Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2015

Menteri Prancis Kecam Wali Kotanya yang Kurang Bijak

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى هَهُنَا. يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh tidak menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini. – Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali-. (kemudian beliau bersabda lagi:) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram darahnya, kehormatannya dan hartanya".  (HR. Muslim)

Bernard Cazeneuve       (nece-provence.info)
(Mediaislamia.com) --- Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve pada Selasa mengecam sejumlah wali kota di negaranya  yang menyatakan hanya akan menerima pengungsi beragama Kristen di wilayah pimpinannya.

"Saya sama sekali tidak mengerti pembedaan itu. Saya mengecam hal itu dan saya berpendapat bahwa kebijakan itu sangat mengerikan," kata Cazeneuve kepada stasiun televisi France 2.

"Ada sejumlah kelompok kecil mengalami penganiayaan di Suriah. Pemeluk Kristen dari Timur Tengah memang harus disambut baik, namun demikian pula dengan Muslim dan kelompok kecil lain, yang mengalami penganiayaan dengan derajat kekejian sama," kata dia.

Prancis, menurut Cazeneuve, harus bersiap menampung semua orang teraniaya, apa pun agama dan latar belakang mereka.

Pada Senin (7/9) lalu, Wali Kota Roanne, Yves Nicolin, menyatakan bahwa dia siap merelokasi puluhan keluarga, dengan syarat mereka adalah pemeluk agama Kristen yang dianiaya di Suriah oleh Daesh (nama lain ISIS atau Daulah Islam).

Sementara itu, Damien Meslon, Wali Kota Belfort di wilayah timur Prancis, juga menegaskan bahwa dia hanya akan mempertimbangkan menampung keluarga Kristen dari Irak dan Suriah karena "merekalah yang mengalami penganiayaan paling berat".

Ribuan pengungsi tiba di Eropa      (tribunnews.com)
Kedua wali kota tersebut berasal dari partai kanan tengah yang saat ini merupakan oposisi secara nasional. Setelah mendapat tekanan untuk merespok krisis imigran di Eropa paling besar sejak Perang Dunia II, Presiden Prancis Francois Hollande pada Senin menyatakan bahwa negaranya siap menampung sekitar 24.000 pengungsi selama dua tahun ke depan.

Keputusan mengenai cara pencari suaka disalurkan ke wilayah Prancis akan diambil oleh lembaga pemerintahan berbeda, bukan oleh masing-masing wali kota, demikian Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Tanggapan dua wali kota di Prancis itu merupakan pengulangan dari pernyataan Slovakia yang pada Agustus lalu berjanji hanya akan menerima pengungsi dari Suriah yang beragama Kristen. Alasannya, pengungsi Muslim tidak akan nyaman berada di negara tersebut.

Langkah mereka sangat berbeda dengan kebijakan Paus Fransiskus yang pada Ahad lalu mendesak agar semua "paroki gereja, komunitas relijius, biara, sangtuari di Eropa" untuk menampung satu keluarga" pengungsi.

Senin, 07 September 2015

Paus : Setiap Paroki Eropa Tampung Satu Keluarga Pengungsi

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang".   (QS. Maryam : 39) 

Selamatkan pengungsi yang tak berdosa      (okezone.com)
(Mediaislamia.com) --- Paus Fransiskus pada Minggu meminta setiap paroki Eropa dan masyarakat keagamaan menampung satu keluarga pengungsi sebagai bentuk solidaritas, yang dikatakannya akan dimulai di negara kecil Vatikan, tempatnya hidup. 

"Saya memohon kepada paroki-paroki, kelompok-kelompok keagamaan masyarakat, biara dan tempat-tempat suci di semua wilayah Eropa untuk ... menampung satu keluarga pengungsi," katanya setelah ia menyampaikan pesan di wilayah kepausan, lapor Reuters. 

Imbauan paus itu ditujukan kepada puluhan ribu paroki Katolik di Eropa. Sementara itu, jumlah pengungsi dan migran, yang berdatangan di darat setelah melintasi Balkan dan menyeberangi Mediterania menuju Italia dan Yunani, mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Di Italia saja, terdapat lebih dari 25.000 paroki dan ada lebih dari 12.000 lainnya di Jerman, negara yang menjadi tujuan banyak warga Suriah yang pergi menghindari perang saudara. Orang-orang, yang mencoba keluar dari kemiskinan dan kesulitan di negara-negara lainnya, mengatakan mereka ingin mengakhiri itu semua. 

Kerumunan di Lapangan St. Peter bertepuk tangan ketika Paus mengatakan, "Setiap paroki, setiap kelompok masyarakat keagamaan, setiap biara, setiap biara, setiap tempat suci di Eropa (sepatutnya) menerima satu keluarga."

Pengungsi Suriah membludak        (satuharapan.com)
Dalam pesan terpisah yang disampaikannya pada Minggu, paus --yang merupakan cucu dari orang-orang yang pindah dari Italia ke Argentina, mengkritik aksi pembangunan pagar yang sedang dilakukan Hongaria di perbatasan Uni Eropa. 

"Membangun dinding-dinding dan pembatas-pembatas untuk menghadang mereka yang mencari tempat damai merupakan kekerasan. Mendorong mundur mereka yang pergi menghindari kondisi tidak manusiawi agar punya kesempatan lebih baik adalah tindakan kekerasan," katanya dalam surat yang ia tujukan bagi para peserta pertemuan perhimpunan Gereja di Albania. 

Dua paroki Vatikan akan menampung satu keluarga pengungsi setiap hari pada hari-hari mendatang ini," kata Paus Fransiskus. 

Badan penjaga pantai Italia mengatakan pihaknya telah mengkoordinasikan penyelamatan 436 migran, yang meminta pertolongan dari perahu-perahu karet mereka pada Sabtu dan Minggu. 

Senin, 10 Agustus 2015

Indahnya Masjid di Pucuk Gunung

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ ، أوْ أَصْغَرَ ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ 
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah sebesar sarang burung atau lebih kecil. Maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga".    (Dishahihkan oleh Al-Albany) 

Bait Allah di pucuk Gunung      (felesteen.ps)
(Mediaislamia.com) --- Sebuah masjid yang tidak biasa telah dibangun di atas gunung setinggi 1.130 meter di provinsi Laut Hitam di Turki, di mana ayah Presiden Recep Tayyip Erdogan lahir.

Gunung subur di kabupaten Guneysu provinsi Rize dikenal sebagai “kıble,” mengacu pada kiblat istilah Islam, arah Ka’bah di Mekah di mana umat Islam menghadap ketika shalat. Alasan namanya berasal dari fakta bahwa punggungan utama gunung menghadapi Mekkah dan puncak gunung dapat dilihat dari sebagian besar kabupaten.

Dilansir Hurriyet, masjid pertama di atas gunung ini dibangun pada abad ke-19. Setelah kayu hangus selama kebakaran pada tahun 1960, sebuah gubuk beton sederhana diganti sebagai tempat ibadah. Erdogan mengunjungi masjid baru ini pada tahun 2010 ketika ia menjadi perdana menteri Turki dan menginstruksikan pemerintah daerah untuk memulihkan dan memperluas bangunan itu.

Setelah jalan aspal dibangun, pembangunan dimulai pada 2013 dengan sumbangan dari pengusaha lokal. Masjid bersejarah Şemsi Ahmet Pasa di lingkungan Üsküdar Istanbul digunakan sebagai model.

Masjid baru ini berukuran 275 meter persegi dengan tinggi kubah 13 meter dan tinggi menara 27 meter. Memiliki area pejalan kaki dan zona rekreasi di sekitarnya.

Masjid di pucuk gunung      (guncelturkiyehaber.com)
“Masjid ini memiliki tempat yang dirancang khusus untuk perawatan bayi juga,” arsitek Yusuf Yilmaz mengatakan, menambahkan bahwa mereka menyelesaikan proyek dalam 14 bulan.

Arsitek mengatakan Erdogan secara pribadi menidaklanjuti proses pembangunan, mendorong kru untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Tiga pekerja pernah terjebak di situs selama musim dingin, karena cuaca yang keras, dan diselamatkan oleh helikopter, Erdogan juga ikut dalam operasi penyelamatan ini.

Ini bukan proyek gunung masjid pertama yang melibatkan Erdogan. Segera setelah ia mengunjungi masjid tua di Rize, Erdogan mengumumkan rencana untuk membangun di bukit tertinggi di sisi Asia dari Istanbul pada tahun 2012.

Selasa, 04 Agustus 2015

Israel Lenyap dari Peta Penerbangan Maskapai Prancis

Rasulullah Shalalhu 'alaihi wassalam bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ     مسلم 
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda : ”Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon:”wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi”  (HR. Muslim)

Peta Penerbangan Maskapai Perancis      (rt.com)
(Mediaislamia.com) --- Maskapai Prancis, Air France mendapat kritik dari aktivis Israel karena tidak mencantumkan Negara Zionis itu serta kota-kota besarnya dalam peta penerbangan mereka. Meski nama Israel tidak tercantum di sana, namun Tepi Barat dan Jalur Gaza terlihat ditunjukkan dalam peta.

Penumpang pesawat maskapai Air France dapat mengetahui lokasi mereka dalam penerbangan dengan melihat peta yang tersedia di tempat duduk mereka. Keluhan mengenai absennya nama Israel dalam peta tersebut disampaikan oleh penumpang Air France itu segera mendapat perhatian dari kelompok aktivis pro-Israel Stand With US.

“Tampaknya, Air France menghapus Israel/Tel Aviv dari peta penerbangan, meski Tel Aviv merupakan salah satu tujuan resmi mereka. Bahkan, mereka mencantumkan Tepi Barat dan Jalur Gaza meskipun keduanya bukan tujuan pesawat Air France,” tulis kelompok itu dalam laman Facebook-nya sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (4/8/2015).

Peta Israel tidak tampak       (ream.co.id)
Pihak Air France berkilah bahwa hal itu hanyalah sebuah kesalahan teknis yang terjadi karena skala peta dan masalah tampilan peta. Maskapai pelat merah Prancis itu menjelaskan bahwa masalah tersebut sedang dalam proses perbaikan.

Kejadian ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Pada 2009, nama Israel juga lenyap dari peta penerbangan beberapa pesawat maskapai Inggris, BMI. Kejadian itu dilaporkan didasari usaha BMI untuk tidak menyinggung perasaan penumpangnya yang beragama Islam, sebagai gantinya peta perjalanan mereka menunjukkan arah dan jarak menuju ke kota suci umat Muslim, Mekah, meskipun tuduhan itu dibantah oleh BMI yang segera melayangkan permintaan maaf.

Minggu, 12 Juli 2015

Inilah Agenda Dibalik Pertemuan Rahasia Petinggi Dunia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِم مَّا هُم مِّنكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui".    (QS. Al Mujadila : 14) 

Hillary Clinton Capres AS      (abcnews.go.com)
(Mediaislamia.com) --- Dalam pertemuan Bilderberg group ke 63 di Austria 11-14 Juni 2015 ternyata memasukkan Indonesia dan keamanan Asia Tenggara dalam agenda pertemuan yang kabarnya diikuti oleh 140 an CEO perusahaan terkemuka di dunia serta 20 an Pemimpin Negara di dunia.

Sebelumnya, Pertemuan Bilderberg Group selalu menjadi acuan sebuah peta perubahan dunia baik suksesi kepemimpianan ataupun situasi keamanan sebuah negara; pertemuan ke-63 ini, mengangendakan beberapa hal seperti kecerdasaan buatan, Issu Timur tengah, ISIS, perang Mata Uang, situasi di Yunani, Suksesi di Amerika Serikat serta situasi keamanan dibeberapa belahan dunia

Salah satu contoh terbaru hasil pertemuan Bilderberg Group tersebut adalah Googgle yang menyatakan dukungannnya kepada Hillary Clinton menjadi Presiden Amerika ke-45, bahkan google dalam mesin pencarinya sudah memastikan Hillary adalah presiden amerika terpilih. Perlu diketahui CEO Googgle juga menghadiri pertemuan Bilderberg Group tersebut.

Dibalik Bisnis Freeport, Indonesia Dikadali AS

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh".   (QS. Al Ahzab : 72) 

James R Moffet      (temo.co)
(Mediaislamia.com) --- Dalam pertemuan Bilderberg group ke 63 di Austria 11-14 Juni 2015 ternyata memasukkan Indonesia dan keamanan Asia Tenggara dalam agenda pertemuan yang kabarnya diikuti oleh 140 an CEO perusahaan terkemuka di dunia serta 20 an Pemimpin Negara di dunia.

Pada pertemuan Bilderberg Group 2015 di Austria juga dihadiri oleh CEO Freeport James R Moffet yang baru saja kemarin bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana merdeka, terkait membicarakan 15 poin kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan Freeport Indonesia.

PT. Freeport Indonesia   (ekbis.sindonews.com)
James R Moffet atau Jim Bob biasa dipanggil, adalah orang kepercayaan George Soros bersama Rockefeller selaku stakeholder di Freeport Mcmoran

Dan Soros serta Rockefeller adalah salah satu founding father nya pertemuan Bilderberg Group

Freeport aka Freemason tahu situasi kedepannya yang akan terjadi di Indonesia, peta politik kedepannya serta situasi ekonomi Indonesia.

Lokasi pertemuan Bilderberg     (mansethaber.com)
Jokowi dianggap pemimpin yang sangat lemah dan bodoh, dan diperkirakan tidak akan lama memimpin Indonesia, sebab itu Freeport secepat mungkin mengambil keputusan MOU layaknya anak manis dengan Jokowi, agar kedepannya tidak digugat lagi oleh pemerintah yang baru paska Jokowi lengser. Dibalik Penandatangan Mou Pemerintahan Indonesia dengan Freeport ada dua isu besar mengikutinya yaitu persoalan Papua merdeka dan alutsista terbaru dari AS.

Tidak ada makan siang yang gratis, Papua menjadi alat barter, Alutsista diberikan dengan perjanjian tetapi emas yang di Papua segera bisa keluar tanpa hambatan. Inilah bodohnya rezim KW-3 ini. 

Sabtu, 11 Juli 2015

Bilderberg, Konferensi Rahasia Petinggi Dunia Tidak Boleh Diliput

Allah Subhanahu Wa  Ta'ala Berfirman :
 وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui".    (QS. Al Baqarah : 216)

Tempat pertemuan Bilderberg   (leaksource.info)
(Mediaislamia.com) --- Pertemuan ini digelar di Pegunungan Alpen dan melibatkan banyak pemimpin serta tokoh penting dunia. Namun, ini bukanlah Group of Seven (G7) atau Davos, melainkan Bilderberg, konferensi grup rahasia yang tidak boleh diliput media. 

Seperti dikutip AFP, Konferensi Bilderbeg tahun ini digelar di sebuah hotel mewah di Telfs-Buchen, pegunungan Alpen, Austria, Kamis (11/6/2015). Pertemuan super rahasia ini diadakan kali pertama di Oosterbeek, Belanda, pada Mei 1954. 

Rapat kali ini melibatkan beberapa perdana menteri, sekelompok bankir dan pakar teknologi. mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger, kepala NATO dan eksekutif top seperti Eric Schmidt dari Google dan bos Ryanair Michael O'Leary. 

Bertolak belakang dari konferensi G7 di dekat Bavaria pada akhir pekan lalu, tidak ada satu pun awak media yang diperbolehkan mendekat ke area Bilderberg. Penyelenggara acara menyebut media dilarang meliput agar semua peserta dapat membicarakan berbagai isu dunia dengan bebas. 

Bertujuan mendorong "dialog antara Eropa dan Amerika Utara" pada saat kali pertama digagas, konferensi Bilderberg berlangsung di bawah aturan Chatham House Rule. Ini artinya, "semua peserta bebas menggunakan informasi yang diterima dalam pertemuan, tapi identitas pemberi informasi dan siapapun yang mengomentarinya, tidak boleh disebutkan."

Peserta Birderberg foto bersama     (channelnewsasia.com)
"Karena konferensi ini bersifat privat, peserta dapat bebas mendengarkan, merefleksikan dan mengumpulkan berbagai sudut pandang," tulis pernyataan dalam situs Bilderberg. 

Siapapun yang mengharapkan adanya konferensi pers atau semacam pernyataan, dipastikan akan kecewa. "Tidak ada agenda, resolusi, voting atau pernyataan apapun yang dirilis dari pertemuan ini," sambung situs itu. 

Mereka yang hadir dalam konferensi Bilderbeg tahun ini termasuk Menteri Keuangan Inggris George Osborne, PM Belanda Mark Rutte, beberapa tokoh dunia dan juga bangsawan Putri Beatrix dari Kerajaan Belanda. 

Terdapat pula mantan kepala Badan Intelijen AS (CIA) David Petraeus, prajurit top John Allen yang kini menjadi utusan presiden AS dalam koalisi melawan kelompok militan Islamic State (ISIS), ekonom Martin Feldstein dan kepala Eurogroup Jeroen Dijsselbloem. 

Karena tidak disebutkan detail, situs Bilderberg hanya menyebut agenda umum dalam pertemuan ini, yakni artificial intelligence atau kepintaran buatan (AI), keamanan siber, senjata kimia, Yunani, Iran, Timur Tengah, NATO, Rusia, Kerajaan Inggris dan sesuatu yang disebut "beragam ancaman."

Masalah perubahan iklim dan pemanasan global disebutkan Bilderberg tidak masuk dalam agenda tahun ini. Masalah kelaparan dunia dan diskriminasi juga tidak disebutkan. Sebagian besar peserta tahun ini adalah pria. 

Keamanan di sekitar pelaksanaan konferensi Bilderberg super ketat. Polisi menghentikan siapapun yang tidak masuk dalam daftar undangan, dan juga menerapkan denda bagi pelanggar hingga USD565.

Sekitar 2100 polisi disiagakan di lokasi acara hingga beberapa hari ke depan, seiring rencana unjuk rasa warga Austria pada Sabtu mendatang. Satu-satunya jalan ke hotel tempat berlangsungnya acara diblokade.

Tidak hanya itu, tabloid Kronen-Zeitung menyebutkan militer Austria mengaktifkan radar khusus dan juga menyiagakan sejumlah helikopter Kiowa yang dilengkapi senapan mesin. 


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Rabu, 08 Juli 2015

Alasan Masyarakat Yunani Tolak Dana Bantuan Eropa dan IMF

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ
"Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu".    (QS. Muhammad : 36) 

Yunani setelah Referendum        (kulitinta.com)
(Mediaislamaia.com) --- Meski sudah dinyatakan sebagai negara bangkrut, mayoritas atau lebih dari 60 persen masyarakat Yunani masih saja menolak dana bantuan dari Eropa dan IMF. Masyarakat tidak setuju dengan syarat utang dari Eropa dan IMF berupa penghematan dengan cara mengurangi anggaran gaji dan pensiun, serta menaikkan tarif pajak di Yunani.

Di Yunani sendiri, saat ini beredar pepatah 'pria yang sudah basah tidak takut akan hujan'. Pepatah ini seolah menggambarkan masyarakat Yunani yang tidak takut dengan risiko apapun karena kondisi sekarang sudah terlanjur buruk.

Pengusaha restoran kecil di Athena, Connie Thomas membeberkan alasan kenapa mayoritas masyarakat Yunani menolak dana bantuan dari Eropa dan IMF. Padahal, keputusan ini akan membawa negaranya dalam kehancuran.

"Jadi alasannya mereka ini tidak ada pekerjaan, tidak punya uang, tidak punya tabungan. Itu sebabnya mereka tidak takut mengambil risiko," kata Connie, Selasa (7/7).

Banyak pengusaha di Athena berharap pemerintah Yunani menerima bantuan dari Eropa dan IMF. Misalnya, Anthony yang memilih iya terhadap bantuan Eropa saat referendum beberapa hari lalu.

Sementara itu, pensiunan berusia 60 tahun, Eva Ferentinos menolak bantuan Eropa dan Yunani. Dia mengatakan, kondisi Yunani dalam lima tahun terakhir sudah terpuruk dan anggaran pensiun sudah dipotong sebelumnya. Dia tidak mau lagi ada penghematan anggaran. Namun dia tetap ingin Yunani berada di zona Euro.

Rakyat Yunani berkumpul       (bisnis.liputan6.com)
"Saya berharap kami akan tetap berada di Eropa, saya ingin berada di Eropa, tapi kami butuh program yang lebih baik," kata Eva.

Eva menyebut, Eropa sebenarnya memiliki kewajiban dalam membantu Yunani tapi bukan dengan syarat penghematan. "Saya paham kalau negara Eropa menginginkan yang terbaik untuk negara anggotanya, namun saat mereka melihat warga di negara ini susah, mereka harus membantu dong," imbuh Eva.

Eva seolah tidak menyadari bahwa Yunani telah dua kali menerima bantuan dari Eropa. Kini dia meminta lebih banyak namun dengan syarat yang diperlonggar. "Kami memang membuat kesalahan, tapi itu sebabnya kita berada di Eropa untuk saling membantu kan," ucapnya polos.

Namun demikian, beberapa masyarakat Yunani ada juga yang memahami konsekuensi penolakan dana bantuan dari Eropa dan IMF. Misalnya, Najia Drakia yang secara tegas menolak syarat utang. Dia menginginkan negaranya keluar dari zona Euro meski Yunani akan memasuki masa suram seperti yang diprediksi analis seperti PDB Yunani bakal anjlok, devaluasi mata uang, dan pengangguran makin tinggi.

"Kami perlu mendeklarasikan tidak membutuhkan utang, kembali ke Drachma (mata uang Yunani lama), dan pemerintah bisa menyesuaikan nilai tukarnya," kata Najia yang bekerja sebagai pegawai pemerintah Yunani.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Selasa, 07 Juli 2015

Yunani Tolak Syarat Eropa, Lalu Apa Selanjutnya ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".   (QS. Ali Imran : 104) 

Yunani tolak syarat Eropa      (cnnindonesia.com)
(Mediaislamia.com) --- Rakyat Yunani telah menentukan pilihannya untuk membangkang dari Uni Eropa dengan menolak persyaratan ketat untuk dana talangan. Lalu apa selanjutnya bagi Yunani, negara yang berada di ambang kebangkrutan dengan utang segunung itu?

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras sebelumnya mengatakan bahwa penolakan dari rakyat akan memberikan posisi tawar yang tinggi bagi Yunani di meja perundingan. Sementara kebanyakan pejabat di zona euro memprediksi perundingan akan mandek, referendum tidak akan menghasilkan solusi apapun.

Sebelumnya Eropa dan IMF telah menyelamatkan Yunani dua kali dari krisis ekonomi sejak tahun 2011 dengan total pinjaman hingga 240 miliar euro.

Jika Yunani tidak segera mendapatkan dana talangan maka bank-bank akan mulai kehabisan uang. Di saat yang sama, Yunani harus membayar tunjangan pensiun dan gaji para pekerja sektor publik. Tidak ada uang, berarti gaji dan tunjangan itu dibayar dengan piutang, sekali lagi rakyat Yunani gigit jari.

Bank-bank di Yunani telah tutup selama sepekan dan diperkirakan akan dibuka kembali Selasa ini. Namun jika tidak ada uang, kemungkinan bank akan tutup lebih lama kecuali mereka mendapatkan dana dari pihak lain.

Yunani tidak bisa meminjam dari pasar internasional karena tingkat suku bunganya yang tinggi. Saat ini bank Yunani hanya bergantung dari uang tunai darurat dari Bank Sentral Eropa, ECB, namun jumlahnya juga kian menyusut. 

Jika demikian, maka Yunani harus mencetak uang sendiri. Artinya, Yunani akan menjadi negara pertama yang terpaksa keluar dari zona euro. Tapi ini diperkirakan hanya akan memperburuk situasi.

Dikutip dari Washington Post, mata uang drachma yang digunakan lagi nilainya akan terpuruk, memicu inflasi yang bisa mencapai dua digit. Barang impor seperti makanan dan minyak kemungkinan akan dijatah, perusahaan yang meminjam dengan euro berpotensi bangkrut dan pemerintah harus menyeimbangkan anggaran mereka dalam semalam, super kilat.

Dengan kata lain, situasi akan memburuk dibanding sebelumnya, apalagi dengan tingkat pengangguran yang mencapai 25 persen di Yunani. 

Yunani tolak perpanjangan utang      (m.covesia.com)
Namun rasa sakit ini diprediksi hanya sementara. Setelah setahun atau dua tahun berlalu, Yunani akan memiliki mata uang yang termurah dan membuat nilai ekspornya kompetitif serta sektor pariwisata yang lebih atraktif.

Kekhawatiran terbesar mungkin muncul dari tengah masyarakat yang jengah mengetatkan ikat pinggang. Perekonomian yang terpuruk bisa memicu kekacauan, bahkan kerusuhan. 

Eropa merugi

Bagi Eropa, keluarnya Yunani dari zona euro adalah kerugian besar. Uni Eropa akan kehilangan 240 miliar euro utang yang tidak bisa dibayar Yunani. Tidak hanya itu, Eropa juga akan kehilangan 89 miliar euro utang dari ECB untuk bank-bank di Yunani.

Sejauh ini belum ada traktat di Uni Eropa yang mengatur jika ada anggotanya keluar dari blok negara tersebut. Yunani akan menjadi yang pertama, dan bisa jadi bukan yang terakhir.

Pembangkangan Yunani dikhawatirkan menular dan meningkatkan biaya utang di antara negara-negara peminjam lainnya seperti Italia, Spanyol dan Portugal. Namun ECB telah mengantisipasi hal ini dengan membeli obligasi dari negara-negara tersebut dan berjanji akan memborong sebanyaknya untuk menjaga suku bunga tetap rendah.

Kemungkinan lainnya, ketidakpastian ekonomi Eropa akan membuat nilai tukar euro terjun bebas. 

Terakhir, ketakutan terbesar yang mungkin dialami Eropa adalah bangkitnya Yunani setelah meninggalkan Uni Eropa. Hal ini akan memberikan angin bagi partai-partai anti-penghematan di Benua Biru untuk melakukan hal yang sama dan keluar dari zona euro.

Senin, 06 Juli 2015

Amir Khan Tetap Puasa Untuk Hadapi Juara Dunia

Amir Khan, petinju Muslim Inggris (dok. BBC)
(MediaIslamia.com) --- Meyakini kekuatan imannya tersalur hingga ke sarung tinjunya saat bertarung, petinju Muslim Inggris. Amir Khan telah melalui Ramadhan dengan tetap berpuasa, seraya mempersiapkan diri untuk melawan juara dunia kelas welter tak terkalahkan, Floyd Mayweather.

“Setelah puasa sepanjang hari saya makan di waktu malam, pergi ke masjid untuk shalat dan kemudian memukul gym di tengah malam untuk melatih sekitar satu jam,” kata petinju, 28 tahun, berdarah Pakistan, lahir di Bolton, itu kepada BBC.

“Ini sangat sulit, tetapi motivasi bagi saya adalah lawan saya sedang tidur di saat Amir Khan berlatih. Ini tidak seharusnya dilakukan oleh olahragawan, tapi itulah pengorbanan, Anda harus melakukannya ketika Anda seorang Muslim,” tambahnya,  Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Khan menjadi Juara Dunia Kelas Welter Ringan WBA pada tanggal 18 Juli 2009, menjadi juara dunia termuda ketiga di Inggris setelah Naseem Hamed dan Herbie Hide. Kini ia bersiap merebut gelar juara dunia kelas welter.

Mantan juara kelas ringan Commonwealth itu juga sebelumnya memegang kejuaraan ringan WBO Inter-Continental ringan dan WBA International.

Khan juga dianugerahi medali perak ringan di Olimpiade Athena 2004.

Sebagai seorang Muslim yang taat, Khan menjalani Ramadhan dari senja hingga fajar.
Khan biasanya makan lima kali sehari, tapi selama Ramadhan ia mengurangi hanya dua kali.

Mengantisipasi pertandingan yang banyak ditunggu melawan juara dunia kelas welter tiga kali tak terkalahkan Floyd Mayweather pada bulan September nanti, Khan yakin bahwa bulan suci tidak akan mempengaruhi peluangnya.

“Ramadan berakhir pada 17 atau 18 Juli, memberi saya cukup waktu untuk menyelesaikan Ramadhan dan kemudian berlatih keras, saya sangat yakin, saya pikir pertarungan pasti bisa terjadi. Saya hanya menunggu panggilan telepon,” katanya.

“Jika saya mendapatkan pertarungan besar melawan Floyd Mayweather, saya akan lebih dari siap untuk itu. Ramadhan tidak akan membuat perbedaan,” tegasnya. 


Minggu, 05 Juli 2015

Oxi Sementara Unggul, Yunani Siap Keluar Euro

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu…”    (QS. Al Maidah : 49) 

Yunani dalam referendum      (dailymotion.com)
(Mediaislamia.com) --- Oxi, atau tidak, sementara unggul dalam referendum bailout Yunani. Sampai perhitungan surat suara mencapai lebih 87 persen, oxi unggul 61 persen, dan Yunani memilih hidup lebih sulit tapi bermartabat.

Oxi menang sejak sepuluh persen kertas suara yang masuk dihitung, dan terus unggul. Hasil yang dipublikasikan Kementerian Dalam Negeri Yunani memperlihatkan oxi unggul 60 persen saat perhitungan surat suara mencapai 20 persen.

Keunggulan 60 persen terus dipertahankan sampai perhitungan mencapai sepertiga dari seluruh suara yang masuk. Situasi ini membuat pendukung oxi tak sabar menunggu akhir perhitungan suarat.

Saat perhitungan suara memasuki 72 persen, oxi makin kokoh dengan keunggulan 61,5 persen, dan nai 38,5 persen.

Di jalan-jalan di Athena dan Thesaloniki, dua kota terbesar di Yunani, pendukung oxi mengibarkan bendera. Pendukung nai terdiam, seraya terus mengamati perhitungan suara lewat gadget masing-masing.

Hampir 10 juta penduduk Yunani mendatangi tempat-tempat pemungutan suara tepat waktu. Helikopter militer hilir-mudik dari dan ke pulau-pulau kecil Yunani untuk mendistribusikan surat suara.

Di Eropa, pers memanaskan situasi akan kemungkinan terjadinya perang sauara jika oxi, atau tidak, memenangkan referendum dan membuat Yunani keluar dari Euro.

Namun Menkeu Jerman Wolfgang Schaeuble yakin jika oxi menang, Yunani hanya akan keluar dari Euro untuk sementara. Sedangkan Menteri Ekonomi Prancis Emmanuel Macron mengatakan perundingan akan terus berlangsung siapa pun yang memenangkan referendum ini.

"Kita tidak bisa menghancurkan seluruh masyarakat Yunani," ujar Macron 

Sabtu, 04 Juli 2015

Antara 'Ya' dan 'Tidak', Rakyat Yunani Terpecah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya".   (QS. An Nisa : 59) 

PM Yunani Alecis Tsipras        (demokratzaper.com)
(Mediaislamia.com) --- Lapangan Syntagma di Athena kembali ramai oleh demonstrasi, sekitar 25 ribu orang berkumpul, berseru untuk memilih “Tidak” pada referendum yang akan dilangsungkan pada Minggu (5/7).

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berbicara kepada kerumunan orang dan menyerukan hal yang sama, mendorong agar rakyat Yunani berdiri melawan “mereka yang menerormu.”
Dikutip dari The Independent, pada waktu yang sama, terdapat sekelompok orang dengan jumlah jauh lebih sedikit, berkumpul di lokasi yang hanya berjarak beberapa kilometer, mengusung opini berlawanan, berseru untuk memilih “Ya”.

Meski banyak yang mengkhawatirkan akan terjadi bentrok antara kedua kelompok demonstran, kemungkinannya relatif kecil karena ketatnya pengamanan aparat.

“Pada Minggu, kita tidak hanya menentukan apakah akan tinggal di Eropa, namun kita memutuskan untuk tinggal dengan martabat di Eropa,” kata Tsipras.

Ia juga menyerukan, “Katakan tidak pada ultimatum dan mereka yang menerormu.”

Sementara itu jajak pendapat menunjukkan bahwa warga Yunani terbelah antara mereka yang memilih “Ya” dan “Tidak” dengan perbedaan tipis.
Pilihan “Tidak”, akan membawa Yunani keluar dari zona euro atau biasa disebut skenario ‘Grexit’. Ini lantaran Yunani hampir kehabisan euro dan hanya Uni Eropa yang bisa menyelamatkannya.

rakyat Yunani lakukan Demontrasi    (bbc.com)
Dengan memilih “Tidak”, maka akan sulit pula bagi Yunani untuk memulai negosiasi untuk mendapatkan dana talangan (bailout) yang baru untuk membayar dana pensiun dan membiayai pegawai negeri.

Jika memilih “Ya”, maka rakyat Yunani akan tetap menjadi anggota Uni Eropa. Uni Eropa akan memberi dana talangan, namun dengan beberapa syarat diantaranya dengan memotong dana pensiun dan pengeluaran pemerintah. 

Jika nanti pemilih “Ya” yang menang, maka pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh partai sayap kiri Syriza, diperkirakan akan mengundurkan diri. Menteri Ekonomi Yunani, Yanis Varoufakis, sudah menyatakan bahwa ia akan mundur jika banyak warga Yunani memilih “Ya”.

Rabu, 01 Juli 2015

LSM Maroko : Israel Harus Bertanggungjawab Keselamatan Relawan Freedom Flotilla 3

Allah Subhanahu Wa aaTa'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu".   (QS. Muhammad : 7) 

LSM Maroko Demo    (infopalestina.com)
(Mediaislamia.com) --- Sejumlah LSM Maroko mengutuk keras kejahatan Israel terhadap para relawan kemanusiaan di kapal Marianne Freedom Flotilla 3 yang tengah menuju Gaza.

Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, LSM Maroko menyampaikan apresiasi atas kegigihan para relawan Freedom Flotilla 3, dan menuding Israel sebagai pihak yang harus bertanggungjawab atas keselamatan semua relawan internasional.

LSM meminta pemerintah Maroko untuk bergerak membela warganya yang turut serta dalam armada Freedom Flotilla dan menjamin keselamatan mereka, antara lain Dr. Muqri Abu Zaid dan jurnalis Muhammad Baqali.

LSM Maroko juga meminta masyarakat internasional untuk bertanggungjawab terhadap rakyat Palestina yang mengalami penderitaan akibat kondisi penjajahan, dan mengutuk keras berlanjutnya blokade Israel terhadap Gaza.

Marinir Israel menghadang armada pertama Freedom Flotilla 3, yaitu kapal Marianne berbendera Swedia yang mengangkut 18 relawan internasional, yang tengah berada di 120 km dari pantai Gaza.

Serdadu komando marinir Israel menguasai kapal dan menahan para relawan, kemudian membawa mereka ke pelabuhan Asdod.

Armada Freedom Flotilla terdiri dari 5 kapal, pertama kapal Marianne yang membawa 18 relawan. Kedua kapal Joliano 2 membawa 12 relawan, ketiga kapal Richel membawa 8 relawan, keempat kapal Vitoro membawa 9 orang relawan, di samping kapal Agius Nikalos yang baru bergabung di Turki.

Selasa, 30 Juni 2015

PM Inggris : ISIS Tidak Ada Hubungannya Dengan Islam

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
كان محمد صلى الله عليه وسلم رحمة لجميع الناس فمن آمن به وصدق به سعد , ومن لم يؤمن به سلم مما لحق الأمم من الخسف والغرق
“Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Bagi yang beriman dan membenarkan ajaran beliau, akan mendapat kebahagiaan. Bagi yang tidak beriman kepada beliau, diselamatkan dari bencana yang menimpa umat terdahulu berupa ditenggelamkan ke dalam bumi atau ditenggelamkan dengan air” 

Cavid Cameron   (sunnewsonline.com)
(Mediaislamia.com) --- Perdana Menteri Inggris David Cameron, menyesalkan penggunaan istilah “negara Islam” oleh media Barat untuk merujuk pada organisasi “ISIS”, Ia menekankan bahwa organisasi ini “tidak ada hubungannya dengan Islam,” seperti yang dilansir oleh surat kabar Inggris Daily Mail.

Cameron mengatakan, pada hari Senin, dalam sebuah wawancara dengan BBC: “Saya berharap kalian menghentikan semua penggunaan istilah negara Islam, karena ini bukan negara Islam, itu adalah rezim barbar.” Katanya.

Cameron menyerukan untuk menggunakan istilah ISIS atau “ISIL” sinonim dalam bahasa Inggris, dan bukan dengan istilah Negara Islam.”

Sepak terjang ISIS       (nirror.co.uk)
Ia melanjutkan: “Ini adalah penyimpangan dari agama Islam, dan akan menghina umat Islam yang melihat, seperti yang saya lihat, itu bukan sebuah negara, tetapi merupakan sistem barbar diikuti oleh terorisme dan kebijakan represi, dan menemukan kesenangan dalam membunuh dan penindasan terhadap perempuan.”

Begitulah pandangan barat atas gerakan jihad di Irak dan Suriah.

Senin, 29 Juni 2015

Bajak Freedom Flotilla 3 Bukti Israel Ngotot Memblokade Gaza

Rasulallah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
الكبائر: الإشراك بالله ، والأمن من مكر الله ، والقنوط من رحمة الله ، واليأس من روح الله
“Dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa terhadap rahmat Allah, dan putus harapan terhadap kelapangan dari Allah.”
(Hadis hasan sahih; diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir; lihat Majma’ Az-Zawaid, juz 1, hlm. 104) 

Israel bajak kapal Flotilla 3       (dakwatuna.tumblr.com)
(Mediaislamia.com) --- Europe Compaign (EC) - sebagai penyelenggaran dan koordinator Freedom Flotilla 3 menegaskan, aksi kemanusiaan menembus blockade Jalur Gaza akan terus dilanjutkan meski Israel sudah membajak kapal pertama Marianne.

Kepala pemantau di organisasi Euro Meditrania dan anggota EC, Rami Abduh mengisyaratkan dalam konferensi persnya yang digelar di Jalur Gaza hari ini Senin (29/6) bahwa kapal-kapal lain rombongan Freedom Flotilla 3 akan bergerak dalam 48 jam.

Abduh meminta agar ada sikap dunia internasional dan dunia Arab terhadap aksi pembajakan Israel terhadap kapal Marianne, salah satu rombongan kapal FF 3, namun kapal lainnya akan tetap berlayar.

Dalam teleponnya, Mazen Kahel, ketua EC menegaskan, pembajakan Marianne itu sebagai bukti Israel ngotot memblokade dan mencekik Jalur Gaza. Namun pesan yang disampaikan oleh FF 3 sudah berhasil disampaikan. Kapal-kapal lainnya di masa mendatang akan tetap berlayar ke Jalur Gaza untuk menembus blockade.

Kapal  AL Israel      (jihad-defence-indonesia.blogspot.com)
Ia menambahkan, pembajak Marianne mengungkap wajah asli buruk dan kejahatan Israel terhadap kemanusiaan dan terhadap aktivis kemanusiaan yang hanya ingin membela kebenara.

Sementara itu, anggota Koalisi Pendukung Freedom Flotilla Ala’ Albatah meminta Sekjen Liga Arab dan ketua OKI agar menyelamatkan rekan mereka mantan presiden Tunis Munsif Marzuqi yang kini ditahan Israel dalam pembajakan Marianne.

Sementara itu, ketua Komite Internasional Anti Blokade Gaza, Zahir Birawi dalam siaran persnya menegaskan, kejahatan Israel terhadap kapal Swedia “Marianne” dilakukan di posisi 100 mil dari Jalur Gaza yang berarti kapal itu berada di perairan internasional dan bukan di perairan kawasan Palestina yang dikuasai oleh Israel.

Sebelumnya, tiga kapal perang Israel menguasai paksa pagi dini hari ini terhadap kapal pertama Freedom Flotilla 3 “Marianne” yang berlayar ke Jalur Gaza yang berisi 18 relawan.  kemanusiaan.

Sabtu, 23 Mei 2015

Perwakilan Venezuela di Palestina Akan Menjadi Kedutaan Besar

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetetahui lagi Maha Mengenal".   (Al-Hujurat: 13) 

Nicolas Maduro         (independent.co.uk)
(Mediaislamia.com) --- Pemerintah Venezuela mengumumkan peningkatan status perwakilannya di Palestina dari sekedar perwakilan diplomatik menjadi kedutaan besar.

Delsey Rodriguez, Menlu Venezuela mengatakan, “Kami bertekah meningkatkan status perwakilan diplomatik di Palestina menjadi kedutaan besar, berdasarkan instruksi dari Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.”

Keputusan ini diambil pasca kunjungan Menlu Palestina Riyad Maliki ke Venezuela beberapa pekan lalu.

Sejumlah media Venezuela menyebutkan, kunjungan Menlu Palestina menghasilkan 18 MOU kerjasama antara kedua negara di sektor perdagangan, pendidikan, energi, kesehatan dan pertanian.

Hubungan diplomasi resmi antara Palestina dan Venezuela telah dimulai pada jaman mendiang Presiden Huga Cavez pada tahun 2009, saat itu Venezuela memutus semua hubungan diplomatiknya dengan Israel, mengusir dubes Israel dan semua pejabat diplomatiknya di Karakas, pasca agresi Israel ke Gaza pada akhir tahun 2008-2009 silam.

Senin, 18 Mei 2015

Freedom Flotilla 3 Marianne Merapat di Pelabuhan Jerman

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan".   (QS. Al Mulk : 15) 

Freedom Flotila 3 Marianne        (facebook.com)
(Mediaislamia.com) --- Freedom Flotilla 3 Marianne Merapat di Pelabuhan Jerman.
Marianne Peduli Gaza        (alternativenews.org)
Sementara itu, Ir. Ibrahim Tsuraiya, ketua komunitas insinyur Palestina di Jerman yang juga ikut menyambut mereka mengisyarakan, warga yang berkumpul dekat kapal Marian ketika tahu ke Jalur Gaza, maka mereka berebut memberikan bantuan untuk melanjutkan perjalanan jauh ke Jalur Gaza.

Anggota Kampanye Anti Blokade Gaza, Ir. Khamis Kart menegaskan, kapal Marian tiba di pelabuah Kiel Jerman kemarin Ahad dari Denmark, yang bertolak dari Swedia pecan lalu yang akan bergabung dengan Freedom Flotilla III ke Jalur Gaza dan akan berlabuh ke palabuhan Press Perancis di stasiun berikutnya.

Freedom Flotilla III akan berlayar menembus Jalur Gaza pada musim panas ini melalui jalur laut sebagai bukti mereka memiliki hak melewati jalur laur internasional. Ini juga sebagai peringatan kelima jatuhnya korban Freedom Flotilla I pada Mei 2010 lalu.

Sabtu, 16 Mei 2015

Pasca Pengakuan Palestina Paus Fransiskus Akan Bertemu Abbas

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu".   (QS. Ali Imran : 159) 

Abbas dn Paus Saat di Vatikan         (news.detik.com)
(Mediaislamia.com) --- Wakil Menteri Luar Negeri Vatikan, Antoine Camileri mengungkapkan Vatikan telah merampungkan dokumen perjanjian yang berisi pengakuan terrhadap negara Palestina. Camileri berharap dengan adanya perjanjian tersebut akan membantu mewujudkan solusi antara Zionis-Israel dan Palestina serta mengakhiri konflik yang terjadi hingga saat ini.

“Akan positif jika kesepakatan bisa membantu pembentukan dan pengakuan bagi Negara Palestina yang independen, berdaulat dan demokratis yang hidup dalam kedamaian dan keamanan bersama Zionis-Israel dan tetangganya,” kata Camileri kepada lOsservatore Romano.

Adapun, perjanjian tersebut diselesaikan Rabu (13/5) namun masih harus ditandatangani oleh Paus Fransiskus. Dalam perjanjian itu disebutkan Takhta Suci mengalihkan hubungan diplomatiknya dari Organisasi Pembebasan Palestina ke negara Palestina.

“Ya itu pengakuan bahwa negara Palestina ada,” kata juru bicara Vatikan, Federico Lombardi seperti dikutip di Al Arabiya.

Paus Fransiskus         (news.okezone.com)
Pada tahun 2012, Vatikan juga menyambut baik keputusan Majelis Umum PBB untuk mengakui negara Palestina. Namun perjanjian itu merupakan dokumen hukum pertama antara Takhta Suci dengan negara Palestina dan merupakan pengakuan diplomatik resmi.

Perlu diketahui, sebenarnya Vatikan mengakui eksistensi negara Palestina dalam setahun ini. Terbukti, selama kunjungan Paus Fransiskus pada tahun 2014, Paus menyebut Mahmoud Abbas sebagai presiden negara Palestina, hal tersebut tertulis dalam buku tahunan terbaru Vatikan, Duta besar Palestina untuk Takhta Suci pun terdaftar sebagai mewakili negara Palestina.

Dalam waktu dekat, Paus juga dijadwalkan bertemu dengan Abbas, pertemuan itu disinyalir akan memperkuat hubungan antara Vatikan dan Palestina. Abbas dijadwalkan menghadiri Misa di Vatikan pada Ahad (17/5) untuk penyucian dua biarawati Abad XIX dan XX kelahiran Palestina. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Zionis-Israel menyesalkan keputusan Vatikan mengakui kedaulatan Palestina.

Jumat, 15 Mei 2015

Robert Chardon Melarang Agama Islam di Prancis

Allah Subhanahu WA Ta'ala Berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا 
“... Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu...”   (QS. Al Mâidah : 3) 

Robert Chardon     (twitter.com)
(Mediaislamia.com) --- Robert Chardon, walikota Venelles -- kota kecil di tenggara Prancis -- berkicau di Twitter; "Kita harus melarang agama Islam di Prancis."

Kicauan anti-Muslim Chardon tidak hanya sekali, tapi beberapa kali dan dilakukan sejak Kamis (14/5).

"Kami membutuhkan Marshall Plan untuk mengirim Muslim ke negara-negara tempat agama itu dipraktekan," demikian kicauan Chardon.

Venalles adalah kota dekat Aix-en-Provence, dengan populasi 8.000. Chardon adalah politisi Uni for Popular Movement, salah satu kelompok konservatif terbesar di Prancis yang pernah dipimpin Nicolas Sarkozy.

Menurut Chardon, Islam milik Maghribi, dan Prancis harus lebih banyak mendatangkan Kristen Oriental.

Konstitusi sekuler Prancis tahun 1905, yang menjamin kebebasan beragama, harus dihapus. "Republik Prancis yang mempromosikan iman Kristen," lanjutnya.

Chardon berkempanye anti-Muslims saat cuti sakit. Ia menjalani perawatan di rumah sakit karena kanker mulut, tapi jemarinya terus bekerja menuliskan kebencian terhadap Islam di Twitter.

Kicauan  Chardon di twitter-nya         (franceinfo.fr)
Kepada Le Monde, Chardon mengatakan; "Gagasan anti-Muslim itu justru datang saat dia dirawat. Menurut saya, mengeluarkan Muslim dari Prancis adalah satu-satunya soluti bagi sebagian masalah besar negeri ini."

Chardon mengirim Tweet ke Sarkozy, dan mengharap balasan.

Sesuai hukum Prancis, Chardon bisa diseret ke pengadilan dengan tuduhan menyebar kebencian.

Abdallah Zekri, presiden Observatorium Nasional Melawan Islamofobia, mengecam komentar Chardon dan menyebutnya sebagai pelanggaran sekularisme Prancis.

"Chardon tak tahu apa-apa soal agama," ujar Zekri kepada Anadolu Agency.