatnya, muda-mudi berpikir keras, mencari jodoh yang baik, bermusyawarah dengan Allah dan keluarga, cari dan temukan pasangan yang beriman, berperangai mulia, lalu menikahlah dan nikmati hikmah-hikmahnya. Wallahu A`lam.

Oleh : Ali Akbar bin Aqil (Penulis pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang)
(faisal/afwaja/beritaislam.net)

Jumat, 18 September 2015

BAHASANYA VULGAR. APA ADANYA TAPI KITA WAJIB TAHU



Ketika nonton Basa Basi di Trans TV. Bintang tamunya Bu Elly Risman. Ngeri sekaligus bikin sedih. Musibah paling bahaya adalah ketika kita ga sadar kalau dalam bahaya besar. Kurang lebih ini kesimpulannya. Untuk para orang tua, silahkan dibaca.

Apa yang beliau paparkan, shocking banget buat para orangtua yang hadir.
Pemaparan awal tentang kesalahan-kesalahan komunikasi orang tua pada anak, bicara terlalu cepat,
bicara terlalu banyak, (ngomel) yang tidak perlu, tanpa sadar berbohong, mengkritik, mengenggurui, dll.

Komunikasi yang salah mengakibatkan anak jadi BLAST. Jiwanya jadi kosong, ga pede, pemarah, dendam sama orang tuanya sendiri.

Beliau ngasih contoh kasus anak kecil yang ngadu ke gurunya, "Bu, kalau aku bunuh ayahku boleh ga? Aku dosa ga?". Ternyata si anak merasa selalu disalahkan dan didikte orang tuanya.

Nah, anak-anak yang BLAST ini adalah sasaran empuk buat pengusaha pornografi karena rata-rata dari mereka pasti akan cari pelampiasan. Sekarang masuk ke bagian industri pornografi. Target market utama mereka adalah anak laki-laki. Kenapa laki-laki? Karena mereka lebih mudah fokus dan hormon testosteron mereka lebih tinggi daripada perempuan. Setiap tahun pebisnis pornografi rapat dengan para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk merencanakan strategi pemasaran yang baru.

Alih-alih mengembangkan produk, mereka memilih untuk 'investasi masa depan' pada anak-anak. Target mereka adalah anak laki-laki yang terpapar pornografi, kalau sudah 33 sampai 35x mast****si berarti sudah bisa dipastikan akan menjadi pelanggan masa depan karena otaknya pasti sudah ketergantungan dengan pornografi (porn addiction).

Yang perlu diketahui, porn addiction jauh lebih merusak otak daripada drugs addiction. Terapinya pun jauh lebih susah. Drug addict bisa diterapi dengan detoxifikasi tapi porn addict harus dengan terapi dan butuh tekad dari yang bersangkutan. Dan kerusakan yang ditimbulkan sekali kita terpapar akan permanen. Paparan pornografi itu berjenjang.

Jadi ibarat sampah, pertama kali mungkin kita akan muntah-muntah nyium baunya. Tapi lama kelamaan, kalau kita nyium sampah (misal tukang sampah) kita akan terbiasa bahkan bisa makan di deket sampah (bahkan ada yang tinggal di TPS tho?)

Begitupun dengan pornografi, setiap levelnya anak akan semakin kebal dan anak butuh melihat yang levelnya lebih tinggi untuk bisa terangsang. Kalau melihat sudah ga 'ngaruh' lagi, mereka akan melakukan. Dan disini bencananya.

Kami dikasih contoh beberapa kasus mengerikan yang pelakunya anak-anak sex addict. Ada audience yang curhat tentang tetangganya, anak kelas 6 SD yang 'ngerjain' adik kandungnya yg berusia 5 tahun. Sekarang si adik malah jadi ketagihan sex.

Ada lagi anak 10 tahun yang menyodomi temennya pake SENDOK! (Ada games yang ngajarin anak-anak untuk menyodomi)

Contoh-contoh mengerikan lainnya. Anak-anak porn addict bisa dikenali. Ada ciri-cirinya. Dan pertanyaan mereka luar biasa.

Kalau anak normal keponya cuman "sex itu apa?". "Bayi itu berasal dari mana?".
Anak-anak porn addict akan bertanya, "Bagaimana cara memasukkan p***s ke dalam v****a?". Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terlalu vulgar.

Bahkan ada istilah-istilah yang audience aja ga tahu itu apa. Kalau anak sudah 33-35x mast****si, hampir bisa dipastikan akan terjadi incest. Atau dia akan melampiaskan pada temennya di sekolah. Dan itu kasusnya BANYAK. Jadi usia 7 tahun saudara laki-laki dan perempuan tidurnya udah harus dipisah. (Tahu kan kasus anak umur 11 tahun yang memperkosa 2 adik perempuan dan IBU KANDUNGnya karena selalu tidur 1 ruangan dengan mereka?)

80% kasus pelecehan terjadi di rumah sendiri/rumah keluarga dekat (rumah nenek pas ngumpul keluarga) dan sekolah. Nah, disitulah bibit awal pedofilia dan LGBT.

Semuanya saling berkaitan.
Sekarang tentang media, film. Terutama yang asalnya dari Amrika yang dicontohkan film Breaking Dawn sama Fifty Shades of Grey. Games-games cowok dan games cewek (The Sims4).

Video klip contohnya Nicky Minaj (yang ngajarin or*l sex) bahkan kata Bu Elly, kalau anak anda disuruh makan sosis malah muntah, berarti dia udah nonton video klipnya dan Miley Ciyrus (wrecking Ball).

Tontonan lainnya ada Glee (udah jelas lah ya misi LGBTnya), komik, spongebob (kami dikasih liat scene spongebob ciuman sama patrick), stiker LINE, K-Pop (diliatin foto 2 cowok K-Pop idol lagi ciuman bibir di panggung) dan situs (ada situs LGBT bahkan untuk anak-anak).

Bu Elly nangis di panggung, beliau curhat sama kami bahwa pemerintah seolah tutup kuping sama kejadian ini. Beliau sudah menawarkan reset dan mendatangi kementerian-kementerian terkait untuk sosialisasi porn awareness. Tapi ga pernah digubris.

UU pornografi pun ga ada penerapannya (kayak ga ada). Bahkan terakhir beliau diskusi dengan Ibu Jokowi tapi yang bikin kecewa justru bersamaan dengan seminar kami, Ibu negara malah kampanye kanker serviks (sudah booming karena si jupe kena).

Ga ngerti implementasinya sampe atau nggak ke masyarakat. Makanya ayo jadi penggerak di unit kerja kita masing-masing. Pemerintah itu seharusnya membentengi masuknya bencana ke Indonesia bukannya memfasilitasi.

Ekspresi harus bisa dipertanggungjawabkan.
Kalau dibiarin bebas, akhirnya orang jadi liar. Itulah kenapa harus ada aturan. Sebenernya yang pikirannya tertutup justru seniman Indonesia.

Pikirannya hanya terfokus pada gimana sih pemerintah!
Gimana sih umat Islam nih ga kompromis! Padahal harusnya mereka lebih DEWASA dalam berpikir. Ga pragmatis.

Orang Indonesia itu ga semuanya adult. Di sini juga ada anak-anak. Mereka belum ngerti mana yang harus diikuti, mana yang nggak. Di situlah peran kita melindungi mereka.

Kita semua punya tanggungjawab moral. Termasuk seniman.

Hal yang mengejutkan adalah isi sambutan founder salingsapa.com (penyelenggara). Beliau bilang, "Saya punya kenalan beberapa pemilik stasiun tv swasta. Salah satunya yang ada di kebon jeruk. Saya kaget, ternyata rata-rata dari mereka pada ga punya tv. Ketika saya tanya alasannya (sama pemilik stasiun di kobon jeruk), beliau bilang, "Saya sudah tahu bahwa produser itu mengejar rating. Sekarang, program tv itu pure A BUSINESS. Jadi mereka akan menayangkan apapun yang menarik minat masyarakat sehingga rating naik. Kalau rating naik, otomatis iklan berdatangan"

Mereka aja ga membiarkan anak mereka nonton tv. Dan kita masih membiarkan anak-anak kita nonton? Jadi intinya, kita semua punya peran untuk menanggulangi krisis moral di Indonesia. Karena dampaknya jangka panjang dan krusial. Ketika nanti kita jadi pejabat, jadi pengambil keputusan, pelajari baik-baik apa yang mau kita putuskan. Karena tanggungjawab kita besar. Sekarang, tugas kita adalah merintis perubahan positif di unit kerja masing-masing

Ajak diskusi orang-orang yang masih satu visi, orang-orang yang masih punya passion untuk memperbaiki carut-marut negara ini.

Kalimat terakhir paparannya Bu Elly Risman, "Ayo Bergerak Bersama. Lindungi Anak Indonesia dari Bahaya Pornografi".


#FightTheNewDrugs

Senin, 31 Agustus 2015

Makanan Jahat Perusak Memori Otak

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ
"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya".    (QS. Al Maidah : 88)

Ilustrasi  Otak Manusia  (xmisteri.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Lupa tempat meletakkan kunci mobil? Atau harus berpikir keras untuk bisa mengingat nama seseorang yang sebelumnya sudah Anda kenal? Mungkin ada masalah dengan memori dan kemampuan mengingat di otak Anda.

Ada banyak faktor yang bisa merusak memori otak, mulai dari yang parah seperti cedera otak, stroke, radang otak, penyalahgunaan alkohol jangka panjang, tumor, hingga konsumsi makanan tak sehat.

Beberapa makanan dapat membantu meningkatkan kemampuan memori otak, terutama yang banyak mengandung fosfor seperti jeruk, anggur, dan kurma. Namun, di sisi lain, ada pula makanan ‘jahat’ yang dapat merusak memori dan kemampuan mengingat di otak.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa makanan perusak memori otak:

Popcorn

Popcorn adalah makanan yang dicintai oleh setiap kelompok usia karena rasanya yang enak. Bahan yang bertanggung jawab untuk rasa popcorn adalah diacetyl. Menurut sebuah penelitian terbaru, diacetyl terkait dengan kerusakan paru-paru dan penyakit Alzheimer.

Bir

Menurut survei, laki-laki yang mengonsumsi alkohol lebih dari 20 tahun akan menderita kehilangan memori di masa depan. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga dapat merusak sel saraf yang memengaruhi fungsi kognitif di otak.

Daging olahan

Daging olahan seperti bacon mengandung nitrosamine, yang menyebabkan liver memproduksi lebih banyak lemak yang dapat membahayakan otak. Daging-daging yang sudah diolah juga banyak mengandung lemak trans yang membahayakan memori.

Pemanis buatan

Terlalu sering menggunakan pemanis buatan telah dihubungkan dengan berbagai masalah kesehatan, antara lain sakit kepala, depresi, masalah berat badan, pusing, dan kehilangan memori.

‘Makanan putih’

Makanan seperti roti putih, gula dan pasta mengandung banyak karbohidrat yang dapat meningkatkan tingkat gula darah. Padahal, kadar gula darah tinggi adalah salah satu penyebab penyakit Alzheimer.

Minggu, 23 Agustus 2015

Pangkalan Militer Amerika Serikat Meledak di Jepang

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya".    (QS. Al Isra' : 16) 

Ledakan di Jepang        (artikelist.com)
(Mediaislamia.com) --- Baru saja dilaporkan terjadi rentetan ledakan di sebuah pangkalan militer milik Amerika Serikat di pulau Sagamihara, Kanagawa, Jepang. Hingga saat ini masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab ledakan tersebut.

Seperti yang kita ketahui belakangan ini baru saja terjadi ledakan di pabrik kimia di China yang menewaskan ratusan orang, kini kejadian tersebut seakan disambut kembali oleh kejadian ini di Jepang.

Ledakan yang terjadi ini hingga kini dilaporkan belum ada korban jiwa, puluhan mobil pemadam kebakaran secara cepat menuju ke lokasi kejadian dan pada saat ini mereka sedang memadamkan api dari ledakan tersebut dan mencegah agar api tersebut tidak menjalar ke bangunan yang lain.

Pangkalan militer ini juga merupakan sebuah gudang persenjataan milik Amerika Serikat yang dinamai Sagami General Depot. Amerika Serikat sendiri memiliki 662 pangkalan militer yang tersebar di 148 negara di dunia.
Baru saja dilaporkan terjadi rentetan ledakan di sebuah pangkalan militer milik Amerika Serikat di pulau Sagamihara, Kanagawa, Jepang. Hingga saat ini masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab ledakan tersebut.

Seperti yang kita ketahui belakangan ini baru saja terjadi ledakan di pabrik kimia di China yang menewaskan ratusan orang, kini kejadian tersebut seakan disambut kembali oleh kejadian ini di Jepang.

Ledakan yang terjadi ini hingga kini dilaporkan belum ada korban jiwa, puluhan mobil pemadam kebakaran secara cepat menuju ke lokasi kejadian dan pada saat ini mereka sedang memadamkan api dari ledakan tersebut dan mencegah agar api tersebut tidak menjalar ke bangunan yang lain.

Pangkalan militer ini juga merupakan sebuah gudang persenjataan milik Amerika Serikat yang dinamai Sagami General Depot. Amerika Serikat sendiri memiliki 662 pangkalan militer yang tersebar di 148 negara di dunia.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Kamis, 20 Agustus 2015

Dimanakah Qarun Ditenggelamkan ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ
"Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".   (QS. Al Qasas : 76) 

Danau Raja Qorun di Mesir (pengetahuanfarie.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Hampir semua umat Islam di seluruh dunia, pernah mendengar kisah Qarun. Ia adalah seorang yang sangat kaya raya, dan hidup sezaman dengan Nabi Musa AS. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Qarun adalah anak dari paman Musa. Kisah Qarun ini secara lengkap dapat dilihat dalam surah al-Qashash [28] ayat 76-82.

Menurut situs wikipedia, Qarun adalah sepupu Musa, anak dari Yashar adik kandung Imran ayah Musa. Baik Musa maupun Qarun masih keturunan Yaqub, karena keduanya merupakan cucu dari Quhas putra Lewi. Lewi bersaudara dengan Yusuf anak dari Yaqub, hanya berbeda ibu. Silsilah lengkapnya adalah Qarun bin Yashar bin Qahit/Quhas bin Lewi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim.

Qarun dikenal sebagai orang yang sangat kaya. Kekayaannya membuat iri orang-orang Bani Israil. Karena kekayaannya itu pula, Qarun senantiasa memamerkan dirinya kepada khalayak ramai. Bahkan, begitu banyak kekayaan yang dimilikinya, sampai-sampai anak kunci untuk menyimpan harta kekayaannya harus dipikul oleh sejumlah orang-orang yang kuat. (Al-Qashash [28]: 76).

Di manakah lokasi ditenggelamkannya Qarun tersebut? Mengapa banyak orang menganggap bila mereka menemukan harta terpendam selalu mengatakan dengan sebutan harta karun? Benarkah ia harta karun?

Menurut beberapa riwayat, lokasi tempat ditenggelamkannya Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi itu terjadi di daerah Al-Fayyum, sekitar 90 kilometer (km) atau dua jam perjalanan dengan menggunakan mobil dari Kairo, ibu kota Mesir. Menurut penduduk setempat, nama danau itu adalah Bahirah Qarun (laut Qarun). Di sekitar Al-Fayyum ini yang tersisa hanya berupa puing-puing istana Qarun.

Di lokasi ini, terdapat sebuah danau yang sangat luas. Panjang danau mencapai 30 km dengan lebar danau sekitar 10 km dan kedalaman mencapai 30-40 meter.

Menurut DR Rusydi al-Badrawy, dalam bukunya Qashash al-Anbiya' wa al-Tarikh (Kisah Para Nabi dan Sejarahnya), Bahirah Qarun ini dulu pernah dilakukan penelitian oleh ahli Geologi dari Eropa Barat. Penelitian difokuskan untuk membuktikan, apakah di lokasi tersebut pernah terjadi sebuah bencana berupa gempa hingga menenggelamkan Qarun beserta rumahnya, seperti diungkapkan dalam Alquran.

Hasilnya? Setelah melalui pengkajian yang komprehensif, tulis Rusydi al-Badrawy, para peneliti dari Eropa itu berkesimpulan bahwa di zaman dahulu kala, benar di lokasi itu pernah terjadi bencana berupa gempa bumi yang sangat besar, terutama di bagian sebelah selatan danau Qarun.

''Ini membuktikan bahwa kisah Qarun pernah terjadi di sekitar danau tersebut,'' tulis Rusydi. Dan, menurut penduduk Mesir, di Al-Fayyum ini dulunya Qarun tinggal.

Kini, danau Qarun tampak tenang. Meski di baliknya menyimpan sebuah pelajaran yang sangat berarti bagi umat manusia. Yakni, kesombongan dapat membinasakan dirinya, sebagaimana yang terjadi pada Qarun.

Rusydi menjelaskan, danau ini sudah ada sejak dahulu sebelum Qarun ada. Danau tersebut dulunya merupakan sebuah danau kecil yang disebut dengan Munkhafazh al-Laahun.

Tentu saja masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam di lokasi ini mengenai ditenggelamkannya Qarun. Sebab, bila di situ benar tempat Qarun ditenggelamkan bersama hartanya, tentunya akan ditemukan sejumlah harta kekayaan Qarun yang banyak itu.

Mengenai pendapat yang menisbatkan setiap harta terpendam yang ditemukan dinamakan harta Karun, hanyalah sebuah perumpaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Wa Allahu A'lam.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Sabtu, 01 Agustus 2015

Salafi Salah Berguru 3, Selesai

Oleh: Umar Rasid Hasan*

Soal Tahjir
Ini bukan wilayah kita tholabatul ilmi (pelajar), masalah ini adalah hak ulama yang betul-betul mengerti akan kesalahan yang harus diluruskan, Tahjiir yang dimaksudkanpun tujuannya bukan untuk memojokan, menghina atau sejenisnya tetapi untuk teguran dan nasehat untuk kembali ke jalan yang diRidloi Allah SWT.

Al-Jahru Wat Ta’diilu
Secara singkat saja mengutip komentar Syeikh Abdullah bin Hasan Al-Qu’ud tentang Al-Jarhu wat Ta’diilu, dahulu dizamannya jarhu dan ta’dil itu digunakan untuk menentukan hadits, apakah didalamnya ada cacat atau tidak, ketika didapati kecacatan maka dibuang kemudian hadits itu diluruskan, tetapi zaman sekarang jarhu dan ta’dilu itu dimanfaatkan untuk saling menyerang, mencela, menjatuhkan martabat, menghilangkan kehormatan para Alim Ulama, demikian Syeikh Abdullah bin Hasan Al-Qu’ud menyayangkan kegegabahan mereka salafiyun ketika menggunakan istilah Al-Jarhu Wat Ta’diilu di kalangan mereka.

Berkaitan dengan istilah “sururiyuun” yang sering mereka tuduhkan, saat beliau ditanya tentang kalimat itu Syeikh Qu’ud menjawab : “Sururiyyuun, dari mana istilah ini datang kepada kita? Silahkan tuan-tuan periksa dikamus-kamus bahasa Arab atau di buku-buku kamus sekte-sekte agama(al-milal wan-nihal), silahkan periksa dikitab mana kalimat “sururiyuun” ini kita temukan?.

Benar, jika yang dimaksud ketika seseorang mendapatkan kesenangan/kebahagiaan dari ni’mat Allah yang dikaruniakannya berupa ilmu, aqidah yang benar, maka ini adalah ungkapan dan istilah yang benar dan semua kita berharap kepada Allah agar kita dimasukan kedalam kelompok Sururiyuun dengan ma’na ini (gembira atas limpahan ni’mat dan karunia Allah SWT), dikutip dari Muhadhoroh Syeikh berjudul Washoyaa lid Dua’t Juz,ll.

Ulama Darul Ifta Jangan Dijadikan Sarana Perekrutan
Khususnya di Indonesia tidak banyak yang mengerti tentang DARUL IFTA dan salafi, anggapan selama ini salafi diproduk oleh Darul Ifta, justru sangat bertentangan jauh sekali, ulama-ulama rujukan salafi justru menjadi rival ulama Darul Ifta, sayangnya saksi hidup tidak banyak, kurang lebih 10 tahun saya hidup di Saudi Arabia bersama para ulama Darul Ifta, terutama Syeikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Abdirrahman bin Baz, bahkan ketika Syeikh meninggal-pun pada tahun 1999 M saya masih disana, dan saya menetap dirumah Syeikh Abdullah bin Ad-Duayyan dan ketika Syeikh Ibn Qu’ud sakitpun saya masih sempat mengunjunginya beliau punya sopir bernama Syamsuddin dari Sukabumi bersama istrinya.

Di even kegiatan salafi selalu dipampang Guru-Guru saya itu besar-besar, entah apa tujuannya, yang pasti itu adalah kedok perekrutan agar orang-orang Indonesia yang tidak mengerti keadaan yang sesungguhnya mengganggap bahwa Syeikh-syeikh Darul Ifta pun dibelakang mereka. Ini adalah sebuah pengkhianatan kepada ulama Darul Ifta mengingat begitu banyak perbedaan da’wah mereka dengan Darul Ifta.

Akhir Yang Tragis Apakah Azab Yang Disegerakan?
Muhammad Aman Al-Jami akhirnya mati karena sakit kanker mulut,sebuah akhir yang sangat tragis. Sepeninggalnya,Rabi’ Al-Madkhali menjadi tokoh utama penerusnya. Tidak ada yang menyainginya selain Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i di Yaman,seorang syeikh salafi yang pernah mengomentari ulama Iraq yang terkenal dan pengarang Kitab Ushul Ad-Da’wah,Dr.Abdul Karim Zaidan,dengan ungkapan yang sangat tidak masuk diakal dan sangat menyakitkan “Sesungguhnya Ilmunya adalah sampah”, demikianlah generasi salafiyun ketika berbicara semaunya saja,namun Do’a kita baik untuk mereka : “Semoga Mereka mendapat Hidayah Allah sebelum mereka meninggalkan dunia ini,”.

Kalaupun tidak, apakah mereka menginginkan azabnya disegerakan? Wallahua’lam.

Konflik Internal Gerakan “Salafy”
Siapa sangka di tubuh mereka kaum salafi tidak ada perpecahan? Justru karena mereka berebut ummat dan memperturutkan hawa nafsu akhirnya mereka berpecah. Terlebih ketika ulama yang menjadi musuhnya sudah banyak dipenjara,dan tidak ada lagi yang berani menentang negara. Mulailah kelompok ini (al-jamiah) menoleh pada diri mereka sendiri. Mereka mulai menetapkan dasar-dasar madzhab mereka,lalu muncullah berbagai buku karangan mereka untuk membela madzhabnya, dari sinilah awal timbulnya perbedaan pendapat dan perpecahan,lalu saling menyerang mereka terbagi-bagi menjadi beberapa kelompok dan tragisnya masing-masing kelompok membid’ahkan kelompok yang lainnya.

Perpecahan yang pertama terjadi pada kelompok sempalan mereka Al-Hadadiyah, tokohnya adalah Mahmud Al-Hadad yang mengajak pengikutnya untuk membakar kitab-kitab ulama terdahulu seperti Ibnu Hazm,An-Nawawi, Ibnu Hajar dll. Menurut Al-Hadad mereka semua adalah ahli bid’ah sehingga wajib untuk dijauhi. Perkara ini memancing pro dan kontra yang akhirnya kelompok ini tidak lama berkembang di Hijaz belakangan ini berkembang di Yaman, Mesir dan kelompoknya, ironisnya dengan perpecahan mereka masih mengklaim diri paling salafi, mengaku sebagai representasi Salaf Shaleh sejati dan menuduh yang lainnya sebagai firqoh dan sesat. Kalau saja mereka mengaca sedikit, mungkin akan merasa malu mengaku diri paling salafi sebagai pengikut salaf shaleh sejati, Naudzubillah Min Dzalika.

Ulasan
Andaikan kita merujuk dengan baik Fatwa Lajnah Ad-Daimah no. 20212. Tgl 7/2/1419 H dan fatwa no. 21517 tgl 14/6/1421 H atau kita menoleh fatwa Syeikhul Islam ibn Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa 3/216. Terhadap apa yang telah mereka lakukan selama ini,dengan Ta’ashub mereka terhadap guru-guru mereka serta mengkultuskannya,jelas sekali pernyataan Syeikhul Islam ibn Taimiyah Rahimahullah Ta’ala bahwa mereka salafiyun termasuk ahlu bid’ah yang sesat dan Tafarruq (pemecah belah ummat),sekali lagi,jelaslah sudah menurut Ibn Taimiyah siapa sebenarnya gerakan “salafiyun” ini.

Ketika kaum salafiyun ini menolak jihad dan menganggap tidak penting ,bukankah itu bertolak belakang dengan kesepakatan ulama,dalam urusan jihad mereka selalu menunggu komando dari Amir, Amir yang mana yang mereka tunggu? Pemerintah sekuler? Mana mungkin mereka menyuruh jihad!!! Sungguh aneh bin ajaib bukan ?

Coba kita simak Ibnu Qudamah dalam al-mughni VIII/353 yang mengatakan :
“Maka jikalau Imam tidak ada,jihad tidak boleh ditunda, sebab dengan menunda jihad maslahatnya akan hilang,Jika terpaksa jihad dilakukan tanpa imam dan mendapatkan Ghonimah (harta rampasan perang), maka ghonimah itu dibagikan oleh orang yang ahli sesuai dengan tuntunan Syariat”.

Inilah sekilas gambaran pemikiran gerakan Murjiah Ekstrim, yang hari ini dengan bangga menggelari dirinya sebagai gerakan salafiyyah. Mereka menganggap penyelewengan mereka dari Aqidah Ahli Sunnah Wal Jama’ah sebuah perkara remeh temeh, padahal disisi Allah SWT itu sebuah perkara Dosa yang sangat besar. Wallahua’lam.

Sebagai contoh:
Semisal Andalusia (spanyol) yang diambil oleh tentara salib di th 1492 M dan Palestina oleh Israel di th 1917 M, lalu ditegakan Negara Israel tahun 1948 M, Jihad untuk merebut kembali kedua negara milik kita itu hukumnya adalah: Fardlu Ai’n bagi seluruh Muslim.

Tidak seperti pendapat Syeikh Muhammad Ibrahim bin Syaqrah memahami surat Al-Anfal : 60. Dia bilang: "Saat kita lemah seperti sekarang, lebih baik diam menahan diri dari berjihad", Naudzubillah.

selesai

Note:
Umar Rasyid Hasan adalah murid syaikh Abdullah bin Baz, yang selama sembilan tahun berada di ma'had Darul Ifta yang dipimpin oleh Ibnu Baz. Beliau masuk di Darul Ifta sebelum peristiwa perang teluk yang terjadi ada agustus 1990. Kehadiran Amerika pada perang teluk di Saudi Arabiya memunculkan satu gerakan pemikiran Islam yang baru dan berakibat pada perpecahan ulama di nergeri tersebut, dan terus dikembangkan di berbagai negara. Umar Rasyid memaparkan pengalamannya terkait dengan gerakan yang disebut salafi itu sejak kemunculannya, dan berbagai penyimpangan hingga perkembangannya sekarang.

MI/Sumber

Rabu, 29 Juli 2015

Salafi Salah Berguru 2

Oleh: Umar Rasid Hasan*
ilustrasi
Arti Salafu Sholeh
Banyak ungkapan ulama disekitar Salafu Shaleh, namun ringkasnya ada dua istilah yang masyhur : Zaman (waktu) dan Manhaj (metode).

Zaman : suatu masa yang hidup didalamnya 3 (tiga) masa Kurun terbaik, Kurun para Sahabat, Kurun para Tabi’in dan Kurun Tabi’ut Tabi’in.

Manhaj maksudnya: Metode yang digunakan oleh 3 (tiga) kurun waktu terbaik di dalam memahami dan memperjuangkan Dienul Islam, oleh karenanya kapan pun di mana pun dari umat ini yang dalam hidupnya memahami dan memperjuangkan Dienul Islam sama seperti mereka, maka berhak dikatakan Salafu shaleh. (Al-Madkhol, Dr. Buraikan).

Ungkapan Ulama Tentang Salafi Atau Atsari
Sebagian ulama termasuk didalamnya Syeikh Muhammad Nasirudddin Al-Albaniy membolehkan penggunaan istilah salafi. Namun karena adanya penyimpangan akhlaq dan aqidah dari sebagian mereka yang menamakan dirinya dengan salafi, akhirnya ulama tidak menyukai penggunaan istilah ini, semisal :

Syeikh Muhammad Shaleh Al-Utsaimin mengatakan: Suatu yang tidak bisa disangkal bahwa, kewajiban ummat islam adalah untuk mengikuti Madzhab Salaf dan menjadikan madzhab mereka adalah madzhab Salaf dan tidak ada keharusan untuk Ber-Intima’ atau berkomitmen pada kelompok tertentu semisal salafiyun atau bertahazzub kepada salafiyun, karena dikhawatirkan akan ada dua jalan/metode pertama As-Salaf (umat terdahulu) dan kedua Hizb (kelompok) atau salafiyun, padahal yang dituntut adalah Ittiba’(mengikuti) Salaf (umat terdahulu). Dikutip dari Syarah Arbain Nawawiyah hadits ke 28, demikian pula Syeikh Dr. Sholeh Fauzan ibn Fauzan tidak menyukai penamaan ini (lih. Beda Salaf dengan Salafi,hal.141).

Bahaya Aqidah Murjiah Yang Dianut Kelompok Salafiyun
Selanjutnya berikut ini cacatan untuk salafiyun yang beraqidah murjiah yang begitu berbahaya dan meresahkan ummat islam dewasa ini dan menjadi benalu dalam menegakan Islam.

    - Pada perkara Iman dan Kufur
Ali Hasan Al-Halaby, seorang dai’ panutan salafi yang sering bertandang ke indonesia dia sudah dicap pendusta oleh banyak ulama di Saudi Arabia karena dia senang membajak dan merubah pernyataan ulama sebagaimana dinyatakan oleh Dewan Fatwa Lajnah Ad-Daimah, dalam Fatwa no.2151 dia mengatakan bahwa kufur hanya ada dua; Juhud (pengingkaran) dan Kidzib (pendustaan).(lih. pengantarnya di attahdziir min fitnati takfir.)

Konsekwensinya,berarti setiap pelanggaran terhadap Syariat Allah SWT,termas-uk mencela Rasul atau melecehkan Al-Qur’an,pelakunya tidak bisa dikatakan kafir karena dia tidak mendustakan dan mengingkari Allah dan Rasul,lalu apa bedanya kel. Ini dengan kel. Liberal.

Pembagian Kekufuran seperti ini jelas merupakan Aqidah Murjiah, sebagaimana dinyatakan oleh Lajnah Ad-Daimah dalam fatwa no.21517 (lih.Attahdzir Minal Irja’.Hal. 26).

Dapat kita bandingkan dengan pernyataan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab “adapun kufur amal, diantaranya ada yang bertentangan dengan iman, seperti : sujud kepada patung,menghinakan Al-qur’an,membunuh Nabi serta mencelanya..” (Ad-Durar, 1/480)

    - Berhukum kepada hukum Allah SWT.
Kebiasaan buruk dari salafiyun adalah menganggap remeh terhadap hukum Allah SWT dan kepada Dai’ yang mengajak untuk menegakan SYARIAT Allah dengan sadis mereka mengatakan Khowarij Bughot halal darahnya ditumpahkan.

Bandingkan pendapat mereka dengan pendapat ulama tentang berhukum kepada selain hukum Allah SWT;

Ibnu Taimiyah berkata,”Ketika seseorang menghalalkan sesuatu yang diharamkan oleh ijma’ atau mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh ijma’atau menggantikan syariat yang telah ditetapkan secara ijma’,maka dia kafir dan murtad berdasarkan ijma’ “ (Majmu Fatawa, jilid lll/267. Realitanya sudah berapa banyak syariat islam yang digantikan oleh undang-undang skuler.

Ibnul Qoyyim Azzaujiyyah berkata : “Setiap orang yang berhukum atau menghukumi dengan selain hukum Allah SWT,atau hukum yang dibawa oleh Rasulullah SAW berarti dia telah menegakan hukum thogut dan dia telah berhukum kepada thogut “ (I’lamul Muwaqqi’iin, 1/53).

Syeikh Asy-Syanqithi berkata : “.......lewat nash-nash yang telah kami sebutkan tadi, maka jelaslah sudah bahwa setiap orang yang mengikuti undang-undang positip yang diwahyukan oleh setan lewat lisan para walinya dari kalangan manusia, yang menyelisihi syariat Allah SWT yang diwahyukan lewat lisan para Rasulnya, maka tidak diragukan lagi kekafiran dan kesyirikannya. Dan yang ragu hanyalah orang-orang yang telah Allah butakan matahatinya dari cahaya wahyu,..dan menerapkan undang-undang dalam kehidupan adalah kekafiran.....”(Adhwa’ul Bayan, 4/83—84).

Imam Ibnu Katsir menukil Ijma’ atas kekafiran setiap orang yang mmenerapkan undang-undang yang menyelisihi Syariat Islam. (lih. Al-Bidayah wan Nihayah,13/119), Mufti dan ahli Hadits Mesir yang terkenal, Syeikh Ahmad Syakir berkata “Permasalahan yang harus dipastikan, bahwa penerapan undang-undang positip merupakan kufrun bawwah-kekafiran yang nyata. Kekafirannya sejelas matahari disiang hari bolong.” (Umdatu Tafsir, 2/172).

    - Mengkritik Penguasa dan Khowarij
Ciri khas yang lain dari salafiyun adalah mendaulat siapapun yang mengkritik pemerintah/penguasa skuler dengan gelar Khowarij. Menurut mereka siapapun yang mengkritik dan menentang pemerintah, betapapun pemerintah itu rusak dan kufurnya sistem yang dijalankan, dia adalah khowarij, tanpa melihat alasan orang yang mengkritiknya.

Benarkah demikian sikap Salafu shaleh?
Sudah tentu jawabannya tidak, Sejarah mencacat : Ketika Mu’awiyah mengkritik bahkan memerangi Ali bin Abi Tholib, yang saat itu menjadi kholifah yang sah. Demikian juga Ibunda A’isyah RDA mengkritik dan mengangkat senjata melawan Ali bin Abi Tholib, terlepas dari apa penyebabnya dan dari siapa yang benar atau yang salah, tidak satupun ulama yang berani mengatakan bahwa Mua’wiyah dan A’isyah adalah Khowarij!

Demikian pula Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab berperang melawan penguasa Turki, tidak ada ulama yang mengatakan bahwa dia khowarij apalagi bughot. Begitu juga kejadian pada th 83 H, disaat sebanyak 100.000 penduduk Basyrah dan Kufah berkumpul melawan Abdul Malik bin Marwan dan panglimanya Hajjaj, bahkan beberapa Ulama ikut serta dalam perlawanan tersebut, seperti : Sai’d bin Jubeir, Asy-Sya’bi, Hasan Al-Basyri dan Muslim bin Yasar, tidak ada yang mengatakan bahwa semua penduduk dan ulama yang ikut saat itu dicap khowarij.

Terakhir sebagai contoh saja, Penguasa Abbasiyah menggulingkan penguasa Bani Umayyah, belum ada sampai sekarang yang berani mencap mereka khowarij, dan andaikata pihak salafiyun berkeinginan mengkhowarijkan mereka, dipersilahkan, tetapi kemukakan dulu alasan dan hujjahnya.

Pemahaman negara Kafir dan negara Muslim versi salafiyun
Menurut mereka dasar menghukumi negara islam itu berdasarkan Syi’ar islam bukan hukum islam yang berlaku. Maka negara manapun yang ada syi’ar islam didalamnya itulah negara Islam dan pemimpinnya adalah Amirul mu’minin.

Indah nian pendapat ini, sekolah dimana mereka sehingga bisa berpendapat seperti ini, siapa gerangan TUAN GURUNYA, bisa-bisa negara barat adalah negara Islam, sebab disana sudah ada syi’ar islam, demikian mereka berpendapat, padahal ulama muslim bersepakat untuk menghukumi negara itu islam atau kafir jelas dengan Hukum Islam yang berlaku.

Pendapat mereka itu layak sekali untuk dihadapkan pada mahkamah kesepakatan Ulama Muslim tujuannya adalah agar mata-mata mereka melek dengan kenyataan, kalau mereka masih mengaku Muslim, kesepakatan ulama muslim dibawah ini :

Ibnul Qoyyim berkata : “Mayoritas ulama mengatakan bahwa Daarul Islam adalah Negeri yang dikuasai oleh Ummat Islam dan hukum-hukum Islam diberlakukan di Negeri tersebut, dan bila hukum –hukum islam tidak diberlakukan disana maka bukan merupakan Daarul Islam, sekalipun negeri itu berdampingan dengan Daarul Islam. Contohnya Thoif, sekalipun letaknya dekat dengan Makkah, namun dengan terjadinya Fathu Makkah, Thoif tidak berubah menjadi Daarul Islam (ahkam ahlu dzimmah 1/366).

Asy-Syu-aukani berkata : “Bisanya Negeri dikatakan kafir/islam adalah dengan adanya zhuhur kalimah (hukum yang ditegakan), jika kekuasaan memerintah atau melarang dalam sebuah negeri dibawah kendali muslim, dimana orang-orang kafir tidak dapat menampakan atau mempertunjukan kekafirannya, melainkan atas idzin kaum muslimin, maka negeri tersebut negeri Islam. Adanya tanda-tanda (simbol) kekafiran di negeri itu tidak akan berpengaruh kepada nama negeri Islam itu, mengapa? Karena keberadaan simbol-simbol itu dimunculkan bukan karena oleh kekuatan mereka, tetapi oleh karena ada idzin dari kaum muslimin”. Seperti kebanyakan contoh orang-orang kafir yang hidup di beberapa neg.muslim sekarang. Sebaliknya jika keadaan sebuah neg.tidak seperti keterangan diatas maka neg. Itu jelas neg.Kafir “. (As-Sailal-jarror,4/575). 

Maka akhir dari perhelatan selama ini, Ummat akan tahu dan akan bisa menilai, siapa pengemban dawah Salafu Shaleh sejati, dan siapa sesungguhnya salafi imitasi alias bohongan. Wallahu A’lam Bishowaab.

mediaislamia.com/sumber

Jumat, 24 Juli 2015

Salafi Salah Berguru 1

 Oleh: Umar Rasid Hasan*
Saksi hidup langsung dengan Darul Ifta dari thn 1989 akhir s/d 2001 meskipun berpindah Kafil dari Syeikh Abdul Aziz bin Nasir bin Baz (Mustasyar fi Daril Ifta) kepada Syeikh Abdullah bin Ali Ad-Duayyaan (Riasah Ta’limil Banat)

“tidak ada murid yang salah dan jahat melainkan pada guru yang  salah dan jahat”.

Ungkapan ini kita dapati pada perguruan Kungfu yang menekankan pada kemenangan diatas kebenaran. 

Perguruan ini pun mengarahkan semua anak didik nya untuk taat dan patuh pada guru yang benar dan baik yang sejalan pula dengan ilmunya yang benar dan baik, anak murid itu ibarat kertas putih yang siap dituliskan apa saja di atasnya, tulisan-nya baik maka akan terlihat baik demikian sebaliknya manakala buruk akan terlihat keburukannya.

Jauh sebelum muslimin mengenal kungfu, Islam yang mereka anut telah mengajarkan pula kepada pemeluknya untuk selalu melakukan hal yang benar dan baik, dari generasi ke generasi turun temurun hal yang benar dan baik itu tidak pernah berubah. Dari guru kaum muslimin dimasa lalu yang bernama Salaf sampai zaman sekarang pun tetap salaf, mereka tidak akan pernah merubah pendirian untuk tetap selalu benar dan baik dari masa ke masa.

Sampai pada masa kita hidup hari ini masih dapat dijumpai, semisal pengganti imam masjidil haram setelah Syeikh Subeyyil Rahimahullah yaitu Syeikh Abdur Rahman Assudaisiy Hafidzohullahu Ta’ala dalam khutbah jum’atnya pada tgl 18 Robiul Akhir 1434 H bertepatan dengan 1 Maret 2013 M menegaskan bahwa Ummat Islam harus bahu membahu saling membantu terutama terhadap saudaranya yg teraniaya di Palestina dan di Gaja, Mesir dan Afganistan dan beliau mengakui perjuangan mereka serta mendukungnya, Syeikh Abdur-Rahman Assudaisiy beliau adalah pengikut Salaf.
Oleh karenanya kalau tiba-tiba ada yang mengaku pengikut salaf tetapi perangainya tidak mencerminkan orang-orang salaf maka siapapun dia patut untuk di curigai.
Asal Usul Salafy
Di era tahun 90 an berkembang tren salafi yang mengaku pengikut salaf dengan diketuai oleh Dosen Aqidah di Univ. Islam Madinah yang bernama: Syeikh Muhammad Aman Al-Jami yg berasal dari neg. Habasyah, sesuai dengan nama pendirinya kelompok ini selanjutnya disebut Al-Jamiyah. Demikian penjelasan Syeikh Abdul Aziz bin Mansyur Al-Kinani dalam kitabnya: Ar-Radd A’la A’dya’i As-Salafiyyah; Al-I’tidzar Lil Aziizil Ghoffaar Wal-Intishor Li Ahli As-sunnah Al-Abrar. Awal kemunculan tren Salafi ini pada tahun 1411/1412 H atau th 1990/1991 M, tepatnya saat terjadinya perang Teluk, yaitu disaat Iraq menginfasi Negeri Kuwait.
Pengaruh Politik Pada Salafy
Pendiri Salafi yaitu Syeikh Muhammad Aman Al-Jami banyak terpengaruh oleh pemerintah Saudi Arabia dalam hal ini Dept. Dalam Negeri dan Dinas Intelegent KSA dan di tahun 1411 sampai 1415 H dia berhasil membuat kerusakan dan perpecahan di tubuh ummat islam dengan mengklasifikasikan ummat dan ulama, terkecuali ulama Darul Ifta dan Hai’ah Kibarul Ulamanya mengingat Darul Ifta adalah lembaga resmi pemerintahan, kasus salafi mengklasifikasikan ummat dan ulama ini sempat dibantah oleh Syeikh Bakar Abu Zaid Rohimahullah. Dengan menulis sebuah buku yang berjudul Tashnif An-Nas Bayna Adz-Dzon Wal Yaqin Syeikh Bakar Abu Zaid menyarankan agar ummat dan Ulama tidak terjebak dalam provokasi yang dilancarkan oleh kelompok salafi Al-Jamiyah.
Perpecahan Ulama
Pada saat terjadinya infasi Iraq ke Kuwait th 90 an terjadilah polemik pada tubuh ulama mereka berpecah disaat menentukan Fatwa mana yang akan dirujuk pada saat pemerintah meminta kekuatan asing (Amerika) didatangkan.

Ulama Darul Ifta yang dipimpin oleh Asyeikh Abdul Aziz bin Abd.Rahman bin Abdullah bin Baz beserta anggota Kibarul Ulamanya: Syeikh Muhammad Sholeh Al-Utsaimin, Syeikh Sholeh Ibn Ghushun, Syeikh Jibrin, Syeikh Ghodloyan, Syeikh Sholeh Fauzan ibn Fauzan, Syeikh Abdullah bin Qu’ud, bersepakat bahwa meminta tolong kepada Amerika benar ada keuntungan dan manfaat tetapi hukumnya tidak wajib.

Fatwa ini ditentang oleh murid-murid Syeikh Bin Baz sendiri seperti: Syeikh Safar Al-Hawali, Syeikh Salman Audah, Syeikh Aidl Al-Qorniy, Syeikh Nasir Bin Sulaiman dan Syeikh Al-Umar, Syeikh Sa’id Misfir Al-Qahthoniy, Syeikh Musa Al-Qarniy, Syeikh Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisiy, Syeikh Abdullah Al-Jalali, Syeikh Muhammad Asy-Syanqithiy, Syeikh Ahmad Al-Qaththan, Syeikh Muhammad Al-Quthub, Syeikh Abdul Majid Az-Zindani, Syeikh Abdurahman Abdul Kholiq, Syeikh AbdurRozak As-Syayaji dll mereka termasuk Ulama-Ulama Ishlah, tetapi mereka tidak berpecah dengan Masyaikh yang berada di Darul Ifta meskipun pada akhirnya mereka dipenjarakan, lalu Syeikh Bin Baz sendiri yang meminta kepada pihak kerajaan untuk mengeluarkan mereka dari penjara.
Lahirlah kelompok yang ketiga mereka mengatakan bahwa mendatangkan kekuatan Amerika itu Wajib, merekalah ulama pemerintah, kelompok salafi yang dipimpin oleh Muhammad Aman Al-Jami, Dr.Robi’ Al-Madkhaliy, Muhammad Hadi Al-Madkhaliy, Ali Hasan Al-Halabiy Al-Atsariy, Muqbil Hadi Al-Wadh’i,Falih Al-Harbiy, Farid Al-maliki, Tarahib Ad-Dausiriy, Abdul Lathif BaSyamil, Abdul Aziz Al-askar, Sholeh AS-suhaimi, MUHAMMAD IBRAHIM SYAQRAH (bertaubat) dan merekalah yang menghujat para ulama Darul Ifta dan Ulama Ishlah.

Perangai Salafy
Kata-kata kasar mereka (kaum salafi) akan dicatat sejarah, saat mereka berdakwah dengan serampangan, semena-mena, menebar tuduhan, mencela dan memberikan embel-embel yang tidak senonoh terhadap orang yang tidak bergabung dengan kelompok mereka, bahkan terhadap sesama kelompok mereka pun terjadi fitnah memfitnah.

Nampaknya sudah terbiasa bagi mereka mengatakan Ustadz Perlente, Kalbun min Kilabin Nar, ahli hadas bukan ahli hadist, khowarij, bughot, sururiy, kepada siapapun terlebih kepada Dai’ yang mengusahakan tegaknya Syariat Allah, mengalir dari mulut mereka cercaan, makian, fitnahan dengan tanpa menyesal sedikitpun, apalagi kepada saudara-saudara kita di Mesir seperti: Sayyid Qutb, Hasan Al-Banna, Dr. Abdullah Azam ulama Palestina yang syahid di Afganistan, jadi bulan-bulanan mereka di cerca habis.

Padahal Syeikh Bin Baz Rahimahullah Ta’ala ketika Sayid Qutb akan digantung beliau mengirimkan surat kepada presiden Gamal Abdul Naser untuk memaafkannya bahkan beliau mengatakan-andaikata Mesir tanpa Sayid Qutb apa jadinya?.

Juga Syeikh Utsaimin Rahimahullahu menyindir kelompok salafiyyun dengan kata-kata beliau: Hari ini ada sekelompok manusia mencari-cari kesalahan para Dai’ dan Ulama lalu diekspos besar-besaran dan ironisnya mereka tidak pernah melihat kebaikan-keba-ikan Dai’ dan Ulama yang bersangkutan padahal kebaikan mereka berlipat ganda bila dibandingkan dengan kesalahan mereka,kata-kata beliau tertuang dalan kitab (Al-Watsa’iq Al-Jaliyyah hal. 43).

Syeikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani Rahimahullah amat tidak suka kepada orang yang terlalu mempersoalkan Sayid Qutb, bahkan beliau mengatakan Sayid Qutb adalah Dai’ yang menyemangati Da’wah dan Jihad dan beliau juga memuji tulisan Sayid Qutb dalam kitab : Al-A’dalah Al-Ijtimaiyyah.

Dan ketika Syeikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani ditanya tentang beberapa tokoh ulama yang melakukan beberapa kesalahan dalam Aqidah seperti : Imam An-Nawawi,-Ibnu Hajar,dan Sayid Qutb Syeikh Albani berkata: “Hari ini siapa yang semisal An-Nawawi dan Ibnu Hajar? Beri tahu saya segera”, Dan tentang Sayid Qutb: "Jangan kalian ungkit-ungkit. Dia adalah laki-laki yang kita hargai atas Jihadnya.” (Al-Watsa’iq Al-Jaliyah Hal :49).

Syeikh panutan salafi Dr. Robi’ Al-Madkhali telah dinasehati oleh Ulama besar Saudi Arabia Syeikh DR.Bakar Abu Zaid bahkan beliau menulis buku pembelaan terhadap Sayid Qutb yang berjudul Al-Khithob Ad-Dzahabiy, lagi-lagi Dr.Robi congkak tidak mau menerimanya. Sungguh amat disayangkan, semoga Allah Memberi Hidayah kpd mereka.

Yang sungguh mengherankan ketika kaum salafi menjadikan ulama: Syeikh Bin Baz, Syeeikh Utsaimin, Syeikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani, sebagai rujukan mereka, tetapi justru Fatwa Fatwanya banyak yang tidak dipakai, terkecuali fatwa yang mendukung mereka.