Jumat, 03 April 2015

Iran Rayakan Pencapaian Kesepakatan Nuklir

Allah Subhanahu WA Ta'ala Berfirman :
وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاءَ
"Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'".  (QS. Ali Imran : 140)
  
Kegembiraan rakyat Iran       (lematin.ch)
(Mediaislamia.com) --- Penduduk Iran turun ke jalan-jalan merayakan pencapaian kesepakatan nuklir negaranya dengan AS dan lima kekuatan nuklir dunia; Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, dan Tiongkok.

Di Tehran, warga berpawai di luar gedung Kementerian Luar Negeri, seraya menyuarakan pujian untuk para perunding. Beberapa mengibarkan bendera, dan lainnya membuat tanda victory di jalanan kota.

Di pesawat dalam perjalanan pulang dari Lausanne ke Tehran, Menlu Iran Javad Zarif merayakan sukses perundingan dengan wartawan yang meliput perundingan.

Ali Araghchi, sepupu deputy Menlu Abbas Araghchi, merekam suasana itu dan mempostingnya di Instagram.

Situasi lebih menarik terjadi di berbagai medis sosial. Penduduk Tehran menuliskan kegembiraannya, dan memuji pemerintah mereka, dan para juru runding.

Situasi sebaliknya terjadi di Israel. Setelah PM Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan itu mengancam masa depan Israel, tidak ada warga Yahudi yang menyambut gembira kesepakatan.

Kamis, 02 April 2015

Nasehat Untuk Pemimpin Besar

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِيْ سُلْطَانٍ فَلاَ يُبْدِهِ عَلاِنِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوْ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِيْ عَلَيْهِ
“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa, maka janganlah menyatakannya di depan umum dengan terang-terangan. Hendaklah ia memegang tangan penguasa itu (dan mengajaknya ke tempat tersembunyi). Maka bila penguasa itu mau mendengar nasehat tersebut, itulah memang yang diharapkan. Tetapi bila tidak mau mendengar nasehat itu, sungguh penasehat itu telah menunaikan apa yang diwajibkan atasnya”. 

Ust. Sslim A. Fillah        (masjidjogokarian.com)
(Mediaislamia.com) --- Ustaz Salim A. Fillah membuat 'surat terbuka' untuk Wapres Jusuf Kalla dengan judul La Ma’daremmeng, Karaeng Pattingalloang, dan Tuanta Salamaka yang diunggah di blog pribadinya pada 31 Maret lalu.
Dalam siaran persnya, kata Salim, menurut tim Pak JK, surat buatannya yang berisi nasuhat tentang kepemimpinan ini sudah dibaca oleh Pak JK.

Berikut 'Surat Terbuka' Salim A. Fillah kepada Pak JK..

Pak JK yang kami hormati, mengenang perang itu barangkali pahit..

Tetapi rasa ta’zhim pada nilai-nilai yang diperjuangkan Raja Bone XIII La Ma’daremmeng Sultan Muhammad Saleh, sebagaimana hormat kami kepada tokoh dari jazirah Sulawesi sebesar Bapak, tak pernah pudar. La Ma’daremmeng, semoga Allah menyayanginya, kala itu rela harus berhadapan dengan kekuatan sebesar Gowa-Tallo demi keyakinannya untuk menegakkan kalimat Allah dan sunnah RasulNya.

Sejak Islam datang ke Bone di masa ayahandanya, betapa bersemangat orang besar Bugis ini agar agama yang penuh rahmat menjadi nafas dan aliran darah seluruh kerajaannya. Perbudakan, satu di antara hal yang sangat lazim di zaman itu dan turut menjadi penopang kelangsungan kuasa para raja, telah mengusik nurani La Ma’daremmeng. Kesetaraan seluruh insan dalam naungan Islam adalah impian yang harus dia bayar amat mahal.

Orang yang harus memimpin 40.000 prajurit gabungan Gowa-Tallo, Wajo, Soppeng, dan Sidenreng untuk  mengalahkan La Ma’daremmeng, sang perdana menteri Gowa sekaligus Raja Tallo, I Mangngadaccinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang Sultan Mahmud Tuminanga Ri Bontobiraeng, bukannya tak setuju sepenuhnya pada perubahan yang dihela La Ma’daremmeng. Karaeng Pattingalloang hanya merasa hal ini belum waktunya. Ada tahapan yang harus ditapaki sebelumnya agar harmoni masyarakat tak terganggu. Dia mempertanyakan, “Bukankah Sang Nabi juga tak serta-merta menghapus perbudakan? Melainkan selangkah demi selangkah, dengan amat manusiawi?”

Pak JK yang terhormat..

Diilhami oleh imannya, betapa maju pemikiran La Ma’daremmeng. Perjuangannya 220 tahun mendahului abolisi perbudakan yang diproklamasikan Abraham Lincoln hingga memicu perang saudara Amerika. Demikian pula kami pernah melihat Bapak, ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, membawa cara-cara kerja progresif lagi segar mengelola negeri ini, sesuatu yang senantiasa jadi kenangan manis bagi kami. Sebagaimana La Ma’daremmeng digerakkan oleh imannya, demikianlah kami selalu mendoakan Bapak agar istiqamah menjadi pemimpin yang selalu dijiwai oleh Islam di tiap langkahnya.

Dan Karaeng Pattingalloang sendiri, betapa amat tergerak oleh sebuah kalimat bijak, “Hikmah adalah milik mukmin yang hilang. Maka di manapun dia menemukannya, dialah yang paling berhak mengambilnya.” Karaeng Pattingalloang tahu, gemerlap peradaban Islam di Baghdad telah terbenam 400 tahun sebelum dia bertakhta, dan kilau Cordoba telah padam 2 abad sebelum kelahirannya. Maka dari bangsa-bangsa yang telah menyabet kerlip peradaban Islam untuk pencerahan mereka, bangsa Eropa, amat bersemangat dia belajar.

Menguasai bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, Jawa, dan Melayu selain bahasa Bugis dan Makassar; khazanah ilmu dunia terbuka bagi Karaeng Pattingalloang. Demi mengenal dunia, dengan penuh minat didatangkannya bola dunia terbesar di zamannya, bergaris-tengah 1,3 meter, buatan kartografer termasyhur, Joan Blaeu; tiba 7 tahun kemudian di Sombaopu setelah dipesan. Semangat Karaeng Pattingalloang akan ilmu menggemparkan para cendikia Eropa, hingga sastrawan besar Joost van den Vondel menghadiahkan puisi pujian untuknya. Kelak ketika Joan Blaeu merampungkan Atlas Novus, peta dunia terbesar yang dikodifikasinya dari peta-peta susunan sang legendaris Gerrard Mercator, digambarnya Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk langit timur, menjangka dunia dengan busur kartografinya.

Setahun kemudian, tiba pula teleskop rancangan Galileo yang kelak menemani malam-malam Karaeng Pattingalloang untuk mencermati langit, mempresisikan perhitungan kalender hijriah, memetakan bintang-bintang, dan membantunya merumuskan kebijakan terkait musim bagi pertanian dan pelayaran. Perpustakaannya dipenuhi buku berbagai bahasa, yang dengan penuh semangat dia minta untuk diterjemahkan, termasuk risalah Turki ‘Utsmani tentang pembuatan meriam, naskah dari Belanda tentang bendungan, serta buku dari Inggris tentang pertahanan kota dan perbentengan. Demi memuaskan dahaga ilmiahnya pula, dia minta didatangkan ke Makassar unta Arabia yang tersebut dalam Al Quran, juga gajah seperti yang dipakai Abrahah menyerang Ka’bah.

Ilmu pengetahuan dan wawasan antar-bangsanya yang demikian luas telah membuat Karaeng Pattingalloang memerintah dengan bijaksana, mendampingi Raja Gowa XV, I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung Karaeng Lakiung Sultan Malikussaid Tuminanga Ri Papambatunna. Maka demikian pula kami harapkan dari putra Nusantara pewarisnya seperti Anda, Pak JK kala mendampingi Presiden Jokowi dan selanjutnya, seperti pula telah kami saksikan dulu.

Jusuf Kallah terima Surat dari Ust. Salim A. Fillah   (msyani.com)
Pak JK yang terhormat..

Salah satu warisan kebijaksanaan dari Karaeng Pattingalloang, yang hari-hari ini amat merisaukan kami adalah “Lima pammajenganna matena butta lompoa”. Ya, menurutnya ada lima penyebab keruntuhan sebuah negara. Pertama, “Punna tenamo naero nipakainga Karaeng Manggauka”, apabila kepala negara yang memerintah tak lagi mau dinasehati. Kedua, “Punna tenamo tumangngaseng ri lalang pa’ rasangnga”, apabila tak ada lagi cendikiawan yang tulus mengabdi di dalam negeri. Ketiga, “Punna tenamo gau lampo ri lalang pa’ rasangnga”, jika terlalu banyak kasus hukum di dalam negeri, hingga menyusupkan muak di hati. Keempat, “Punna angngallengasemmi’ soso’ pabbicaraya”, jika banyak hakim dan pejabat suka makan suap. Dan kelima, “Punna tenamo nakamaseyangi atanna Manggauka”, jika penguasa yang memerintah tak lagi menyayangi rakyatnya.

Pak JK, Bapak lebih dapat melihat dibanding kami seberapa dari tanda-tanda yang dikemukakan Karaeng Pattingalloang ini mencekam negara kita. Maka betapa kami, kaum muslimin negeri ini, amat berharap Pak JK punya peran yang lebih besar, punya sikap yang lebih jelas, punya tindakan yang lebih gesit. Latar belakang Pak JK yang dari HMI, dari NU, dan dari Dewan Masjid; amat menentramkan kami ketika Bapak mendampingi Presiden Jokowi, meski memang Anda berdua sejujurnya bukan pilihan utama kami. Harapan bahwa kaum muslimin Indonesia akan tetap memiliki seorang “Bapak” dalam segala makna yang dikandung oleh kata itu bersiponggang dalam hati.

Terlebih hari-hari ini Pak, ketika secara ekonomi rupiah kita melemah, BBM kita naik turun, dan rakyat menatap masa depan dengan berkabut; ketika secara politik kisruh antar pemimpin partai, pejabat dan lembaga negara bekerja tebak-tebak arah, dan masyarakat sukar menemukan keteladanan pemimpin; ketika dalam hukum dan hak asasi para koruptor besar kian melenggang, para pembawa ideologi menyimpang kanan maupun kiri kian berdendang, tapi kebebasan berwawasan ummat ditebas atas nama radikalisme dengan definisi yang tak sahih; serta setumpuk rasa gelisah di hati kami. Kami merindukan pengayoman dari pemimpin yang seyakin La Ma’daremmeng dan sebijak Karaeng Pattingalloang.

Pak JK, betapapun bijaknya, Karaeng Pattingalloang pernah mengabaikan 1 hal yang berujung berakhirnya kejayaan Gowa-Tallo di masa menantunya, Sultan Hassanuddin, hanya berselang beberapa tahun setelah wafatnya. Satu hal penting itu adalah nasehat ‘ulama.

Adalah Tuanta Salamaka Syaikh Yusuf Al Makassari, ‘alim mulia yang kepahlawanannya membentang dari Makassar, Banten, Srilanka, hingga Afrika Selatan yang satu hari menemuinya dan berkata, “Telah kulihat alamat keruntuhan Butta Gowa. Oleh sebab itu, pertama, hentikan dan cegahlah rakyat menyembah berhala (anynyombaya saukang). Yang kedua, hentikan menghormati pusaka kerajaan secara berlebihan (appakala’biri’ sukkuka gaukang). Yang ketiga, hentikan para bangsawan dan rakyat paguyuban kerajaan bermadat (a’madaka ri bate salapanga). Yang keempat, hentikan pasukan kerajaan minum tuak (angnginunga ballo’ ri ta’bala’ tubarania). Yang kelima, hentikan perjudian di pasar-pasar (pa’botoranga ri pasap-pasaraka).

Penolakan Karaeng Pattingalloang atas nasehat Tuanta Salamaka ini, dengan alasan demi tak mengusik harmoni dan demi pendapatan negara, telah menjadi sebab melemahnya negara. Sepeninggalnya, rakyat lemah ideologinya, lemah motivasinya; lemah oleh madat, lemah oleh khamr, dan lemah oleh judi. Jadilah lemah iman, lemah tata masyarakat, lemah tentara, lemah bangsawan, maka melemah pula dukungan terhadap raja dan perjuangannya. Maka seperti diperkirakan oleh Syaikh Yusuf, ketika Cornelis Speelman dan armadanya menyerang, Gowa-Tallo harus takluk dengan Perjanjian Bongaya.

Harapan rakyat Indonesia      (forum.fibizportal.com)
Pak JK, bertakhtalah Anda di dalam hati kaum muslimin Indonesia, sebagaimana Karaeng Pattingalloang beristiwa di ufuk tinggi Atlas Novus anggitan Joan Blaeu. Bahkan lebih dari itu. Sebab dalam doa kami, semoga engkau mewarisi iman kokoh La Ma’deremmeng, dan senantiasa mendengarkan bimbingan para ‘ulama yang tulus seperti Tuanta Salamaka, Syaikh Yusuf Al Makassari. Kami murid dari murid dari murid para ‘ulama, sangat rindu melihat pemimpin yang taqwa membuatnya menangis di hadapan Rabbnya, dan adil membuatnya dicintai seluruh rakyatnya. Pak JK, harapan itu kami hadiahkan kepada Anda.

Titip salam kami untuk Bapak Presiden Jokowi yang amat sibuk dengan kerja, kerja, kerja, dan tanggungjawabnya. Percayalah, doa-doa kami senantiasa mengiringi kerja keras Bapak berdua. Bahwa surat ini saya tujukan kepada Anda, Pak JK, entah mengapa, ini soal hati yang merasa lebih dekat. Dan barangkali di bawah sadar kami tak hendak menambahi beban Presiden Jokowi, yang jauh lebih banyak punya janji kepada rakyat negeri ini daripada Pak JK.

Akhirnya seperti dikatakan peribahasa Bugis, “Aju maluruemi riala parewa bola”, hanyalah kayu yang lurus dijadikan ramuan rumah. Hanyalah pemimpin yang jujur lagi penuh kasih, dapat menjadi pelindung dan penaung kami, rakyat Indonesia, dari segala marabahaya.

dari hamba Allah yang tertawan dosanya,

Salim A. Fillah

Indonesia Tetap Dukung Palestina Merdeka

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
انْصُر أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظلُو مًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنصُرًُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالََ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ
"Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?” Beliau menjawab: “Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya.”    (HR. al-Bukhâri)

Indonesia dukung Palestina      (santrinews.com)
(Mediaislamia.com) --- Delegasi Indonesia yang dipimpin Duta Besar Rachmat Budiman, Wakil Tetap RI untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Wina, menegaskan kembali dukungan pembangunan Gaza pasca agresi militer Israel ke wilayah tersebut pada tahun 2014 lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Delri pada UN Seminar on Assistance to the Palestinian People yang diselenggarakan oleh Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People di markas besar PBB di Wina, Austria, tanggal 31 Maret ? 1 April , demikian Minister Counselor KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro, Kamis (2/4).

Serangan militer Israel, dan blokade yang dilakukan hingga saat ini tidak hanya menimbulkan dampak kemanusiaan bagi masyarakat Gaza, tetapi juga menjadi penghalang bagi tercapainya perdamaian di kawasan.

Dikatakannya Pemerintah dan rakyat Indonesia selalu siap sedia untuk membantu masyarakat Palestina mewujudkan cita-cita kemerdekaan Palestina dan kesejahteraan rakyatnya.

Menurut Dubes Rachmat Budiman, dukungan ini antara lain diwujudkan dalam bentuk donasi bagi rekonstruksi Gaza sebesar satu juta Dolar AS yang telah disampaikan Indonesia pada Konferensi di Kairo pada bulan Oktober 2014, dan pembangunan Rumah Sakit di Gaza.

Pembebasan Masjid Al-Aqsa   (facebook.com)
Dalam hal ini, Indonesia menyerukan agar masyarakat internasional dapat memfokuskan dukungan bagi rekonstruksi Gaza, dan mendesak Israel segera mengakhiri blokade atas Gaza.

Seminar dibuka Direktur Jenderal Yuri Fedotov, pimpinan Kantor PBB di Wina, dan dihadiri wakil dari negara-negara anggota PBB, organisasi internasional maupun LSM internasional.

Hadir sebagai pembicara antara lain Wakil Menteri Perburuhan Palestina, Penasehat Kementerian Perencanaan dan Administrasi Pembangunan Palestina, pejabat dari PBB (UNRWA, UN Office of the Coordination of Humanitarian Affairs Gaza, UN Special Coordinator for the Middle East Peace Process, UNICEF, UNDP) maupun wakil-wakil dari LSM internasional yang memberikan bantuan maupun memiliki proyek pembangunan secara langsung di Gaza.

Iran dan Kekuatan Dunia Capai Kesepakatan Nuklir

Allah Subhanahu Wa aTa'ala Berfirman :
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
"Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka".  (QS. Asy Syura : 38) 

Kesepakatan Nuklir Iran dengan Barat      (delapan6.com)
(Mediaislamia.com) --- AS, Iran, dan lima kekuatan nuklir dunia; Prancis, Inggris, Rusia, Tiongkok, Jerman, mencapai kesepakatan yang akan mengarah ke perjanjian nuklir komprehensif dalam waktu tiga bulan.

Dalam pernyataan yang dibacakan kepala Kebijakan Luar Neger Uni Eropa (UE) Federica Mogherini, semua pihak yang terlibat dalam perundingan ini menyebut kesepakatan ini sebagai 'langkah menentukan'.

Kesepakatan, yang diumumkan di Lausanne, akan mengekang kapasitas nuklir Iran dengan menekan pengayaan uranium. Sebagai gantinya, AS mengakhiri sebagian sanksi.

Menlu Iran Javaz Zarif menyambut baik kesepakatan ini, dengan membacakan pernyataan serupa dalam konferensi pers. Ia menyebut kesepakatan ini sebagai win-win agreement.

Presiden Barrack Obama mengatakan AS dan sekutu telah mencapai pemahaman bersejarah dengan Iran, yang jika diterapkan akan mencegah Tehran memiliki senjata nuklir.

Kesepakatan, masih menurut Obama, tidak akan didasarkan pada kepercayaan tapi pada verifikasi terhadap komitmen Iran.

Menlu AS John Kerry menyebut kesepakatan di Luasanne adalah dasar yang kuat untuk persetujuan yang lebih baik.

Al Jazeera melaporkan diplomat AS masih menghadapi perlawanan pembangang Partai Republik di Kongres, dan Israel, yang dipastikan kesepakatan ini tidak cukup menjamin Iran memiliki senjata nuklir.

"Ada banyak alasan kesepakatan ini tidak akan diterima Israel," demikian wartawan Al Jazeera melaporkan.

Kawasan Nuklir Iran       (klikunic.blogspot.com)
Obama mengatakan pejabat keamanan akan bekerja sama dengan Israel dan negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, untuk memastikan kekhawatiran mereka -- Iran memiliki senjata nuklir -- ditangani.

Kesepakatan ini akan membatasi aktivitas reaktor nuklir Natanz, dan mengurangi jumlah sentrifugal beroperasi dari 19 ribu menjadi 6.104 setiap hari.

Iran juga sepakat tidak membangun fasilitas baru untuk tujuan pengayaan uranium selama 15 tahun.

Zarif mengatakan Iran menyepakati mekanisme rumit jika salah satu pihak dalam perjanjian kembali ke praktek lama, dan mengingkari kewajiban mereka.

"Kami tidak akan membiarkan alasan yang memungkinkan kembali ke sistem lama," ujar Zarif.

Mahalnya Hidayah Allah

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
"Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim".  (QS. Al Angkabut : 49) 

Jafar mendapat Hidayah Allah   (bersamadakwah.net)
(Mediaislamia.com) --- Hidayah adalah murni hak Allah. Sebagai manusia kita wajib untuk menjemputnya.

Adalah Jafar, salah satu anak yang mendapat hidayah Allah. Anak muda ini mendapat hidayah masuk Islam. Padahal Ibunya seorang pendeta lulusan Sekolah Ortodoks Yerussalem. Palestina.

Ia memiliki koleksi kitab injil tahun 1958. Ia rajin membaca, mengoleksi buku, mengkaji kitab. Kelas 1-6 SD mengkaji khusus kitab oleh pendeta dan ibunya sendiri. Ia sangat fasih menjelaskan ajaran tentang Trinitas, lengkap dengan ayat-ayatnya.

Sekarang, ia menjadi penghafal Al Quran. Tiga tahun terakhir ia fokus mengkaji Al-Qur’an. Hafalannya sekarang sudah 20 juz. Ia tetap Cinta ibunya. Ia berasal dari Makale, Tana Toraja. Anak berparas ganteng itu sekarang sekolah di Sekolah Penghafal Darul Istiqamah, Macopa, Maros.

Kabar baik tersebut diunggah di media sosial oleh akun bernama Ismawan as. Terang saja, kabar itu membuat pengguna media maya ikut bersuara.

“Cara berdakwah beliau juga sudah sangat baik.. selalu menjadi inspirasi bagi santri lain,” kata Andi Tenri Ewa.

“Subhanallah. Wah hebat dan salut walau tidak lagi seiman dengan ibunya masih tetap menghargainya, ” ucap Anita Ruhama.

Rabu, 01 April 2015

Palestina Resmi Jadi Anggota ICC

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُو اللَّهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar".  (QS. Al Baqarah : 249)  

Situasi digedung ICC  Denhaag Belanda       (forums.ssrc.org)
(Mediaislamia.com) --- Palestina secara resmi bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada hari Rabu kemarin (1/4/2015) dan langkah Palestina ini diharapkan bisa membuka pintu untuk kemungkinan penuntutan Israel atas tuduhan kejahatan perang.

Otoritas Palestina secara resmi bergabung dengan ICC pada Rabu (1/4/2015), menjadi anggota ke-123 pengadilan yang bermarkas di Den Haag.
Bergabungnya Palestina ditandai dengan upacara tertutup di markas ICC di Den Haag, tepatnya 90 hari setelah Palestina bergabung dengan Statuta Roma, lapor AFP.

Kecewa setelah puluhan tahun gagal bernegosiasi dengan Israel dan tidak ada prospek untuk mencapai kenegaraan, Palestina telah melancarkan kampanye untuk pengakuan mereka di badan-badan internasional termasuk ICC.

Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki secara simbolis menerima salinan Statuta Roma pada upacara tersebut.

Palestina telah mengirimkan dokumen pengadilan otorisasi jaksa untuk menyelidiki dugaan kejahatan Israel di wilayah Palestina sejak Juni 2014.

Sejauh ini, belum ada investigasi formal ICC terhadap pejabat Israel atas tuduhan kejahatan perang.
Keputusan Palestina untuk bergabung dengan ICC itu dibuat pada bulan Januari 2015, setelah perundingan dengan Israel gagal selama puluhan tahun. Palestina terus berjuang untuk mengakhiri kebijakan Tel Aviv yang terus memperluas permukiman di tanah Palestina yang diduduki.

Jejak Yahudi di Tanah Abang

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ قَدْ أَنجَيْنَاكُم مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوَاعَدْنَاكُمْ جَانِبَ الطُّورِ الْأَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ
"Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa".  (QS. Taha : 80) 

Makam Yahudi di Petamburan   (merdeka.com)
(Mediaislamia.com) --- Tidak banyak orang tahu, sebenarnya dulu penganut Yahudi pernah subur di Jakarta. Salah satunya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jejak peninggalan orang Yahudi ini masih ada sampai sekarang, yakni berupa lima makam lama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Petamburan.

"Kalau warga sini bilang, kuburan Blok Yahudi," kata Herman, pria 35 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pembersih TPU Petamburan, Jalan K.S. Tubun, Tanah Abang, Selasa kemarin.

Sekilas nisan kuburan itu memang seperti nisan orang pada umumnya, dan tidak kelihatan jika berisi jasad seorang yahudi. Namun jika didekati, pada nisan ada lambang bintang daud. Di antara lima makam itu juga ada yang menggunakan bahasa ibrani, bahasa sehari-hari yang digunakan oleh orang Yahudi di Israel. 

Jika di lihat tahun pemakaman pada lima makam itu memang lumayan lama. Ada dua kuburan dengan tulisan tahun 1940 tertera pada batu nisan. Ada juga yang meninggal dua hari sebelum Indonesia merdeka. "Mungkin dia pejuang," kata Herman seraya menunjuk tanggal 15 Agustus 1945 yang tertera pada nisan lainnya.

Menurut Herman, sudah lama makam-makam orang Yahudi itu tak pernah ditengok keluarganya. Terakhir, dia ingat pada 2008 ada seorang keluarga pernah datang menengok makam. "Keluarga hampir enggak pernah ada yang ziarah ke sini. Pernah 2008 lalu ke sini," ujar Herman. 

Agak sulit memang mencari orang Yahudi menetap di Jakarta, namun Sejarawan Jakarta, Alwi Shahab, mengatakan jika keberadaan orang-orang Yahudi di negeri ini, khususnya di Jakarta memang sudah lama. Menurut dia, mereka datang dibawa oleh penjajah Belanda. 

Dari kebanyakan orang Yahudi yang dibawa oleh Belanda, beberapa ada yang menjadi pedagang, tentara dan beberapa lagi sebagai pekerja atau buruh. "Dulu banyak toko-toko orang Yahudi di Juanda," kata Abah Alwi, sapaan akrab Alwi Shahab melalui seluler Senin kemarin.

Orang-orang Yahudi di Jakarta, Alwi Shahab melanjutkan, dulu masih berbaur dengan orang-orang dengan berbagai agama di Jakarta. Mereka hidup rukun dan saling toleransi. Apalagi orang Yahudi menganggap orang Muslim merupakan sedarah satu nabi. 

Pembauran orang Yahudi dengan warga Jakarta bukan tanpa sebab. Kebanyakan dari mereka berwajah seperti orang Arab dan mampu menguasai bahasa arab dengan fasih. "Kalau dulu mereka terbuka," tutur Abah Alwi. 

Menurut catatan sejarah, orang Yahudi memang sudah ada di Indonesia sejak 1290. Orang Yahudi pertama menjajaki Indonesia ialah seorang saudagar dari Fustat, Mesir. Jumlah orang Yahudi terus bertambah seiring terbukanya jalur rempah-rempah dari Nusantara pada awal abad 16. 

Orang-orang Yahudi itu datang ke Indonesia dengan menumpang kapal dagang Portugis, kemudian menjadi bagian the Dutch East India Company (VOC) dan the Dutch West Indian Company (WIC) yang mulai buka cabang di Hindia Belanda.

Bisa jadi, orang-orang Yahudi yang dimakamkan di TPU Petamburan memang sudah lama menetap di Jakarta. Selain dilihat dari tahun meninggalnya, TPU Petamburan juga merupakan salah satu makam tua di Jakarta. "Makam ini sejak dari zaman Belanda," kata Herman sambil menegaskan jika leluhurnya dulu memang asli Tanah Abang.