Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2015

Inilah Kebodohan Netanyahu Dalam Intifadah III

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ‌ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ‌
"Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya".   (QS. At Taubah : 73). 

Herzog mengingatkan PM Netanyahu      (jpost.com)
(Mediaislamia.com) --- Pemimpin kelompok oposisi Zionis Israel, Yitzhak Herzog, meminta PM Benjamin Nentanyahu untuk segera menutup Masjid Al Aqsha dari segala kunjungan warga Yahudi, sebagai salah satu langkah meredakan benih Intifadah jilid III yang telah dimulai sejak awal Oktober lalu.

Seperti dilansir Anatolia dari keterangan Yitzhak Herzog pada hari Selasa (13/10) kemarin mengatakan, “Ada 4 hal yang harus dilakukan segera oleh Nentayahu jika ingin meredakan gerakan Intifadah jilid III.”

1. Pertama adalah menutup wilayah Palestina dan kota Al Quds pada khususnya, untuk segera                         mempersempit ruang gesekan dengan aparat berwenang Zionis Israel.

2. Kedua adalah penyebaran tentara dan polisi dengan jumlah yang besar untuk meredakan ketegangan.

3. Ketiga adalah dengan melawan gerakan ini melalui jaringan internet yang kini menjadi senjata andalan.

4. Dan yang terakhir adalah menutup sementara Masjid Al-Aqsa bagi semua warga Yahudi.

Selain itu Yitzhak Herzog memperingatkan Netanyahu bahwa saat ini kita sedang menghadapi gerakan pemberontakan rakyat Palestina, dan bukan gelombang terorisme seperti yang dikatakan sejumlah pemimpin Zionis Israel. 

Kamis, 08 Oktober 2015

Fadli Zon Terpilih Sebagai Presiden GOPAC

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui".   (QS. Al Anfal : 27) 

Fadli Zon saat pidato GOPAC      (dpr.go.id)
(Mediaislamia.com) --- Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, terpilih sebagai President Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) pada Konferensi GOPAC ke-VI di Yogyakarta yang berlangsung 6-8 Oktober 2015.

Fadli terpilih secara aklamasi sebagai Presiden GOPAC menggantikan Ricardo Garcia Cervantes dari Meksiko setelah melalui sidang board meeting yang dihadiri oleh 5 perwakilan benua dan regional chapter seperti Afrika, Arab, Latin Amerika, South Asia, Oceania Karibia, North America.

“Saya akhirnya dipilih mereka secara aklamasi dan wakilnya adalah Paula Berto dari Amerika Latin dan Osei Kyei-Mensah-Bonsu dari Ghana. Sekretaris GOPAC Oceania, John High dari Australia dan bendaharanya dari Karibia,” kata Fadli usai terpilih di Yogyakarta, Rabu malam.

Lebih lanjut Fadli menyebutkan, pukul 08.00 WIB (Kamis,8/10) akan dilakukan Eksekutif Meeting yang akan dipimpinnya. Pukul 09.00 WIB, dilakukan rapat pleno akhir termasuk pengumuman Presiden GOPAC yang sekaligus penutupan dan pembacaan deklarasi GOPAC ke-VI.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, sebagai orang pertama Indonesia yang menjabat Presiden GOPAC, merupakan tugas berat yang diamanahkan oleh GOPAC.

“Saya melihat ini adalah kerja berat. Pertama menyangkut reputasi internasional GOPAC yang sudah cukup bagus, standingnya di dunia internasional dan kesempatan pertama bagi orang Indonesia, buat saya ini suatu amanah yang berat karena menyangkut nama baik dan standing position dalam pemberantasan korupsi itu sendiri,” kata Fadli.

Peserta Konferensi GOPAC       (warta-dpr.liputan6.com)
Selain itu, dengan jabatan ini, dirinya juga mendorong anggota DPR RI untuk lebih berkiprah di dunia internasioanl.

“Sudah disepakati ini kerja bersama dan kami akan buat kantor perwakilan GOPAC di DPR sehingga jadi standing encourage bagi anggota DPR RI untuk lebih banyak masuk ke GOPAC,” sebut pria kelahiran 1 Juni 1971 itu.

Untuk bisa menjadi calon presiden GOPAC, terlebih dulu seseorang harus dicalonkan di negaranya sendiri atau nasional chapter, kemudian ke regional chapter. Pengusulan itu harus ditandatangani oleh masing-masing regional chapter seluruh benua dan minimal ditandatangani oleh 3 negara sebagai syarat dukungan pencalonan.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Selasa, 29 September 2015

Prof. Dr. Din Syamduddin Terpilih Menjadi Anggota SDSN di PBB

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui".    (QS. Al Anfal : 27) 

Prof. Dr. M. Din Syamsuddin      (rngos.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Prof Din Syamsuddin terpilih menjadi anggota United Nations Sustainable Development Solution Network (SDSN) atau Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan dalam UN Sustainable Development Summit (Pertemuan Pembangunan Berkelanjutan PBB) di markas PBB (25/9).

Din Syamsuddin dipilih mewakili dunia Islam dalam kapasitasnya sebagai Co-President of Religions for Peace. Ikut hadir dan menyaksikan Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja.

SDSN ini dibentuk oleh Sekjen PBB untuk membantu memberikan solusi terhadap penerapan Sustainable Development Goals (Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs).

SDGs merupakan pelanjut MDGs disahkan Sidang Umum PBB yang berlangsung 25-27 September ini

Indonesia di tingkat dunia      (kaskus.co.id)
Sebanyak 193 anggota Sidang Umum PBB secara formal telah mengadopsi 2030 Agenda for Sustainable Development dengan Global Goals yang lebih konkrit.

“Agenda-agenda baru ini merupakan janji dari para pemimpin dunia untuk kita semua, untuk mengakhiri kemiskinan dalam berbagai bentuknya – agenda untuk planet kita, rumah bersama kita,” ujar Sekjen PBB Ban Ki Moon dalam pidato pembukaannya.

Din mengaku merasa mendapat kehormatan dapat bergabung dengan organisasi dunia ini dan akan berusaha memberikan pikiran terbaik bagi pembangunan dan kemanusiaan, ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Rabu, 23 September 2015

Hillary Clinton : Pemeluk Islam Bisa Menjadi Presiden Amerika.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".  (QS. Al Maidah : 51) 

Hillary Clinton capres AS      (idjackson.net)
(Mediaislamia.com) --- Hillary Clinton, salah satu calon presiden Amerika berikutnya, mengeluarkan pernyataan bahwa seorang Muslim bisa menjadi presiden Amerika.

Hal tersebut dinyatakan oleh Clinton dalam akun Twitter pribadinya pada hari Senin (21/9/2015), hanya sehari setelah Ben Carson, capres dari Partai Republik, mengatakan bahwa Islam tidak cocok dengan konstitusi Amerika.

Laporkan iklan?
Carson secara tegas mengatakan dirinya tidak setuju jika seorang Muslim menjadi presiden AS.

twitter hillary clinton

Hillary Clinton ‏@HillaryClinton  21 Sep Lihat terjemahan
Can a Muslim be President of the United States of America? In a word: Yes. Now let's move on. -H 
"... no religious test  shall ever be required as a qualification to any office or public trust under the United States".

“Apakah seorang Muslim bisa menjadi Presiden Amerika Serikat ? Dalam satu kata: Ya.” Demikian cuitan Clinton.

Cuitan Clinton, yang merupakan politisi Demokrat ini, mendapat tanggapan yang cukup banyak dari netizens, dengan cara meretweetnya.

Selasa, 22 September 2015

Delapan Calon Pimpinan Menuju KPK

Allah Subhanhu Wa Ta'ala Berfirman :
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
"Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah".    (QS. Al Anbya' : 73) 

Capim KPK 2015-2019     (cnnindonesia.com)
(Mediaislamia.com) --- Delapan calon pimpinan (capim) Komisi Pemberanatasan Korupsi periode 2015 – 2019 telah resmi diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Nama itu diseleksi berdasardkan integritas. Kopetensi, leadership, independensi, dan pengalaman terkait pemberantasan korupsi. Mereka akan diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Jika lolos, empat diantaranya akan menjadi punggawa komisi antirasuah dalam periode empat tahun mendatang.

Berikut ini nama-nama calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) :

Capim KPK Bidang Pencegahan
1. Thony Saut Situmorang, sebelumnya sebagai Staf ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
2. Surya Candra, sebelumnya Dosen Fakultas Hukum Unika Atmajaya.

Capim KPK Bidang Penindakan 
1. Alexander Marwata, sebelumnya sebagaiHakim Adhoc Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri               Jakarta Pusat.
2. Basaria Panjaitan, sebelumnya sebagai Purnawirawan Polri.

Capim KPK Bidang Manajemen
1. Agus Raharjo, sebelumnya sebagai Mantan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa           Pemerintah (LKPP).
2. Sujanarko, sebelumnya sebagai Direktur Pembinaan Jaringan Kerja sama Antar Komisi dan instansi             KPK.

Capim KPK Bidang Supervisi dan Monitoring
1. Johan Budi Sapto Pribowo, sebelumnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK.
2. Laode Muhammad Syarif, sebelumnya sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

(Berbagai sumber)

Selasa, 08 September 2015

Menteri Prancis Kecam Wali Kotanya yang Kurang Bijak

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى هَهُنَا. يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ : بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh tidak menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini. – Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali-. (kemudian beliau bersabda lagi:) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram darahnya, kehormatannya dan hartanya".  (HR. Muslim)

Bernard Cazeneuve       (nece-provence.info)
(Mediaislamia.com) --- Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve pada Selasa mengecam sejumlah wali kota di negaranya  yang menyatakan hanya akan menerima pengungsi beragama Kristen di wilayah pimpinannya.

"Saya sama sekali tidak mengerti pembedaan itu. Saya mengecam hal itu dan saya berpendapat bahwa kebijakan itu sangat mengerikan," kata Cazeneuve kepada stasiun televisi France 2.

"Ada sejumlah kelompok kecil mengalami penganiayaan di Suriah. Pemeluk Kristen dari Timur Tengah memang harus disambut baik, namun demikian pula dengan Muslim dan kelompok kecil lain, yang mengalami penganiayaan dengan derajat kekejian sama," kata dia.

Prancis, menurut Cazeneuve, harus bersiap menampung semua orang teraniaya, apa pun agama dan latar belakang mereka.

Pada Senin (7/9) lalu, Wali Kota Roanne, Yves Nicolin, menyatakan bahwa dia siap merelokasi puluhan keluarga, dengan syarat mereka adalah pemeluk agama Kristen yang dianiaya di Suriah oleh Daesh (nama lain ISIS atau Daulah Islam).

Sementara itu, Damien Meslon, Wali Kota Belfort di wilayah timur Prancis, juga menegaskan bahwa dia hanya akan mempertimbangkan menampung keluarga Kristen dari Irak dan Suriah karena "merekalah yang mengalami penganiayaan paling berat".

Ribuan pengungsi tiba di Eropa      (tribunnews.com)
Kedua wali kota tersebut berasal dari partai kanan tengah yang saat ini merupakan oposisi secara nasional. Setelah mendapat tekanan untuk merespok krisis imigran di Eropa paling besar sejak Perang Dunia II, Presiden Prancis Francois Hollande pada Senin menyatakan bahwa negaranya siap menampung sekitar 24.000 pengungsi selama dua tahun ke depan.

Keputusan mengenai cara pencari suaka disalurkan ke wilayah Prancis akan diambil oleh lembaga pemerintahan berbeda, bukan oleh masing-masing wali kota, demikian Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Tanggapan dua wali kota di Prancis itu merupakan pengulangan dari pernyataan Slovakia yang pada Agustus lalu berjanji hanya akan menerima pengungsi dari Suriah yang beragama Kristen. Alasannya, pengungsi Muslim tidak akan nyaman berada di negara tersebut.

Langkah mereka sangat berbeda dengan kebijakan Paus Fransiskus yang pada Ahad lalu mendesak agar semua "paroki gereja, komunitas relijius, biara, sangtuari di Eropa" untuk menampung satu keluarga" pengungsi.

Kebencian Donald Trump Terhadap Islam

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
"Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya".   (QS. At Taubah : 73) 

Bencinya terhadap Islam         (businessinsider.com)
(Mediaislamia.com) --- New York Setelah memposting kekecewaannya atas kehadiran para pimpinan DPR RI Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua Fadli Zon, Imam Sahmsi Ali lebih jauh membuka latar belakang kekecewaan itu.

Menurut mantan Imam Besar Masjid New York, AS, itu, ia pernah berjumpa dengan Trump dan mendapati calon presiden AS dari Partai Republik itu telah lama memelihara kecenderungan kebencian terhadap Islam.

Berikut postingan lengkap Imam Shamsi Ali:

"Sekitar tiga tahun lalu saya dikejutkan oleh sebuah wawancara Fox News bersama Donald Trump (DT), raja properti Amerika Serikat. Dalam wawancara itu DT ditanya pendapatnya tentang Islam dan komunitas Muslim Amerika.

Sungguh jawaban DT sangat mengejutkan sekaligus menyakitkan. "Islam itu masalah. Dan komunitas Muslim itu berbahaya", kata DT saat itu.

Mendengar itu saya cukup tersinggung. Keberadaam saya di Amerika dalam masa hampir 20 tahun saya berusaha membuktikan bahwa Islam dan Muslim itu adalah bagian integral dari Amerika. Saya berjuang menjadikan Islam sebagai agama kontributor kebaikan bagi Amerika. Memperjuangkan dengan segala risikonya untuk menjadikan Amerika dan Islam tidak berada di posisi berseberangan.

Sejak kedatangan saya ke negara ini dan menjadi penduduk tetap (permanent resident) salah satu kegiatan prioritas utama saya adalah membangun komunikasi dan kerja sama dengan semua pemeluk agama, termasuk komunitas Yahudi. Lalu di mana letak masalahnya Islam dan bahayanya komunitas Muslim?

Kebetulan saya dekat dengan seseorang di kalangan Hollywood, raja hip hop (hip hop mogul), Russel Simmons. Mantan suami Kimmora Lee ini adalah seorang bisnisman yang juga aktivis. Ia juga sering kali tampil membela hak-hak minoritas yang termarjinalkan, termasik warga hitam, Hispanic dan Muslim.

Saya meminta beliau untuk mencoba mengatur pertemuan dengan Donald Trump. Ternyata dia juga mendengar wawancara itu dan gerah dengannya. Maka dengan senang hati dia menghubungi kantor DT yang ternyata sangat senang akan ditemui oleh seorang Imam.

Tibalah hari H-nya pertemuan itu. Selain Russel Simmons dan saya juga hadir bersama seorang Rabbi Yahudi berpengaruh yang juga selalu membela Islam, Rabbi Marc Scheneier.

Donald Trump saat kampanye     (antaranews.com)
Setiba di kantor DT, Trump Tower, di kawasan 5th Avenue, kami bertiga disambut oleh DT di depan lift. Dengan ramah menyambut dua teman saya. Yapi masih melongok ke depan mencari-cari sesuatu atau seseorang. Ketika ditanya oleh Russel apa gerangan yang dicari, dijawabnya: "Where is the Imam"?

Russell kemudian menunjuk ke bawah karena memang saya rendah. DT kemudian baru menengok ke bawah dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan sambil tertawa terpingkal-pingkal.

Sekali lagi Russell bertanya kepadanya kenapa tertawa terbahak-bahak? DT menjawab: "I had never dreamt that I will meet a smiling Muslim" (saya tidak pernah bermimpi untuk ketemu dengan seorang Muslim yang tersenyum).

Mendegar itu terus terang saya agak tersinggung. Sebab saya yakin saya lebih sering tersenyum dibanding Donald Trump. Dan kemungkinan juga senyuman saya lebih menarik dari senyuman seorang DT (hehehe).

Kami pun duduk di kantor DT. Sebuah kantor yang dipenuhi gambar wanita-wanita cantik, koleksi miss universe, dan bahkan beberapa gambar wanita-wanita playboy bersama DT. Saya kemudian memulai memberanikan diri berbicara dan menanyakan, "Dari mana gerangan DT berkesimpulan jika orang-orang Islam itu tidak tahu tersenyum"?

Sesaat semua terdiam mendengar pertanyaan saya itu. Tapi Donald Trump kemudian dengan sedikit serius menjawab, "Itulah yang selalu saya saksikan di televisi-televisi". Jawaban singkat DT ini kembali mengusik saya.

Saya sedikit mengubah posisi diduk dan mengatakan: "Mr. Trump, sungguh sebelum saya datang ke kantor Anda dan bertemu Anda, saya ada kesimpulan negatif tentang Anda. Sangkaan saya itu, Anda adalah orang yang angkuh. Ternyata setelah ketemu Anda, menyambut kami dengan senyuman dan bercanda, saya mendapati anda sebagai orang ramah."

"Seandainya saya mengambil kesimpulan tentang orang besar seperti Anda dari televisi atau media, alangkah naifnya. Sungguh naif juga jika mengambil kesimpulan tentang 1,6 miliar manusia, Muslim, hanya dari televisi atau media".

Setelah pernyataan saya itu DT hanya banyak diam dan mendengarkan. Tapi sebenarnya yang paling bersemangat menyerang DT adalah Russell Simmons. Nampaknya beliau sebagai Afro American gerah juga dengan sikap DT terhadap komunitas berkulit nonputih.

Russell bertanya begini misalnya: "Donald, had you ever read about Islam? Had you ever read the holy Quran, the Muslims holybook?".

Donald hanya mengangguk mendengar itu. Lalu disambut oleh Russell berikut, "Kalau begitu kamu tidak punya hak sama sekali untuk berkomentar mengenai Islam".

Islam di AS makin berkembang        (mirajnews.com)
Bahkan Russell sempat mengatakan: "Your attitude is absolutely un-American".

Selama pertemuan yang memakan waktu sekitar sejam itu, memang terasa intens walau diselingi candaan. Yang pasti dengan pertemuan itu kami dapat mengukur kedalaman pemahaman DT tentang berbagai masalah, bahkan dalam hal ekonomi dan bisnis.

Di akhir pertemuan itu teman saya, Rabbi Marc Schneier menawarkan jika DT ingin berkunjung ke masjid. Dia hanya tersenyum dan menjawab, "Next time!"

Sejak itu memang DT hampir tidak pernah lagi berbicara mengenai Islam. Tapi pendukung fanatik DT adalah mereka yang saat ini sedang mengalami euphoria untuk mengalahkan Barack Obama (presiden non-putih). Mereka rata-rata anti-Islam secara khusus, dan imigran secara umum.

Oleh karenanya ketika seorang pejabat tinggi dari sebuah negara Muslim terbesar dunia menemui DT di saat-saat suasana kampanye memanas sangat disayangkan.

Bagi kami, terpilihnya seorang presiden terkait dekat dengan kenyamanan hidup kami. Komunitas Muslim di Amerika cukup traumatis dengan presiden yang memiliki persepsi salah, atau boleh jadi kebencian, terhadap Islam dan pengikutnya. Cukuplah selama 8 tahun di bawah presiden G.W Bush komunitas ini ditekan sedemikian rupa.

Apalagi DT memang sosok yang sangat kontroversial, khususnya terhadap isu imigran gelap. Padahal diaku atau tidak Amerika memang sejarahnya adalah negara imigran gelap, termasuk mereka yang datang dari Eropa. Tentu termasuk Donald Trump sendiri.

Kamis, 03 September 2015

Kedatangan As Sisi di Indonesia Disambut Demo

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليقل خيراً أو ليصمت , ومن كان يومن بالله واليوم الاخر فليكرم جاره , ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم ضيفه
"Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya".    (H.R Bukhari no. 6018, Muslim no. 47) 

Tolak kehadiran As Sisi ke Indonesia   (pkspiyungan.org)
(Mediaislamia.com) --- Pemimpin junta militer Mesir yang mengkudeta Mohammad Mursi akan menemui Presiden Joko Widodo. Namun, ratusan massa dari Indonesia Society for Human Rights and Humanity akan menyambutnya dengan unjuk rasa.

Informasi yang diterima KBK menyebutkan, aksi damai menolak kedatangan As Sisi akan dilakukan pada hari Kamis (3/9/2015). “Aksi akan dimulai dari putaran patung kuda gedung Indosat dan akan long march ke Istana,” ujar juru bicara aksi, Abuzzar.

Abuzzar menjelaskan, aksi damai ini akan diikuti berbagai elemen masyarakat dan pegiat kemanusiaan. “Ada sekitar 500-an massa yang akan hadir,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan unjukrasa ini adalah untuk menolak kedatangan As Sisi ke Indonesia. Ia berpendapat, tidak ada manfaat yang berarti dari kedatangan As Sisi ke Indonesia. “Kita juga mengecam Jokowi yang berkenan menerima As Sisi,” tegasnya.

As Sisi adalah pemimpin kudeta terhadap kepemimpinan Presiden Mesir pertama yang terpilih melalui pemilihan umum, Mohammad Mursi. As Sisi dianggap zalim terhadap rakyat Mesir karena telah membunuh banyak rakyatnya saat aksi unjuk rasa berlangsung di Mesir beberapa waktu lalu.

“Mari kita berkontribusi menghentikan Crimes Againts Humanity,” tukas Abuzzar mengajak masyarakat dalam aksi unjuk rasa ini. 

Jumat, 28 Agustus 2015

Mursi Dikudeta Karena Membela Palestina

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
 تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرً
"Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam".  (QS. Alfurqon : 1). 

Hammam Said (Berjubah)          [clarionproject.org]
(Mediaislamia.com) --- Hammam Said, salah seorang petinggi Ikhwanul Muslimin di Yordania mengatakan, presiden Mesir Muhammad Mursi diadili sebagai konsekwensi dari perjuangannya dalam membela Palestina ketika menjabat presiden, seperti dikutip laman egyptwindow.

“Selama memimpin, presiden Mursi dengan sikapnya menjelaskan kepada dunia bahwa Mesir tidak akan membiarkan Jalur Gaza sendirian menghadapi agresi militer Israel,” jelas Said.

Pernyataan Said ini disampaikan dalam acara festival Al-Aqsha ke-15 yang digelar Gerakan Islam Yordania di kota Al-Karak. Dalam kesempatan itu, petinggi Ikhwanul Muslimin ini juga mengutuk keras kejahatan yang dilakukan Israel dengan menyerbu masuk areal Komplek Masjid Suci Al-Aqsha.





Senin, 24 Agustus 2015

Ketua MPR: Saatnya Indonesia Pikirkan SDM Berkualitas

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ   الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ    رواه الترمذي
“Dari Syaddad Ibn Aus, darr Rasulullah saw. Bersabda : orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan beramal untuk persiapan sesudah mati".    (H.R. At-Tirmidzi)”. 

Ketua MPR - Zulkifli Hasan   (beritasatu.com)
(Mediaislamia.com) --- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang luas, kaya akan sumber daya alam dan kaya akan jumlah penduduk, namun kalah bersaing dalam industri dan pendapatan perkapita dengan negara lain seperti Singapura.

Maka dari itu, katanya, kini saatnya bangsa Indonesia tidak lagi membicarakan sumber daya alam yang kaya, tetapi mulailah membicarakan dan memikirkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Siaran pers MPR menyebutkan bahwa hal tersebut diungkapkan Zulkifli saat mengunjungi sebuah pabrik alat rumah tangga di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (24/8/2015).

Hasil produk Indonesia        (kabarbisnis.com)
Pemerintah, lanjut dia, dalam hal ini harus mendukung pelaku-pelaku industri di Indonesia. Para pelaku industri diberikan kemudahan terutama soal perijinan-perijinan.

“Saya melihat sendiri satu pelaku industri yakni bapak Ali Markus dengan produk rumah tangganya. Produk-produknya sudah mendunia dan membanggakan Indonesia sebab bisa bersaing dengan produk negara-negara luar,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Kepada para pelaku industri, Zulkifli Hasan memberikan dukungan dan dorongan agar terus memproduksi produk-produk berkualitas dan mendorong agar masyarakat menggemari produk dalam negeri.

Korsel dan Korut Sepakat Hentikan Situasi yang Memanas

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya".    (QS. Al Maidah : 32) 

Kesepakatan Korut dan Korsel        (uudised.err.ee)
(Mediaislamia.com) --- Setelah lebih dari dua hari berunding di daerah perbatasan, Korea Utara dan Korea Selatan mencapai kesepakatan pada Selasa (25/8) dini hari untuk mengakhiri situasi yang memanas dan ketegangan militer di antara kedua Korea selama beberapa hari terakhir. 

Di bawah kesepakatan yang dicapai, Korea Utara menyatakan penyesalan karena telah melukai dua tentara Korea Selatan dalam insiden ranjau darat. Sementara, Seoul setuju menghentikan propaganda anti-Pyongyang melalui pengeras suara di sepanjang daerah perbatasan.

Korea Utara juga sepakat untuk mengakhiri status "negara siap perang" yang sebelumnya dinyatakan oleh pemimpin Korut, Kim Jong Un, menyusul baku tembak dengan militer Korea Selatan di perbatasan. 

Kedua belah pihak akan mengadakan pembicaraan lanjutan untuk membahas berbagai isu terkait perbaikan hubungan kedua negara, termasuk mengatur upaya reuni sejumlah keluarga yang terpisah pada masa Perang Korea. Reuni ini rencananya akan dilakukan selama liburan musim gugur mendatang. 

"Sangat penting bahwa dalam pertemuan ini Korea Utara meminta maaf atas provokasi ranjau darat dan berjanji untuk mencegah terulangnya peristiwa tersebut dan meredakan ketegangan," kata Kim Kwan-jin, penasehat keamanan nasional untuk Presiden Korea Selatan, dalam siaran pers di televisi lokal, dikutip dari Reuters.
Angkatan Laut Korsel    (voaindonesia.com)
"Kedua negara saling berkompromi. Korea Selatan tidak mendapatkan permintaan maaf, tetapi mereka mendapat pernyataan penyesalan tentang insiden tersebut, yang dapat dinilai sebagai permintaan maaf," kata John Delury dari Universitas Yonsei di Seoul.

"Hal yang lebih penting adalah menjaga kesepakatan ini dan membuka kembali hubungan keduanya. Ini tidak akan mudah dilaksanakan, tetapi kesepakatan ini membuka jalan menuju perdamaian," kata Delury melanjutkan. 

Sebelumnya, Pyongyang membantah telah meletakkan ranjau darat dalam daerah perbatasan yang melukai dua tentara Korea Selatan. Dalam pernyataan itu, Korea Utara tidak secara eksplisit mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Pembicaraan kedua negara terjadi di desa Panmunjom yang terletak dalam Zona Demiliterisasi, DMZ, yang memisahkan kedua Korea. Pembicaraan ini terjadi sejak Sabtu (22/8), tak lama setelah batas waktu yang ditetapkan Pyongyang agar Seoul menghentikan propaganda anti-Korut berakhir. 

Seoul dan Pyongyang tetap secara teknis berada dalam keadaan perang karena perang Korea pada periode 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian damai.

Angkatan Laut Karea Utara     (kabarngawur.blogspot.com)
Hubungan kedua Korea mulai membeku sejak Korea Utara dituduh menenggelamkan kapal perang Korea Selatan yang menewaskan 46 pelaut pada 2010 lalu. Korut membantah tuduhan tersebut. 

Eskalasi terbaru kedua Korea dimulai pada awal bulan ini, ketika ledakan ranjau darat di DMZ melukai dua tentara Korea Selatan.

Beberapa hari kemudian, Korea Selatan mulai menyiarkan propaganda anti-Pyongyang melalui pengeras suara di sepanjang daerah perbatasan.

Ketegangan kedua Korea mencapai puncaknya pada Kamis (20/8) ketika Korea Utara menembakkan empat peluru ke Korea Selatan. Seoul membalas serangan tersebut dengan rentetan tembakan artileri. Tidak ada laporan soal korban dalam baku tembak ini.

Minggu, 23 Agustus 2015

Demi Pembangunan, Gubernur Amr Gusur Gubuk Reyot

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran".    (QS. An Nahl : 90) 

Ilustrasi Gubuk Reot  (kumpulanpuisi-adakau.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Sebagai mana kita ketahui setelah Islamnya Umar Bin Khatab, ia dikenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam pada setiap kesempatan yang ada bahkan ia tanpa ragu menentang kawan-kawan lamanya yang dulu bersama mereka ia ikut menyiksa para pengikutnya Nabi Muhammad SAW.

Umar diangkat menjadi Khalifah setelah mengantikan Khalifah pertama Abu Bakar AS-Siddiq. Dia adalah khalifah yang disayangi oleh Umat. Dia dikenal sebagai pemimpin yang adil dan penyayang kepada umat. Dia juga pemimpin pelindung pada kaum minoritas.

Dalam suatu riwayat dikisahkan di masa kepemimpinan beliau, Mesir dipimpin oleh seorang Gubernur yang kehidupannya sangat kaya bagaikan kaisar. Ia bernama Amr bin Ash. Saat itu sang gubernur ingin membangun sebuah masjid di samping istananya yang megah, tetapi di wilayah akan dibangunnya masjid, ada gubuk reyot milik seorang yahudi.

Gubernur Amr bin Ash lalu memanggil orang Yahudi itu dan meminta agar dia mau menjual gubuknya. Akan tetapi orang Yahudi itu tidak berniat untuk menjualnya. Kemudian gubernur Amr bin Ash memberikan penawaran yang cukup tinggi dengan harga lima belas kali lipat dari harga pasaran, tetapi tetap saja orang Yahudi itu menolak untuk menjualnya.

Ilustrasi - Tulang           (heirspage.blogspot.com)
Gubernur Amr bin Ash kesal dan akhirnya karena berbagai cara telah dilakukan dan hasilnya buntu, maka sang gubernur pun menggunakan kekuasaannya dengan memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat pembongkaran dan akan menggusur paksa lahan tersebut. Sementara si Yahudi tua itu tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan kemudian dia berniat untuk mengadukan kesewenang-wenangan gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.

Di sepanjang jalan menuju Madinah, Yahudi itu berpikir bagaimana sosok sang khalifah, apakah ia sama sikapnya dengan sang gubernur. Hingga akhirnya ia sampai di kota Madinah. Ia bertemu dengan seorang pria yang duduk di bawah pohon kurma. Ia bertanya, " Wahai tuan, tahukah anda dimana khalifah?"

Lelaki itu menjawab, "Ada apa kau mencarinya?"

"Aku ingin mengadukan sesuatu." Jawabnya. Ia bertanya lagi, "Dimanakah istananya?".

"Ada diatas lumpur."jawab lelaki itu.

Yahudi itu bingung atas jawabannya kemudian ia bertanya lagi, "Lalu, siapa pengawalnya?"

"Pengawalnya orang-orang miskin, anak yatim dan janda-janda tua.".

Yahudi itu bertanya lagi, "Lalu pakaian kebesarannya apa?".

"Pakaian kebesarannya adalah malu dan taqwa."

Yahudi itu bertanya lagi,"Dimana ia sekarang?"

Lelaki itu menjawab, "Ada di depan engkau."

Sungguh kaget Yahudi itu. Ternyata yang sejak tadi ia tanya adalah seorang Khalifah, ia ceritakan segala apa yang dilakukan oleh Gubernur Mesir padanya.

Laporan tersebut membuat Khalifah Umar bin Khattab marah dan wajahnya menjadi merah padam. Setelah amarahnya mereda, kemudian orang Yahudi itu diminta untuk mengambil tulang belikat unta dari tempat sampah, lalu diserahkannya tulang itu kepada Khalifah Umar bin Khattab. Khalifah Umar bin Khattab kemudian menggores tulang tersebut dengan huruf alif yang lurus dari atas ke bawah dan di tengah goresan itu ada lagi goresan melintang menggunakan ujung pedang, lalu tulang itu pun diserahkan kembali kepada orang Yahudi tersebut sambil berpesan: "Bawalah tulang ini baik-baik ke Mesir dan berikanlah kepada Gubernur Amr bin Ash", jelas Khalifah Umar bin Khattab.

Ilustrasi - mencari keadilan       (mozaik.inilah.com)
Si Yahudi itu kebingungan ketika diminta untuk membawa tulang yang telah digores dan memberikannya kepada Gubernur Amr bin Ash. Gubernur Amr bin Ash yang menerima tulang tersebut, langsung tubuhnya menggigil kedinginan serta wajahnya pucat pasi. Saat itu juga Gubernur Amr bin Ash mengumpulkan rakyatnya untuk membongkar kembali masjid yang sedang dibangun dan membangun kembali gubuk yang reyot milik orang Yahudi itu.

"Bongkar masjid itu!", teriak Gubernur Amr bin Ash gemetar.

Orang Yahudi itu merasa heran dan tidak mengerti tingkah laku Gubernur. "Tunggu!" teriak orang Yahudi itu.

"Maaf Tuan, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistimewaan tulang itu, sehingga Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak mengerti!", kata orang Yahudi itu lagi.

Gubernur Amr bin Ash memegang pundak orang Yahudi itu sambil berkata: "Wahai kakek, tulang ini hanyalah tulang biasa dan baunya pun busuk."

"Mengapa ini bisa terjadi. Aku hanya mencari keadilan di Madinah dan hanya mendapat sebongkah tulang yang busuk. Mengapa dari benda busuk tersebut itu gubernur menjadi ketakutan?" kata orang Yahudi itu.

"Tulang ini merupakan peringatan keras terhadap diriku dan tulang ini merupakan ancaman dari Khalifah Umar bin Khattab. Artinya, "Apa pun pangkat dan kekuasaanmu suatu saat kamu akan bernasib sama seperti tulang ini, karena itu bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus. Adil di atas dan adil di bawah. Sebab kalau kamu tidak bertindak adil dan lurus seperti goresan tulang ini, maka Khalifah tidak segan-segan untuk memenggal kepala saya", jelas Gubernur Amr bin Ash.

Orang Yahudi itu tunduk terharu dan terkesan dengan keadilan dalam Islam.

"Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh aku rela menyerahkan tanah dan gubuk itu. Bimbinglah aku dalam memahami ajaran Islam!".

Yahudi itu mengucapkan syahadat dan ia mengikhlaskan gubuknya sebagai area masjid. Itulah Khalifah Umar, seorang Yahudi masuk islam berkat keadilan dari Umar. 

Senin, 17 Agustus 2015

Kisah Tentang Si Penyebar Kabar Indonesia Merdeka

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar".    (QS. An Nur : 14) 

Jusuf Ronodipuro       (cnnindonesia.com)
(Mediaislamia.com) --- Namanya Jusuf Ronodipuro. Tak banyak orang mengenal dirinya. Sebab, ia bukan sosok yang kerap diceritakan guru-guru sejarah di sekolah. Bukan pula tokoh yang muncul dengan ucapan yang berapi-api di podium-podium perjuangan. Namun jika tak ada dirinya, pernyataan kemerdekaan Indonesia tak akan bisa terdengar hingga ke manca negara.

Cerita soal Jusuf dan proklamasi kemerdekaan Indonesia bermula dari sebuah petang pada 17 Agustus 1945. Kala itu sekitar pukul 17.30 WIB Jusuf sedang berada di kantornya, Hoso Kyoku -sebuah Radio Militer milik Jepang di Jakarta. 

Tanpa diduga, tiba-tiba muncul seorang pemuda bernama Syahruddin dari kantor berita Domei yang masuk dengan meloncati tembok belakang kantor milik Jepang itu. Dari tangan Syahruddin, secarik kertas berisi pesan dari Adam Malik -tokoh pergerakan yang kelak menjadi Wakil Presiden ketiga Indonesia- berpindah tangan.
Pesan Adam Malik: "Harap berita terlampir disiarkan”. Berita yang dimaksud Adam ternyata adalah naskah proklamasi yang sudah dibacakan Soekarno dan Mohammad Hatta pukul 10 pagi hari itu.

Mendengar kepercayaan yang diberikan kepadanya itu, Ronodipuro lantas berunding dengan beberapa koleganya, termasuk Bachtiar Lubis -kakak kandung dari Mochtar Lubis wartawan kelak memimpin Harian Indonesia Raya. Alhasil setelah berdiskusi soal strategi, tepat pukul 19.00 WIB Jusuf membacakan ulang naskah proklamasi yang siarannya ditangkap di semua pelosok. 

Kala itu Jusuf dan Bachtiar menggunakan ruang siaran luar negeri yang ditutup pihak Jepang pada 15 Agustus 1945. Sebuah kebetulan hari itu ruangan tidak dijaga, tapi masalah tidak selesai hingga di situ, sebab mereka harus membuat seolah-olah siaran itu mengudara dari siaran dalam negeri. 

Proklamasi Kemerdekaan RI      (ayhasamsuel.blogspot.com)
"Ada satu orang petugas teknik yang dengan ringan bicara kalau itu mudah, namanya Joe Saragih. Katanya, bisa saja, 'kan tinggal dicolok," kata Jusuf seperti dituliskan LP3ES dalam situsnya. Jusuf adalah penasehat bagi Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), nirlaba dan otonom. 

Upaya Jusuf itu akhrinya berhasil. Sementara ada penyiar yang berada di ruang siaran dalam negeri tetap pura-pura membaca berita, sebagai kedok bagi penjagaan Jepang, Jusuf membacakan naskah proklamasi itu tepat pada acara berita malam selama sekitar 15 menit. 

Siaran Jusuf inilah yang akhirnya banyak didengar orang di seluruh pelosok Indonesia dan dunia. Membuat para pendengar tahu bahwa hari itu Indonesia telah bebas merdeka. Proklamasi yang dibacakan ulang oleh Jusuf membuat dunia terbelalak bahwa telah lahir sebuah bangsa baru yang berdaulat penuh, bernama Indonesia.

Selesai 15 menit siaran, aksi Jusuf ternyata harus dibayar mahal. Ia dan kawan-kawannya ditangkap oleh Kempetai -intelijen jepang- lantas dipukuli. Alhasil lutut kiri Jusuf cacat akibat diinjak oleh sepatu lars tentara. Bahkan kepalanya nyaris dipenggal oleh samurai jepang. Beruntung Jusuf dapat lolos dari ancaman maut.

Dengan kondisi payah dan pakaian berlumuran darah, Jusuf kemudian berusaha bangkit. Awalnya, Jusuf ingin pulang ke Salemba, namun badannya tidak kuat akibat luka bekas pukulan. Lantas dengan bersepeda ia singgah ke rumah sahabatnya, Basuki Abdulah di daerah Gambir buntu. Besoknya balik ke rumah sakit di Salemba, dan bertemu dokter Abdurahman Saleh. Dari pertemuan itu juga cikal bakal Radio Republik Indonesia berdiri.

Jusuf adalah salah seorang pendiri Radio Republik Indonesia (RRI) pada tanggal 11 September 1945. Sebelumnya, bersama teman-temannya ia terlibat dalam perebutan stasiun radio di seluruh Jawa dari tangan Jepang. Jusuf juga pencipta slogan RRI "Sekali di udara, tetap di udara". 

Saat menjabat Kepala Stasiun RRI Jakarta pada 1950, Jusuf-lah yang merekam (dengan terlebih dahulu membujuk) Bung Karno untuk membaca kembali teks proklamasi. Hasilnya, RRI memiliki satu-satunya rekaman deklarasi kemerdekaan Indonesia. 

“Bapak tak banyak bercerita soal kisah hidupnya, bukan artinya ia tak penting, bapak adalah orang yang tak suka menonjolkan diri,” kata Dharmawan Ronodipuro putra sulung Jusuf Ronodipuro, saat berbincang dengan CNN Indonesia Rabu pekan lalu.

Minggu, 16 Agustus 2015

Rancang Penyatuan Kalender Islam Untuk Menyatukan Dunia Islam

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ.
"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui".  (QS. Yunus : 5) 

KH. Abu Mukhtar Marsa'i       (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Amir Dewan Hisab Ru’yat (DHR) Jama’ah Muslimin (Hizbullah), K.H. Abu Mukhtar Marsa’i mengusulkan rancangan penyatuan kalender Islam Hijriyah secara universal untuk mempersatukan dunia Islam.

“Kita sedang mencoba merancang penyamaan kalender Islam untuk seluruh dunia,” kata Marsa’i dalam Sidang Istinbath Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Masjid Jami’ Darussalam Pasarkemis, Tangerang, Banten, Ahad sore ini (16/8).

Hal itu, kata Marsa’i, sebagai langkah lanjutan untuk mencegah perpecahan di kalangan umat Islam.

“Penyamaan kalender ini nantinya akan dijadikan sebagai media untuk mempersatukan umat. Kita tidak akan lagi berbeda, karena kita menggunakan acuan hasil ru’yat Ummul Qurra, bukan acuan Jakarta,” ujarnya.

Marsa’i menjelaskan, kalender itu nantinya akan memuat tiga bahasa, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia.

Untuk menyukseskan rencana itu, pihaknya bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan penyelesaian pembuatan kalender Islam itu.

“Kami akan menugaskan beberapa personil lapangan yang memang ahli di bidangnya untuk memberikan kabar penetapan awal bulan Hijriyah, dan designer untuk menyelesaikan pembuatan kalender itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Marsa’i berharap, penyamaan kalender ini bisa menjadi media yang cocok untuk mempersatukan umat.

“Kami berharap kalender ini bukan hanya kalender seperti pada umumnya, tapi lebih dari itu, kalender ini akan menjadi wasilah sebagai pemersatu umat. Nantinya, kalender ini akan kami namai ‘Taqwim Hijri’,” ungkapnya.

Muktamar Kalender Islam

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin menyebutkan, agar standar kriteria penentuan awal bulan Qamariah dalam Kalender Islam, dapat dilakukan secara independen dan bebas intervensi, sehingga rumusan hasilnya mencerminkan aspirasi umat Islam.

Saat musyawarah Dewan Istimbat      (facebook.com)
“Perbedaan dalam penentuan awal bulan Qamariah, khususnya 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Dzulhijjah, menuntut umat Islam Indonesia untuk bisa segera mencari solusi dan pemecahan yang akuntabel,” kata Lukman pada Pembukaan Penyusunan Standarisasi Kriteria Awal Bulan Qamariah di Jakarta, Jum’at kemarin (14/8).

Jauh sebelum itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan melalui Kementerian Agama di negaranya mengagendakan rencana menyelenggarakan Muktamar Penyatuan Kalender Islam Internasional Maret 2016 mendatang.

Erdogan mengatakan pada Anadolu Agency, bahwa konferensi bertujuan untuk menyatukan umat Islam dalam mengawali bulan Hijriyah, studi penyatuan Kalender, dan menentukan hari keagamaan Islam seperti awal bulan Ramadhan dan hari libur Idul Fitri dan Idul Adha di kalangan umat Islam.

“Perbedaan pada awal bulan Ramadhan di beberapa negara Islam dan bahkan dalam beberapa kota dalam satu negeri, bertentangan dengan semangat persatuan dan kesatuan Islam,” Erdogan beralasan.

“Karena itu penting mengadakan pertemuan yang komprehensif dengan mengundang para ulama , ahli astronomi dan pengambil keputusan di negara-negara Islam, untuk mengatasi masalah tersebut,” lanjut Erdogan yang belum lama ini berkunjung ke Jakarta.

Kementerian Agama Turki sesang mengupayakan mengoordinir pelaksanaan konferensi dengan meminta proposal dan kalender dari berbagai lembaga ilmiah, para pakar astronomi, ilmuwan, dan negara-negara untuk bahan diskusi nanti.

Bahan-bahan konferensi disiapkan pula dalam terjemahan ke tujuh bahasa yaitu: Turki, Arab, Inggris, Spanyol, Jerman, Perancis, dan Rusia.

Panitia kegiatan akan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Komite Konferensi Ilmiah, Prof. Dr. Yavuz Unal, Anggota Dewan Tertinggi Urusan Agama Turki.

Dewan Hisab Ru’yat (DHR) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyambut baik upaya tersebut, dan merencanakan lembaganya akan menyiapkan makalah dan mengutus timnya ke muktamar di Turki tersebut.

Kamis, 06 Agustus 2015

"Kader Pembebasan" Benih Brigade Al-Qassam

Allah Subhanahu WaTa'ala Berfirman :
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ    إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنصُورُونَ     وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ
"Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan".   (QS. As Saffat : 171 - 173) 

Syeikh DR. Abdul Rahman Jamal   (infopalestina.com)
(Mediaislamia.com) --- Anggota Dewan Legislatif Palestina Abdul Rahman Jamal menegaskan bahwa penjajah Zionis hanya memahami bahaya kekuatan. Pembelengguan tangan perlawanan di Tepi Barat melalui koordinasi keamanan antara dinas keamanan Otoritas Palestina dengan pasukan penjajah Zionis, telah mendorong para pemukim Yahudi menyerang warga Palestina dan membakar orang-orang tak berdosa sementara mereka dalam keadaan hidup.

Hal tersebut disampaikan Jamal dalam penutupan “Perkemahan Kader Pembebasan” pada hari Rabu (5/8) di propinsi tengah Gaza. Dia memperkirakan perlawanan mampu melakukan pertukaran tawanan “wafa ahrar” ke dua untuk membebaskan para tawanan Palestina dari penjara Zionis dan mengembalikan ke rumah dan kepada keluarganya.

Penutupan "Perkemahan Kader Pembebasan"    (elagha.net)
Dia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan warga Palestina yang telah melindungi perlawanan di saat semua pihak meninggalkan proyek perlawanan yang telah memecundangi para elit serdadu Zionis. Kegembiraan ada para pejuang al Qassam dalam perang yang lalu.

Jamal mengapresiasi upaya Brigade al Qassam dalam melatih dan menyiapkan generasi muda dalam perkemahan “Kader Pembebasan” agar mereka menjadi benih-benih pembebasan yang akan datang dalam melawan penjajah di masa yang akan datang.

Sabtu, 25 Juli 2015

Politikus Wanita Argentina Menyusui Bayinya Ditengah Sidang Parlemen

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَوَصَّيْنَا اْلإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ
"Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu".   (QS. Lukman : 14) 

Victoria Donda Perez menyusui bayinya         (tempo.co)
(Mediaislamia.com) --- Seorang politikus Argentina dipuji setelah fotonya saat sedang menyusui bayi di tengah sidang parlemen beredar.

Victoria Donda Perez menghadiri sidang Kongres Nasional Argentina pada awal bulan ini. Dia membawa bayinya yang berusia delapan bulan. Ketika si bayi membutuhkan susu, Victoria tak segan-segan menyusuinya meski sidang tengah berlangsung.

Dia langsung dipuji sebagai teladan bagi semua wanita yang menunjukkan bagaimana menyeimbangkan peran sebagai seorang ibu bekerja dengan sepenuhnya melaksanakan tanggung jawab pekerjaan serta merawat anak pada saat yang bersamaan.

"@Victoriadonda tetap menghadiri sidang Kongres sambil menyusui putrinya, sedangkan yang lain harus minta izin" cuit Roxana S. Francile, dosen bahasa Inggris asal Argentina, lewat akun Twitter-nya, beberapa waktu lalu seperti dilansir The Independent, Sabtu, 25 Juli 2015.

Menyusui di muka umum menjadi topik hangat pada 2015 setelah sejumlah wanita dikabarkan mendapat perlakuan buruk oleh pelayan atau satpam saat sedang menyusui di tempat publik.

Victoria bersama bayinya  yang lucu   (twitter.com)
Pada awal bulan ini seorang perempuan diusir satpam Primark, perusahaan toko pakaian terkemuka di Eropa, karena menyusui putrinya di toko tersebut, meskipun dia sudah bersembunyi di sudut yang sepi.

Sebelumnya, seorang pemilik kafe di Australia dipuji karena membela ibu yang sedang menyusui bayinya setelah salah satu pelanggannya mengeluhkan keberadaan si ibu.  Si pemilik kafe malah minta pelanggan yang mengeluh tersebut meninggalkan kafenya.

Pada awal tahun ini, fenomena foto selfie sambil menyusui, atau yang dikenal sebagai brelfie, muncul di media sosial. Fenomena ini mendorong para perempuan ber-selfie sambil  menyusui untuk mendobrak stigma para ibu.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Senin, 13 Juli 2015

Paus Fransiskus Akui Kesalahan Kurang Perhatian Pada Masyakat Kelas Menengah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".   (QS. Al Hujurat : 13) 

Saat Paus Fransiskus berjabat tangan      (kompas.com)
(Mediaislamia.com) --- Paus Fransiskus mengaku bersalah karena selama ini ia seakan melupakan masyarakat kelas menengah akibat terlalu fokus mengurusi masyarakat kelas bawah. 

Pernyataan tersebut disampaikan Paus pada Senin (13/7) kepada media yang meliput kunjungannya ke Ekuador, Paraguay dan Bolivia, seperti yang dilansir dari Reuters.
Sebelum memberikan pernyataan di atas pesawat yang ditumpanginya, seorang wartawan menanyakan kepada Paus mengapa dirinya jarang membahas persoalan hidup yang selama ini dialami oleh masyarakat kelas menengah.

"Anda benar, saya memang jarang membahasnya," kata Paus sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih karena sang wartawan telah mengingatkannya.

"Dunia berputar dan telah banyak berubah. Masyarakat kelas menengah semakin tersudut, karena jarak antara si kaya dan si miskin semakin besar. Mungkin ini adalah salah satu kealpaan saya," lanjut Paus.

Saat rakyat kecil bertemu Paus   (internasional.kompas.com)
Saat melawat ke Ekuador, Bolivia dan Paraguay, Paus sempat menyebutkan kalau sikap menghalalkan uang adalah salah satu ciri-ciri sifat yang tidak terpuji.

Kunjungannya sempat mendapat sorotan ketika ia meminum teh yang mengandung daun koka, bunga chamomile dan biji jinten ketika berada dalam sebuah pesawat yang sedang menuju Bolivia dari Ekuador, untuk mencegah rasa pusing dan mual saat tiba di bandara internasional tertinggi di dunia. 

Lawatan Paus masih akan berlanjut ke Kuba dan Amerika Serikat pada September nanti. Direncanakan, Paus juga akan berpidato di markas Perserikatan Bangsa Bangsa di New York.