Selasa, 02 Juni 2015

Ketika Umat Muslim dan Yahudi Berdoa Bersama

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan Tuhanmu berfirman: “Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.      (QS. Al Mu'min : 60) 

Umat Muslim dan Yahudi Doa bersama       (beritasatu.com)
(Mediaislamia.com) --- Sekelompok umat Muslim dan Yahudi beribadah beriringan di sebuah pantai di Los Angeles, pada Subuh awal Mei lalu. Kedua kelompok berdoa bersama dalam bahasa Arab dan Yahudi diiringi suara ombak.

"Kami sebenarnya terkejut bahwa kami bisa melakukan ini bersama-sama dan rupanya apa yang kami lakukan mirip," kata Maryam Saleemi. "Kami seolah-olah tersadar bahwa kami berdoa ke Tuhan yang sama, jadi kenapa tidak kami berdoa bersama".

Sembahyang bersama ini adalah bagian dari inisiatif Two Faiths One Prayer yang menaungi 20 orang Muslim dan Yahudi untuk berdoa bersama di tempat-tempat umum. Mereka pergi bersama-sama dengan angkutan umum dan saling mencari kesamaan dalam perjalanan mereka.

Di Balai Kota Los Angeles, sebanyak 70an orang mengikuti doa bersama dan diikuti dengan makan malam dan salat Isha bagi yang beragama Islam dan memanjatkan doa Piyyutim bagi Yahudi.

Acara ini diorganisir oleh New Ground, sebuah organisasi lintas umat beragama yang memfokuskan diri mendekatkan Muslim dan Yahudi.

Tuli Skaist mengatakan berdoa bersama dengan umat Muslim justru semakin memperkaya pengalaman ibadah Yahudinya. Dia berharap acara serupa bisa lebih sering diadakan.

"Mudah-mudahan ini hanya awal. Saya berharap lebih banyak orang terinspirasi dan berdoa bersama, bukan hanya dalam konteks acara yang diorganisir panitia," kata dia.

Israel Tercoreng Karena Ulah Netanyahu

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya".    (QS. Ali Imran : 118) 

Netanyahu tidak mau disalahkan     (satuumat.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel sedang menghadapi kampanye hitam internasional yang menjelek-jelekkan nama negaranya. Menurut dia, kampanye hitam tersebut bermaksud membatalkan pengakuan eksistensi Israel terlepas apa pun kebijakan yang diambilnya.

"Kita berada dalam perjuangan menghadapi kampanye hitam dari dunia internasional yang bermaksud menjelek-jelekkan nama Israel. Hal ini tidak berhubungan dengan tindakan kita. Ini berhubungan dengan eksistensi kita. Mereka tidak peduli dengan apa yang kita kerjakan, mereka peduli pada apa yang kita lambangkan dan siapa kita," kata Netanyahu, seperti dilansir CBS, Senin (1/6/2015).

Netanyahu mengatakan, boikot yang dilakukan Palestina serupa dengan serangan yang dialami orang Yahudi di masa lalu.

"Fenomena ini telah kita ketahui dalam sejarah masyarakat kita. Apa yang belum pernah mereka katakan mengenai orang Yahudi? Mereka bilang kalau kita adalah penyebab seluruh kejahatan di dunia ini. Mereka kembali membicarakan hal-hal itu kepada kita hari ini. Pernyataan mereka bahkan tidak memiliki secuil kebenaran," tegasnya.

Penyelenggara Kontes Menggambar Nabi Muhammad Kini Jadi Pengemis di AS


Penyelenggara kontes menggambar nabi Muhammad di Phoenix, Arizona mendadak menjadi pengemis. Jon Ritzheimer mengemis meminta sumbangan kepada warga Amerika untuk biaya pengamanan ia dan keluarga. Tak tanggung, ia mengemis berharap sumbangan hingga 10 juta dolar AS.
Ia berkampanye melalui laman GoFundMe untuk mendapatkan uang keamanan. Pascagelaran kontes menggambar nabi Muhammad, Jon mengaku telah menerima ancaman pembunuhan hingga puluhan. Ia merasa hidup ia dan keluarganya di bayang-bayang kematian.
Tak hanya menggelar kontes menggambar nabi Muhammad, dalam acara yang digelar akhir pekan lalu itu mantan Marinir telah menjual sejumlah kaos bergambar provokatif. Kaos yang ia jual bertuliskan "F*** Islam".
GoFundMe merupakan situs penggerak sosial yang telah menjadi populer dalam gerakan konservatif. Laman itu digunakan untuk membantu mendukung sesama konservatif yang percaya hak Amandemen pertama yang telah direnggut. Laman ini pernah juga digunakan untuk kampanye pernikahan sesama jenis di Amerika, beberapa waktu lalu.
Di Facebook, Ritzheimer menulis, "Halo semua sesama Amerika. Aku mulai kampanye ini dengan rendah hati meminta sumbangan. Sehingga saya dapat memberikan keamanan bagi keluarga saya. Saya tidak takut untuk diriku sendiri, tapi aku takut bagi keluarga aku," ujarnya dilansir RAW, Senin
sumber: republika

Senin, 01 Juni 2015

Gaza Gelar Pernikahan Massal Sebanyak 4000 Mempelai

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam :
عن ابن مسعود قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: يَا مَعْشَرَ الشَبّابِ مَنِ اسْتَطا عَ مِنْكمُ البَاءَة فَليَتزوَّجْ: فَإنّهُ أغَضّ لِلبَصَرِ وَ أحْصَنُ لِلفَرْجِ وَمَنْ لمْ يَسْتطِعْ فَعَليْهِ بالصَّوْمِ فإنَّهُ لهُ وِجَاءٌ   متفق عليه
“Dari Ibnu Mas”ud seraya berkata, Rasulullah saw bersabda: Hai golongan pemuda! Bila diantara kamu ada yang sudah mampu kawin hendaklah ia kawin, karena nanti matanya akan lebih terjaga dan kemaluannya akan lebih terpelihara. Dan bilamana ia belum mampu kawin, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu ibarat pengebiri”.   (Muttafaq ‘alaih) 

Gaza gelar nikah massal        (pkspiyungan.org)
(Mediaislamia.com) --- Sebanyak 4.000 pengantin, yang terdiri dari 2.000 mempelai pria dan 2.000 mempelai wanita, menghadiri pernikahan massal yang digelar di kota Gaza pada Ahad (1/6). Pernikahan massal ini digelar sangat meriah dan disebut sebagai pernikahan massal terbesar yang pernah diadakan. 

Dilaporkan kantor berita China, Xinhua, pernikahan massal yang disponsori oleh Turki diadakan di stadion utama Gaza di al-Yarmuk. Ribuan mempelai terlihat mengenakan pakaian terbaik mereka, ditemani oleh ratusan sanak keluarga dan kerabat. 

Menurut Wakil Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Ismail Haneya, Turki menawarkan dana sebesar US$4 juta atau setara dengan Rp52,8 miliar untuk menggelar pernikahan massal ini. 

Haneya juga menyatakan Turki berjanji membangun 20 bangunan tempat tinggal yang berisi 340 unit rumah selama musim panas mendatang, dalam upaya merekonstruksi kembali rumah di Gaza yang hancur dalam serangan militer Israel pada musim panas lalu. 
"Turki sangat bahagia dapat berdiri di sini bersama kalian," kata koordinator Lembaga Pengembangan dan Kerja Sama Internasional Turki untuk Palestina, Bulent Korkmaz dalam pidato pembukaan pernikahan massal tersebut, dikutip dari Times of Israel, Senin (1/6). 

Pernikahan massal ini sontak disambut baik para pemuda Gaza. Selain dapat menikah gratis, mereka juga menerima dana bantuan untuk membangun usaha kecil sembari memulai hidup baru. 

Rekaman video menunjukkan ribuan mempelai pria duduk terpisah dari ribuan mempelai wanita dalam stadion tersebut. Para pria mengenakan syal bertuliskan Palestina dalam bahasa Inggris. 

Pernikahan massal ini bertepatan dengan peringatan lima tahun serangan angkatan laut Israel terhadap kapal yang membawa bantuan untuk warga Gaza. Saat itu, Israel berupaya menghentikan dan menaiki kapal milik Turki tersebut. Sembilan aktivis Turki tewas dan sejumlah tentara Israel terluka dalam insiden yang dinilai merenggangkan hubungan kedua negara ini.

John Glyndwr Wigington Ikrarkan Syahadat di Sebuah Kafe Jakarta



Steven Indra Wibowo, mualaf mantan Katolik yang sekarang aktif berdakwah sebagai Ketua Mualaf Center Indonesia, menceritakan kisahnya 'mengislamkan' seorang warga negara Inggris (UK) John Glyndwr Wigington di sebuah kafe warung kopi yang terjadi tadi malam, Senin (1/6/2015).

Berikut penuturannya seperti ditulis di laman facebooknya:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Baru saja bersyahadat beberapa menit lalu, John Glyndwr Wigington, asal UK, di sebuah warung kopi di tebet (Jakarta -red) bersama saya, asal agamanya dia atheist.

Walau Inggris dibesarkan dalam naungan anglican, dia memilih untuk atheist karena memang baginya dulu agama tidak membawa manfaat dalam hidupnya

Suatu hal yang luar biasa dalam Islam adalah keteraturan dalam hidup, semua sudah diatur sehingga manusia menjadi tertib dan teratur

Mari doakan agar John bisa istiqomah dalam Islam dan bisa mengenalkan Islam kepada keluarganya

Btw beberapa waktu lalu saya posting ttg mualaf expat asal jerman yg bernama Takeo, skr Takeo akan mengajak ibunya mengenal Islam, dan mari juga doakan agar Allah berkenan memberikan hidayahNya kepada ibunda Takeo dan bisa bersyahadat,

Barakallah fiqhum
Semoga bisa membawa manfaat

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

steven Indra
Mualaf.com

*Simak video ikrar syahadatnya John Glyndwr Wigington KLIK INI

Sejarah Muslim Rohingya


Sejarah Muslim Rahingya
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Kerajaan Arakan, itulah cikal bakal Rahingya yang saat ini penduduknya diusir oleh teroris Budha.
Arakan berada di Asia Tenggara, dan masuk dalam wilayah negara Burma secara paksa.
Di masa penjajahan Inggris, Burma merupakan bagian dari wilayah kesatuan India di bawah iperium Inggris. Kemudian oleh Inggris, di tahun 1947, wilayah Burma diproklamirkan sebagai negara merdeka. Tentu saja untuk kepentingan Inggris.
Luas wilayah Arakan kurang lebih 32 ribu km2. Wilayahnya terpisah dengan Burma secara geografis, dengan adanya pegunungan Arakan (Arakan Range).
Menurut sensus Bank Dunia 2013, populasi penduduk Burma lebih dari 50 juta jiwa. Populasi Muslim Burma mencapai 15%. Setengah diantaranya menempati wilayah Arakan yang mayoritas Muslim. sehingga di Arakan, 70% penduduknya kaum muslimin semenatara sisanya masyarakat Budha Almagh dan penganut agama lainnya.
Di Burma sendiri ada sekitar 140 etnis. Yang terbesar, etnis Burma, mereka penguasa negeri itu. Etnis yang lain, Syan, Kasyan, Karin, Syin, Almagh, dan kaum muslimin, yang dikenal dengan Rohingya. Mereka etnis terbesar kedua setelah Burma. Populasi mereka sekitar 5 juta jiwa.
Keberadaan Muslim di Arakan
Para ahli sejarah menyebutkan bahwa kaum muslimin telah sampai di Arakan di masa khalifah bani Abbasiyah, Harun ar-Rasyid. Di abad 7 Masehi. Islam masuk melalui para pedagang arab. Ketika pemeluk islam telah banyak, terbentuklah kerajaan Arakan sebagai negara yang berdiri sendiri.
Dalam perjalanannya, kerajaan ini telah dipimpin 48 raja muslim berturut-turut. Itu berjalan selama lebih dari 3,5 abad. Sekitar antara tahun 1430 – 1784 M. Kerajaan ini telah membentuk peradaban yang meninggalkan bangunan-bangunan masjid, dan sekolah. Diantaranya Masjid Badrul Maqam yang terkenal di Arakan.
Penjajahan Budha ke Arakan
Tahun 1784 M, raja budha burma, masuk ke wilayah Arakan dan mencaplok Arakan sebagai wilayah Burma. Mereka khawatir, islam akan tersebar di sana. Penjarahan, perampasan, perusakan masjid dan pembantaian ulama, terjadi besar-besaran oleh para teroris Budha. Penjajahan itu berlangsung selama 40 tahun, berakhir dengan kehadiran penjajah Inggis yang masuk Burma melalui India.
Di tahun 1824 M, Burma disatukan dengan wilayah kesatuan India, di bawah imperium penjajah Inggris.
Di tahun 1942 M, kaum muslimin dibantai besar-besaran oleh Budha Almagh setelah mereka mendapatkan bantuan senjata dan pasukan dari Budha Burma dan penjajah. Korban yang tercatat ketika itu lebih dari 100 ribu muslim. mayoritas wanita, orang tua, dan anak-anak. Ratusan ribu mengungsi keluar. Sejarah yang terlupakan.
Di tahun 1947 M, menjelang kemerdekaan Burma, dilakukan rapat umum di kota Peng Long, membahas persiapan kemerdekaan. Semua etnis diundang, kecuali muslim Rohingya. Karena diantara misi terbesar kemerdekaan adalah mengusir mereka dari Arakan.  Dan di tahun 1948, Inggris memerdekakan Burma.
Setelah kudeta 1988, pemerintahan Burma dipegang oleh Militer. Kaum muslimin Rohingya semakin bertambah penderitaannya. Mereka terus mendapatkan tekanan.
Semoga Allah memberikan pertolongan dan kekuatan kaum muslimin.
sumber:konsultasisyariah

Ber-Cadar, Istri Teroris?


Cadar = Istri Teroris

Bagaimana membantah orang liberal yang menyebut cadar identik dengan istri teroris?.
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Sebenarnya itu isu kuno yang terus didaur ulang. Kita layak salut, mereka begitu istiqamah dalam menyudutkan islam. Secara sederhana, sebenarnya isu semacam ini bersumber dari keterbatasan mereka dalam membedakan antara oknum dan agama oknum.
Memang benar, ada beberapa umat islam yang terlibat tindakan teroris sementara istrinya bercadar. Namun siapapun sepakat, kesalahan oknum tidak bisa dikembalikan kepada ajaran agama.
Kami mengira, dunia tidak menyalahkan masyarakat budha dan orang gundul, gara-gara aksi teror dan pembantaian besar yang dipelopori Ashin Wirathu.  Kita juga tidak pernah mendengar ada media yang menyudutkan Katholik, gara-gara ulah Timothy McVeigh dalam aksi bom di Oklahoma City yang menewaskan 168 orang.

Cadar Digugat

Aktivis liberal, selalu berjuang untuk meneriakkan kebebasan. Sekalipun dengan wajah yang beraneka ragam. Salah satu proyek besarnya, menjauhkan wanita dari pakaian yang Syar’i.
Bagi mereka, itu belenggu. Membatasi ruang gerak wanita, dalam berinteraksi. Menekan kesempatan wanita untuk berprestasi.
Meskipun sebenarnya semua ini sama sekali tidak ada hubungannya. Justru muslimah bercadar lebih banyak kita jumpai di komunitas mahasiswi ilmu eksak di universitas bonafit, dari pada mahasiswi yang kuliah di IAIN. Di UGM, untuk menjumpai wanita berjilbab besar di Fakultas kedokteran, farmasi, mipa, teknik, jauh lebih mudah dibandingkan ketika anda mencarinya di fakultas filsafat dan sastra.
Namun ada satu catatan yang penting untuk kita garis bawahi dalam kasus ini. Bahwa sebenarnya orang liberal sendiri tidak bisa menerima kebebasan itu seutuhnya. Akibatnya mereka masih menggunakan standar bias. Mereka merasa risih dengan keberadaan cadar dan hijab syar’i. Jika mereka komitmen dengan prinsip kebebasan, apa urusan mereka dengan wanita bercadar? Mau bercadar, tidak bercadar, ngapain dia koar-koar?
Dengan menerapkan teori mereka, berarti kebebasan mutlak itu sendiri hakekatnya tidak ada. Karena semua orang akan terikat dengan bagaimana cara dia memandang. Sampaipun para penghasung kebebasan, mereka tidak pernah membiarkan secara bebas, masyarakat yang komitmen dengan ajaran Sunah. Mereka komentari, mereka kritik, sampai harus buang-buang waktu untuk membuat novel, hingga film.

Sama-sama Bebas

Sebenarnya islam sangat memberikan kebebasan bagi penganutnya. Aturan yang Allah turunkan, sama sekali tidak menjadi jerat bagi mereka. Aturan itu jusru membimbing umat islam untuk memilih yang baik dan menghindari yang jahat. Diantara sekian banyak opsi yang baik-baik itu, umat islam dibolehkan memilih. Hanya saja, umat islam tidak bebas memilih yang jahat. Sebab tujuan hidup muslim adalah menjadi hamba yang baik.
Ini berbeda dengan kebebasan model liberal. Mereka tidak memiliki batasan yang pasti untuk menentukan mana yang baik, dan mana yang jahat. Akhirnya semua dikembalikan kepada spekulasi akal dan dinamika sosial. Aturan agama harus dinihilkan, karena ini mengganggu spekulasi akal itu.

Cadar Budaya Islam

Berbicara budaya islam, berarti berbicara aturan yang berlaku di masa islam didakwahkan. Di masa NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan generasi setelahnya.
Anda bisa simak penuturan para ulama tentang tradisi wanita di masa silam,
Al-Hafidz Ibn Hajar (wafat 852 H) mengatakan,
استمرار العمل على جواز خروج النساء إلى المساجد والأسواق والأسفار منتقبات ؛ لئلا يراهن الرجال
Sudah menjadi kebiasaan, bolehnya wanita keluar menuju masjid, pasar dan melakukan perjalanan dengan memakai cadar, agar mereka tidak dilihat para lelaki. (Fathul Bari, 9/337)
Di tempat lain, beliau juga mengatakan,
ولم تزل عادة النساء قديما وحديثا يسترن وجوههن عن الأجانب
Telah menjadi kebiasaan wanita sejak dulu dan sekarang, mereka menutupi wajah mereka (bercadar) sehingga tidak dilihat lelaki lain. (Fathul Bari, 9/324)
Al-Ghazali (wafat 505 H) dalam kitab Ihya Ulumiddin mengatakan,
لم يزل الرجال على ممر الأزمان مكشوفي الوجوه ، والنساء يخرجن متنقبات
Sejak dulu, berlangsung dari zaman ke zaman, para lelaki tidak menutup wajah dan para wanita keluar dengan bercadar. (Ihya Ulumiddin, 2/53)
Dalam matan Uqud al Lajjiin – karya Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani – , beliau menyatakan,
فيجب علي المرأة إذا أرادت الخروج أن تستر جميع بدنها ويديها من أعين الناظرين
“Wajib atas perempuan muslimah jika hendak keluar rumah untuk menutupi semua badannya termasuk kedua telapak tangannya agar tidak terlihat mata para laki-laki yang melihat dirinya”. (Syarh Uqud al Lajjiin, hlm. 17)
Bahkan Syaikh Nawawi al-Bantani menilainya sebagai ijma’ amali (kesepakatan secara praktek nyata) bahwa muslimah itu bercadar ketika berada di luar rumah. Beliau mengatakan,
إذ لم يزل الرجال على ممر الزمان مكشوفي الوجوه والنساء يخرجن متنقبات
“Tidak henti-henti sepanjang zaman (umat Islam, pent) bahwa laki-laki itu keluar rumah dalam keadaan tidak bercadar sedangkan kaum wanita itu bercadar jika mereka keluar dari rumah”. (Syarh Uqud al Lajjiin, hlm. 18)
Jika anda tidak siap melaksanakan sunah cadar, berikan kebebasan bagi mereka yang ingin menerapkan sunah bercadar.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)