Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 November 2015

SBY Ingatkan Jokowi Terkait TPP

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
"Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya".    (QS. Ali Imran : 159) 

SBY ingatkan Jokowi terkait TPP (wartakota.tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sarankan kepada Presiden Jokowi terkait Trans-Pacific Partnership (TPP).

Berikut pernyataan SBY terkait Trans -Pacific Partnership (TPP) :

Dulu, SBY Tolak Indonesia "JOIN" TPP, Karena belum siap.

Di media massa diberitakan, dulu "SBY tolak TPP", kini "Jokowi dukung TPP". Memang benar, dulu saya tidak setuju Indonesia masuk TPP. *SBY*

Trans-Pacific Partnership adalah kerjasama ekonomi lintas Pasifik, yang dimotori AS. Hakikatnya ~ liberalisasi perdagangan & investasi.

Sebenarnya TPP baik, jika negara anggotanya "siap", kepentingannya diwadahi & benar-benar memberikan keuntungan bersama.

Rencana Jokowi gabung ke TPP       (kartun.inilah.com)
Jika Indonesia merasa belum siap & dipaksa masuk TPP, maka justru negara kita akan dirugikan. Begitulah "hukum globalisasi."

Alasan saya dulu mengapa Indonesia belum tepat bergabung ke TPP: 
(1) Kita sedang tingkatkan kesiapan untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN.

(2) Kita juga hrs "untung" dalam China-ASEAN Free Trade Agreement. Rakyat khawatir kalau kita tak siap       & merugi dalam 2 kerjasama ini.

(3) Kita sedang ikut negosiasi RCEP ~ kerjasama ekonomi ASEAN + Tiongkok, Jepang & Korea. Jangan         sampai kita juga tak siap.

(4) Ekomomi Singapura, Malaysia, Brunei & Vietnam (yang masuk TPP), "berorientasi ekspor". Indonesia         tidak. Pasar domestik kita besar.

Jika tak siap, justru pasar kita akan kebanjiran barang & jasa negara lain, sementara ekspor kita tak bisa bersaing di luar negeri.

(5) Sudah ada APEC ~ yang juga merupakan wadah kerjasama ekonomi Asia Pasifik. Karenanya, dulu             TPP belum jadi prioritas utama.

Tapi, Presiden Jokowi punya hak & bisa saja ubah posisi kita, & putuskan bergabung ke TPP ~ mungkin beliau sudah berjanji di Amerika.

Dengan niat baik, ijinkan saya menyarankan agar sebelum keputusan resmi & final diambil, sejumlah hal mesti dipastikan.

(1) Pastikan Indonesia mendapatkan keuntungan nyata dalam pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja &               pengurangan kemiskinan.

(2) Indonesia mesti siap benar ~ kesiapan pelaku bisnis & masyarakat; kebijakan & regulasi; serta                     infrastruktur & konektifitas domestik.

(3) Negosiasi kita harus kuat (tough), jangan sampai kita hanya dapat sedikit. Lagipula negosiasi 12 negara         TPP telah tuntas 5 Oktober 2015 lalu.

(4) Mengingat dampak TPP besar bagi ekonomi kita, pemerintah perlu minta pendapat para ekonom, dunia         usaha & masyarakat.

Ilustrasi - Cengkraman dalam TPP       (sinarharapan.co)
Satu lagi, TPP, seperti juga AIIB, ada sisi geopolitiknya. Pastikan kita bersahabat dengan semua mitra kita, termasuk Amerika, Tiongkok & Jepang.

Mari kita jaga politik luar negeri bebas & aktif. Serta "all directions foreign policy". Cegah bersekutu dengan satu negara & berjarak dengan yang lain.

Mari kita pastikan pula, dengan pihak manapun kita bekerjasama, kepentingan nasional Indonesia diatas segalanya.

Mari kita bantu Presiden Jokowi untuk bisa mengambil keputusan dengan tepat & jernih, demi kepentingan bangsa & negara tercinta.

Ada Apa dengan Rencana Jokowi Gabung ke TPP ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".   (QS. Al Hujurat : 13) 

Jokowi Saat kunjungan di AS      (dw.com)
(Mediaislamia.com) --- Hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat salah satunya tentang rencana RI bergabung dalam Trans-Pacific Partnership (Kemitraan Trans Pasifik). Rencana ini kini menjadi sorotan parlemen. Jargon Trisakti Bung Karno pun dipertanyakan.

Pernyataan Presiden Jokowi yang ingin bergabung dalam blok perdagangan bebas Kemitraan Trans-Pacifik berbuah polemik. Pernyataan Jokowi disampaikan saat menggelar jumpa pers bersama dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

"Indonesia adalah ekonomi yang terbuka dan dengan populasi sebanyak 250 juta jiwa, kami adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kami berniat bergabung dengan TPP," kata Jokowi saat jumpa pers bersama di Gedung Putih, Senin (26/10/2015) waktu setempat.

Rencana presiden tersebut langsung mendapat tanggapan miring dari sejumlah fraksi di parlemen. Sejumlah fraksi mempertanyakan niat presiden tersebut. Salah satu penyebabnya kesiapan RI yang masih belum maksimal dalam menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Trans-Pacific Partnership    (montrealinternational.com)
Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Mahfudz Siddiq mempertanyakan sikap pemerintah yang memberi sinyal untuk bergabung dalam blok perdagangan Kemitraan Trans Pacifik yang diinisiasi Amerika Serikat. Menurut Mahfudz kesiapan RI dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saja hingga saat ini masih belum maksimal.

"Makanya soal TPP, kami belum melihat menjadi agenda prioritas. Kalau kita melangkah cepat ke TPP, tetapi dalam konteks ASEAN belum siap, pekerjaan rumah kita menjadi berlipat ganda. Itu pula yang menjadi dasar Pemerintahan SBY yang tidak ikut TPP," urai Mahfudz di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Lebih lanjut Mahfudz mengatakan sebelum RI melangkah lebih jauh, sebaiknya pemerintahan Jokowi menerapkan jargon Trisakti dan Nawacita yang menjadi inti dari visi misi pemerintahan Jokowi. Menurut dia, pembangunan kemandirian politik dan ekonomi semestinya terlebih dahulu diwujudkan. "Yang terjadi saat ini, persoalan politik belum selesai sedangkan persoalan ekonomi kita mengalami tensi tekanan yang kian berat," tambah Mahfudz.

Sementara anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Bambang Haryo Soekartono juga menentang rencana pemerintah masuk dalam blok perdagangan Kemitraan Trans Pacific. Menurut dia, saat ini bukanlah waktu yang tepat Indonesia bergabung dalam TPP. "Saya kira saat ini belum waktunya. Lebih baik kita perkuat lebih dahulu di level regional," ujar Bambang.

Kelompok TPP         (en.wikipedia.org)
Dia menyebutkan, sebaiknya RI lebih dahulu memperkuat kekuatan domestik. Dia menilai, langkah Presiden Jokowi yang berencana bergabung dengan TPP merupakan langkah yang terlalu jauh. "Kita tidak akan bisa mengimbangi mereka (anggota TPP). Kita hanya akan menjadi konsumen dan hanya menjadi pasar," sebut Bambang.

Terpisah, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Indonesia saat ini masih melakukan kajian yang mendalam terkait rencana bergabung dengan TPP. "Presiden telah memberikan arahan untuk dikaji secara mendalam. Jadi apakah nanti waktunya dan kapan bergabungnya dan apakah akan bergabung, tentu perlu pengkajian yang sangat dalam," tegas Pramono di Kantor Setkab, Rabu (28/10/2015).

Dia tidak menampik terjadi ketimpangan antara Indonesia dengan negara lainnya khususnya yang tergabung dalam TPP. Dia mengibaratkan kondisi tersebut seperti pertandingan tinju antara Mike Tyson melawan Elyas Pikal. "Nggak akan imbang. Sehingga dengan demikian harus ada keseimbangan untuk mempersiapkan itu," cetus Pramono.

Jumat, 30 Oktober 2015

RUU APBN Disahkan Jadi UU APBN 2016

Allah Subhanahu WA Ta'ala Berfirman :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلأَْرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَـٰهُمْ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ 
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".   (QS. Al A'raf : 96)  

DPR RI sahkan UU APBN 2016        (tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2016 menjadi UU APBN tahun anggaran 2016.

Keputusan tersebut membuat anggaran pemerintahan Presiden Joko Widodo 2016 senilai Rp 2.095 triliun sudah sah berlaku.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan DPR RI menyetujui Rancangan APBN 2016 untuk disahkan menjadi UU APBN Tahun Anggaran 2016.

"Dengan catatan bahwa seluruh catatan merupakan bagian yang utuh dan tidak terpisahkan dari yang wajib dilaksanakan dari pemerintah," ujarnya dalam sidang paripurna di Gedung DPR pada Jumat (30/10/2015).

Selain itu, alokasi dana penanaman modal negara (PMN) untuk badan usaha milik negara (BUMN) senilai Rp 40,42 triliun tersebut dikembalikan kepada komisi terkait dan akan dibahas kembali dalam pembahasan APBN Perubahan 2016 mendatang.

Add caption
Besaran PMN ini naik dari pengajuan pemerintah sekitar Rp39 triliun dan ada 25 BUMN yang mendapatkan suntikan tersebut.

Selain itu, dalam APBN 2016, pemerintah menganggarkan alokasi anggaran untuk PMN lainnya senilai Rp 4,05 triliun dan PMN kepada organisasi atau lembaga keuangan internasional senilai Rp3,9 triliun.

Berikut daftar PMN kepada BUMN tersebut antara lain:

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) senilai Rp 1 triliun.

PT Sarana Multigriya Infrastruktur (SMI) senilai Rp 3,5 triliun.

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) senilai Rp 1 triliun.

PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) senilai Rp 500 miliar.

PT Geo Dipa Energi senilai Rp 1,16 triliun.

PT Krakatau Steel Tbk senilai Rp 2,456 triliun.

PT Hutama Karya senilai Rp 3 triliun.

PT PLN senilai Rp10 triliun.

Perum Bulog senilai Rp 2 triliun.

PT Perikanan Nusantara senilai Rp 29,4 miiar.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) senilai Rp692,5 miliar.

PT Angkasa Pura II senilai Rp 2 triliun.

PT Pelni senilai Rp 564,8 miliar (nontunai).

PT Bharata Indonesia senilai Rp 500 miliar.

PT Wijaya Karya Tbk senilai Rp 4 triliun.

PT PP Tbk senilai Rp 2,25 triliun.

Perum Perumnas senilai Rp 485,4 miliar.

PT Industri Kereta Api (Inka) senilai Rp 1 triliun.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia senilai Rp 1 triliun.

PT Asuransi Kredit Indonesia senilai Rp 500 miliar.

Perum Jamkrindo senilai Rp 500 miliar.

PT Amarta Karya senilai Rp 32,1 miliar.

PT Jasa Marga Tbk senilai Rp 1,25 triliun.

PT Pelindo III senilai Rp 1 triliun.

PT Pertani senilai Rp 500 miliar.

Sabtu, 26 September 2015

Andai Dolar Tembus Rp 15.000 Apa Kata Wong Cilik ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya".    (QS. Ali Imran : 92)

Adhi S Lukman         (article.wn.com)
(Mediaislamia.com) --- Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, membuat beban Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) semakin sarat saja. Ini ancaman sangat serius.

Menurut Ketua Umum Gapmmi, Adhi S Lukman, beban industri makanan dan minuman (mamin) akibat merosotnya nilai tukar (kurs) rupiah, semakin berat saja. Saat ini, pergerakan rupiah semakin mendekati Rp 15 ribu per US$. Tepatnya Rp 14.680 per US$ pada Jumat sore (25/9/2015).

“Kalau sudah Rp 15 ribu per dolar AS, mau tidak mau harga harus naik walaupun berat. Kita berharap maksimalnya di Rp 15 ribu, jangan sampai lebih,” paparnya.

Dengan nilai tukar Rp 15 ribu, kata Adhi, menjadi pukulan berat bagi industri mamin, terutama yang melakukan impor bahan baku dalam jumlah besar.

Nasib wong cilik  akibar rupiah melemah (backpackology.me)
“Kita melihat, perusahaan berusaha berrtahan. Tapi tentu ada batasnya. Perkiraan saya sampai Rp 15 ribu per dolar AS,” papar Adhi.

Sekedar informasi, ketergantungan inndustri mamin terhadap bahan baku imppor, memang cukup tinggi. Semisal, gula dan terigu masih 100% impor. Sementara impor susu mencapai 70%, serta konsentrat buah dan sayur 70%. “Artinya, porsi impor bahan baku untuk industri mamin, memang cukup besar,” terang Adhi. Sesungguhnya aneh, Indonesia yang memiliki lahan yang sangat luas namun masih saja banyak mengimpor bahan-bahan seperti ini. Hal ini membuktikan jika negeri ini dikuasai para mafia, yang tentu saja berkaitan dengan penguasa-penguasa formal di Istana.

Rupiah Makin Rontok Apa Tindakan Bank Indonesia ?

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِي اْلأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللهِ وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung".    (Q.S. Al-Jumu’ah : 10). 

Bank Indonesia (BI)         (smeaker.com)
(Mediaislamia.com) --- Rontoknya nilai tukar rupiah hingga menyentuh level 14.700/US$ membuat Bank Indonesia (BI) segera berbenah. Bank sentral berjanji akan menerbitkan paket kebijakan sebagai amunisi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

“Mungkin BI dalam waktu dekat akan menyampaikan kembali paket kebijakan yang lebih bisa mengatasi stabilitas nilai tukar,” kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung di Jakarta, 25 September 2015.

Juda menjelaskan paket kebijakan BI tersebut akan mencakup tiga strategi. Pertama, penguatan operasi moneter yang diwujudkan dengan menggeser likuiditas jangka pendek ke jangka panjang.

Kedua, meningkatkan persediaan dan permintaan valuta asing (valas), yaitu dengan rencana pemberian insentif untuk Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta pengimbangan persediaan dan permintaan di pasar forward.

“Kami sedang koordinasi dengan pemerintah agar bagaimana hasil DHE ini bisa tetap di dalam negeri dan bahkan bisa dikonversi dalam bentuk rupiah,” tutur Juda Agung.

Rupiah rontok terhadap dolar    (ekonomi.metrotvnews.com)
Upaya menahan DHE di dalam negeri itu, bank sentral rencananya akan memberikan sejumlah insentif kepada para eksportir. Insentif berbentuk potongan pajak secara progresif sesuai dengan durasi penyimpanan DHE di dalam negeri.

“Misalnya, kalau dia (DHE) ditempatkan 1 bulan dikasih diskon X, misalnya katakanlah 1 bulan 5 persen, kalau 3 bulan 10 persen dan seterusnya,” ujar Juda Agung. Namun, ia mengatakan angka potongan pajak tersebut masih perkiraan karena penetapannya masih dalam pembahasan antara BI dan pemerintah.

Sedangkan yang terakhir, lanjut Juda, strategi kebijakan tersebut membahas soal penguatan cadangan devisa. “Untuk itu, masih kami bicarakan koridornya,” pungkas Juda Agung.

Sabtu, 12 September 2015

Pertemuan Dubes Italia Dengan Rizal Ramli Bahas Minyak Zaitun

Allah Subhanhu Wa Ta'ala Berfirman :
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".    (QS. Al Maidah : 2) 

Rizal Ramli dan HE. Federico Failla         (rmol.co)
(Mediaislamia.com) --- Duta Besar Italia untuk Indonesia H. E. Federico Failla siang ini mengunjungi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, untuk membahas hubungan bilateral kedua negara, Indonesia dan Italia. 

Usai menerima kunjungan Federico, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyampaikan apresiasinya. "Seperti diketahui Italia ini sejarahnya, hubungan kebudayaan dan bisnis di Indonesia sudah lama sekali," kata Rizal di Jakarta, Jumat (11/9/2015). 

Rizal mengatakan, pertemuannya dengan Federico menunjukkan bahwa Indonesia dan Italia sudah sejak lama mempunyai hubungan erat, terutama dalam hubungan kebudayaan, dan bisnis. Dia juga bilang, pemerintah Indonesia berharap agar hubungan tersebut terjalin lebih baik. 

"Kita ingin memperkuat hubungan ini terutama di dalam bidang maritim, di dalam bidang kunjungan turis," ucap Rizal. 

Minyak Zaitun        (bebeja.com)
Menurut Rizal, Italia merupakan salah satu negara dengan jumlah wisatawan terbesar di dunia. Peningkatan hubungan dengan Italia diharapkan mampu mendorong kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia. Pasalnya, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara betlipat ganda dalam lima tahun mendatang. 

Di sisi lain, Italia juga sangat terkenal dengan minyak zaitun. "Dan kita sudah meminta Italia, berhubung Italia mempunyai minyak zaitun terbaik di dunia, untuk bantu menanamnya di NTT, Indonesia. Sehingga petani di sana akan mendapat banyak keuntungan dari minyak zaitun yang ditanam," ucap Rizal.

Indonesia Akan Jadi Pusat Terumbu Karang Nomor 1 Dunia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah".    (QS. Ali Imran : 110) 

Rizal Ramli      (bsniskeuangan.kompas.com)
(Mediaislamia.com) --- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli berambisi menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang bisa dibanggakan di mata dunia, utamanya dari bidang kemaritiman. Dia bilang, langkah tersebut bisa dimulai dari membangun pusat riset terumbu karang di Indonesia.

"Kalau kita bisa kasih contoh ke seluruh dunia, Indonesia punya pusat riset terumbu karang paling hebat, itu kita akan bangga. Bangsa kita bangsa hebat, dimulai dari terumbu karang," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Ke depan, Rizal mengatakan, ia berencana akan menanam lagi satu juta terumbu karang di Kepulauan Seribu. Di samping itu, dia bilang, kementeriannya akan meminta dukungan dari Marinir untuk pengembangan pusat riset terumbu karang.

Saat panen terumbu karang         (bisnis.liputan6.com)
"Pusat terumbu karang nomor 1 di dunia. Karena kita ingin, bangsa kita menjadi bangsa pemenang. Bukan bangsa yang kalah mulu," sambung Rizal.

Sebelumnya, Kemenko Bidang Kemaritiman bersama Korps Marinir Indonesia telah menanam terumbu karang di 267 titik di perairan Indonesia. Rizal mengklaim, kegiatan ini merupakan penanaman terumbu karang pertama terbanyak di dunia.

"Kami juga bangga Dankomar bukan hanya kasih perintah, tapi terjun ke bawah pakai alat selam untuk nanam langsung terumbu karang," ujar Rizal.

Kamis, 10 September 2015

Sebagus Apapun Paket Kebijakan Akan Ditelan Bumi Jika Petingginya Rusuh Terus

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".    (QS. Al Hashr : 18) 

Presiden Jokowi dan Kebijakannya        (dw.com)
(Mediaislamia.com) --- Beberapa hari yang lalu (9/9), Presiden mengumumkan paket kebijakan ekonomi tahap I yang berisi rencana aksi untuk lebih memacu sektor riil. Banyak yang hendak disasar. 

Pertama, meningkatkan daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan menjamin kepastian usaha. Serangkaian payung hukum sedang disiapkan, meliputi: 17 peraturan pemerintah, 11 peraturan presiden, 2 instruksi presiden, 63 peraturan menteri, dan 5 peraturan lainnya.

Kedua, menghilangkan berbagai hambatan untuk mempercepat pelaksanaan dan penyelesaian proyek-proyek strategis nasional.

Ketiga, meningkatkan investasi di sektor properti.

Paket kebjakan 9 September juga berisi langkah-langkah untuk melindungi masyrakat berpendapatan rendah dan penduduk pedesaan lewat: stabilisasi harga pangan, percepatan pencairan dana desa, dan penambahan penyaluran beras untuk penduduk miskin raskin) dar 12 kali menjadi 14 kali setahun.

Selain itu, masih ada satu kelompok kebijakan yang bertujuan untuk stabilisasi makroekonomi. Pemerintah bersama BI dan OJK akan bahu membahu melakukan langkah-langkah untuk menciptakan kondisi makroekonomi yang kondusif melalui: (1) stabilisasi fiskal dan moneter, termasuk pengendalian inflasi; (2) perpepatan belanja pemerintah; (3) penguatan neraca pembayaran.

Kebijakan Ekonomi  ala Jokowi       (rappler.com)
Inilah paket kebijakan paling komprehensif yang pernah dikeluarkan pemerintahan Jokowi. Sayangnya, sejauh ini kita belum dapat memperoleh rincian paket kebijakan itu yang resmi dikeluarkan pemerintah.
Paket kebijakan menyentuh hal-hal detail seperti subsidi suku bunga untuk kredit usaha rakyat (KUR) dan penyedian converter kit untuk nelayan agar bisa beralih dari bahan bakar solar ke elpiji, sehingga ongkos melaut lebih murah.

Amat sangat disayangkan, di tengah upaya serius membenahi perekonomian, para petinggi negeri cakar-cakaran. Contoh terkini adalah penentangan Menko Kemaritiman atas pembangunan storage BBM oleh PERTAMINA. Sebelumnya tentang kereta api masuk pelabuhan.

Kedua hal itu sudah direncanakan lama lewat kajian mendalam. Betapa pentingnya kita memiliki strotage agar cadangan operasional bisa ditingkatkan dari 18 hari menjadi 30 hari untuk meningkatkan ketahanan energi. Itu pun baru cadangan operasional, belum cadangan strategis yang sampai sekarang masih belum ada sama sekali. Dewan Energi Nasional (DEN) pun mendorong pembangunan storage. Kalau tiba-tiba Menko minta dibatalkan, bakal jadi apa negeri ini?

Demikian pula dengan proyek listrik 35.000 megawatt. Presiden sudah mencanangkannya dan terakhir meminta agar diteruskan. Namun, tanpa "babibu" Menko minta kepada PLN untuk ditinjau ulang (target diturunkan).

Rakyat kecil panen raya        (n7.fotomaps.ru)
Lalu, tindakannya yang demonstatif menghancurkan beton yang menutupi rel di pelabuhan Tanjung Priok.

Kalau ada mafia di Pertamina dan di Pelabuhan Tanjung Priok, enyahkanlah dengan cara yang beradab.

Jika praktek-praktek a la koboi terus berlangsung, betapa sia-sianya serangkaian upaya perbaikan yang sedang dilakukan.

Hari ini saja rupiah lunglai lagi ke titik terendah baru,Rp 14.322 per dollar AS. Indeks harga saham gabungan pun terkoreksi lagi.

Kompak saja belum tentu bisa lebih baik, apalagi kalau cakar-cakaran terus. Malu kita semua dan tambah sengsara.


Minggu, 06 September 2015

Blak-blakan BI Soal Anjloknya Rupiah

Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman :
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".     (QS. At Taubah : 105)

Melemahnya rupiah di Indonesia      (merdeka.com)
(Mediaislamia.com) --- Ekonomi global kini dilanda ketidakpastian setelah melemahnya ekonomi China dan membaiknya perekonomian Amerika Serikat. Mata uang Amerika Serikat, USD menguat terhadap mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

Nilai tukar Rupiah anjlok hingga mencapai level Rp 14.000 per USD. Tidak hanya Indonesia, Ringgit Malaysia juga keok terhadap USD.

Kepala Divisi Operasi Valas, Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Rahmatullah Sjamsudin memaparkan, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD dipengaruhi oleh dua hal yakni fundamental ekonomi dan sentimen.

Apabila fundamental ekonomi cukup baik namun bertolak belakang dengan kondisi Rupiah melemah, maka pelemahan Rupiah terhadap USD didasari oleh sentimen.

Kondisi ini diyakini sedang melanda Indonesia. Ada ketakutan-ketakutan yang justru menekan Rupiah semakin terdepresiasi. Bahkan spekulan memainkan rumor untuk mencari keuntungan lebih besar.

"Sekarang lebih mungkin karena ditakut-takuti. Dolar akan tembus Rp 15.000 dan lebih tinggi lagi katanya. Dulu juga pernah dibilang dolar Rp 10.000 itu kiamat, tapi buktinya sekarang? Masih aman-aman saja," ungkap Rahmat di Bandung, Sabtu (5/9).

Rahmat memaparkan, melemahnya nilai tukar Rupiah tidak bisa lepas dari kondisi di masa lalu. Tahun 2008 terjadi krisis financial di Amerika Serikat (AS). Perekonomian AS pun ambruk.

Untuk membangkitkannya, AS meluncurkan kebijakan pelonggaran kebijakan moneter bernama quantitative easing (QE). Kebijakan ini pun dirasakan banyak negara termasuk negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Unag Rupiah Indonesia       (harianterbit.com)
Nilai tukar Rupiah terhadap USD perlahan naik dari Rp 8000 ke Rp 9000. "Kalau waktu itu istilahnya AS itu buang-buang duitlah. Dan kita kecipratan dari sana," imbuhnya.

Fase berikutnya adalah AS menempuh kebijakan tappering off dan berencana menaikkan suku bunga. Secara perlahan di 2012, Rupiah terus melemah. Dolar menembus Rp 10.000 di 2013 dan menembus Rp 14.000 pada Agustus 2015.

Kondisi ini juga dipersulit dengan adanya krisis Yunani dengan persoalan utangnya yang utang dan China yang secara tiba-tiba mendevaluasi mata uangnya hingga lebih dari 3 persen.

"Sekarang kita menunggu keputusan The Fed tanggal 16 September ini, apakah akan naikkan suku bunga. Menjelang keputusan itu memang pasar bergerak sesuai rumor. Meski nanti sebenarnya pasca kebijakan itu dimungkinkan kondisinya akan mereda," paparnya.

Rahmat menekankan, Rupiah tidak bisa dilihat hanya dari sisi nominalnya. Bahwa ketika USD mencapai Rp 14.000, maka kondisinya sangat buruk atau lebih parah lagi dikatakan sebagai krisis. Akan tetapi lihatlah Rupiah dari relativitasnya.

"Kalau misalnya USD sekarang Rp 5000 terus kemudian besok Rp 10.000 dan lusa Rp 15.000 itu baru sangat buruk. Tapi kalau bergerak cuma disekitar Rp 14.000 dalam jangka waktu yang lama itu nggak masalah. Asal sesuai dengan fundamentalnya," tegas Rahmat.

Kamis, 03 September 2015

IMF Puji Jokowi, Indonesia Masih Bisa Ngutang Lagi

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang menutut  ilmu yang sebenarnya harus ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, namun ia mempelajarinya hanya untuk meraih tujuan duniawi, maka ia tidak akan pernah mencium bau surga pada hari kiamat nanti”.     (HR. Abu Daud no. 3664, Ibnu Majah no. 252 dan Ahmad 2: 338. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). 

IMF Puji Jokowi karena berani     (cnnindonesia.com)
(Mediaislamia.com) --- Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/9). Bos IMF ini juga memberikan kuliah umum di UI.

Indonesia dipercaya bisa jadi negara besar. Pertama-tama, Indonesia harus mampu menggenjot infrastruktur.

Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde, peran infrastruktur sangat penting di Indonesia yang punya lebih dari 17.000 pulau.

“Infrastruktur yang modern dan efisien sangat vital untuk menghubungkan masyarakat dan pelaku ekonomi baik dalam negeri dan dunia luar,” katanya dalam kuliah umum di Universitas Indonesia (UI), Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).

SBY dan Jokowi     (pkspiyungan.org)
Ia menyayangkan, saat ini masih ada kesenjangan infrastruktur di antara pulau-pulau Indonesia, terutama sektor logistik dan kelistrikan.

“Sebagai contoh, biaya logistik mewakili 24% pertumbuhan ekonomi Indonesia, bandingkan dengan Malaysia yang hanya 13%. Gara-gara tingginya biaya transportasi, maka beberapa harga komoditas di luar Jawa bisa lebih mahal hingga 20 kali lipat,” katanya.

Belum lagi dengan tingkat elektrifikasi yang baru mencapai 80% dari total kebutuhan listrik. Hal ini harus segera dibenahi.

Indonesia mau utang lagi ?        (aktual.com)
“Sudah jelas, dalam mengurangi biaya logistik dan kelistrikan itu maka bisa merangsang lebih banyak lapangan kerja di sektor manufaktur dan jasa. Kemungkinan untuk mendapat klien internasional juga semakin terbuka lebar,” ucapnya.

Lagarde juga memberikan dukungan serta pujian terhadap Presiden Jokowi yang sudah melakukan kebijakan yang sangat tepat untuk negara Indonesia saat ini.

“Presiden Jokowi jenius, sudah benar mengutamakan pengembangan infrastruktur sebagai kebijakan utama. Dalam empat tahun mendatang, belanja infrastruktur akan didorong tinggi. Jika dibandingkan pemerintahan sebelumnya, lebih penakut dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Rabu, 02 September 2015

PBB : Gaza Tak Layak Huni 2020 .... Benarkah ?

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ
"Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan".    (QS. Hud : 117) 

Konferensi UNCTAD di PBB      (addisababaonline.com)
(Mediaislamia.com) --- Jika perekonomian terus memburuk, PBB berpendapat bukan tak mungkin Gaza, Palestina, akan menjadi kota tak layak untuk dihuni pada 2020 nanti.

Peringatan itu datang dari laporan Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) yang dirilis pada Selasa (1/9/2015) lalu, yang memperlihatkan perekonomian Gaza yang terdampak oleh perang antara Israel dan Palestina.

Menurut laporan tersebut, dilansir oleh The Washington Post, perang telah membuat populasi penduduk kota itu "melarat dan bergantung pada bantuan kemanusiaan dari dunia".

Gaza akan bangkit lagi      (berita-islamnews.blogspot.com)
Selain itu, dikutip dari TIME, perang juga berdampak pada kemampuan Gaza untuk melakukan ekspor dan produksi di pasar domestik, lantaran sudah tidak ada waktu untuk merekonstruksi dan memulihkan perekonomian.

"Konsekuensi yang berhubungan dengan keamanan, kesehatan, dan sosial dari padatnya populasi adalah satu dari beberapa faktor yang bisa membuat Gaza tak layak dihuni pada 2020 nanti," demikian isi laporannya.

Sedangkan, prospek perekonomian Palestina pada 2015 ini dikatakan dalam laporan tersebut suram, mengingat situasi politik negara itu sedang tidak stabil dan rekonstruksi pascaperang dikatakan lambat.

Selasa, 01 September 2015

Ada Apa dengan IMF Meminjam Indonesia ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ
"Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak".    (QS. Al Hadid : 11) 

Pertemuan Lagarde dan Jokowi        (gettyimages.com)
(Mediaislamia.com) --- Badan Moneter Internasional (IMF) memastikan tidak akan meminjamkan dana kepada Indonesia. Managing Director IMF Christine Lagarde mengatakan, pihaknya datang untuk meminjam bukan untuk memberikan pinjaman. 

"Saya datang hari ini berharap untuk meminjam, bukan untuk memberikan pinjaman," kata dia, Selasa (1/9).

Menurut Christine, yang dipinjam adalah keramahan dan kecantikan budaya Indonesia. Dia menilai, acara pada 2018 akan menjadi momen fantatis. 

Dia menuturkan, Indonesia terpilih secara mudah untuk menjadi tuan rumah pertemuan tahunan pada 2018. Perekonomian Indonesia banyak terjadi reformasi di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Dimana, korupsi dilawan, dan peralihan fokus ke infrastruktur dan edukasi. Hal tersebut akan terbayar dengan perekonomian Indonesia yang menjadi pemimpin di dunia.

Dia menilai, pelemahan ekonomi terjadi hampir di seluruh negara. Alasannya, mulai dari pelemahan ekonomi China, sampai dengan melemahnya harga komoditas. Selain itu, juga pengaruh perubahan kebijakan ekonomi di AS. Christine mengatakan, IMF yakin Indonesia telah lebih siap dari sebelumnya menghadapi pelemahan ekonomi.

Minggu, 30 Agustus 2015

Kalau Dolar Tembus Rp 15.000, Aku Harus Bilang ... Hebat

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الأَلْبَابِ
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran".    (Az-Zumar : 9) 

Ilustrasi "Hemmmm Jarno Aelahh"        (blokberita.com)
(Mediaislamia.com) --- Gejolak nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat kian memusingkan pengusaha. Pengusaha khawatir jika gejolak tak juga reda, bisnis mereka berpotensi rugi, bahkan gulung tikar.

Seperti diketahui, nilai tukar valas menurut kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp 13.998 per dollar AS. Sementara itu, di pasar spot, Senin (24/8/2015) pukul 19.05 WIB, rupiah menembus level 14.050 per dollar AS.

"Kalau dollar terus anjlok di Rp 14.500, kami sudah sulit sekali bertahan. Kalau sudah Rp 15.000, kami bisa kolaps," kata Fajar Budiono, Sekretaris Jenderal Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik Indonesia (Inaplas), kepada Kontan, Senin (24/8/2015).

Efek tekanan rupiah ini sangat berat bagi industri kimia. Alasan pertama, permintaan pasar saat ini terus menyusut lantaran daya beli masyarakat juga lemah. Industri kimia, khususnya plastik kemasan, berhubungan langsung dengan industri consumer goods, seperti makanan dan minuman. Jika permintaan industri ini turun, maka permintaan kemasan plastik juga ikut turun.

Alasan kedua, bahan baku berbasis impor sehingga berpotensi mengerek ongkos produksi yang harus dikeluarkan industri ini. Untung dari sisi suplai ini adalah harga minyak mentah sebagai bahan baku industri kimia tengah mengalami penurunan, yakni di kisaran 40 dollar AS per barrel.

Dolar menguat Rupiah melemah        (jpnn.com)
Meski saat ini kondisi bisnis tengah sulit, Fajar menegaskan bahwa hingga kini belum ada perusahaan yang memutuskan hubungan kerja dengan karyawan. "Utilitas masih kami jaga di 80 persen, jadi banyak stok menumpuk di gudang karena kami optimistis kondisi akan membaik, dan barang akan banyak terserap di akhir tahun," ujar Fajar.

Makin sulit dan PHK

Tekanan rupiah juga memberatkan industri tekstil. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy menerangkan, saat ini industri tekstil mulai kesulitan lantaran bahan baku industri tekstil di Indonesia mayoritas masih impor. Padahal, mereka harus menjual produk di dalam negeri dengan memakai harga rupiah. Kondisi ini jelas menyulitkan saat nilai tukar rupiah terus melemah.

Meskipun industri tengah dirundung masa sulit, Ernovian tidak bisa memastikan berapa lama produsen tekstil lokal ini masih bisa bertahan dalam gejolak. "Beban biaya bahan baku yang semakin tinggi secara otomatis akan mengerek harga jual produk tekstil menjadi semakin mahal," ungkapnya.

Ketua API Ade Sudrajat menambahkan, sekitar 80 persen bahan baku tekstil masih diimpor sehingga industri ini sulit bersaing. Misalnya, bahan pembuatan serat kapas hanya diproduksi di Eropa, begitu juga bahan baku garmen.

Ade mengatakan, efek pelemahan rupiah tidak hanya berimbas terhadap harga jual produk tekstil, tetapi juga berefek terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK). "Sudah ada 36.000 tenaga kerja yang kena PHK," ungkap Ade kepada Kontan, Senin.

Meski begitu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan berharap, kondisi ini bisa menjadi momentum bagi investor asing untuk merealisasikan investasinya di Indonesia karena secara kurs saat ini lagi murah," ujar Putu.

Semoga investor yang datang bukan spesialis pencaplok perusahaan sakit.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Kamis, 27 Agustus 2015

Analisis Peneliti ini Tepat, Ekonomi Indonesia Terguncang pada 2015

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".    (QS. Al A'raf : 79) 

Haryo Aswicahyono      (bidakarabagus.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Peneliti senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Haryo Aswicahyono pernah menganalisis situasi ekonomi pada 2015. Ternyata analisisnya tepat dan terjadi pada tahun ini.

Dalam analisisnya, Haryo menuliskan pemerintahan Presiden Joko Widodo mewarisi kerentanan ekonomi. Apa penyebabnya?

Haryo menulis analisisnya dalam akun Facebook-nya pada 24 Agustus 2014. Dia menulis, stabilitas ekonomi pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diakibatkan dua fakta. Pertama, Indonesia menerima apa yang disebutnya sebagai boom komoditas, dan yang kedua, Indonesia menikmati derasnya aliran modal asing yang masuk ke dalam negeri, atau disebut sebagai limpahan Quantitative Easing (QE).

Berikut ini analisis lengkap Haryo Aswicahyono yang ditulis 24 Agustus 2014 lalu dan terbukti sekarang ini: 

Sebetulnya prestasi SBY 5 tahun belakangan ini tidak hebat2 amat karena 2 fakta berikut ini:

1. Indonesia menerima rejeki nomplok boom komoditas
2. Indonesia menikmati rejeki nomplok aliran modal masuk yang deras karena limpahan Quantitative Easing (QE) US

di balik dua keberuntungan ini ... tersimpan beberapa kerentanan struktural

a. Defisit Neraca Perdagangan (terutama karena impor minyak/overconsumption karena subsidi BBM, dan melemahnya daya saing sektor riil)
b. Defisit Fiskal yang makin membengkak mendekati batas 3% yang diijinkan UU (juga karena subsidi BBM)
c. Mengeringnya likuiditas perbankan (deposit naik perlahan, kredit naik pesat)
d. Menurunnya daya saing sektor riil

Boom komoditas sudah berakhir, sementara QE diperkirakan akan berakhir 2015. Ke depan Jokowi-JK mewarisi ekonomi yang memiliki banyak kerentanan yang lima tahun belakangan tertutup 2 rejeki nomplok tersebut di atas

SBY saat meninjau jalan Tol       (setkab.go.id)
Apa saja agenda prioritas bangsa, pemerintah, DPR, perusahaan, masyarakat?

1. segera membereskan UU dan protokol untuk mengambil langkah2 jika terjadi krisis (UU JPSK), sehingga jika terjadi krisis, pemerintah dan BI berani mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi krisis

2. Mencabut subsidi BBM untuk sekaligus mengurangi tekanan neraca perdagangan dan mengoptimalkan APBN

3. Memperbaiki daya saing sektor riil

ini semua agenda lama yang tercecer karena Indonesia terbuai dua rejeki nomplok di atas. Lima tahun ke depan pemerintah akan sibuk menambal kelemahan struktural tersebut.

Saat disinggung soal analisanya, yang oleh sebagian netizen dianggap tepat, Haryo mengatakan jika hal tersebut memang dapat dianalisa. 

"Tidak saya saja, semua peneliti ekonomi juga bisa menganalisa situasi ini," ujarnya 

Rabu, 26 Agustus 2015

Kesalahan Fatal Jokowi-JK yang Buat Ekonomi Terpuruk

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu".    (QS. An Nisa : 29) 

Fuad Bawazir    (foto.viva.co.id_
(Mediaislamia.com) --- Mantan Menteri Keuangan era Orde Baru, Fuad Bawazier, meyakini bahwa tidak ada niat dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membuat perekonomian RI terpuruk. Meski begitu, dia melihat ada sejumlah titik kesalahan fatal.

“Saya yakin tidak ada niat pemerintah Jokowi-JK untuk menjerumuskan ekonomi RI. Niatnya, pemerintahan siapapun pasti baik,” kata Fuad dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Rabu malam (26/8/2015).

Menteri yang menjabat sebelum lengsernya Soeharto itu mengatakan, kesalahan Presiden Jokowi adalah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Padahal, ia yakin pemerintah kala itu sudah tahu akan terjadi tren penurunan harga minyak mentah dunia.

“Kesalahan fatal, dan konyol. Kenapa? Sudah tahu harga BBM bakalan turun trennya. Dia malah men-trigger inflasi, jadi daya beli konsumsi turun,” ucap Fuad.

Jokowi - JK dan ekonomi Indonesia       (beritasatu.com)
Fuad menyebut kebijakan tersebut merupakan kesalahan strategis pemerintah. Sementara pemerintah tahu bahwa kekuatan ekonomi terbesar RI adalah konsumsi rumah tangga.

“Kekuatan ekonomi terbesar itu dimulai dari konsumsi. Tiba-tiba mesin ini digebuk oleh pemerintah,” kata dia.

Menteri yang menggantikan Marie Muhammad itu tampak lebih kecewa lagi, lantaran pada saat harga minyak mentah dunia terus melorot beberapa hari terakhir, pemerintah belum juga melakukan evaluasi harga jual BBM. Dia pun sungguh menyayangkan apabila rakyat harus mensubsidi negara.

“Jadi soal menaikkan harga BBM ini bukan masalah berani, tapi lo (kamu) enggak ngerti. Akhirnya, kau memulai, kau yang susah, kau yang harus mengakhiri,” ucap Fuad.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Haruskah Prabowo Turun Gunung ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa".   (QS. Al An'am : 44)  

 Prabowo turun Gunung ?     (pksgunungsari.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Dalam beberapa perdagangan Jumat kemarin (21/8), US$ 1 sudah menjadi Rp 14.000. Padahal, situs tempo.co dengan mengutip pendapat Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, pada 23 Februari 2015 memberitakan bahwa, jika Gubernur DKI Jakarta Joko bisa memenangi pemilu presiden pada Juli 2015, nilai tukar rupiah akan menguat signifikan, bisa mencapai level Rp 10 ribu per US$ 1. Artikel itu diberi judul “Jokowi Jadi Presiden, Rupiah Bisa Tembus 10 Ribu”.

Bukan hanya itu, pada 6 Juli 2014, ketika masih dalam masa kampanye pemilu presiden, dengan meminjam mulut analis dari Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, Tempo menurunkan artikel berjudul “Prabowo Menang, Rupiah Berpotensi Tembus 13 Ribu”. Dikatakan dalam artikel itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan menembus 13 ribu bila pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terpilih menjadi presiden-wakil presiden. Rendahnya tingkat kepercayaan pasar terhadap pasangan Prabowo-Hatta, kata artikel itu lagi, diperkirakan membuat banyak investor meninggalkan pasar, sehingga tingkat beli dolar akan tinggi. Kurs bisa menembus Rp 12.500 per dolar Amerika. “Dalam kondisi itu, Bank Indonesia harus melakukan intervensi, sebab berpotensi jatuh hingga Rp 13 ribu per dolar AS,” kata Kiswoyo ketika dihubungi Tempo.

Bagaimana menurut anda .... ?        (tempo.co)
Ekonom pendukung Jokowi juga mengatakan demikian, jika Jokowi jadi presiden maka nilai kurs rupiah bisa hanya menjadi Rp.10.000 per 1 dollar AS. Baca artikelnya: Inilah ekonom yang bilang jika Jokowi jadi presiden maka dollar cuma 10.000.

Kenyataannya, pada Kamis lalu (20/8), menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena arus modal asing terus keluar dari Indonesia. “Situasi kita memang, terus terang bukannya ada dana segar dari luar masuk, malah cenderungnya keluar,” kata Darmin. seperti ditulis pribuminews

Artikel yang ditulis Tempo itu pun menjadi diolok-olok banyak warga Twitland, denganhastag atau tanda pagar #TurunkanPrabowo atau kata-kata “Turunkan Prabowo” saja. Pemilik akun ‏@ardianasmar , misalnya, menulis pada 5 Agustus lalu seperti ini: “1 USD = Rp 13.500 Presiden RI pasti Prabowo. #TurunkanPrabowo ! – twit kecebong pening.”

Rabu, 29 Juli 2015

Penjelasan MUI soal BPJS Kesehatan Haram

Buku saku BPJS Kesehatan/okezone.com
(mediaislamia.com) Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan sistem Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan haram. Tak hanya itu, lembaga ini juga meminta pemerintah untuk membentuk BPJS yang sesuai dengan hukum syariah.

Dari dokumen yang diterima merdeka.com, Rabu (29/7), hasil ijtimak para ulama, MUI telah melakukan kajian mendasar mengenai BPJS Kesehatan tersebut, terutama dari perspektif ekonomi Islam dan fiqh mu'amalah. Dalam penelitian itu, MUI menilai BPJS Kesehatan belum mencerminkan jaminan sosial dalam Islam.

"Secara umum program BPJS Kesehatan belum mencerminkan konsep ideal jaminan sosial dalam Islam, terlebih lagi jika dilihat dari hubungan hukum atau akad antar para pihak," tulis MUI dalam rekomendasi hasil ijtimak.

Tak hanya itu, MUI juga menyorot denda administrasi sebesar 2 persen per bulan dari jumlah iuran tertunggak baik bagi penerima upah maupun bukan. Denda ini dibayarkan secara bersamaan.

Dari hasil pengkajian tersebut, MUI menilai penyelenggaraan jaminan sosial oleh BPJS Kesehatan, terutama yang terkait dengan akad antar para pihak, tidak sesuai dengan prinsip syari'ah. Sebab, pelaksanaannya mengandung unsur gharar, maisir dan riba.

"MUI mendorong pemerintah untuk membentuk, menyelenggarakan, dan melakukan pelayanan jaminan sosial berdasarkan prinsip syari'ah dan melakukan pelayanan prima."

(MI/merdeka.com)