Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2015

Jama'ah Haji Palestina Pulang Pintu Rafah Dibuka

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Di antara umrah yang satu dan umrah lainnya akan menghapuskan dosa di antara keduanya dan haji mabrur tidak ada bahasannya kecuali surga”.    (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). 

 Rafah dibuka untuk Jama'ah Haji Palestina    (republika.co.id)
(Mediaislamia.com) --- Pemerintah Mesir menutup perbatasan Rafah setelah pembukaan tiga hari untuk memungkinkan masuknya jamaah Palestina yang baru tiba dari Arab Saudi setelah menunaikan ibadah haji, seorang pejabat di perbatasan mengatakan kepada kantor berita MENA, Jumat kemarin (9/10/2015).

Total jumlah jamaah yang menyeberangi perbatasan selama dua hari sebanyak 2.258, bersama dengan 29 warga Palestina yang dideportasi ke Jalur Gaza.

Sambut kepulangan Jama'ah Haji Palestina  (arrahmah.com)
Jalur Gaza telah mengalami tiga serangan Israel dalam enam tahun terakhir yang diklaim telah menewaskan 3.760 jiwa dan menghancurkan atau merusak 100.000 unit rumah.

Lebih dari 100.000 orang masih mengungsi, yang menyebabkan tingginya permintaan obat-obatan dan bahan konstruksi.

Ketika terbuka, perbatasan Rafah digunakan oleh konvoi bantuan kemanusiaan untuk mengangkut barang-barang yang sangat dibutuhkan warga di Suriah.

Update : Tragedi Mina, Jama'ah Haji Indonesia Syahid 123 Orang

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
"Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan".    (QS. Ali Imran : 109) 

Tragedi Mina di Arab Saudi       (tio.ch)
(Mediaislamia.com) --- Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa berdesak-desakan di Jalan 204, Mina, bertambah menjadi 123 orang. Tim identifikasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berhasil memverifikasi tiga jenazah sebagai jamaah haji asal Indonesia. 

Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi mengatakan, jumlah WNI yang menjadi korban Mina pada data sebelumnya sebanyak 120 orang, terdiri atas 115 jamaah haji dan lima WNI yang bermukim di Saudi. "Ada tambahan tiga orang, sehingga menjadi 123 orang," kata dia, Jumat (9/10). 

Arsyad menyebutkan, tiga jamaah teridentifikasi itu berasal dari dua kelompok terbang (kloter) yang melaporkan jamaahnya belum kembali sejak peristiwa di Jalan 204, Mina, Saudi, Kamis (24/9). Seorang korban yang teridentifikasi dari Kloter BTH 14 dan dua orang dari Kloter JKS 61. 

Situasi Mina di Arab Saudi      (giornalettismo.com)
Dia memerinci, Kaslan Marhaji Taher dari Pontianak yang tergabung dalam Kloter BTH 14 dengan nomor paspor A7522077. Dua korban dari Jawa Barat tergabung dalam Kloter JKS 61, yaitu Imas Masyitoh Suhandi dengan nomor paspor B0745289 dan Yoyo Sutaryo Suharmi dengan nomor paspor B0745302. 

Arsyad menyatakan, hasil identifikasi tiga jenazah ini sekaligus mengurangi jumlah jamaah yang dilaporkan belum kembali. "Berkurang tiga menjadi lima orang," kata dia. Dua jamaah berasal dari Kloter BTH 14 dan tiga jamaah lainnya dari Kloter JKS 61.

Kamis, 01 Oktober 2015

Update : Tragedi Mina, Jama'ah Haji Indonesia Syahid 59 Orang

Allah Subhanahu WA ta'ala Berfirman :
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya".   (QS. Al A'raf : 34) 

Tragedi Mina jadi pelajaran       (news.detik.com)
(Mediaislamia.com) --- Korban warga negara Indonesia (WNI) yang tewas akibat insiden Mina bertambah lagi jadi total 59 orang per Kamis (1/10) dini hari waktu Arab Saudi. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Kementerian Agama berhasil mengidentifikasi dua jenazah baru WNI yaitu Abdul Wahab Idris Jafar (Kloter BTH 14) dan Hosen Ibrohim Nimat (Kloter SUB 48).

“Dengan demikian jumlah jemaah haji yang telah diidentifikasi wafat menjadi 59 orang terdiri dari 55 jemaah haji asal Indonesia dan empat orang WNI mukimin (orang yang bermukim di Saudi),” kata Kepala Daerah Kerja Mekah Arsyad Hidayat lewat siaran pers dari Mekah, Kamis (1/10).

Terkait pemakaman jenazah, Arsyad mengatakan otoritas Saudi memungkinkan untuk memulangkan para korban wafat ke Tanah Air. “Namun selama ini jemaah haji Indonesia justru lebih memilih untuk memakamkan jenazah keluarganya yang wafat di kota suci Mekah ini,” ujar Arsyad.

Arsyad mengatakan terhitung sejak insiden terjadi tanggal 24 September sampai hari ini, 1 Oktober, usia jenazah sudah tujuh hari. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya wabah penyakit, pihak Muaishim (tempat persemayaman jenazah) sudah memutuskan hari Senin (28/9) untuk memakamkan jenazah yang sudah teridentifikasi.

Peta lokasi tragedi Mina       (jakartagreater.com)
“Ini sebagai upaya pihak Muaishim sesuai arahan Kementerian Kesehatan agar tidak terjadinya penularan wabah penyakit yang tidak diinginkan,” kata Arsyad.

Untuk korban luka yang sedang dirawat di rumah sakit, Arsyad mengatakan jumlahnya berkurang menjadi empat orang. Seorang jemaah atas nama Murtiningsih Neman Sunar Akun (Kloter SUB 48) telah dipulangkan kembali ke kloternya. Sedangkan, jemaah haji yang dilaporkan belum kembali, berkurang dari semula sebanyak 78 orang menjadi 74 orang.

Arsyad mengatakan jemaah haji yang cedera namun telah sembuh tetap bisa menyelesaikan ibadah hajinya. Dia mengakui adanya trauma psikologis dari sejumlah korban peristiwa Mina, tapi hal itu terjadi di hari-hari pertama setelah tragedi itu.

"Setelah dilakukan pendekatan dari ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu, kondisi jemaah sudah mulai membaik," kata Arsyad.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Rabu, 30 September 2015

Gendong Ibunya Naik Haji, Badri Sebagai "Uwais Al-Qorni Indonesia"

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".    (QS. Al Isra' : 24) 

Haji Badri gendong ibunya     (pkspiyungan.org)
(Mediaislamia.com) --- Jamaah Haji Indonesia beritanya dilansir media Arab Saudi, dipuji sebagai Uwais Al-Qorni Indonesia. Uwais Al-Qorni adalah seorang Tabi'in utama yang dikenal karena baktinya yang luar biasa terhadap ibunya.

Khalifah Umar bercerita, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nanti akan datang seseorang bernama Uwais bin ‘Amir (Uwais Al-Qarni) bersama serombongan dari Yaman. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali bagian satu dirham. Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti padanya. Seandainya ia mau bersumpah pada Allah, maka akan diperkenankan yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.”

Haji Badri, 53 tahun, dari Indonesia menuaikan haji tahun ini bersama ibundanya yang sudah sepuh berusia 85 tahun. Haji Badri menggendong ibundanya selama ibadah haji tahun 1436 hijriah (2015) ini.Mulai dari berangkat dari rumah Indonesia sampai tuntas melaksanakan Rukun Haji. Beliau merawat, menggendong ibunya kemananapun sampai saat ini.

Semoga beliau dan ibundanya diberikan Haji Mabrur, senantiasa diberikan kesehatan lahir batin.


Selasa, 29 September 2015

Update : Tragedi Mina, Jama'ah Haji Indonesia Syahid 57 Orang

Allah Subhanahu WA Ta'ala Berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian”.   (Surat Ali `Imran : 185). 

Jama'aj Haji Indonesia        (kukulutus.com)
(Mediaislamia.com) --- Jumlah jamaah haji Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam peristiwa Mina terus bertambah dan sampai Rabu pukul 02.00 Waktu Arab Saudi (WAS) telah mencapai 57 orang, naik 11 orang dari rilis sebelumnya sebanyak 46 orang.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015, Arsyad Hidayat, mengatakan, jumlah jenazah jamaah Indonesia yang baru teridentifikasi tersebut masih berasal dari kontainer mayat yang lama.

"Sampai saat ini masih ada lima kontainer yang belum dibongkar, empat diantaranya dibawa ke Jeddah," katanya penyampaian pembaharuan data korban peristiwa Mina, di Mekkah, Arab Saudi, Rabu (30/9/2015) dini hari dikutip Antara.

Ia mengatakan ke-11 jenazah baru berhasil diidentifikasi tidak hanya melalui penelusuran file pelengkap jenazah yang ada di pemulasaran mayat Al Mu'ashim, namun juga identifikasi melalui sidik jari, mengingat saat ini kondisi jenazah sudah semakin memburuk .

"Kami juga coba masuk ke bagian DVI untuk menelusuri (jamaah yang menjadi korban meninggal) melalui sidik jari, karena kini kondisi jenazah, seperti wajah, sudah berubah. Sidik jari menjadi sangat membantu," kata Arsyad.

Korban Tragedi Mina       (news.okezone.com)
Kendati kondisi jenazah sudah sulit dikenali, namun menurut dia, untuk identifikasi para korban belum memerlukan pemeriksaan lewat DNA.

Identifikasi melalui sidik jari masih menjadi andalan, mengingat semua jamaah yang masuk ke Arab Saudi, jari mereka dipindai oleh imigrasi.

Sekretaris Daker Mekkah Nur Alia Fitria mengatakan 11 tambahan jamaah Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam peristiwa Mina sebagian besar berasal dari kloter 61 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 61) atau jamaah dari Jawa Barat yaitu delapan orang, kloter 14 embarkasi Batam (BTH 14) sebanyak dua orang, dan kloter 10 embarkasi Makasar (UPG 10) satu orang.

Berikut nama-nama 11 jenazah yang baru teridentifikasi yaitu:
1. Lilis Suryani Misbah Ijudin, kloter JKS 61 nomor paspor B0932986
2. Otong Bastaman Sutisnamiharja, kloter JKS 61 nomor paspor B0932958
3. Nana Hendiana Idi, kloter JKS 61 nomor paspor A7917997
4. Maemunah Dasa Sasmita, kloter JKS 61 nomor paspor B0733173
5. Atang Gumawang Dede Herlan, kloter JKS 61 nomor paspor B0733175
6. Karmah Padma Kertapraja, kloter JKS 61 nomor paspor B0745293
7. Tuti Kuswarti Daman, kloter JKS 61 nomor paspor B1442338
8. Iis Masriah Kastoni Mardo, kloter JKS 61 nomor paspor A7026769
9. Ida Murtika Porie, kloter BTH 14, nomor paspor B1306300
10. Suryati Sahran Ribut, kloter BTH 14 nomor paspor B1306350
11. Nur Alam Iljas, kloter UPG 10 nomor paspor B0694654
Sebelumnya PPIH telah mengumumkan 46 jamaah Indonesia yang telah menjadi korban peristiwa Mina, terdiri dari 42 jamaah berasal dari Tanah Air dan empat warga negara Indonesia (WNI) yang telah bermukim di Arab Saudi.

Para jamaah yang telah menjadi korban tersebut adalah :
1. Nabana Matsen Tarif (BTH 14)
2. Reni Arfiani Kaherdin (BTH 14)
3. Ponpon Sadjaah Sastrapradja (BTH 14)
4. Adryansyah Idris Usman (BTH 14)
5. Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar (BTH 14)
6. Dahlia Sulaiman Hamdan (BTH 14)
7. Tanti Puspitawati Suharsono (JKS 61)
8. Rina Ocktarina Siroz Thoyib, (JKS 61)
9. Neneng Nurjuwitawati Deni Sahroni (JKS 61)
10. Erik Suryaman Aceng Kartika (JKS 61)
11. Eni Sukarni Oyo (JKS 61)
12. Atik Suryati Suarno (JKS 61)
13. Endang Sutiani Atang (JKS 61)
21. Dede Kurniasih Sulaeman (JKS 61)
22. Dadang Barmara Memed (JKS 61)
23. Rosidah Adjo Madusri (JKS 61)
24. Tasmudji Agung Seputro (SUB 48)
25. Muzayyana Tahir Saruni (SUB 48)
26. Nero Sahi Astro (SUB 48)
27. Abdul Halim bin Ali Satina (SUB 48)
28. Hamid Atwi Tarji Rofia (SUB 48)
29. Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo (SUB 48)
30. Yusriani Muhammad Qohar (SUB 48)
31. Siti Muanifah Zainudin Sahlan (SUB 61)
32. Abdul Karim Sumarmi Idris (SUB 46)
33. Nadjemiah Samad Madjida (UPG 10)
34. Yahman Mistan Meslan (UPG 10)
35. Sitti Lubabah Arsyad Ngolo (UPG 10)
36. Sri Prabandari Markani (SOC 62)
37. Susimah Slamet Abdullah (UPG 10)
38. Ratna Abdul Gani Muhammad (BDJ 1)
39. Ruswati Karim Lawadang (BPN 5)
40. Warnita Habib Basa (BTH 4)
41. Ardani Moch Ali Siradj (SOC 29)
42. Junaedi Sjahrudin Marjun (SUB 36)

Sementara jenazah jamaah WNI yang bermukim di Arab Saudi atas nama
1. Akhmad Jamhuri bin Hisyam, nomor iqomah 2362046928;
2. Wartoyo Usman Kalib, nomor iqomah 2389005337;
3. Asdinur Sanuri Hamzah nomor iqomah 2381436951.
4. Rumiati binti Nomo alias Aminah


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Senin, 28 September 2015

Update : Tragedi Mina, Jama'ah Haji Indonesia Syahid 46 Orang

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
“Mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya".    (QS. Al Nisaa : 69)  

Jama'ah Haji Indonesia      (wahanahajiumrah.com)
(Mediaislamia.com) --- Jemaah haji Indonesia yang wafat akibat tragedi Mina kembali bertambah. Kini, tercatat Jemaah haji yang wafat menjadi 46 orang atau, bertambah satu orang dari data sebelumnya Jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 45 orang.

Kepala Daerah Kerja Mekkah, Arsyad Hidayat mengatakan terjadi penambahan satu korban tragedi Mina asal Indonesia yang wafat. Korban yakni Dahlia Sulaiman kloter 14 embarkasih Batam (BTH 14).

Arsyad mengatakan, jumlah korban yang wafat terdiri dari 42 Jemaah haji Indonesia dan empat warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Arab Saudi (Mukimin).

Sementara itu, korban yang mengalami luka dan harus dirawat di rumah sakit berkurang dari 10 Jemaah haji menjadi hanya tujuh Jemaah haji. "Tiga telah dinyatakan pulang ke pemondokan," kata Arsyad di Mekkah, Selasa (29/9/2015) dini hari. 

Sedangkan, Jemaah haji yang hilang diduga mengalami penambahan menjadi 90 orang, dari jumlah sebelumnya yang hanya 82 orang hilang. Arsyad mengatakan penambahan ini diduga karena terdapat sejumlah Jemaah haji yang baru saja melakukan lontar jumroh, Senin (28/9/2015) kemarin. "Kemungkinan Jemaah yang belum kembali karena tersasar," kata dia.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), kata dia, terus berkoordinasi dengan tim forensik untuk memastikan sidik jari jenazah Jemaah haji Indonesia yang wafat. Sejauh ini, Al Muassim juga telah mulai memakamkan seluruh jenazah korban tragedi Mina yang telah teridentifikasi. 


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Garuda Mendarat Darurat di Colombo Kepulangan Jemaah Haji Tertunda

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats (berkata kotor), berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji".    (QS. Al Baqarah : 197) 

Pesawat Garuda Indonesia      (lite-walk.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Pemulangan perdana jemaah haji gelombang pertama dari Jeddah ke Indonesia mengalami penundaan. Hal ini dikarenakan pesawat Garuda Indonesia yang hendak membawa jemaah terlambat mendarat di Jeddah.

Duty Manager Fase II Garuda Indonesia di Jeddah Rudita Yuwana mengatakan, keterlambatan pesawat terjadi lantaran pesawat Garuda yang ditumpangi mereka harus mendarat darurat di Colombo, Sri Lanka. Penyebabnya karena ada insiden kecil di dalam pesawat.

"Dalam perjalanan, ada penumpang anak kecil bermain di lorong penumpang dan terjatuh membentur pembatas kursi yang terbuat dari alumunium. Pelipisnya berdarah dan pingsan," kata Rudita di Jeddah, Arab Saudi, Senin (28/9/2015).

Berdasarkan aturan penerbangan internasional, kondisi darurat tersebut mengharuskan pesawat mendarat di bandara terdekat untuk memberikan pertolongan pertama. Pesawat yang sedang berada di area Sri Lanka pun akhirnya dibawa pilot mendarat di Bandara Colombo.

Semula, GA 980 dijadwalkan tiba di Bandara KAA Jeddah pada Ahad (27/9) pukul 17.30 waktu setempat. Akibat adanya insiden penumpang cedera, pesawat akhirnya baru tiba pada Senin pukul 00.15 waktu Arab Saudi. Para kru yang akan bertugas kembali membutuhkan waktu istirahat setidaknya 19 jam menurut aturan penerbangan internasional. 

Untuk mengurangi waktu delay, Garuda memutuskan mengganti kru yang akan mengangkut jemaah haji kloter pertama dari Arab Saudi dengan kru yang sudah tiba lebih dulu dari Dubai.

Keterlambatan pulang ke Indonesia       (lacak.id)
"Waktunya lebih cepat sekitar satu jam," ujar Rudita.

Betapa pun upaya minimalisasi keterlambatan dilakukan, namun tetap saja ada tiga kloter pertama yang mengalami penundaan berangkat. Ketiganya adalah kloter JKG 01 (Jakarta), SOC 01 (Solo), dan KNO 01 atau MES 01 (Medan). Kloter JKG 01 seharusnya berangkat pada pukul 08.40 WAS menjadi pukul 18.40 WAS. SOC 01 seharusnya berangkat pada pukul 10.50 WAS menjadi 15.15 WAS. Kemudian, KNO 01 yang seharusnya terbang pada pukul 15.40 WAS menjadi 16.30 WAS.

"Jadi penerbangan pertama pemulangan jamaah haji ke Tanah Air adalah UPG 01 Makassar yang seharusnya penerbangan ketiga. UPG 01 diberangkatkan sesuai jadwal, yaitu 12.30 WAS," kata Rudita.

Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam mengatakan, jemaah haji kloter JKG 01 yang mengalami keterlambatan paling lama ditempatkan di Hotel Norcom, Jeddah. "Segala beban biaya akomodasi 440 jamaah JKG 01 itu menjadi tanggungan pihak Garuda," kata Nurul.

Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Jamaah Daker Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi Edayanti Dasril Munir menerangkan, selain tiga penerbangan yang tertunda, tujuh penerbangan lain sepanjang Senin masih sesuai jadwal. Pada Senin, ada 10 kloter yang akan mengangkut jamaah Indonesia pulang ke Tanah Air. Kloter-kloter tersebut adalah JKG 01, SOC 01, UPG 01, MES 01, SUB 01 (Surabaya), LOP 01 (Lombok), JKS 01, SUB 02, SOC 02, dan JKS 02. 

Minggu, 27 September 2015

Siang Ini, Jamaah Haji Jakut Tiba di Bandara Soetta

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
عَن أَبِي سَعِيدٍ , رَضِيَ الله عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم ، قَالَ : إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ
“Abu Sa’id AL Khudry radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah berfirman: “Sesungguhnya seorang hamba telah Aku sehatkan badannya, Aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak menghandiri undangan-Ku, maka sungguh dia orang yang benar-benar telarang (dari kebaikan)”.   (HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1662) 

Kepulangan Jama'ah Indonesia       (antarannews.com)
(Mediaislamia.com) --- Jamaah haji asal Jakarta Utara (JKS 01) menjadi kelompok terbang (kloter) pertama yang pulang dari Arab Saudi ke Tanah Air. Mereka diterbangkan pada pukul 08.40 Waktu Arab Saudi (WAS), Senin (28/9/2015).

"Kami sudah siap sejak pukul 20.00 WAS, karena pukul 22.00 WAS katanya akan diberangkatkan ke Bandara," ujar Ishaka Husen (48), jamaah dari Koja, Jakarta Utara (Jakut), ketika ditemui di lobi pemondokan 626, wilayah Syisyah, Makkah, Arab Saudi.

Ia mengaku senang akhirnya bisa kembali ke Tanah Air untuk bertemu istri dan ketiga anak perempuannya, setelah lebih dari satu bulan berada di Tanah Suci.

"Alhamdulillah selama di sini (Makkah) saya sempat umrah sebanyak enam kali untuk orangtua dan saudara-saudara saya, " ujar lelaki asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu.

Kepulangan Haji Indonesia      (poskotanews.com)
Keceriaan yang sama juga dikemukakan Haryati, haji dari Tanjung Priok (Jakut). Haryati (52), yang berangkat bersama suaminya merasa bersyukur bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar tanpa hambatan yang berarti, meskipun cuaca ekstrim selama berada di Tanah Suci.

"Bahkan tadi pagi ketika Thawaf Wada (perpisahan), kami lebih memilih jalan kaki dari pemondokan ke Masjidil Haram, agar bisa merasakan nikmatnya jalan menuju masjid tersebut. Buat cerita saat kembali ke Tanah Air," katanya.

Hal senada dikemukakan Oom Ruhayah (53) dan suaminya Samsul Arifin (60). Mereka menikmati ibadah di Madinah dan Makkah, sehingga tidak terpikir membeli oleh-oleh khas Arab. "Kalau oleh-oleh saya beli di Tanah Abang saja. Di sini fokus ibadah," ujar Samsul Arifin.

Keduanya senang akhirnya bisa kembali ke Tanah Air untuk bertemu kedua anak mereka yang selalu khawatir bila mendengar ada musibah terjadi di Tanah Suci. Seperti musibah crane roboh di Masjidil Haram dan tragedi Mina pada 24 September 2015.

Jama'ah Haji Indonesia sampai di Tanah Air     (tempo.co)
Lebih lanjut, kloter pertama jamaah asal Jakarta Utara diberangkat dari pemondokan ke Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sekira pukul 23.00 WAS dengan menggunakan bus dari perusahaan Abu Sarhad.

Diperkirakan dalam dua jam mereka akan tiba di tujuan. Kemudian melakukan cek keimigrasian yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat jam, sebelum terbang ke Bandara Soekarno Hatta (Soettea) dengan menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 7461.

"Kami diperkirakan sampai di Jakarta pada Senin (28/9/2015) pukul 14.00 WIB dan langsung ke Asrama Haji Pondok Gede. Keluarga menjemput di sana," kata Samsul Kepala Seksi Pemulangan Jamaah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah.


Update : 34 Jemaah Haji Indonesia Syahid Korban Tragedi Mina

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
"Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa".    (QS. An Nahl  : 70) 

Tim keselamatan bertindak cepat      (poskotanews.com)
(Mediaislamia.com) --- Jumlah jemaah haji Indonesia yang menjadi korban tragedi Mina terus bertambah seiring pencarian dan identifikasi yang diupayakan tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Memasuki H+3 pasca-tragedi Mina, Kamis (24/9/2015), korban jiwa tragedi Mina bertambah 15 jemaah sehingga total sebanyak 34 jemaah per Minggu (27/9/2015) 12.00 waktu Arab Saudi atau 16.00 WIB.
Kemenag update Info Haji       (antaranews.com)
“Pada rilis sebelumnya, sudah diumumkan bahwa jumlah korban sebanyak 19 orang. Saat ini, bertambah 15 orang sehingga total jemaah haji Indonesia yang wafat akibat peristiwa Mina sampai saat ini menjadi 34 orang," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) PPIH Mekkah, Arsyad Hidayat dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Minggu (27/9/2015).


Berikut 34 jemaah korban tragedi Mina tersebut:

1.   Hamid Atwi Tarji Rofia, kloter SUB 48 nomor paspor B1467965;
2.   Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar, kloter BTH 14 nomor paspor A2708446;
3.   Abdul Karim Sumarmi Idris, kloter SUB 48 nomor paspor B1023417;
4.   Abdul Halim bin Ali Satina, kloter SUB 48 nomor paspor A4514455;
5.   Eti Kusmiati Idit Supriadi, kloter JKS 61 nomor paspor B0932959;
6.   Nani Unah Ratnani, kloter JKS 61 nomor paspor B0745299;
7.   Mohammad Yuhan Suprianto, kloter JKS 61 nomor paspor A5737138;
8.   Koko Koswara Oyong Suwaryo, kloter JKS 61 nomor paspor B0732931;
9.   Adryansyah Idris Usman, kloter BTH 14 nomor paspor A3826040;
10. Dede Kurniasih Sulaeman, kloter JKS 61 nomor paspor B0745305;
11. Dadang Barmara Memed, kloter JKS 61 nomor paspor B0214365;
12. Yahman Mistan Meslan, kloter UPG 10 nomor paspor B0693120;
13. Ratna Abdul Gani Muhammad, kloter BDJ 1 nomor paspor A0912791;
14. Susimah Slamet Abdullah, kloter SOC 62 nomor paspor B0874968
15. Nero Sahi Astro, kloter SUB 48 nomor paspor B1225386;
16. Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo, kloter SUB 61 nomor paspor B1045049;
17. Siti Muanifah Zainudin Sahlan, kloter SUB 61 nomor paspor B1469941;
18. Rasno Asyidik Kardan, kloter JKS 61 nomor paspor B0745304;
19. Sri Prabandari Markani, kloter SOC 62 nomor paspor B0875692
20. Nabaha Matsen Tarif, kloter BTH 14, nomor paspor B1306146
21. Reni Arfiani Kaherdin, kloter BTH 14 nomor paspor B1311784
22. Ponpon Sadjaah Sastrapradja, kloter BTH 14 nomor paspor B0524212
23. Tanti Puspitawati Suharsono, kloter JKS 61 nomor paspor B092927
24. Rina Ocktarina Siroz Thoyib, kloter JKS 61 nomor paspor A3729946
25. Neneng Nurjuwitawati Deni Sahroni, kloter JKS 61 nomor paspor B0932973
26. Erik Suryaman Aceng Kartika, kloter JKS 61 nomor paspor B0933000
27. Eni Sukarni Oyo, kloterJKS 61 nomor paspor B0724661
28. Atik Suryati Suarno, kloter JKS 61 nomor paspor B0732946
29. Endang Sutiana Atang, kloter JKS 61 nomor paspor B0929866
30. Debi Merlindayani Hamdani, kloter JKS 61 nomor paspor B0476595
31. Wisma Widyana Puspitasari, kloter JKS 61 nomor paspor B1211713
32. Tasmudji Agung Seputro, kloter SUB 48 nomor paspor B1225358
33. Muzayyana Tahir Saruni, kloter SUB 48 nomor paspor B1467939
34. Nadjemiah Samad Madjida, kloter UPG 10 nomor paspor B0693478

(tribunnews.com/MI)

Tetesan Air Mata Kebahagiaan Menanti di Syurga

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ     رواه البخاري
“Barang siapa yang berhaji karena Allah kemudian dia tidak berkata kotor dan berbuat fasiq dia kembali seperti ketika dia dilahirkan ibunya (tanpa dosa)".    (HR. Al-Bukhari)

Noor Mohammed (kiri)       [twitter.com]
(Mediaislamia.com) --- Bagi seorang warga Pakistan bernama Noor Mohammed, Allah mungkin memanjangkan usianya agar dia bisa menunaikan ibadah haji di Mekah.

Noor, jemaah haji berusia 105 tahun asal Pakistan, sangat senang bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah gagal beberapa kali.

"Kegagalan berulang-ulang untuk menunaikan haji tidak menghalangi saya. Saya terus berjuang menyimpan uang agar bisa memulai perjalanan ibadah satu kali seumur hidup ini," katanya kepada surat kabar Al-Hayat dikutip Saudigazette.com, Jumat kemarin.

Noor mengatakan telah menabung selama 15 tahun. "Biaya haji naik dari tahun ke tahun. Setiap kali saya mencoba untuk mengumpulkan cukup uang, saya gagal karena kondisi keuangan keluarga yang sulit," katanya.

Ia mengatakan baru bisa menunaikan haji di usia tua. "Ketika saya melewati usia 100, tabungan saya bisa mencapai jumlah yang diperlukan untuk mencapai impian seumur hidup ini," katanya.

Ketika tiba di Arab Saudi untuk pertama kalinya, dia menemukan bahwa haji itu tidak sesulit yang dibayangkan.

Noor mengatakan teman-temannya, yang semuanya telah meninggal sekarang, sering bercerita bahwa selama menunaikan haji itu penuh penderitaan dan susah.

"Fasilitas yang saya rasakan dan lihat telah melenyapkan gambaran buruk soal haji," tambahnya.

Noor mengatakan ibadah haji kini semakin mudah terutama bagi orang-orang tua seperti dia. Hal itu karena pemerintah Arab Saudi menyediakan berbagai fasilitas dan layanan yang terintegrasi.

"Saat ini sangat mudah untuk pergi ke tempat-tempat suci. Sekarang juga mudah melakukan berbagai ritual haji. Semua ini bertentangan dengan gambaran saya tentang haji yang selama bertahun-tahun saya bayangkan," katanya.

Noor, menggunakan tongkat berjalan, menangis sepanjang waktu saat dia berbicara dengan Al-Hayat. "Ini adalah air mata kebahagiaan," jelasnya.

Tasyrik, Hari Yang Dimuliakan Allah

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari tasyrik).”    (HR. Abu Daud) 

Umat Islam laksanakan Sholat Isul Adha     (arrahmah.com)
Pengertian Hari Tasyrik

(Mediaislamia.com) --- Istilah tasyrik diambil dari kata [شرقت الشمش] yang artinya matahari terbit. Menjemur sesuatu, dalam bahasa Arab dinyatakan: [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ].

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Ada juga yang menyatakan, bahwa hari tasyrik meliputi empat hari, hari Idul Adha dan 3 hari setelahnya.

Abu Ubaid mengatakan:

Ada dua pendapat ulama tentang alasan penamaan hari-hari tersebut dengan hari tasyrik: Pertama, dinamakan hari tasyrik karena kaum muslimin pada hari itu menjemur daging kurban untuk dibuat dendeng. Kedua, karena kegiatan berqurban, tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari. (Lisanul Arab, 10:173).

 Keutamaan Hari Tasyrik

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203).

Yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu hari tasyrik. Ini merupakan pendapat Ibnu Umar dan mayoritas ulama. Sementara Ibnu Abbas dan Atha berpendapat bahwa “hari-hari yang terbilang” jumlahnya empat hari; Idul Adha dan 3 hari setelahnya. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 314).

Allah Ta’ala mengistimewakan hari tasyrik, dengan Allah jadikan hari ini sebagai waktu istimewa untuk berdzikir. Sehingga Allah perintahkan kaum muslimin untuk memperbanyak dzikir di hari ini.

Dalam hadis dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَعْظَمُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A’dzami mengatakan dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah: Sanadnya Sahih).

Yang dimaksud hari ‘al-qarr’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah. Ini berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengarakan:

يَوْمَ الْقَرِّ يَعْنِي يَوْمَ الثَّانِي مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ

“Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”

Di hari Tasyrik, Dilarang Puasa

Di hari tasyrik, kita dilarang untuk berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai hari makan dan minum, serta banyak berdzikir kepada Allah.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Ibnu Rajab mengatakan:

و إنما نهى عن صيام أيام التشريق لأنها أعياد للمسلمين مع يوم النحر فلا تصام بمنى و لا غيرها عند جمهور العلماء، خلافا لعطاء في قوله : إن النهي يختص بأهل منى

“Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 509).

Selanjutnya Ibnu Rajab menjelaskan rahasia di balik larangan puasa di hari tasyrik,

Ketika orang-orang yang bertamu ke Baitullah telah mengalami keletihan karena perjalanan berat yang mereka lalui, di samping kelelahan setelah ihram dan melaksanakan manasik haji dan umrah, Allah mensyariatkan kepada mereka untuk beristirahat dengan tinggal di Mina pada hari qurban dan 3 hari setelahnya. Allah perintahkan mereka untuk makan daging sembelihan mereka. Di saat itulah, mereka mendapatkan jamuan dari Allah, karena kasih sayang Allah kepada mereka.

Saatnya berqurban   (dwiboedianto.blogspot.com)
Sementara itu, kaum muslimin di belahan negeri yang lain, turut menyemarakkan ibadah seperti yang dilakukan jamaah haji. Kaum muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan bersama-sama berusaha menggapai ampunan Allah, dengan menyembelih hewan qurban. Setelah itu, mereka bersama-sama merayakan Idul Adha dan hari tasyrik. Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah, selanjutnya mereka beristirahat, menikmati hidangan daging qurban di hari tasyrik.

Allah syariatkan kaum muslimin untuk menjadikan hari ini sebagai hari makan-makan dan minum, agar mereka bisa membantu mereka untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya. Dan itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna. Dimana, nikmat yang kita terima, menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.

Amalan di Hari Tasyrik

Mengingat keistimewaan hari tasyrik, sebagai orang yang beriman, hendaknya kita maksimalkan upaya untuk mendapatkan limpahan rahmat dan pahala dari Allah di hari itu. Berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Memperbanyak amal soleh dan berbagai bentuk ibadah kepada Allah. Hanya saja, ada beberapa amal yang disyariatkan untuk dilakukan di hari tasyrik:

Pertama, anjuran memperbanyak berdzikir

Allah berfirman,

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203). Yaitu di hari tasyrik.

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Menyemarakkan dzikir pada hari tasyrik, bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya (Lathaiful Ma’arif, 504 – 505):

Melakukan Takbiran setiap selesai shalat wajib. Ini sebagaimana yang dilakukan para sahabat. Sebagaimana praktek Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani)

Demikian juga dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: “Shahih dari Ali”).

Mengingat Allah dan berdzikir ketika menyembelih. Karena penyembelihan qurban, bisa dilaksanakan sampai hari tasyrik berakhir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Di setiap hari tasyrik, boleh menyembelih.” (HR. Ahmad, ibn Hibban, Ad-Daruquthni, dan yang lainnya).

Mengingat Allah dengan membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah setelah makan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن الله عزَّ وجل يرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها ، ويشرب الشَّربة فيحمده عليها

“Sesungguhnya Allah ridha terhadap hamba yang makan sesuap makanan kemudian memuji Allah, atau minum seteguk air dan memuji Allah karenanya.” (HR. Muslim 2734)

Mengingat Allah dengan melantunkan takbir ketika melempar jumrah di hari tasyrik. Yang hanya dilakukan jamaah haji.

Mengingat Allah dengan memperbanyak takbiran secara mutlak, di manapun dan kapanpun. Sebagaimana yang dilakukan oleh Umar radhiyallahu ‘anhu. Beliau melakukan takbiran di kemahnya di Mina, kemudian diikuti oleh banyak orang, sehingga Mina bergetar karena gema takbir. (HR. Bukhari sebelum hadis no.970)

Kedua, memperbanyak berdoa kepada Allah

Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak berdoa di hari ini.

Ikrimah (murid Ibn Abbas) mengatakan:

كان يستحب أن يقال في أيام التشريق : { رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ }

Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik: RABBANAA  AATINAA  FID-DUN-YAA HASANAH WA FIL AA-KHIRATI HASANAH, WA QINAA ADZAABAN-NAAR. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 505).

Menuju mardhotillah       (teardrop-diary.blogapot.com)
Doa ini kita kenal dengan doa sapu jagad. Dan memang demikian, doa ini dianggap sebagai doa yang isinya mengumpulkan semua bentuk kebaikan dan menolak semua bentuk keburukan. Karena itulah, doa ini menjadi pilihan yang sangat sering dilantunkan oleh manusia terbaik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Anas bin Malik mengatakan:

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»

Doa yang paling banyak dilantunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah RABBANAA  AATINAA  FID-DUN-YAA HASANAH dst.. (HR. Bukhari 6389 dan Muslim 2690).

Disamping itu, doa merupakan bentuk mengingat Allah yang sangat agung. Berisi pujian dan harapan manusia kepada Tuhannya. Sehingga, hari ini menjadi hari yang istimewa untuk memperbanyak doa.

Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha:

بعد يوم النحر ثلاثة أيام التي ذكر الله الأيام المعدودات لا يرد فيهن الدعاء فارفعوا رغبتكم إلى الله عز و جل

Setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. Karena itu, perbesarlah harapan kalian. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 506).

Demikian, semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa istiqamah dalam menggapai ampunan-Nya.

Sabtu, 26 September 2015

Update : Tragedi Mina, Jama'ah Haji Indonesia yang Syahid 19

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا
"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya".   (QS. Ali Imran : 145) 

Info Haji Indonesia        (news.detik.com)
(Mediaislamia.com) --- Kementerian Agama terus mengupdate data jemaah asal Indonesia yang menjadi korban tragedi Mina. Data terbaru, jumlah jemaah haji yang meninggal karena insiden di Jalan 204, Mina menjadi 19 orang.

"Perkembangan data korban peristiwa Mina, Minggu pukul 01.00 waktu Arab Saudi atau pukul 05.00 WIB,jemaah haji Indonesia yang wafat sebelumnya 14, saat ini menjadi 19 orang," kata Kepala Kepala Daerah Kerja (Daker)  Makkah Arsyad Hidayat dalam konferensi pers di Makkah, Minggu (27/9/2015).

Selain itu, jumlah jemaah Indonesia yang luka masih sama dengan sebelumnya, yakni 6 orang. Adapun jumlah jemaah Indonesia yang masih dalam pencarian, masih ada 99 jemaah.

"Jumlah jemaah belum kembali semula 112 menjadi 99 orang," jelas Arsyad.

Berikut data jemaah asal Indonesia yang meninggal dalam tragedi Mina menurut data Kemenag: 

1.  Abdul Halim bin Ali Satina Kloter Surabaya 48  nomor paspor AA 514455
2.  Eti Kusmiati Kloter Jakarta-Bekasi (JKS) 61 nomor paspor B0932959
3.  Nanik Unah Ratnani Jakarta-Bekasi (JKS) 61, nomor paspor B0745229
4.  Muhammad Yuhan Suprianto kloter Jakarta-Bekasi (JKS) 61 nomor paspor A5737138
5.  Koko Koswara Oyong Suwarso kloter Jakarta-Bekasi 61 nomor paspor B0732931
6.  Adriansyah Idris Usman Kloter Batam (BTH) 14 nomor paspor A3826040
7.  Dede Kurniasih Sulaiman Kloter Jakarta-Bekasi (JKS) 61 nomor paspor B0745305
8.  Dadang Barmara Memet kloter Jakarta-Bekasi (JKS) 61 nomor paspor B0214365
9.  Yahman Mistan Mahlan kloter Makassar (UPG) 10 nomor paspor B0693120
10. Ratna Abdul Ghani Muhammad kloter Banjarmasin (BDJ) 1 nomor paspor A0912791
11. Susimah Slamet Abdullah kloter Solo (SOC) 62 nomor paspor B0674966
12. Abdul Karim Sumarmi Idris kloter Surabaya (SUB) 48 nomor paspor B1023417
13. Hamid Atwi Tarji Rofia kloter Surabaya (SUB) 48 nomor paspor B1467965
14. Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50 tahun) asal Kloter Batam (BTH) 14 nomor paspor A2705446
15. Nero Sahi Astro (SUB 48) nomor paspor B1225386
16. Rochmani Pawiroredjo Karsodikromo (SUB 61) nomor paspor B1045049
17. Siti Muanifah Zainudin Sahlan (SUB 61) nomor papor B1469941
18. Rasno Asyidik Kardan (JKS 61) nomor paspor B0745304
19. Sri Prabandari Markani (SOC 62) nomor paspor B0875692 

(detik.com/MI)

Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Jumat, 25 September 2015

Kronologi Beloknya Jamaah Indonesia ke Jalan 204

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي اْلأَمْرِ مِنْكُمْ
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri diantara kamu".   (QS. An-Nisa : 59) 

Jama'ah Haji menuju lempar jumroh        (lefigaro.fr)
(Mediaislamia.com) --- Jalan 204 bukan akses untuk jamaah Indonesia menuju lokasi melontar jumrah atau Jamarat di Mina, Arab Saudi. Namun, jamaah dari tiga kelompok terbang (kloter) justru melintas akses tersebut menuju ke Jamarat pada Kamis (24/9) pagi. 

Ketua Kloter JKS 61 Aceng Sukandar mengatakan, seluruh jamaah dari kloternya berangkat pada pagi hari karena mengejar waktu utama atau afdol. Seluruh jamaah sudah mengikuti jalur sesuai peta yang diberikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Peta yang diberikan menunjukkan dua warna, yaitu jalur hijau untuk akses menuju Jamarat dan jalur merah untuk akses kembali ke tenda di Mina. Jalur hijau, yaitu melalui Jalan King Fahd.

"Jalur lurus itu memang untuk jamaah asal Asia," kata Aceng, Jumat (25/9). 

Ada delapan rombongan yang berangkat pada Kamis (24/9)  pagi. Tiga rombongan berjalan lurus melintasi Jalan King Fahd untuk menuju Jamarat.

"Sudah ada rombongan ketiga yang melntas di jalan lurus itu lalu disetop dan harus berbelok ke kiri, ke jalur orang-orang Afrika," ujar Aceng. 

Korban tragedi Mina       (suryamalang.tribunnews.com)
Jamaah yang tergabung dalam tiga rombongan Kloter JKS 61 pun berbelok ke Jalan 223 yang menjadi penghubung antara Jalan King Fahd dan Jalan 204.

"Ada delapan rombongan. Tiga rombongan bisa lewat lurus (Jalan King Fahd), tiga rombongan berbelok, dan dua yang terakhir bisa lurus lagi," kata jamaah Kloter JKS 61, Roni Herdianto (34 tahun). 

Dari Jalan 223, jamaah masuk ke Jalan 204. Jalan 204 merupakan akses ke Jamarat yang digunakan oleh jamaah asal Libanon, Iran, Irak, Nigeria, dan Mesir. Ketika masuk ke Jalan 204, menurut Aceng, sudah terjadi kepadatan. 

"Itu orang-orang Afrika baru pulang dari Jamarat sedangkan kami mau menuju Jamarat sehingga berpapasan di jalur itu," ujar dia. 

Pertemuan jamaah yang telah selesai melontar jumrah aqabah bertemu dan jamaah yang hendak menuju Jamarat menyebabkan kekacauan. Aksi saling dorong terjadi sehingga banyak korban yang terinjak-injak dalam kejadian itu.

Minggu, 13 September 2015

Mayat Jemaah Haji Ditemukan Tengah Bersujud


Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللَّهِ لَا يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ وَلَا صَلَاةٍ حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى 
"Perumpamaan seorang mujahid Fi Sabilillah adalah seperti orang yang berpuasa yang mendirikan shalat lagi lama membaca ayat-ayat Allah. Dan dia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya, sehingga seorang mujahid fi sabilillah Ta’ala pulang".    (Muttafaq 'Alaih) 

Mayat jenazah Haji yang sedang sujud      (inilah.com)
(Mediaislamia.com) --- Sesosok mayat jemaah haji kembali ditemukan petugas evakuasi korban akibat terjungkalnya crane proyek perluasan Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015) sore waktu setempat. 

Penemuan mayat itu diperkirakan yang terakhir sejak prores pencarian korban pasca peristiwa tersebut.

Belum diketahui identitas mayat jemaah haji yang ditemukan tersebut. Namun, dalam gambar tampak bahwa mayat terakhir yang ditemukan itu--dari pakaiannya--berjenis kelamin laki-laki. Dalam foto terlihat posisi korban tengah bersujud, dan tangan kanannya dekat dengan Alquran di depannya.

Peristiwa terjungkalnya crane proyek perluasan Masjidil Haram yang disebabkan badai hujan dan angin di kota suci Mekkah itu menimbulkan duka mendalam bagi umat Islam dunia khususnya di Indonesia. Sebanyak 107 jemaah haji meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan dan 238 orang mengalami luka-luka.

Jemaah haji Indonesia yang meninggal tujuh orang. Ini dibenarkan Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Arsyad Hidayat, di Mekkah Arab Saudi, Minggu.

"Ketujuh orang itu, dua orang yang sudah diumumkan sebelumnya dan lima orang baru yang dipastikan wafat setelah dilakukanproses verifikasi," katanya. 

Senin, 24 Agustus 2015

Nabung 10 Ribu Sehari Kuli Panggul Akhirnya Bisa Naik Haji

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌۭ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًۭا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.    (QS. Ali Imran: 97) 

Sunaryo akan berangkat Haji 2015    (harianjogja.com)
(Mediaislamia.com) --- Selama 15 tahun, Sunaryo menabung Rp10.000 setiap hari dari hasil keringatnya menjadi buruh gendong di Pasar Bendungan, Wates, Kulonprogo. Tabungan itulah yang mengantarkannya ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji tahun ini.

Pria 53 tahun yang akrab disapa Sunar ini berulang kali mengucapkan rasa syukur ketika ditanya soal perjuangan demi bisa naik haji, Jumat (21/8/2015) malam. Awalnya, dia berpikir ibadah haji adalah hal mustahil bagi buruh gendong sepertinya. Namun, dukungan keluarga membuatnya bertekad bulat untuk menabung setiap hari.

Dia mengaku hanya dibayar Rp1.000 hingga Rp2.000 untuk sekali angkut. Padahal, beban yang harus dia bawa bisa mencapai 25-50 kilogram. Berkat ketekunannya, Sunar mampu mengumpulkan Rp30.000 hingga Rp40.000 per hari.

“Setiap hari harus saya sisihkan Rp10.000 buat tabungan haji. Sisanya buat kebutuhan keluarga,” ungkap Sunar yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari Pasar Bendungan.

Sunar mendaftar haji pada 2010 lalu. Dia kemudian meneruskan kebiasaan menabungnya dan akhirnya sanggup melunasi biaya haji.
“Alhamdulillah Rp37 juta bisa lunas. Besok berangkat tanggal 30 Agustus jam enam pagi dari Masjid Agung Kulonprogo,” katanya.

Selain menjadi buruh gendong, warga Dusun Bendungan Kidul, Desa Bendungan, Wates, Kulonprogo itu juga dipercaya masyarakat sebagai takmir Masjid Al Fattah di dekat rumahnya selama 25 tahun belakangan. Menurutnya, tugas itulah yang semakin mendekatkan dirinya kepada Tuhan.

Satu hal yang dirasa kurang oleh Sunar. Dia harus pergi ke Tanah Suci sendiri, tanpa sang istri. Oleh karena itu, setelah pulang nanti, dia akan kembali menabung secara rutin.

“Kalau tidak haji, ingin bisa umrah ke sana sama istri. Minta doa restu dari semuanya,” tuturnya.

Tekad Sunar jelas membuat Sulamsih, istrinya, terharu. Meski demikian, dia tetap bersyukur karena sang suami diberi kesempatan naik haji meski tanpa dirinya.

“Saya cuma bisa bantu doa. Semoga selamat sampai tujuan. Di sana sehat dan kuat. Nanti waktu pulang ketemu keluarga juga sehat,” kata Sulamsih.

Perempuan berusia 48 tahun itu juga hanya bisa terus bersyukur. Biaya sekolah anaknya saja sudah banyak. Namun, selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha. Biaya haji lunas dan anak laki-laki semata wayangnya pun bisa kuliah di UNY sampai lulus.

Sunar merupakan satu dari 244 orang calon jamaah haji asal Kulonprogo yang tergabung dalam kloter 28SOC. Dia dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 9 Oktober mendatang.

Kamis, 23 April 2015

Ongkos Haji Turun Rp 6 Juta Lebih

Allah Subhanahu Wa ata'ala Berfirman :
فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌۭ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًۭا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS. Ali Imran: 97). 

Menag pastikan ONH turun          (news.liputan6.com)
(Mediaislamia.com) --- Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan, pihaknya dan Kementerian Agama menyepakati penurunan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2015. Nilai penurunan mencapai USD 502 per jemaah dibandingkan tahun sebelumnya.

Saleh meyakini penurunan ongkos haji sekitar Rp 6.275.000 --dengan kurs saat ini-- sangat membantu calon jemaah haji Indonesia dalam melunasi kekurangan setoran BPIH. “BPIH tahun lalu ditetapkan sebesar USD 3.219. Sekarang dicapai kesepakatan bahwa BPIH tahun ini menjadi USD 2.717, berarti ada penurunan sebesar USD 502,” ujar Saleh kepada CNN Indonesia, Rabu (22/4).

Politikus Partai Amanat Nasional itu menyatakan, penurunan biaya sebagai bukti keseriusan Komisi VIII dalam mengawal komitmen untuk menurunkan BPIH sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji.

 Peserta Haji Indonesia        (nasional.news.viva.co.id)
“Kami di Komisi VIII juga ingin membuktikan bahwa jika dilakukan secara sungguh-sungguh, BPIH Indonesia bisa diturunkan secara signifikan,” tutur Saleh.  
Dengan begitu, menurut Saleh, para calon jemaah haji Indonesia juga merasakan keadilan sesungguhnya karena BPIH yang terjangkau meskipun harga-harga komoditas lain meningkat seiring kenaikan harga bahan bakar minyak dan tingginya kurs dollar terhadap rupiah. “Bayangkan, implikasinya sangat besar dengan penurunan sebesar USD 502,” ucapnya.

Saleh mengkalkulasi, kalau jumlah jemaah haji reguler Indonesia sebanyak 155.200, lalu dikali 502 dan dikali 12.500 —asumsi kurs dollar dalam APBNP— maka nilai efisiensi yang didapat adalah Rp 973,88 miliar. “Hampir Rp 1 triliun nilai efisiensinya yang berhasil kita dapat,” katanya menjelaskan.

Aktivis Muhammadiyah ini mengharapkan dengan turunnya BPIH maka calon jemaah haji dapat segera melunasi tahun ini sehingga tidak dipaksa untuk menunggu tahun depan.