Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2015

Istigfar, Agar Hujan Turun

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا(12)

Mintalah ampun kalian kepada tuhan kalian, sesungguhnya Dia maha pengampun, Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit untuk kalian dengan begitu derasnya.” (Qs. Nuh : 10-11)

Disebutkan dalam sebuah atsar bahwa seorang laki-laki pernah mengadukan kepada seorang tokoh tabiin, Hasan Al-Bashri tentang musim paceklik yang terjadi, lalu ia menasehatkan,“Beristighfarlah (mohon ampun) kepada Allah”, kemudian orang lain mengadukan tentang kemiskinannya lalu ia pun menasehatkan“Beristighfarlah (mohon ampun) kepada Allah”.Kemudian orang lain mengadu lagi tentang kekeringan  kebunnya, Hasan Al-Bashri menasehatkan, “Beristrighfarlah (mohon ampun) kepada Allah.” Kemudian orang lain mengadu lagi tentang dirinya yang belum dikaruniai anak, ia menasehatkan, “Beristighfarlah (mohon ampun) kepada Allah.” Kemudian setelah itu Hasan Al-Bashri membacakan surat Nuh di atas.

Ketika menafsirkan rangkaian ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan, “Jika kalian bertaubat kepada Allah, minta ampun (beristighfar) kepadanya dan mentaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rizki, akan diberi keberkahan hujan dari langit, akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, akan dilimpahkan air susu, akan dilapangkan harta dan dikaruniakan anak, akan dijadikan kebun-kebun dengan berbagai buah-buahan di dalamnya sungai-sungai yang mengalir di tengah-tengahnya.”

Dari uraian, di atas kita ketahui bahwa istighfar merupakan salah satu solusi bagi berbagai problematika kehidupan termasuk terjadinya kekeringan yang berkepanjangan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan ketiadaan turun hujan.

Pada ayat ini Allah berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Qs. Al-Anfal: 33)

Berkenaan dengan ayat ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda yang artinya “Allah menurunkan dua alat pengaman kepadaku untuk umatku (Nabi Shallallahu ‘Alahi Wasallam lalu membaca Qs. Al-Anfal: 33 di atas). Selanjutnya beliau bersabda, “Ketika aku meninggal dunia maka aku tinggalkan pengaman di tengah-tengah mereka berupa istighfar sampai hari kiamat.” (HR Tirmidzi).

Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam juga bersabda,

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Siapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud)

Oleh karena istighfar (mohon ampun) kepada Allah adalah cara mpuh untuk istisqa’ yaitu permintaan kepada Allah untuk diturunkan hujan.

Di samping itu ada beberapa cara ampuh lainnya untuk meminta hujan, yaitu;

Pertama, meninggalkan maksiat, khususnya tidak berzakat

Dalam hadis yang menjelaskan tentang kemaksiatan-kemaksiatan yang menyebabkan terjadinya kesulitan-kesulitan hidup, Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “… dan tidaklah mereka enggan membayar zakat kecuali hujan akan ditahan dari langit dan andaikata bukan karena hewan ternak, niscaya hujan tidak akan pernah turun.” (HR. Ibnu Majah)

Kedua, konsisten dalam menjalankan syariat

Firman Allah:

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

 Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan”

(memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Qs. Al-Jin: 16)

Sebagian ahli tafsir menjelaskan ayat ini, “Seandainya mereka berpegang teguh dengan ajaran Islam dan terus menjalaninya, maka mereka akan diberi minum air segar, artinya rizki yang lapang”.

Ketiga, shalat minta hujan

Shalat minta hujan yang disebut shalat istisqa’ hukumnya adalah sunnah muakkad. Shalat istisqa’ dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendirian boleh di dalam masjid atau di luarnya. Hanya lebih utama dilakukan secara berjamaah dan dilakukan di luar masjid.

Imam Syafii berpendapat, tempat shalat itisqa’ adalah di tanah lapang karena itulah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam.

Adapun waktunya, menurut Jumhur Ulama  boleh dilakukan kapan saja, asalkan bukan waktu dilarang utnuk shalat. Sedang caranya adalah sebagaimana shalat  Ied, dilaksanakan dua rakaat, pada rakaat pertama takbir sebanyak 7 kali dan pada rakaat kedua, takbir sebanyak 5 kali. Hal ini berdasarkan hadist dari Ibnu Abbas,“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaksanakan shalat istisqa’ dua rakaat sebagaimana melaksanakan shalat Ied.” (HR. Bukhari Muslim).

Keempat, imam shalat Jumat berdoa minta hujan dalam khutbah

Hal ini berdasarkan hadis dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu,

أن رجلا دخل المسجد يوم الجمعة ، من باب كان نحو دار القضاء ، ورسول الله صلى الله عليه وسلم قائم يخطب ، فاستقبل رسول الله صلى الله عليه وسلم قائما ، ثم قال : يا رسول الله ، هلكت الأموال وانقطعت السبل ، فادع الله يغثنا . فرفع رسول الله صلى الله عليه وسلم يديه ، ثم قال :اللهم أغثنا، اللهم أغثنا، اللهم أغثنا . قال أنس : ولا والله ، ما نرى في السماء من سحاب ، ولا قزعة ، وما بيننا وبين سلع من بيت ولا دار . قال : فطلعت من ورائه سحابة مثل الترس ، فلما توسطت السماء انتشرت ثم أمطرت . فلا والله ما رأينا الشمس ستا

Seorang lelaku memasuki masjid pada hari jum’at melalui pintu searah dengan Daarul Qadha. Ketika itu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sedang berkhutbah dengan posisi berdiri. Lelaki tadi berkata: ‘Wahai Rasulullah, harta-harta telah binasa dan jalan-jalan terputus (banyak orang kelaparan dan kehausan). Mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan!’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam lalu mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan: Allahumma aghitsna (3x).

Anas berkata: ‘Demi Allah, sebelum itu kami tidak melihat sedikitpun awan tebal maupun yang tipis. Awan-awan juga tidak ada di antara tempat kami, di bukit, rumah-rumah atau satu bangunan pun”.

Anas berkata, “Tapi tiba-tiba dari bukit tampaklah awan bagaikan perisai. Ketika sudah membumbung sampai ke tengah langit, awan pun menyebar dan hujan pun turun”. Anas melanjutkan, “Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari’.” (HR. Bukhari no.1014, Muslim no. 897)

Kelima, berdoa minta hujan

Para ulama sepakat akan bolehnya berdoa minta hujan tanpa didahului dengan melaksanakan shalat, baik dilakukan dengan berjamaah atau sendiri, boleh di dalam masjid atau di luarnya. Berdoa meminta hujan dapat dilakukan dengan lafadz dan bahasa apa saja, asalkan dapat dimengerti maksudnya. Namun lebih baik jika kita mengikuti doa yang bersumber (ma’tsur) dari Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam.

Di antara doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثاً مُغِيْثاً، هَنِيْئاً مَرِيْئاً مُرِيْعاً ,سَحاً عَاماً غَدْقاً طَبَقاً مُجَلَّلاً، دَائِماً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ،

Ya allah siramlah kami dengan hujan yang menyelamatkan, yang mudah, nyaman lagi menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, dan menyeluruh, yang lestari sampai hari kiamat. Ya Allah siramilah kami dengan hujan dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa. (H.R Muslim)

Oleh karena itu, mari kita banyak membaca doa ini terutama setelah shalat wajib, karena dia termasuk waktu yang mustajab.

Oleh Imaamul Muslimin, KH. Yakhsyallah Mansur, MA

Kamis, 01 Oktober 2015

Lelaki yang Berbulan Madu dengan Bidadari

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung".   (QS. An Nur : 51) 

Bidadari Syurga menantimu     (cordova-travel.com)
(Mediaislamia.com) --- Di kota Suffah tinggallah seorang pemuda bernama Zahid. Ia hidup pada zaman Rasulullah SAW. Setiap hari ia tinggal di Masjid Madinah. Zahid memang bukan pemuda tampan. Di usianya yang ke-35, ia belum juga menikah.

Suatu hari, ketika Zahid sedang mengasah pedangnya, tiba-tiba Rasulullah datang dan mengucapkan salam kepadanya. Zahid terkejut dan menjawabnya dengan gugup. "Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau tampak sendiri saja", sapa Rasulullah SAW.

"Allah bersamaku, wahai Rasulullah", jawab Zahid.

"Maksudku, mengapa selama ini engkau masih lajang..? apakah tak ada dalam benakmu keinginan untuk menikah..?"tanya beliau lagi. Zahid menjawab, "Wahai Rasulullah, aku ini lelaki yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, apalagi wajahku sangat tak memenuhi syarat, siapa wanita yang mau denganku?"

"Mudah saja kalau kau mau," kata Rasulullah menimpali.

Zahid hanya termangu. Tak lama kemudian Rasulullah memerintahkan pembantunya untuk membuat surat lamaran untuk melamar wanita bernama Zulfah binti Said. Ia anak bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan cantik jelita. Surat itupun diberikan kepada Zahid untuk kemudian diserahkan kepada Said. Setiba di sana ternyata Said tengah menerima tamu. Maka usai mengucapkan salam, Zahid menyerahkan surat tersebut tanpa masuk ke dalam rumah.

"Said saudaraku, aku membawa surat untukmu dari Rasulullah yang mulia," kata Zahid.

Said menjawab, "Ini adalah kehormatan buatku."

Tunaikan amanah      (jejakislam.com)
Surat itu dibuka dan dibacanya. Alangkah terkejutnya Said usai membaca surat tersebut. Tak heran karena dalam tradisi bangsa Arab selama ini, perkawinan yang biasanya terjadi adalah seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan pula. Orang yang kaya harus kawin dengan si kaya juga. Itulah yang dinamakan "sekufu" (sederajad).

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, "Saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?"

Zahid menjawab, "Apakah Engkau pernah melihatku berbohong?"

Dalam suasana demikian, Zulfah datang dan bertanya, "Ayah.. mengapa engkau tampak tegang menghadapi tamu ini? Apa tak lebih baik bila ia disuruh masuk?"

"Anakku, Ia adalah seorang pemuda yang sedang melamarmu. Dia akan menjadikan engkau istrinya,"kata Said kepada anaknya.

Di saat itulah Zulfah melihat ayahnya, ia pun menangis sejadi-jadinya. "Ayah banyak pemuda yang lebih tampan dan kaya raya, semuanya menginginkan aku. Aku tak mau, Ayah!" jawab Zulfah merasa terhina.

Said pun berkata kepada Zahid, "Saudaraku, engkau tahu sendiri anakku merasa keberatan. Bukannya aku hendak menghalanginya. Maka sampaikanlah kepada Rasulullah SAW bila lamaranmu ditolak."

Mendengar nama Rasulullah SAW disebut sang ayah, Zulfah berhenti menangis dan bertanya,"Mengapa ayah membawa-bawa nama Rasulullah SAW?"

Said menjawab, "Lelaki yang datang melamarmu ini datang karena perintah Rasulullah."

Serta merta Zulfah mengucap istigfar berulang kali dan menyesali kelancangan perbuatannya itu. Lirih, wanita muda itu berkata kepada sang ayah, "Mengapa ayah tidak mengatakannya sejak tadi bila yang melamarkan lelaki itu adalah Rasulullah SAW. Kalau begitu keadaanya, nikahkan saja aku dengannya. Karena aku teringat firman Allah : 'Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil Allah dan Rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, 'Kami mendengar dan kami patuh.' Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.' (An-Nur : 51)."

Makam para syuhada       (salafytobat.wordpress.com)
Hati Zahid bagai melambung entah ke mana. Ada semburat suka cita yang tergambar dalam rona wajahnya. Bahagia, itu yang pasti ia rasakan saat itu. Setiba di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

"Bagaimana Zahid?" tanya Rasulullah.

"Alhamdulillah diterima, wahai Rasulullah," jawab Zahid.

"Sudah ada persiapan?" tanya Rasulullah lagi.

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, "Rasulullah.. aku tidak memiliki apa-apa."

Rasulullah pun menyuruhnya pergi ke rumah Abu Bakar, Utsman dan Abdurrahman bin Auf. Setelah mendapatkan sejumlah uang yang cukup, Zahid pergi ke pasar untuk belanja persiapan pernikahan. Bersamaan dengan itu Rasulullah menyeru umat Islam untuk berperang menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, ia melihat kaum muslimin telah bersiap dengan persenjataanya. Zahid bertanya, "Ada apa ini?"

Shahabat menjawab, "Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita. Apakah engkau tidak mengetahuinya?"

Zahid pun beristigfar beberapa kali sambil berkata, "Wah, kalau begitu aku lebih baik menjual perlengkapan perkawinan ini dan aku akan membeli kuda terbaik."

"Tetapi Zahid, malam nanti adalah bulan madumu. Apakah engkau akan pergi juga?" kata para shahabat menasehati.

"Tidak mungkin aku berdiam diri!" jawab Zahid tegas.

Lalu Zahid menyitir ayat, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (At-Taubah : 24).

Akhirnya Zahid melangkah ke medan pertempuran sampai ia gugur. Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah." Lalu Rasulullah membacakan surat Ali Imran ayat 169 - 170."Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, sebenarnya mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepada mereka, dan bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka dan mereka tidak bersedih hati."

"Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) telah mati. Sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya."

Para Shahabat pun meneteskan air mata. Bagaimana dengan Zulfah?Mendengar kabar kematian Zahid, ia tulus berucap, "Ya.. Allah.. alangkah bahagianya calon suamiku itu. Andai aku tak dapat mendampinginya di dunia, izinkanlah aku mendampinginya di akhirat kelak."

Demikian pintanya, sebuah ekspresi cinta sejati dari dunia hingga akhirat. Cinta yang bersemi oleh ketaatan kepada titah Rasulullah SAW, meski semula hati berontak. 

Minggu, 27 September 2015

Tasyrik, Hari Yang Dimuliakan Allah

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari tasyrik).”    (HR. Abu Daud) 

Umat Islam laksanakan Sholat Isul Adha     (arrahmah.com)
Pengertian Hari Tasyrik

(Mediaislamia.com) --- Istilah tasyrik diambil dari kata [شرقت الشمش] yang artinya matahari terbit. Menjemur sesuatu, dalam bahasa Arab dinyatakan: [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ].

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Ada juga yang menyatakan, bahwa hari tasyrik meliputi empat hari, hari Idul Adha dan 3 hari setelahnya.

Abu Ubaid mengatakan:

Ada dua pendapat ulama tentang alasan penamaan hari-hari tersebut dengan hari tasyrik: Pertama, dinamakan hari tasyrik karena kaum muslimin pada hari itu menjemur daging kurban untuk dibuat dendeng. Kedua, karena kegiatan berqurban, tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari. (Lisanul Arab, 10:173).

 Keutamaan Hari Tasyrik

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203).

Yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu hari tasyrik. Ini merupakan pendapat Ibnu Umar dan mayoritas ulama. Sementara Ibnu Abbas dan Atha berpendapat bahwa “hari-hari yang terbilang” jumlahnya empat hari; Idul Adha dan 3 hari setelahnya. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 314).

Allah Ta’ala mengistimewakan hari tasyrik, dengan Allah jadikan hari ini sebagai waktu istimewa untuk berdzikir. Sehingga Allah perintahkan kaum muslimin untuk memperbanyak dzikir di hari ini.

Dalam hadis dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A’dzami mengatakan dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah: Sanadnya Sahih).

Yang dimaksud hari ‘al-qarr’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah. Ini berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengarakan:

يَوْمَ الْقَرِّ يَعْنِي يَوْمَ الثَّانِي مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ

“Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”

Di hari Tasyrik, Dilarang Puasa

Di hari tasyrik, kita dilarang untuk berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai hari makan dan minum, serta banyak berdzikir kepada Allah.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Ibnu Rajab mengatakan:

و إنما نهى عن صيام أيام التشريق لأنها أعياد للمسلمين مع يوم النحر فلا تصام بمنى و لا غيرها عند جمهور العلماء، خلافا لعطاء في قوله : إن النهي يختص بأهل منى

“Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 509).

Selanjutnya Ibnu Rajab menjelaskan rahasia di balik larangan puasa di hari tasyrik,

Ketika orang-orang yang bertamu ke Baitullah telah mengalami keletihan karena perjalanan berat yang mereka lalui, di samping kelelahan setelah ihram dan melaksanakan manasik haji dan umrah, Allah mensyariatkan kepada mereka untuk beristirahat dengan tinggal di Mina pada hari qurban dan 3 hari setelahnya. Allah perintahkan mereka untuk makan daging sembelihan mereka. Di saat itulah, mereka mendapatkan jamuan dari Allah, karena kasih sayang Allah kepada mereka.

Saatnya berqurban   (dwiboedianto.blogspot.com)
Sementara itu, kaum muslimin di belahan negeri yang lain, turut menyemarakkan ibadah seperti yang dilakukan jamaah haji. Kaum muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan bersama-sama berusaha menggapai ampunan Allah, dengan menyembelih hewan qurban. Setelah itu, mereka bersama-sama merayakan Idul Adha dan hari tasyrik. Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah, selanjutnya mereka beristirahat, menikmati hidangan daging qurban di hari tasyrik.

Allah syariatkan kaum muslimin untuk menjadikan hari ini sebagai hari makan-makan dan minum, agar mereka bisa membantu mereka untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya. Dan itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna. Dimana, nikmat yang kita terima, menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.

Amalan di Hari Tasyrik

Mengingat keistimewaan hari tasyrik, sebagai orang yang beriman, hendaknya kita maksimalkan upaya untuk mendapatkan limpahan rahmat dan pahala dari Allah di hari itu. Berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Memperbanyak amal soleh dan berbagai bentuk ibadah kepada Allah. Hanya saja, ada beberapa amal yang disyariatkan untuk dilakukan di hari tasyrik:

Pertama, anjuran memperbanyak berdzikir

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203). Yaitu di hari tasyrik.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Menyemarakkan dzikir pada hari tasyrik, bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya (Lathaiful Ma’arif, 504 – 505):

Melakukan Takbiran setiap selesai shalat wajib. Ini sebagaimana yang dilakukan para sahabat. Sebagaimana praktek Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani)

Demikian juga dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: “Shahih dari Ali”).

Mengingat Allah dan berdzikir ketika menyembelih. Karena penyembelihan qurban, bisa dilaksanakan sampai hari tasyrik berakhir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Di setiap hari tasyrik, boleh menyembelih.” (HR. Ahmad, ibn Hibban, Ad-Daruquthni, dan yang lainnya).

Mengingat Allah dengan membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah setelah makan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله عزَّ وجل يرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها ، ويشرب الشَّربة فيحمده عليها

“Sesungguhnya Allah ridha terhadap hamba yang makan sesuap makanan kemudian memuji Allah, atau minum seteguk air dan memuji Allah karenanya.” (HR. Muslim 2734)

Mengingat Allah dengan melantunkan takbir ketika melempar jumrah di hari tasyrik. Yang hanya dilakukan jamaah haji.

Mengingat Allah dengan memperbanyak takbiran secara mutlak, di manapun dan kapanpun. Sebagaimana yang dilakukan oleh Umar radhiyallahu ‘anhu. Beliau melakukan takbiran di kemahnya di Mina, kemudian diikuti oleh banyak orang, sehingga Mina bergetar karena gema takbir. (HR. Bukhari sebelum hadis no.970)

Kedua, memperbanyak berdoa kepada Allah

Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak berdoa di hari ini.

Ikrimah (murid Ibn Abbas) mengatakan:

كان يستحب أن يقال في أيام التشريق : { رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ }

Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik: RABBANAA  AATINAA  FID-DUN-YAA HASANAH WA FIL AA-KHIRATI HASANAH, WA QINAA ADZAABAN-NAAR. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 505).

Menuju mardhotillah       (teardrop-diary.blogapot.com)
Doa ini kita kenal dengan doa sapu jagad. Dan memang demikian, doa ini dianggap sebagai doa yang isinya mengumpulkan semua bentuk kebaikan dan menolak semua bentuk keburukan. Karena itulah, doa ini menjadi pilihan yang sangat sering dilantunkan oleh manusia terbaik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Anas bin Malik mengatakan:

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

Doa yang paling banyak dilantunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah RABBANAA  AATINAA  FID-DUN-YAA HASANAH dst.. (HR. Bukhari 6389 dan Muslim 2690).

Disamping itu, doa merupakan bentuk mengingat Allah yang sangat agung. Berisi pujian dan harapan manusia kepada Tuhannya. Sehingga, hari ini menjadi hari yang istimewa untuk memperbanyak doa.

Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha:

بعد يوم النحر ثلاثة أيام التي ذكر الله الأيام المعدودات لا يرد فيهن الدعاء فارفعوا رغبتكم إلى الله عز و جل

Setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. Karena itu, perbesarlah harapan kalian. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 506).

Demikian, semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa istiqamah dalam menggapai ampunan-Nya.

Senin, 07 September 2015

Kisah Ulama yang Sukses Mualafkan 3.000 Tentara AS

Allah Subhanahu WA Ta'ala Berfirman :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".(QS. At Taubah : 71) 

Dennis Bradley Philips           (isisstudygroup.com)
(Mediaislamia.com) --- Melalui dakwah seorang ulama bernama Dennis Bradley Philips, 3.000 tentara Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menjadi mualaf. Kini ulama itu berkesempatan hadir mengisi ruang dakwah Nusantara.

Dalam rilis yang didapat Okezone, Senin (7/9/2015), kegiatan dakwah warga negara Kanada kelahiran Jamaika ini cukup mencuri perhatian dunia. Dr Abu Ameenah Bilal Philips mampu memberi penjelasan yang ilmiah, autentik, dan rasional kepada masyarakat internasional yang kritis namun diliputi pemahaman yang keliru terhadap Islam.

Dalam berdakwah, Dr Bilal Philips diketahui memiliki kapasitas keilmuan yang sangat mumpuni. Beliau menyelesaikan program BA pada bidang Studi Islam di Universitas Islam Madinah, program MA bidang Teologi Islam di Universitas Raja Saud Riyadh, dan memperoleh predikat Ph.D bidang Teologi Islam dari University of Wales.

Dr Bilal Philips juga berkontribusi dalam memperkaya literatur Islam dengan lebih dari 50 buku yang ditulis, diterjemahkan, dan diberi komentar. Beliau juga mengedit dan menerbitkan 56 buku bacaan keimanan bagi anak-anak di sekolah internasional Islam.

Perjalanan hidup dan semangat dakwahnya mendorong Dr Bilal Philips untuk mendirikan pusat studi Islam di berbagai negara, antara lain Departemen Studi Islam di Preston University Uni Emirat Arab, Akademi Studi Islam di Qatar, Departemen Studi Islam berbahasa Inggris di Knowledge International University di Arab Saudi, College of Da’wah and Islamic Culture di Sudan, serta Preston International College di India.

Konvergensi teknologi di era digital saat ini juga beliau manfaatkan sebagai sarana dakwah untuk menjangkau masyarakat secara global. Pada 2007, Dr Bilal Philips mendirikan Islamic Online University (IOU) sebagai institusi pertama yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan Islam strata satu secara online. Sampai hari ini, IOU telah memiliki lebih dari 150.000 mahasiswa yang berasal dari 219 negara, menjadikan IOU sebagai universitas nomor satu di dunia dalam keragaman mahasiswa.

Selasa, 01 September 2015

Bila Sang Kakek Sudah Tidak Percaya pada Jokowi

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu".    (QS. Luqman : 14) 

Kakek Sukiman demo bersama Buruh   (news.okezone.com)
(Mediaislamia.com) --- Nampak pemandangan berbeda disela-sela buruh yang sedang melakukan aksi, ada seorang kakek tua renta yang ikut berpartisipasi.

Kakek tersebut bernama Sukiman (81). Dia sengaja datang ke kawasan Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta untuk melakukan dukungan terhadap para kaum buruh yang sedang menuntut perbaikan hidup kepada Jokowi.

"Nah saya memberikan dukungan aja kepada buruh. Saya ikut serta biar Jokowi dengarkan suara buruh," ujarnya kepada Okezone di lokasi, Selasa (1/9/2015).

Sukiman yang tinggal di Mampang, Jakarta Selatan itu sengaja dari pagi mempersiapkan atribut yang digunakan untuk mendukung aksi para buruh tersebut.

Kakek sembilan cucu itu juga mengeluhkan Presiden Jokowi yang ternyata tidak berpihak kepada wong cilik, hal itu terlihat bagaimana harga-harga kebutuhan pokok sudah merangsak naik, dan sangat mencekik bagi rakyat kecil.

Janji Jokowi berpihak ke wong cilik       (tribunnews.com)
"Saya sih enggak mau tahu, Jokowi kalau berpihak kepada rakyat dengarkan rakyat, yang menuntut upah layak, dan segera turunkan harga sembako dan BBM," ujar pria enam anak ini.

Dia juga mengaku sudah tak percaya lagi kepada Jokowi yang nyatanya hanya mementingkan partai-partai koalisinya.

"Jokowi sudah lupa sekarang, dia enggak ingat lahir jadi Presiden karena siapa. Sekarang saya enggak percaya ada Presiden yang bisa memperbaiki kesejehteraan rakyat selain mantan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto," pungkasnya.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Demo Buruh di DKI Jakarta   (1 September 2015)

Rabu, 19 Agustus 2015

Tiga Kategori Manusia Menurut Ali Bin Abi Thalib

Ali Bin Abi Thalib Radiyallahu 'Anhu membagi manusia menjadi 3 kategori berdasarkan sikapnya terhadap musyawarah, yaitu :
Musyawarah/nividar.com
  1. (رجل) Manusia Sempurna ; Adalah manusia yang memiliki Ide dan dia mau bermusyawarah tentang ide tersebut,
  2. (نصف رجل) Setengah Manusia ; Adalah Manusia yang tidak punya Ide, tetapi dia tetap mau ikut Bermusyawarah.
  3. (لا شيء) Bukan Manusia ; Adalah Orang yang tidak punya Ide dan dia tidak mau bermusyawarah.

Kepribadian Seseorang Dari Caranya Makan Tahu

Sekedar berbagi tulisan intermezzo dari grup WA tetangga sebelah, Kepribadian Seseorang Dilihat Dari Caranya Makan Tahu. Berikut Penjelesannya :

Tahu/mik.upi.edu
KONSERVATIF:
Gigit tahu, baru gigit cabe.

PROGRESIF:
Gigit cabe dulu, baru gigit tahu.

SPEKULATIF:
Begitu nemu cabe langsung main gigit dgn harapan didekat situ pasti ada tahu.

IMAJINATIF:
Belum gigit cabe sudah merasa kepedesan.

OPTIMIS:
Yakin tahu akan segera muncul, sambil menunggu mengemil cabe dulu.

PERMISIF:
Tahu dan cabenya dicomot orang, diem saja.

MASOKIS:
Gigit cabe 10 biji kagak pake tahu.

OBSESIF-KOMPULSIF:
Sebelum makan dihitung dulu biar yakin jumlah tahunya sama dengan jumlah cabenya.

MANIPULATIF:
Melakukan pendekatan pada tukang tahu biar dapet gratisan

KORUPTIF
Keperibadian-personality/vemale.com
Makan tahu lima cuma bayar satu

DRAMATIS:
Habis makan tahu pake cabe nangis histeris kepedesan, trus meratap ke dispenser air.

EKSIBISIONIS:
Sebelum makan bilang ke orang sebelah, “Lihat nih gue mau makan tahu pake cabe”.

KAPITALIS:
Tahunya dimakan, cabenya ditanem supaya nanti kalau tumbuh bisa dijual, duitnya buat beli tahu.

FANATIK:
Kalo ketemu orang yg makan tahunya beda pakem, yaitu ga pake cabe, langsung mengamuk.

KRITIS:
Nanya, “kenapa sih kita harus makan tahu pake cabe bukan pake rhemason? Kan sama pedesnya?”

MELANKOLIS:
Udah gigit cabe, eh pas mau gigit tahunya kesenggol orang.
Tahunya jatuh lalu diinjek orang…… diapun menangis bercucuran air mata…

SOSIALIS:
Kalo makan tahu semua teman2nya dibeliin.

INDIVIDUALISTIS :
Kalo makan tahu sembunyi2, kalo ada yang nanya bilangnya cuma bawa cabe aja.

POLITIS :
Kalo saya menikmati satu tahu pun, gantung saya di pohon cabe…

APATIS:
Mau makan cabe dengan tahu atau tidak, itu bukan urusan saya.

SPORTIF:
Makan tahu 5 bayar 5

PRAGMATIS:
Ada tahu di meja, langsung diembat tanpa berpikir dalam tahu itu ada cabenya atau ngga.

SADIS:
Makan tahu terus cabenya disosotin ke mulut orang lain.

TRAGIS:
Lagi makan tahu kelindas gerobak cabe

OPORTUNIS:
Setiap tukang gorengan meleng, tahunya diembat..

SKEPTIS:
Mau makan tahu aja mikir, apakah selalu harus pakai cabe

ARTIS:
Makan tahu pake cabe aja ngundang wartawan infotainment

SCIENTIST:
Jika luas permukaan tahu 4cm2 dan dimakan dalam 2x gigitan, berapa butir cabe diperlukan?

NARSISTIS:
Sebelum makan tahu dan cabe selfie dulu

FILOSOFIS:
Jika itu tahu, lalu siapa aku?

GALAU:
Gelisah antara lanjut makan tahu atau makan cabenya.

ROMANTIS:
Tahu tak bahagia jika dimakan tanpa cabe, cabe bersedih jika dimakan tanpa tahu

Kira2 anda masuk kepribadian yang mana?

Senin, 17 Agustus 2015

Prinsip Dasar Islam Tentang Anak

Prinsip-prinsip Dasar Islam Tentang Anak
Oleh :  Ustad Rahmat Abdullah (alm)

Anak-anak Muslim/ muslimvillage.com
1. Anak-anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah. 

Q.S. Al-Qasas [28] : 68
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Artinya : "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)."

Q.S. Asy-Syuraa [42] : 49-50
لِّلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاءُ الذُّكُورَ
أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَن يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
Artinya : "Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,(49) 
atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.(50)"

2. Karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yang harus ditunaikan. 

Q.S. Al-Anfal [8] : 27-28
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.(27) 
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.(28)"

3. Orangtualah yang ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya. 

Q.S. Al-Ma'idah [5]: 1
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُم بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya."

Q.S. Al-Isra' [17] : 34
وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۚ وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا
Artinya : "Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya."

Q.S. Ar-Ra'du [13] : 19-24
أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنقُضُونَ الْمِيثَاقَ
وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ
وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ
سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
Artinya : "Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,(19) 
(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, (20) 
dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. (21) 
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),(22) 
(yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;(23) 
(sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.(24)"

4. Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sunnguhlah. 

Q.S. Al-Baqarah [2] : 233
....لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا...
Artinya : "Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya."

Q.S. At-Taghabun [64] : 16
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya : "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Q.S. Al-Haj [22] : 78
.....وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
Artinya : "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan....."

5. Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak-anak yang sholeh terbebas dari neraka. 

Q.S. At-Tahrim[66] :6
..... يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا 
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ...."

QS. Al-Ahqaf [46] : 15.
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya : "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

6. Jangan berharap kebaikan dari anak-anakmu, bila tidak mendidik mereka menjadi anak-anak yang sholeh.

QS. Nuh [11] :46
قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
Artinya : Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan".

QS. Maryam [19] : 59.
فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Artinya : Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,

7. Jangan berharap banyak pada anak-anakmu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya.

Q.S. Al-Isra' [17] : 24.
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya : Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".

8. Didiklah anak-anakmu sesuai fitrahnya. 

Q.S. Ar-Ruum [30] : 30.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

9. Janganlah menginginkan anak-anakmu sebagai anak-anak yang sholeh sebelum engkau menjadi sholeh lebih dahulu. 

Q.S. Ash-Shof [61] : 2
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak-anakmu, sebelum engkau memberi hak anak-anakmu. Lihat QS.1:5.

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atasmu. Lihat QS.2:83, QS.4:36, QS.6:151, QS.17:23-24.

12. Berbuat baiklah kepada anak-anakmu, bahkan sebelum mereka diciptakan.

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh2lah dalam mendidik. 

Q.S. Hud [11] : 93.
وَيَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ سَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَمَنْ هُوَ كَاذِبٌ ۖ وَارْتَقِبُوا إِنِّي مَعَكُمْ رَقِيبٌ
Artinya : Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu".

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu. 

Q.S. Al-Hijr [15] : 99.
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya : dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

Wallohu A'lam

Selasa, 11 Agustus 2015

Kebiadaban Israel Bukti Kebodohan Siapa ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfrman :
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ    أُولَٰئِكَ الَّذِينَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih".   (QS. Ali Imran : 21-22) 

Foto keluarga Korban      (kemanusiaan.id)
(Mediaislamia.com) --- Ali Saad Muhammad Dawabasyah namanya. Usianya baru 18 bulan. Namun, bayi Palestina yang tidak berdosa ini telah menjadi bukti kebiadaban penjajah Zionis Israel. Ia jadi syahid terpanggang api yang membakar rumah keluarganya di Desa Douma, selatan Kota Nablus, Tepi Barat, Palestina.

Peristiwa itu terjadi di pagi buta menjelang pukul 03.00 pada Jumat pekan lalu (31 Juli 2015). Sekelompok warga Israel penghuni pemukiman Yahudi di Tepi Barat mengetok jendela rumah Saad Dawabasyah (30 tahun). Ketika jendela dibuka oleh tuan rumah untuk mengetahui apa yang terjadi, tiba-tiba beberapa bom molotov -- botol yang telah diisi dengan bensin dan diberi sumbu -- dilemparkan ke dalam rumah oleh orang-orang Yahudi itu. Sebelum melarikan diri meninggalkan jejak, mereka juga membakar rumah di sebelahnya. Dalam waktu singkat, dua rumah itu pun terbakar habis, termasuk segala isinya.

Saad Dawabasyah berhasil menyelamatkan isterinya (Riham Husein, 27 tahun) dan anak laki-lakinya (Ahmad Saad Dawabasyah, 4 tahun). Namun, anak bungsunya, Ali Saad, yang belum genap 2 tahun tidak terselamatkan. Si balita ini terbakar hidup-hidup di dalam rumah. Sedangkan penghuni rumah lain, keluarga Makmun Rasyid Dawabasyah, selamat karena malam itu sedang menginap di Kota Nablus.

Menurut rekam medis di rumah sakit di Nablus, sang ayah (Saad) terbakar 70 persen dari tubuhnya, isterinya (Riham) 80 persen, dan anaknya (Ahmad) sekitar 50 persen. Mereka kini dirawat di rumah sakit di Nablus. Sedangkan si balita (Ali Saad) sudah menjadi abu.

Dalam catatan seorang akademisi dan kolomnis Palestina, Abdul Sattar Qasem, kebiadaban Israel terhadap warga Palestina -- keluarga Dawabasyah -- bukanlah yang pertama. Dan, ia memperkirakan juga bukan yang terakhir.  

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir ini hampir tiada hari tanpa pembunuhan terhadap warga Palestina. Entah oleh militer, polisi, ataupun warga Israel seperti yang terjadi terhadap keluarga Dawabasyah sekarang ini. Semua pembunuhan terhadap warga Palestina itu berlangsung bukannya di medan perang atau ketika memegang senjata atawasaat berhadapan dengan musuh, namun saat mereka betul-betul tidak dalam kondisi perang. Hebatnya lagi, penguasa Israel selalu mempunyai (baca: mencari-cari) alasan untuk membebaskan warganya dari tuduhan kejahatan yang dilakukan kepada warga Palestina.

Seperti halnya yang terjadi pada para pelaku pembakaran terhadap rumah keluarga Dawabasyah. Pemerintah Israel berdalih sebagai upaya untuk mempertahankan diri. Pertanyaannya, mempertahankan diri dari apa? Sebab yang menjadi korban pembakaran adalah orang-orang sipil tak berdosa dan sedang tidur lelap, termasuk seorang perempuan dan dua orang bayi. 

Yang menyedihkan, lanjut Abdul Sattar Qasem, adalah reaksi di kalangan warga Palestina sendiri. Pertama, mereka marah, yang dilampiaskan dengan aksi-aksi demo besar-besaran mengecam kebiadaban Zionis Israel setiap terjadi kejahatan terhadap warga Palestina. Seperti halnya pada pembakaran balita Ali Saad Dawabasyah, demonstrasi bukan hanya terjadi di Tepi Barat dan Gaza, tapi juga berlangsung di sejumlah negara. 

Rim Banna       (palciara.wordpress.com)
Kedua, para pemimpin Palestina selain mengecam tindakan brutal warga atau militer Israel, juga berteriak keras minta pertanggungjawaban dari pemerintah Israel. Bahkan untuk pembakaran balita Ali Saad Dawabasyah ini, Pemerintah Otoritas Palestina sedang memproses untuk membawa para penjahat Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda.

Menurut Qasem, reaksi berbagai kalangan Palestina itu tentu baik. Namun, katanya, itu jauh dari cukup. Aksi-aksi unjuk rasa warga Palestina yang mengecam kebiadaban Zionis Israel biasanya hanya berlangsung sesaat atau sementara. Lalu demo-demo itu akan layu dengan sendirinya ditelan oleh berbagai kesulitan hidup di bawah pendudukan penjajahan Israel.    

Di pihak lain, Zionis Israel sudah tidak mempan lagi dengan aksi-aksi unjuk rasa, kritik, kecaman, makian, dan tuduhan kejahatan,  oleh siapa pun. Jangankan hanya oleh para pejabat Palestina, keputusan lembaga-lembaga intenasional pun tidak pernah digubris oleh Israel, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB. Misalnya tentang resolusi pembekuan pemukiman Yahudi di tanah Palestina dan penolakan tembok pembatas yang dibangun Israel. Hingga sekarang, Israel terus membangun pemukiman-pemukiman Yahudi baru dan tembok yang mereka bangun tetap kokoh berdiri memisahkan warga Yahudi dengan Palestina. Dan, dunia internasional tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi hanya para pejabat Palestina.

Bagi Abdul Sattar Qasem, menuntut penjajah Israel untuk lebih beradab, tidak melakukan kejahatan, dan tunduk kepada undang-undang internasional adalah sesuatu yang mustahil. Sebab, katanya, penjajahan sendiri adalah bentuk dari kejahatan, bertentangan dengan hak asasi manusia, melawan undang-undang PBB, dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan berbagai bangsa.

Penjajahan adalah kejahatan itu sendiri. Dan, setiap penjajah, siapa pun mereka, akan selalu membuat rakyat jajahannya sengsara, ketakutan, miskin, dan bodoh. Dalam sistem penjajahanberlaku hukum rimba. Yang kuat akan menekan yang lemah. Jadi, meminta belas kasihan, kebaikan hati, dan pertangggungjawaban kepada penjajah adalah sesuatu yang bukan pada tempatnya.

Belajar dari sejarah, tidak ada bangsa jajahan yang kemudian merdeka karena belas kasihan. Mereka merdeka lantaran berani melawan penjajah. Mereka mengirimkan para penjajah ke neraka hingga tak tertahankan lalu meninggalkan negara jajahannya. Kemerdekaan harus direbut dengan darah. 

Demo tuntur pembakaran bayi         (republika.co.id)
Kini para pejabat Palestina dan sebagian pemimpin Arab dan negara Islam bicara tentang kebiadaban penjajah Zionis Israel. Namun, sayangnya, mereka tidak mempunyai rencana yang jelas dan tegas untuk bisa memaksa Israel angkat kaki dari tanah air Palestina.

Penjajahan tidak akan sirna dengan alasan melanggar hak asasi manusia, nilai-nilai kemanusiaan, dan bahkan undang-undang internasional sekalipun. Penjajahan hanya bisa diusir dengan sebuah kekuatan yang memaksa. Yang menyedihkan, sekali lagi, para pemimpin Palestina, Arab, dan negara-negara Islam tak memiliki road map yang jelas dalam memaksa Zionis Israel.  Bahkan di antara mereka kini justru bersekutu dengan sang penjajah. 

Kemarahan Abdul Sattar Qasem yang dituangkan dalam sebuh kolom di Aljazeera.net pekan lalu, agaknya patut mendapat perhatian semua pihak yang peduli terhadap nasib bangsa Palestina. Kebiadaban Zionis Israel sudah di luar batas, dan mustahil untuk berharap tidak akan terulang lagi kejahatan-kejahatan lain yang mereka lakukan terhadap warga Palestina, seperti yang dialami keluarga Dawabasyah. 

‘’Apakah kalian mau terima nasib? Di tenda-tenda kesengsaraan. Mereka memisahkan kita di tenda-tenda pengasingan. Mereka menggiring kita ke penjara-penjara kesedihan.’’ 

Warga Palestina lain menggugat. Namanya Rim Banna. Gugatan perempuan 48, kelahiran Nazareth, Palestina ini dituangkan dalam lagu. Sudah puluhan  lagu ia ciptakan dan ia nyanyikan. Hampir semua lagunya adalah balada kesedihan dan kesengsaraan bangsanya.

‘’Inilah kisahku. Kisah bangsa Palestia. Kisah cinta seorang isteri yang suaminya dipenjara. Kisah orang tua yang ditinggal mati anak-anaknya. Kisah anak-anak Palestina yang dipisahkan dari saudara-saudara dan keluarganya…’’

Kita belum tahu lagi apa yang akan didendangkan Rim Banna terkait dengan nasib malang keluarga Dawabasyah.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Jumat, 07 Agustus 2015

Radikalisme dan Ancaman Perpecahan Ummat

Ilustrasi Radikalisme / wsj.net
Mencermati maraknya issu tentang radikalisme yang diangkat oleh media massa dan ancaman perpecahan umat karena benturan intra dan antar organisasi massa Islam terutama terkait akan dilaksanakannya PILKADA serentak di seluruh Indonesia, maka terdorong oleh kepedulian dan kewajiban untuk ikut menyelamatkan kaum muslimin dari bencana perpecahan, Imaamul Muslimin menyampaikan nasihat sebagai berikut:

1.      Bahwa radikalisme yang dilakukan oleh sekelompok umat Islam di dalam dan di luar Indonesia mengakibatkan kerugian atas kaum muslimin pada umumnya. Kerugian dimaksud terutama karena stigma yang dilekatkan kepada kaum muslimin sebagai umat yang identik dengan kekerasan dan terror baik terhadap Pemerintah dan Negara di mana radikalisme itu terjadi maupun kepada sesama warga negara yang non-Muslim. Tindak kekerasan bersenjata maupun tanpa senjata yang digolongkan radikalisme sebenarnya hanya dilakukan oleh segelintir orang yang tidak serta merta mewakili kaum muslimin pada umumnya. Issu radikalisme itu pun nyata-nyata telah mengoyak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara saat kaum muslimin dipojokkan pada posisi berlawanan dengan otoritas pemerintahan dan juga dengan warga non muslim;

2.      Bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang misi utamanya menebar kasih sayang tidak saja bagi para pemeluknya namun juga bagi semesta raya (rahmatan lil ‘alamiin). Hal ini ditegaskan di dalam kitab suci Al Qur’an,
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Artinya : “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya [21]: 107).
Kaum muslimin dibimbing oleh agamanya untuk hidup damai dan harmonis dengan siapapun yang menghargai perdamaian dan persaudaraan. Kaum muslimin dilarang keras untuk menyakiti siapapun baik secara verbal, non verbal apalagi tindakan fisik. Bahkan dalam kondisi darurat perang sekalipun kaum muslimin tidak dibenarkan membuat kerusakan seperti menumbangkan pepohonan apalagi membakar bangunan;

3.      Sesungguhnya radikalisme sebagaimana dijelaskan di atas dapat menimbulkan fitnah yang keji terhadap kaum muslimin. Fitnah itu disebarkan secara massif melalui berbagai media massa oleh mereka yang memusuhi Islam dan tidak rela melihat terwujudnya perdamaian dunia. Dalam menghadapi fitnah tersebut hendaknya umat Islammenyikapinya dengan sabar namun tetap kritis dan waspada terhadap segala bentuk tipu daya mereka yang memusuhi Islam;

4.      Kaum muslimin dihimbau untuk meningkatkan kekompakan dan ukhuwah sesuai tuntunan Al Qur’an dalam surah Al Hujurat ayat 10 bahwa “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara.”Dan sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa“Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5.      Kaum muslimin hendaknya menjauhi prasangka buruk dan tindakan-tindakan yang menyulut permusuhan di antara umat manusia terutama terhadap sesama muslim sebagaimana yang diperintahkan oleh Al Qur’an,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”(QS. Al Hujuraat [49]:12);

6.      Perlu ditegaskan di sini bahwa Jamaah Muslimin (Hizbullah) adalah wadah perjuangan umat Islam berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah yang gerakannya bersifat Non-Politik.  Jamaah Muslimin (Hizbullah) mengajak kepada seluruh umat Islam agar kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan melaksanakan kehidupan secara berjamaah di bawah kepemimpinan Imaamul Muslimin sesuai dengan khitthah Kenabian. Dengan dilaksanakannya kehidupan berjamaah itu maka kaum muslimin akan bersatu di bawah panji-panji Islam dan terbebaskan dari semua fitnah termasuk fitnah perpecahan umat yang dimurkai oleh Allah;

7.      Secara khusus kepada kaum muslimin warga Jamaah Muslimin (Hizbullah) kami menghimbau untuk tetap istiqomah dalam menetapi kehidupan berjamaah dan menjaga ketaatan kepada Ulil Amri serta menjauhi tindakan-tindakan yang bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah apalagi yang menjurus anarkhisme;

8.      Hanya kepada Allah kita berharap dan bertawakkal. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada kaum muslimin di mana saja berada untuk terbebaskan dari segala bentuk fitnah dan kemudian mampu memimpin dunia serta mengembalikan dunia kepada keadilan dan kedamaian sejati dalam naungan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin.

Bogor, 21 Syawwal 1436 H./6 Agustus  2015 M.

IMAAMUL MUSLIMIN
KH. Yakhsyallah Mansur, M.A.

Minggu, 26 Juli 2015

Pria di China Bakar Kursi Pesawat Saat Mendarat

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik".   (QS. Al A'raf : 56) 

Kursi penumpang yang dibakar       (kaltim.tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Penumpang dan awak pesawat berhasil meringkus seorang penumpang yang berusaha membakar pesawat Shenzhen Airlines bernomor penerbangan ZH9648. Foto-foto mengejutkan menunjukkan kabin api rusak dari pesawat setelah seorang pria mulai nyala api sebagai penerbangan datang ke tanah, melukai dua penumpang.

Setelah diringkus oleh sesama sesama penumpang dan awak, segera diturunkan dari pesawat di Cina Selatan, Minggu pagi. Dua dari 95 penumpang mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit, demikian laporan kantor berita resmi Xinhua. Pesawat juga mengangkut 9 awak pesawat.

Pintu kabin tampak hangus        (kaltim.tribunnews.com)
Insiden ini terjadi di Shenzhen Airlines ZH9648 penerbangan dari timur kota Taizhou yang akan menuju Guangzhou, katanya. Xinhua melaporkan bahwa pria itu berusaha merusak fasilitas di dalam pesawat, lalu diringkus oleh penumpang lainnya selanjutnya ditahan oleh pihak berwenang.

Tetapi berdasarkan laporan dari Civil Aviation Resource Net, bahwa pria tersebut "berusaha pembakaran" pesawat . Dalam foto online menunjukkan bekas terbakar pada kursi penumpang serta pintu kabin menghitam, menunjukkan ada kejadian kebakaran.