Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2015

8 Situs Bersejarah yang Tersimpan di Kompleks Al Aqsa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".   (QS. Al Isra' : 1) 

Masjid al Aqsa      (travel.nationalgeographic.com)
(Mediaislamia.com) --- Di dalam Kompleks Masjid Al Aqsa ternyata masih tersimpan situs-situs bersejarah peninggalan peradaban Islam masa lampau.
Masjid Al-Aqsa merupakan bangunan bersejarah terpenting bagi umat muslim, selain Masjid Al Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini merupakan kiblat pertama umat Islam, sebelum Rasulullah SAW akhirnya diperintahkan Allah SWT untuk memindahkan kiblat ke Masjid Al Haram.

Nilai historis bangunan ini menjadi kian tinggi lantaran di dalam Kompleks Masjid Al Aqsa ternyata hingga kini masih tersimpan situs-situs bersejarah peninggalan peradaban Islam masa lampau.

Nah, berikut ini 8 situs bersejarah yang tersimpan dalam Kompleks Masjid Al Aqsa.

1. Menara Bab Al Ashbath
Bangunan ini terletak di sebelah utara Al Aqsa antara gerbang Hittah dan gerbang Al Ashbath. Bangunan ini merupakan peninggalan zaman Sultan Al Mulk Al Asyraf Sya'ban (764 - 778 Hijriah atau 1363 - 1376 Masehi).

2. Qubbah Al Silsilah
Qubbah Al Silsilah dibangun oleh kehalifahan Bani Umayyah, Abdul Malik bin Marwan (65 - 68 Hijriah atau 507 - 685 Masehi). Kubah ini berdiri di atas bangunan segi enam yang ditopang oleh enam tiang.

Dinamakan Qubbah Al SIlsilah, yang berarti 'Kubah Rangkaian' karena adanya rangkaian cahaya yang tergantung di dalamnya dan bisa dilihat dari luar. Rangkaian cahaya ini bak tergantung antara langit dan bumi.

3. Menara Gerbang Silsilah
Situs bersejarah yang satu ini terletak di sebelah barat Al Aqsa antara Gerbang Silsilah dan Sekolah Al Asyrafiyah. Menara Gerbang Silsilah didirikan pada zaman Sultan Al Nashir Muhammad bin Qalawan (741 - 809 Hijriah atau 1309 - 1340 Masehi).

4. Menara Al Magharibah
Menara ini terletak di bagian barat Al Aqsa. Dibangun oleh Hakim Syarifuddin Abdurrahman bin Al Shahib, salah seorang menteri dari Sultan Fakhruddin Al Khalily yang merupakan 'pelindung' Al Aqsa tahun 677 Hijriah.

5. Qubbah Mi'raj
Bangunan ini terletak di sebelah barat Masjid Al Aqsa agak miring ke sebelah utara. Qubbah Miraj merupakan peninggalan masa Kesultanan Al Ayubiyah tepatnya pada masa SUltan Al Amlik Al Adil Saifuddin Abi Bakar (596 - 615 Hijriah atau 1200 - 1218 Masehi).

6. Qubbah Nahwiyyah
Situs ini terletak di pojok barat daya Masjid Al Aqsa, dan dibangun pada zaman Al Ayubiyyah tepatnya pada masa Sultan Malik Isa tahun 604 Hijriah atau 1207 Masehi.

Dulu bangunan ini difungsikan sebagai tempat belajar bahasa Arab karena Sultan Malik Isa terkenal dengan kecintaannya pada bahasa Arab.

7. Mimbar Masjid Al Aqsa
Bangunan ini dibuat atas perintah Syekh Nuruddin Zanki yang dihadiahkan kepada Salahuddin Al Ayyubi atas keberhasilannya membebaskan Palestina dari cengkeraman tentara Israel

8. Al Shakhra
Al Shakhra lebih dikenal dengan sebutan Dome of The Rock yang berarti 'kubah batu'. Dome of The Rock merupakan masjid yang dibangun oleh Khalid bin Walid atas perintah langsung Khalifah Umar bin Khattab RA pada tahun 15 hijriah atau 636 Masehi. Masjid ini merupakan simbol penaklukan Yerussalem, Palestina dari tangan Israel.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Senin, 17 Agustus 2015

Kisah Tentang Si Penyebar Kabar Indonesia Merdeka

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
"Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar".    (QS. An Nur : 14) 

Jusuf Ronodipuro       (cnnindonesia.com)
(Mediaislamia.com) --- Namanya Jusuf Ronodipuro. Tak banyak orang mengenal dirinya. Sebab, ia bukan sosok yang kerap diceritakan guru-guru sejarah di sekolah. Bukan pula tokoh yang muncul dengan ucapan yang berapi-api di podium-podium perjuangan. Namun jika tak ada dirinya, pernyataan kemerdekaan Indonesia tak akan bisa terdengar hingga ke manca negara.

Cerita soal Jusuf dan proklamasi kemerdekaan Indonesia bermula dari sebuah petang pada 17 Agustus 1945. Kala itu sekitar pukul 17.30 WIB Jusuf sedang berada di kantornya, Hoso Kyoku -sebuah Radio Militer milik Jepang di Jakarta. 

Tanpa diduga, tiba-tiba muncul seorang pemuda bernama Syahruddin dari kantor berita Domei yang masuk dengan meloncati tembok belakang kantor milik Jepang itu. Dari tangan Syahruddin, secarik kertas berisi pesan dari Adam Malik -tokoh pergerakan yang kelak menjadi Wakil Presiden ketiga Indonesia- berpindah tangan.
Pesan Adam Malik: "Harap berita terlampir disiarkan”. Berita yang dimaksud Adam ternyata adalah naskah proklamasi yang sudah dibacakan Soekarno dan Mohammad Hatta pukul 10 pagi hari itu.

Mendengar kepercayaan yang diberikan kepadanya itu, Ronodipuro lantas berunding dengan beberapa koleganya, termasuk Bachtiar Lubis -kakak kandung dari Mochtar Lubis wartawan kelak memimpin Harian Indonesia Raya. Alhasil setelah berdiskusi soal strategi, tepat pukul 19.00 WIB Jusuf membacakan ulang naskah proklamasi yang siarannya ditangkap di semua pelosok. 

Kala itu Jusuf dan Bachtiar menggunakan ruang siaran luar negeri yang ditutup pihak Jepang pada 15 Agustus 1945. Sebuah kebetulan hari itu ruangan tidak dijaga, tapi masalah tidak selesai hingga di situ, sebab mereka harus membuat seolah-olah siaran itu mengudara dari siaran dalam negeri. 

Proklamasi Kemerdekaan RI      (ayhasamsuel.blogspot.com)
"Ada satu orang petugas teknik yang dengan ringan bicara kalau itu mudah, namanya Joe Saragih. Katanya, bisa saja, 'kan tinggal dicolok," kata Jusuf seperti dituliskan LP3ES dalam situsnya. Jusuf adalah penasehat bagi Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), nirlaba dan otonom. 

Upaya Jusuf itu akhrinya berhasil. Sementara ada penyiar yang berada di ruang siaran dalam negeri tetap pura-pura membaca berita, sebagai kedok bagi penjagaan Jepang, Jusuf membacakan naskah proklamasi itu tepat pada acara berita malam selama sekitar 15 menit. 

Siaran Jusuf inilah yang akhirnya banyak didengar orang di seluruh pelosok Indonesia dan dunia. Membuat para pendengar tahu bahwa hari itu Indonesia telah bebas merdeka. Proklamasi yang dibacakan ulang oleh Jusuf membuat dunia terbelalak bahwa telah lahir sebuah bangsa baru yang berdaulat penuh, bernama Indonesia.

Selesai 15 menit siaran, aksi Jusuf ternyata harus dibayar mahal. Ia dan kawan-kawannya ditangkap oleh Kempetai -intelijen jepang- lantas dipukuli. Alhasil lutut kiri Jusuf cacat akibat diinjak oleh sepatu lars tentara. Bahkan kepalanya nyaris dipenggal oleh samurai jepang. Beruntung Jusuf dapat lolos dari ancaman maut.

Dengan kondisi payah dan pakaian berlumuran darah, Jusuf kemudian berusaha bangkit. Awalnya, Jusuf ingin pulang ke Salemba, namun badannya tidak kuat akibat luka bekas pukulan. Lantas dengan bersepeda ia singgah ke rumah sahabatnya, Basuki Abdulah di daerah Gambir buntu. Besoknya balik ke rumah sakit di Salemba, dan bertemu dokter Abdurahman Saleh. Dari pertemuan itu juga cikal bakal Radio Republik Indonesia berdiri.

Jusuf adalah salah seorang pendiri Radio Republik Indonesia (RRI) pada tanggal 11 September 1945. Sebelumnya, bersama teman-temannya ia terlibat dalam perebutan stasiun radio di seluruh Jawa dari tangan Jepang. Jusuf juga pencipta slogan RRI "Sekali di udara, tetap di udara". 

Saat menjabat Kepala Stasiun RRI Jakarta pada 1950, Jusuf-lah yang merekam (dengan terlebih dahulu membujuk) Bung Karno untuk membaca kembali teks proklamasi. Hasilnya, RRI memiliki satu-satunya rekaman deklarasi kemerdekaan Indonesia. 

“Bapak tak banyak bercerita soal kisah hidupnya, bukan artinya ia tak penting, bapak adalah orang yang tak suka menonjolkan diri,” kata Dharmawan Ronodipuro putra sulung Jusuf Ronodipuro, saat berbincang dengan CNN Indonesia Rabu pekan lalu.

Kamis, 06 Agustus 2015

Saksi Hidup Korban Selamat Bom Atom AS di Hiroshima

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".    (QS. Ar Rum : 41) 

Bom Atom di Hirosima Jepang       (presstv.ir)
(Mediaislamia.com) --- Chiyoko Kuwabara nama pria Jepang ini. Dia adalah salah satu korban selamat dari bom atom atau bom nuklir yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di Horoshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II, 6 dan 9 Agustus 1945.

Kuwabara baru berusia 13 tahun saat peboman dahsyat sepanjang sejarah itu terjadi. Kendati demikian, dia tidak bisa melupakan peristiwa mengerikan yang dia alami 70 tahun silam. Salah satunya melihat langsung jasad tubuh adiknya yang gosong menghitam akibat pemboman itu.

Menurutnya, saat itu banyak ibu yang selamat tidak bisa mengenali jasad anak-anak mereka yang hangus. Sedangkan orang-orang yang masih hidup menjerit kesakitan.

Lebih dari 80 ribu warga sipil tewas dalam sekejap saat bom atom dijatuhkan Angkatan Udara AS di Hiroshima dengan perangkat yang dinamakan “Little Boy”. Jumlah korban yang nyaris sama terjadi di Nagasaki oleh serangan yang dinamakan “Fat Man”.

Parahnya, dalam hitungan bulan dan tahun setelah pemboman dahsyat itu ribuan orang meninggal akibat radiasi nuklir.

Pada Agustus 2014, Kota Hiroshima dan Nagasaki merilis daftar nama-nama lebih dari 450 ribu orang yang meninggal dalam tragedi itu. Rinciannya, 292.325 orang di Hiroshima dan di Nagasaki 165.409 orang.

”Ada mayat di semua tempat dan kapan ibu-ibu akan berjalan mencari anak-anaknya, dia kadang-kadang akan mendengar teriakan yang memanggil 'ibu ... ibu ...’,” tutur Kuwabara.

”Tapi, jika mereka melihat wajah anak-anaknya, mereka tidak bisa mengenalinya. (Padahal) anak-anak itu mengenal ibu mereka,” lanjut Kuwabara seraya meneteskan air mata mengenang tragedi itu.

Orang-orang seperti Kuwabara yang hidup di Jepang disebut sebagao Hibakusha. Itu adalah istilah bagi mereka yang terkena radiasi dari bom nuklir.

Kuwabara yang diwawancarai Russia Today, Rabu (5/8/2015) menunjukkan Museum “Hiroshima Peace Memorial”. Di museum itu ditampilkan potret kengerian pemboman nuklir, baik dampak kerusakan maupun ekspresi orang-orang yang sekarat dan meninggal oleh bom.

”Ini membuat saya menderita untuk melihat foto-foto ini. Orang yang menderita. Saya pikir mereka semua mati,” katanya saat melihat foto-foto yang ada di museum.

Meski sudah lewat 70 tahun, Kuwabara merasa kecewa dengan Pemerintah AS  yang saat ini dipimpin Presiden Barack Obama. ”Dia (Obama) mengatakan, bahwa ia akan mengurangi senjata nuklir. Sebaliknya ia meningkatkannya. Apa pun kata-kata indah atau tindakan yang dilakukannya, saya pikir Amerika tidak bertindak dengan ketulusan. Setidaknya dia harus datang ke Hiroshima dan Nagasaki serta memberikan penghormatan.”


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Rabu, 22 April 2015

Pertemuan Parlemen Asia-Afrika Awali Sejarah di KAA ke 60

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik".  (QS. Ali Imran : 110) 

Pertemuan Parlemen di KAA ke-60        (dpr.go.id)
(Mediaislamia.com) --- Hari ini akan menjadi sejarah, karena lahirnya pertemuan parlemen antarnegara pertama di dunia. Beruntung, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam acara bernama Konferensi Parlemen Asia-Afrika atau Asia-Africa Parliamentary Conference to Commemorate The 60th Asian African Confrence tersebut.

Bertempat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, acara ini akan dihadiri oleh 33 negara yang terdiri dari 30 parlemen dan 3 perwakilan negara. Semuanya akan berdialog tentang ekonomi, politik, sosial, dan budaya global.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB, Kamis (23/4/2015) itu tambah spesial karena akan menghadirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pembicara utama.

Ketua DPR RI, Setya Novanto dalam keterangan persnya mengatakan bahwa konferensi tersebut dihelat dalam rangka menjalankan amanat UU MD3 Pasal 69 Ayat (2) tentang fungsi DPR, yakni mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri.

"Melalui konferensi ini, DPR RI percaya bahwa keterlibatan Asia dan Afrika secara komprehensif perlu dilakukan dengan membuka jalan bagi keterlibatan antarparlemen, terutama untuk mempertajam kerangka kerja sama," tegas Setya.

 Jokowi buka konfrensi Parlemen AA    (antaranews.com)
Setnov kemudian membeberkan beberapa tujuan penyelenggaraan Konfrensi Parlemen Asia-Afrika seperti berikut.

1. Sebagai forum parlemen Asia dan Afrika dalam menyamakan perspektif dan solusi bagi tantangan Asia dan Afrika di masa depan.

2. Untuk konsolidasi dan penguatan peran parlemen dalam membangun Kerjasama Selatan-Selatan dalam konteks New Asia Africa Strategic Partership (NAASP).

3. Menyalurkan perspektif parlemen negara-negara Asia-Afrika dalam penajaman agenda pembangunan global pasca 2015.

Selain itu, pertemuan itu juga akan membahas isu kemerdekaan Palestina, "Hingga kini Palestina masih memperjuangkan cita-cita untuk merdeka. Masalah Palestina adalah amanat pembukaan UUD 1945 yang boleh jadi menjadi satu-satunya masalah klasik terkait hak menentukan nasib sendiri (self-determination) yang belum terselesaikan hingga kini," tutur Setnov.

Selasa, 14 April 2015

Alasan Bandung Jadi Tuan Rumah KAA 1955

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman".  (QS. Yusuf : 111) 

Gedung Merdeka Bandung      (objek-wisata.com)
(Mediaislamia.com) --- Kota Bandung terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955. Namun, tahukah mengapa Kota Kembang yang terpilih?

“Pada 1955, Bandung adalah kota yang paling siap infrastrukturnya jika dibandingkan Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia,” ujar mantan Kepala Museum KAA, Isman Pasha, saat dihubungi Okezone, Senin (13/4/2015).

“Jakarta saat itu belum ada Gedung Jakarta Convention Center (JCC), sedangkan Bandung sudah ada yakni Gedung Merdeka,” tambahnya.

Selain karena sudah ada Gedung Merdeka, di Bandung juga sudah ada Hotel Savoy Homan dan Hotel Preanger yang berdekatan dengan tempat pelaksanaan KAA. Hal itu menjadikan lebih mudah mengaturnya.

Hotel Savoy Homan Bandung      (indonesia.travel)
Isman menambahkan, pemilihan Kota Bandung juga tidak lepas dari kontroversi. Pasalnya, masih ada pemberontakan DI/TII yang berpusat di wilayah Tasikmalaya yang bisa saja mengancam pelaksanaan KAA.

Sekadar informasi, pada 1955, Kota Bandung khususnya di sekitar Gedung Merdeka sudah banyak berdiri gedung-gedung besejarah. Bandingkan dengan Jakarta yang pada waktu itu belum banyak gedungnya.

Hawa Kota Bandung yang sejuk dan tidak terlalu jauh jaraknya dari Ibu Kota juga menjadi bahan pertimbangan lain di kala itu.

Selasa, 07 April 2015

Dokumen Supersemar Ditemukan Bersama Surat Cerai

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُم بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِن مَّحِيصٍ
"Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)" ?  (QS. Qaf : 36) 

Supersemar    (nasional.inilah.com)
(Mediaislamia.com) --- Setelah hampir setengah abad menjadi misteri dan terkubur dalam timbunan tanda tanya, teks asli Surat Perintah Sebelas Maret akhirnya ditemukan. Dokumen penting dalam sejarah Indonesia modern itu terserak bersama setumpuk surat gadai dan selembar akta cerai.

Penemuan tersebut menandai adanya versi keempat Super Semar, dari tiga versi yang telah ada selama ini. Dokumen tersebut ditemukan di sebuah rumah tua tak terurus di RT 5, RW 3, kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, Rabu (1/4/2015). Warga menyatakan rumah itu milik alm Slumun bin Slamet yang semasa hidupnya pun sebatang kara.

Belum jelas, bagaimana Slumun sampai bisa menyimpan dokumen penting tersebut. Namun jelas, Slumun sangat mengerti arti penting dokumen itu yang ditemukan dalam sebuah koper besi yang ditanam di sebuah kamar di rumah yang hampir roboh itu. Paling tidak, ia menyimpannya bersama dengan dokumen penting lain, yakni segepok surat gadai dan akta cerai.

Selama ini Super Semar seolah berselimutkan kabut pekat. Mulai dari siapa penulis (pengetik) teks dokumen; serta apakah benar Bung Karno saat menuliskan Super Semar itu berada dalam todongan pistol sebagaimana dikatakan saksi penandatanganan dokumen tersebut, alm Soekardjo Wilardjito. Bahkan yang paling esensial, bagaimana mungkin teks asli dokumen penting tersebut sempat raib tak tentu rimba hingga berbilang dekade.

Hingga saat ini ada beberapa orang yang mengaku mengetik naskah asli Supersemar. Dari beberapa pengakuan tersebut, yang paling dipercaya adalah Letnan Kolonel Ali Ebram, yang pada saat peristiwa Supersemar menjabat sebagai staf Asisten I Intelijen Resimen Tjakrabirawa.

Soekarno dan Soeharto   (djadja.wordpress.com)
Indonesianis terkenal Benedict Anderson mengungkap adanya seorang tentara yang pernah bertugas di Istana Bogor bersaksi tentang kop surat yang dipakai dalam naskah asli Supersemar. Menurut tentara yang saat ini tidak diketahui namanya tersebut, teks naskah asli diketik di atas surat berkop Markas Besar Angkatan Darat, bukan kertas berkop Presiden Republik Indonesia. Hal inilah yang menurut Ben dapat menjadi jawaban mengapa Supersemar hilang atau sengaja dihilangkan.

Isu ditodongnya Bung Karno sendiri beredar sejak Soekardjo Wilardjito, anggota Resimen Tjakrabirawa, mengungkapnya pada 22 Agustus 1988. Saat itu Soekardjo, di kantor LBH Yogyakarta, bercerita bahwa empat jenderal, M. Panggabean, M. Jusuf, Basuki Rachmat, dan Amir Mahmud, pada 11 Maret 1966 sekitar pukul 01.00 datang menghadap Presiden Sukarno di Istana Bogor. Mereka datang meminta Bung Karno menandatangani surat dalam map berwarna merah jambu.

Pada saat M. Jusuf menyodorkan surat dalam map itu, M. Panggabean dan Basuki Rachmat mengeluarkan pistol. Melihat situasi demikian, Soekardjo selaku anggota pengawal presiden Tjakrabirawa yang sedang menggantikan ajudan presiden Komisaris Besar Polisi Sumiratjuga segera mengeluarkan pistol, tetapi dicegah Sukarno.

Sepuluh tahun kemudian, pengakuan Soekardjo dan perjalanan hidupnya itu dibukukan dalam Mereka Menodong Bung Karno: Kesaksian Seorang Pengawal Presiden, terbit 2008.

Tetapi pengakuan Soekardjosendiri dibantah mantan Wakil Komandan Tjakrabirawa, Maulwi Saelan. "Dia (Soekardjo) itu omong kosong. Tidak ada nama dia dalam Tjakrabirawa," kata Maulwi kepada majalah sejarah populer, Historia, beberapa waktu lalu. Menurut Maulwi, ring satu Tjakrabirawa adalah Detasemen Kawal Pribadi dari Kepolisian yang dipimpin Komisaris Polisi Mangil Martowidjojo, ring dua Corps Polisi Militer (CP), serta ring tiga dari infantri Angkatan Darat, marinir (Korps Komando) Angkatan Laut, dan Pasukan Gerak Tjepat (PGT) Angkatan Udara. Selain itu, Soekardjo adalah anggota infantri berpangkat letnan dua.

Selain itu, "Yang datang menghadap Sukarno hanya tiga orang, M. Jusuf, Basuki Rachmat, dan Amir Mahmud," ujar Maulwi. "KASAD M. Panggabean berada di Jakarta."

Tak hanya Maulwi, M. Panggabean juga sempat membantah dan menyatakan dirinya tidak ikut menghadap Sukarno. Belum lagi pada 4 September 1998, M. Jusuf menguatkan bahwa yang menghadap Sukarno hanya dirinya, Basuki Rachmat, Amir Mahmud; dan mereka di sana sampai pukul 20.30, bukan dini hari sebagaimana kata Soekardjo.

Tetapi misteri paling besar menyangkut Super Semar adalah lenyapnya teks asli dokumen itu. Bagaimana mungkin dokumen penanda peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto, orang kuat yang 32 tahun berkuasa dan kekuasaannya digambarkan Benedict Anderson sebagai the slightest lifting of his finger should be able to sent a chain of actions in motion itu bisa hilang ?