Jumat, 30 Oktober 2015

Israel Bunuh Bayi Palestina Dengan Gas Air Mata

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya".    (QS. Anisa : 69) 

Bayi Palestina korban kejahatan Israel     (imemc.org)
(Mediaislamia.com) --- Seorang bayi Palestina berusia delapan bulan tewas setelah menghirup gas air mata di Desa Beit Fajjar, Bethlehem, Jumat (30/10. Gas air mata dilemparkan aparat Israel ketika terjadi bentrokan dengan warga Palestina di area itu. 

Gas air mata yang ditembakan Israel       (theguardian.com)
Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan bocah tersebut bernama Mohammad Faisal Thawabta. Jasad Thawabta telah dikirim ke Rumah Sakit Pemerintah Beit Jala. Kementerian menambahkan, tiga warga Palestina juga terluka terkena peluru Israel kaliber 0,22 ketika terjadi bentrokan.

Tewasnya bocah delapan bulan itu membawa total korban warga Palestina yang terbunuh pada bulan ini mencapai hampir 70 orang. Setidaknya 10 di antaranya terhitung masih anak-anak. Di sisi Israel, setidaknya sembilan orang tewas. 

Juru bicara Israel belum memberikan informasi lebih lanjut. Namun mereka memberikan perhatian atas kabar insiden itu.  Sementara pada Jumat pagi Qassem Mahmoud Sabaneh ditembak mati oleh penjaga perbatasan Israel di Nablus. Adapun Ahmad Hamad Qneibi terbunuh akibat terluka parah setelah menyerang warga Israel.

Pembebas Al-Aqsha Generasi Qurani yang Dekat Dengan Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".    (QS. Al Isra' : 1) 

Ismail Haniyeh      (english.palinfo.com)
(Mediaislamia.com) --- Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah menegaskan, Intifadhah Al-Quds sejak meletus telah menciptakan sejumlah hasil baik; menggagalkan rencana dan kejahatan penjajah Israel terhadap Masjid Al-Aqsha. Bahkan Intifadhah telah mengancam keamanan dan eksistensi Israel.

Dalam festival pemberian anugerah “mahkota” kehormatan untuk para penghafal Al-Quran yang selenggarakan oleh Darul Quran Al-Karim dan Sunnah di Gaza barat kemarin Kamis (29/10) Haniyah menyatakan, Intifadhah Al-Quds telah menunjukkan tekad dan ketegaran generasi pembebas Palestina dari penjajah zionis.

Haniyah menambahkan, surat Al-Isra’ dalam Al-Quran mengisyaratkan generasi yang akan membebaskan Palestina dan Al-Aqsha adalah generasi memiliki hubungan kuat dengan Allah dan kokoh dalam memegang teguh ibadah dan maknanya dalam kehidupan.

Pimpinan Hamas ini mengisyaratkan, generasi pejuang mujahid di Palestina terilhami dengan sifat-sifat dari Al-Quran dan itu yang muncul melalui tiga kali perang di Gaza.

Pejuang Paling Tegar Adalah Penghafal Al-Quran

Pejuang yang hafal Al-Qur'an    (jaeaway.wordpress.com)
Haniyah menandaskan, pemuda Palestina harus menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup yang diterapkan dalam kehidupan dan kerja nyata. “Ketika kita hafal kitab Allah di dalam hati kita, kemudian kita terapkan dalam kerja kita, maka pada saat itulah baru disebut Al-Quran menjadi manhaj hidup dan jihad”.

Haniyah menyinggung bahwa banyak pemuda pejuang perlawanan dan Brigade Al-Qassam yang gugur syahid dalam agresi Israel terakhir di Jalur Gaza adalah para penghafal Al-Quran dan merekalah para mujahid paling tegar dan heroik sehingga layak mendapat sebutan generasi kemenangan dan pembebas.

Ia juga menegaskan, kelompok yang ditolong oleh Allah dalam hadits Rasulullah berada di Baitul Maqdis dan sekitarnya dari bangsa Palestina dan orang-orang yang ikhlas berjuang dari tanah Arab dan dunia Islam.

Dalam acara wisuda pemberian “mahkota” anugerah kehormatan bagi penghafal Al-Quran ini diikuti oleh 1000 pelajar dan lulus dalam menghafal Al-Quran.

Dunia Internasional Lindungi Israel dari Intifadah III

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman".    (QS. Al Baqarah : 6) 

Hasan Kharisah    (qudsnet.ps)
(Mediaislamia.com) --- Wakil Ketua  II parlemen Palestina, Hasan Kharishah menegaskan, upaya Amerika dan PBB yang ingin segera mengakhiri aksi Intifadhah Al-Quds secara mendasar bertujuan membebaskan Israel dari kemelut yang dihadapinya.

Kharishah mengatakan, upaya terburu-buru Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan Sekjen PBB Ban Ki-Mon yang bertujuan mengeluarkan Israel dari kemelutnya tidak akan mengubah tekad pemuda-pemuda Palestina yang menggelar Intifadhah di Tepi Barat dan Al-Quds.

Kharishah menandaskan, Israel meminta bantuan kepada dunia internasional untuk menenangkan situasi setelah meletusnya Intifadhah Al-Quds karena telah menancapkan ketakutan di masyarakat zionis dan kehilangan keamanan bagi warga Yahudi di Al-Quds dan Tepi Barat.

Dunia masih lindungi Israel       (print.kompas.com)
Ia menambahkan, realita di lapangan membuktikan Intifadhah saat ini dengan usianya yang pendek telah mewujudkan capaian-capaian di antaranya mengembalikan persoalan keamanan Israel menjadi prioritas Israel.

Kharishah menilai, Kerry datang ke kawasan dengan kesepakatan dan program politik keamanan untuk mengubur Intifadhah Al-Quds melalui sejumlah prosedur yang ditempuhnya namun ditolak oleh rakyat Palestina karena hanya berpihak kepada Israel dan sebagai bentuk yahudisasi masjid Al-Aqsha.

Kharishah meminta Otoritas Palestina dan PLO untuk bersikap jelas terhadap kesepakatan dengan Amerika terkait masjid Al-Aqsha dan menolak untuk berunding kembali dengan Israel. Tidak ada pilihan lain bagi Palestina kecuali tegar berjuang. 

Kamis, 29 Oktober 2015

Intelejen Perancis : Barat Tidak Akan Dapat Kuasai Timur Tengah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik".    (QS. An Nur : 55) 

Bernard Bajole       (gettyimages.com)
(Mediaislamia.com) --- Direktur badan intelejen Perancis “DCRI” menegaskan bahwa revolusi ditahun 2011 telah merubah wajah mendasar kawasan Timur Tengah yang dikenal dan diharapkan oleh negara-negara Barat seperti dahulu.

Pernyataan ini dikatakan direktur DCRI, Bernard Bajole, dalam konferensi intelejen yang diselenggarakan badan intelejen AS “CIA” di kota Washington DC pada hari Selasa (27/10) kemarin, seperti dilansir surat kabar AFP.

Bernard Bajolet melanjutkan, “Saya tidak berpikir bahwa kita dapat mengembalikan Timur Tengah seperti keadaan setelah Perang Dunia Ke II, setelah apa yang terjadi di Timur Tengah dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.”

Palestina tanah penuh berkah       (jurnalislam.com)
Sementara itu direktur CIA, John Brennan, berpendapat bahwa konflik di Timur Tengah tidak selamanya dapat diselesaikan dengan cara militer dan berharap Barat serta sekutunya dapat mencairkan suhu politik untuk membangun kepercayaan antara pihak-pihak yang bertikai untuk menyelesaikan konflik secara damai.

Akankah Indonesia Kehilangan Orang-Orang Pintar ?

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar".    (QS. An Nisa : 9)

Asean Community 2015        (polibatam.ac.id)
(Mediaislamia.com) --- Setelah sekian lama, akhirnya tiba realisasi dari program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Banyak pihak yang pro dan kontra terhadap hal ini, namun yang pasti dinantikan adalah makin banyak lapangan kerja yang terbuka, bukan hanya di Indonesia, tapi warga Indonesia dapat bekerja di negara lain yang tergabung dalam ASEAN.

Namun keuntungan ini terdapat celah yang cukup bisa dikatakan merugikan di Indonesia. Melalui ini orang-orang pintar atau disebut juga skill worker, mempunyai potensi meninggalkan Indonesia untuk bekerja di negara lain karena dianggap diberi gaji yang lebih besar. Gejala orang-orang pintar yang berpindah negara ini disebut dengan ‘Brain Drain’.

Di studi terbaru dikatakan bahwa di beberapa negara, fenomena ini sudah terjadi namun dengan masuknya MEA, kesempatan untuk Brain Drain semakin besar dan bisa menyebabkan perkembangan ekonomi yang terhambat, karena di negara berpotensial pekerjanya yang tersisa justru yang kurang dalam segi pendidikannya.

Indonesia Perlu orang pintar       (mabesdenny.com)
Ibrahim al Muattaqi dari ASEAN Studies pada talk show di Hotel Aryaduta mengatakan, ”Indonesia dinilai masih kurang dari segi SDM yang berpendidikan tinggi, Thailand sendiri sudah mempersiapkan pekerjanya yang akan bekerja di Indonesia untuk belajar bahasa, sehingga pekerja yang mempunyai kualitas pendidikan rendah akan kalah dalam persaingan.”

Di riset yang dilakukan pada 2007, 51 persen responden di Indonesia mengatakan ASEAN tidak membuat perbedaan dalam kehidupan mereka sehari-hari, dan hal ini menjadi indikator bahwa Indonesia mengalami kurangnya SDM yang berkualitas. Sedangkan orang-orang berkualitas atau berpendidikan tinggi lebih memilih untuk bekerja di luar negeri karena mereka selalu menganggap ‘lebih dihargai’ dari segi gaji, apalagi dengan Komunitas ASEAN, makin memudahkan perpindahan warga negara Indonesia ke negara lain.

Intifadah III : Syahid 1 Tumbuh 1000

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki".    (QS. Ali Imran : 169) 

Faruq Abdul Qadir Sadr      (infopalestina.com)
(Mediaislamia.com) --- Seorang pemuda Palestina ditembak mati pasukan Israel, Kamis (29/10) sehingga jumlah syuhada yang dibunuh tentara Israel pada hari ini menjadi dua orang, Israel mengklaim korban berupaya melakukan penikaman.

Koresponden Pusat Informasi Palestina mengatakan, Faruq Abdul Qadir Sadr (19) ditembak tentara Israel dekat gedung Bet Hadasa saat melewati tempat tersebut, korban terluka dan meninggal ditempat.

Saksi mata menyebutkkan, tentara Israel dan gerombolan yahudi bertebaran di tempat kejadian sebelum terjadi penembakan, tentara Israel menembak korban dengan dalih korban hendak menikam seorang serdadu mereka.

Menurut saksi mata, tentara Israel memberondongkan tembakan ke arah pemuda tersebut, yang menyebabkannya luka kritis dan tergeletak di tangga sekolah Qurtubah dekat jalan Syuhada, tentara Israel mengklaim pemuda tersebut menikam tentara zionis di tempat. 

Netanyahu Lebih Takut Palestina Dibanding ISIS

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ
"Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim".   (QS. Ali Imran : 151) 

Netanyahu tajut dengan Palestina     (sindonews.com)
(Mediaislamia.com) --- Israel sudah beberapa kali menjadi korban ancaman kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Contoh ancamannya berupa pesan dalam sebuah video berbahasa Ibrani.

Dalam video itu disampaikan ancaman, bahwa tak satu pun orang Yahudi yang akan tinggal di Israel. Video ini dirilis Jumat pekan lalu oleh militan ISIS dalam akun sosial media mereka.

Namun, sepertinya Israel tenang-tenang saja. Para pejabatnya menganggap ancaman itu seperti angin lalu, dan tak ada gerakan apapun dari para petinggi Negeri Zionis itu. Apa ya alasannya?

Usut punya usut, Israel sudah mengantisipasi keberadaan ISIS. Mereka telah menutup perbatasan sebelah utara dan selatan saat para militan menyamar sebagai migran ilegal ke Eropa.

Justru para petinggi Negeri Zionis ini lebih takut jika Palestina dimasuki oleh ISIS dan pemberontak lainnya.

"Bagi Israel, pertumbuhan penduduk Palestina, serta adanya pengaruh ISIS di sana yang lebih menakutkan," kata Lina Khatib, seorang pengamat Israel yang berbasis di London, mengutip laman Al Arabiya.

Kelompok ISIS         (ziombieland.net)
Saat ini, fokus pemerintah Israel bukan pada ancaman ISIS, melainkan pada Palestina. Menurut mereka, Palestina merupakan ancaman besar bagi Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahkan sempat mengeluarkan pernyataan Palestina harus bertanggung jawab atas Holocaust.

Dalam pernyataan dalam pidatonya di hadapan Kongres Zionis, dia mengatakan pembantaian Yahudi oleh Nazi akibat bisikan seorang ulama Palestina.

"Adolf Hitler, pimpinan Nazi, memperoleh ide melenyapkan warga Yahudi dari Mufti Yerusalem Haj Amin Al-Husseini," ujarnya.

Tanpa menyebut sumber teorinya, Netanyahu mengklaim Hitler awalnya tidak berniat memusnahkan penduduk dari etnis Yahudi di seantero Eropa, melainkan cuma mengusir mereka di wilayah Jerman.

"Kemudian Haj Amin al-Husseini menemui Hitler dan bilang, 'Kalau kamu mengusir Yahudi maka merek semua akan ke sini (Palestina)," kata Netanyahu.

"Hitler lalu bertanya,' Apa yang harus saya lakukan?' Mufti itu menjawab, Bakar mereka."

Sementara itu, kini ISIS memposisikan dirinya sebagai pendukung rakyat Palestina. Padahal pada Juli lalu, mereka mengancam akan membantai Hamas di Gaza, hal itu dikatakan dalam video yang mereka rilis.

Pejuang Hamas Palestina    (mujahideenforce.blogspot.com)
Sorotan Israel akan gerak-gerik ISIS berkurang lantaran sepertinya kelompok militan itu tak tahu mana kawan dan mana lawan. Terbukti dengan setidaknya 51 warga Palestina tewas di Yerusalem dan Tepi Barat, akibat serangan mereka.

"Israel memahami dengan baik urusan yang harus mereka kerjakan. Urusan ISIS bagi mereka tidak akan bertahan jangka panjang, namun konflik dengan Palestina akan tetap terjadi sampai waktu yang tak bisa ditentukan," seru akademisi Amerika yang mengurusi bidang perdamaian Israel-Palestina, Dr. Alon Ben Meir.

Walaupun begitu, Ben mengatakan, sebenarnya ISIS dan Israel memiliki tujuan yang sama di Timur Tengah.

"Saya pikir, Israel dan ISIS bisa menemukan kesamaan, terutama dalam penentangan mereka terhadap Hamas," tutup dia.