Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Oktober 2015

Akademisi Inggris : Universitas Israel Jantung Pelanggaran Hukum Internasional

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas".    (QS. Al Baqarah : 190) 

Add caption
(Mediaislmia.com) --- Ratusan akademisi Inggris, Selasa, 27 Oktober 2015, mengancam memboikot universitas di Israel. Ancaman ini menyusul pelanggaran HAM (hak asasi manusia) negeri itu terhadap warga Palestina.

Pernyataan para ilmuwan Inggris berjudul "Komitmen Ilmuwan Inggris terhadap Hak Warga Palestina" itu diiklankan di surat kabar Guardian. Sebanyak 343 akademisi Inggris dari 72 perguruan tinggi mengatakan, akan tetap bekerja di perguruan tinggi Israel atas nama pribadi.

"Kami sangat terganggu atas pendudukan ilegal Israel terhadap tanah Palestina serta pelanggaran hak asasi manusia yang tidak bisa ditoleransi sehingga menimbulkan dampak terhadap seluruh rakyat Palestina," bunyi salah satu kalimat dalam iklan tersebut.

Mereka mengatakan, sejumlah kegiatan yang tidak akan didatangi. Seperti undangan kunjungan ke lembaga pendidikan Israel, konferensi, mensposori kegiatan atau kerja sama. "Kami akan tetap mempertahankan posisi ini hingga negara Israel mematuhi hukum internasional dan menghargai prinsip-prinsip hak asasi manusia," kata Jonathan Rosenhead dari London School of Economics.

University of Israel          (en.academic.ru)
Juru bicara dalam aksi bokiot tersebut menambahkan, "Universitas Israel merupakan jantung pelanggaran hukum internasional dan penindasan bangsa Palestina."

Boikot itu terkait pula dengan ulah Technion, Institut Teknologi Israel, sebuah lembaga pendidikan yang menciptakan "teknologi khusus" untuk mendeteksi terowongan di Jalur Gaza serta membuat buldoser tak berawak untuk menghancurkan rumah-rumah warga Palestina.

Kampanye boikot itu berlangsung sepekan setelah sebuah surat petisi itu diteken oleh 150 penulis dan artis Inggris, termasuk J.K Rowling penulis Harry Potter. Ikut serta novelis Hilary Mantel. Mereka mengatakan, boikot ini menyangkut diskriminasi Israel.

Minggu, 25 Oktober 2015

Penyesalan Tony Blair Ikut Menginvasi Irak

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
"Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin".    (QS. As Sajdah : 12) 

Mantan PM Inggris Tony Blair       (thebrokenelbow.com)
(Mediaislamia.com) --- Mantan PM Inggris Tony Blair secara terbuka mengakui melakukan kesalahan dengan menginvasi Irak, tapi tidak menyesal mendepak Presiden Saddam Hussein.

"Saya meminta maaf atas kenyataan bahwa informasi intelejen yang kami terima salah," ujar Blair dalam wawancara dengan Fareed Zakaria dari CNN.

Penyesalan Blair mengacu pada klaim bahwa rejim Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Klaim itu digunakan AS untuk membenarkan invasi ke Irak, dan Inggris mendukung. Belakangan diketahui laporan intelejen itu palsu.

Invasi AS dan Inggris, dan penghancuran pemerintah Saddam Hussein, menjerumuskan Irak ke dalam kekacauan tak berkesudahan. Irak melewati tahun-tahun kekerasan, yang memunculkan Al Qaeda dan ISIS.

Puluhan ribu warga Irak, 4.000 tentara AS dan 179 prajurit Inggris tewas selama konflik sektarian berkepanjangan.

Bush pimpin Invasi ke Irak      (dunia.news.viva.co.id)
Orang paling bertanggung jawab atas kehancuran Irak adalah Presiden AS George W Bush. Namun Blair menemukan hari-hari setelah tidak lagi menjabat sebagai PM dipenuhi kecaman dan kritik mengapa ikutan AS menyerbu Irak.

Blair mengatakan selain kesalahan intelejen yang membuatnya menginvasi Irak, dia juga meminta maaf atas beberapa kesalahan dalam perencanaan.

"Namun saya sulit meminta maaf telah menghapus rejim Saddam Hussein," ujar Blair. "Saya pikir, sampai hari ini, adalah lebih baik Saddam Hussein tidak ada di Irak."

 Tentara AS saat invasi ke Irak   (richimarichi.blogspot.com)
Blair mengakui pandangan bahwa invasi Irak 2003 menyebabkan munculnya ISIS 'ada benarnya'. Ia juga mengatakan; "Anda tidak bisa mengatakan mereka yang menghapus Saddam Hussein tidak memikul tanggung jawab atas situasi di Irak saat ini."

Namun, masih menurut Blair, Arab Spring yang dimulai 2011 juta memiliki dampak di Irak dan Suriah.

Menjawab pertanyaan apa bagaimana perasaannya saat dicap sebagai penjahat perang karena menginvasi Irak, Blair mengatakan; "Saya melakukan apa yang saya pikir benar pada saat itu." 

Rabu, 09 September 2015

Warga Inggris : PM Cameron Jatuhkan Sangsi ke Penjahat Perang Netanyahu

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ
"Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan".    (QS. Al Baqarah : 191) 

Demo tangkap penjahat perang  (islamicinvitationturkey.com)
(Mediaislamia.com) --- Kemarahan publik Inggris atas kunjungan Perdana Menteri Israel ke London telah mendapatkan momentum pada saat ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar Downing Streets.

Aksi ini diselenggarakan oleh Kampanye Solidaritas Palestina (PSC) dan berbagai kelompok termasuk War on Want, Forum Palestina di Inggris, Kampanye Perlucutan Senjata Nuklir (CND), Stop War, dan British Muslim Initiative.

Para pengunjuk rasa menyerukan Perdana Menteri David Cameron untuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel pada saat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tiba di Inggris. Netanyahu sendiri akan berada di Inggris selama dua hari untuk mendiskusikan berbagai isu termasuk pembicaraan damai dengan Palestina dan pelabelan produk yang dibuat di permukiman Yahudi.

Para pengunjuk rasa juga meneriakkan “Penangkapan Netanyahu” dan “penjahat perang” dengan beberapa dari mereka membawa poster yang menyerukan diakhirinya blokade di Gaza, lapor Press TV.

Lebih dari 108 ribu warga Inggris telah menandatangani petisi menuntut Netanyahu ditangkap atas tuduhan melakukan kejahatan perang ketika ia tiba di London.

Mereka ingin Netanyahu dibawa ke pengadilan atas kejahatan yang dilakukannya selama perang mematikan Israel di Jalur Gaza.

Sabtu, 05 September 2015

Mungkinkah Netanyahu Akan Ditangkap di Inggris ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
"Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali".    (QS. At Tahrim : 9)

Benjamin Netanyahu       (google.co.id)
(Mediaislamia.com) --- Stasiun televise Chenel 2 Israel mengatakan, lebih dari 100 ribu tanda tangan menyatakan dukungan atas petisi yang meminta kerajaan Inggris menangkap perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu atas kejahatan perangnya pada bangsa Palestina.

Sebagaimana dilansir sebelumnya, sebanyak 1084 tanda tangan telah mencapai korum untuk dilakukanya pembahasan oleh parlemen. Akan tetapi tidak bisa dipastikan akan terjadi pembahasan mengenai hal tersebut. karena sebagaimana diketahui, pemerintah Inggris sudah menyatakan, undang-undang di negerinya memberikan kekebalan diplomatic untuk Netanyahu dan termasuk hak Israel untuk melakukan pembelaan atas dirinya.

Sementara menurut penggagas petisi ini, Damiyan Maron berdasarkan undang-undang internasional, Netanyahu harus ditangkap sesampainya di Inggris dengan dakwaan melakukan kejahatan perang dengan membantai ribuan nyawa di Gaza pada tahun 2014. 

Maron membuat petisi ini ditempelkan di situs parlemen Inggris dan kini jumlah pendukungnya telah mencapai 100 ribu orang, jumlah yang cukup bagi parlemen inggris untuk membahas masalah ini di dewan.

Minggu, 23 Agustus 2015

Warga Inggris Tanda Tangani Petisi Untuk Tangkap Netanyahu

Allah Subhanahu WA Ta'ala Berfirman :
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
“Sebagian besar Ahli Kitab (Yahudi) menginginkan sekali agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran......". (QS. Al-Baqarah : 109) 

Benjamin Netanyahu         (telegraph.co.uk)
(Mediaislamia.com) --- Petisi yang berisi desakan untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus memperoleh dukungan di Inggris. Beberapa pekan lalu, petiisi itu baru ditandatangani oleh sekitar 50 ribu orang, saat ini jumlah orang yang menandatangi petisi itu meningkat menjadi 76 ribu orang.

Tinggal dibutuhkan 24 ribu suara lagi agar petisi tersebut dibawa dan dibahas di Parlemen Inggris. Di Negeri Tiga Singa itu setiap petisi yang muncul dan ditandatangai minimal oleh 100 ribu orang, maka petisi itu harus masuk dalam agenda pembahasan di Parlemen Inggris.

Namun, ada satu hal yang unik, sang pembuat petisi Damian Moran mengaku sebenarnya tidak ingin memenjarakan Netanyahu. Dirinya mengaku hanya ingin menunjukan bahwa banyak orang yang tidak menyukai Netanyahu di Inggris.

Penjahat perang harus diadili      (rense.com)
"Sejujurnya, saya tidak mengharapkan dia ditangkap karena hukum yuiridiksi universal. Saya hanya ingin menunjukan, petisi ini adalah pesan yang sangat jelas ahwa ada sejumlah besar orang yang tidak ingin dia di sini," ucap Moran, sepeti dilansir Al Jazeera pada Minggu (23/8/2015).

Alasan utama Moran membuat petisi tersebut adalah perang 50 hari di Gaza, dimana ribuan orang tewas dalam perang antara pasukan Israel dengan kelompok-kelompok di Gaza itu. Dalam pandangan Moran, Netanyahu adalah orang yang paling bertanggung jawab atas tewasnya ribuan warga Palestina dalam perang tersebut.

Meningkatnya jumlah orang yang menandatangi petisi itu sejalan dengan semakin dekatnya waktu kunjungan Netantahu ke Inggris. Pemimpin Zionis itu dijadwalkan akan mengunjungi Inggris pada awal September mendatang.

Jumat, 21 Agustus 2015

Perawat Muslim Inggris Diserang Sekelompok Remaja

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنتَصِرُونَ     وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
"Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim".   (QS. Ash Shuraa' : 39-40) 

Qaiser Hamid dan Kota Stackport         (irishmirror.ie)
(Mediaislamia.com) --- Seorang perawat Muslim Inggris telah secara kejam diserang oleh sekelompok remaja yang mengejek jenggot dan busana muslimah yang dipakai istrinya sebelum mereka kemudian memukul wajahnya berulang kali.

“Saya dipukul oleh salah satu dari mereka dan saya mencoba untuk membela diri, maka mereka semua memukul saya. Saya dipukul berkali-kali,” ungkap Qaiser Hamid, seorang perawat kesehatan mental, kepada Manchester Evening News, sebagaimana dilansir oleh onislam, Kamis (20/8/2015).

“Toko itu berlumuran darah akibat darahku yang berceceran di semua tempat. Itu benar-benar tak beralasan.”

“Saya merasa dalam kondisi yang tidak baik dan saya tidak ingin kembali ke Stockport. Hal ini benar-benar mempengaruhi psikologis saya dan saya merasa kesulitan untuk keluar dari rumah.”

“Saya harus pergi ke rumah sakit dan saya mengenakan penutup kepala karena saya merasa sadar diri dan tidak ingin orang-orang menghakimi,” tambah perawat Muslim berusia 37 tahun itu.

Masalah itu meletus ketika Qaiser sedang berbelanja di pusat kota Stockport dengan istrinya, Farah. Kemudian seorang gadis remaja berteriak, bereaksi terhadap jenggotnya, dan melontarkan kata-kata rasis sebelum kemudian teman-teman prianya mulai meninju wajah Qaiser.

Situasi kota Stockport    (manchestereveningnews.co.uk)
Qaiser, yang berdiri di luar sebuah toko sepatu pada saat itu, harus dirawat di rumah sakit karena luka dan memar di wajahnya.

Staf toko menelepon polisi dan Qaiser, dari Heaton Norris.

“ini pasti motif rasial, mereka terus menyebut jenggot saya dan busana Muslimah yang dikenakan istri saya dan mereka terus menggunakan kata-kata yang menghina,” tambah Qaiser.

Para anggota geng yang menyerang itu berusia sekitar 15 sampai 17.

Inspektur Stephen Gilbertson dari kantor polisi Stockport memerintahkan dengan tegas untuk menangkap pelaku penyerangan itu.

“Kami melihat banyak pemuda yang berkumpul di sekitar pusat Stockport selama seminggu terakhir dan puncaknya adalah kejadian ini,” kata Inspektur Gilbertson.

Selasa, 11 Agustus 2015

Romantika Cinta Bujang Minang dan Gadis Inggris

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui".   (QS. An Nur : 32)  

Bayu Kumbara dan Jennifer     (news.liputan6.com)
(Mdediaislamia.com) --- Sabtu, 8 Agustus 2015 lalu, menjadi momen yang tak akan dilupakan Bayu Kumbara. Akun media sosial miliknya, Facebook dibajiri ucapan selamat menikah dan berbahagia. Ya, di hari itu dia akhirnya bisa menikahi wanita yang diidamkannya.

Wanita pujaan hati lulusan Antropologi, Universitas Andalas, itu bernama Jennifer Brocklehurst. Jennifer merupakan wanita asal Bridgewater, Britania Raya.

Di laman tilt.com, Jen, panggilan akrab Jennifer, menulis kisah pertemuan mereka. Saat itu Jen, melakukan liburan ke Sumatera di bulan Januari. Dalam liburan di Pulau Sumetra itu dia bertemu dengan Bayu. Lambat tapi pasti, cinta mereka terjalin.

Tetapi, Jen menuturkan akan ada kendala yang dihadapinya. Bukan mengenai adat atau bahasa, melainkan biaya pernikahan.

Sebab, Jen mesti mendatangkan orangtuanya ke Padang untuk menyaksikan putrinya.

Untuk itu, Jen menuliskan bantuannya di laman tilt.com. Dia menargetkan biaya 2500 poundsterling (Rp. 52 juta) untuk biaya perjalanan orang tuanya dari Inggris ke Indonesia. Tetapi, hingga pernikahannya donasi yang masuk kepada dara cantik itu hanya 1000 poundsterling (Rp. 21 juta).

Meskipun begitu, pernikahan keduanya tidak terhenti. Kedua orang itu akhirnya menikah. Dalam foto-foto yang diunggah di sosial medianya, Facebook, wajah lucu Bayu dan cantiknya Jen, mengembang. Selamat ya!!...


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Senin, 27 Juli 2015

Bertemu PM Inggris, Jokowi Bahas Visa, Perdagangan Hingga Ekstremisme

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".   (QS. Al Maidah : 2) 

David Cameron tiba di Jakarta       (news.liputan6.com)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Dalam kesempatan itu, kedua kepala pemerintahan membahas beberapa hal, dari soal visa, perdagangan hingga perlawanan terhadap gerakan ekstrem.

"Bebas visa Inggris bagi WNI. Isu ini telah dibahas dalam pertemuan terbatas tadi," ujar Presiden Jokowi selepas pertemuan di Istana Merdeka, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Menanggapi permintaan Jokowi, Cameron menjanjikan perkembangan pembebasan visa bagi WNI. Ia pun mengaku bersyukur karena Indonesia membebaskan visa bagi warga negara Inggris yang ingin berkunjung ke Tanah Air.

"Seperti yang kami diskusikan sebelumnya, saya pikir kita bisa membuat progres untuk masalah visa. Kami sangat bersyukur atas adanya akses bebas visa untuk warga negara Inggris dan kami akan mengupayakan pembebasan visa diplomasi untuk WNI," kata dia.

Selain soal visa, Jokowi pun sempat mengutarakan soal komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan hubungan ekonomi dengan Inggris. Jokowi mengatakan ia berharap Inggris dapat memberlakukan tarif masuk yang lebih rendah bagi produk Indonesia seperti kayu, pakaian, kopi dan produk perikanan.

Jokowi dan David  (jurnal-nusantara-online.blogspot.com)
"Dan Indonesia juga akan memulai kembali pembahasan CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) dengan Uni Eropa tahun ini," ujar sang Presiden.

Persoalan gerakan ekstrem juga disinggung oleh Cameron di Istana. "Saya juga berpendapat kita menghadapi tantangan besar untuk memerangi ekstremisme," ujar Cameron. 

Di dalam negeri, isu esktremisme menjadi salah satu agenda Cameron, mengingat banyaknya pemuda Inggris yang bergabung dengan kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah.

Minggu lalu, Cameron mengumumkan aturan baru yang memungkinkan para orang tua membuat paspor anak mereka tidak berlaku lagi. Sejauh ini, ditengarai ada 700 lebih pemuda Inggris yang bergabung ISIS. 

PM Inggris Memulai Tur di Asia Tenggara dari Jakarta

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal".    (QS. Al Hujurat : 13) 

Jokowi terima David Cameron       (news.detik.com)
(Mediaislamia.com) --- Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dijadwalkan mendarat di Jakarta sore ini (27/7/2015) untuk mengawali kunjungan empat hari di beberapa negara Asia tenggara.

Kunjungan PM Cameron bersama para delegasi dan pelaku bisnis Inggris ke Jakarta ditujukan untuk membangun kerjasama perdagangan dan ekonomi dengan pemerintah, termasuk bantuan finansial untuk pengerjaan infrastruktur di Indonesia. PM Cameron juga akan mengunjungi markas pusat Organisasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta untuk mendukung negosiasi mengenai perdagangan antara Uni Eropa dan ASEAN.

Perdana menteri berusia 48 tahun itu telah meminta Uni Eropa, sebagai salah satu investor asing terbesar di Asia Tenggara, memanfaatkan posisinya dan menjalin kerjasama perdagangan baru dengan ASEAN. Hal itu sebagaimana telah dilakukan Australia, Jepang, dan China.

“Dalam 20 tahun ke depan, 90 persen pertumbuhan global diperkirakan datang dari luar Eropa, dan Inggris harus siap untuk mengambil keuntungan tersebut. Oleh karena itu, saya sangat senang membawa para pelaku bisnis Inggris ke pasar yang luas dan dinamis ini, melakukan perjanjian yang bernilai lebih dari 750 juta pounds (Rp15 triliun), dan menciptakan kesempatan bagi orang-orang di Tanah Air,” kata Cameron, sebagaimana terdapat dalam keterangan pers yang diterima Okezone, Senin (27/7/2015).

Negara-negara anggota ASEAN saat ini bersiap menyambut komunitas ekonomi ASEAN (Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) yang akan dimulai akhir tahun ini, dan Inggris menyatakan siap membantu dengan memberi bantuan teknis, perbaikan kebijakan ekonomi, perencanaan, dan implementasi. Inggris juga telah menunjuk Richard Graham sebagai kuasa dagang khusus untuk komunitas ekonomi ASEAN yang akan dijalankan bersamaan dengan posisinya saat ini sebagai kuasa dagang Inggris untuk Indonesia.

Setelah melakukan kunjungan ke Jakarta, PM Cameron bersama delegasi bisnisnya yang beranggota 31 orang dijadwalkan melanjutkan perjalanan kenegaraan ke Singapura, Vietnam, dan Malaysia.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Selasa, 21 Juli 2015

Pidato PM Inggris : Tujuan Persaudaraan Rahasia Yahudi Hancurkan Islam

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلاً أُولَئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلاَّ النَّارَ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih".   (QS. Al Baqarah : 174) 

PM Inggris-David Cameron       (beritaempat.com)
(Mediaislamia.com) --- Perdana Menteri Inggris, David Cameron baru-baru ini mengeluarkan pidato yang lain dari biasanya. Dia mengatakan jika teori konspirasi dari komplotan persaudaraan rahasia Yahudi yang kuat atau rencana Barat untuk menghancurkan Islam harus ditentang.

Menurut Cameron, ide itu juga didasarkan pada konspirasi bahwa orang Yahudi menggunakan kekuatan sihir hitam atau kekuatan Barat untuk mencapai persetujuan dengan Israel yang sengaja memalukan umat muslim karena tujuannya adalah menghancurkan Islam.

“Anda tidak perlu mendukung kekerasan untuk menganut paham tidak bertoleransi tertentu yang menciptakan iklim di mana ekstremis dapat berkembang,” kata Cameron, dalam pernyataannya (20/7).

Dalam pidato di Birmingham, Inggris Tengah, Cameron yang akan mengumumkan rencana lima tahun ke depan berencana mengatasi pertumbuhan ekstremisme Islam dan berupaya membantu mengintegrasikan segala komunitas di Inggris.

Freemasonry  milik Yahudi       (mediametafisika.com)
Cameron juga menyerang pandangan yang memandang kemiskinan dan kebijakan luar negeri Barat bertanggung jawab atas terorisme. “Argumen itu terkait keluhan tentang kemiskinan dan kebijakan luar negeri harus ditentang,” kata Cameron.

Pemerintah Konservatif yang berhaluan tengah-kanan pimpinan Cameron telah berupaya mengatasi radikalisasi sejak Cameron memenangkan periode kedua kepemimpinannya untuk jangka waktu lima tahun ke depan pada Mei lalu.

Saat ini, cukup banyak warga Inggris dan negara-negara lain Eropa yang warganya beralih menjadi simpatisan dan anggota kelompok radikal yang anti terhadap Barat dan Zionis Yahudi.

Perempuan Yahudi kelabui Islam      (pkspiyungan.org)
Apa yang dikemukakan Cameron memang berdasar namun juga tidak benar. Berdasar, karena dia dan sejumlah pemimpin Eropa yang merupakan bagian dari apa yang dikatakan “persekongkolan jahat komplotan sihir hitam atau Zionisme” sekarang sungguh-sungguh terusik dengan begitu banyaknya rahasia persaudaraan mereka yang diketahui publik, seperti tentang Bilderberg Group, Bohemian Groove, Iluminati, Freemason, dan sebagainya. Dan ini menimbulkan pertentangan di dalam masyarakat Eropa. Bahkan penulis Yahudi seperti Noam Chomsky pun mengatakan jika persaudaraan atau komplotan rahasia itu memang benar adanya.

Tidak benar, radikalisasi Eropa yang kian hari kian menentang liberalisme–salah satu isme produk komplotan jahat tersebut–bukan bersumber dari Islam, tapi dari kebobrokan sistem masyarakatnya sendiri yang kian lama kian disadari oleh masyarakat Eropa. Sehingga dari hari ke hari masyarakat Eropa makin banyak yang beralih menjadi religius dengan memeluk Islam dan menentang Zionisme dengan segala bentuk. Inilah yang ditakutkan Cameron.

Jumat, 19 Juni 2015

Undang Presiden Mesir, PM Inggris Dikecam

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
لَّا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka".   (QS. Ali Imran : 28) 

David undang  El-Sisi        (thecairopost.com)
(Mediaislamia.com) --- Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dilaporkan menerima kritikan keras dari organisasi internasional hak asasi manusia (HAM) Amnesty Internasional, karena mengundang Presiden Mesir Abdel Fatah el Sisi dalam pertemuan di London.

Menurut Amnesty Internasional, PM Inggris seharusnya turut mengkritik Mesir atas maraknya kasus pelanggaran HAM, sebab negara itu telah banyak menghukum mati warganya, termasuk yang baru-baru ini terjadi adalah vonis hukuman mati bagi mantan Presiden Mesir, Mohammad Morsi.

“Inggris selalu menentang hukuman mati, namun kini PM Cameron mengundang pemimpin negara yang banyak menghukum mati warganya,” ungkap Wakil Direktur Amnesty Internasional Timur Tengah, Hassiba Hadj Sahraou, kepada harian Inggris The Guardian, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (19/6/2015).

David Camerun mendapat kecaman      (satuharapan.com)
“Kami sangat mengecam undangan yang dilakukan PM Cameron kepada Presiden Fatah el Sisi. Jika memang itu telah terjadi, kami ingin melihat PM David secara pribadi mengangkat isu hak asasi manusia dalam pertemuannya dengan Presiden Fatah el Sisi,” lanjutnya.

Sahraou menambahkan, Mesir diketahui memiliki peningkatan tajam dalam tindakan eksekusi mati sejak Fatah el Sisi berkuasa. Banyak komunitas internasional yang menentang kebijakan Presiden Mesir tersebut.

Sementara itu, salah seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris, Lady Anelay, membela keputusan PM David. Menurutnya, PM Inggris itu telah meningkatkan pembicaraan keprihatinan terhadap isu HAM dengan pemimpin negara-negara lain.

Rabu, 08 April 2015

Mantan Imam Masjid London Ditembak Orang Tak Dikenal

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
"Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahannam. Ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya".   (QS. An Nisa : 93) 

Abdul Hadi Arwani-Imam Masjid London     (milliyet.com.tr)
(Mediaislamia.com) --- Kepolisian Kota London menyelidiki peristiwa pembunuhan terhadap seorang mantan imam masjid London. Abdul Hadi Arwani ditemukan tewas setelah ditembak di dalam mobilnya di Greenhill, Wembley, London.

Abdul Hadi Arwani pernah menjabat sebagai imam di Masjid An Noor di London Barat. Pria kelahiran Suriah ini dikenal sebagai seorang ulama yang banyak mengkritik Presiden Suriah Bashar al Assad dalam ceramah-ceramahnya.

Polisi saat ini menyelidiki kemungkinan pembunuhan ayah enam anak ini sebagai sebuah pembunuhan yang disponsori oleh negara, dengan dugaan pembunuh Abdul Hadi Arwani adalah orang suruhan Pemerintah Suriah.

“Para detektif terbuka terhadap segala kemungkinan motif pembunuhan ini,” kata juru bicara Kepolisian Kota London, seperti yang dikutip Mirror, Rabu (8/4/2015).

Wafatnya sang imam meninggalkan duka bagi para pengikutnya. Salah seorang di antara mereka bahkan menyatakan Abdul Hadi Arwani telah mengeluhkan adanya ancaman atas nyawanya.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :