Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2015

Jelang Lebaran, perhatikan 6 cara bedakan daging sapi v.s. daging celeng ini



Jelang Idul Fitri, harga daging meroket tajam. Di saat seperti inilah banyak “oknum” memanfaatkan pengoplosan daging sapi dengan daging celeng (babi).
Demi kemaslahatan bersama, mari kita pelajari 6 langkah membedakan daging sapi asli dengan daging babi berikut, yang Arrahmah adaptasi dari BI Positif, Selasa (14/7/2015).
1. Dari segi warna
Terlihat daging babi itu memiliki warna yang lebih pucat dari daging sapi (lihat gambar di atas). Warna daging babi mendekati warna daging ayam yang berwarna putih kepucatan.
Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan peganggan utama, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi. Meski demikian, kamuflase ini dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air selama beberapa jam. Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.
2. Dari segi serat
Dari segi serat perbedaan terlihat dengan jelas antara kedua daging ini. Pada sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas. Sedangkan pada daging babi, serat-seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini semakin jelas ketika kedua daging direnggangkan secara bersamaan.
3. Dari penampakkan lemak
Perbedaan terlihat sangat jelas antara kedua daging tersebut. Pada sapi, lemak ada yang tampak padat dan sebagian lagi berbentuk serat yang menempel pada daging. Sedangkan pada daging babi, gumpalan lemak terkumpul pada ruas yang tertentu dan berlapis.
4. Dari penampakkan bentuk
Daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat, dibandingkan dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan. Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antara keduanya. Sangat terasa oleh kita, daging babi sangat kenyal dan mudah direkahkan. Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan.
5. Dari segi aroma
Terdapat sedikit perbedaan antara keduanya. Daging babi memiliki aroma khas tersendiri, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah kita ketahui. Sayangnya kemampuan membedakan melalui aromanya ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang karena memang perbedaannya tidak terlalu signifikan. Jadi agak sedikit susah bagi kita yang belum pernah sama sekali mencium bau daging babi.
6. Karakteristik secara umum
Secara umum karakteristk daging babi ternak dan babi hutan (celeng) mirip satu sama lain, sementara daging babi memiliki perbedaan yang cukup banyak dengan daging sapi. Namun ketika kedua jenis daging tersebut telah dicampurkan, apalagi setelah dikamuflase dengan darah sapi, keduanya menjadi sangat sulit untuk dibedakan.
Penjualan daging babi oplosan merupakan kegiatan yang ilegal, sehingga biasanya daging ini tidak didisplay di meja penjualan. Daging ini biasanya dikeluarkan ketika ada pembeli yang menanyakan, “apakah ada daging murah pak?” Sehingga kita pantas menaruh curiga bila ada penjual yang menjual daging dengan harga “miring” kepada kita.
Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah lokasi penjualan yang biasanya di tempat yang gelap dan cukup terpisah dari yang lainnya supaya daging tidak menjadi pusat perhatian orang banyak. Selamat berbelanja daging, semoga menjadi keberkahan pada Idul Fitri nanti.

Jumat, 03 Juli 2015

Tangan Lumpuh Saat Bangun Tidur

Tangan Tiba-tiba Terasa Lumpuh Saat Bangun Tidur

Assalamualaikum,
Ceritanya saat saya bangun tidur , tiba tiba tangan kanan saya jatuh menjadi lemas, saya pikir mungkin hanya kram, biasanya saya memang sering mengalami kram saat tangan saya tertindis saat risur semalaman tapi kali ini saya hanya tidur 30 menit dengan terpaksa saya menaikan tangan saya ke atas ranjang dengan menggunakan tangan kiri. tapi kemudian jatuh lagi , walaupun saya paksa tangan kanan saya tidak bisa di gerakkan . kelumpuhan itu hilang setelah sekitar 30 menit saya menunggu.. dan tangan saya tidak merasa kram.. kira-kira itu kenapa?.
trima kasih atas jaqabannya:-)
Jawaban:
Wa’alaikumussalam,
Bisa jadi yang terjadi pada anda adalah “kesemutan” dan memang mirip seperti lumpuh. Kemungkinan besar ketika tidur tangan anda terjepit sesuatu atau terjepit oleh tubuh karena posisi tidur yang mungkin kurang nyaman.
Perlu diketahui, kesemutan pada tungkai (kaki dan tangan) bisa jadi karena:
1. Berkurangnya atau sedikit aliran darah ke anggota badan
Sehingga saraf mengalami semacam kekurangan makanan dan energi dan ini akan terasa seperti kesemutan. Jika semakin lama, akan terasa seperti mati rasa. Misalnya ketika anggota badan, tangan atau kaki tertekan atau terpencet sesuatu, saat duduk bersila, saat posisi kaki terjepit, maka kita akan merasakan kesemutan dan lama-lama bisa mati rasa
2. Karena ada gangguan pada saraf
Misalnya pada kasus stroke, gangguan pada saraf pusat sehingga mempengaruhi impuls/aliran ke saraf tepi pada anggota badan. Sehingga bisa menyebabkan gangguan saraf, maka timbulnya keluhan seperti kesemutan, mati rasa atau rasa nyeri bahkan anggota badan tidak bisa digerakan.
Atau bisa juga pada gangguan tulang belakang, di mana ada tulang belakan yang rapuh dan bermasalah sehingga menjepit saraf yang keluar dari tulang belakang tersebut.
Jika memang keluhan tersebut hilang dan tidak kambuh lagi, insyaAllah tidak mengapa. Akan tetapi jika masi terus menetap gejalanya, kami sarankan anda untuk periksa ke dokter terutama dokter spesialis saraf.
Demikian semoga bermanfaat
Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Pengasuh rubrik kesehatan Konsultasisyariah.com)

Senin, 08 Juni 2015

Hampir 90 Persen Alkes RS Indonesia Gaza Terpenuhi

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".   (QS. Al Anfal : 53) 

Ilustrasi-USG        (aiirm59.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Satu persatu alat kesehatan berdatangan di RS Indonesia (RSI). Alat yang baru saja tiba setelah terlambat hampir dua bulan adalah peralatan Fisioterapy dan USG. "Alhamdulillah atas izin Allah peralatan Fisioterapy dan USG RS Indonesia akhirnya tiba," ungkap Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RSI dengan penuh rasa syukur dalam keterangan tertulis yang diterima ROL, Senin (8/6).

Peralatan tersebut terdiri dari peralatan fisioterapy produk Enraf Holland sejumlah 11 unit dari total kontrak sejumlah 13 unit yang tiba pada tanggal 25 Mei 2015 dan peralatan USG produk Philips sejumlah 2 unit yang tiba pada tanggal 3 Juni 2015 lalu.

Edy memaparkan bahwa kedatangan peralatan tersebut seharusnya maksimal pada tanggal 10 April 2015, akan tetapi alat ini baru tiba di RSI pada tanggal 3 Juni 2015 atau mengalami keterlambatan hampir dua bulan.

Alat kesehatan RSI di Gaza      (suara-islam.com)
"Sebelumnya kami merasa kecil hati bahwa peralatan tersebut akan tiba di RSI mengingat kondisi supplier yang memasok alat ini mengalami goncangan krisis keuangan perusahaan yang cukup parah akibat situasi secara global Palestina," tambah relawan yang sudah 3 kali bertugas di Gaza, Palestina menunaikan amanah pembangunan RSI.

Dengan kedatangan alat Fisioterapy dan USG ini, hampir 90 persen alat kesehatan RSI telah terpenuhi. Sisanya masih dalam proses pemesanan dan perizinan, yaitu peralatan untuk Bank Darah, Laboratorium dan Kamar Jenazah, yang diharapkan bisa segera selesai waktu dekat.

Senin, 18 Mei 2015

Hati-Hati Beras Plastik Sudah Beredar di Indonesia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta".   (QS. An Nahl : 105)

Beras palsu dan asli         (m.google.com)
(Mediaislamia.com) --- Masyarakat sekarang harus ekstra hati-hati dalam mengonsumsi suatu makanan. Sebab, bukan hanya makanan cepat saji saja berbahaya, namun makanan yang diolah sendiri pun juga bisa berbahaya.

Dewi Setiani, warga Bekasi, Jawa Barat merasa resah dengan beras yang dia beli Minggu (17/5) kemarin. Sebab, jenis beras yang dibeli berbeda dengan beras biasanya. Mulai dari bentuk, hingga rasa, beras ini lebih terasa seperti plastik.

Awalnya, Dewi membeli persediaan beras di Pasar Mutiara Gading Timur, Bekasi untuk diolah menjadi nasi uduk. Menurut pedagang, beras ini berasal dari Karawang dengan merek Straramos.

"Kemarin saya beli beras di pasar. Seperti biasa saya membeli beras ini kiloan dengan harga Rp 8000 per kilo. Tapi saat saya beli ini engga seperti beras yang saya konsumsi sebelumnya," terang Dewi ketika dihubungi merdeka.com, Senin (18/5).

Dugaan adanya beras palsu tersebut pun muncul ketika Dewi mengolah beras itu menjadi nasi uduk untuk dijual. Bahkan saat dia memasak untuk kedua kalinya untuk memastikan, hasilnya pun tetap sama.

Pembuatan beras palsu dari plastik       (suara-netizen.com)
"Berasnya jadi aneh dan rasanya juga enggak kayak nasi pada umumnya. Lebih terasa kayak plastik, karena sintesisnya berasa banget," imbuh Dewi.

Dengan adanya beras palsu ini, Dewi mengurungkan niatnya untuk menjual nasi uduk hari ini. Dia enggan untuk menukar beras tersebut dengan beras yang lain karena menurutnya hasilnya akan sama saja.

"Suami saya menyarankan untuk menukarnya dengan beras baru. Tapi percuma mungkin hasilnya akan sama saja. Insya Allah saya akan melaporkan ini ke YLKI, karena sangat merugikan. Semoga tidak menimpa pedagang lain," tutup Dewi.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Sabtu, 16 Mei 2015

Rokok Elektrik Bakal Diharamkan Beredar di Indonesia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya".  (QS. Al Isra' : 27) 

Menghisap rokok elektrik        (tribunnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel saat ini sedang menggodok aturan pelarangan peredaran rokok elektrik di Indonesia. Selain itu, impor rokok elektrik juga akan distop atau tidak diperbolehkan.

Menurut Rachmat, rokok elektrik akan 'diharamkan' di Indonesia atas desakan Kementerian Kesehatan. "Iya (dilarang), karena ada permintaan dari Kementerian Kesehatan untuk diizinkan diimpor. Aturannya sesegera mungkin," ucap Rachmat ketika ditemui di Jakarta, Sabtu (16/5).

Namun demikian, Rachmat tidak menjelaskan alasan pasti pelarangan peredaran rokok elektrik di Indonesia. "Penyebabnya tanya menkes. Pokoknya kita akan stop total," tegasnya.

Seperti diketahui, rokok elektrik selama ini dijadikan salah satu alternatif untuk menghentikan kecanduan rokok. Perangkat elektronik ini akan memanaskan semacam cairan dengan bermacam rasa.

Dilansir dari straitstimes.com, badan kesehatan dunia atau WHO sendiri sebenarnya telah melarang penjualan rokok jenis ini secara bebas sebab dikhawatirkan mampu membahayakan kesehatan terutama jika asapnya dihirup oleh anak-anak. PBB pun melarang untuk mengonsumsi rokok ini di ruang tertutup publik agar uapnya tidak membahayakan.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :



Selasa, 17 Maret 2015

Sulitnya Mencari Restaurant Halal di Korea Selatan

Allah Subhanahu WA Ta'ala Berirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu".   (QS. Al Baqarah : 18) 

Kervan Turkish Restaurant  (mirror.co.uk)
(Meddiaislamia.com) --- Jika Anda seorang Muslim dan berkunjung ke Seoul, atau kota-kota di Korea Selatan, jangan berharap menemukan restoran halal dengan mudah.

Kalau pun ada, mungkin hanya restoran Turki dan yang dijual melulu kebab. Ingin bersuah-payah mencari, Anda mungkin bisa menemukannya, tapi harus merogoh kocek lebih dalam.

Kervan Turkish Restaurant adalah salah satu restoran halal yang cukup punya nama, tapi tak terlalu dipadati pengunjung di waktu makan siang atau makan malam.

Kebanyakan restoran halal di Seoul berpusat di Ittaeon, wilayah yang tak jauh dari pangkalan milier AS. Kawasan ini cukup populer bagi orang asing dan warga Korsel yang senang mencicipi makanan asing, tapi tidak semua orang Seoul suka kembali ke tempat ini.

"Anda harus mengeluarkan 10 ribu won, Rp 110 ribu, untuk mendapatkan sepiring nasi dan sepotong ayam," ujar seorang turis Singapura. "Itu mahal sekali. Kita juga tidak punya banyak pilihan."

Orang Korsel tidak kenal halal, makanan yang disajikan sesuai hukum Islam. Mereka yang berkunjung ke restoran Turki, misalnya, hanya sekadar ingin menikmati masakan asing.

Warga yang berkunjung di Namdaemun atau Myeongdong tidak pernah bertanya soal apa itu halal, label yang tertera di depan restoran.

Saat ini terdapat 100 restoran Muslim tapi hanya enam yang memenuhi kriteria halal yang ditetapkan Federasi Muslim Korea. Salah satunya Kervan Turkish Restaurant.

Menu Turki  (ynot-takeout.com)
"Kesulitan memenuhi kriteria halal disebabkan tidak mudahnya menemukan bahan makanan halal di pasar," ujar Mehmet, manajer Kervan Turkish.

Selain Kervan Turkish, restoran halal terdapat di dua perguruan tinggi di Seoul. Salah satunya Universitas Hanyang.

"Anda bisa menemukan makanan halal di sini, tapi jumlahnya tidak pernah cukup," ujar salah seorang mahasiswa Muslim. "Mungkin restoran memiliki beberapa kesulitan mendapatkan bahan makanan yang halal."

Seperti di semua restoran halal di Seoul, makanan halal di sini pun mahal di banding restoran lain.

Di Korea Selatan terdapat 135 ribu mahasiswa Muslim, guru dan pekerja migran. Pemerintah Korsel juga sedang berusaha memperluas pasar wisata-nya, dengan menyasar wisatawan Muslim.

Kini, Korsel sibuk mendorong pertumbuhan industri makanan halal, dengan mengundang investor dari Timur Tengah. 

Selasa, 10 Maret 2015

Meningkatnya Konsumsi Miras Dikalaangan Remaja Indonesia

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ اْلخَمْرِ وَ اْلمَيْسِرِ، قُلْ فِيْهِمَا اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ، وَ اِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَا
"Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya".  (QS. Al Baqarah : 219) 

Fahira Idris  dukung anti Miras      (suara-islam.com)
(Mediaislamia.com) --- Selama tujuh tahun belakangan ini terjadi peningkatan luar biasa konsumsi minuman keras (miras) dikalangan remaja. Jika pada 2007 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Departemen  Kesehatan jumlah remaja pengonsumsi miras di Indonesia masih diangka 4,9%, tetapi pada 2014 berdasarkan hasil riset yang dilakukan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 23% dari total jumlah remaja Indonesia yang saat ini berjumlah 63 juta jiwa atau sekitar 14,4 juta orang.

Ketua Umum GeNAM Fahira Idris mengatakan, mudahnya mendapatkan miras dan longgarnya pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi salah satu penyebab begitu tingginya persentase remaja yang pernah mengonsumsi miras. Selain itu, rasa solidaritas dan ikatan pertemanan menjadi alasan remaja mau mencoba miras. 

“Mudahnya mendapat miras ini, ada korelasinya dengan menjamurnya minimarket dan toko-toko pengecer yang berdiri di permukiman dan menjual miras kepada siapa saja, padahal sudah ada peraturan yang melarangnya. Makanya, sekali lagi saya himbau kepada semua minimarket, toko retail, dan warung di seluruh Indonesia, sesuai Permendag No.6/2015, pada 16 April ini, tidak ada lagi yang menjual miras,” ujar Fahira, saat memimpin warga Palembang mendeklarasikan Gerakan Nasional Anti Miras di Bundaran Air Mancur Kota Palembang, Ahad (08/03).

Gerakan Anti Miras      (teropongsenayam.com)
Menurut Fahira, salah satu persoalan yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia seperti Palembang adalah masifnya peredaran dan konsumsi miras di kalangan remaja. Sehingga tidak heran dari 18 ribu nyawa yang melayang akibat miras setiap tahun, sepertiganya atau 6.000 orang adalah remaja, baik karena miras itu sendiri maupun menjadi korban kejahatan di bawah pengaruh miras.

“Dampak merusak luar biasa dari miras itu, karena menjadi biang tindakan kriminal mulai dari pembunuhan, perkosaan, hingga pencurian. Banyak remaja kita yang menjadi korban tindakan kriminal pembunuhan di mana pelakunya dibawah pengaruh miras. Belum lagi yang meninggal karena ditabrak pemabuk,” ungkap perempuan yang juga Wakil Ketua Komite III DPD RI ini.

Senin, 09 Maret 2015

Cara Membedakan Air Mineral Kemasan Asli dan Palsu

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
"Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih".   (QS. Al Furqan : 48) 

Iliyani S Andang       (beritamoneter.com)
(Mediaislamia.com) --- Air mineral palsu banyak beredar luas di masyarakat dan sangat berbahaya bagi kesehatan. Bagaimana cara membedakan air mineral kemasan yang asli dan palsu agar tak tertipu.

Masyarakat harus lebih waspada dalam mengonsumsi air mineral kemasan. Fakta di lapangan banyak ditemukan air mineral palsu. Berbahaya karena menggunakan sumber air yang tidak jelas tanpa proses sterilisasi. Selain itu botol plastik air mineral merupakan jenis bahan yang hanya bisa sekali digunakan. Air mineral palsu yang menggunakan botol bekas sekali pakai tersebut akan mengakibatkan efek sangat buruk bagi kesehatan.

Terlebih saat ini sudah sangat sulit membedakan antara air mineral asli dengan palsu. Para penjual curang sudah semakin canggih mengemas air mineral palsu agar bisa nampak seperti asli. Air mineral palsu jelas sangat merugikan tubuh.

Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Iliyani S Andang menyarankan agar masyarakat lebih waspada dalam membeli air minum kemasan. Hasil penelitian YLKI menunjukkan banyak beredar air minum kemasan yang tidak memenuhi standar air minum. Sampel dari beberapa air minum kemasan yang diuji laboratorium menunjukkan adanya kandungan zat-zat berbahaya.

Agak sulit memang mengidentifikasi air minum kemasan yang memenuhi standar. Sebaiknya masyarakat membeli di tempat yang aman. Di tempat terbuka air minum sangat mudah terkontaminasi. Ada pula yang palsu. Itu sangat dikhawatirkan karena berbahaya bagi konsumen, kata Iliyani, Jumat (6/3).

Air mineral palsu      (bryan-beelzebub.blogspot.com)
Menurut Iliyani, air mineral kemasan yang telah terkontaminasi bisa diteliti melalui tiga cara, yaitu secara fisik, kimia, dan mikroba. Untuk kandungan kimia dan mikroba agak sulit karena harus di tes di laboratorium. Sedangkan secara fisik bisa dilihat dari warna, bau, dan rasa air tersebut.

Warna yang keruh harus diwaspadai. Jika membeli di tempat rentan kontaminasi sebaiknya air tersebut dikocok terlebih dahulu. Jika warna berubah setelah dikocok, misalnya terlihat lebih keruh, maka sebaiknya tidak perlu diminum.

Bau air mineral asli dan palsu juga berbeda. Air mineral asli tidak berbau sedangkan air mineral terkontaminasi akan menimbulkan bau tidak biasa.

Sedangkan rasa air bisa dirasakan di mulut. Air mineral palsu rasanya lebih kesat. Di langit-langit mulut juga akan ada seperti debu-debu yang menempel.

Untuk identifikasi secara fisik dari segi kemasan, Iliyani mengatakan agak sulit karena penjual sudah mampu membuat kemasan bekas menjadi nampak baru. "Sekarang segel dan tutup botol sudah bisa dibuat sendiri. Tapi kita bisa lihat dari tanggal kedaluwarsanya dan izin produksi. Yang pasti sebaiknya jangan beli di tempat terbuka, beli airnya di tempat yang aman saja," tandas Iliyani.

Disarankan pula kepada konsumen yang telah menggunakan botol air mineral agar meremas botol tersebut hingga gepeng. Hal ini untuk mencegah penggunaan berulang botol tersebut.