Tampilkan postingan dengan label Mafia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mafia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2015

Thailand Memperkenalkan Museum Korupsi

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
وَلاَ تَأْكُلُوْا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui".   (QS. Al Baqarah : 188) 

Patung Korupsi di Thailand       (inilah.com)
(Mediaislamia.com) --- Thailand memperkenalkan Museum Korupsi Thailand, atau Museum of Thai Corruption, yang memperlihatkan kasus korupsi besar dan patung pelakunya.

Museum kali pertama diperkenalkan 6 September lalu, untuk menandai Hari Antikorupsi di negara itu. Museum memamerkan sepuluh patung, yang mewakili sepuluh kasus korupsi.

Ada patung seorang pria dan wanita berdiri di belakang tumpukan karung emas, yang mewakili dugaan korupsi skema beras mantan PM Yingluck Shinawatra.

Pada instalasi lain terdapat seorang pria dalam bentuk tak sempurna menelan pilar bangunan, yang merepresentasikan penyalah-gunaan dana publik pada pembangunan 396 pos polisi di seluruh negeri. Pelaku korupsi itu adalah Abhisit Vejjaiva.

Ada juga patung-patung lain yang merepresentasikan kasus korupsi besar, yang melibatkan PNS dan penyiar televisi.

Pramon Sutivong, ketua Komisi Antikorupsi Thailand dan pendiri museum ini, mengatakan kepada channelnewsasia.com pihaknya sengaja memamerkan kasus yang belum selesai di pengadilan. Tujuannya, mengingatkan masyarakat akan pelaku.

Hampir semua kasus korupsi yang dipamerkan tidak menyebut nama pelaku, tapi publik tahu dan cukup mempermalukan para koruptor.

Pramon juga mengatakan di masa depan museum akan fokus pada kasus-kasus besar dari masa lalu, dan menyoroti efek buruk kepada masyarakat.

 Hancurkan korupsi  (budiyanto32.blogspot.com)
Sujane Kanparit, kolumnis untuk Sarakadee Magazine, mengatakan museum itu produk politik. Pemerintah, katanya, berusaha mendiskreditkan pemerintahan terdahulu agar tokohnya tidak menang pada pemilu mendatang.

Perang melawan korupsi kerap digunakan sebagai alat politik. Selama konflik 2013-2014, misalnya, Komite Reformasi Demokrasi Rakyat menggunakan tuduhan korupsi terhadap pemerintah PM Yingluck untuk membolisasi pendukung dan menggelar protes di jalan-jalan.

Militer Thailand menggunakan perang melawan korupsi sebagai pembenar tindakan kudeta.

Thitinan Pongsudhirak, direktur Institut Studi Keamanan Internasional dari Chulalongkorn University, mengatakan ada banyak bentuk korupsi di Thailand.

"Kadang-kadang korupsi terhadi akibat penyalah-gunaan kekuasaan oleh pejabat untuk memperkaya diri," ujarnya. "Bentuk lain korupsi adalah melalui penerapan kebijakan publik yang menguntungkan pihak berkuasa."

Penyebab mengapa korupsi sering diabaikan adalah sistem patronase negara. Individu memiliki koneksi pribadi ke atas.

"Negara harus lebih cerdas mengatasi masalah korupsi di masyarakat," kata Thitinan.

Museum Korupsi akan dipamerkan di Bangkok Art and Culture Center, 15-27 September. 

Senin, 07 September 2015

Mafia Pulsa Merambah Dapur PLN

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَل ، فَكَتَمَنَا مِخْيَطاً فَمَا فَوْقَهُ ، كَانَ غُلُولاً يَأتِي به يَومَ القِيَامَةِ
"Barangsiapa di antaramu kami minta mengerjakan sesuatu untuk kami, kemudian ia menyembunyikan satu alat jahit (jarum) atau lebih dari itu, maka perbuatan itu ghulul (korupsi) harus dipertanggung jawabkan nanti pada Hari Kiamat".    (HR. Muslim) 

Rizal Ramli        (ejbis.sindonews.com)
(Mediaislamia.com) --- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli menyentil kebijakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menjual listrik dengan voucher atau pulsa token.

Menurut Rizal, kebijakan ini tidak adil karena masyarakat dibebani harga administrasi dalam penggunaannya. Selain itu, PLN juga terkesan memaksa masyarakat untuk beralih menggunakan listrik pulsa.

"Kami minta lakukan kajian. Agar beban masyarakat terbebaskan," kata Rizal di Jakarta, Senin (7/9).

Pemasangan meter listrik        (dafidf.blogspot.com)
Rizal menjelaskan, untuk pembelian pulsa token Rp 100.000, masyarakat ternyata hanya mendapatkan aliran listrik sebesar Rp 73.000. Untuk itu, pihaknya meminta Direktur Utama PLN Sofyan Basyir segera merevisi aturan tersebut.

Rizal juga meminta PLN segera mengubah kebijakan dengan membebaskan masyarakat untuk memilih listrik secara meteran ataupun pulsa.

"Provider pulsa listrik itu setengah mafia," ujarnya.

Sentilan Menko Rizal itu langsung ditanggapi bos PLN, Sofyan Basyir. Pihaknya berjanji akan memaksimalkan daya untuk masyarakat dengan memotong biaya administrasi jadi Rp 5.000. "Kami usahakan, jadi beli Rp 100.000, listriknya bisa 95.000," terang Sofyan.

(merdeka.com/MI)

Kamis, 03 September 2015

Gebrakan Budi Waseso Membuat Perusahaan China Kalang Kabut

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta".    (HR al-Bukhari dan Muslim) 

Bareskrim-Budi Waseso       (news.okezone.com)
(Mediaislamia.com) --- Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN, Arief Poyuono geregetan bahwa semua kasus Korupsi yang ditangani Bareskrim Komjen Pol Budi Waseso dianggap pihak Istana Negara berdampak terhadap stabilitas perekonomian nasional.

“Padahal, hancurnya perekonomian nasional saat ini adalah akibat gurita Korupsi yang terjadi selama ini yang menyebabkan ekonomi nasional menanggung high cost economy,” kata Poyuono dalam keterangan persnya, Rabu (2/9/2015).
Penangganan kasus tindak pidana korupsi yang ditangani Bareskrim telah merugikan negara trilyunan rupiah seperti Kasus TPPI, Pelindo 2, mafia Dwelling Time, penyalah gunaan CSR BUMN.

Arief menduga rencana dicopotnya Buwas merupakan intervensi pemerintah China dan IMF, terutama dalam kasus dugaan korupsi Pelindo 2. “Sebab, kasus korupsi pengadaan Crane dari China di Pelindo bisa mencoreng nama perusahaan China yang sering kongkalikong melakukan mark up biaya Proyek dan Pengadaan barang di Indonesia lewat kongsi dengan BUMN dan Pemerintah Indonesia.”

PT. Pelindo II di Tanjung Priok        (obsessionnews.com)
Jika Presiden Jokowi dan Wapres JK tidak bisa mengamankan tindak tanduk Budi Waseso, maka ada kemungkinan kesepakatan pinjaman dana untuk Proyek Infrastruktur Listrik, jalan, Pelabuhan akan dibatalkan Pemerintah China.

“Bukti kuat adalah ancaman RJ Lino saat kantornya digeledah menitip pesan pada Sofyan Djalil untuk Jokowi bahwa tindakan Budi Waseso bisa menganggu Ekonomi,” ungkap dia.

“Dan, setelah pengeledahan juga ada ancaman RJ Lino akan mundur dan tidak akan mau mengurus lagi Tol Laut. Apalagi, RJ Lino merupakan tokoh yang ikut mendukung Jokowi-JK saat Pilpres,” tambahnya.

Mobil Crane Pelindo II        (m.rmol.co)
“Jika Jokowi mencopot Buwas, makin jelas bahwa sesungguhnya menjadi ‘God Father’-nya para Koruptor (kakap) yang mulai resah,” ungkapnya.

Semua itu, lanjutnya, akibat banyak para koruptor mulai gerah akibat gebrakan Polri dalam memberantas korupsi yang nilainya triliunan rupiah.

Karena itu, tegas Arief, Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mengutuk keras yang melakukan intervensi terhadap penyidikan pemberantasan korupsi oleh Polri dengan alasan menganggu stabilitas Ekonomi nasional. “Sebenarnya tindakan Jokowi-JK mengkhianati Trisakti Dan Nawacita Untuk membangun pemerintahan yang bersih,” kata Poyuono. @yuan/licom_09.

Rabu, 15 Juli 2015

Enam Fakta Mengejutkan Tentang Gembong Narkoba El Chapo

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا
"Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi".   (QS. An Nisa : 79)

Joaquin El Chapo-Gembong Narkoba   (capitalo.info)
(Mediaislamia.com) --- Joaquin ‘El Chapo’ Guzman, gembong narkoba paling berbahaya asal Meksiko telah jadi pemberitaan media-media dunia. Dia telah melarikan diri dari penjara dengan keamanan superketat di Meksiko.

Hebatnya, dia melarikan diri melalui terowongan besar dan nyaris tidak terdeteksi. Siapa sejatinya El Chapo? Sindonews.com, pada Selasa (14/7/2015), mengulas sosok gembong narkoba ini dengan enam  fakta “tergila” tentang dirinya.

Dia terlahir dengan nama asli Joaquín Archivaldo Guzmán Loera. Tapi, dia memiliki sejumlah nama alias, di antaranya, El Chapo, Chapo Guzman, El Rapido. Tanggal kelahirannya ada dua versi, 4 April 1957 dan 25 Desember 1954. Alamatnya tercatat sebagai warga Sinaloa, Mexico.

Ada enam fakta mengejutkan tentang sosok gembong narkoba paling berbahaya ini. Berikut rinciannya;

1. Buta huruf 

El Chapo meninggalkan bangku sekolah pada usia delapan tahun. Dia lahir dari keluarga petani miskin di Desa La Tuna, kaki bukit Sierra. Sejak putus sekolah, dia bekerja dengan ayahnya sebagai pemetik jeruk. Tapi, dia dan ayahnya juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai penggarap ladang opium.

Meninggalkan bangku sekolah di usia delapan tahun, El Chapo tidak bisa baca tulis alias buta huruf. Pada usia 15 tahun, dia mulai menjual kokain dengan tangannya sendiri. Dari usaha jual narkoba itu, dia kemudian jadi tulang punggung keluarga.

Penjara di Meksiko   (heavy.com)
Pada 1980-an, Chapo Guzman direkrut oleh bos kartel narkoba Guadalajara, Miguel Angel Felix Gallardo, yang dikenal sebagai “Godfather” kartel narkoba Meksiko modern. Pekerjaan Guzman adalah untuk menghubungi para pengedar narkoba di kota-kota Kolombia seperti Medellin dan Barranquilla. Dari pekerjaan inilah, El Chapo berhasil membangun jaringan penyeludup narkoba besar hingga ke Amerika Serikat, Eropa dan Asia.

2. Bos narkoba super kuasa

Sejak terjun di bisnis narkoba, El Chapo merintis karir di organisasi kartel narkoba Guadalajara. Setelah menempati posisi teratas di geng kartel narkoba Guadalajara, dia menampilkan dirinya sebagai dalang kriminal seperkuasa.

Salah satu mantan rekannya yang diadili, menggambarkan soso Guzman yang obsesif dan pemimpin kejam. Namun, Guzman juga dikenal sebagai negosiator ulang dalam bisnis narkoba, di mana dia pernah bernegosiasi sendirian untuk pengiriman narkoba ke Amerika Serikat (AS).

3. Miliarder

Kemampuan El Chapo untuk menyelinapkan kokain, heroin dan ganja dalam jumlah berton-ton ke AS tidak hanya membuatnya menjadi salah satu orang paling diburu di Meksiko dan AS. Tapi, bisnis itu membuatnya menjadi salah satu bandar narkoba paling kaya dalam sejarah.

Lubang menuju terowongan   (fox13now.com)
Pada tahun 2009, El Chapo Guzman masuk daftar salah satu miliarder dunia versi majalah Forbes. Pada 2013, dia diyakini telah menghabiskan banyak kekayaannya untuk mencari perlindungan. Tapi, jumlah kekayaan yang sebenarnya dari gembong narkoba ini tidak ada yang pernah bisa mendeteksi.

Tapi, dia tetap masuk daftar miliarder versi Forbes yang berdampingan dengan miliarder-miliarder kuat dunia, di atas peringkat Presiden Prancis dan Venezuela.

4. Suami Ratu Kecantikan

Siapa sangka, gembong narkoba El Chapo bisa bersanding dengan Ratu Kecantikan di Meksiko, Emma Coronel pada 2007. Sejak menikahi Coronel, mereka memiliki dua anak gadis kembar. Pernikahannya dengan sang Ratu Kecantikan digelar supermewah, bahkan para pejabat polisi menjadi tamu undangan.

El Chapo tumbuh dengan keluarganya dan dikenal memiliki hubungan sengit dengan ayahnya. Dia telah mengalahkan semua saudaranya. Tapi, El Chapo merupakan pemuja ibudanya, yang seorang pemeluk Katolik yang taat. Sosok ibundanya, kerap mempengaruhi setiap keputusan besar yang diambil gembong narkoba paling berbahaya di dunia ini.

Meski menikah dengan dengan Ratu Kecantikan di Meksiko, El Chapo dikenal memiliki banyak pacar. Pada tahun 2008, salah satu kekasihnya, Zulema Hernandez, ditemukan tewas di bagasi mobil. Tubuh korban diukir dengan huruf “Z”.

5. Buron utama setelah Osama bin Laden

El Chapo Guzman adalah orang pertama yang diberi julukan “Public Enemy Number 1”, sebuah julukan yang pernah diberikan kepada bos mafia terlarang di AS, Al Capone. Dia sudah kerap keluar masuk penjara.

Tempat tidur El Chapo di penjara  (dailymail.co.uk)   
Setelah kematian pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden pada tanggal 2 Mei 2011, El Chapo Guzmán menjadi buron utama FBI dan Interpol. Gedung Putih menginginkan agar El Chapo ditangkap untuk diadili.

Geng narkoba yang dipimpin El Chapo telah terlibat dalam perang antar-geng narkoba termasuk dengan geng kartel narkoba Zetas, yang menewaskan sekitar 100 ribu orang. Bahkan muncul laporan, ada kejadian paling kejam dalam persaingan antar-geng narkoba itu, di mana istri pesaing dipenggal kepalanya kemudian dimasukkan dalam kardus dan dikirim ke rumah sang musuh.

Ada juga laporan, bahwa geng El Chapo Guzman melemparkan anak-anak dari jembatan dan menembak kepala si penyelundup narkoba jika kiriman narkoban telat.

6. Kabur dari terowongan penjara

El Chapo melarikan diri dari penjara Altiplano, penjara dengan keamanan superketat di Meksiko. Dia kabur pada Sabtu malam melalui terowongan besar. Pemerintah Meksiko telah menawarkan hadiah 60 juta peso atau sekitar Rp50,7 miliar untuk memburu gembong narkoba berbahaya ini.

Kaburnya El Chapo diduga kuat melibatkan “orang dalam” penjara. Praktik kolusi itu diungkap Menteri Dalam Negeri Meskiko, Miguel Angel Osorio Chong, pada hari Senin (14/7/2015). ”Tidak akan ada istirahat bagi si kriminal ini,” kata Osorio Chong dalam konferensi pers di Mexico City, seperti dikutip Reuters.

Sedangkan tawaran hadiah hingga sekitar Rp50, 7 miliar itu disampaikan Jaksa Meskiko, Jenderal Arely Gomez. Hadiah itu, kata dia, akan diberikan kepada semua pihak yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkap El Chapo.

Kaburnya El Chapo dari penjara merupakan yang kedua kali dalam 14 tahun. Larinya bos kartel narkoba ini telah membuat malu Presiden Enrique Pena Nieto. Tentara dan polisi telah dikerahkan besar-besaran untuk memburu El Chapo. Sedangkan 30 pegawai penjara telah diinterogasi, temasuk sipir karena dicurigai terlibat dalam pelarian El Chapo.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Sabtu, 16 Mei 2015

Terbongkarnya Kasus Penelantaran Anak di Cibubur

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".   (QS. At Tahrim : 6) 

Utomo Purnomo (UP) dan Nurindria Sari  (m.tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda, mengaku dilema dalam menghadapi dugaan penelantaran yang dilakukan oleh T dan N terhadap anaknya D yang berusia 8 tahun.

"KPAI merasa sangat dilematis karena di satu sisi tidak ingin memisahkan (orang tua dengan anak), di sisi lain ingin melindungi hak dasar anak," ujar Erlinda di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/5).

Dalam kesempatan tersebut, Erlinda pun menekankan bahwa sudah menjadi tugas utama orang tua untuk memberikan perlindungan kepada anaknya. Namun, hal tersebut diduga tidak dilakukan oleh T dan N kepada kelima orang anaknya.
"D sudah hampir dua bulan hidup di rumah warga dan pos keamanan. Warga sangat ketakutan dan diancam sebagai penculik," tutur Erlinda.

Oleh sebab itu, dia mengatakan, KPAI akan sangat mengapresiasi apabila ada pihak keluarga dari derajat dua yang dapat bertanggung jawab atas kelima anak T dan N ini.

Kendati demikian, KPAI tidak langsung lepas tangan. Erlinda mengatakan KPAI akan tetap melakukan investigasi terlebih dahulu.

"Kami akan investigasi keluarga yang ingin ambil alih, karena akan uji apakah patut," tegasnya. 

Sebelumnya, Erlinda mengatakan, kelima anak T dan N ini berada dalam kondisi psikologis yang berbeda-beda. Lebih lanjut, Erlinda mengatakan D, anak ketiga, berada dalam kondisi tertekan yang sangat mendalam.

Kediaman Utomo Purnomo di Cibubur  (news.okezone.com)
"Ada beberapa luka yang kasat mata. Lukanya di area kaki D," ungkap Erlina. 

‎Diketahui, hingga saat ini T dan N masih berstatus terlapor di Polda Metro Jaya. Sekitar enam saksi pun masih diperiksa terkait perkara ini. Kasus ini bermula‎ ketika Jatanras Polda Metro Jaya mengamankan lima orang anak dari Perumahan Citra Gran Cibubur, Cluster Nusa Dua Blok E8 Nomor 37, kemarin, Kamis (14/5).

Mereka membawa D (8), anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya dengan sebulan tidak boleh masuk rumah.

Pada saat polisi dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendobrak masuk rumah tersebut, ternyata ada empat anak dan seorang wanita. Diketahui, wanita tersebut adalah ibu dari kelima anak. Saat pendobrakan, di pelataran rumah terlihat satu mobil BMW dan Honda Oddysey yang terparkir.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP, Herry Heryawan mengatakan, pihaknya mengevakuasi anak-anak tersebut setelah mendapat informasi dari masyarakat.

‎Salah satu tetangga mengatakan keluarga itu sudah mengontrak selama lima tahun di rumah tersebut. Selama ini tetangga sangat jarang melihat ada aktivitas penghuni rumah pada siang hari. Mereka keluar rumah dengan menggunakan mobil.

Evakuasi terhadap rumah tersebut diawali oleh laporan warga yang berempati karena D, anak ketiga keluarga tersebut, ditelantarkan selama satu bulan belakangan dan tidak dibolehkan masuk rumah. D selama ini dirawat warga sekitar rumah dan tidur di pos jaga. 


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Selasa, 05 Mei 2015

Dua Pria Yang Ditembak Mati di Texas Terungkap

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَيَدْعُ الْإِنسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنسَانُ عَجُولًا
"Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa".   (QS. Al Isra' : 11) 

Elton Simpson dan Nadir Soofi          (ibtimes.co.uk)
(Mediaislamia.com) --- Identitas dua pria bersenjata yang ditembak mati di luar konferensi tentang kartun Nabi Muhammad di Texas, sudah diungkapkan pihak berwenang, seperti disebut media Amerika Serikat.

Harian New York Times dan Washington Post melaporkan mereka adalah Elton Simpson dan Nadir Soofi.

Keduanya mengemudikan mobil ke Pameran Seni Muhammad di Garland, kawasan pinggiran Dallas, hari Minggu (03/05), dan ketika konferensi mendekati akhir, mereka melepas tembakan ke arah dua aparat keamanan di tempat parkir.

Keduanya membawa senapan serbu dan memiliki pasokan amunisi dalam jumlah besar di dalam mobilnya. Polisi kemudian menembak mati kedua penyerang.

Simpson disebut sudah pernah diselidiki karena dugaan serangan teroris.

Agen-agen FBI juga sudah melakukan penggeledahan di sebuah apartemen di Phoenix, Arizona, tempat Simpson tinggal.

Apartemen Elton di  Phoenix - Arizona      (bewara.co)
Kepolisian Garland sebelumnya mengatakan yakin mereka mengetahui siapa penyerangnya.

Pelaksana konferensi kartun Nabi Muhammad -sebuah kelompok yang berkantor di New York yang bersikap kritis terhadap Islam- sudah membayar US$10.000 untuk tambahan keamanan walau polisi mengatakan tidak ada ancaman khusus atas konferensi.

Kedua penyerang melepas tembakan di luar tempat berlangsungnya konferensi tentang kartun Nabi Muhammad, yang antara lain diwarnai dengan lomba menggambar Nabi Muhammad dengan hadiah US$10.000 atau sekitar Rp130 juta.

Banyak umat Islam yang berpendapat menggambar Nabi Muhammad merupakan pelecehan agama Islam.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Rabu, 29 April 2015

Tenda Ungu Saksi Bisu di Limus Buntu Nusakambangan

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah : "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".  (QS. Al Jum'ah : 8) 

Tenda ungu saksi bisu   (news.detik.com)
(Mediaislamia.com) --- ‎Pelaksanaan eksekusi mati gelombang dua agak berbeda dengan gelombang pertama. Kejaksaan Agung (Kejagung) lebih memperketat keamanan saat pelaksanaan eksekusi mati di lapangan tembak Limus Buntu, Nusakambangan.

Apabila pada eksekusi gelombang pertama, petugas sempat memergoki orang yang mencoba masuk ke lokasi eksekusi di perairan di Nusakambangan. Maka kali ini pengamanan diperketat.

Sembilan tiang untuk para terpidana mati telah disiapkan di lapangan Limus Buntu, Nusakambangan‎. Nantinya di atas lokasi itu akan ditutupi dengan tenda dengan maksud agar tidak ada drone (pesawat tanpa awak) yang dapat memantau.

"Di lokasi eksekusi sudah ada tenda agar tidak dapat dipantau dengan drone. Kalau sebelumnya kan tidak ada," ucap sumber detikcom ketika dihubungi, Selasa (28/4/2015).

Tiang kayu eksekusi mati       (news.detik.com)
Dari foto yang terlihat, tampak tenda tersebut berwarna ungu dan menutupi tiang-tiang di mana para terpidana tersebut akan dieksekusi mati. Saat ini jaksa eksekutor telah menuju ke lokasi eksekusi mati yaitu di lapangan tembak Limus Buntu.

Para terpidana itu, menurut petugas yang menyiapkan lokasi, akan dibawa ke tenda-tenda yang sudah disediakan. Tenda yang akan melindungi para terpidana mati dari pantauan drone berwarna biru keunguan. Tingginya kurang lebih 5 meter dengan panjang kurang lebih 30 meter.

Di bawah tenda, telah berdiri 9 tiang kayu yang memiliki fondasi dari semen. Masing-masing tiang memiliki jarak kurang lebih lima meter. Dengan begitu, posisi antar terpidana mati tidak berdekatan. Lokasi tembak itu sendiri memang dikeliling hutan dan perbukitan.

Kesembilan terpidana yang akan dieksekusi yaitu ‎WN Filipina Mary Jane, WN Australia Andrew Chan, WN Australia Myuran Sukumaran, WN Nigeria Martin Anderson, WN Raheem Agbaje, WN Brazil Rodrigo Gularte, WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise, WN Nigeria Okwudili Oyatanze, dan WN Indonesia Zainal Abidin.

(news.detik.com/MI)

Silahkan klik Vidio di bawah ini :

Selasa, 28 April 2015

Pengakuan Maria Kristina Sergio Orang Yang Merekrut Mary Jane Veloso

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
عن ابي مسعود رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم, عليكم بالصدق, فان الصدق يهدى الى البر, وان البر يهدى الى الجنة, وما يزال الرجل يصدق و يتحرى الصدق حتى يكتب عند الله صديقا واياكم والكذب فان الكذب يهدى الى الفجور, وان الفجور يهدى الى النار, وما يزال الرجل يكذب ويتحرى الكذب حتى يكتب عند الله كذابا
"Dari ibn Mas’ud ra, ia berkata : Bersabda rasulullah saw, Wajib bagi memegang teguh perkataan benar, karena perkataan benar membawa kebaikan, dan kebaikan itu mengajak ke Sorga. Seseorang yang senantiasa berkata benar, sehingga dituliskan disisi Allah sebagai orang yang berbuat benar (jujur). Dan jauhilah berkata dusta, karena kata dusta itu membawa kejahatan, dan sessungguhnya kejahatan itu mengajak ke neraka. Seorang pria yang senantiasa berkata dusta, maka dituliskan disisi Allah sebagai pendusta besar".  

Pengakuan Maria Kristina S.     (tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Mary Jane Veloso, terhindar dari eksekusi hukuman mati setelah adanya keputusan penundaan Rabu (29/4/2015). Mary Jane diduga jadi korban penipuan dan direkrut oleh kelompok kriminal di Filipina saat ia tertangkap tangan membawa 2,6 kiligran heroin di Bandara Adisucipto, Yogyakarta

Terkait dengan keputusan eksekusi Mary Jane Veloso , Seorang wanita bernama Maria Kristina Sergio Selasa (28/4/2015) pergi ke kantor polisi di kota Cabanatuan sekitar 120km utara ibukota Manila untuk mencari perlindungan pemerintah, kedatangannya ke kantor polisi karena dia takut menerima banyak ancaman kematian di ponsel maupun akun Facebooknya.

Sergio, 47, adalah putri dari salah satu orangtua baptis Veloso.

Menurut laporan ibu dan adik Mary Jane Veloso, Kristina Sergio menawarkan pekerjaan kepada Mary Jane Veloso awal tahun 2010 sebagai pembantu di Malaysia, dengan gaji insentif, 20.000 peso, sepeda motor dan ponsel.

Tanggal 22 April 2010 Veloso dan Sergio berangkat ke Malaysia 2010. Sesampainya di Malaysia , Sergio mengatakan kepada Veloso ada orang lain yang memberi tugas di Malaysia, ada kekosongan tenaga kerja di Yogyakarta, Indonesia.

Akhirnya keduanya tinggal di sebuah hotel di Kuala Lumpur selama tiga hari.

Sergio menjemput Veloso untuk pergi ke mal di Petaling Jaya di mana dia diperkenalkan kepada dua orang satu tampaknya seorang Afrika nama "Ike" dan lainnya pria "berkulit putih" dan tidak menyebutkan namanya. Salah satu pria itu dikenal Veloso sebagai pacar Sergio.

Dua anak Mary Jane Veloso        (toptweet.org)
Di mal, orang-orang itu membelikan Veloso, pakaian mahal dan tas baru. Mereka juga memberinya uang 500 dollar Amerika.

Veloso bertanya-tanya mengapa tas muncul terlalu berat, tapi Sergio meyakinkannya bahwa itu hanya karena tas itu baru.

Tepat tanggal 25 April 2010, Sergio dan Veloso terbang ke Yogyakarta. Di bandara ada, bagasi Veloso yang menimbulkan bunyi alarm. Setelah dicari terungkap ada ada 2.6kg heroin yang dibungkus dalam aluminium foil dan dijahit ke dalam lapisan koper milik Veloso.

Veloso ditangkap. Saat ia melihat ke kerumunan, Sergio sudah menyelinap pergi.

Departemen Kehakiman sedang menyelidiki keluhan dari perekrutan ilegal, perdagangan manusia dan estafa telah diajukan terhadap Sergio, meskipun tidak ada surat perintah pengadilan yang luar biasa terhadap dirinya.

Penyelidikan awal kasus ini telah ditetapkan pada 8 Mei dan 14 Mei.

Sergio, yang juga dikenal dengan nama Mary Christine Gulles Pasadilla, membantah merekrut Veloso atau mengirimnya ke Indonesia dengan simpanan obat.

Dia mengatakan Veloso mendekatinya pada tahun 2010, dan bahwa dia hanya menawarkan untuk membantunya mencari pekerjaan di luar negeri.

Pengacara Veloso itu telah meminta pemerintah Filipina untuk menyelidiki dan menangkap Sergio pada awal 2010, untuk mendapatkan informasi yang akan menghasilkan temuan penting untuk daya tarik mereka.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Pukul 00.35 WIB Delapan Terpidana Mati Dieksekusi

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
"Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya".   (QS. Al An'am : 61) 

Malam yang mencekam di Nusakambangan     (bbc.co.uk)
(Mediaislamia.com) --- Dor..dor..dor..!  Suara tembakan membelah malam sunyi di Nusakambangan. Delapan tim regu tembak telah memantik pelatuk mereka tepat ke jantung delapan terpidana mati pada Rabu (29/4), sekitar pukul 00.35 WIB di Lapangan Tembak Limus Buntu di Nusakambangan. Sumber CNN Indonesia di Nusakambangan melaporkan personel Brimob Polres Purwokerto telah usai merampungkan tugasnya.

“Sudah, jam 00.35,” ujar sumber CNN Indonesia yang berada di lokasi.

Lapangan tembak bekas area Limus Buntu, Nusakambangan, Jawa Tengah adalah sebuah lapangan berbentuk segi empat, dengan dinding bata tua yang tingginya hanya berkisar satu meter.

Lokasinya tepat di pinggir satu-satunya jalan raya di Nusakambangan. Di seberang lapangan, laut luas yang membelah pulau dengan daratan Jawa tampak membentang.

Delapan terpidana dieksekusi dalam waktu yang bersamaan. Mereka yang dieksekusi yakni empat warga Nigeria, Jamiu Owolabi Abashin yang lebih dikenal sebagai Raheem Agbage Salami, Okwudili Oyatanze, Martin Anderson, dan Silvester Obiekwe Nwolise.

Ada pula Rodrigo Gularte dari Brasil, dan Zainal Abidin dari Indonesia. Selanjutnya, duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Eksekusi Mary Jane Veloso ditunda dimenit-menit akhir oleh Jaksa Agung M. Prasetyo. Dia tetap di LP Besi, tidak dibawa ke Lapangan Tembak Limus Buntu. 
Merujuk Pasal 1 Undang-Undang Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati yang Dijatuhkan Oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Umum dan Militer, pelaksanaan pidana mati, yang dijatuhkan oleh pengadilan di lingkungan peradilan umum atau peradilan militer, dilakukan dengan ditembak sampai mati.

Sebagaimana diatur dalam ketentuan, para terpidana dihadirkan ke tengah lapangan tembak pada waktu yang telah ditentukan. Dengan mengenakan baju berwarna putih, mereka disiapkan menghadapi regu penembak yang ditentukan.

Terpidana boleh meminta untuk ditempatkan dalam kondisi duduk atau berdiri. Begitupun dengan tutup kepala, yang bisa mereka minta untuk dikenakan atau tidak.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Nur Ali menyebutkan regu tembak terdiri dari 14 orang untuk satu tim. Setiap terpidana, bakal ditembak oleh satu tim. Satu tim terdiri dari seorang Bintara, 12 orang Tamtama, di bawah pimpinan seorang Perwira.

Permintaan Terakhir

Kejaksaan Agung, sebagai jaksa eksekutor pelaksanaan eksekusi mati, sebelumnya telah membeberkan permintaan para terpidana mati itu. Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony Spontana, hanya terpidana asal Brasil Rodrigo Gularte dan terpidana asal Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise dan Okwudili Oyatanze yang belum menyampaikan permintaannya.

"Kalau sampai besok tidak ada segera dibuatkan makam di Nusakambangan," kata Tony di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/4)

Ambulance sudah siap        (nasional.news.viva.co.ida)
Sementara itu, Raheem Agbaje Salami, terpidana yang juga berasal dari Nigeria, meminta untuk dimakamkan di Madiun. Namun permintaan untuk mendonorkan organ tubuh tidak bisa dipenuhi. "Berdasarkan pertimbangan Kementerian Kesehatan tidak mungkin dipenuhi. Karena donor itu tidak bisa lama, harus langsung diterima," kata Tony.

Sementara itu, terpidana asal Nigeria lainnya, Martin Anderson, memilih untuk dimakamkan di Bekasi. Semula Martin diketahui sebagai warga negara Ghana. Namun setelah dikonfirmasi ke perwakilan negaranya, dia dipastikan berkewarganegaraan Nigeria.

Terpidana asal Indonesia, Zainal Abidin, berdasarkan persetujuan keluarganya, akan dimakamkan di Nusakambangan. Awalnya keluarga tidak menyetujui Zainal dimakamkan di pulau eksekusi itu, namun menurut Tony, akhirnya mereka berubah pikiran.

Dua terpidana mati lainnya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran asal Australia, meminta untuk dikembalikan ke negaranya masing-masing. Namun di akhir sebelum eksekusi, Andrew menyebut meminta dimakamkan di Jakarta Barat.

Pesan Terakhir

Terpidana mati asal Palembang, Indonesia, Zainal Abidin, memberikan pesan terakhir kepada kedua anaknya, Tiara dan Roy. Sayang, pesan terakhir itu belum bisa disampaikan langsung oleh Zainal kepada kedua buah hatinya.

Adik Zainal, Iwan Setiawan, kepada CNN Indonesia usai mengunjungi kakaknya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Besi, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, mengatakan, Zainal belum dapat menghubungi anaknya hingga saat ini. "Tadi sudah telepon anaknya (Roy) tapi tidak diangkat, kemungkinan masih sekolah," katanya, Selasa (28/4) di Dermaga Wijayapura, Cilacap.

Kendati demikian, lanjut Iwan, sipir berjanji akan memberikan kesempatan untuk menghubungi kembali melalui telepon genggam milik sipir. "Nanti ada kesempatan untuk menghubungi anaknya dan juga diberi kesempatan untuk menelepon keluarganya karena tidak dapat datang ke sini dan juga keluarganya jauh-jauh," ujarnya.

Iwan mengaku sang kakak menitipkan dua pesan terakhir kepadanya untuk disampaikan kepada kedua anaknya. "Pesan Pak Zainal, rajin sholat dan sekolah yang rajin," tutur Iwan. 

Sedang Raheem Agbaje Salami melalui kuasa hukumnya, Utomo Karim, menyatakan pihak keluarga sudah pasti tak dapat mendampingi kliennya di jam-jam hingga menit-menit terakhir menjelang eksekusi. Keluarga Abashin terganjal masalah visa dan ekonomi sehingga hanya bisa berkomunikasi menggunakan jalur telepon. Dia pun hendak berikhlas, berkata kepada keluarganya agar tidak memaksakan diri datang ke Indonesia.

Siapa Dibalik Lolosnya Hukuman Mati Mary Jane ?

Allah Subhanahu Wa aTa'ala berfirman :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran".   (QS. Al Baqarah : 186) 

Mary Jane Veloso (kiri)         [sidomi.com]
(Mediaislamia.com) --- Terpidana Mary Jane Veloso batal dieksekusi mati malam ini. Penyebabnya ada bukti baru dalam kasus ini. 

Dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat, Presiden Jokowi meminta hukuman mati Mary Jane ditunda hingga kasusnya terang. Pemerintah Filipina pun melobi agar status Mary Jane bisa berubah menjadi saksi untuk membongkar sindikat Narkoba internasional.

Fakta itu terungkap saat seorang wanita bernama Maria Cristina Sergio menyerahkan diri ke kepolisian Nuefa Ecija, Filipina. Dia merupakan penyalur Mary Jane Veloso.

Maria menyerahkan diri hanya berselang beberapa jam sebelum Kejaksaan Agung Indonesia menyampaikan jadwal eksekusi yang akan dijalani oleh Mary Jane. Maria yang memiliki nama lain yaitu Mary Christine Gulles Pasadilla ini menyerahkan diri dengan alasan takut dengan kehidupan MJ setelah dia menerima putusan hukuman mati.

Mary Christine  Gulles  Pasadilla   (vebidoo.com)
"Dia menyerahkan diri dengan alasan merasa bersalah pada Mary Jane yang akan dieksekusi di Indonesia," kata seorang petugas di kantor kepolisian Nueva Ecija, seperti dilansir dari media Philstar.com, Selasa (28/4).

Maria sendiri menyerahkan diri bersama dua orang lainnya yang tidak disebutkan namanya.

Mary Jane Veloso ditetapkan bersalah pada 2010 oleh Hakim di Indonesia lantaran secara ilegal membawa obat-obatan terlarang. Wanita 30 tahun tersebut mengaku sebagai korban sindikat narkoba.

Akhirnya perjuangannya membuahkan hasil. Mary Jane lolos dari hukuman mati. Setidaknya, malam ini.

Pesan Terakhir Mary Jane Untuk Anaknya

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berdirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُم مُّصِيبَةُ الْمَوْتِ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan dimuka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian".   (QS. Al Maidah : 106) 

Mary Jane Veloso (kanan)          [cnnindonesia.com]
(Mediaislamia.com) --- Sebuah video yang menampilkan pesan terakhir terpidana mati Mary Jane Veloso beredar di YouTube. Video yang berdurasi 1 menit 21 detik tersebut berisi pesan yang disampaikan untuk anaknya.

Video berjudul 'Mary Jane Veloso Message to her sons' diunggah oleh akun Rappler, situs berita berbasis citizen journalism yang berbasis di Pasig City, Filipina.

Dalam video tersebut, tampak saudara kandung dari Mary Jane yakni Marites Veloso-Laurente menyampaikan pesan Mary Jane kepada dua anaknya, Mark Daniel dan Mark Darren. Dia berpesan agar kedua anaknya tabah menghadapi kejadian ini.

"Mark, kalau saya mati, saya berpikir tidak akan mati. Karena saya adalah orang jahat, karena saya dipenjara," kata Mary Jane seperti ditirukan oleh adiknya dalam Bahasa Tagalog.

Dalam video, dia melanjutkan, bahwa Mary Jane ingin agar anaknya bangga terhadap dirinya apapun yang terjadi. "Saya ingin kalian menyebut mama saat tiada. Karena (dia) mati menanggung dosa orang lain."

Sambil terbata-bata sesekali menyeka air matanya dengan sapu tangan biru, Maritess melanjutkan bahwa anak-anaknya ingin mengetahui bahwa ibunya pergi dengan hati yang bersih.

"Tanpa kesalahan, aku akan pergi ke surga." Mary Jane melanjutkan ke anaknya "Apakah kamu mengerti?" kedua buah hatinya pun menganggukan kepala.

"Kalau mama tidak kembali ke rumah, berarti mama sudah menghadap ke Tuhan," kata Mary Jane lagi ke Daren.

Mary Jane Fiesta Veloso ditangkap di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta tahun 2010 silam. Ia kedapatan membawa 2,6 kilogram heroin. Atas kasus ini, ia divonis hakim Pengadilan Negeri Sleman hukuman mati. Mary sempat mengajukan pengampunan, namun permohonan grasi yang diajukannya telah ditolak oleh Presiden melalui Keppres Nomor 31/G tertanggal 31 Desember 2014.

Saat ini, sepuluh terpidana mati, termasuk di antaranya Mary Jane, telah berada di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Para terpidana mati juga telah diisolasi. Mary Jane kini mendekam di LP Besi.

Hukuman mati untuk Mary Jane telah mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan, di antaranya adalah Komnas Perempuan dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. 


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Detak Jantung Menunggu Waktu di Nusakambangan

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
“Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan dan mendahulukannya sedetikpun”.   (QS. An-Nahl : 61) 

Permasyarakatan Nusakambangan        (merdeka.com)
(Mediaislamia.com) --- Sejumlah peti mati dengan nama para terpidana mati sudah disiapkan di Nusakambangan. Para terpidana mati dikabarkan akan dieksekusi pada Rabu (29/4) dini hari.

Sebanyak 1.203 personel gabungan sudah diterjunkan untuk mengamankan lembaga pemasyarakatan Nusakambangan. Di Dermaga Wijayapura juga sudah disterilkan oleh petugas TNI dan Polri. Bahkan pengendara motor dan mobil dilarang melintasi Jalan Tembakreja. 

"Pasukan gabungan TNI Polri yang akan ditempatkan di lokasi yang sudah ditentukan," ujar Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya, usai apel pasukan di Mapolres Cilacap, Jawa Tengah, Senin (27/4).

Menurut Ulung, sejumlah personel gabungan TNI Polri menjaga tiga tempat. Ring pertama lapangan tembak, ring kedua lapas Sodong dan ring ketiga Dermaga Wijayapura.

Sementara itu beberapa unit yang sudah berangkat ke Lapas Nusakambangan dalam rangka eksekusi yaitu; Tim Dokumentasi dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng. Untuk Tim Inafis yang akan mengidentifikasi kondisi terpidana dari Polres Cilacap.

"Kalau tim Inafisnya langsung dari Polres Cilacap. Secara teknis diserahkan ke Polres Cilacap," ungkap salah seorang perwira di Polda Jawa Tengah tersebut kepada merdeka.com.

Untuk mengeksekusi para terpidana mati gelombang kedua tim Resmob Polda Jateng akan menggunakan senjata api laras panjang otomatis serbu jenis SS1 buatan Pindad Bandung, Jawa Barat.

Ilustrasi eksekusi mati          (siaganarkoba.com)
"Senpinya (senjata apinya) laras panjang, otomatis senpi serbu," ungkap sumber merdeka.com di Mapolda Jateng di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah Senin (27/4).

Senpi jenis SS1 ini merupakan tipe senapan serbu yang diproduksi dan digunakan sejak tahun 1991. Senjata dengan berat 4,01 kg (kosong), panjang 997 mm dengan peluru 5,56 x 45 mm standar NATO. Senapan ini diproduksi oleh PT. Pindad Bandung, berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

Kemudian, Kapuspenkum Kejaksaan Agung Tony Spontana sudah memberikan informasi mengenai lokasi pemakaman terpidana usai dieksekusi. Dua warga negara asing tercatat akan dimakamkan di Indonesia. WN Brasil Rodrigo Gularte, WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise, 

WN Nigeria Okwudili Oyatanze, WN Filipina Mary Jane, WN Australia Myuran Sukumaran dan Andrew Chan akan dipulangkan ke negaranya masing-masing. Sedangkan Raheem Agbaje, WN Nigeria, dimakamkan di Madiun, Martin Anderson, WN Ghana, dimakamkan di Bekasi,dan Zainal Abidin, WN Indonesia, dimakamkan di Nusakambangan.

Senin, 27 April 2015

Permintaan Terakhir Andrew Chan Nikahi Tunangannya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa diantara kalian yang terbaik amalnya”.  (QS. Al-Mulk : 2) 

Andrew Chan nikahi tunangannya         (ghanastreets.com)
(Mediaislamia.com) --- Terpidana mati asal Australia yang juga merupakan salah satu anggota Bali Nine, Andrew Chan, meminta untuk dinikahkan sebelum dieksekusi. Menurut Kejaksaan Agung, permintaan tersebut sudah dipenuhi siang tadi.

"Andrew Chan ingin menikah. Saya dengar sudah dinikahkan tadi 13.30 WIB," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony Spontana di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/4).

Dia mengaku tidak memperoleh banyak informasi mengenai pernikahan ini. "Karena kami tidak bisa leluasa mendapat informasi dari sana," kata Tony.

Awalnya, menurut Tony, permintaan tersebut awalnya disangka hanya candaan. Namun, ternyata Chan serius dan membuat permintaan tersebut menjadi permintaan terakhirnya.

Sydney Morning Herald mengutip saudara lelaki Chan, Michael, yang mengatakan bahwa pria 31 tahun itu telah menikahi tunangannya Febyanti Herewila dan dirayakan dengan sederhana di penjara Besi, dihadiri kerabat dan sahabatnya.

"Feby dan Andrew telah merayakannya malam ini. Saat ini adalah waktu yang berat, tapi saat yang membahagiakan di waktu yang sama," ujar Michael.

Menurut Leonard Arpan Aritonang, kuasa hukum Myuran Sukumaran (anggota Bali Nine lainnya), kliennya dan Chan juga meminta diperbolehkan menghirup udara segar dan diberikan waktu bersama keluarga sebelum dieksekusi.

Pihak Bali Nine mengaku sudah diberi notifikasi 72 jam yang menyatakan eksekusi akan dilakukan Selasa besok (28/4). Namun, Kejaksaan masih bungkam mengenai waktu pelaksanaan hukuman tersebut.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony Spontana menyatakan tanggal eksekusi akan ditentukan usai terpidana Zainal Abidin menuntaskan upaya hukumnya. Permohonan peninjauan kembali Zainal telah ditolak sore tadi, namun Kejaksaan hingga saat ini belum memastikan waktu eksekusi. 

Rabu, 08 April 2015

Jaksa Agung : Eksekusi Hukuman Mati Setelah KAA 2015

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".  (QS. Al Maidah : 8) 

Jaksa Agung-HM. Prasetyo        (beritagar.com)
(Mediaislamia.com) --- Wakil Jaksa Agung, D. Andhi Nirwanto, menyatakan pelaksanaan hukuman mati tahap dua terhadap terpidana kelas kakap tinggal menunggu tim eksekutor.

"Tinggal tunggu eksekutor saja. Tinggal tunggu," kata dia usai mengisi seminar di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2015).

Namun, Andhi enggan mengungkap lebih detail soal pelaksanaan hukuman mati tersebut. Andhi berkelit bahwa Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Tony Tribagus Spontana, sudah banyak memberi informasi soal teknis hukuman mati tahap dua. "Kan sudah banyak disampaikan Kapuspenkum," Andhi beralasan.

Para terpidana narkotika yang akan dieksekusi mati pada tahap dua adalah dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, atau lebih dikenal Duo Bali Nine.

Situasi pemindahan tahanan      (infobanyumas.com)
Terpidana narkotika lain yang bakal turut dieksekusi mati, antara lain, Rodrigo Gularte asal Brasil, Mary Jane Fiesta Veloso dari Filipina, Raheem Agbaja Salami dari Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise dari Nigeria, Martin Anderson alias Belo dari Ghana, dan Zainal Abidin sebagai satu-satunya warga pribumi. Adapun, di kasus pembunuhan berencana, Kejagung akan mengeksekusi mati tiga warga pribumi bernama Syofial alias Iyen bin Azwar, Harun bin Ajis, dan Sargawo alias Ali bin Sanusi.

Kemarin, Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan bahwa para terpidana ini bakal dieksekusi setelah Konferensi Asia Afrika pada 20 sampai 24 April berakhir. Saat disinggung apakah Kejagung menemukan kendala administrasi dalam mengeksekusi mereka, Andhi menolak menjawab. "Saya no comment," terangnya.

Rabu, 25 Maret 2015

300 Polisi Gerebek Sarang Begal di Lampung Utara

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik".  (QS. Al Baqarah : 195) 

Polisi gerebek sarang Begal      (duajurai.com)
(Mediaislamia.com) --- Polres Lampung Utara melakukan penggerebekan sarang begal di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Muara Sungkai, siang tadi. Namun terduga begal langsung melarikan diri ke sebuah perkebunan singkong. Aksi kejar-kejaran antara polisi dan begal pun tak terhindarkan.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Selasa (24/3/2015), polisi bahkan berkali-kali melepaskan tembakan peringatan dalam pengejaran. Namun pelaku yang belum diketahui identitasnya itu berhasil lolos. Polisi hanya mennyita sepeda motor pelaku yang ditinggal di pinggir jalan.

Dalam operasi ini, polisi juga mendatangi rumah Sainal yang dikenal sebagai gembong begal di Lampung Utara. Istri pelaku sempat menghalang-halangi petugas menggeledah rumah Sainal untuk mencari barang bukti.

Dari dalam lemari pelaku, polisi berhasil menemukan barang bukti 4 pasang spion yang diduga sudah dipreteli dari motor hasil pembegalannya. Polisi juga menemukan kotak amunisi senjata api yang masih berisi 10 butir peluru. Istri Sainal pun digelandang polisi.

Penggerebekan rumah gembong begal ini dipimpin langsung Wakapolres Lampung Utara Kompol Deden Heksa Putra. Dalam operasi ini Polres Lampung Utara menerjunkan 300 personel.

Kawanan Sainal, menurut polisi, sedikitnya sudah melakukan 30 kasus pembegalan. Mereka dikenal sadis dan tidak segan-segan melukai korbannya. 


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Selasa, 10 Maret 2015

Prabowo : Pemerintah Jangan Takut Asing Untuk Eksekusi Bali Nine

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
"Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali".  (QS. At Tahrim : 9) 

Prabowo Subianto     (politik.kompasiana.com)
(Mediaislamia.com) --- Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto angkat bicara soal eksekusi terpidana mati kelompok Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Menurutnya, Indonesia tak perlu takut dengan intervensi serta tekanan dari negara lain.‬

"Kalau ada tekanan dari negara-negara asing, saya kira kalau mencari negatifnya akan menjadi tekanan. Tapi kalau kita berpikir itu adalah upaya pemerintah melindungi rakyatnya, saya kira (pemerintah) melakukan kewajibannya‬," terang Prabowo di kediamannya, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2015).

Menurut Prabowo, ‪eksekusi mati merupakan salah satu hak dari lembaga eksekutif dan juga hak konstitusi. Penanganan kepada kedua terpidana kasus narkoba yang akan dihukum mati ini juga harus dipikirkan baik-baik, karena dampak yang ditimbulkan dari adanya pelaku narkoba di Indonesia sangat berbahaya.

Ilustrasi - Eksekusi     (riaumandiri.co)
"‪Jadi hukuman mati itu masih dianggap sebagai penangkal. Tapi tentunya pelaksanaannya bisa fleksibel. Yang paling penting adalah kepentingan nasional kita. ‬Kita pun juga berusaha membela warga negara kita yang di luar negeri," ungkapnya.

Kata dia, banyak warga negara Indonesia yang menunggu hukuman mati di luar negeri. Di mana mereka juga berharap pengampunan, keringanan atau pembebasan. "Indonesia butuh banyak kawan. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," pungkasnya.