Tampilkan postingan dengan label ISIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISIS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Oktober 2015

Netanyahu Lebih Takut Palestina Dibanding ISIS

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ
"Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim".   (QS. Ali Imran : 151) 

Netanyahu tajut dengan Palestina     (sindonews.com)
(Mediaislamia.com) --- Israel sudah beberapa kali menjadi korban ancaman kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Contoh ancamannya berupa pesan dalam sebuah video berbahasa Ibrani.

Dalam video itu disampaikan ancaman, bahwa tak satu pun orang Yahudi yang akan tinggal di Israel. Video ini dirilis Jumat pekan lalu oleh militan ISIS dalam akun sosial media mereka.

Namun, sepertinya Israel tenang-tenang saja. Para pejabatnya menganggap ancaman itu seperti angin lalu, dan tak ada gerakan apapun dari para petinggi Negeri Zionis itu. Apa ya alasannya?

Usut punya usut, Israel sudah mengantisipasi keberadaan ISIS. Mereka telah menutup perbatasan sebelah utara dan selatan saat para militan menyamar sebagai migran ilegal ke Eropa.

Justru para petinggi Negeri Zionis ini lebih takut jika Palestina dimasuki oleh ISIS dan pemberontak lainnya.

"Bagi Israel, pertumbuhan penduduk Palestina, serta adanya pengaruh ISIS di sana yang lebih menakutkan," kata Lina Khatib, seorang pengamat Israel yang berbasis di London, mengutip laman Al Arabiya.

Kelompok ISIS         (ziombieland.net)
Saat ini, fokus pemerintah Israel bukan pada ancaman ISIS, melainkan pada Palestina. Menurut mereka, Palestina merupakan ancaman besar bagi Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahkan sempat mengeluarkan pernyataan Palestina harus bertanggung jawab atas Holocaust.

Dalam pernyataan dalam pidatonya di hadapan Kongres Zionis, dia mengatakan pembantaian Yahudi oleh Nazi akibat bisikan seorang ulama Palestina.

"Adolf Hitler, pimpinan Nazi, memperoleh ide melenyapkan warga Yahudi dari Mufti Yerusalem Haj Amin Al-Husseini," ujarnya.

Tanpa menyebut sumber teorinya, Netanyahu mengklaim Hitler awalnya tidak berniat memusnahkan penduduk dari etnis Yahudi di seantero Eropa, melainkan cuma mengusir mereka di wilayah Jerman.

"Kemudian Haj Amin al-Husseini menemui Hitler dan bilang, 'Kalau kamu mengusir Yahudi maka merek semua akan ke sini (Palestina)," kata Netanyahu.

"Hitler lalu bertanya,' Apa yang harus saya lakukan?' Mufti itu menjawab, Bakar mereka."

Sementara itu, kini ISIS memposisikan dirinya sebagai pendukung rakyat Palestina. Padahal pada Juli lalu, mereka mengancam akan membantai Hamas di Gaza, hal itu dikatakan dalam video yang mereka rilis.

Pejuang Hamas Palestina    (mujahideenforce.blogspot.com)
Sorotan Israel akan gerak-gerik ISIS berkurang lantaran sepertinya kelompok militan itu tak tahu mana kawan dan mana lawan. Terbukti dengan setidaknya 51 warga Palestina tewas di Yerusalem dan Tepi Barat, akibat serangan mereka.

"Israel memahami dengan baik urusan yang harus mereka kerjakan. Urusan ISIS bagi mereka tidak akan bertahan jangka panjang, namun konflik dengan Palestina akan tetap terjadi sampai waktu yang tak bisa ditentukan," seru akademisi Amerika yang mengurusi bidang perdamaian Israel-Palestina, Dr. Alon Ben Meir.

Walaupun begitu, Ben mengatakan, sebenarnya ISIS dan Israel memiliki tujuan yang sama di Timur Tengah.

"Saya pikir, Israel dan ISIS bisa menemukan kesamaan, terutama dalam penentangan mereka terhadap Hamas," tutup dia.

Selasa, 29 September 2015

Siapa Sutradara Sandiwara Isis Yang Sebenarnya ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta".     (QS. Al Munafiqun : 1) 

Obama tau untuk kalahkan ISIS         (infladersfields.eu)
(Mediaislamia.com) --- Presiden AS Barack Obama mengatakan ISIS bisa dikalahkan jika Presiden Suriah saat ini, Bashar al-Assad meninggalkan kekuasaannya. Hal tersebut diungkapkan sehari setelah perbedaan pandangan antara Presiden Putin dan Presiden Obama mengenai nasib Presiden Suriah.

"Di Suriah, mengalahkan ISIS membutuhkan pemimpin baru. Dan saya percaya pemimpin baru," kata Obama dalam pertemuan puncak kontra terorisme yang dihadiri sekitar 100 pemimpin di sela-sela sidang majelis umum PBB seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2015).

Obama berpidato terlebih dahulu di hadapan Sidang Majelis Umum PBB. Obama menyatakan kesediaan AS untuk bekerja sama dengan Rusia dan bahkan Iran dalam melawan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), juga mengakhiri konflik di Suriah. Namun Obama memperingatkan bahwa Assad tidak bisa tetap menjabat hingga waktu yang tak terbatas.

Siapa dibalik ISIS yang sebenarnya      (culturalmarxism.net)
"AS bersiap untuk bekerja sama dengan setiap negara, termasuk Rusia dan Iran, untuk menyelesaikan konflik. Tapi kita harus mengakui bahwa tidak akan bisa, setelah terjadi pertumpahan darah, pembantaian, untuk kembali pada status quo sebelum perang," ucap Obama, merujuk pada posisi Assad.

Seolah tak mau kalah, Putin yang berpidato setelah Obama menyalahkan intervensi militer AS di Irak dan Libya, yang menurutnya telah memicu kekacauan di wilayah Timur Tengah dan meninggalkan ekstremisme. Putin berargumen, militan ISIS yang kini merajalela di Suriah dan Irak muncul dari kekacauan yang ditinggalkan pasukan koalisi AS, usai lengsernya Saddam Hussein di Irak dan Muammar Khadafi di Libya.

Siapa Dalang sandiwara Isis  (themuslimisue.wordpress.com) 
Setelah Perang Dingin berakhir, tegas Putin, negara Barat muncul sebagai 'pusat dominasi' baru di dunia dan secara arogan menganggap diri mampu menyelesaikan konflik dengan kekerasan. Hal ini, menurutnya, semakin memicu kekacauan di Timur Tengah, dengan munculnya ekstremis dan teroris.

"Puluhan ribu militan bertempur di bawah spanduk ISIS, dan jajaran mereka termasuk mantan tentara Irak," imbuhnya.

Masih belum selesai, pemimpin Rusia ini juga menyebut kebijakan AS untuk melatih dan mempersenjatai pemberontak lokal Suriah hanya memperburuk situasi. "Jajaran radikal bergabung dengan oposisi moderat Suriah. Pertama, mereka bersenjata dan terlatih, dan kemudian mereka akan membelot ke ISIS," sebutnya. 

Kamis, 10 September 2015

PM Perancis : Cara Hentikan Pengungsi ke Eropa Adalah Lawan ISIS

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui".    (QS. Al Baqarah : 216) 

PM Perancis Manuel Valls        (tesnewseco.fr)
(Mediaislamia.com) --- Sembari menekankan bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan aliran pengungsi ke Eropa adalah melawan ISIS, PM Perancis Manuel Valls mengungkapkan rencananya untuk melakukan serangan udara ke Suriah.

"Masalah pengungsi ini tidak bisa diselesaikan dengan hanya menerima mereka saja (di Eropa)," ucapnya, ketika diwawancarai oleh CNN, Rabu (9/9/2015) lalu.

"Ada beberapa penampungan di Lebanon, Yordania, dan Turki, yang menerima empat hingga lima juta pengungsi Suriah. Kita tidak akan bisa menerima dalam jumlah itu, jadi permasalahan itu harus dihadapi langsung ke sumbernya," tambah dia lagi.

Menurutnya, menyingkirkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan menghancurkan ISIS adalah solusi yang menjawab permasalahan tersebut.

Pasukan ISIS        (cnn.com)
"Selama kita belum menemukan solusi politiknya, selama belum bisa menghancurkan ISIS, selama belum menyingkirkan Bashar al-Assad, kita tidak akan menemukan solusi apapun," katanya.

Sebelumnya, Presiden Perancis Francois Hollande sudah mengonfirmasi bahwa Kementerian Pertahanan Prancis akan merencanakan operasi pengintaian udara di Suriah, yang akan dilaksanakan pada pekan ini.

Pengintaian itu dilakukan sebagai pertimbangan Francois untuk melakukan serangan udara yang akan disasar ke ISIS di Suriah.

Jumat, 14 Agustus 2015

Jeb Bush Tuduh Clinton Bertanggung Jawab Atas Lahirnya ISIS

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Katakanlah, ‘Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan".  (Al-Maidah : 100) 

Capres AS  Jeb Bush      (sumarium.com)
(Mediaislamia.com) --- Kandidat presiden dari Partai Republik, Jeb Bush, menyerang rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, dengan mengatakan bahwa Clinton turut bertanggung jawab atas kelompok militan ISIS yang berkembang di Irak.

Dalam acara pembukaan calon kandidat potensial untuk pemilihan umum 2016, Bush melihat bahwa penanganan Clinton terkait Irak saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS membuat kondisi di negara tersebut tidak stabil sehingga melahirkan ISIS.

Bush mengkritik peran Clinton yang berujung penarikan pasukan AS di Irak pada 2011. Saat melakukan kunjungan diplomatik keliling dunia untuk pemerintahan Obama 2009-2013, Clinton tidak menaruh perhatian lebih ke Irak.

"Dalam semua catatan perjalanannya, ia pergi ke Irak hanya sekali," ujar Bush, Selasa (11/8).

Bush mengatakan pasukan yang diperintahkan Presiden Bush pada 2007 lalu telah menjadikan situasi di Irak lebih stabil. Namun, kondisi ini tidak diperpanjang karena pemerintahan Obama tidak bisa bersepakat dengan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maki sehingga pasukan terakhir AS dipulangkan pada 2011.

"Di mana Menteri Luar Negeri Clinton saat itu?" ujar Bush.
Sebagai balasan, tim kampanye Clinton menggelar konferensi pers yang dipimpin oleh penasehat kebijakan luar negeri Clinton, Jake Sullivan.

Sullivan membela Clinton dan mengatakan bahwa mantan Menlu AS ini telah menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam masa peralihan jejak militer AS di Irak ke sipil.

Hillary Clinton dan Jeb Bush     (wasingtonpost.com)
"Masalah utama adalah bukan berapa kali pesawat mendarat di bandara. Tetapi bagaimana intensif dan efektif keterlibatan (AS) yang mengarah ke kemajuan," ujar Sullivan.

Irak adalah topik yang rumit bagi Bush, mengingat invasi AS ke Irak adalah kebijakan yang dikeluarkan saudaranya, Presiden George W. Bush pada 2003. Namun, ia menggunakan sebagian besar waktu pidatonya di perpustakaan kepresidenan Ronald Reagen dengan menyatakan untuk tidak larut dengan masa lalu dan lebih berfokus pada masa depan bagi AS.

Bush mengatakan akan mengerahkan sejumlah pasukan AS di Irak sebagai pengintai untuk membantu mengidentifikasi target musuh. Sebuah langkah yang ditolak oleh Presiden Barack Obama karena dikhawatirkan dapat semakin memperdalam keterlibatan Amerika di Irak dan Suriah.

Selain itu, Bush juga mengatakan akan berupaya mempertimbangkan sedikit peningkatan di pasukan AS, di luar yang sudah ditempatkan di sana, dan melekatkan pasukan AS dengan unit Irak, seperti yang dilakukan pasukan Kanada.

"Saat ini, kita memiliki sekitar 3.500 tentara dan marinir di Irak, dan mungkin akan diperlukan lebih banyak lagi," ujarnya.

Hilliry Clinton di tengah mereka       (theweek.com)
Bush juga akan memberikan dukungan lebih kepada kelompok Kurdi yang anti-ISIS dan bekerja dengan sekutu kawasan untuk mendeklarasikan sebuah non-zona terbang di Suriah untuk melawan pasukan Presiden Suriah Hafez al-Assad dan pengaruh Iran.

Serangan terhadap Clinton terjadi beberapa minggu setelah kampanye publik dari kandidat Partai Republik didominasi oleh sikap Donald Trump yang kontroversial dan jauh dari pembahasan isu kebijakan yang serius.

Bush mencoba merebut suara dengan mengambil sikap yang menjadi titik jual utama Clinton dalam pencalonannya untuk nominasi dari Partai Demokrat, yakni kebijakan luar negeri. Ia pun berusaha mempromosikan diri kepada para pemilih dari Partai Republik agar bisa menjadi kandidat yang pantas untuk disandingkan dengan lawannya, Clinton, pada pemilihan umum 2016 nanti. 

Kamis, 06 Agustus 2015

Bebasnya Tiga Orang yang Difitnah Dukung ISIS

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ
“Sesungguhnya orang-orang yang mem-fitnah (membakar) orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar".    (Q.S. Al-Buruj: 10) 

Ust. Syamsudin Uba dibebaskan     (panjimas.com)
(Mediaislamia.com) --- Tiga orang yang difitnah sebagai anggota Islamic State (ISIS/Daesh) yang ditangkap di Kupang, telah dibebaskan oleh Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (6/8).

Syamsuddin Uba, Zakaria Qomarudin dan Imran Hafiz yang ditangkap di Alor pada Jumat (31/7) pekan lalu, dilepas setelah hampir satu pekan ditahan.

“Mereka hanya dimintai keterangan dan diamankan Polda NTT terkait fitnah bahwa mereka mendakwahkan ISIS. Mereka bukan ditahan sebagaimana pemberitaan media dan mereka tidak dijadikan tersangka,” kata Ardhan Syah, seorang yang dekat dengan Syamsudin Uba di Kupang.

Sebelumnya diberitakan, ketiga orang tersebut diamankan Polres Alor setelah dituding menyebarkan selebaran yang berisi tentang ajaran ISIS kepada umat Muslim di wilayah Kecamatan Pantar Barat.

Mereka diklaim memprovokasi umat Muslim di Pulau Alor untuk bergabung dengan kelompok jaringan ISIS lewat seleberan-selebaran yang disebarkan serta video-video ISIS yang ditemukan dalam laptop milik Syamsudin Uba.

“Hasil penyidikan Team Polda NTT menyimpulkan, tidak ada pasal yang cocok untuk menjerat mereka bertiga,” kata Ardhan sebagaimana yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Menurut Ardhan, setelah dinyatakan bebas dan tidak cukup bukti untuk dipidanakan, Tim Densus 88 meminta kesediaan Syamsudin untuk menjadi saksi atas kasus yang lain di Jakarta.

“Alhamdulillah, pada hari ini pukul 07.00 wkt Kupang sdr. Zakaria dan Imran telah dikembalikan ke kampung halaman Alor NTT,” tulis Ardhan di akun facebook-nya.

“Adapun sdr. Syamsudin Uba sdg dlm perjalanan menuju jakarta untuk bertemu keluarganya di bekasi pada pukul 10.00 wit,” tulisnya lagi.

Sementara itu, Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan yang diminta bantuan oleh Syamsudin mengungkapkan, menurut pengakuan Syamsudin, selama ini ia hanya berdakwah di tanah kelahirannya NTT dan sama sekali tidak melakukan aksi tindakan terorisme, sebagaimana dituduhkan pihak aparat.

“Menyampaikan makalah dakwah di Baranusa tempat kelahiran, 24 juli 2015, isi makalah; 1) tentang makna syahadattain, rukun, syarat, konsekwansi dan membatalkannya, 2) Hukum meninggalkan shalat, 3) Ukhwah Islamiyah menjadi kekauatan Umat Islam. 4) Bagan Masjid. Masjid adalah jantung umat Islam untuk baraktifitas. 5) Hukum Demokrasi,” demikian kutipan pesan singkat yang diterima TPM, pada Ahad (2/8).

Rabu, 05 Agustus 2015

Densus 88 Periksa Terduga Jaringan ISIS NTT

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah".    (QS. Ali Imran : 110) 

Syamsudin Uba (kiri) saat diperiksa Densus 88     (tempo.co)
(Mediaislamia.com) --- Tujuh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 tiba di Kupang, NTT untuk memeriksa dua terduga anggota jaringan “Islamic State of Irac dan Syria/ISIS” Syamsudin Uba (40) dan Zakaria Kiri (40) yang ditangkap pada Jumat (31/7) lalu.

“Mereka (Densus 88) telah tiba di Kupang dari Jakarta pada 06.30 WITA, untuk memeriksa kedua terduga tersebut,” kata Direktur Kriminal Umum Polda NTT Sam Kawengian kepada Antara di Kupang, Selasa.

Ia menjelaskan, sebelum melakukan pemeriksaan langsung terhadap kedua anggota jaringan ISIS di NTT tersebut, sejumlah anggota Densus 88 tersebut telah memeriksa sejumlah barang bukti yang dimiliki oleh kedua terduga tersebut.

Sebelumnya diberitakan, kedua orang tersebut diamankan Polres Alor bersama Intel Korem 1622 Alor di Kalabahi pada Jumat (31/7), setelah menyebarkan selebaran yang berisi tentang ajaran ISIS kepada umat muslim di wilayah Kecamatan Pantar Barat.

Saat Deklarasi dukung ISIS       (shoutussalam.org)
Mereka memprovokasi umat muslim di Pulau Alor untuk bergabung dengan kelompok jaringan Islam radikal ISIS lewat seleberan-selebaran yang disebarkan serta video-video ISIS yang ditemukan dalam laptop milik Syamsudin Uba.

Lebih lanjut, Sam mengatakan saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara tertutup oleh Densus 88 khususnya untuk berkas-berkasnya. Usai memeriksa semua barang buktinya baru kemudian, tujuh anggota Densus 88 tersebut akan kembali memeriksa kedua orang tersebut.

“Kemungkinan besar keduanya akan diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut jika dalam pemeriksaan di sini ditemukan adanya kejanggalan,” ujarnya.

Sebab menurutnya, jika ada kejanggalan dalam pemeriksaan di Kupang, maka akan dibawa ke Jakarta, karena di Indonesia hanya satu pengadilan untuk teroris dan berada di Jakarta.

Selasa, 04 Agustus 2015

Hillary Clinton Akui ISIS Ciptaan AS

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
"Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar".   (QS. Al Baqarah : 255) 

ISIS Buatan AS       (freebeacon.com)
(Mediaislamia.com) --- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam situsnya kembali menyinggung teori konspirasi di mana, dia menuding ISIS buatan Amerika Serikat (AS). Bahkan dalam situsnya, Khamenei menyebut bahwa Hillary Clinton ikut mengakui teori itu dalam memoarnya.

Hillary Clinton kini menjadi kandidat calon presiden AS terkuat. Mantan Ibu Negara AS di era Presiden Bill Clinton itu sempat menjadi Menteri Luar Negeri AS di era Presiden Barack Obama sebelum akhirnya digantikan John Kerry.

”Beberapa orang Amerika telah mengaku dalam memoarnya sendiri (termasuk memoar Hillary Clinton) bahwa mereka telah memainkan peran dalam menciptakan, mengembangkan dan membangun Daesh dan hari ini juga, mereka mendukungnya,” kata Khamenei dalam situs resminya. Daesh adalah istilah Arab untuk menyebut kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)

Tudingan Khamenei itu sejatinya diambil dari pidatonya dalam perayaan Idul Fitri lalu di depan pejabat pemerintah Iran dan para duta besar. Namun, diterbitkan ulang di situs resmi Khamenei, yang dikutip CNS News, Minggu (2/8/2015).

”Sekarang, koalisi terhadap Daesh telah dibentuk. Tentu saja, saya tidak percaya bahwa ada koalisi yang nyata melawan Daesh,” ujar Khamenei.

Dibalik ISIS ada AS       (pkspiyungan.blogspot.com)
”Ini adalah Anda yang merupakan pembela terorisme!,” teriak Khamenei yang ditujukan kepada AS, negara-negara Barat dan sekutu AS di Timur Tengah. ”Ini adalah Anda yang telah menciptakan Daesh. Ini adalah Anda yang melatih para teroris.”

Khamenei juga menuduh musuh-musuh Iran-lah yang telah menciptakan al-Qaeda. ”Organisasi-organisasi kriminal, termasuk al-Qaeda, Daesh dan sejenisnya, diciptakan dengan tujuan mengadu domba kita terhadap satu sama lain dan membuat negara-negara saling berhadapan,” katanya.”Ini telah melampaui batas dan tangan yang berbahaya dari musuh.”

Kata-kata Khamenei, termasuk memoar Hillary Clinton yang diselipkan dalam tanda kurung muncul dalam situs “The Center for Preserving and Publishing the Works of Grand Ayatollah Sayyid Ali Khamenei”. Ada dugaan munculnya memoar Hillary dalam kutipan pidato Khamenei di situs itu karena dimasukkan oleh seorang editor situs itu.

Setahun yang lalu, memoar Hillary itu juga beredar Mesir dan di tempat lain. Bunyinya nyaris sama, yakni Hillary mengakui bahwa AS menciptakan ISIS. Kendati demikian, tidak sedikit yang percaya bahwa memoar Hillary itu palsu.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :




Senin, 20 Juli 2015

ISIS VS Ratu Kecantikan Yordania

Lara Abdallat, Mantan Miss Jordan 2010. (Foto: Twitter)
Amman, 21 Juli 2015 (MediaIslamia.com) --- Seorang mantan ratu kecantikan Yordania yang bergabung dengan kelompok aktivis hacker (hacktivists), aktif dalam perang cyber melawan kelompok Islamic State (ISIS/Daesh).

"Citra Islam di Barat untuk semua non-Muslim rusak oleh makhluk (anggota ISIS). Saya menyebutnya makhluk, saya tidak menyebut mereka manusia," kata Lara Abdallat, Al Arabiya News melaporkan 15 Juli lalu.

Setelah menonton video kematian mengerikan sesama warga Yordania dan pilot Muath al-Kasaesbeh pada bulan Januari, Abdallat memutuskan untuk melakukan sesuatu terhadap perkembangan ISIS di dunia maya.

Miss Jordan 2010 ini bergabung dalam GhostSec, kelompok aktivis online yang berafiliasi dengan gerakan hacktivist Anonymous utama, tujuh bulan lalu.

Abdallat menghabiskan "berjam-jam" dalam sehari melakukan pelacakan “rencana berdarah” ISIS.
"Kami telah menutup lebih dari 100 situs Islamic State, dan menghentikan 55.000 akun Twitter yang digunakan untuk transmisi propaganda, ancaman dan rekrutmen," katanya.

Ketika ditanya “kenapa dia tidak keberatan memunculkan identitasnya sebagai hacktivist anti-ISIS”, Abdallat mengatakan, "Pertama-tama, kami melacak serangan cyber dan perencanaan mereka (ISIS). Jadi, jika mereka berencana apa-apa terhadap saya, saya akan menemukannya dengan mudah, dan mereka tidak."

Internet memainkan peran yang kuat dalam perekrutan anggota ISIS di mana kelompok itu terus menyebarkan propaganda.

"Kami dari berbagai latar belakang, tetapi tujuan kami adalah satu: Penghapusan ISIS dan jatuhnya kekhalifahan," katanya seraya menambahkan bahwa kelompok GhostSec memiliki banyak wanita onboard.


(www.alarabiya.net/MI)

Minggu, 19 Juli 2015

ISIS Mulai Perang Di Arab Saudi, 37 Tewas

Tentara Arab Saudi. (Foto: Getty Images)
Riyadh, 20 Juli 2015 (MediaIslamia.com) --- Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan, sekitar 37 orang termasuk pasukan keamanan dan warga sipil, tewas ketika sekelompok sel pejuang terkait Islamic State (ISIS/Daesh) melakukan serangan terhadap Kerajaan, Sabtu (18/7).

Dikatakan pula lebih dari 120 luka-luka dari pasukan keamanan dan warga sipil. Enam anggota "teroris" juga tewas, Al Arabiya melaporkan.

Selama konferensi pers Sabtu, Kementerian mengumumkan bahwa mereka telah menangkap 431 tersangka terkait dengan ISIS, setidaknya 190 darinya dituduh terlibat dalam serangan terhadap masjid Syiah pada Mei yang menewaskan puluhan jamaah.

Pernyataan itu mengatakan, pihak berwenang juga telah menyita dokumen, perangkat, alat komunikasi, bahan peledak dan senjata yang diselundupkan ke Kerajaan.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan Mei di sebuah masjid di desa Al-Qadeeh di timur Arab Saudi selama shalat Jumat, menewaskan 20 orang.

Pemboman di al-Qadeeh, provinsi Qatif juga menargetkan warga Syiah untuk membangkitkan perselisihan sektarian di negara itu.

ISIS Filmkan Pemenggalan Algojo Remaja Untuk Pertama Kali

Remaja berjuluk "Cub Khilafah" memenggal kepala
seorang tentara Suriah. (Foto: Daily Mail)
Raqqa, Suriah, 19 Juli 2015 (MediaIslamia.com) --- Kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) telah merilis rekaman video yang memperlihatkan seorang remaja memenggal kepala seorang perwira militer rezim Suriah.

Rekaman ini dianggap yang pertama melibatkan remaja dari sejenisnya, media Inggris melaporkan awal pekan ini.

Anak laki-laki muda yang dinamai "Cub Khilafah" itu, terlihat mengenakan hiasan kepala hitam dengan wajah terbuka.

Dia memaksa tentara yang diidentifikasi sebagai kapten di tentara Bashar al-Assad, tengkurap di depan rumahnya agar anak itu dapat menarik kepala korbannya ke belakang dan menyembelihnya dengan pisau kecil.

Kepala yang dipenggal kemudian ditempatkan di atas tubuh korban.

Selama proses pemenggalan kepala, seorang pejuang ISIS dewasa terlihat mengamati eksekusi tersebut, Al Arabiya yang dikutip Rudi News.

Video ini diyakini telah diambil di Istana Hir Barat di Provinsi Homs, setelah prajurit itu ditangkap oleh pejuang ISIS, dekat pos pemeriksaan militer Al-Bosayri.

Tentara yang tidak disebutkan namanya itu diyakini menjadi pemimpin rezim di kota kuno Palmyra, di mana ISIS mengambil alih pada bulan Mei.

Aksi eksekusi tawanan oleh ISIS mengalami perkembangan dengan menggunakan anak-anak remaja sebagai eksekutor.

Sebelumnya beberapa anak telah diperintahkan untuk menembak tawanan dari jarak dekat.

Penayangan video eksekusi ISIS kini bertentangan dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemimpin tertinggi kelompok, Abu Bakr Al-Baghdadi, baru-baru ini yang telah melarang menyiarkan eksekusi tawanan kepada publik.

Sabtu, 18 Juli 2015

ISIS Eksekusi Wartawan Irak Di Mosul

Gambar bendera ISIS di tembok rumah warga Mosul, Irak.
(Foto: dok. Nahar Net)
Mosul, Irak, 19 Juli 2015 (MediaIslamia.com) --- Kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) telah mengeksekusi seorang wartawan Irak di kota Mosul, Irak utara, atas tuduhan mata-mata, pejabat lokal dan rekan wartawan mengatakan Sabtu (18 Juli).

Wartawan bernama Jala al-Abadi dibawa dari rumahnya dengan telepon dan laptop-nya pada tanggal 4 Juni dan dieksekusi pada Rabu (15 Juli) oleh regu tembak setelah divonis oleh pengadilan ISIS.

Seorang mantan pejabat keamanan senior dan sumber medis di Mosul mengkonfirmasi kematian wartawan muda tersebut, Nahar Net melaporkan.

Ayah dua anak kelahiran 1988 itu telah bekerja sebagai juru kamera untuk saluran tv lokal sebelum ISIS mengambil alih Mosul, kota kedua Irak tersebut pada Juni 2014.

Dia meninggalkan kotanya itu, tetapi menurut seseorang yang dekat dengannya, ia kembali ke Mosul karena alasan pribadi, namun tidak dijelaskan.

Abadi ditangkap ketika ia mencoba meninggalkan kota lagi dan diadili oleh ISIS yang telah memerintah kota sejak 10 Juni tahun lalu, dengan dakwaan "membocorkan informasi" tentang kelompok tersebut kepada pers nasional.

ISIS telah mengeksekusi beberapa wartawan di Mosul, ibukota provinsi Nineveh dan kota terbesar yang dikuasai ISIS.

Ketua Jaringan Media Nineveh, Mohammed al-Bayati, mengutuk eksekusi terbaru itu dan mendesak PBB untuk membantu keluarga wartawan yang dibunuh.

(www.naharnet.com/MI)

Jumat, 17 Juli 2015

ISIS Sinai Klaim Bom Kapal Angkatan Laut Mesir

Sebuah kapal AL Mesir terbakar setelah dirudal oleh milisi. (AP)
MediaIslamia.com--- Pada Kamis (16 Juli), kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) di Sinai mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menghancurkan sebuah kapal Angkatan Laut Mesir di lepas pantai Rafah.

Kantor media pendukung ISIS "Sinai State” merilis sebuah gambar yang menunjukkan kehancuran kapal pada hari Kamis, di mana gumpalan asap membumbung dari kapal yang ditargetkan.

Kapal Fregat yang mengapung di lepas pantai kota Rafah, dihantam dengan dua peluru kendali, menyebabkan kehancuran total dan pembunuhan awaknya, menurut Media Center ISIS di Sinai.

Wilayah Sinai di Mesir timur telah berulang kali diserang oleh pejuang yang berafiliasi dengan ISIS.

Pekan lalu, kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas serangan di Sinai yang menewaskan puluhan tentara Mesir.


Kamis, 09 Juli 2015

Presiden Obama : "AS Melatih Tentara ISIS"

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
إن العبد ليتكلم بالكلمة من رضوان الله , لا يلقي لها بالا , يرفعه الله بها درجات , و إن العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله , لا يلقي لها بالا يهوي بها في جهنم
"Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka".    (HR. Bukhari dan Muslim) 

 Obama : AS Melatih tentara Isis      (twtter.com) 
(Mediaislamia.com) --- Presiden Amerika Serikat Barack Obama terpeleset lidah dalam sebuah konferensi pers membicarakan ISIS. Dalam pernyataannya, Obama mengatakan bahwa AS melatih tentara ISIS.

Diberitakan RT, Rabu (8/7), pernyataan Obama itu disampaikan setelah mendapatkan penjelasan dari para pejabat keamanan soal upaya AS dalam mengalahkan ISIS, salah satunya adalah memberikan pelatihan bagi kelompok pemberontak moderat di Suriah.

Namun dalam konferensi pers Senin kemarin, Obama mengatakan bahwa "kami meningkatkan pelatihan pasukan ISIL, termasuk relawan dari suku Sunni di Provinsi Anbar." ISIL adalah sebutan lain ISIS yang biasa digunakan pemerintah AS.
Obama seperti tidak sadar telah mengucapkan kalimat yang salah dan melanjutkan perkataannya. Namun pihak Gedung Putih sepertinya menyadari kesalahan kalimat itu dan melakukan perbaikan dalam transkrip resmi di situs pemerintah.

Dalam transkrip tersebut, kalimat Obama ditambahi kata dalam kurung "Iraqi" atau warga Irak. Namun inisiatif Gedung Putih ini juga terasa aneh dan tidak memperbaiki keadaan. Kalimat "Pelatihan pasukan ISIL (warga Irak)" bermakna seolah AS melatih pasukan ISIL yang berada di Irak.

Kesalahan Obama dan perbaikannya dalam transkrip yang janggal memicu kehebohan di media sosial. Beberapa mengatakan bahwa ini adalah Freudian slip, yaitu tidak sengaja mengatakan hal-hal yang terpendam di alam bawah sadar yang biasanya merupakan kejujuran. Artinya, Obama mengakui bahwa mereka telah melatih ISIS. 


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Selasa, 07 Juli 2015

Obama Akui Kewalahan Hadapi ISIS

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ كَذَّابٌ
"Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta".   (QS. Ghafir : 28) 

Sandiwara Barack Obama   (dcclothesline.com)
(Mediaislamia.com) --- Perang antara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat melawan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah sudah menuai sejumlah keberhasilan. Namun setelah diberi laporan dari para pemimpin militer, Presiden Amerika Barack Hussein Obama mengakui perang melawan ISIS akan memakan waktu.

"Ini tidak akan cepat beres," kata Obama kepada wartawan kemarin. "Kampanye ini jagka panjang. ISIS oportunistik dan gesit. Butuh waktu buat merontokkan mereka," ujar dia, seperti dilansir Financial Review, Selasa (7/7).

Obama menyampaikan pernyataannya itu saat mengunjungi Pentagon. Dia bertemu sejumlah pemimpin militer termasuk Menteri Pertahanan Ashton Carter dan Jenderal Martin Dempsey, Kepala Staf Gabungan dalam operasi melawan ISIS.

Siapa dalang ISIS  sebenarnya ?      (greanvillepost.com)
Sejak musim panas tahun lalu, Amerika dan pasukan koalisi sudah menggempur ISIS sebanyak lebih dari 5.000 kali serangan udara di Irak dan Suriah. 

Obama menyoroti pertempuran di Kota Kobane, Suriah dan Tal Abyad, serta Tikrit di Irak. Menurut dia ISIS sudah kehilangan lebih dari seperempat wilayah yang pernah mereka kuasai. Namun kelompok militan pimpinan ABu BAkar al-Baghdadi itu masih menguasai sejumlah kota penting di Irak dan Suriah.

"Dengan serangan militer memang ada beberapa kemajuan tapi juga ada kemunduran," kata Obama.

Sejak musim panas tahun lalu Obama sudah mengirim 3.500 pelatih militer ke Irak. Dia berjanji tidak akan mengerahkan pasukan Amerika berperang di sana.

Selasa, 07 April 2015

Hamas Janji Balas Aksi ISIS Rebut Kamp Pengungsian

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ 
“Jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian. Akan tetapi jika kalian bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar”.  (QS An Nahl: 126)

Pengungsi Palestina di Yarmouk       (arrahmah.com)
(Mediaislamia.com) --- Kelompok militan ISIS yang telah berhasil menguasai kamp pengungsian rakyat Palestina di wilayah Yarmouk, baru-baru ini menampilkan sebuah gambar aksi pemenggalan dua orang pemimpin Hamas. Hamas pun berjanji akan membalas aksi itu.

Seperti dilansir Daily Mail, Selasa (7/4/2015), keputusan ISIS yang memublikasikan gambar tersebut secara online sontak membuat Kelompok Hamas di Gaza, Palestina, geram.

Ratusan pendukung Hamas di Gaza dilaporkan berjanji akan membalas aksi kelompok militan ISIS yang telah membunuh pemimpin mereka, dan merebut kamp pengungsian rakyat Palestina di wilayah Yarmouk, Kota Damaskus, Suriah.

Diberitakan sebelumnya, ISIS telah melancarkan serangan ke Kamp Yarmouk sejak Rabu 1 April 2015. Milisi Palestina dan tentara Suriah yang berada di sana pun terus melakukan serangan balasan untuk merebut kembali kamp pengungsian tersebut.

Pada 2 April 2015, kelompok ekstremis tersebut dilaporkan telah berhasil merebut Kamp Yarmouk setelah terlibat pertempuran sengit dengan tentara Suriah dan milisi Palestina.

Suriah merupakan salah satu tempat pengungsian warga Palestina terbesar di dunia. Warga Palestina mendiami wilayah Suriah karena terusir akibat pendudukan Israel. PBB mengatakan sekira 18.000 pengungsi berada di Kamp Yarmouk semenjak Pendudukan Israel di tanah Palestina sejak 1947.

Selasa, 31 Maret 2015

ISIS Rekrut Perempuan Muda Suriah Dengan Gaji Tinggi


Wanita ISIS berbincang di taman di Raqqa, Suriah. (ARA News)

(MediaIslamia.com) --- Islamic State atau ISIS merekrut sejumlah perempuan muda Suriah dari keluarga miskin dengan penawaran gaji yang tinggi.

Sumber lokal melaporkan pada Ahad (29/3), ISIS membutuhkan para perempuan muda untuk  bekerja di pedesaan kota Al-Bab, provinsi Aleppo, Suriah utara.

Berbicara kepada ARA
News yang dikutip MediaIslamia.com, Hani Mustafa dari desa Qalaat Kalbin di pedesaan Al-Bab mengatakan, pada Sabtu kelompok tersebut mengumumkan “membutuhkan sejumlah perempuan muda di jajarannya untuk bertugas memeriksa perempuan pedesaan yang berasal dari daerah di luar kendali kelompok serta melakukan investigasi terhadap mereka”.

"Banyak wanita menanggapi panggilan kelompok dan bergabung dalam jajarannya,"
kata Mustafa.

"Alasan
para perempuan bergabung dengan ISIS adalah kebutuhan keuanganyang mendesak karena kondisi ekonomi yang memburuk, dan ISIS memikat mereka dengan gaji tinggi," ujarnya.

Warga Al-Bab lainnya, Yasser Haji, mengatakan kepada ARA News, ISIS mereksrut sejumlah perempuan muda dari keluarga miskin dengan memamfaatkan kebutuhan mereka untuk bekerja.

"Banyak dari perempuan muda men
erima permintaan kelompok karena mereka takut keluarganya mungkin menjadi sasaran dan dirugikan oleh ISIS," kata Haji.

Seorang wartawan Kurdi dari Aleppo, Salem Halabi, mengatakan kepada ARA News, militan ISIS menggunakan perempuan dalam barisannya untuk memeriksa perempuan lain yang berasal dari daerah-daerah di bawah kendali pasukan Kurdi atau oposisi moderat Suriah (FSA).

"Kelompok ini khawatir
, beberapa wanita yang datang ke Al-Bab memiliki hubungan dengan faksi bersenjata anti-ISIS yang mungkin menyusup ke jajaran kelompok dan dapat membocorkan informasi intelijen," kata Halabi.(Gazza)

MediaIslamia.com