Tampilkan postingan dengan label Timur Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timur Tengah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Oktober 2015

Intelejen Perancis : Barat Tidak Akan Dapat Kuasai Timur Tengah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik".    (QS. An Nur : 55) 

Bernard Bajole       (gettyimages.com)
(Mediaislamia.com) --- Direktur badan intelejen Perancis “DCRI” menegaskan bahwa revolusi ditahun 2011 telah merubah wajah mendasar kawasan Timur Tengah yang dikenal dan diharapkan oleh negara-negara Barat seperti dahulu.

Pernyataan ini dikatakan direktur DCRI, Bernard Bajole, dalam konferensi intelejen yang diselenggarakan badan intelejen AS “CIA” di kota Washington DC pada hari Selasa (27/10) kemarin, seperti dilansir surat kabar AFP.

Bernard Bajolet melanjutkan, “Saya tidak berpikir bahwa kita dapat mengembalikan Timur Tengah seperti keadaan setelah Perang Dunia Ke II, setelah apa yang terjadi di Timur Tengah dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.”

Palestina tanah penuh berkah       (jurnalislam.com)
Sementara itu direktur CIA, John Brennan, berpendapat bahwa konflik di Timur Tengah tidak selamanya dapat diselesaikan dengan cara militer dan berharap Barat serta sekutunya dapat mencairkan suhu politik untuk membangun kepercayaan antara pihak-pihak yang bertikai untuk menyelesaikan konflik secara damai.

Minggu, 25 Oktober 2015

Penyesalan Tony Blair Ikut Menginvasi Irak

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
"Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin".    (QS. As Sajdah : 12) 

Mantan PM Inggris Tony Blair       (thebrokenelbow.com)
(Mediaislamia.com) --- Mantan PM Inggris Tony Blair secara terbuka mengakui melakukan kesalahan dengan menginvasi Irak, tapi tidak menyesal mendepak Presiden Saddam Hussein.

"Saya meminta maaf atas kenyataan bahwa informasi intelejen yang kami terima salah," ujar Blair dalam wawancara dengan Fareed Zakaria dari CNN.

Penyesalan Blair mengacu pada klaim bahwa rejim Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal. Klaim itu digunakan AS untuk membenarkan invasi ke Irak, dan Inggris mendukung. Belakangan diketahui laporan intelejen itu palsu.

Invasi AS dan Inggris, dan penghancuran pemerintah Saddam Hussein, menjerumuskan Irak ke dalam kekacauan tak berkesudahan. Irak melewati tahun-tahun kekerasan, yang memunculkan Al Qaeda dan ISIS.

Puluhan ribu warga Irak, 4.000 tentara AS dan 179 prajurit Inggris tewas selama konflik sektarian berkepanjangan.

Bush pimpin Invasi ke Irak      (dunia.news.viva.co.id)
Orang paling bertanggung jawab atas kehancuran Irak adalah Presiden AS George W Bush. Namun Blair menemukan hari-hari setelah tidak lagi menjabat sebagai PM dipenuhi kecaman dan kritik mengapa ikutan AS menyerbu Irak.

Blair mengatakan selain kesalahan intelejen yang membuatnya menginvasi Irak, dia juga meminta maaf atas beberapa kesalahan dalam perencanaan.

"Namun saya sulit meminta maaf telah menghapus rejim Saddam Hussein," ujar Blair. "Saya pikir, sampai hari ini, adalah lebih baik Saddam Hussein tidak ada di Irak."

 Tentara AS saat invasi ke Irak   (richimarichi.blogspot.com)
Blair mengakui pandangan bahwa invasi Irak 2003 menyebabkan munculnya ISIS 'ada benarnya'. Ia juga mengatakan; "Anda tidak bisa mengatakan mereka yang menghapus Saddam Hussein tidak memikul tanggung jawab atas situasi di Irak saat ini."

Namun, masih menurut Blair, Arab Spring yang dimulai 2011 juta memiliki dampak di Irak dan Suriah.

Menjawab pertanyaan apa bagaimana perasaannya saat dicap sebagai penjahat perang karena menginvasi Irak, Blair mengatakan; "Saya melakukan apa yang saya pikir benar pada saat itu." 

Selasa, 22 September 2015

Hotel Jamaah Haji di Mekkah Terbakar Lagi

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah".    (QS. Al Hadid : 22) 

Add caption
(Mediaislamia.com) --- Kebakaran hotel dilaporkan telah terjadi di Mekkah. Setelah tragedy jatuhnya crane yang memakan korban, kini lagi – lagi musibah menimpa tempat melaksanakan rukun islam ke lima itu.

Dua hari yang lalu, para Jemaah haji harus rela untuk dievakuasi akibat Hotel yang terbakar di Mekkah. Hotel ini pun menjadi tempat tinggal para Jemaah termasuk yang berasal dari Indonesia.

Kebakaran hotel pun dikatakan terjadi pada kamar nomor 403 lantai delapan tepatnya di Hotel Sakab Al-Barakah. Hotel yang terdiri dari 11 lantai ini berada di daerah Aziziya Mekkah.

Dilaporkan lebih dari 1000 calon Jemaah haji yang berada di Arab Saudi kini telah dievakuasi dari hotel mereka akibat terjadinya kebakaran.
Beragam spekulasi pun muncul mengenai sebab kebakaran hotel di Mekkah. Salah satunya menyebutkan bahwa kebakaran dipicu karena salah satu Jemaah yang berasal dari Indonesia lupa untuk mematikan kompor listrik sebelum berangkat ke Masjidil Haram.

Dikatakan oleh pihak pejabat haji, kebakaran hotel di mekkah ini tidak memakan korban. Namun terdapat 2 orang Jemaah haji yang mengalami luka – luka dan kini pun tengah dirawat.

Hotel Jama'ah Haji terbakar lagi        (tribunnews.com)
Mekkah pun kini memang tengah dipadati oleh para Jemaah dari segala penjuru dunia. Dijadwalkan kegiatan haji pun akan dimulai pada hari Senin. Dan memanglah jumlah Jemaah terbesar berasal dari Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, pihak pemerintah Indonesia pun belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi para Jemaah. Biodata Jemaah Indonesia yang luka – luka akibat kebakaran hotel pun belum dibeberkan oleh pihak pemerintah hingga saat ini.

Masjidil Haram pun memang telah dijelaskan sedang mengalami pembangunan. Agar mampu menampung lebih banyak calon Jemaah haji, pihak pemerintah pun melakukan perluasan diwilayah tersebut.

Cuaca yang ekstrim pun memang sering terjadi di Mekkah, terlebih lagi Mekkah pun menjadi wilayah yang mudah untuk terkena Badai.

Semoga para Jemaah haji khususnya dari Indonesia selalu diberi kelancaran dan kesehatan agar tidak membuat khawatir keluarga yang ditinggalkan.

Senin, 21 September 2015

Badan Intelijen Mesir Terlibat Aksi Penculikan 4 Warga Palestina Agustus Lalu

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۗوَمَنْ قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلَا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ ۖإِنَّهُ كَانَ مَنْصُورًا
"Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan".   (QS. Al Isra' : 33) 


Aksi penangkapan warga    (br-9.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Sebuah situs berita elektronik berbahasa Ibrani mengungkapkan bahwa Badan Intelejen Mesir ikut terlibat dalam penculikan empat pejuang Brigade Izzuddin Al Qassam yang dilakukan kelompok bersenjata pada 19 Agustus lalu.

Dalam isi dokumen bocor yang diperoleh oleh situs www.rotter.net berisi pengakuan keterlibatan sejumlah aparat keamanan dan militer Mesir dalam operasi di wilayah

Berikut 4 perwira yang terlibat upaya penculikan tersebut;

1. Muhammad Yaqut dari unit penyiksaan yang berbasis di kota Rafah (bertindak sebagai pemimpin operasi).

2. Letnan Umar Muhammad Abdul Mun’aim asala Manufiyah. (tewas dalam serangan berdarah di Semenanjung Sinai pada pekan lalu)

3. Letnan Mohamed Refaat asal Mansoura.

4. Dan yang terakhir adalah dinas intelejen militer yang membawa ke empat warga Palestina tersebut ke tempat yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Pasukan Keamanan Mesir       (intelijen.co.id)
Sementara itu dalam pemberitaan terkait, gerakan perlawanan Islam Palestina “Hamas \” meminta pemerintah Mesir untuk segera membebaskan nasib ke 4 warga Palestina yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Perlu diketahui bahwa pada sekitar tahun 2009-2011 lalu, aparat Intelejen Mesir pernah menangkap 2 warga Negara Indonesia yang dituding menjadi simpatisan Ikhwanul Muslimin. Gara-gara hanya sering membuka situs-situs terkait.

Tercatat keduanya mengalami penyetruman dibagian alat vital hingga menyebabkan keduanya harus menjalani terapi pengobatan akibat asal tangkap yang dilakukan aparat keamanan Mesir. 

Jumat, 18 September 2015

Raja Salman Ajak Pemimpin Dunia Bebaskan Al Aqsha

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan".    (QS. Al Maidah ; 35) 

Raja Salman bib Abdul Aziz        (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Khodimul Haramain al-Syarifain Raja Salman bin Abdul Aziz mengecam tindakan Israel yang melakukan penyerbuan Masjidil Aqsha sehingga menimbulkan ketakutan jamaah masjid dan masyarakat Palestina.

Hal itu disampaikan Duta Besar Arab Saudi, Musthofa bin Ibrahim Al-Mubarak. Raja Salman mengaku telah melakukan kunjungan kepada para pemimpin negara untuk menyampaikan imbauan penolakan terhadap tindakan biadab Israel.

“Dalam kesempatan ini Raja Salman Bin Abdul Aziz menghubungi pemimpin dunia untuk menyampaikan penolakannya,” ujar Musthofa di Kedubes Arab Saudi, Jakarta, Jumat (18/9/2015)

Masjid Al-Aqsa milik umat slam       (mediaislamia.com)
Raja Salman juga mengajak kepada pemimpin dunia untuk ikut peduli dengan keadaan rakyat Palestina.

“Ia menyampaikan hal ini pada Presiden Amerika,Barrack Obama dan menghimbau pemimpin dunia dan pemimpin dunia Islam agar melakukan tindakan untuk menciptakan kedamaian di Masjidil Aqsa,” ujar Musthofa. 

Senin, 14 September 2015

Aktifis Mesir : Dari Warga Muhajirun Harus Muncul Imam-Imam Seperti Imam Bukhori

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
"Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya".(QS. Yusuf : 2) 

Aktifis Mesir Ahmad Sayyid Rodli       (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Ahmad Sayyid Rodli aktifis pendidikan dari Yayasan Ebdaa Mesir mengajak umat Islam untuk senang belajar Bahasa Arab.

Hal ini disampaikan Ahmad dihadapan ratusan jama’ah Tabligh Akbar yang digagas Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di Masjid Taqwa Komplek Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Ahad, (13/9).

“Betapa pentingnya mempelajari Bahasa Arab bagi orang mukmin, tidak di ragukan lagi bahwa Bahasa Arab adalah bahasa yang wajib dipelajari bagi setiap Muslim, bahasa terindah sebagaimana firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya kami menurunkan Al Quran dengan Bahasa Arab, agar kamu dapat memahaminya,” ujarnya mengutip Qs. Yusuf ayat 2.

Lebih lanjut ia memaparkan enam poin penting mempelajari Bahasa Arab antara lain : 

Pertama, tidak ada dalam suatu tempat pun di dunia ini kecuali terdapat Bahasa Arab.
“Tidak ada bahasa yang mampu untuk menyampaikan wahyu kecuali Bahasa Arab, karenanya Allah menurunkan bilisanin arabiyin mubin dengan Bahasa Arab yang sangat jelas,” tegasnya.

Contoh untuk kata singa dalam Bahasa Arab mempunyai beberapa nama dan setiap nama memiliki makna.

“Dalam bahasa Arab, Al-asad adalah kata umum untuk mengartikan singa, namun bisa disebut ustaamah apabila si singa sedang tenang tetapi ia berhati-hati atau berwaspada. Apabila singa dalam masa penyerangan maka orang Arab menyebutnya ghodhonfaar, ini bukti keistimewaan bahasa Arab,” paparnya.

Kedua, Bahasa Arab adalah kunci atau pembuka bagi seorang Muslim untuk memahami Al Quran dan As Sunnah, karenanya tidak mungkin seseorang memahami atau pemahamanya akan benar kecuali bila ia paham Bahasa Arab.

Suasana Tabligh Akbar di Lampung        (mirajnews.com)
“Belajarlah Bahasa Arab karena sesungguhnya Bahsa Arab adalah sebagian dari agamamu,” ujarnya mengutip Atsar Umar.

Ketiga, dengan Bahasa Arab maka kita bisa menegakkan hujjah kepada manusia. Kelak Nabi Muhammad beserta umatnya akan bersaksi dihadapan Allah untuk membela Nabi-Nabi terdahulu.

Keempat, Bahasa Arab adalah sumber kekuatan bagi umat Islam karena Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran dan hadis, dan ia adalah tanda atau identitas dari umat Islam.

“Karena itu sudah sepantasnya kita sebagai umat Islam bisa berbahasa Arab dan memiliki keinginan tinggi dalam mempelajarinya,” ujar aktifis yang masih aktif kuliah di Jurusan Kimia Universitas Elminia Mesir ini.

Kelima, tidak ada jalan untuk menyatukan umat Islam kecuali apabila orang-orang a’jam (bukan Arab) juga orang orang Arab belajar Bahsa Arab, dan umat Islam tidak akan bersatu kecuali kembali kepada Al Quran dan Sunah yang menggunakan Bahasa Arab.

“Kita tidak mungkin bersatu kecuali dengan Al Quran dan Sunnah. Juga tidak mungkin bisa memahaminya kecuali dengan Bahasa Arab.

Keenam, orang-orang selain orang Arab lebih berpegang teguh kepada Al Quran dan Sunnah. “Dalam waktu sebentar saya telah menyaksikan kalian di Muhajirun ini telah mencintai Al Quran , syi’ar-syi’ar Islam dan Sunnah, kalian lebih berakhlakul karimah dari pada orang-orang Arab dan saya juga menyaksikan dalam diri kalian tidak ada kekurangan kecuali satu yaitu belum menguasai Bahasa Arab,” ujarnya.

“Saya mengatakan seperti ini karena sejarah membuktikan, sebab Sunnah Nabi yang telah sampai kepada kita ada enam (6) kitab. Yaitu Bukhori, Muslim, Tirmidzi, Abu daud, Nasa’i, dan Ibnu Majah mereka bukan orang arab tetapi belajar Bahasa Arab sehingga mereka bisa mengkhidmatkan diri dan waktunya untuk agama,” tambahnya.

Dia berharap dari Indonesia khususnya warga Muhajirun ini dapat berbahasa Arab, sehingga dari dusun ini akan muncul imam-imam seperti Imam Bukhori, Muslim dan lainnya.

Jumat, 11 September 2015

Kunjungi Timur Tengah, Jokowi Akan Temui 3 Raja

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
فَاتَّقُواْ اللّهَ وَأَصْلِحُواْ ذَاتَ بِيْنِكُمْ وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
"Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu. dan ta’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang  yang beriman".   (QS. Al Anfal : 1)

Sebelum terbang Jokowi beri penjelasan       (bijaks.net)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke 3 negara di Timur Tengah yakni Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.  Dalam kunjungan kerja yang berlangsung selama selama 5 hari tersebut, rombongan presiden akan membicarakan sejumlah hal terkait kerja sama ekonomi, investasi, dan perdagangan. ‎
 ‎
"Kunjungan kenegaraan ini bertujuan mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, terutama di bidang kerjasama ekonomi, ketahanan energi, perlindungan WNI, dan kerjasama di bidang industri strategis," ujar Presiden Jokowi sebelum lepas landas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (11/9/2015)‎.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi dan rombongan delegasi pemerintah Indonesia akan melakukan pertemuan bilateral dengan 3 Kepala negara di 3 negara kerajaan tersebut.

"Selama kujungan tersebut, saya akan bertemu dengan Raja Salman bin Abdulazis di Jeddah, Arab Saudi, kemudian dengan Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Persatuan Emirat Arab di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dan dengan Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Emir Negara Qatar, di Doha, Qatar," ungkap Jokowi.
Ia mengatakan, kunjungan ketiga negara Timur Tengah tersebut akan fokus membahas kerjasama ekonomi dan perdagangan. Masing-masing negara, menurutnya merupakan mitra penting bagi pemerintah Indonesia di kawasan Timur Tengah. ‎‎

Jokowi terbang ke Timur Tengah   (nasional.kontan.co.id)
"Arab Saudi merupakan mitra dagang terbesar RI di kawasan Timur Tengah. PEA merupakan tujuan utama ekspor Indonesia ke Timur Tengah. Sedangkan Qatar merupakan penyumbang investasi terbesar, termasuk investasi portofolio, dari Negara Timur Tengah ke Indonesia secara kumulatif," jelas Jokowi. ‎

Sebagai mitra kerjasama ekonomi yang penting di kawasan, kunjungan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih besar bagi produk Indonesia di pasar Timur Tengah, termasuk untuk produk halal. "Kunjungan ini juga dimaksudkan untuk mendorong investor dari 3 negara tersebut agar melakukan investasi langsung di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur, maritim, dan energi," kata Jokowi. 
‎Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, kunjungan Jokowi ke Arab juga untuk bertemu pemerintah serta pengusaha Arab untuk membahaskerjasama ekonomi yang akan dijalin oleh Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah.‎

‎Ia juga mengatakan, topik pembahasan lainnya yakni kembalinya Indonesia menjadi anggota tetap organisasi eksportir minyak dunia, OPEC. "Ini lebih banyak membahas soal hubungan ekonomi, tapi kalau soal OPEC saya tidak merasa kompeten menjawabnya," ucap Darmin.‎ 

Kamis, 10 September 2015

PM Perancis : Cara Hentikan Pengungsi ke Eropa Adalah Lawan ISIS

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui".    (QS. Al Baqarah : 216) 

PM Perancis Manuel Valls        (tesnewseco.fr)
(Mediaislamia.com) --- Sembari menekankan bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan aliran pengungsi ke Eropa adalah melawan ISIS, PM Perancis Manuel Valls mengungkapkan rencananya untuk melakukan serangan udara ke Suriah.

"Masalah pengungsi ini tidak bisa diselesaikan dengan hanya menerima mereka saja (di Eropa)," ucapnya, ketika diwawancarai oleh CNN, Rabu (9/9/2015) lalu.

"Ada beberapa penampungan di Lebanon, Yordania, dan Turki, yang menerima empat hingga lima juta pengungsi Suriah. Kita tidak akan bisa menerima dalam jumlah itu, jadi permasalahan itu harus dihadapi langsung ke sumbernya," tambah dia lagi.

Menurutnya, menyingkirkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan menghancurkan ISIS adalah solusi yang menjawab permasalahan tersebut.

Pasukan ISIS        (cnn.com)
"Selama kita belum menemukan solusi politiknya, selama belum bisa menghancurkan ISIS, selama belum menyingkirkan Bashar al-Assad, kita tidak akan menemukan solusi apapun," katanya.

Sebelumnya, Presiden Perancis Francois Hollande sudah mengonfirmasi bahwa Kementerian Pertahanan Prancis akan merencanakan operasi pengintaian udara di Suriah, yang akan dilaksanakan pada pekan ini.

Pengintaian itu dilakukan sebagai pertimbangan Francois untuk melakukan serangan udara yang akan disasar ke ISIS di Suriah.

Minggu, 06 September 2015

AS Jajah Timur Tengah Kuasai Sumur Minyak

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا أَذِلَّةً ۖ وَكَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ
"Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat".   (QS. An Naml : 34) 

AS hanya minyak yang dicari       (todayszaman.com)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tanpa sungkan-sungkan mengatakan kepentingan Barat di Libya dan Irak hanya untuk minyak, dan tidak peduli dengan krisis pengungsi atau apapun namanya.

“Apakah Anda tahu apa yang sedang dilakukan Barat di Libya dan Irak?” tanya Erdogan kepada para wartawan, seperti dikutip Hurriyet Daly News. “Ada minyak di Libya dan Irak dalam jumlah besar. Barat berusaha merebut seluruh sumur minyak itu,” lanjut Erdogan.

AS kuasai sumur minyak Irak      (ceriwis.com)
Kini,masih menurut Erdogan, 80 persen sumur minyak Irak berada di bawah kendali Barat. Situasi sama juga terjadi di Libya.

“Negara-negara Barat tidak menunjukan sensitivitas yang diperlukan ketika terjadi krisis migran,” demikian Erdogan.

Ia juga mengutuk beberapa negara Barat, yang di satu sisi memerangi organisasi teror tertentu tapi di sisi lain memberi dukungan — lansung atau tidak langsung — kepada kelompok teroris. Erdogan juga mengingatkan pertarungan melawan terorisme global akan menjadi agenda pnting pada KTT G-20 Antalaya, kota pesisir Turki, November mendatang.

Jumat, 04 September 2015

Imam Jama'ah Muslimin Minta El Sisi Buka Gerbang Rafah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۚ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ
"Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa".    (QS. An Nahl : 30)

KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, MA       (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Imaamul Muslimin, Yakhsyallah Mansur, meminta dengan hormat kepada Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, membuka pintu Rafah demi kelancaran lalu lintas dan arus barang kebutuhan pokok bagi warga Gaza, yang makin menderita akibat blokade Israel.

“Kita tahu kondisi Gaza seperti apa, mereka sangat membutuhkan pengobatan, obat-obatan, makanan, yang harus dicari keluar melalui Rafah,” ujar Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur kepada wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (4/9).

Selanjutnya, Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur mengungkapkan rasa terimakasih kepada el-Sisi yang telah membuka pintu Rafah khusus bagi warga Palestina yang hendak melaksanakan ibadah haji.

Presiden Sisi sedang mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Djoko Widodo. Ia disertai sejumlah menteri yang juga akan mengadakan pembicaraan dengan rekan-rekan menterinya dari Indonesia.

Menurut data base MINA, Indonesia dan Mesir mempunyai sejarah panjang persahabatan antara kedua negara. Mesir adalah salah satu negara pertama yang mengakui Kemerdekaan RI yang diproklamirkan Soekarno-Hatta tanggal 17 Agustus 1945. Indonesia dan Mesir bersama-sama pula menggalang Konperensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung. Kedua negara kemudian juga bergandengan tangan dengan beberapa negara lain mendirikan Gerakan Non Blok.

El Sisi di terima Jokowi di Istana      (setkab.go.id)
Mesir juga yang memilih Indonesia sebagai sahabatnya untuk ikut dalam pasukan-pasukan perdamaian PBB di daerah konflik Mesir – Israel di Sinai dan lain-lain.

Sejak Indonesia belum merdeka sampai sekarang, Universitas Al Azhar di Mesir selalu memberi kesempatan yang luas kepada pemuda-pemuda Indonesia untuk menimba ilmu di universitas kelas dunia yang bergengsi tinggi itu.

Dalam mendukung perjuangan Palestina, Presiden Sisi berhasil mengadakan konferensi menghentikan agresi Israel ke Gaza tahun lalu melalui sebuah perjanjian gencatan senjata dan rancangan rekonstruksi Gaza.

Presiden Sisi sekarang sedang mengupayakan rekonsiliasi internal Palestina antara Hamas dan Al Fatah.

Di dalam negeri Mesir sendiri, dilaporkan Sisi masih terus berikhtiar mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan berbagai tindakan keras.

Tentang keadaan Gaza yang diblokade Israel, laporan terbaru PBB memprediksi, Jalur Gaza akan layak huni hanya dalam waktu kurang dari lima tahun lagi, jika situasi ekonomi di daerah terblokade itu tidak segera dipulihkan.

Mesir - Indonesia jalin kerjasama     (photo.liputan6.com)
Laporan yang dirilis pada Selasa (1/9) oleh Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan di Hanoi, Vietnam, menunjuk akibat parah akibat blokade ekonomi delapan tahun oleh Israel di Gaza serta tiga perang di sana selama enam tahun terakhir.

Perang Israel tahun lalu di Gaza menciptakan pengungsi setengah juta orang dan menghancurkan sebagian daerah kantong itu.

“Perang secara efektif menghilangkan kalangan kelas menengah dan mengirim hampir semua penduduk kepada kemiskinan dan ketergantungan pada bantuan kemanusiaan internasional,” kata laporan Al Jazeera.

Kamis, 03 September 2015

Balita Suriah Syahid Terdampar di Pantai Gegerkan Dunia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ
"Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan".    (QS. Al Mu'minun : 96) 

Polisi evakuasi Balita Suriah     (cbsnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Foto memilukan yang memperlihatkan seorang bocah imigran Suriah tewas tenggelam dan terdampar di pantai Turki menjadi viral di media sosial pada Rabu (2/9). Foto ini menjadi gambaran perjalanan penuh bahaya yang harus ditempuh para imigran demi terhindar dari konflik bersenjata di negara asal dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di Eropa. 

Dilaporkan Reuters, foto itu memperlihatkan seorang bocah dengan kaos merah dan celana pendek biru, tewas tergeletak dengan wajah bertelungkup mencium pasir tepat di pinggir pantai di kawasan resor kota Bodrum. 

Foto lainnya memperlihatkan seorang petugas polisi berwajah muram tengah mengevakuasi jasad bocah yang diperkirakan belum mencapai usia lima tahun itu. 

Media Turki mengidentifikasi sang bocah bernama Aylan Kurdi, 3, yang meninggal bersama kakaknya yang berusia 5 tahun di sebuah perahu ketika mencoba mencapai pulau Kos di Yunani.

Sejumlah media Turki melaporkan Kurdi dan kakaknya berasal dari kota Ayn al-Arab, sebelah utara Suriah yang dekat perbatasan Turki. Wilayah ini menjadi tempat pertempuran sengit antara kelompok militan ISIS dan pasukan Kurdi selama beberapa bulan lalu.

Aylan Kurdi, Galip Kurdi & Abdullah Kurdi (telegraph.co.uk)
Foto yang memilukan tersebut seketika menjadi viral di media sosial. Foto ini dicuit kembali ribuan kali oleh para pengguna sosial Twitter dengan tagar "KiyiyaVuranInsanlik", yang berarti "kemanusiaan terdampar", dan menjadi trending topic selama Rabu (2/9).

Sementara, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Antonio Guterres pada Rabu (2/9) menyatakan kepada CNN bahwa foto tersebut mencabik hatinya. 

"Para imigran dipaksa untuk menaiki kapal tak layak dengan membayar 4.000 atau 5.000 Europ dan mereka tewas dalam keadaan putus asa. ini tidak masuk akal," kata Guterres. 
"Kita perlu memberikan respon yang sesuai untuk masalah (arus imigran) ini, dan menurut saya, diperlukan solidaritas seluruh Eropa untuk bisa menanganinya," katanya. 

Pejabat senior angkatan laut Turki menyatakan terdapat dua perahu tersebut membawa total 23 imigran dan berangkat secara terpisah dari daerah Akyarlar di semenanjung Bodrum. 

Jasad imigran lain, lima anak dan satu perempuan, ditemukan di wilayah sekitar dan kini sedang diidentifikasi pihak berwenang. Sebanyak tujuh imigran berhasil diselamatkan dan dua imigran lainnya berhasil mencapai pantai dengan jaket pelampung. 

Tamparan untuk Barat      (feedgrids.com)
Dua imigran masih dinyatakan hilang, tetapi harapan mereka masih hidup semakin menipis. 

Militer Turki menyatakan bahwa tim pencarian dan penyelamatan berhasil menyelamatkan ratusan imigran di tengah laut antara Turki dan pulau-pulau Yunani selama beberapa hari terakhir.

Puluhan ribu warga Suriah yang melarikan diri dari perang di negara asal terdampar di pantai Aegean, Turki selama musim panas ini dan mencoba menaiki perahu ke Yunani, pintu gerbang mereka menuju Uni Eropa.

Dewan Keamanan Nasional Turki menyuarakan keprihatinan atas kebijakan imigrasi dari negara-negara Eropa. "Sikap negara-negara Eropa terhadap aliran imigran menyedihkan. Masalah ini harus ditangani dalam perspektif hak asasi manusia," bunyi pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Turki.

Pejabat setempat yang enggan disebut namanya menyatakan hampir 100 imigran berhasil diselamatkan oleh kapal Turki pada Rabu (2/9) ketika mereka mencoba mencapai pulau Kos.

Sejumlah lembaga bantuan memperkirakan bahwa selama bulan terakhir sekitar 2.000 imigran per hari menyeberang ke beberapa pulau di bagian timur Yunani dengan perahu karet.

Pidato Erdogan : Barat Mendapat Tamparan Balita Suriah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1)   فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2)   وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3)  فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5)   الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6)    وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orangorang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna".    (QS. Al Maa’uun: 1-7). 

Saat Erdogan berpidato        (intriknews.com)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Turki Reccep Tayip Erdogan "menampar" negara-negara Barat dengan pidatonya yang berapi-api dalam pembukaan B20, forum bisnis negara-negara G20 di Ankara, Kamis (3/9). Pidato tersebut juga disampaikan menyusul ditemukannya mayat balita pengungsi Suriah di pantai Kota Bodrum, Turki, kemarin.

Erdogan mengatakan bahwa Barat tidak sensitif dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya dalam konflik di Suriah dan Irak. Hal ini, kata dia, berujung pada mengungsinya jutaan orang ke negara-negara tetangga, salah satunya Turki, menggunakan perahu seadanya mengarungi  Laut Mediterania.

"Mediterania yang merupakan pusat peradaban kuno kini menjadi kuburan para imigran. Barat harus bertanggung jawab atas semua kematian ini. Kemarin bocah berusia tiga tahun ditemukan meninggal dan terdampar, kemanusiaan harus bertanggung jawab," kata Erdogan.

Dia mengatakan bahwa permasalahan ini adalah buah dari gagalnya sistem keamanan dunia, dalam hal ini Dewan Keamanan PBB yang selalu gagal menelurkan resolusi untuk mengecam rezim Bashar al-Assad yang membantai rakyat Suriah. 

Balita imigran suriah tewas       (dailyreadlist.com)
Resolusi Suriah selalu terganjal di DK PBB setelah salah satu dari lima anggota tetapnya melancarkan veto.

Struktur lima anggota tetap dalam DK PBB telah lama dikritik oleh berbagai negara karena tidak lagi mewakili situasi geopolitik sekarang ini. Sistem lima negara anggota tetap DK PBB yang terdiri dari Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris dan Perancis tercipta pasca Perang Dunia II.

Reformasi DK PBB telah lama didengungkan, termasuk oleh Indonesia, namun masih sulit dilakukan dengan dominasi negara Barat di PBB yang sangat kental. Erdogan menegaskan bahwa nasib dunia tidak bisa lagi tergantung dari lima negara ini.
"Dunia lebih besar dari hanya lima negara. Takdir 200 negara tidak bisa ada di tangan lima negara ini. Kita harus mengangkat masalah ini. Media selalu mengkritik kami. Saya tidak peduli. Saya akan tetap membela kebenaran," tegas dia yang disambut tepuk tangan penonton.

Barat ditampar Balita Suriah      (boredpanda.com)
Erdogan juga mengkritik negara-negara yang menolak menerima imigran Suriah yang lari dari pembunuhan dan kematian akibat kelaparan. Menurut dia, kemanusiaan telah tenggelam bersama dengan karamnya kapal para pengungsi yang ditolak negara-negara Eropa.

Negaranya, dia menegaskan, tidak akan pernah menolak para pengungsi yang datang. Saat ini ada dua juta pengungsi Suriah yang ditampung di Turki.

"Kami tidak pernah mengeluh dan tidak akan pernah mengeluh. Kami telah mengeluarkan bantuan sebesar US$6,5 miliar untuk melakukan yang terbaik sampai mereka bisa hidup dengan sejahtera," imbuh dia.

Dia melanjutkan, Turki akan tetap memegang prinsip membuka diri bagi para pengungsi yang mencari keselamatan. Bantuan yang diberikan Turki tanpa melihat latar belakang para imigran.

"Kami tidak melihat latar belakang etnis, keyakinan dan identitas. Kami memiliki kebijakan pintu terbuka. Bagi warga Suriah dan Irak kami akan menerima mereka. Kami tidak bisa membiarkan mereka mati. Saat ini kami telah menampung dua juta orang," lanjut dia. 

Rabu, 02 September 2015

Mesir Banjiri Perbatasan Gaza Untuk Hancurkan Terowongan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ
"Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan".    (QS. Al Baqarah : 213) 

Terowongan Gaza dibanjiri air      (merdeka.com)
(Mediaislamia.com) --- Mesir berencana membanjiri daerah di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza dengan air dalam upaya untuk menghancurkan terowongan bawah tanah yang ada di antara negara itu dengan wilayah Palestina.

“Tentara Mesir telah mulai membangun jaringan pipa besar di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza,” kata seorang sumber keamanan Palestina pada Rabu kemarin (2/9/2015), kantor berita Turki, Anadolu Agency melaporkan.

Sumber keamanan itu menjelaskan bahwa rencana Mesir bertujuan untuk menghancurkan terowongan bawah tanah dengan membanjirinya dengan air.

Namun pemerintah Mesir sendiri belum membuat pernyataan terkait rencana tersebut.

Hamas galih terowongan    (arrahmah.com)
Terowongan perbatasan biasanya digunakan oleh warga Palestina di Gaza untuk membawa pasokan barang ke wilayah terblokade Jalur Gaza.

Pada pertengahan Juni, militer Mesir mengatakan bahwa Kairo telah menghancurkan hampir 1.430 terowongan bawah tanah yang ada di antara Mesir dengan dan wilayah Gaza selama 18 bulan sebelumnya.

Tentara Mesir mengklaim bahwa terowongan sering digunakan oleh teroris dan penjahat untuk menyelundupkan senjata ke militan yang ada di Semenanjung Sinai.

Mesir Selidiki Muazin yang Sindir Facebook dalam Azan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu".    (QS. Al Hujurat : 6) 

Ilustrasi - Adzan Subuh      (brilio.net)
(Mediaislamia.com) --- Kementerian Agama Mesir memerintahkan penyelidikan kepada seorang muazin setelah menerima keluhan dari warga provinsi Beheira di wilayah Delta Nil, terkait sindiran penggunaan Facebook dalam azan subuh pada akhir pekan lalu.

Dikutip dari Deutsche Welle, alih-alih mengucapkan, "Salat lebih baik ketimbang tidur" sebanyak dua kali pada azan subuh, sang muazin, Sheik Mahmoud Maghazi diduga mengucapkan "Salat lebih baik daripada Facebook."

Sontak, permasalahan ini menarik perhatian publik Mesir. Namun Manghazi membela diri atas tuduhan tersebut pada salah satu acara televisi yang populer di Mesir, bernama 10 PM.

Dalam acara itu, Maghazi membantah dia mengganti bagian azan dan mengaku tidak tahu apapun soal Facebook atau bagaimana penyebutan media sosial tersebut. Sebagai tanda protes terhadap para penuduhnya, Maghazi meluncurkan mogok makan. 
Pejabat kementerian, Sabri Ebada menyatakan bahwa insiden itu terjadi pada Sabtu (30/8) dan menegaskan bahwa muazin tersebut dapat diperkarakan. 

"Kasus ini akan dirujuk ke kejaksaan sesuai hukum," kata Ebada.

 Masjid di waktu subuh    (arsiparmansyah.wordpress.com)
Tuduhan Ikhawanul Muslimin

Maghazi menyatakan para penuduhnya adalah anggota kelompok terlarang Ikhwanul Muslimin. Maghazi menuduh kasus ini merupakan upaya untuk memberhentikannya dari manajemen masjid, karena Manghazi kerap tidak memperbolehkan aksi protes dan kelas Islam tanpa izin di masjid itu. 

"Saya melarang kelompok manapun menggunakan masjid untuk mengadakan kelas tanpa memiliki izin," katanya.

Masjid-masjid di Mesir diawasi oleh pemerintah, sebagai bagian dari upaya memberangus anggota Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya, pasca penggulingan mantan presiden Mohammed Mursi oleh militer pada 2013. 

Sejak itu, Ikhwanul ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh otoritas Mesir. Sebagian besar pemimpin Ikhwanul Muslimin kini di penjara, atau tinggal di pengasingan. Mursi sendiri kini menghadapi hukuman mati.

Selasa, 01 September 2015

Hamas : Pemerintah Mesir Isolasi Wilayah Palestina

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi".    (QS. Ali Imran : 118) 

Penggalian tanah di Perbatasan    (republika.co.id)
(Mediaislamia.com) --- Militer Mesir menggali tanah pasir di sepanjang perbatasan dengan Gaza dalam beberapa hari terakhir. Galian  tersebut nanti akan diisi dengan air untuk mencegah terowongan ilegal yang menghubungkan dua wilayah. 

"Ini untuk mengakhiri sisa terowongan ilegal terakhir," ujar pejabat militer Mesir seperti dikutip Al-Arabiya, Senin (31/8). 

Hamas yang menguasai Gaza menuding Pemerintah Mesir mencoba mengisolasi wilayah Palestina.  Menurut pejabat Hamas Mushir al-Masri, kebijakan terbaru Mesir ini semakin memperketat aksi blokade Gaza. 

"Mesir sudah seharusnya tidak setuju dengan kebijakan blokade yang dilakukan Israel," ujarnya. 

Mesir dan Israel telah menjalin kerja sama dalam memblokade Gaza sejak kelompok Hamas menguasai wilayah itu pada 2007. 

Bendera Mesir dan Israel berkibar     (hizbut-tahrir.or.id)
Sebelumnya selama beberapa tahun, Mesir memberikan toleransi aksi penyelundupan dengan mengizinkan ratusan terowongan ilegal beroperasi. 

Beragam macam barang masuk ke Gaza lewat terowongan, mulai suku cadang motor hingga bahan bangunan.  Namun kebijakan pembiaran ini berakhir setelah presiden Mesir Muhammad Mursi digulingkan rezim militer Abdul Fattah al-Sisi.  

Militer menilai terowongan itu digunakan untuk pergerakan militan dari Gaza ke Semenanjung Sinai.  Hamas membantah tuduhan tersebut. 

Pada November tahun lalu, setelah militan menewaskan 31 personel keamanan di Rafah, Mesir menggusur ratusan rumah dan mengevakuasi ribuan warga. Hal itu bertujuan untuk membangun zona penyangga dan menghancurkan terowongan.

Senin, 31 Agustus 2015

Demi Anak Pengungsi Suriah ini Rela Jual Pena

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".    (QS. At Tahrim : 6) 

Abdul jualan Pena demi anak        (dinfo.gr)
(Mediaislamia.com) --- Abdul harus bertahan dengan menjual pena demi anaknya bisa makan. Perjuangan itu dia lakukan lantaran tidak punya pendapatan karena harus mengungsi.
Pria paruh baya itu berdiri di jalanan Kota Beirut, Libanon, sambil menggendong putrinya di bahu kanannya. Tangan kirinya menggenggam beberapa pucuk pena.

Sesekali, dia menawarkan pena itu kepada orang yang lewat di depannya. Dia terus berharap ada seseorang bermurah hari membeli dagangannya.

Dia melakukan hal itu agar bisa bertahan hidup dan memberi makan putrinya. Meski banyak yang mengabaikannya, pria itu tidak lelah menawarkan dagangannya.

Pria tidak menyadari apa yang dilakukannya ternyata didokumentasikan oleh seorang warga Libanon, yang juga seorang aktivis, Gissur Simonarson dalam bentuk foto. Gissur kemudian mengunggah foto tersebut ke Twitter dengan tagar #BuyPens dan meminta netizen untuk membantu Abdul.

30 menit setelah foto itu terunggah, seseorang mengontak Gissur. Orang itu memberitahu si aktivis, dia kerap melihat Abdul di sekitar rumahnya. Dalam 24 jam, identitas pria tersebut terlacak dan dia adalah Abdul, ayah dua anak dengan putrinya berusia 4,5 tahun, Reem.

Abdul sebelum mengungsi         (nbcnews.com)
Abdul juga diketahui ternyata berasal dari kamp pengungsian Yarmuk di Damaskus, Suriah. Dia terpaksa pergi ke Beirut untuk menyambung hidup dan agar putri yang disayanginya bisa tetap makan.

Mengetahui identitas Abdul, Gissur kemudian membuat laman sumbangan di dunia maya untuk membantu meringankan beban Abdul. Dengan itu, Gissur berniat membantu keluarga Abdul untuk memulai hidup baru.

Hal yang menakjubkan terjadi. Dalam 30 menit pertama setelah laman tersebut aktif, Gissur mendapat sumbangan mencapai 5.000 dolar, setara Rp70 juta.

"Kami telah mendapat 5.000 dolar dalam 30 menit pertama. Ini bukan berarti puncak, hanya sebuah permulaan," kata Gissur.

Abdul dan Reem          (dream.co.id)
Gissur berharap sumbangan tersebut akan semakin meningkat. Uang itu akan langsung dia berikan kepada Abdul.

"Mari memastikan Abdul dan Reem benar-benar memulai kehidupan baru mereka yang hebat. Seluruh sumbangan tentu akan langsung diberikan kepada mereka," lanjut Gissur.

Dana yang terkumpul dalam tiga jam telah mencapai 17.000 dolar, setara Rp238 juta. Laman sumbangan tersebut belum ditutup dan jumlah uang masuk dipastikan akan semakin bertambah.

Minggu, 30 Agustus 2015

Yayasan Ebdaa Mesir Beri Beasiswa 4 Santri Al-Fatah Lampung

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan".   (16 : 97) 

Ahmad Sayyid Rodhi    (mirajnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Yayasan Ebdaa, Mesir, mengadakan program penyaringan minat dan bakat santri Indonesia untuk mencetak generasi penerus perjuangan Islam, bekerjasama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah. Program ini diberi nama Hilmul Jiel.

Ditemui Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Komplek Pondok Pesantren Al-Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Sabtu, (29/8) Ahmad Sayyid Rodhi, utusan Yayasan Ebdaa Bidang Perencanaan, mengatakan, program ini akan menyaring santri Indonesia yang mempunyai minat dan bakat keilmuan untuk dididik menjadi generasi harapan Islam yang pakar pada keilmuan dunia, tapi juga mempunyai akhlak Islam yang baik.

“Kita akan pilih beberapa santri berbakat, diarahkan secara akhlak, butuh guru kita sediakan guru, butuh sesuatu akan difasilitasi, bantuan, arahan sehingga kalau minat di bidang kimia misalnya, dia akan arahkan menjadi ahli kimia yang akhlak dan Islam-nya bagus, “ ujar Mahasiswa Jurusan Kimia Universitas El-Minia Mesir ini.

Kedatangan Ahmad ke Indonesia membawa empat program khas Yayasan Ebdaa, selain Program Hilmul Jiel tadi, ada program khusus santri Raudhatul Athfal (RA), Program Bahasa Arab untuk santri dan masyarakat umum, serta program beasiswa bagi santri untuk kuliah di Al-Azhar Kairo.

Pertemuan bersama Ahmad Sayyid Radhi     (facebook.com)
“Untuk Pondok Pesantren Al-Fatah sendiri pada awal ini, kami akan berikan beasiswa bagi empat santri, dua laki-laki dan dua perempuan, yang akan kami arahkan minat bakatnya sejak di Indonesia ini, dan kalau lulus, nanti akan kami kuliahkan di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, “ ujarnya.

Ahmad juga mengatakan kekagumannya pada Ponpes Al-Fatah yang berada di Kampung Islam Muhajirun ini.

“Sebelumnya kami diceritakan oleh Pembina kami, Hamdy Mohamed Abdalghafar bahwa di Indonesia ada sebuah kampung Islami yang terletak di dalamnya sebuah pesantren yang diterapkan syariat Islam, penghuninya mempunyai ukhuwah Islamiyah yang sangat baik. Awalnya saya kurang percaya, namun sekarang saya membuktikannya langsung di depan mata saya, “ ujarnya.

Sebelumnya pada 16 Mei 2014 tahun lalu, Hamdy Mohamed Abdalghafar, Pembina Yayasan Ebdaa, sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ponpes Al-Fatah untuk kerjasama dalam bidang pendidikan Bahasa Arab.