“Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan).” (Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151)
Angkatan Laut Zionis di Asdot (infopalestina.com)
(Mediaislamia.com) --- Setelah ditahan selam lebih dari 15 jam, anggota Parlemen Israel “Knesset” Dr. Basel Ghattas dibebaskan, setelah kapal Marianne, yang menjadi bagian dari Freedom Flotilla, berlabuh di pangkalan militer angkatan laut Zionis di Asdod, Senin (29/6) malam.
Disebutkan bahwa mantan Presiden Tunisia Moncef Marzouki, anggota parlemen Knesset Dr. Basel Ghattas serta para aktivis asing berada di atas kapal tersebut.
Menurut laporan-laporan Zionis, di atas kapal Marianne ada 16 aktivis asing, dua memegang kartu kewarganegaraan Israel, salah satunya adalah Dr. Basel Ghattas.
Otoritas penjajah Zionis akan melakukan interogasi terhadap para aktivis yang ikut dalam armada Freedom Flotilla ini di pelabuhan, sebelum mereka dideportasi dari negara tersebut melalui bandara Elad.
Sementara itu mereka yang ditangkap dan memegang kewarganegaraan Israel akan diserahkan kepada polisi untuk dilakukan pemeriksaan.
Pada hari Senin (29/6) dini hari, pasukan angkatan laut Zionis menguasai kapal Marianne yang berlayar menuju Jalur Gaza sebagai bagian dari armada Freedom Flotilla 3 yang akan menghancurkan blokade Gaza. Pasukan angkatan laut menggiring kapal menuju pelabuhan Zionis Asdod.
Dalam pernyataannya, jurubicara militer Zionis mengatakan, “Berdasarkan keputusan tingkat politik dan setelah meminta keterangan dari semua pandangan melalui jalur-jalur diplomatik untuk mencegah kapal Marianne sampai di pantai Jalur Gaza dan menembus blokade laut, prajurut angkatan laut menguasai kapal tersebut sebelum tiba di Jalur Gaza.”
"Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman". (QS. Saba' : 18)
Hussam Badran (islampos.com)
(Mediaislamia.com) --- Petinggi Gerakan Perlawanan Islam Hamas Hussam Badran mengatakan bahwa penghadangan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis terhadap kapal yang menghancurkan blokade Jalur Gaza adalah perilaku mafia yang melanggar hukum seperti bajak laut dan begal.
Badran menyatakan bahwa apa yang terjadi mengingatkan kembali pada kejahatan Zionis terhadap kapal Mavi Marmara yang mengakibatkan sejumlah relawan gugur. Dia menambahkan, “Sekiranya apa yang disebut masyarakat internasional menghukum Zionis Israel kala itu, tentu mereka tidak akan berani terus melakukan blokade atas Jalur Gaza dan menyerang orang yang berusaha menghancurkan blokadenya.”
Dia menegaskan bahwa Jalur Gaza tidak akan mengibarkan bendera putih. Persoalan Palestina didasarkan kepada hak dan keadilan. Dan semua tindakan penjajah Zionis dan sikap diam dunia, tidak akan merubah hak-hak Palestina atas tanahnya dan tidak akan melemahkan tekadnya.
Badran menambahkan bahwa blokade dzalim atas Jalur Gaza akan hancur meski membutuhkan waktu yang lama. Dia menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah melupakan sikap kemanusiaan dan kepahlawan para relawan solidaritas yang ikut dalam kapal pembebasan blokade.
الكبائر: الإشراك بالله ، والأمن من مكر الله ، والقنوط من رحمة الله ، واليأس من روح الله
“Dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa terhadap rahmat Allah, dan putus harapan terhadap kelapangan dari Allah.”
(Hadis hasan sahih; diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir; lihat Majma’ Az-Zawaid, juz 1, hlm. 104)
Israel bajak kapal Flotilla 3 (dakwatuna.tumblr.com)
(Mediaislamia.com) --- Europe Compaign (EC) - sebagai penyelenggaran dan koordinator Freedom Flotilla 3 menegaskan, aksi kemanusiaan menembus blockade Jalur Gaza akan terus dilanjutkan meski Israel sudah membajak kapal pertama Marianne.
Kepala pemantau di organisasi Euro Meditrania dan anggota EC, Rami Abduh mengisyaratkan dalam konferensi persnya yang digelar di Jalur Gaza hari ini Senin (29/6) bahwa kapal-kapal lain rombongan Freedom Flotilla 3 akan bergerak dalam 48 jam.
Abduh meminta agar ada sikap dunia internasional dan dunia Arab terhadap aksi pembajakan Israel terhadap kapal Marianne, salah satu rombongan kapal FF 3, namun kapal lainnya akan tetap berlayar.
Dalam teleponnya, Mazen Kahel, ketua EC menegaskan, pembajakan Marianne itu sebagai bukti Israel ngotot memblokade dan mencekik Jalur Gaza. Namun pesan yang disampaikan oleh FF 3 sudah berhasil disampaikan. Kapal-kapal lainnya di masa mendatang akan tetap berlayar ke Jalur Gaza untuk menembus blockade.
Kapal AL Israel (jihad-defence-indonesia.blogspot.com)
Ia menambahkan, pembajak Marianne mengungkap wajah asli buruk dan kejahatan Israel terhadap kemanusiaan dan terhadap aktivis kemanusiaan yang hanya ingin membela kebenara.
Sementara itu, anggota Koalisi Pendukung Freedom Flotilla Ala’ Albatah meminta Sekjen Liga Arab dan ketua OKI agar menyelamatkan rekan mereka mantan presiden Tunis Munsif Marzuqi yang kini ditahan Israel dalam pembajakan Marianne.
Sementara itu, ketua Komite Internasional Anti Blokade Gaza, Zahir Birawi dalam siaran persnya menegaskan, kejahatan Israel terhadap kapal Swedia “Marianne” dilakukan di posisi 100 mil dari Jalur Gaza yang berarti kapal itu berada di perairan internasional dan bukan di perairan kawasan Palestina yang dikuasai oleh Israel.
Sebelumnya, tiga kapal perang Israel menguasai paksa pagi dini hari ini terhadap kapal pertama Freedom Flotilla 3 “Marianne” yang berlayar ke Jalur Gaza yang berisi 18 relawan. kemanusiaan.
"Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu". (QS. An Nisa : 101)
Peduli Muslim Rohingya (news.okezon.com)
(Mediaislamia.com) --- Perbuatan yang dilakukan Pemerintah Myanmar kepada warga Rohingya di wilayah Rakhine disebut lebih buruk dari perlakuan Israel kepada bangsa Palestina. Hal itu disampaikan Ketua Koalisi Masyarakat Indonesia Peduli Rohingya (KIMPR), Adnin Armas, dalam konferensi di Jakarta, Senin 29 Juni 2015.
Dia mencontohkan dengan membandingkan warga Palestina yang masih dapat menjadi imam salat pada bulan suci Ramadan tahun ini dan masih diperbolehkan menunaikan haji dengan warga Rohingya di Sittwe sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari kamp pengungsi yang ada di sana untuk sekadar pergi ke wilayah tetangga.
Oleh karena itu, Adnin dan KMIPR mendesak Pemerintah Indonesia melakukan usaha lebih keras ke Pemerintah Myanmar. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan cara meminta ASEAN mencabut keanggotaan Myanmar dan melakukan pelarangan terhadap pejabat serta Pemerintah Myanmar untuk masuk ke Indonesia.
“Kalau dengan Israel, kita tidak ada hubungan diplomatik sama sekali. Sementara penderitaan yang dialami Rohingya lebih dahsyat dari Palestina. Harusnya usaha yang lebih keras dilakukan,” kata Adnin, Senin (29/6/2015).
Untuk mendesak usaha dari Pemerintah Indonesia tersebut, KMIPR yang merupakan koalisi dari beberapa organisasi kemasyarakatan mengeluarkan sebuah petisi meminta dukungan dari warga Indonesia menyetujui empat tuntutan mereka.
Presiden Jokowi diminta meninjau lagi politik luar negeri Indonesia dengan Myanmar, memboikot, serta memasukkan pejabat dan Pemerintah Myanmar ke daftar hitam pemerintah, kemudian meminta pengusaha dan BUMN untuk tidak melakukan investasi di Myanmar. Selain itu, mereka juga mendesak ASEAN untuk mencabut keanggotaaan Myanmar dari organisasi negara-negara Asia Tenggara tersebut.
"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim". (QS. Al Baqarah : 193)
Sami Abu Zuhri (alterinfo.net)
(Mediaislamia.com) --- Gerakan Perlawanan Islami Hamas menilai tindakan Israel membajak kapal pertama dari Freedom Flotilla 3 saat berlayar ke Jalur Gaza sebagai tindakan brutal dan pelanggaran terhadap undang-undang internasional. Hamas meminta dunia internasional, terutama PBB untuk tidak tinggal diam.
Dalam keterangan persnya yang diterima oleh Pusat Informasi Palestina, juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri menegaskan, pembajakan Israel dan penculikannya terhadap salah satu kapal Freedom Flotilla dan pencegatan kapal ke Jalur Gaza merupakan tindakan brutal Israel dan pelanggaran terhadap dunia internasional dan keras kepala mereka dalam memblokade Jalur Gaza.
Abu Zuhri meminta sekjen PBB Ban Ki Mon dan masyarakat internasional untuk tidak tinggal diam dan bertanggungjawab terhadap kejahatan ini.
Kapal Mariannd di bajak Israel (sinarharian.com.my)
Namun, tegas Abu Zuhri, pesan Freedom Flotilla telah sampai dan armada mereka berhasil mengungkap kedok kejahatan blokade Israel terhadap Jalur Gaza dan menelanjangi Israel sebagai penjahat di depan masyarakat dunia internasional.
Tentara Zionis tadi pagi (29/6) mengambil alih kapal Swedia Marriane yang tergabung dalam Freedom Flotilla 3 lalu mengarahkanya ke pelabuhan Israel di Asdod.
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar". (QS. An Nisa : 9)
Wahyudin (news.fimadani.com)
(Mediaislamia.com) --- Namanya Wahyudin. Usianya baru 24 tahun. Saat ini ia sedang kuliah di magister ITB. Kisah hidupnya tak semulus seperti kebanyakan mahasiswa. Ia harus berjibaku dengan melakukan pekerjaan memulung untuk mengumpulkan uang sebagai biaya kuliah, hingga akhirnya kini berhasil berkuliah S2. Namun impiannya masih berlanjut untuk meneruskan pendidikan hingga S3.
Sejak usia 10 tahun atau saat masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar, Wahyudin sudah mulai memulung. Itu dilakukannya karena ia ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saya waktu kecil SD itu mikir, ‘aduh habis deh nih, kalau kakak-kakak enggak sekolah berarti saya enggak sekolah dong? Karena kan satu sumber keuangannya’. (Tapi) saya enggak mau terima nasib, saya harus keluar dari rantai kemiskinan,” ujar Wahyu, pada Jumat (19/6/2015) lansir Detik.
Bapak Wahyudin bekerja sebagai buruh tani sambil juga melakukan jasa ojek. Sedang ibunya juga bekerja sebagai buruh tani.
“Saya putusin jalan ke tetangga untuk mulung. SD kebutuhan makin besar saya tambah mulung dan gembala kambing, udah SMP tambah jualan gorengan, SMA tambah mulung, gembala kambing, mengajar les disambi on air jadi penyiar, jualan susu murni, dagang asongan di pinggir rel, semua ada 7 profesi di luar sekolah,” cerita Wahyu.
Meski banyak pekerjaan yang harus dilakukannya, Wahyudin tetap berprestasi di sekolah. Hingga kuliah ia mampu mencapai nilai yang bagus. “Sekolah tetap dapat ranking, di S1 juga IPK saya 3,85,” tuturnya.
Kemudian Wahyu pun kuliah sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka). Ia lulus dan diwisuda pada tahun 2013. Saat diwisuda itu, ia masih berprofesi sebagai pemulung.
Wahyudin saat mencari rongsok (tribunnews.com)
“Saya lulus dari Uhamka 2013 akhir, di situ saya memang sebelum lulus udah dapet beasiswa S2 duluan karena waktu itu diwawancara detikcom bulan Maret, belum lulus. Dari saya pribadi setelah muncul di detikcom itu saya banyak dikenal orang dan dari Kemendikbud datang ke rumah saya. Salah satu stafnya bilang, saya dapat beasiswa unggulan walau tanpa tes. Saya boleh kuliah di luar negeri, bebas pilih negara mana saja,” ungkapnya.
Namun dalam bayangan Wahyu saat itu, hanya ada satu tempat luar negeri pertama yang ingin diinjaknya yaitu kota Mekkah di Arab Saudi untuk beribadah. Karena itulah ia kemudian memutuskan untuk mengambil beasiswa di dalam negeri saja.
Setelah itu, Wahyu pun berkomunikasi dengan kementerian pendidikan, dan ia pun mendapat beasiswa di Program Magister of Bussiness Administration (MBA) ITB kampus Jakarta. Namun untuk masuk ke sana, ia harus lulus tes lebih dulu.
“Waktu saya mau ke ITB ada tes bahasa Inggris dan matematika nilainya 7,8. Toefl-nya harus 475 kalau tidak salah. Saya belum pernah tes karena orang tua sederhana, enggak pernah kursus bahasa Inggris sama sekali tiba-tiba mau S2 pelajarannya full English,” cerita lagi.
Namun ia tak menyerah begitu saja. Ia pun mulai belajar bahasa Inggris bersama temannya. Bukan itu saja, ia pun mulai mempraktekkan bahasa Inggrs dengan mencoba berbincang dengan bule yang ada di Jakarta.
Setelah itu, ia pun lulus dan sukses masuk sebagai mahasiswa magister ITB. Saat di S2 ITB itu ia tak langsung membuka identitasnya sebagai pemulung.
“Ketika S2 ini pun prosesnya hampir sama, saya menyamar, saya sembunyikan identitas pemulung saya. Saya pakai baju bagus dibeliin kakak angkat saya, kak Muhammad Habsyi. Pas semester 2 baru mereka tahu saya pemulung dan mereka semua pada kaget,” cerita Wahyu.
“Saya terbiasa dari kecil itu walau pun saya miskin, saya gembel, saya enggak mau orang-orang itu ngerendahin saya. Saya selalu menyembunyikan identitas saya, kalau saya sedih saya simpan sendiri kalau bahagia saya share ke orang-orang,” tuturnya.
Wahyudin diundang TV Swasta (youtube.com)
Wahyudin pun melanjutkan ceritanya. ia selalu menyembunyikan kartu tagihan SPP sampai S1 dari orang tua kandungnya. itu dilakukannya agar orangtuanya tidak tahu kalau biaya kuliah itu mahal. Sebab biaya kuliah per semester yang harus ditanggungnya adalah Rp 5.250.000.
“Kalau kartu bayaran itu engga boleh kasih tahu orang tua, harus taruh di bawah bantal sendiri, bayaran saya harus pusing sendiri, nangis sendiri, laporan ke guru BP izin setiap semester itu sudah biasa waktu kuliah di Uhamka. Tapi kalau saya dapat ranking, juara, terpilih jadi pemuda pelopor kota Bekasi itu saya share saya kasih tau Emak. ‘Saya ranking loh, saya dapat juara ini loh Mak’,” tambahnya.
Nah, dari niat untukmembahagiakan orang tuanya, itu kini Wahyu sudah hampir tuntas untuk menyelesaikan kuliah magister di ITB. Saat ini pun ia masih ingat bagaimana perjuangannya dulu untuk bisa bersekolah. Ia biasa bangun pukul pukul 01.00 WIB dan mulai memulung sampai waktu subuh tiba. Setelah itu, usai mandi dan siap berskeolah, ia bawa gorengan untuk dijual dengan dititipkan di pos satpam. Sepulang sekolah, ia beristirahat sebentar. Setelah itu ia pun kembali memulung sampai pukul 22.00 atau 23.00 WIB. Sering juga Wahyu tidur hanya 2-3 jam tiap harinya. Karena kelelahana, tak jarang ia juga tertidur di tumpukan karung hasil memulung.
“Setiap ke sekolah saya bawa balsam atau minyak kayu putih. Saya oleskan dekat mata supaya panas dan tidak mengantuk. Saya tidak mau ketinggalan pelajaran hanya karena tertidur. Saksinya adalah teman-teman SMA dan kebiasaan itu terus sampai saya kuliah S1,” cerita Wahyu.
Nah, pada akhir tahun 2013, boleh dikata kariernya sebagai pemulung hampir berakhir. Sebab ia mendapat modal sebesar Rp 4 juta dari seorang WNI di Australia yang kemudian digunakannya untuk usaha ternak entok.
Namun Wahyudin tak ingin berhenti belajar. “Setelah S2 saya mau ambil S3 gelar PhD ke luar negeri,” ujar Wahyu singkat.
"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya". (QS. Al Anfal : 30)
Israel berulah lagi bajak kapal Marriana (shabatalaqsha.com)
(Mediaislamia.com) --- Komite anti blockade Eropa dari Gaza mengkhabarkan, tentara Zionis tadi pagi (29/6) berhasil mengambil alih kapal Swedia Marriyana yang tergabung dalam Freedom Flotilla 3 lalu mengarahkanya ke pelabuhan Israel di Asdod.
Dengan ini, komite mengecam aksi pembajakan yang dilakukan tentara Zionis dan meminta dunia segera bertindak, tidak diam melihat kejahatan yang dilakukan Zionis selama ini. Ia juga meminta pemerintah Swedia intervensi dalam hal ini guna menyelamatkan kapal Marriyana dari gangguan Zionis. Namun demikian pihaknya tetap komit untuk mengarungi lautan menuju Gaza hingga terbebasnya Negara tersebut dari blockade Israel.
Sebelumnya, angkatan laut Israel berhasil mengepung freedom Flotilla 3 di perairan internasional. Berdasarkan informasi ini, koalisi flotilla telah mengembalikan tiga perahu yang menyertai Kapal Marruyana ke pelabuhan dimana mereka bertolak.
Ia juga menambahkan, chenel Israel 2 melaporkan, tentara Zionis tengah bersiap mengepung Freedeom Flotilla 3 ketika akan mendekati pantai Gaza.