Tampilkan postingan dengan label Radikalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radikalisme. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2015

Reka Ulang Bom Bangkok

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".   (QS. Ar Rum : 41) 

Reka Ulang Bom Bangkok        (okezone.com)
(Mediaislamia.com) --- Tersangka utama bom Bangkok mengakui memberikan tas yang berisi bom kepada seorang kurir. Dia kemudian meletakkan bom tersebut di tempat kejadian. Hal itu terungkap dalam sebuah reka ulang tragedi bom Bangkok.

Juru Bicara Kepolisian Thailand, Prawut Thavornsiri, mengumumkan bahwa tersangka Yusufu Mieraili dibawa ke stasiun kereta di Bangkok. Hal itu untuk melakukan reka ulang penyerahan bom ke kurir yang meledakan kuil Erawan pada 17 Agustus 2015. Insiden itu menelan jiwa sebanyak 20 orang, di antaranya terdapat seorang warga negara Indonesia (WNI).

Dalam video yang dipublikasi terlihat pria berbaju kuning meninggalkan tas punggung di kuil tersebut dan tidak lama setelah itu terjadi ledakan.

“Itu adalah bom,” kata Prawut di Stasiun Hua Lamphong di Bangkok, memberikan kepastian bahwa pria berbaju kuning tersebut memang kurir yang meledakan kuil Erawan. BBC, Selasa (9/9/2015).

Yusufu mieraili pelaku bom Bangkok     (bangkokpost.com)
“Ini adalah area di mana dia bertemu dengan pria berbaju kuning untuk saling bertukar tas punggung. Yusufu mengatakan tas itu sangat berat dan isinya memang bom,” tunjuk Prawut ke area di stasiun Hua Lamphong.

Tersangka Yusufu mengatakan kepada polisi bahwa dia pergi ke stasiun tersebut dari apartemennya uang berlokasi di daerah terpencil di Bangkok. Pekan lalu, polisi menemukan material pembuat bom di tempat tinggalnya itu.

Selain kuil Erawan, pelaku dibawa ke apartemen tersebut untuk mengadakan reka ulang.

Media lokal melaporkan bahwa polisi masih melacak dalang utama dari serangan tersebut, yang kemungkinan sudah meninggalkan Thailand sehari sebelum serangan itu terjadi.

(okezone.com/MI)

Silahkan klik Vidio di bawah ini :

Senin, 31 Agustus 2015

Dua Tersangka Baru Bom Bangkok yang Diburu Polisi Thailand

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik".   (QS. Al A'raf : 56) 

Dua tersangka bom Bangkok         (indianexpress.com)
(Mediaislamia.com) --- Kepolisian Thailand memburu dua tersangka baru terkait penyelidikan atas ledakan bom di Kuil Erawan, Bangkok. Keduanya terdiri dari seorang wanita Thailand dan seorang pria asing yang tidak diketahui kewarganegaraannya.

Juru bicara kepolisian nasional Thailand, Prawuth Thavornsiri menyatakan seperti dilansir Reuters, Senin (31/8/2015), wanita yang diburu tersebut diidentifikasi sebagai Wanna Suansun, yang berumur 26 tahun. 

Dalam siaran televisi, Senin (31/8), Prawut menunjukan foto wanita itu. Dalam foto yang diambil dari kartu identitas resmi, wanita tersebut terlihat mengenakan jilbab hitam.

Sementara pria asing berumur 40-an tahun yang diburu tidak disebutkan nama dan kewarganegaraannya. Menurut sketsa wajah yang dirilis kepolisian, pria tersebut berambut cokelat pendek, berjenggot tipis dan berkumis.

Surat perintah penangkapan terhadap kedua tersangka baru tersebut telah dikeluarkan hari ini. Ini dilakukan menyusul penggerebekan di sebuah apartemen di distrik Minburi. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan bahan-bahan pembuat bom seperti pupuk urea, jam tangan digital dan detonator peledak.

Sebelumnya, pada Sabtu, 29 Agustus lalu, polisi telah menangkap seorang pria asing yang diduga terkait ledakan bom di Kuil Erawan. Di apartemen pria itu yang berada di wilayah Nong Chok, polisi juga menemukan bahan-bahan peledak dan puluhan paspor palsu. 

Semula kepolisian Thai menyebut pria yang ditangkap itu mirip dengan tersangka utama bom Bangkok, yang wajahnya terekam kamera keamanan (CCTV). Namun belakangan, kepolisian menyatakan tak bisa memastikan apakah pria tersebut adalah pria yang sama dengan yang terekam dalam CCTV.

Jumat, 07 Agustus 2015

Radikalisme dan Ancaman Perpecahan Ummat

Ilustrasi Radikalisme / wsj.net
Mencermati maraknya issu tentang radikalisme yang diangkat oleh media massa dan ancaman perpecahan umat karena benturan intra dan antar organisasi massa Islam terutama terkait akan dilaksanakannya PILKADA serentak di seluruh Indonesia, maka terdorong oleh kepedulian dan kewajiban untuk ikut menyelamatkan kaum muslimin dari bencana perpecahan, Imaamul Muslimin menyampaikan nasihat sebagai berikut:

1.      Bahwa radikalisme yang dilakukan oleh sekelompok umat Islam di dalam dan di luar Indonesia mengakibatkan kerugian atas kaum muslimin pada umumnya. Kerugian dimaksud terutama karena stigma yang dilekatkan kepada kaum muslimin sebagai umat yang identik dengan kekerasan dan terror baik terhadap Pemerintah dan Negara di mana radikalisme itu terjadi maupun kepada sesama warga negara yang non-Muslim. Tindak kekerasan bersenjata maupun tanpa senjata yang digolongkan radikalisme sebenarnya hanya dilakukan oleh segelintir orang yang tidak serta merta mewakili kaum muslimin pada umumnya. Issu radikalisme itu pun nyata-nyata telah mengoyak keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara saat kaum muslimin dipojokkan pada posisi berlawanan dengan otoritas pemerintahan dan juga dengan warga non muslim;

2.      Bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang misi utamanya menebar kasih sayang tidak saja bagi para pemeluknya namun juga bagi semesta raya (rahmatan lil ‘alamiin). Hal ini ditegaskan di dalam kitab suci Al Qur’an,
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Artinya : “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya [21]: 107).
Kaum muslimin dibimbing oleh agamanya untuk hidup damai dan harmonis dengan siapapun yang menghargai perdamaian dan persaudaraan. Kaum muslimin dilarang keras untuk menyakiti siapapun baik secara verbal, non verbal apalagi tindakan fisik. Bahkan dalam kondisi darurat perang sekalipun kaum muslimin tidak dibenarkan membuat kerusakan seperti menumbangkan pepohonan apalagi membakar bangunan;

3.      Sesungguhnya radikalisme sebagaimana dijelaskan di atas dapat menimbulkan fitnah yang keji terhadap kaum muslimin. Fitnah itu disebarkan secara massif melalui berbagai media massa oleh mereka yang memusuhi Islam dan tidak rela melihat terwujudnya perdamaian dunia. Dalam menghadapi fitnah tersebut hendaknya umat Islammenyikapinya dengan sabar namun tetap kritis dan waspada terhadap segala bentuk tipu daya mereka yang memusuhi Islam;

4.      Kaum muslimin dihimbau untuk meningkatkan kekompakan dan ukhuwah sesuai tuntunan Al Qur’an dalam surah Al Hujurat ayat 10 bahwa “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara.”Dan sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa“Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5.      Kaum muslimin hendaknya menjauhi prasangka buruk dan tindakan-tindakan yang menyulut permusuhan di antara umat manusia terutama terhadap sesama muslim sebagaimana yang diperintahkan oleh Al Qur’an,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”(QS. Al Hujuraat [49]:12);

6.      Perlu ditegaskan di sini bahwa Jamaah Muslimin (Hizbullah) adalah wadah perjuangan umat Islam berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah yang gerakannya bersifat Non-Politik.  Jamaah Muslimin (Hizbullah) mengajak kepada seluruh umat Islam agar kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan melaksanakan kehidupan secara berjamaah di bawah kepemimpinan Imaamul Muslimin sesuai dengan khitthah Kenabian. Dengan dilaksanakannya kehidupan berjamaah itu maka kaum muslimin akan bersatu di bawah panji-panji Islam dan terbebaskan dari semua fitnah termasuk fitnah perpecahan umat yang dimurkai oleh Allah;

7.      Secara khusus kepada kaum muslimin warga Jamaah Muslimin (Hizbullah) kami menghimbau untuk tetap istiqomah dalam menetapi kehidupan berjamaah dan menjaga ketaatan kepada Ulil Amri serta menjauhi tindakan-tindakan yang bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah apalagi yang menjurus anarkhisme;

8.      Hanya kepada Allah kita berharap dan bertawakkal. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada kaum muslimin di mana saja berada untuk terbebaskan dari segala bentuk fitnah dan kemudian mampu memimpin dunia serta mengembalikan dunia kepada keadilan dan kedamaian sejati dalam naungan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin.

Bogor, 21 Syawwal 1436 H./6 Agustus  2015 M.

IMAAMUL MUSLIMIN
KH. Yakhsyallah Mansur, M.A.