Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juni 2015

Umat Islam Indonesia Wajib Bersyukur Berpuasa dengan Damai

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu".    (QS. Al Maidah : 3) 

JK dalam Dialog Ramadhan        (dakwatuna.com)
(Mediaislamia.com) --- Indonesia kerap menjadi rujukan bagi negara asing karena mempunyai keberagaman yang terawat baik.

“Kita patut bersyukur, dapat menjalani ibadah puasa dengan aman, damai, dan harmoni. Ini merupakan berkah yang patut kita rawat dan kembangkan di masa-masa mendatang,” ujar Wakil Presiden M Jusuf Kalla ketika memberikan sambutan pada acara Buka Bersama para tokoh Islam dan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI), akhir pekan lalu.

Ketua Umum DMI tersebut kemudian menceritakan bahwa di banyak negara mayoritas Islam, wargamya tidak dapat melakukan ibadah ramadhan dengan baik dan sempurna. Itu disebabkan konflik dan peperangan yang mendera mereka.

Muslim Indonesia dalam Ramadhan       (republika.co.id)
“Kita saksikan di Suriah, Irak, Sudan, Tunisia, Yaman, Kuwait, Mesir, Libya, dan masih banyak lainnya di kawasan Timur Tengah dan Arab. Mereka dihantam badai konflik, bom bunuh diri, peperangan. Mereka tidak bisa beribadah dengan tenang dan damai,” jelas JK.

Untuk itu, Wapres Kalla meminta umat Islam dan umat beragama lain untuk terus memupuk kehidupan yang toleran dan harmoni. Menurutnya, perdamaian dan harmoni menjadi modal penting bagi pembangunan kemajuan bangsa.

“Kita jaga kondisi yang sudah baik ini. Kita sudah membuktikan bahwa Indonesia negara paling toleran di dunia. Ini tentu karunia,” tegas JK.

Rabu, 24 Juni 2015

Obama : Saatnya Kelompok Anti Islam Dengar Muslim Bicara

Allah Subhanahu Wa ta'ala Befirman :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya".   (QS. Al Isra' : 36) 

Obama sambut muslim AS       (trt.net.tr)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Barrack Obama mendesak kelompok anti-Islam di AS berhenti mengecam, dan mulailah mendengar Muslim bicara dan mengatakan; "Muslim akan menemukan kedamaian jika mengulurkan tangan."

Desakan disampaikan Obama dalam acara buka puasa bersama di Gedung Putih, Senin (22/6) atau Selasa (23/6) WIB. Acara tahunan dihadiri sejumlah pemuka Islam di AS dan dunia.

Obama duduk satu meja dengan dua aktivis Muslim; Samantha Elauf yang memperjuangkan hak mengenakan hijab sampai ke tingkat Mahkamah Agung, dan Wai Wai Nu -- aktivis Muslim Rohingya yang datang khusus dari Myanmar.

Dalam pidatonya, Obama menyebut beberapa peristiwa mengenaskan yang menimpa Muslim AS. Salah satunya penembakan Chapel Hill, South Carolina.

Di tempat sama pekan lalu, menurut Obama, peristiwa mengenaskan terjadi lagi ketika lone wolf supremasi kulit putih memberondong gereja kulit hitam di Charleston, dan menimbulkan sembilan korban tewas.

"Sebagai orang AS, kita bersikeras tidak ada yang harus ditargetkan karena siapa mereka, atau apa yang mereka sembah," ujar Obama, seperti dikutip DawnNews.

Obama gelar buka bersama muslim AS       (ruanghati.com)
Menurut Obama, banyak orang di AS tidak tahu apa itu Islam, dan masing-masing membentuk pendapat mereka dari tangan kedua.

"Orang AS mendengar tentang Muslim dari berita, yang mengakibatkan muncul kesan menyimpang," ujar Obama.

Obama juga bercerita tentang sekelompok orang di Arizona, yang berencana menyerang sebuah masjid. Pemimpin masjid mengundang mereka ke dalam dan menyaksikan bagaimana Muslim menjalankan ibadah.

"Mereka pulang dengan pemikiran yang berubah," kata Obama.

"Al Quran mengajarkan Muslim untuk menginjak bumi dengan lembuat ketika dihadapkan pada ketidaktahuan," lanjutnya. "Apa pun iman kita, kita adalah satu keluarga." 

Selasa, 23 Juni 2015

Gubernur Lampung Dukung Pendirian SQABM Online

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
"Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya".    (QS. At Taubah : 122)

Safari Ramadhan Gubernur Lampung   (facebook.com)
(Mediaislamia.com) --- Gubernur Lampung, Ridho Ficardo mengapresiasi didirikannya Shuffah Al-Qur’an Abdullah Bin Mas’ud (SQABM) Online, Sekolah Tinggi Online pertama di Lampung berbasis Al-Qur’an.

Hal ini disampaikan Ridho dihadapan pejabat pemerintah Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Ulama’ dan ustadz pada acara Safari Ramadhan di Komplek Pondok Pesantren Al-Fatah, Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Selasa, (23/6).

“Saya mengapresiasi segala hal yang sudah dilakukan ponpes ini, termasuk SQABM yang tadi sudah dipaparkan pengelola SQABM, “ ujarnya.

Menurutnya, SQABM berperan penting untuk pembinaan keimanan dan ketakwaan masyarakat khususnya di Provinsi Lampung.

Lebih lanjut ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan dalam membentengi generasi muda utamanya dari bahaya penyalahgunaan narkoba, kriminal, dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaannya.

Buka bersama Gubernur Lampung   (facebook.com)
Hadir juga pada acara tersebut, Forkopimda Provinsi Lampung, Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan beserta jajaran, Rektor Universitas Lampung, Sekda Provinsi Lampung, serta ulama dan para pimpinan Pondok Pesantren.

Pada kesempatan yang sama dalam ramah tamah tersebut, Humas SQABM, Ir. Heri Budianto, MT memaparkan kehadiran Sekolah Tinggi ini.

“SQABM ini Insya Allah menjadi Sekolah Tinggi yang memberikan solusi penyelasaian permasalahan umat dengan Al-Qur’an, “ katanya.

SQABM merupakan Sekolah Tinggi yang didirikan guna mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang menjadi pusat rujukan keilmuan dan pengamalan Al-Qur’an dan Sunnah sebagaimana Shuffah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Selain itu SQABM diharapkan dapat menghasilkan penghafal dan pengamal Al-Qur’an di tengah-tengah keluarga Muslim dan masyarakat dunia. Serta menghasilkan kader-kader penegak dan penggalang kesatuan ummat Islam sebagai ummatan wahidah. Demikian Heri Budianto.

Safari Ramadhan Pertama Gubernur Lampung Kunjungi Ponpes Al-Fatah Muhajirun

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا . وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang".    (QS. Al Ahzab: 41-42)

Gubernur Lampung Ridho Ficardo      (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Pemerintah Provinsi Lampung mengadakan Safari Ramadhan guna menjalin ukhuwah Islamiyah antar pemimpin dan masyarakat di bidang mental spiritual.

Safari Ramadhan pertama ini diadakan di Pondok Pesantren Al-Fatah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Selasa, (23/6).

Gubernur Lampung, Ridho Ficardo, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan Safari Ramadhan pertama yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung pada Ramadhan tahun ini.

“Ini pertama kali diadakan pada Ramadhan tahun ini, dan alhamdulillah berketempatan di Pondok Pesantren Al-Fatah, “ ujarnya.

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat, masyarakat Lampung khususnya, berkontribusi meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Tugas kita bersama, dari mulai pimpinan, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga iman dan takwa sehingga terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti penyalahgunaan narkoba, kriminal, dan lain sebagainya, “ katanya.

Sementara Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza, pada sambutannya mengharapkan kerjasama pemerintah provinsi dan kabupaten serta ulama dan seluruh lapisan masyarakat untuk pembangunan baik di bidang sarana dan prasarana maupun di bidang mental spiritual.

Safari Ramadhan Gubernur Lampung      (facebook.com)
Hadir juga pada acara tersebut, Forkopimda Provinsi Lampung, Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan beserta jajaran, Rektor Universitas Lampung, Sekda Provinsi Lampung, serta ulama dan para pimpinan Pondok Pesantren.

Sementara mewakili Pimpinan Ponpes Al-Fatah, Ustadz Zubaidi Ardani mengucapkan terimakasih atas perhatian pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang memilih Al-Fatah sebagai tempat pertama Safari Ramadhan tahun ini.

“Kami berharap dengan perhatian pemerintah terhadap pesantren, anak-anak kami ke depan bisa menjadi pemimpin juga yang bisa menyelesaikan permasalahan umat dengan Al-Qur’an sebagai solusi, “ ujarnya.

Safari Ramadhan ini merupakan program Pemerintah Provinsi Lampung pada bulan Ramadhan guna bersilaturahim kepada seluruh lapisan masyarakat di seluruh kabupaten se-Provinsi Lampung.

Selain berbuka puasa, Gubernur Lampung bersama Bupati, wakil Bupati serta ulama dan santri ponpes Al-Fatah juga mengadakan shalat tarawih bersama di Masjid Taqwa Komplek Ponpes Al-Fatah.

Aktivis Muslim Rohingya Buka Puasa Bersama Obama

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
و للترمذي من حديث أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : قال الله عز وجل أحب عبادي إلي أعجلهم فطرا
Diriwayat oleh At-Tirmidzi, dari hadits Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- dari nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berfirman : Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling menyegerakan berbuka”.     (Hadits ini dihasankan oleh Attirmidzi dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban) 

Eai Wai Nu    (konfrontasi.com)
(Mediaislamia.com) --- Wai Wai Nu, aktivis Muslim Rohingya di Yangon, berada di antara para tamu acara buka puasa yang digelar Presiden AS Barrack Obama di Gedung Putih, Senin (22/6), atau Selasa (23/6).

Situs Irrawaddy memberitakan acara tahunan saat Ramadan itu dihadiri tokoh-tokoh penting AS, ulama, dan pemuka berbagai agama. Wai Wai Nu duduk satu meja bersama Obama, pemuka agama, dan petinggi Gedung Putih.

"Malam ini kita harus berdoa untuk mereka yang menderita, terutama mereka yang menjalankan ibadah puasa Ramadan di wilayah konflik dan kelaparan," ujar Obama.

"Kita juga harus berdoa untuk mereka yang terkatung-katung di atas kalap di Laut Mediterania, rakyat Jalur Gaza yang belum pulih dari konflik, Muslim Rohingya di Myanmar dan yang terkatung-katung di tengah laut," lanjut Obama.

Obama buka puasa bersama        (news.liputan6.com)
Khusus untuk Wai Wai Nu, Obama mengatakan; "Kami bangga Wai Wai Nu bersama kita malam ini. Ia mantan tahanan politik yang bekerja pada su-isu hak asasi manusia untuk Muslim Rohingya dan persamaan hak perempuan."

Wai Wai Nu, aktivis berusia 27 tahun, tak lelah berkampanye tentang pentingnya membangun kepercayaan, hidup berdampingan secara damai demi kemakmuran di Arakan -- tempat kelahirannya.

Ayahnya, seorang Muslim Rohingya, terpilih sebagai anggota parlemen dalam pemilihan umum 1990. Wai Wai Nu dan keluarga senang, tapi junta militer menolak mengakui hasil pemilu. Wai Wai Nu dan seluruh keluarganya dijeput tentara dan dijebloskan ke penjara.

Wai Wai Nu kini salah satu harapan Muslim Rohingya. 


(inilah.com/MI)

Sabtu, 20 Juni 2015

Delapan Keutamaan Puasa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa".    (QS. Al Baqarah : 183)

Delapan Keutamaan puasa      (rumaysho.com)
(Mediaislamia.com) --- Diriwayatkan dari Abu Umamah, dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu amalan yang akan memasukkanku ke dalam surga. Rasulullah SAW menjawab, ‘Kamu harus puasa karena puasa itu tidak ada bandingannya.’’’ (Musnad Ibni Hambal, juz 5, hlm 264, hadis nomor 22.330).

Setelah peristiwa itu, di rumah Abu Umamah tidak terlihat asap mengepul saat siang hari kecuali bila kedatangan tamu. Jika orang-orang melihat asap di rumahnya, mereka langsung paham bahwa Abu Umamah sedang kedatangan tamu. (lihat kitab Attabwib al Maudhui lil ahadits, juz I, hlm 18.316).

Amalan untuk masuk surga cukup banyak seperti dijelaskan berbagai hadis sahih, tetapi mengapa Rasulullah memerintahkan puasa dan menyatakan bahwa puasa tiada bandingannya dengan ibadah lain? Ini menunjukkan, puasa memiliki keutamaan sebagai penyebab orang masuk surga. Bahkan, dalam hadis tersebut Rasulullah menyebutkan alasan keutamaan puasa dibandingkan ibadah lainnya, dengan ungkapan, “Puasa itu tidak ada bandingannya”. Hal ini menunjukkan beberapa keutamaan puasa.

Pertama, puasa tiada bandingannya dalam hal pahala. Rasulullah meriwayatkan hadis qudsi, “Setiap amalan anak cucu Adam adalah miliknya kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Aku yang langsung membalasnya.’’ Di sisi lain, puasa merupakan latihan kesabaran dan orang-orang sabar akan diberi balasan tanpa batas. (QS az-Zumar:10).

Kedua, berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya yang bisa terlihat oleh orang lain, puasa yang tahu hanyalah Allah dan orang yang melakukannya. Allah menegaskan dalam hadis qudsi, “Orang berpuasa itu meninggalkan makanan dan minumannya untuk diri-Ku (Allah). Maka, puasa itu milik-Ku dan Aku (Allah) sendiri yang akan memberikan pahala karenanya.’’ (HR Bukhari ).

Ketiga, puasa memiliki keutamaan karena dinisbatkan kepada Allah. Berdasarkan hadis qudsi di atas yang menyatakan bahwa “puasa adalah milik-Ku”, berarti Allah memang selalu puasa tidak pernah makan dan minum.

Ilustrasi - Taman Ramadhan      (play.google.com)
Keempat, orang puasa dimuliakan Allah sehingga disiapkan pintu khusus di surga. Dari Sahal bin Sa’ad, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya surga itu mempunyai satu pintu yang disebut ar-Rayyan. Pada hari kiamat nanti pintu tersebut akan bertanya, di mana orang-orang yang berpuasa? Apabila yang terakhir dari mereka telah masuk, maka pintu itu akan tertutup.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Kelima, puasa adalah perisai dari semua perbuatan buruk dan akhlak tercela. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, ‘’Puasa itu perisai, apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah ia tidak berkata keji dan membodohi diri. Jika seseorang memerangi atau menghinanya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’’’ (HR Bukhari).

Keenam, puasa tiada tandingannya dalam merealisasikan ketakwaan sehingga Allah langsung menyebutkan sasaran utama puasa, yaitu merealisasikan ketakwaan. (QS al-Baqarah: 183).

Ketujuh, puasa adalah ibadah yang efektif untuk mematahkan nafsu. Karena, berlebihan dalam makan ataupun minum serta menggauli istri, bisa mendorong nafsu untuk berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat, serta mengakibatkan kelengahan.

Kedelapan, puasa mempersempit jalan setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat, dan kemarahan. Karena itu, Nabi menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat. Walhasil, bila seorang Muslim berpuasa sesuai tuntunan Rasulullah, pasti menjadi orang bertakwa dan ahli surga. Wallahu a’lam.

oleh : Ahmad Satori Ismail

Ramadan Bertabur Cahaya

Rasulullahu Shalallahu 'alaihi wassalam besabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah Subhanahu wa Ta’ala), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". 

Ilustrasis    (uraianayatalquran.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Layaknya perhiasan, hampir semua orang menginginkannya. Bahkan rela berkorban apa pun untuk mendapatkannya. Keberadaannya sebagai benda yang begitu berharga, membuat tak sedikit orang tergila-gila. Setelah dimiliki, ia disimpan di tempat yang aman dengan penuh kehati-hatian. Tidak sedikit yang menjadi tinggi hati karenanya.

Jika Ramadan diibaratkan perhiasan, dan perhiasan tersebut memiliki kilau yang menakjubkan, maka ramailah orang-orang menginginkannya. Hadir selalu dirindukan dan kepergiannya tidak diinginkan umat muslim seluruh dunia. Bagi seorang mukmin, kepergian bulan Ramadan amat disesalkan. Tak heran, begitu banyak orang yang berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadan.

Ibarat sebuah perhiasan, kilauan Ramadan begitu cemerlang sehingga tampak dari kejauhan. Seperti bintang di langit, kilauan membuat setiap orang ingin menggapainya. Namun, mengapa Ramadan begitu istimewa dan begitu dirindukan?

Ramadan Bertabur "Cahaya"

Pantaslah begitu banyak mukmin merindukan kehadiran Ramadan dan menyesali kepergiannya. Sangat banyak keutamaan yang hanya didapatkan selama bulan tersebut. Berikut beberapa keutamaan bulan Ramadan:

1) Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadan.Allah SWT berfirman: "Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan ) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS. al-Baqarah [2]: 185).

2) Pintu langit dibuka, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup. Rasulullah saw bersabda: "Apabila telah datang bulan Ramadan, pintu-pintu langit dibuka, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu." (HR. Bukhari-Muslim).

Cahaya Ramadhan        (youecif.com)
3) Diampuninya dosa-dosa di bulan itu. Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," (HR. Bukhari-Muslim).

4) Dilipatgandakan pahala pada bulan Ramadan. Rasulullah saw bersabda: "Pahala umrah pada bulan Ramadan menyamai pahala ibadah haji." (HR. Bukhari dan Muslim).

5) Lailatul qadr ada di bulan Ramadan. Lailatul qadr adalah suatu malam yang ada pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Malam tersebut memiliki banyak sekali berkah dan kemuliaan, bahkan satu malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.

6) Bulan Ramadan adalah bulan ibadah dan amal kebaikan.

Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang berdiri salat pada bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari-Muslim).


Jumat, 19 Juni 2015

Masih Pantaskah Ramadhan Tahun Ini Untukku ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".   (QS. Al Hashr : 18) 

Berdo'a di tengah malam      (somebeyou.wordpress.com)
(Mediaislamia.com) --- Pantaskah kita memasuki Ramadhan tahun ini dengan menyisakan amarah, dendam, iri dan dengki? Pantaskah kita minta dimaafkan, padahal kekhilafan dan kesalahan saudara-saudara kita justru tak pernah diikhlaskan? 

Lalu, masih pantaskah kita memohon ampun atas dosa kepada Allah Sang Maha Segalanya tetapi kita tidak pernah mengampuni orang yang telah berbuat jahat kepada kita?

Masih pantaskah juga kita masuk ke dalam bulan penuh kemuliaan ini, sementara kita masih jarang atau bahkan mungkin belum pernah memuliakan mahluk Allah selama ini? Pantaskah kita berharap segala kebaikan dari bulan Ramadhan ini padahal dalam 11 bulan lainnya, diri kita lebih banyak diliputi kehinaan dan kesombongan. Ah, masih pantaskah semuanya itu.

Ya Allah, sesungguhnya aku memasuki Ramadhan saat ini masih diselimuti dengan rasa malu. Masih pantaskah aku mendapatkan segala kemurahan dan kasih sayang Mu, Ya Allah! Ya Allah, aku menyelami Ramadhan Mu saat ini masih penuh dosa dan kelemahan yang teramat nyata. 

Untuk kali kesekian, masih pantaskah aku mendapatkan pengampunan Mu? Ya Allah, aku memasuki Ramadhan Mu saat ini tentunya dengan pengharapan yang besar. Sebuah pengharapan di saat ibadahku selama ini tidak lebih banyak dari kekhilafan. Masih pantaskah aku mendapatkan hidayah dan rahmat Mu, Ya Rab?

Dalam tepekur diri, mungkinkah aku merasa tak pantas mendapatkan Ramadhan Mu, sedang kemuliaanMu membawaku pada keyakinan besar. Sebuah keyakinan bahwa Engkau tak pernah menutup pintu hambamu yang ingin bertobat, yang ingin memperbaiki diri dan yang ingin meninggalkan keburukannya di masa lalu. 

Berdoalah kepada Allah        (amazzet.wordpress.com)
Engkau selalu mengundang siapapun yang ingin beriman, masuk menggapai kemuliaan Ramadhan dari Mu. Engkau mengundang setiap jiwa yang tenang dan yang mau menenangkan diri agar masuk ke dalam barisan shaf penuh khidmat untuk memohon kepadamu.

RamadhanMu yang akan kuhadapi, mudah-mudahan menjadi kesempatan yang tidak pernah akan aku sia siakan. Selalu terpanjat, permohonan ampun untuk memperbaiki diri, meminta hidayah dan petunjuk serta yang terpenting diberikan senantiasa rahmat dan ridho Mu agar menjalani sisa hidup yang entah kapan akan berujung.

RamadhanMu yang akan kuhadapi, mudah-mudahan menjadi titik balik kemuliaan hidup di dunia dan akherat kelak.

RamadhanMu yang akan kuhadapi, semoga menjadi penanda bagi Aku dapat meraih iman dan takwa. Semuanya, tentu hanya tertuju kepada Allah Sang Maha Kuasa dan Maha Segalanya.

Sungguh dalam lafaz yang hening, terucaplah kalimat sakral,''Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad SAW adalah utusan Allah"

Terima kasih ya Allah, masih tersisa jalan ini untuk menyambut Ramadhan Mu.

Kamis, 18 Juni 2015

Pengungsi Rohingya di Aceh Jalani Puasa dan Sholat Tarawih

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku".   (QS. Al Baqarah : 152) 

Muslim Rohingya Futur bersama   (republika.co.id)
(Mediaislamia.com) --- Muhammad Yunus terdampar di kepualauan yang ada di Indonesia karena kecelakaan perahu yang dia tumpangi. Dia berlayar bersama ratusan imigran lainya yang berasal dari Rohingya.

Meskipun dalam keadaan yang sulit, dia tetap bersyukur. Diskriminasi yang diterima mereka di negara Myanmar tak lagi dirasakan pada bulan puasa ini. Sebab, dia terdampar di negara yang penduduk Muslimnya baik dan bersedia membantu para pengungsi.

"Segala puji bagi Allah, kita diselamatkan dan dibawa ke sebuah negara Muslim. Orang-orang di sini sangat baik dan telah membantu kami, mereka melihat pengungsi Rohingya sebagai saudara mereka," kata Yunus yang juga dulu pernah menjadi guru pendidikan agama, sebagaimana dilansir laman berita news.kuwaittimes.net, Kamis (18/6).

Muslim Rohingya jalani shlat Tarawih      (republika.co.id)
Yunus diselamatkan di lepas pantai Aceh pada 10 Mei dengan sekitar 580 migran lainnya. Dia merasa lega telah terdampar di Indonesia, terutama saat Ramadhan. Jauh dari Myanmar yang mayoritas beragama Buddha adalah yang selalu dirindukan karena menghadapi diskriminasi dan ditolak kewarganegaraan.

Ada ribuan pengungsi Rohingya dan Bangladesh di Aceh. Mereka tiba di negara Asia Tenggara pada Mei setelah tindakan keras Thai yang melakukan perdagangan penyelundupan manusia, sehingga mengakibatkan kekacauan dan memicu krisis regional.

Pengungsi Rohingya melaksanakan salat Tarawih malam pertama di tempat penampungan sementara di Desa Blang Ado, Aceh Utara dan Desa Bayeun, Rantoe Seulamat,  Aceh Timur, Rabu (17/6).

Seluruh pengungsi Rohingya yang menempati empat lokasi penampungan di Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang melaksanakan ibadah puasa sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah.