Sabtu, 31 Oktober 2015

Palestina Ajukan Bukti Terbaru Kejahatan Israel ke ICC

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran".   (QS. An Nahl : 90)

Palestina ajukan bukti baru ke ICC     (timesofisrael.com)
(Mediaislamia.com) --- Mentri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki telah mengajukan berkas bukti terbaru kejahatan perang Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza ke Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC).

Setelah pertemuan hari Jumat lalu dengan jaksa penuntut umum ICC Fatou Bensouda di Den Haag, Maliki mengatakan kepada wartawan bahwa berkas baru, yang ketiga diajukan pada tahun ini, memuat bukti pembunuhan di luar hukum, pembongkaran rumah dan hukuman kolektif yang dilakukan oleh pasukan Israel .
Pengajuan berkas ini datang pada saat ketegangan di wilayah pendudukan Palestina secara dramatis meningkat dalam beberapa pekan terakhir, lapor JPost.

Maliki menambahkan bahwa contoh kasus yang terjadi dalam 40 hari terakhir agresi Israel terhadap warga Palestina tidak bersalah di sekitar wilayah yang diduduki juga termasuk dalam dokumen.

Israel Persulit Penyerahan Jasad Syuhada di Hebron

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
"Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar".    (QS. Al Baqarah : 105) 

Ilustrasi - Jenazah Syuhada   (infopalestina.com)
(Mediaislamia.com) --- Keluarga syuhada di Hebron, wilayah selatan Tepi Barat, menolak persyaratan yang diajukan penjajah Zionis berkaitan dengan penyerahan jasad anak-anak mereka yang gugur dalam konfrontasi dengan pasukan penjajah Zionis. Mereka menegaskan komitmennya untuk memakamkan anak-anak mereka dalam upacaya nasional rakyat.

Koordinator Kampanye Nasional Pengembalian Jasad Syuhada, Amin Bayidh mengatakan, warga telah memutuskan dengan tegas menolak tunduk pada provokasi penjajah Zionis berkaitan dengan persyaratan penyerahan jasad anak-anak mereka agar mereka segera mamakamkan tanpa ada melibatkan masyarakat.

Disebutkan bahwa akibat keputusan ini, terjadi penundaan penyerahan tujuh jasad syuhada yang sedianya mereka diserahkan kepada keluarganya pada Sabtu malam kemarin. Namun dilaporkan akan diserahkan dua jasad syuhada kepada keluarga mereka Sabtu malam.

Sumber-sumber Palestina memprediksi, penjajah Zionis berusaha mempermainkan kegelisahan keluarga syuhada dengan menyerahkan sebagian jasad korban tanpa yang lainnya. Atau berusaha mengajukan syarat dan memprovokasi perasaan keluarga. Sumber-sumber Palestina menegaskan bahwa semua itu membuka peluang segala kemungkinan di tengah-tengah tidak adanya peran utama yang seharusnya dilakukan Otoritas Palestina yang bisa menggalang opini publik internasional untuk menekan penjajah Zionis.

Warga Hebron terima jenazah     (pksbondowoso.org)
Sebelumnya diumumkan bahwa penjajah Zionis telah menyampaikan kepada Otoritas Palestina di Ramallah, niatnya menyerahkan dua dari tujuh jasad syuhada dari Hebron, sebelumnya akhirnya dibatalkan kembali dan menetapkan persyaratan yang ditotak oleh keluarga syuhada.

Saluran TV2 Zionis mengungkapkan bahwa penjajah Zionis menetapkan syarat penyerahan jasad para syuhada agar keluarga segera memakamkan mereka tanpa melibatkan masyarakat ramai.

TV Zionis ini melansir pernyataan Menteri Perang Zionis Moshe Ya’alon yang mengatakan, “Kami tidak akan menyerahkan jasad (para syuhada) kecuali dengan syarat mereka langsung dimakamkan segera setelah diserahkan, tanpa melibatkan masyarakat ramai.”

Sebelumnya pihak penjajah Zionis telah menyerahkan lima jasad syuhada asal Hebron pada Jum’at malam. Pemakaman mereka diikuti oleh puluhan ribu massa pada hari Sabtu (31/10) kemarin.

Update Intifadah Al-Quds : 72 Syahid dan 2240 Terluka

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَا تَقُولُوا لِمَن يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya".    (QS. Al Baqarah : 154) 

 Intifadah Al-Quds     (alaapearltoughts.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Seorang pemuda Palestina gugur dan 156 warga lainnya terluka dan mengalami sesak nafas selama hari Sabtu (31/10) dalam konfrontasi yang meletus dengan pasukan penjajah Zionis di berbagai penjuru wilayah Tepi Barat dan timur Jalur Gaza.

Kementrian Kesehatan Palestina menyatakan, dengan gugurnya pemuda Muhmud Tilal Abdul Karim Nazal (18) setelah ditembak pasukan penjajah Zionis di pos militer Jamla di timur laut Jenin, menambah jumlah syuhada intifadhah al Quds yang meletus sejak awal Oktober menjadi 72 syuhada, 54 di antara di Tepi Barat dan al Quds, serta 17 di antaranya di Jalur Gaza, dan seorang lagi di Negev, wilayah selatan Palestina terjajah tahun 1948.

Kementrian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa di antara syuhada tersebut, 15 di antaranya adalah anak-anak dan dan seorang ibu hamil.

Gugur sebagai syuhada       (pesonaalquds.com)
Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, total korban luka sampai Sabtu malam mencapai 156 orang, 153 di Tepi Barat dan 3 di Jalur Gaza. Disebutkan bahwa di antara korban, 22 terluka tembak timah panas, 15 peluru karet dan 118 terkena tembak gas air mata.

Menurut Kementrian Kesehatan Palestina, total korban sejak meletus intifadhah al Quds telah meningkat menjadi 2240 orang, sebanyak 2000 dari mereka terkena tembak timah panas dan peluru karet baik di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan mereka masuk rumah sakit.

Sebanyak 220 warga mengalami memar-memar, patah tulang dan terluka akibat serangan pukulan pasukan Zionis dan para pemukim Yahudi, ditambah 20 lainnya mengalami luka bakar. Sementara itu lebih dari 5 ribu lainnya mengalami sesak nafas karena terkena tembak gas air mata.

Menteri Malaysia : Kasus Remaja Hamil Diluar Nikah Meningkat

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk".    (QS. Al Isra' : 32) 

Bendera Malaysia     (harianterbit.com)
(Mediaislamia.com) --- Rata-rata sebanyak 18 ribu remaja usia 10 hingga 19 tahun di Malaysia hamil setiap tahun dan dirawat di klinik kesehatan pemerintah.

Menteri Kesehatan Malaysia Datuk Seri Dr S Subramaniam mengatakan, dari jumlah itu, sebanyak 25 persen atau sekitar 4.500 kasus remaja yang hamil di luar nikah.

Subramaniam seperti dikutip media setempat di Kuala Lumpur, Jumat mengatakan, rata-rata 1.500 kasus remaja hamil tercatat dalam sebulan atau 50 kasus sehari di seluruh Malaysia, dan paling banyak melibatkan remaja umur 16 hingga 19 tahun.

"Berdasarkan kajian, remaja mulai melakukan hubungan seks pada umur 14 tahun dengan Sarawak mencatat kehamilan remaja paling tinggi," katanya.

Ilustrasi - Hamil diluar nikah  (internasional.republika.co.id)
"Diantara faktor utama kehamilan remaja disebabkan faktor pendidikan, kerapuhan institusi keluarga, sistem kesehatan, pengaruh rekan sebaya, media massa dan sosio budaya," katanya.

Ia mengatakan berdasar kajian Global School-Based Student Health Survey 2012, 8,3 persen pelajar sekolah yang berumur antara 13 hingga 17 tahun mengaku pernah melakukan hubungan seks.

"Masalah yang mengkhawatirkan ialah tren kehamilan dan kematian di kalangan remaja hamil semakin meningkat."

"Perasaan malu dan stigma masyarakat merupakan penghambat usaha remaja untuk mendapatkan pertolongan awal yang sewajarnya dan mengakibatkan mereka menghadapi berbagai masalah kesehatan dan sosial," katanya.

Cepat atau Lambat Jeruji Besi Guantanamo Hancurkan Amerika

Allah Subhanahu WA aTa'ala Berfirman :
فَلَمَّا أَنجَاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَىٰ أَنفُسِكُم ۖ
"Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri".    (QS. Yunus : 23) 

Obama saat berpidato tentang Duantanamo     (lampost.co)
(Mediaislamia.com) --- Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali mengutarakan niatnya untuk menutup penjara di Teluk Guantanamo, Kuba. Di Gedung Putih, Obama mengatakan, rumah tahanan itu "berlawanan dengan jati diri kita" dan membahayakan kepentingan-kepentingan AS.

Ia menyebutkan, sejumlah persidangan kasus dugaan terorisme sebenarnya bisa diadili melalui pengadilan sipil. "Saya yakin bahwa kita harus menutup Guantanamo. Saya merasa sangat penting untuk dipahami bahwa Guantanamo tidak membuat Amerika aman," kata Obama.

"Penjara itu memakan biaya yang tidak sedikit dan tidak efisien. Keberadaannya juga melukai kita di dunia internasional. Guantanamo menjadi alat untuk merekrut ekstremis dan harus ditutup," tegasnya.

Warga tuntut Guantanamo     (selasarselusur.blogspot.com)
Presiden Obama berpendapat, penjara itu berdampak buruk terhadap reputasi Amerika dan malah menjadi alat rekrutmen bagi banyak kelompok teror.

Kongres sebelumnya telah memblokir upaya untuk menutup penjara tersebut dan mempersulit para tawanan untuk dipindahkan ke penjara lain. Namun, Obama mengatakan telah meminta sebuah tim khusus untuk mengkaji kembali isu penutupan Guantanamo. Hasil kajian itu akan dibawanya ke Kongres untuk pembahasan lebih lanjut.

Obama mengatakan tidak terkejut dengan banyaknya masalah di Guantanamo, yang saat ini 100 dari 166 orang tawanan di sana melakukan aksi mogok makan.

Jumat, 30 Oktober 2015

RUU APBN Disahkan Jadi UU APBN 2016

Allah Subhanahu WA Ta'ala Berfirman :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلأَْرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَـٰهُمْ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ 
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".   (QS. Al A'raf : 96)  

DPR RI sahkan UU APBN 2016        (tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2016 menjadi UU APBN tahun anggaran 2016.

Keputusan tersebut membuat anggaran pemerintahan Presiden Joko Widodo 2016 senilai Rp 2.095 triliun sudah sah berlaku.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan DPR RI menyetujui Rancangan APBN 2016 untuk disahkan menjadi UU APBN Tahun Anggaran 2016.

"Dengan catatan bahwa seluruh catatan merupakan bagian yang utuh dan tidak terpisahkan dari yang wajib dilaksanakan dari pemerintah," ujarnya dalam sidang paripurna di Gedung DPR pada Jumat (30/10/2015).

Selain itu, alokasi dana penanaman modal negara (PMN) untuk badan usaha milik negara (BUMN) senilai Rp 40,42 triliun tersebut dikembalikan kepada komisi terkait dan akan dibahas kembali dalam pembahasan APBN Perubahan 2016 mendatang.

Add caption
Besaran PMN ini naik dari pengajuan pemerintah sekitar Rp39 triliun dan ada 25 BUMN yang mendapatkan suntikan tersebut.

Selain itu, dalam APBN 2016, pemerintah menganggarkan alokasi anggaran untuk PMN lainnya senilai Rp 4,05 triliun dan PMN kepada organisasi atau lembaga keuangan internasional senilai Rp3,9 triliun.

Berikut daftar PMN kepada BUMN tersebut antara lain:

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) senilai Rp 1 triliun.

PT Sarana Multigriya Infrastruktur (SMI) senilai Rp 3,5 triliun.

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) senilai Rp 1 triliun.

PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) senilai Rp 500 miliar.

PT Geo Dipa Energi senilai Rp 1,16 triliun.

PT Krakatau Steel Tbk senilai Rp 2,456 triliun.

PT Hutama Karya senilai Rp 3 triliun.

PT PLN senilai Rp10 triliun.

Perum Bulog senilai Rp 2 triliun.

PT Perikanan Nusantara senilai Rp 29,4 miiar.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) senilai Rp692,5 miliar.

PT Angkasa Pura II senilai Rp 2 triliun.

PT Pelni senilai Rp 564,8 miliar (nontunai).

PT Bharata Indonesia senilai Rp 500 miliar.

PT Wijaya Karya Tbk senilai Rp 4 triliun.

PT PP Tbk senilai Rp 2,25 triliun.

Perum Perumnas senilai Rp 485,4 miliar.

PT Industri Kereta Api (Inka) senilai Rp 1 triliun.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia senilai Rp 1 triliun.

PT Asuransi Kredit Indonesia senilai Rp 500 miliar.

Perum Jamkrindo senilai Rp 500 miliar.

PT Amarta Karya senilai Rp 32,1 miliar.

PT Jasa Marga Tbk senilai Rp 1,25 triliun.

PT Pelindo III senilai Rp 1 triliun.

PT Pertani senilai Rp 500 miliar.

Istigfar, Agar Hujan Turun

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا(12)

“Mintalah ampun kalian kepada tuhan kalian, sesungguhnya Dia maha pengampun, Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit untuk kalian dengan begitu derasnya.” (Qs. Nuh : 10-11)

Disebutkan dalam sebuah atsar bahwa seorang laki-laki pernah mengadukan kepada seorang tokoh tabiin, Hasan Al-Bashri tentang musim paceklik yang terjadi, lalu ia menasehatkan,“Beristighfarlah (mohon ampun) kepada Allah”, kemudian orang lain mengadukan tentang kemiskinannya lalu ia pun menasehatkan“Beristighfarlah (mohon ampun) kepada Allah”.Kemudian orang lain mengadu lagi tentang kekeringan  kebunnya, Hasan Al-Bashri menasehatkan, “Beristrighfarlah (mohon ampun) kepada Allah.” Kemudian orang lain mengadu lagi tentang dirinya yang belum dikaruniai anak, ia menasehatkan, “Beristighfarlah (mohon ampun) kepada Allah.” Kemudian setelah itu Hasan Al-Bashri membacakan surat Nuh di atas.

Ketika menafsirkan rangkaian ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan, “Jika kalian bertaubat kepada Allah, minta ampun (beristighfar) kepadanya dan mentaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rizki, akan diberi keberkahan hujan dari langit, akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, akan dilimpahkan air susu, akan dilapangkan harta dan dikaruniakan anak, akan dijadikan kebun-kebun dengan berbagai buah-buahan di dalamnya sungai-sungai yang mengalir di tengah-tengahnya.”

Dari uraian, di atas kita ketahui bahwa istighfar merupakan salah satu solusi bagi berbagai problematika kehidupan termasuk terjadinya kekeringan yang berkepanjangan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan ketiadaan turun hujan.

Pada ayat ini Allah berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Qs. Al-Anfal: 33)

Berkenaan dengan ayat ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda yang artinya “Allah menurunkan dua alat pengaman kepadaku untuk umatku (Nabi Shallallahu ‘Alahi Wasallam lalu membaca Qs. Al-Anfal: 33 di atas). Selanjutnya beliau bersabda, “Ketika aku meninggal dunia maka aku tinggalkan pengaman di tengah-tengah mereka berupa istighfar sampai hari kiamat.” (HR Tirmidzi).

Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam juga bersabda,

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هُمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ “

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Siapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud)

Oleh karena istighfar (mohon ampun) kepada Allah adalah cara mpuh untuk istisqa’ yaitu permintaan kepada Allah untuk diturunkan hujan.

Di samping itu ada beberapa cara ampuh lainnya untuk meminta hujan, yaitu;

Pertama, meninggalkan maksiat, khususnya tidak berzakat

Dalam hadis yang menjelaskan tentang kemaksiatan-kemaksiatan yang menyebabkan terjadinya kesulitan-kesulitan hidup, Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “… dan tidaklah mereka enggan membayar zakat kecuali hujan akan ditahan dari langit dan andaikata bukan karena hewan ternak, niscaya hujan tidak akan pernah turun.” (HR. Ibnu Majah)

Kedua, konsisten dalam menjalankan syariat

Firman Allah:

وَأَنْ لَوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

 Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan”

(memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Qs. Al-Jin: 16)

Sebagian ahli tafsir menjelaskan ayat ini, “Seandainya mereka berpegang teguh dengan ajaran Islam dan terus menjalaninya, maka mereka akan diberi minum air segar, artinya rizki yang lapang”.

Ketiga, shalat minta hujan

Shalat minta hujan yang disebut shalat istisqa’ hukumnya adalah sunnah muakkad. Shalat istisqa’ dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendirian boleh di dalam masjid atau di luarnya. Hanya lebih utama dilakukan secara berjamaah dan dilakukan di luar masjid.

Imam Syafii berpendapat, tempat shalat itisqa’ adalah di tanah lapang karena itulah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam.

Adapun waktunya, menurut Jumhur Ulama  boleh dilakukan kapan saja, asalkan bukan waktu dilarang utnuk shalat. Sedang caranya adalah sebagaimana shalat  Ied, dilaksanakan dua rakaat, pada rakaat pertama takbir sebanyak 7 kali dan pada rakaat kedua, takbir sebanyak 5 kali. Hal ini berdasarkan hadist dari Ibnu Abbas,“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaksanakan shalat istisqa’ dua rakaat sebagaimana melaksanakan shalat Ied.” (HR. Bukhari Muslim).

Keempat, imam shalat Jumat berdoa minta hujan dalam khutbah

Hal ini berdasarkan hadis dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu,

أن رجلا دخل المسجد يوم الجمعة ، من باب كان نحو دار القضاء ، ورسول الله صلى الله عليه وسلم قائم يخطب ، فاستقبل رسول الله صلى الله عليه وسلم قائما ، ثم قال : يا رسول الله ، هلكت الأموال وانقطعت السبل ، فادع الله يغثنا . فرفع رسول الله صلى الله عليه وسلم يديه ، ثم قال :اللهم أغثنا، اللهم أغثنا، اللهم أغثنا . قال أنس : ولا والله ، ما نرى في السماء من سحاب ، ولا قزعة ، وما بيننا وبين سلع من بيت ولا دار . قال : فطلعت من ورائه سحابة مثل الترس ، فلما توسطت السماء انتشرت ثم أمطرت . فلا والله ما رأينا الشمس ستا

“Seorang lelaku memasuki masjid pada hari jum’at melalui pintu searah dengan Daarul Qadha. Ketika itu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sedang berkhutbah dengan posisi berdiri. Lelaki tadi berkata: ‘Wahai Rasulullah, harta-harta telah binasa dan jalan-jalan terputus (banyak orang kelaparan dan kehausan). Mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan!’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam lalu mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan: Allahumma aghitsna (3x).

Anas berkata: ‘Demi Allah, sebelum itu kami tidak melihat sedikitpun awan tebal maupun yang tipis. Awan-awan juga tidak ada di antara tempat kami, di bukit, rumah-rumah atau satu bangunan pun”.

Anas berkata, “Tapi tiba-tiba dari bukit tampaklah awan bagaikan perisai. Ketika sudah membumbung sampai ke tengah langit, awan pun menyebar dan hujan pun turun”. Anas melanjutkan, “Demi Allah, sungguh kami tidak melihat matahari selama enam hari’.” (HR. Bukhari no.1014, Muslim no. 897)

Kelima, berdoa minta hujan

Para ulama sepakat akan bolehnya berdoa minta hujan tanpa didahului dengan melaksanakan shalat, baik dilakukan dengan berjamaah atau sendiri, boleh di dalam masjid atau di luarnya. Berdoa meminta hujan dapat dilakukan dengan lafadz dan bahasa apa saja, asalkan dapat dimengerti maksudnya. Namun lebih baik jika kita mengikuti doa yang bersumber (ma’tsur) dari Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam.

Di antara doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثاً مُغِيْثاً، هَنِيْئاً مَرِيْئاً مُرِيْعاً ,سَحاً عَاماً غَدْقاً طَبَقاً مُجَلَّلاً، دَائِماً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ،

“Ya allah siramlah kami dengan hujan yang menyelamatkan, yang mudah, nyaman lagi menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, dan menyeluruh, yang lestari sampai hari kiamat. Ya Allah siramilah kami dengan hujan dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa. (H.R Muslim)

Oleh karena itu, mari kita banyak membaca doa ini terutama setelah shalat wajib, karena dia termasuk waktu yang mustajab.

Oleh Imaamul Muslimin, KH. Yakhsyallah Mansur, MA