Kamis, 28 Mei 2015

AllahuAkbar, akhirnya benteng terakhir rezim Nushairiyah di Idlib dikuasai oleh Mujahidin



Aliansi Mujahidin Suriah yang menamai diri mereka Jaisyul Fath pada Kamis (28/5/2015) berhasil menduduki kota Ariha, benteng terakhir pasukan rezim Nushairiyah di provinsi Idlib, ujar laporan kelompok pemantau.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan Jabhah Nushrah dan sekutunya merebut kota setelah bentrokan sengit melawan pasukan rezim yang didukung oleh milisi Syi’ah asal Libanon, “Hizbullah”. Pasukan musuh akhirnya menarik
diri dari kota tersebut.
“Jaisyul Fath telah mengontrol penuh kota Ariha setelah serangan sengit yang berakhir dengan penarikan pasukan rezim dan sekutu mereka ‘Hizbullah’ dari sisi barat kota,” ujar direktur SOHR Rami Abdel Rahman kepada AFP.
Jaisyul Fath adalah aliansi Mujahidin di provinsi Idlib termasuk di dalamnya Jabhah Nushrah dan Ahrar Syam.
Kelompok pemantau yang berbasis di Inggris tersebut mengatakan puluhan kendaraan militer rezim terlihat menarik diri dari Ariha.
Ariha berpenduduk 40.000 orang sebelum konflik dimulai, kota tersebut merupakan benteng terakhir yang masih dikendalikan oleh rezim Nushairiyah di provinsi Idlib yang berbatasan dengan Turki.
Jaisyul Fath telah meraih serangkaian kemenangan di Idlib termasuk menguasai ibukota provinsi pada akhir Maret lalu dan diikuti dengan jatuhnya Jisr al-Shughur pada akhir April. Allahu Akbar!
smbr:arrahmah

Gelombang Panas Menerpa India

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
"Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya)".   (QS. An Nahl : 12

Gelombang panas penerpa India      (cikalnews.com)
(Mediaislamia.com) --- Gelombang panas di India, dengan temperatur udara mencapai level di atas 47 derajat celsius, telah menewaskan setidaknya 1.371 warga di negara tersebut sepanjang pekan ini.

Para dokter yang mengambil cuti terpaksa membatalkan rencana liburannya untuk membantu warga India yang sakit karena gelombang panas tersebut.

Mei dan Juni adalah periode dengan cuaca terpanas di India. Pada bulan-bulan tersebut, temperatur udara biasanya rutin mencapai di atas 40 derajat celcius.

Namun demikian, sejumlah pakar meteorologi mengatakan bahwa jumlah hari dengan temperatur sekitar 45 derajat celcius terus naik sepanjang 15 tahun terakhir.

Laporan korban meninggal akibat gelombang panas muncul di empat negara bagian, sebagian besar di antara mereka tinggal di negara bagian Andhra Pradesh dan Telangana di wilayah tenggara India. Sejumlah pejabat setempat mengatakan bahwa jumlah kematian akibat cuaca panas naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Kebanyakan korban adalah para manula dan pekerja yang menderita dehidrasi.

Jumlah korban meninggal di Andhra Pradesh telah mencapai 1.020 jiwa.

Menanggapi kondisi tersebut, otoritas setempat membatalkan jadwal cuti para dokter dan meminta para warga untuk tidak meninggalkan rumah pada siang hari demi menghindari cuaca yang sangat panas. Meski demikian, tetap berada di dalam ruangan bukan merupakan pilihan yang baik bagi banyak warga India.

"Saya pusing dan demam. Namun jika saya tetap berada di dalam rumah, bagaimana saya bisa mendapatkan uang?" Kata Akhlaq (28) yang sehari-harinya mencari nafkah dengan mengumpulkan barang-barang bekas di New Delhi. Di ibu kota India tersebut, temperatur udara mencapai 45 derajat celcius pada Selasa lalu.

Gelombang panas di India bagian selatan terus terjadi selama enam hari atau dua kali lipat lebih lama dibanding biasanya, demikian keterangan Y.K. Ready, seorang meteorolog di negara bagian Hyderabad yang juga merupakan daerah paling parah gelombang panas.

Gelombang panas di India disebabkan oleh angin kontinental kering yang ditiup dari Iran dan Afghanistan. Cuaca tersebut diperkirakan akan mereda pada akhir pekan ini sebelum kedatangan musim hujan di wilayah timur dan selatan, demikian laporan Reuters.


Silahkan klik Vidio di bawah ini :


Bangladesh Pindahkan Kamp Imigran Rohingya ke Pulau Terpencil

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
عن أبي موسى الأشعري ـ رضي الله عنه ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” المؤمن للمؤمن كالبنيان ، يشد بعضه بعضاً ، ثم شبك بين أصابعه ، وكان النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ جالساً ، إذ جاء رجل يسأل ، أو طالب حاجة أقبل علينا بوجهه ، فقال : اشفعوا تؤجروا ، ويقضي الله على لسان نبيه ما شاء ” . رواه البخاري ، ومسلم ، والنسائي
“Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.” Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i.

Pengungsi Rohingya       (aktuality.sk)
(Mediaislamia.com) --- Bangladesh berencana untuk memindahkan ribuan pengungsi Rohingya yang telah bertahun-tahun tinggal di sejumlah kamp di daerah yang berbatasan dengan Myanmar. Pemindahan ini sehubungan dengan upaya pemerintah Bangladesh untuk meningkatkan prospek bisnis pariwisata di daerah tersebut. 

Pejabat yang bertanggung jawab atas penampungan imigran Myanmar di Bangladesh, Amit Kumar Baul menyatakan Perdana Menteri Sheikh Hasina berencana memindahkan para pengungsi Rohingya ke Pulau Hatiya di sekitar Teluk Benggala.

"Relokasi kamp Rohingya pasti akan dilakukan. Sejauh ini, sejumlah langkah informal telah diambil sesuai dengan arahan PM," kata Baul yang menjabat sebagai kepala sel pengungsi Myanmar di Bangladesh, dikutip dari The Guardian, Kamis (28/5). 

Baul menyatakan pemindahan kamp tersebut utamanya disebabkan karena adanya kekhawatiran bahwa kamp pengungsi berdampak pada sektor pariwisata di Cox Bazar, daerah yang menawarkan pantai berpasir yang indah sepanjang 125km. 

"Pemerintah telah menekankan pentingnya sektor pariwisata. Oleh karena itu, rencana untuk merelokasi para pengungsi ke daerah terpencil tengah berjalan," kata Baul. 

Rencana pemindahan kamp pengungsi ini mencuat hanya beberapa hari setelah Hasina mengecam para imigran yang melarikan diri dari Bangladesh untuk mencari pekerjaan di negara lain. Hasina menyebut mereka "sakit jiwa" dan menuduh mereka merusak citra negara.

Sheikh Hasina       (imgsoup.com)
Pejabat pemerintahan di Pulau Hatiya, Badre Firdaus, menyatakan pihaknya telah diminta bersiap untuk rencana pemindahan ini. Pemindahan kamp ini tidak akan mengikutsertakan sekitar 200 ribu pengungsi Rohingya yang tidak terdaftar di negara ini. Mereka tinggal di sekitar kamp namun tidak mendapatkan bantuan makanan.

Pemindahan paksa

Terkait hal ini, Mohammad Islam, seorang pemimpin Rohingya yang tinggal di salah satu kamp pengungsi tersebut mendesak pemerintah Bangladesh untuk mempertimbangkan kembali rencana itu. Pasalnya, dia khawatir rencana itu hanya akan menciptakan kondisi kehidupan yang lebih buruk bagi para pengungsi. 
"Kami ingin pemerintah dan organisasi internasional untuk menyelesaikan masalah kami dari sini," kata Islam.

Saat ini, Bangladesh adalah rumah bagi 32 ribu pengungsi Rohingya terdaftar yang melarikan diri dari diskriminasi dan tindak kekerasan umat Buddha radikal di negara bagian Rakhine. Para pengungsi Rohingya tinggal di dua kamp di distrik Cox Bazar, yang terletak di bagian tenggara negara itu. 

Badan pengungsi PBB, UNHCR, yang telah memberikan bantuan untuk para pengungsi di kamp tersebut sejak 1991, menyatakan bahwa rencana itu harus dilakukan secara sukarela. 

"Keberhasilan rencana itu bergantung pada apa yang akan ditawarkan di lokasi baru dan apakah para pengungsi ingin berada di sana. Relokasi paksa akan sangat kompleks dan kontroversial," kata juru bicara UNHCR, Onchita Shadman.

Ribuan warga Rohingya bersama dengan imigran asal Bangladesh mencoba peruntungan dengan menjadi "manusia perahu", nekat mengarungi lautan untuk mencari penghidupan yang lebih baik di negara lain. 

Lebih dari 3.500 imigran Rohingya dan Bangladesh yang terdampar di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, sejak pekan lalu tercatat setidaknya 1.700 imigran terdampar di beberapa kabupaten di Aceh.

Malaysia dan Indonesia sepakat menawarkan tempat penampungan sementara kepada imigran Myanmar dan Bangladesh yang masih terkatung-katung di lautan lepas. 

Pekan lalu, Malaysia menemukan puluhan kamp rahasia yang diduga merupakan tempat penahanan korban perdagangan manusia di tengah hutan di daerah Wang Kelian, kota yang berbatasan dengan Thailand. Dalam kamp tersebut ditemukan 139 kuburan massal berisi jenazah pengungsi yang telah membusuk.

Sementara awal bulan lalu, pemerintah Thailand menemukan tujuh kamp perdagangan manusia yang berisi puluhan jasad terduga imigran Rohingya di provinsi Songkhla yang berbatasan dengan Malaysia. Kamp di Malaysia dan Thailand tersebut diduga saling berkaitan. 

Rencana pemindahan kamp pengungsi ini mencuat hanya beberapa hari setelah Hasina mengecam para imigran yang melarikan diri dari Bangladesh untuk mencari pekerjaan di negara lain. Hasina menyebut mereka "sakit jiwa" dan menuduh mereka merusak citra negara.

Pejabat pemerintahan di Pulau Hatiya, Badre Firdaus, menyatakan pihaknya telah diminta bersiap untuk rencana pemindahan ini. Pemindahan kamp ini tidak akan mengikutsertakan sekitar 200 ribu pengungsi Rohingya yang tidak terdaftar di negara ini. Mereka tinggal di sekitar kamp namun tidak mendapatkan bantuan makanan.

Ulama minta Menag bertaubat terkait bacaan Al Quran langgam Jawa



Sejumlah Ulama dan tokoh umat Islam mendatangi kantor Kementerian Agama di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2015), untuk menyampaikan keberatan terkait bacaan Al Quran langgam Jawa saat Isra Miraj di Istana Negara beberapa waktu lalu.
Para Ulama dan tokoh umat Islam sepakat meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin untu bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada umat Islam.
Tampak pada pertemuan itu Menag Lukman Hakim Saefuddin, Sekjen Kemenag dan jajarannya. Sementara para ulama dan tokoh umat Islam diantaranya tampak hadir KH. Misbahul Anam Ketua Umum DPP FPI (Front Pembela Islam), KH. Shabri Lubis, Ustadz Abu Jibriel (Wakil Amir Majelis Mujahidin),KH. Muhammad Al Khaththath Sekjend FUI, Ustadz Ahmad Nuuri (DDII) dan Budi Dharmawan (HTI).
K.H. Shabri Lubis ketua DPP FPI yang mengawali dialog mengatakan, baca Al Quran langgam Jawa ini mencengangkan dan belum pernah terjadi sejak Indonesia ada. Bahkan, kata dia, sejak dahulu sebelum Indonesia ada hal ini tidak pernah ada.
Menurutnya, bacaan Al Quran langgam Jawa adalah juga upaya liberalisasi agama.
Sedangkan K.H. Misbahul Anam menyampaikan tuntutan FPI kepada Menag Lukman. Tuntutan itu adalah:
1. Bertaubat kepada Allah karena melakukan istihza (mengolok-olok ayat Al Quran)
2. Tidak lagi mengulangi hal seperti itu.
3. Meinta maaf kepada umat Islam
Sementara K.H. Muhammad Al Khaththath mengatakan bahwa dirinya yang berasal dari Pasuruan Jawa Timur, dari lahir sampai gede belum pernah mendengar bacaan Al Quran langgam Jawa. “Langgam jawa suatu yang aneh,” ujarnya.
Terkait rencana menjadikan bacaan ini sebagai festifal, Khaththath menyampaikan, “Tolong pak menteri dihentikan inisiatif tersebut,” tegasnya.
Sebagai orang jawa, kata Al Khaththath, tidak enak mendengar bacaan Al Quran langgam jawa, “Apalagi yang bukan,” tukasnya.
Sejalan dengan tuntutan FPI, Ustadz Abu Jibriel juga meminta menteri agama bertaubat atas gagasannya bacaan Al Quran langgam Jawa. Pada kesempatan itu Ustadz Abu Jibriel juga menyampaikan kritiknya terhadap Menag yang memberi kata pengantar pada buku Syiah dan rencana menjadikan Bahai sebagai agama resmi.
Sementara Budi Dharmawan mengatakan haram baca Al Quran langgam Jawa. Dia juga menyinggung gagasan Islam Nusantara atau Indonesia, itu adalah ashobiyah yang merupakan strategi kaum kafir yang ingin menghancurkan Islam.

Saudi: Kami akan memerangi siapa saja yang melukai pasukan keamanan kami



Saudi “sangat ingin menjaga kestabilan keamanan di semua area di kerajaan dan akan memerangi siapa saja yang mencoba untuk melukai pasukan keamanan dan keselamatan warganya,” kata Putra Mahkota Mohamed Bin Nayef kemarin, sebagaimana dikutip MEMO pada Rabu (27/5/2015).
Saudi Press Agency (SPA) melaporkan komentar sang pangeran selama kunjungannya untuk membayar upeti kepada keluarga korban Masjid Qatif yang tewas dalam bom bunuh diri yang terjadi pada hari Jum’at. Pemboman itu menewaskan 21 orang dan melukai 101 lainnya.
Menurut SPA, sejumlah pejabat Saudi termasuk Pangeran Kawasan Timur Kerajaan Saud Bin Abdulaziz menemani Bin Nayef dalam kunjungannya.
Pejabat itu juga mengunjungi mereka yang terluka yang dirawat di Rumah Sakit Al-Qatif.
sumber:arrahmah

Biksu Radikal Myanmar

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui".   (QS. Al Baqarah : 42)

Biksu radikal Myanmar pimpin Demo       (timesunion.com)
(Mediaislamia.com) --- Sekira 30 biksu radikal asal Myanmar memimpin pawai ratusan massa yang menolak kehadiran etnis Rohingya yang dikenal dengan julukan 'orang kapal' itu. Dalam salah satu poster yang dibawa demonstran tertulis "Orang kapal tidak berasal dari Myanmar".

"Sekarang, ini bukanlah masalah Myanmar, ini telah menjadi isu internasional," seru seorang biksu Myanmar yang bernama Thuda Nanda, seperti dilaporkan The Associated Press, Kamis (28/5/2015).

"Orang-orang kapal ini menjuluki dirinya sendiri 'Rohingya'. Mereka berpura-pura menjadi pengungsi supaya mereka bisa kembali ke Myanmar. Kami tidak dapat menerima mereka," tegas Nanda.

Para demonstran juga menuding Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan media menyebarkan pemberitaan yang salah mengenai kelompok minoritas di Myanmar itu. "PBB dan media internasional membuat berita palsu!" seru salah satu poster.

Sebagaimana diketahui sebanyak 1,3 juta orang Rohingya ditolak kewarganegaraannya oleh Pemerintah Myanmar. Pemerintah menyebut mereka orang-orang Bengali, untuk menunjukkan mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh, negara tetangga Myanmar.

Akibat konflik politik yang melanda Myanmar, ribuan warga Rohingya melarikan diri ke negara-negara Asia Tenggara. Sekira 3.500 imigran Rohingya ditemukan terdampar di pantai Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Suara Terompet dari Langit, Sangkakala?


Suara Terompet dari Langit

Assalamualaikum Ustadz, akhir akhir ini di media muncul berita tentang suara seperti terompet terdengar dari langit,apakah itu peringatan kecil bahwa kiamat sudah dekat atau hanya suara terompet biasa. mohon penjelasannya ustadz
Dari: Albarr Saputra
Jawaban:
Wa ‘alaikumus salam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Sebelumnya kita akan mengenal beberapa dalil yang menyebutkan tentang tiupan sangkakala.
Dalam al-Quran, Allah menyebut sangkakala dengan as-Shur [الصُّورُ].
Secara bahasa as-Shur berarti tanduk. Sedangkan menurut istilah syariat, yang dimaksud as-Shur adalah sangkakala yang sangat besar yang akan ditiup malaikat yang bertugas untuk meniupnya. (Syarh Lum’atul I’tiqad, Imam Ibnu Utsaimin, hlm. 114)
Ada beberapa dalil yang menunjukkan bahwa sangkakala yang ditiupkan bentuknya seperti terompet. Diantaranya,
Hadis dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
قَالَ أَعْرَابِيٌّ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الصُّورُ؟ قَالَ: قَرْنٌ يُنْفَخُ فِيهِ
Ada orang arab badui bertanya, “Ya Rasulullah, apa itu as-Shur (sangkakala)?” Beliau menjawab, “Tanduk yang akan ditiup.” (HR. Ahmad 6507, Abu Daud 4744, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Juga disebutkan dalam hadis Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَيْفَ أَنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ وَاسْتَمَعَ الْإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ
Bagaimana aku akan senang hidup di dunia, sementara pemegang sangkakala telah memasukkannya ke mulutnya. Dia memasang pendengaran menunggu diizinkan (meniupnya). Kapanpun dia diperintah meniupnya, dia akan meniupnya.” (HR. Turmudzi 2628, dan dishahihkan al-Albani)

Hanya Ditiupkan di Hari Kiamat

Terdapat banyak dalil dari al-Quran yang menunjukkan bahwa sangkakala akan ditiup pada awal terjadinya hari kiamat. Diantaranya,
Firman Allah,
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hisab). (QS. az-Zumar: 68).
Demikian pula firman Allah,
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ
“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.” (QS. Yasin: 51)
Dalam hadis yang panjang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan,
ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَلَا يَسْمَعُهُ أَحَدٌ إِلَّا أَصْغَى لِيتًا وَرَفَعَ لِيتًا ثُمَّ لَا يَبْقَى أَحَدٌ إِلَّا صَعِقَ ثُمَّ يُنْزِلُ اللهُ مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّلُّ أَوْ الظِّلُّ -شَكَّ الراوي- فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
“Kemudian ditiuplah sangkakala, tidak ada seorangpun yang mendengarnya kecuali akan mengarahkan pendengarannya dan menjulurkan lehernya (memerhatikannya). Lalu, tidak tersisa seorangpun kecuali dia mati. Kemudian Allah menurunkan hujan seperti gerimis. Kemudian tumbuhlah jasad-jasad manusia setelah disirami. Lalu ditiuplah sangkakala untuk kali berikutnya, tiba-tiba mereka bangkit dari kuburnya dalam keadaan menanti (hisab).” (HR. Ahmad 6712 dan Muslim 7568).
Kita bisa perhatikan beberapa dalil di atas, bahwa yang terjadi ketika sangkakala itu ditiup ada dua,
Pertama, semua makhluk di langit dan di bumi akan mati kecuali yang dikehendaki Allah.
Kedua, terjadi kebangkitan dari alam kubur setelah mereka dihancurkan. Ini terjadi setelah tiupan kedua.
Hingga kini, malaikat petugas meniup sangkakala sedang menunggu perintah Allah. Dia selalu siaga kapan saja dia diperintahkan untuk meniup sangkakala.
Anda bisa simak keterangannya di: Sangkakala Sudah Berada di Mulut Malaikat

Berapa kali sangkakala ditiup?

Ulama berbeda pendapat tentang berapa kali sangkakala ditiupkan?
Pertama, sangkakala ditiupkan 3 kali
Jika kita rinci, 3 kali itu adalah
  1. Tiupan faza’ (tiupan yang membuat seisi alam kaget dan terkejut)
Allah berfirman,
وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ
“Dan (ingatlah) hari ketika ditiup sangkakala, terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (An-Naml: 87).
  1. Tiupan ash-Sha’q (tiupan mematikan dan membinasakan)
Allah berfirman,
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ
Ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. (QS. az-Zumar: 68).
  1. Tiupan al-Ba’ats (tiupan kebangkitan)
Allah berfirman,
ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (hisab). (QS. az-Zumar: 68).
Pendapat ini didukung hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadis itu dinyatakan,
يَنْفُخُ فِيهِ ثَلَاثُ نَفَخَاتٍ، النَّفْخَةُ الْأُوْلَى نَفَخْةُ الْفَزَعِ، وَالثَّانِيَةُ نَفْخَةُ الصَّعْقِ، وَالثَّالِثَةُ نَفْخَةُ الْقِيَامِ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
“Malaikat itu meniup sangkakala tiga tiupan. Tiupan yang pertama mengejutkan. Tiupan kedua mematikan, dan tiupan ketiga membangkitan (makhluk) menghadap Rabbul ‘alamin.”
Hadis ini sangat panjang, diriwayatkan oleh at-Thabrani dalam al-Ahadits at-Thiwal, dan dinilai dhaif oleh sebagian ulama, karena di sana ada perawi Ismail bin Rafi’ al-Madani yang dinilai dhaif oleh ad-Daruquthni.  Hingga al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan tentang status hadis ini, “Gharib jiddan” (sangat asing). (Tafsir Ibn Katsir, 3/287).
Mengingat hadis ini dhaif, maka tidak dijadikan dalil.
Pendapat Kedua, Sangkakala Ditiupkan 2 Kali
Dua tiupan itu:
  1. Tiupan al-Faza’ (kaget) sekaligus tiupan ash-Sha’q (mati)
Menurut al-Qurthubi, antara peristiwa al-Faza’ (kaget) dengan as-Sha’q (mati) berlangsung secara bersambung. Tidak ada jeda di sana. Sehingga ketika sangkakala ditiupkan, mereka kaget dan langsung binasa. kecuali siapa yang dikehendaki Allah.
  1. Tiupan al-Ba’ats
Kebangkitan terjadi setelah tiupan kedua.
Dan pendapat kedua ini yang lebih kuat. Sehingga kata faza’ (kaget) yang disebutkan di surat an-Naml dan kata as-Sha’q (mati) yang disebutkan di surat az-Zumar adalah sama. Tiupan pertama, yang mengagetkan dan menyebabkan semuanya mati.
Karena itu, Allah menyebut tiupan itu terjadi sekali. Lalu diikuti dengan kehancuran alam semesta.
فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ .وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
Apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur (QS. al-Haqqah: 13 – 14)
Al-Qurthubi mengatakan,
والصحيح أن النفخ في الصور أنهما نفختان لا ثلاث، وأن نفخة الفزع إنما تكون راجعة إلى نفخة الصعق لأن الأمرين لا زمان لهما أي فزعوا فزعا فماتوا منه
Yang benar, tiupan sangkakala terjadi dua kali, bukan tiga kali. Dan tiupan al-Faza’ (kaget) diikuti dengan as-Sha’aq (kematian). Karena kedua tiupan itu tidak ada waktu jedanya. Artinya, mereka kaget langsung mati. (Tafsir al-Qurthubi, 13/240)

Semua Terjadi di Hari Kiamat

Kami tegaskan sekali lagi, bahwa semua tiupan ini terjadi di akhir zaman. Baik pendapat yang mengatakan 3 kali tiupan atau dua kali tiupan, semua terjadi di akhir zaman. Karena itu menjadi batas terakhir kehidupan dunia.
Suara Terompet dari Langit
Kita tidak tahu dengan pasti sumber suara seperti terompet yang terdengar aneh di berbagai daerah. Yang jelas itu bukan sangkakala. Karena jika itu sangkakala, seharusnya semua permukaan bumi ini mendengarnya. Laporan yang ada, suara itu baru didengar oleh sebagian masyarakat di beberapa negara, diantaranya Australia, Amerika, Australia, Kanada dan Jerman. Masyarakat Indonesia, nyaman-nyaman saja, tidak mendengar suara itu.
Bukti lain bahwa itu bukan sangkakala, sebagaimana yang dilaporkan bahwa kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Ini pernah terjadi di tahun 2013, dan sebelumnnya lagi 2012. Sementara sangkakala ditiup dua kali disusul peristiwa besar kiamat.
Sebagian ahli menganalisis suara tersebut dan menemukan bahwa sebagian besar spektrum asal suara tersebut terletak dalam kisaran infrasonik, yang tidak terdengar oleh manusia. Frekuensi antara 17 Hz ke bawah. Manusia bisa mendengar suara pada frekuensi antara 20 Hz sampai 20.000 Hz.
Sementara apa yang didengar oleh manusia hanyalah sebagian kecil dari kekuataan sebenarnya dari suara-suara tersebut, karena adanya emisi akustik di frekuensi rendah dalam kisaran antara 20 Hz hingga 100 Hz yang dimodulasi (dikuatkan) oleh gelombang infrasonik ultra rendah 0,1 Hz sampai 15 Hz.
Namun apapun itu, bagi orang yang beriman, kita meyakini ini sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah. Dan terkadang Allah tunjukkan fenomena alam yang luar biasa, agar kita semakin takut kepada-Nya. Itulah tujuan utama ketika kita menyimak fenomena alam. Bukan hanya jadi bahan wacana dan perbincangan.
Allah berfirman,
وَمَا نُرْسِلُ بِالْآَيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا
Aku tidak mengirim tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti. (QS. al-Isra: 59).
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)