Tampilkan postingan dengan label BERITA MUSLIM DUNIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA MUSLIM DUNIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Oktober 2015

Begini Cara Dakwah Islam di Amerika Serikat



Melalui fanpagenya di Facebook, ICNA (Islamic Circle of North America) mengunggah foto aktivitas dakwahnya saat mengikuti event Abbot Kinney Festival di akhir September lalu.
“Today WhyIslam Greater Los Angeles at Abbot Kinney Festival 2015,” tulis fanpage tersebut pada 28 September 2015 lalu.
Yang menarik dalam foto yang diungguhnya tersebut terlihat stand dari ICNA. Dalam stand tersebut terdapat banner yang bertuliskan “I love Jesus because I’m Muslim!”
Hal itu pun menarik banyak perhatian netizen. Banyak yang men-share dan memberikan komentar. Seperti netizen bernama Ainhul Yaqin yang menulis,” moeslim cinta jesus (Nabi Isa-Red)…tp kita tidak mnyembah nya.”
“Ya. karena dia bukan Tuhan…. Aku juga cinta Jesus, sama dgn mencintai Nabi yg lainnya, spti Nami Muhammad saw,” timpal netizen yang lain
Sedang netizen Bung Ferry menilai ini sebagai cara berdakwah yang antimainstream. “cara berdakwah yang luar biasa…. anti mainstreem,” komentarnya.(FM/fimadani/beritaislam.net)

Sabtu, 26 September 2015

Luar Biasa, Ini Isi Khutbah Jumat di Masjidil Haram Sehari Setelah Insiden Mina


Setelah Syaikh Ali Hasan Al-Halabiy dan Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr. Giliran imam dan Khotib Masjidil Haram, Syaikh Shalih bin Muhammad Alu Thalib memberikan pelajaran kepada umat terkait dengan insiden Mina.
Melalui mimbar khutbah jumat di Masjidil Haram, ini pernyataan Syaikh Shalih Alu Thalib. Gemaislam.com menukil dari sabq, Jumat (25/9/2015) dan menterjemahkannya dengan terjemahan bebas tanpa merubah makna.
“Merupakan sebuah lelucon pahit ketika mereka menampilkan teriakan kesedihan (terkait wafatnya jamaah haji), sementara mereka memiliki sejarah hitam atas pembunuhan dan pengeboman di tanah mulia ini.
Diantara keanehan mereka adalah mereka berlagak menangisi wafatnya (jamaah haji) kaum muslimin, padahal merekalah yang telah mengirim pasukan milisi ke Iraq, Yaman, dan Suria (untuk memerangi kaum muslimin).
Tidaklah bertambah hari-hari kecuali semakin membongkar kedok mereka, tidaklah terjadi peristiwa-peristiwa kecuali semakin menambah luka mereka, nantikanlah hal yang menggembirakan kaum muslimkan dan menyedihkan untuk mereka dan hilangnya kasedihan dari kaum muslimin
Semoga Allah menjaga kaum muslimin dari kesesatan dan tipu daya mereka. Mereka sebenarnya menari diatas kesedihan kaum muslimin. Kami tegaskan bahwa taqiyyah mereka telah terbongkar, dan telah terang perkara mereka bagi siapa saja yang memiliki pandangan. Allah telah membukakan bagi banyak manusia, yang haq dan yang batil, siapa yang menjadi musuh dan siapa teman sebenarnya.(muhamada/gemaislam/beritaislam.net)

Kamis, 24 September 2015

Ini Penyebab Banyaknya Jamaah Haji Meninggal dalam Tragedi Mina



Sedikitnya 310 jamaah haji meninggal dunia dan 400 lebih jamaah haji yang terluka dalam tragedi Mina, Kamis (24/9/2015). Apa penyebabnya?

Pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab tragedi tersebut. Namun menurut Aljazeera, tragedi Mina bermula ketika jamaah haji berdesak-desakan ketika melempar jumrah. Berdesak-desakan di cuaca yang sangat panas membuat sebagian jamaah haji tidak dan terjatuh lalu terinjak oleh jamaah haji lainnya.
Lelah bercampur kepanasan membuat banyak jamaah haji tak bisa menghindar saat dirinya menginjak jamaah haji yang terjatuh. Akibatnya, mereka yang sudah jatuh karena tidak kuat kondisinya semakin memprihatinkan. Sebagian mengalami luka-luka dan sebagian lainnya akhirnya meninggal dunia. Ada pula jamaah haji yang kemudian terjatuh setelah ia menabrak jamaah haji lainnya yang lebih dulu terjatuh.

Jamaah haji yang panik karena kerumunan yang tidak kondusif dan berdesakan mencoba untuk keluar dari area tersebut, namun justru menambah jumlah orang yang terjatuh.

Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui akun twitter resminya @KSA_998 melaporkan, jumlah jamaah haji yang meninggal akibat tragedi Mina telah mencapai 310 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. 

Hingga kini pemerintah Arab Saudi terus melakukan operasi penyelamatan. Korban yang masih selamat segera dilarikan ke rumah sakit.

“Operasi penyelamatan terus dilakukan. Jumlah korban bertambah menjadi 310 orang dari berbagai kebangsaan,” demikian pernyataan Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi.

Tragedi Mina paling mematikan pernah terjadi seperempat abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1990. Saat itu, 1.426 jiwa meninggal dunia di terowongan Haratul Lisan, Mina.(muaz/tarbiyah/beritaislam.net)

Senin, 21 September 2015

Komandan Senior Jabhah Nusrah Gugur di Idlib


Komandan senior dan juga mantan asisten Usamah bin Ladin, Abu Al-Hasan At-Tunisi, dilaporkan gugur dalam pertempuran di kota Syiah di Idlib, Al-Fuah dan Kufreya. Sementara belum ada konfirmasi resmi dari Jabhah Nusrah.
Lembaga pengawas HAM Suriah, Sabtu lalu (19/09), melaporkan Tunisi termasuk dari korban yang gugur di barisan pejuang dalam pertempuran di dua kota Syiah tersebut. Sejak Jumat, pertempuran sengit berlangsung di daerah yang terkepung tersebut.
“Tunisi merupakan salah satu asisten pemimpin Al-Qaidah Usamah bin Ladin,” kata Direktur lembaga yang bermarkas di Inggris itu, Rami Abdurrahman.
Portal enabbaladi.org, menyebutkan akun-akun yang dikenal dekat dengan Jabhah Nusrah berbelasungkawa atas gugurnya komandan mujahidin berumur 65 tahun itu. Menurut mereka, beliau gugur dalam pertempuran di Al-Fu’ah pada Jumat.
Tunisi gugur ketika berusaha menyerbu pos militer rezim dan milisi pendukungnya di desa di pinggiran Al-Fu’ah. Penyerbuan itu sendiri diluncurkan setelah mujahidin menghujani pos-pos militer dengan mortir dan roket.
Sementara itu, portal vetogate.com mengunggah foto Abu Al-Hasan At-Tunisi yang sudah Syahid –insyallah–. Jasad beliau yang masih terbalut pakaian hitam berada di atas tandu berwarna putih.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mujahidin yang tergabung dalam operasi Jaisyul Fath meluncurkan operasi menargetkan kota Syiah Al-Fu’ah. Dalam operasi itu, mujahidin merebut bukit strategis. Posisi bukit tersebut memungkinkan mujahidin menargetkan jalan-jalan utama yang digunakan militer rezim, yang terkepung.
Sedikitnya 15 mujahidin gugur dalam pertempuran itu, termasuk Abu Al-Hasan Al-Tunisi. Para mujahidin yang gugur itu berasal dari faksi-faksi yang tergabung dalam Jaisyul Fath.(faisal/kiblat/beritaislam.net)

Jumat, 18 September 2015

Masjidil Haram semakin padat jelang wukuf


Saking penuhnya, pelataran sempit di basement toilet dekat eskalator pun dipakai untuk jamaah untuk persiapan salat. Sutelah kumandang azan salat subuh terdengar, jamaah pun bersiap salat. Meski sudah mepet dan berdesak-desakan, tetap saja sejumlah jamaah tak dapat tempat untuk salat. Akhirnya ubin tangga berundak yang hanya berukuran lebar sekitar 30 cm pun terpaksa dipakai untuk salat rombongan MCH Indonesia. Praktis untuk sujud harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset lantaran sempitnya tempat shalat.
Selepas shalat Subuh, jamaah Indonesia terlihat banyak berseliweran. Tas warna biru muda yang dikalungkan di leher menandai jamaah Indonesia.
“Tadi saya berangkat dari rumah jam 3 malam dari pemondokan. Biar dapat shalat Subuh, tapi ternyata sampai di sini juga sudah penuh. Akhirnya shalat di emperan toko di sana itu,” kata Abdul Basyid, jamaah haji asal Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur.
Dia mengaku sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk datang sekitar 2 jam sebelum waktu salat subuh. “Namun jalannya sudah macet. Jamaah ke sini semua,” terangnya.
Jamaah haji lainnya, Musamiruddin menambahkan bahwa mendekati puncak haji jamaah memang semakin membeludak di Masjidil Haram. “Soalnya kan jamaah haji Indonesia sudah hampir seluruhnya datang ke Mekkah,” jelasnya.
Sementara itu, kemarin siang saat salat Jumat Masjidil Haram juga dipenuhi sesak jamaah haji. Antrean kendaraan terlihat mengular sejak pintu masuk terowongan Syieb Amir. Karena khawatir terlambat, sebagian jamaah akhirnya turun dari bus shalawat dan memilih jalan kaki menuju Terminal Syieb Amir.
“Karena nggak sempat bawa sajadah, maka saya terpaksa beli kain seperti kafiyeh ini seharga 10 riyal untuk alas shalat,” ujar Ihsan, salah satu petugas haji. Saking melubernya jamaah, salat Jumat pun terpaksa dia lakukan di halaman masjid. “Rencana mau masuk ke dalam, tapi nggak nembus. Penuh sesak,” ujarnya.

Rabu, 16 September 2015

Syaikh Sudais Jenguk Korban Kejatuhan Crane Di Rumah Sakit di Mekah


Syaikh Sudais menyuapi jamaah haji korban kejatuhan crane di rumah sakit di Mekah

Ada yang istimewa dengan mereka yang dilabeli “wahabi” oleh beberapa kalangan “nyeleneh” di Nusantara ini. Selain senang memberikan bantuan, mereka juga ternyata sering melakukan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam seperti menjenguk orang sakit.

Sebagaimana yang dilakukan Raja Salman Sabtu lalu (13/9/2015), saat ia menjenguk korban kejatuhancrane di rumah sakit, Imam Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad As-Sudais pun melakukan hal serupa.

“Salah satu korban crane berwajah Asia ini sedang disuapi Syaikh Sudais. Tak hanya sang raja, ulamanya juga perhatian,” demikian Buletin Al-Manhaj melaporkan, Rabu (16/9).

Maasyaa Allah, betapa mulianya akhlaq mereka yang terus berupaya memurnikan ketauhidan kepada Allah Ta’ala. Semoga kunjungan keduanya menjadi pelipur lara atas musibah yang menimpa para jamaah haji terkait. Syafaakumullah.

sumber:afwaja.net

Senin, 14 September 2015

69 jamaah Haji 2015 meninggal dunia di Madinah akibat penyakit kronis


Sebanyak 69 jamaah Haji dari berbagai kewarganegaraan telah meninggal dunia di Madinah sejak awal musim Haji 2015 akibat penyakit kronis dan usia tua, menurut pengumuman dari korporasi pemandu swasta, lansir Saudi Gazette pada Ahad (13/9/2015).
Pemimpin korporasi, Adi Omar Habash, mengatakan bahwa semua jamaah yang meninggal tersebut dikuburkan di pemakaman Al-Baqi di Madinah dekat dengan Masjid Nabawi.
Habash mengatakan bahwa para jamaah yang meninggal tersebut berasal dari 17 negara, yaitu Indonesia, India, Iran, Singapura, Afghanistan, Tunisia, Inggris, Turki, Malaysia, Thailand dan Pakistan.
Habash mengatakan para jamaah yang meninggal itu adalah orang-orang tua dan penyebab kematian mereka umumnya diakibatkan oleh berbagai penyakit kronis.
Dia menambahkan bahwa sertifikat kematian dan izin penguburan telah dikeluarkan dan disimpan dalam file mereka, bersama dengan paspor mereka.
Selain itu, sebanyak 88 jamaah Haji yang sakit tengah menjalani perawatan medis di berbagai rumah sakit pemerintah.
sumber:arrahmah

Minggu, 13 September 2015

Raja Salman kunjungi korban runtuhnya crane di Masjidil Haram

Raja Arab Saudi Salman tiba di Makkah, pada Sabtu (13/9/2015) dimana kemudian ia mengunjungi para korban jatuhnya crane di Masjidil Haram yang mengakibatkan lebih dari 100 jamaah meninggal.
Salman bin Abdul Aziz Al Saud, pemimpin Arab Saudi yang dilantik pada 23 Januari 2015, mengunjungi korban jatuhnya crane, berbincang-bincang dan berjabat tangan dengan mereka yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Sesekali mimik khawatir nampak di air mukanya.
Dia juga mengunjungi lokasi kejadian dan mengatakan bahwa penyelidikan penyebab runtuhnya crane itu sedang berlangsung, sebagaimana dilansir oleh Arab News.

 Raja Salman berbicara dengan salah satu korban yang terluka dalam tragedi crane runtuh di Masjidil Haram. (Photo courtesy: SPA)

Raja Salman berbicara dengan salah satu korban yang terluka dalam tragedi crane runtuh di Masjidil Haram. (Photo courtesy: SPA)
 Raja Salman berbicara dengan salah satu korban yang terluka dalam tragedi crane runtuh di Masjidil Haram. (Photo courtesy: SPA)

Raja Salman berbicara dengan salah satu korban yang terluka dalam tragedi crane runtuh di Masjidil Haram. (Photo courtesy: SPA)
 Raja Salman berbicara dengan salah satu korban yang terluka dalam tragedi crane runtuh di Masjidil Haram. (Photo courtesy: SPA)

Raja Salman berbicara dengan salah satu korban yang terluka dalam tragedi crane runtuh di Masjidil Haram. (Photo courtesy: SPA)
Insiden tragis itu terjadi pada Jum’at malam di area luar masjid, yang merupakan masjid terbesar di dunia. Angin kencang dan badai menyebabkan crane runtuh melalui langit-langit masjid yang mengelilingi tempat suci Islam, Ka’bah. Gambar-gambar di media sosial menunjukkan crade yang tersambar petir.
Pemerintah Saudi mulai melakukan ekspansi besar-besaran di lokasi itu tahun lalu untuk meningkatkan area masjid dengan luas 400.000 meter persegi, agar bisa menampung hingga 2,2 juta orang sekaligus. Seorang insinyur untuk Saudi Binladin Group, sebuah perubahan developer, mengatakan kepada AFP bahwa crane itu telah dipasang dengan cara “cara yang sangat profesional” dan tak ada masalah teknis. “Itu adalah kehendak Allah,” katanya.
Sheikh Ahmad al-Ghamdi, mantan kepala polisi syari’ah di Mekah, mengatakan kepada AFP bahwa kecelakaan itu adalah “ujian” dari Tuhan. “Kami harus menerima apa yang terjadi,” katanya. Dia juga menyerukan kepada pihak yang berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.
sumber:arrahmah

Saudi Telah Terima 2,5 Juta Pengungsi Suriah Dan Perlakukan Mereka Sebagai Warganegara, Bukan Pengungsi



Pemerintah Arab Saudi menjawab kritik keras di media sosial dan komunitas Muslim di seluruh dunia yang menganggap Kerajaan Islam ini tidak berbuat apa-apa bagi pengungsi Suriah. Saudi menjawab tegas jika mereka sudah menerima 2,5 juta pengungsi Suriah sejak awal konflik. Mengutip seorang pejabat,Saudi Press Agency memberitakan Arab Saudi menerima 2,5 juta pengungsi tanpa menampung di kamp-kamp.
            
“Kami tidak memperlakukan warga Suriah yang datang ke Arab Saudi sebagai pengungsi,” ujar pejabat itu. “Kami tidak menempatkannya di kamp-kamp, untuk menjamin martabat dan keselamatan mereka.”
Sebelumnya, komunitas Muslim di seluruh dunia mengutuk Arab Saudi dan negara-negara Teluk; Oman, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Qatar, yang tidak saat ratusan ribu pengungsi melintasi Laut Mediterania dan menderita. Al Jazeera, mengutip pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, menulis sangat penting menjawab kritik itu dengan fakta dan angka-angka.
“Arab Saudi tidak tertarik berurusan menempatkan warga Suriah yang datang sebagai pengungsi,” kata pejabat itu.
“Kami menempatkan mereka di rumah-rumah, memberikan semua hak; kesehatan dan pendidikan gratis, dan lapangan kerja,” lanjutnya. Arab Saudi, masih menurut pejabat itu, juga memberi kebebasan penuh untuk bergerak.
Tidak hanya itu, Arab Saudi memberikan 700 juta dolar untuk membantu lembaga di Suriah, mendirikan klinik di kamp pengungsi, serta menawarkan akses ke ekerjaan, sekolah, dan perawatan medis. 

sumber:afwaja.net

Tujuh jamaah haji Indonesia korban musibah crane telah dimakamkan


Tujuh jamaah haji Indonesia yang menjadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram, Arab Saudi, telah dimakamkan.
Humas Kementerian Agama Rosyidin mengatakan, sebanyak tujuh korban meninggal dunia telah dimakamkan sejak 12 hingga 13 September 2015.
“Sudah dimakamkan di pemakaman Saraya (Arab Saudi),” ujar Rosyidin saat dihubungi, Ahad (13/9/2015), dikutip Kompas.
Berikut ini nama-nama korban meninggal dunia akibat musibah crane yang dirilis Daerah Kerja Makkah, sebagaimana dilansir situs Kemenag.
1. Iti Rasti Darmini, No Paspor: B0716645, Kloter: JKS – 023
2. Masnauli Sijuadil Hasibuan, No. Paspor: B1061545, Kloter: MES – 009
3. Painem Dalio Abdullah dari Kelompok terbang (Kloter) Medan (MES 08),
4. Saparini Baharuddin Abdullah dari Kloter Medan (MES 08),
5. Nurhayati Rasad Usman dari Kloter Padang (PDG 04),
6. Ferry Mauludin Arifin dari Kloter Jakarta-Bekasi (JKS 12).
7. Adang Joppy Lili dari Kloter JKS 16.
Sebelumnya Sinhat melaporkan Daerah Kerja Makkah memastikan lima jemaah asal Indonesia meninggal dunia akibat terjungkalnya alat berat mobile crane di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (13/9) dini hari waktu setempat. Dengan demikian, jumlah jamaah haji yang meninggal karena peristiwa crane pada Jumat (11/9) lalu sebanyak tujuh orang.
Kepala Daker Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan lima jamaah tersebut terverifikasi setelah tim Daker Makkah mendatangi pemulasaran jenazah di Al Muaisin, Makkah. Maktab sedang mengurus sertifikasi kematian (COD) kelima jenazah itu. Namun, ada tujuh saksi yang turut menyaksikan jenazah di pemulasaran jenazah.
Menurut Arsyad, empat nama baru yang jenazahnya terverifikasi di pemulasaran merupakan jemaah yang selama ini dikabarkan meninggal. “Ada satu nama baru,” kata dia, di Kantor Daker Makkah, Sabtu dini hari waktu Arab Saudi (WAS).
Sebelum mengumumkan nama korban, Arsyad menyatakan, Daker Makkah telah menghubungi keluarga korban yang terverifikasi meninggal dunia. Sebagian anggota keluarga almarhum telah berhasil dihubungi. Daker Makkah berkomunikasi langsung dengan mereka. Sebagian belum berhasil dihubungi karena keterbatasan akses kepada keluarga.
Arsyad menyatakan Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya jemaah haji korban crane terjungkal.
“Semoga amal ibadah mereka diterima Allah, dan keluarga mendapat kesabaran, dan kita semua mendapatkan hikmahnya,” kata dia.
sumber:arrahmah

Sabtu, 12 September 2015

Raja Salman Kunjungi Makkah Tinjau Lokasi Jatuhnya Crane



Raja Arab Saudi Salman melakukan perjalanan ke Makkah untuk meninjau lokasi jatuhnya crane di Masjidil Haram yang menewaskan 107 orang dan melukai puluhan lainnya pada hari Jumat lalu, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Berita ini muncul pada saat pejabat Saudi mengkonfirmasi bahwa ibadah haji, yang akan dimulai pekan depan, akan terus berlanjut dan tidak terpengaruh oleh insiden tersebut.

Sebuah komite yang ditetapkan oleh Emir Makkah, Pangeran Khaled Al Faisal, sedang bekerja untuk mengungkapkan penyebab runtuhnya crane mematikan itu.

Al Arabiya News memeriksa laporan awal mengenai korban tewas adalah 15 warga Pakistan, 23 warga Mesir, 10 India, 25 Iran, enam warga Malaysia, 25 Bangladesh, satu warga Aljazair dan satu Afghanistan.

sumber:afwaja.net

Warga Mekkah berbondong-bondong donasikan darah untuk korban musibah crane


Warga Makkah, khususnya para pemuda, berbondong-bondong pada Jum’at (11/9/2015) untuk mendonasikan darah mereka untuk para korban luka akibat jatuhnya crane di Masjidil Haram, lapor Saudi Gazette pada Sabtu (12/9).
Mereka mendatangi rumah sakit-rumah sakit di mana para jamaah dirawat.
Sejumlah orang menggunakan social media untuk mengajak orang-orang untuk datang mendonasikan darah untuk membantu menyelamatkan nyawa para tamu Allah itu.
Abdul Wahabat Shalbi, juru bicara di Departemen Kesehatan Makkah, mengatakan bahwa semua rumah sakit di Makkah siap menerima sebanyak mungkin para jamaah yang terluka.
“Mereka yang mengalami luka serius telah dilarikan ke Rumah Sakit Ajyad terdekat sementara mereka yang kondisinya relatif stabil dibawa ke rumah sakit lainnya. Kita telah menyediakan 2.000 unit darah selain memasok 340 unit tambahan ke rumah sakit,” tambahnya.(arrahmah)

Jumat, 11 September 2015

Pengungsi Suriah Diberi Makan Polisi Hungaria Seperti Binatang


Hungaria kembali menuai kecaman. Perlakuan tidak manusiawi terhadap pengungsi Suriah kembali terjadi di negara itu. Setelah kasus penjeblosan pengungsi ke kamp tahanan, lalu tindakan kekerasan wartawan terhadap pengungsi, kini mencuat video bagaimana polisi Hungaria memberikan makanan kepada pengungsi Suriah seperti memberikan makanan kepada binatang di kandang.

Sontak, video yang telah diunggah di Youtube ini menuai kecaman. Dalam video berdurasi 49 detik ini, para pengungsi diberi makanan seperti layaknya binatang di dalam kandang. Para polisi melemparkan makanan dari jarak puluhan meter, lalu para pengungsi yang tampak telah kelaparan berebut berusaha menangkap makanan tersebut.

Menurut AFP, Jumat (11/9/2015), video ini direkam diam-diam oleh seorang relawan Austria yang berkunjung ke kamp pengungsi Roszke pada Rabu (9/9/2015) waktu setempat.

Yang lebih memprihatinkan, para pengungsi yang menunggu makanan di lokasi itu bukan hanya kaum laki-laki. Ada pula wanita dan anak-anak.

"Ini benar-benar tidak manusiawi dan sebenarnya orang-orang Suriah ini tidak berebut makanan meskipun mereka sangat lapar," kata Spritzendorfer, istri anggota dewan kota Wina dari Partai Hijau Austria yang merekam adegan tersebut.

"Ini sungguh laksana binatang sedang diberi makan di dalam kandang, tak ubahnya Guantanamo di Eropa," kata Klaus Kufner, seorang relawan yang ikut bersama Spritzendorfer.


sumber:tarbiyah

Kamis, 10 September 2015

Kalimat Terakhir Bocah Suriah Ini Bikin Merinding


Pengungsi Suriah kini menjadi perhatian seluruh dunia. Serangkaian penderitaan pengungsi secara tak sengaja telah membuka mata dunia. Mulai ditemukannya jenazah Aylan Kurdi yang terdampar di pantai Turki hingga tindakan kekerasan yang dilakukan seorang wartawati pada kakek dan bocah Suriah di Hungaria.
Penderitaan pengungsi Suriah sepatutnya membuat dunia Islam mengakhiri ketidakpeduliannya. Kasus Aylan Kurdi dan kekerasan wartawati barulah sebuah puncak dari gunung es. Penderitaan sesungguhnya yang dialami oleh warga Suriah jauh lebih mengerikan dan skalanya lebih luas.
Seorang bocah Suriah berusia tiga tahun mengucapkan kalimat terakhir yang membuat umat Islam merinding. Sebelum meninggal, ia mengatakan bahwa dirinya akan mengatakan segalanya kepada Allah.
“Aku akan memberitahu Allah segalanya,” kata bocah itu seperti dalam video yang diunggah oleh World News.
Bocah tersebut merupakan salah satu korban peperangan yang terjadi di Suriah, tahun lalu. Ia sempat dirawat oleh tim medis namun lukanya sangat parah hingga akhirnya tewas. Sebelum tewas, ia mengucapkan kata-kata itu.
Tidak berlebihan jika kalimat terakhir bocah itu “Aku akan memberitahu Allah segalanya” membuat umat Islam merinding. Sebab jika ia ditanya Allah di akhirat disaksikan semua manusia, lalu ia memberitahukan bahwa ia menjadi korban perang, bocah-bocah yang lain juga menjadi korban perang dan umat Islam hanya bisa diam tanpa memberikan pertolongan, tentu jawaban itu membuat malu sekaligus menakutkan.
sumber:bersamadakwah

Rabu, 09 September 2015

Begini Perlakuan Wartawan Kafir pada Pengungsi Suriah



Jangan heran jika banyak berita tentang Islam dan kaum muslimin yang diputar balikkan. Berita-berita negatif tentang Islam dan kaum muslimin bisa jadi direkayasa. Lho, bukannya media itu independen dan jurnalis harus netral? Ya, teorinya. Namun video ini menunjukkan keberpihakan wartawan dan sebaliknya, menunjukkan kebenciannya kepada pengungsi muslim asal Suriah.


Bukannya sekedar meliput pengungsi Suriah yang kocar-kacir melarikan diri, wartawati N1TV itu justru menendangi para pengungsi. Perhatikan baik-baik video di bawah ini, bagaimana kakinya beraksi. Sejumlah pengungsi menjadi sasaran tendangannya.

Selain menendang pengungsi, Petra László –nama wartawati itu- juga menjegal seorang kakek yang sedang menggendong seorang bocah. Akibatnya, kakek dan bocah tersebut jatuh. Perlakuan biadab itu bisa disaksikan di bagian akhir dari video ini.

Setelah video ini beredar luas, stasiun televisi N1TV langsung memecat juru kamera wanita tersebut.



sumber:tarbiyah.net

Wawancara warga Suriah yang memilih bertahan dan melawan



Hingga kini tercatat lebih dari empat juta warga Suriah mengungsi dari tanah kelahirannya. Mereka menghindari perang brutal yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun. Akan tetapi sekitar 12,2 juta warga lainnya masih bertahan di Suriah.
Pada Senin (7/8/2015), sumber Middle East Update (MEU) berhasil menjalin kontak dengan seorang warga asli Suriah yang saat ini masih bertahan tinggal di Aleppo. Sebuah wawancara singkat berkaitan dengan jutaan warga Suriah yang mengungsi dan alasan yang membuat ia masih bertahan tinggal di Suriah pun berlangsung.
Wawancara tersebut dilakukan untuk memperluas sudut pandang dunia terhadap kondisi riil warga Suriah di lapangan. Tanpa bermaksud untuk mengecam pilihan para pengungsi, wawancara ini menunjukkan sudut pandang dari mereka yang memilih tinggal di tengah peperangan. Harapannya, kita sebagai saudara sesama muslim tetap dapat menunaikan kewajiban untuk memberi bantuan pada saudara kita, baik kepada para pengungsi, juga kepada mereka yang bertahan dan melawan.
Narasumber saat ini tinggal di Propinsi Aleppo, ia bekerja sebagai guru dan juga relawan tim medis. Nama dan identitas lain tetap dirahasiakan.
Berikut terjemahan dari wawancara singkat MEU yang dipublikasikan ALN pada Selasa (8/9).
Q : “Mengapa Anda memilih bertahan tinggal di Suriah dan tidak pergi mengungsi?”
A : “Kau sedang bercanda denganku ?”
Q : “Tidak,saya serius bertanya, karena pada keyataannya jutaan warga Suriah telah mengungsi.”
A : “Mungkin saya tidak bisa bertempur, tapi saya tidak akan meninggalkan bumi Jihad.”
Q : “Ya, itulah jawaban yang ingin saya dengar. Sebuah alasan yang membuat Anda bertahan tinggal di Suriah, dimana jutaan orang telah memilih untuk menjadi pengungsi. Apakah menjadi pengungsi adalah sesuatu hal yang memalukan ?”
A: “Ya, itu memalukan. Sejak dua tahun yang lalu saya mendapat pekerjaan di Turki, dan saya bisa pergi kapan saja. Tapi saya tidak bisa meninggalkan Negara saya.”
Q : “Apakah Anda tidak merasa khawatir dengan keselamatan keluarga Anda ?”
A: ” Tidak. Karena keselamatan bukanlah kuasa kami, Allah lah yang akan menjaga kami.”
Q : ” Sungguh jawaban yang luar biasa..Maasyaa Allah…Saya tidak yakin apakah saya bisa bertahan jika saya ada di posisi Anda.”
A : “Itu adalah jawaban yang normal untuk setiap Muslim.”
Q : ” Dan untuk jutaan orang yang memilih untuk menjadi pengungsi, mereka pasti punya jawaban yang berbeda. Dan saya menghormati pilihan mereka, saya paham situasi disana sangat mengerikan.”
A : ” Apakah Anda setuju dengan mereka ?”
Q : ” Saya tidak sepenuhnya setuju. Setiap orang punya daya tahan berbeda dalam menghadapi masalah. Tapi saya jauh lebih setuju dengan orang-orang yang memilih tinggal dan berjuang, mereka lebih terhormat dan begitulah seharusnya seorang Muslim, memenuhi panggilan Jihad.”
A : ” Bagi kami, kami tidak akan memaafkan siapapun yang mampu untuk berjihad dan membantu tapi pergi untuk mencari keselamatan mereka sendiri, atau pergi untuk mencari uang.”
Q : “Apakah satu-satunya alasan mereka mengungsi hanya untuk “uang” ? Bukankan mereka pergi untuk menjaga keselamatan keluarganya ? Dan bagiamana dengan anak-anak dan wanita yang memilih mengungsi, apakah mereka juga tidak dimaafkan ?”
A : ” Khawatir akan keselamatan berarti tidak yakin kepada Allah. Hal ini tidak berlaku untuk wanita dan anak-anak. Kecaman ini berlaku untuk para pemuda yang pergi meninggalkan kami disaat yang sulit dengan alasan untuk mencari pekerjaan, uang atau bahkan melanjutkan pendidikan.”
Allahu akbar. Allahul Musta’an
sumber:arrahmah

Selasa, 08 September 2015

Katasiapa Saudi tidak peduli Suriah?


Arab Saudi kerap dituduh acuh tak acuh terhadap pengungsi Suriah yang lari dari kekejaman Rezim Syiah Nushairiyah dan ISIS. Namun, ternyata kabar bahwa Saudi tidak membantu Suriah tidaklah benar.
Menurut Suara Madinah pada Senin (7/9/2015), “‘Negara tauhid’ itu memang tidak banyak pamer [tetapi] banyak bekerja sedikit bicara. Bahkan setiap hari ada 400 anak-anak Suriah yang diijinkan masuk sekolah Arab Saudi karena sekolah mereka hancur di Suriah.”
Hingga saat ini, banyak sekali kamp-kamp yang dibangun di sekitar Yordania untuk para pengungsi bahkan lengkap dengan AC, Masjid, sarana bermain, listrik, air, dan semua sarana penunjang kebutuhan pokok lainnya. Salah satunya adalah Kamp Zaatari, 10 km dari selatan Mafraq, sebagaimana dilansir Sabq.
Hanya saja, disebabkan dominasi informasi dikuasai media milik Yahudi, maka kebaikan Kerajaan Arab Saudi (KSA) tidak pernah disiarkan seintensif kiprah negara barat yang tiba-tiba mau membantu pengungsi pasca “tragedi yang menimpa si kecil Aylan.”
KSA mengganti tenda-tenda darurat pengungsi Suriah di Yordania menjadi hunian semi permanen yang layak (Foto: SM)
KSA mengganti tenda-tenda darurat pengungsi Suriah di Yordania menjadi hunian semi permanen yang layak (Foto: SM)
Proses penempatan rumah semi permanen di kamp pengungsi Suriah di Yordania (Foto: SM)
Proses penempatan rumah semi permanen di kamp pengungsi Suriah di Yordania (Foto: SM)
Masjid Sayidah Ummul Mu'minin 'Aisyah yang didirikan KSA di kamp pengungsi SUriah di Yordania (Foto: SM)
Petugas mengisi air suci untuk Masjid Sayyidah Ummul Mu’minin ‘Aisyah yang didirikan KSA di kamp pengungsi SUriah di Yordania (Foto: SM)
Bantuan pangan didistribusikan dari KSA didistribusikan relawan di pengungsian Suriah di Yordania (Foto: SM)
Bantuan pangan didistribusikan dari KSA didistribusikan relawan di pengungsian Suriah di Yordania
 (Foto: SM)

sumber:arrahmah

Raja Salman undang 1000 keluarga syuhada Palestina untuk menunaikan ibadah haji



Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman, telah mengeluarkan perintah untuk mengundang sebanyak 1.000 warga Palestina dari keluarga syuhada untuk melakukan haji tahun ini, sebagaimana dilansir oleh Arab News, Senin (7/9/2015).
Undangan ini disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dkeluarkan oleh Menteri Urusan IslamWakaf dan Bimbinganyang juga menjabat sebagai Kepala Pengawas Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci, Sheikh Saleh bin Abdul Aziz Al-Asheikh
Dia mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada raja Salman “atas komitmennya untuk membangun jembatan persaudaraan dengan saudara-saudara kita di Palestina dan membuat mereka lebih mudah untuk melakukan ibadah haji dalam Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci
Undangan terhadap warga Palestina untuk melakukan ibadah haji telah berlangsung sejak tujuh tahun yang lalu.