Tampilkan postingan dengan label AGAMA SYI'AH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGAMA SYI'AH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2015

Video: Karena Mengencingi kuburan Nabi Warga Negara Iran ini Di hukum Cambuk Dan Di penjara




Sudah terbukti betapa kejinya orang-orang syiah,yang telah mengencingi tepat di depan makam Rasullah.


Terdengar dari video tersebut hukuman yang di dapatkan orang berwarga negara iran tersebut,"hukuman seorang warga negara iran yang telah mengencingi tepat di depan kuburan nabi, penjara 1  1/5tahun dan cambuk 50X"

Sebarkan video ini agar umat islam seluruh dunia tau bahwa syiah bukanlah islam.

Berikut Video nya:



Rabu, 30 September 2015

PENASEHAT KHAMENEI: LUMURI KA’BAH DENGAN DARAH AGAR IMAM MAHDI MUNCUL!



Abu Hamzah al-Qomari, Selasa 29 september 2015
Gensyiah: pengguna jejaring social banyak menyebarkan video , Isinya Penasehat Ali Khamenei mengatakan:

“لن تتحقق العدالة إلا بـ“العلق” و“العرق“

Tidak akan terwujud keadilan di dunia ini keculai melalu ‘alaq dan ‘araq.
Kemudian dia menafsiri: ‘Alaq adalah darah, dan ‘araq adalah kerja keras. Artinya harus kerja keras dan memerlukan banyak orang yang rela mati syahid.
Kemudian penasehat pimpinan Tertinggi Syiah Iran itu menyimpulkan provokasinya:

“لابد أن نغرق في العلق والعرق .. يبدأ التحرك من مكة؛ فيتم “تحرير” الحجاز أولا، ومن ثم العراق.. “.

Kita harus tenggelam dalam ‘alaq dan ‘araq. Gerakan harus dimulai dari Makkah, maka dari sana bisa terlaksana pembebasan Hijaz terlebih dahulu kemudian setelah itu Irak.
Astaghfirullah! Ini adalah bukti yang menjelaskan bahwa niat Iran adalah sangat keji terhadap Kerajaan Islam Saudi Arabia dan Musim Haji. Allahul musta’an. Ya lindungilah Saudi Arabia dan jamaah haji setiap tahunnya.
Berikut lengkapnya video dan terjemahannya:
“Mereka adalah orang-orang yang (sekarang ini) membawa pedang menghadang kemunculan imam Zaman ini yaitu Imam Mahdi. Mereka dapat dibunuh dengan pedang (saat kemunculannya). Tidak akan terwujud keadilan di dunia ini keculai melalu ‘alaq dan ‘araq. ‘Alaq adalah darah, artinya harus ada banyak syuhada`, ‘Araq adalah keringat (kerja keras). Kita harus tenggelam dalam ‘alaq dan ‘araq. Gerakan harus dimulai dari Makkah, maka dari sana bisa terlaksana pembebasan Hijaz terlebih dahulu kemudian setelah itu Irak. Orang-orang Iran adalah mayoritas dalam pasukan al-Mahdi.”
Nantikan bukti niat jahat Iran di makalah berikutnya!(MH/gensyiah/beritaislam.net)

Kontradiksi Ajaran Syiah, Ritual Asyura Haram!

Tokoh Syiah Indonesia, Abdullah Baek

 Islam adalah agama yang bersumber dari wayhu. Literatur yang diambil sebagai pegangan berdasar pada al-Quran dan as-Sunnah, karenanya jika ada permasalahan apapun menyoal agama ditengah-tengah kaum muslimin, keduanya itu pastilah menjadi rujukan.

Karena literatur yang benar inilah, ummat Islam tidak akan ada kontradiksi satu sama lain, terkecuali dalam hal furu’ yang mana Rasul pernah menyebutkan keduanya benar karena bersumber pada al-Quran dan as-Sunnah.

Sebaliknya, jika suatu ajaran tidak bersumber pada al-Quran dan as-Sunnah, pastilah akan ada kontradiski satu sama lain. Inilah yang terjadi pada agama Syiah. Kelompok yang mengaku-ngaku Islam ini kerap membuat ajaran-ajaran bid’ah yang sama sekali tidak berlandas pada sumber yang benar, al-Quran dan as-Sunnah, karena itulah dalam ajaran mereka banyak sekali kontradiksi antara ulama yang satu dengan yang lain, pun bahkan dalam hal prinsip.

Diantara fenomena kontradiksi itu adalah, bahwa para penganut Syiah membuat ajaran baru bernama ‘Idul Ghadir atau perayaan Asyura guna memperingati kematian cucu Rasulullah saw, Husain radhiyallahu ‘anhu.

Sejatinya perayaan ini adalah bathil, karena selain mengada-ada dalam agama, ritual ini juga membahayakan manusia dengan menyakiti diri sendiri. Bahkan kalau kita lihat diluar Negeri, kaum Syiah merayakan Asyura dengan menebas-nebaskan pedang ke punggung dan kepala mereka hingga keluar darah.

Tapi anehnya, tokoh Syiah di Indonesia, yaitu Abdullah Baek pernah mengeluarkan pernyataan yang sejatinya menyimpulkan bahwa ritual Asyura itu haram.

"Adapun memukul kepala dengan pedang dan segala hal yang melukai atau mencelakakan fisik, maka hal itu tidak diperbolehkan dan haram hukumnya.” Tulisnya dalam majalah Syiah “Syiar”.

Padahal, penganut Syiah yang melakukan ritual Asyura dengan memukul-mukul kepala dengan pedang atau alat-alat yang bisa melukai tubuh mereka itu biasa dilakukan oleh Syiah Iran yang justru kiblat dari penganut Syiah di Indonesia termasuk Abdullah Baek.

Entah ini salah satu amalan taqiyyah dari “ustadz” alumnus Qum ini karena masyarakat di Indonesia belum bisa menerima cara ritual Syiah di Iran ataukah dia menolak perayaan Asyura di Iran dan menganggapnya sesat?. Wallahu wa Rasuluhu a’lam

Beginilah sejatinya ajaran yang tidak berlandas pada wahyu, al-Quran dan as-Sunnah. Tidak sinkron satu sama lain, bahkan menjatuhkan ajaran yang hakikatnya ajaran itu ada pada agama mereka. Yang benar telah datang dan yg bathil telah lenyap.'Sesungguhnya sesuatu yg bathil itu pastilah lenyap. (MZ/syiahindonesia.com/beritaislam.net)

Majalah Syiah "Syiar". Sumber foto afwaja.net



Pernyataan pengharaman ritual Asyura di Iran oleh Abdullah Baek
Video ritual Asyura Syiah di luar Negeri


Selasa, 29 September 2015

Mengukur Kejahatan Syiah di Tanah Haram



Mengukur Kejahatan Syiah di Tanah Haram

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Salah satu diantara penjagaan Allah terhadap tanah haram, Allah hindarkn tanah ini dari penguasa jahat, termasuk Dajjal. Dia dihalangi sehingga tidak bisa masuk k tanah haram, Mekah atau Madinah.
Dari Fatimah bintu Qais radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan bagaimana keinginan Dajjal,
فَأَخْرُجَ فَأَسِيرَ فِى الأَرْضِ فَلاَ أَدَعَ قَرْيَةً إِلاَّ هَبَطْتُهَا فِى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً غَيْرَ مَكَّةَ وَطَيْبَةَ فَهُمَا مُحَرَّمَتَانِ عَلَىَّ كِلْتَاهُمَا كُلَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أَدْخُلَ وَاحِدَةً أَوْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اسْتَقْبَلَنِى مَلَكٌ بِيَدِهِ السَّيْفُ صَلْتًا يَصُدُّنِى عَنْهَا
Sebentar lagi aku bisa keluar. Aku akan berjalan di muka bumi, tidak akan aku tinggalkan satu kampung pun kecuali aku singgah di sana, selama empat puluh hari, selain Makkah dan Thaibah (kota Madinah). Kedua kota ini diharamkan untukku. Setiap kali aku hendak masuk ke salah satu darinya, maka Malaikat akan menghadangku dengan pedang yang terhunus yang menghalangiku untuk memasukinya, dan di setiap lorong darinya ada Malaikat yang menjaganya. (HR. Muslim 7573)
Sebagaimana Allah lindungi Mekah dan Madinah dari Dajjal, Allah juga melindungi dua kota suci ini untuk dikuasai oleh pemerintah dzalim. Setiap kali ada kelompok dzalim yang mengasainya, mereka tidak bisa bertahan lama. Karena itulah, dalam al-Quran Allah sebut kota Mekah dengan Bakkah. Dari kata bakka – yabukku [بكَّ – يَبُكّ] yang artinya memenggal.
Mengapa dinamakan Bakkah?
Al-Azruqi membawakan riwayat keterangan dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu,
سُمِّيَتْ بَكَّةَ ؛ لأَنَّهَا كَانَتْ تَبُكُّ أَعْنَاقَ الْجَبَابِرَةِ
“Dinamakan Bakkah, karena kota ini memenggal leher-leher orang yang sombong.” (Akhbar Makkah, no. 119).
Termasuk diantaranya, Allah pilih pemerintah Arab Saudi untuk menjadi khadimul haramain (pelayana dua kota suci) yang bertahan ratusan tahun, hingga sekarang. Pemerintah kerajaan Arab Saudi berpaham ahlus sunnah wal jamaah. Sementara dalam fiqh, mengikuti salah satu madzhab sebagai madzhab mayoritas penduduknya, yaitu madzhab hambali. Meskipun banyak ulama bermadzhab lain yang mendapatkan banyak ruang untuk mengajar di Saudi. Seperti Syaikh Abu Bakr Jabir al-Jazairi, pengajar di masjid Nabawi, bermadzhab Malikiyah, atau Syaikh Ahmad bin Abdillah ad-Daughan, ulama besar madzhab Syafii, hingga beliau digelari dengan Syaikhul Madzhabi as-Syafii. Beliau mengajar di Saudi timur.
Kenyataan ini membuat syiah tidak nyaman. Syiah yang ingin menguasai dunia, mereka merasa lebih berhak terhadap tanah suci. Bukan umat islam ahlus sunah. Terlebih mereka sendiri memiliki tanah suci Karbala. Sehingga mereka berusaha menjatuhkan karakter dua kota suci ini, untuk memuliakan kota sucinya. Semua syiah 12 imam yang berkembang di Iran sangat mengagungkan Karbala, melebihi upaya mereka memuliakan Mekah dan Madinah.
Aqidah Syiah tentang Karbala dan Mekah
Bagi syiah, tanah Karbala lebih mulia dibandingkan tanah Mekah atau Madinah.
Kita akan sebutkan bagaimana aqidah mereka tentang Karbala yang dicantumkan dalam kitab-kitab rujukan Syiah,
Pertama,  keterangan dalam at-Tahdzib karya at-Thusi,
خلق الله كربلاء قبل أن يخلق الكعبة بأربعة وعشرين ألف عام وقدسها وبارك عليها، فما زالت قبل أن يخلق الله الخلق مقدسة مباركة ولا تزال كذلك
Allah menciptakan Karbala 24 ribu tahun sebelum Allah menciptakan Ka’bah. Lalu Allah mensucikannya dan memberkahinya. Dia terus menjadi kota suci yang diberkahi, sebelum Allah menciptakan makhluk yang lain, dan terus akan menjadi kota suci. (at-Tahdzib li at-Thusi, 6/72)
Kedua, karbala menjadi tanah paling mulia di surga,
حتى يجعلها الله أفضل أرض في الجنة، وأفضل منزل ومسكن يسكن الله فيه أولياءه في الجنة
Allah akan jadikan Karbala sebagai tanah paling mulia di surga, dan tempat yang paling afdhal, yang akan diberikan oleh Allah, untuk dihuni para wali-Nya di surga. (Kamil az-Ziyarat, Ibnul Quluwiyah, hlm. 450).
Menteror Jamaah Haji
Tidak hanya menyanjung Karbala, mereka juga menteror dan membantai kaum muslimin yang melaksanakan ibadah haji. Kedengkian dan kebencian mereka kepada kaum muslimin ahlus sunah, tertutama saudi, membuat mereka tega untuk melakukan pembantaian di tanah suci Mekah.
Kita akan sebutkan berbagai kejahatan Syiah terhadap jamaah haji yang terjadi di beberapa masa,
Pertama, kejahatan Syiah Qaramithah Bathiniyah
Al-Hafidz Ibnu Katsir menceritakan kejadian di tahun 312 H,
في المحرم منها اعترض القرمطي أبو طاهر الحسين بن أبي سعيد الجنابي – لعنه الله ولعن أباه – للحجيج وهم راجعون من بيت الله الحرام قد أدوا فرض الله عليهم، فقطع عليهم الطريق فقاتلوه دفعًا عن أموالهم وأنفسهم وحريمهم، فقتل منهم خلقًا كثيراً لا يعلمهم إلا الله، وأسر من نسائهم وأبنائهم ما اختاره، واصطفى من أموالهم ما أراد، فكان مبلغ ما أخذه من الأموال ما يقاوم ألف ألف دينار
Di bulan Muharram tahun itu, gembong Qaramithah Abu Thahir bersama pasukannya, menghadang jamaah haji yang baru saja kembali dari Baitullah al-haram. Mereka baru saja menunaikan kewajiban haji. Jamaah haji ini dirampok di tengah perjalanan pulang, jamaah melawan untuk mempertahankan jiwa, keluarga, dan hartanya. Hingga terbunuh banyak sekali jamaah haji, yang jumlahnya hanya Allah yang tahu. Mereka menawan beberapa wanita dan anak-anak yang mereka pilih, dan mengambil harta yang mereka inginkan. Nilai yang mereka ambil, mencapai 1 juta dinar. (al-Bidayah wa an-Nihayah, 11/149)
Kedua, pencurian Hajar Aswad dan pembantaian jamaah haji di masjidil Haram.
Selanjutnya, al-Hafidz Ibnu Katsir menceritakan kejadian tahun 317 H, peristiwa pembantaian jamaah haji di masjidil haram dan pencurian hajar aswad.
Selanjutnya Qaramithah merampas Hajar Aswad dan dibawa ke negerinya. Tepatnya ketika hari tarwiyah. Mereka merampas harta kaum muslimin, dan membantai jamaah haji yang sedang thawaf. Hingga banyak diantara mereka yang berlindung dengan memgang kiswah Ka’bah. Namun tetap dibantai. Sementara pemimpin mereka, Abu Thahir – la’anahullah – duduk di pintu ka’bah, sambil mengatakan,
أنا بالله وبالله أنا *** يخلق الخلق وأفنيهم أنا
Aku dengan Allah dan Allah denganku… dia yang menciptakan makhluk, dan aku yang membinasakannya.
Ibnu Katsir menyebutkan, ketika itu ada salah seorang ulama ahli hadis yang sedang ihram. Begitu selesai thawaf, beliau ditodong pedang. Ketika hendak dibunuh, beliau melantunkan syair,
ترى المحبين صرعى في ديارهم *** كفتية الكهف لا يدرون كم لبثوا
Kalian lihat, banyak korban berjatuhan di rumah mereka … seperti pemuda Kahfi, mereka tidak tahu berapa lama dia tinggal di dalam gua.
Yang lebih sangar lagi, mayat-mayat ini dimasukkan ke dalam sumur Zam-zam dan dikubur untuk menutup sumur. (al-Bidayah wa an-Nihayah, 11/160).
Ketiga, kejadian tahun 1406 H
Kejadian rencana peledakan terowongan Mina.
Terowongan mina, salah satu sasaran terbesar syiah. Di saat terowongan ini penuh dengan jamaah haji menuju jamarat, syiah berencana untuk meledakkan TNT, sehingga potensial mematikan dari dua sisi,
[1] Mematikan karena ledakannya
[2] Mematikan karena kepanikan manusia di satu terowongan, sehingga bisa mati berdesakan
Di tahun 1906 ini, pemerintah menangkap jamaah Iran membawa TNT.
Keempat, di tahun 1407, mereka menyelundupkan banyak senjata tajam. Selanjutnya mereka meneriakkan basmi amerika… ganyang amerika, sambil menghunus senjata tajam. Di situlah mereka memajang foto-foto Khumaini dan mengibarkan gambar Khumaini.
Mereka tidak berfikir, di mana Amerika, di mana mereka? Apa tentara Amerika ikut haji?
Tidak lain tujuannya hanya untuk mencari simpati masyarakat, mereka anti amerika. Atau tidak lain tujuannya untuk mengacaukan jamaah haji.
Kelima, di tahun 1409 H, terjadi bom bunuh diri yang dilakukan Syiah dari Kuwait. Mereka ledakkan bom di dekat masjidil haram, hingga menewaskan bebarapa jamaah  haji.
Keenam, di tahun 1410 H, lagi-lagi syiah bikin ulah.
Mereka meledakkan gas mustard, yang mengandung senyawa kimia Yperit. Itu dilakukan di terowongan al-Mu’aishim di Mekah. Hingga menewaskan ratusan jamaah haji.
Kitab Mereka Menyerukan Permusuhan dengan Jamaah Haji
Mengapa Syiah bersikap sekejam itu terhadap para jamaah haji?
Ternyata, itu sudah menjadi prinsip mereka. Para tokoh, penulis kitab-kitab Syiah menyerukan permusuhan kepada jamaah haji. Dan itu bagian dari jihad Syiah. Karena haji adalah lambang syiar ahlus sunnah.
Kita simak, bagaimana semangat ulama mereka untuk memusuhi jamaah haji,
Pertama, mereka menceritakan mimpi Ja’far as-Shodiq,
كأني بحمران بن أعين وميسر بن عبد العزيز يخبطان الناس بأسيافهما بين الصفا والمروة
Seolah aku bersama Humran bin A’yun dan Maisar bin Abdul Aziz, keduanya sedang mengibas-ngibaskan pedang ke arah manusia antara shafa dan marwah. (Bihar al-Anwar, al-Majlisi, 53/40)
Kedua, memotong tangan dan kaki jamaah haji
كيف بكم (يعني الحجبة على الكعبة كما يعبر النص) لو قطعت أيديكم وأرجلكم وعلقت في الكعبة، ثم يقال لكم: نادوا نحن سراق الكعبة
Bagaimana kalian – wahai para manusia yang berlindung di Ka’bah – andai tangan kalian dan kaki kalian dipotong, lalu digantung di Ka’bah. Kemudian kalian diseru, “Teriakkan, kami pencuri Ka’bah.” (al-Ghaibah, karya an-Nu’mani, hlm. 156).
Mereka juga mengatakan tentang kehadiran Mahdi versi Syiah,
إذا قام المهدي هدم المسجد الحرام … وقطع أيدي بني شيبة وعلقها بالكعبة، وكتب عليها: هؤلاء سرقة الكعبة
Apabila Mahdi datang, dia akan membongkar masjididl haram… memutus tangan-tangan bani syaibah dan digantung di ka’bah. Lalu ditulis di sana,  “Mereka para pencuri Ka’bah.” (al-Irsyad al-Mufid, hlm. 411)
Ketiga, setiap harta ahlus sunah, halal bagi syiah. Siapa yang mendapatkannya, maka 1/5 diserahkan ke Imam Syiah. Para tokoh mereka mengatakan,
خذ مال الناصب حيثما وجدته وادفع إلينا الخمس
Ambillah harta an-Nashibah (gelar yang diberikan syiah untuk ahlu sunah) dimanapun kalian mendapatkanya, dan serahkan 1/5 untuk kami. (Tahdzib al-Ahkam, at-Thusi, 1/384).
Di tempat lain, mereka menyatakan,
مال الناصب وكل شيء يملكه حلال
Harta milik an-Nashibah dan semua yang mereka miliki, itu halal (untuk dirampas). (Wasail as-Syiah, al-Amili, 11/60)
Keempat, menuduh jamaah haji sebagai anak zina
Dalam salah stau rujukan pokok syiah, kitab al-Wafi, dinyatakan,
إن الله يبدأ بالنظر إلى زوار الحسين بن علي عشية عرفة قبل نظره إلى الموقف؛ لأن في أولئك (يعني حجاج بيت الله) أولاد زناة وليس في هؤلاء أولاد زنا
Sesungguhnya Allah terlebih dahulu melihat para peziarah kuburan Husain bin Ali di siang hari arafah, sebelum Allah melihat ke tempat wukuf. Karena mereka (para jamaah haji) adalah anak-anak zina, sementara para peziarah ini tidak ada yang statusnya anak hasil zina. (al-Wafi, 2/221).
Kelima, Hajar Aswad harus pindah ke Karbala,
Dalam salah satu kitab rujukan mereka, al-Wafi, al-Kasyani menyatakan,
يا أهل الكوفة لقد حباكم الله عز وجل بما لم يحب أحد من فضل مصلاكم بيت آدم وبيت نوح وبيت إدريس وصلى إبراهيم .. ولا تذهب الأيام والليالي حتى ينصب الحجر الأسود فيه
Wahai penduduk Kufah, Allah telah memberikan banyak keutamaan kepada kalian yang tidak diinginkan untuk diberikan kepada seorangpun. Tempat shalat kalian adalah rumah Adam, rumah Nuh, rumah Idris, dan tempat shalatnya Ibrahim. .. kiamat tidak akan terjadi, sampai Hajar Aswad dipindah ke Kufah (Irak). (al-Wafi, karya al-Faidh al-Kasyani, 2/215)
Laa haula wa laa quwwata illaa billaaah…
Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari kejahatan syiah dan bala tentaranya.
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

VIDEO | Jamaah Haji Syiah Menari-nari Usai Tragedi Mina 1436 H/2015 H



Beredar video syiah menari-nari setelah tragedi Mina,jelas sekali betapa anehnya agama syiah.

Di media-media milik syiah,meraka bersedih atas teragedi mina,mereka mengutuk negara arab saudi,menyalahkan putra-putra raja saudi.

Inilah syiah yang sebenarnya,setiap tempat yang mereka datangi,mereka akan membuat kekacauan.

Pengambil gambar, dari ketinggian apartemen, menyebutkan, “Merekalah jamaah haji Syiah, menari-nari, membuat kemacetan dan meneriak-neriakkan Ali. Mereka berjalan berlawanan dengan jamaah haji lain. Ada dua jalur yang diperuntukkan untuk arah yang berbeda. Tapi sudah menjadi kebiasaan mereka berjalan bergerombol melawan arus, dan mengganggu jamaah haji lainnya. Mereka juga mengejek dan menghina askar, polisi penjaga jalanan.”

Berikut Video nya:



Senin, 28 September 2015

Daftar Para Khalifah dan Pemimpin Umat Islam yang Dibunuh oleh Pemeluk Syiah


Dalam sebuah kitab yang berjudul Mu-assasah Iqra wa tauzi’ wa tarjamah karya Ash-Shalabi Ali bin Muhammad yang diterbitkan di Kairo Mesir pada tahun 2006, memaparkan sejarah pemeluk Syiah yang memiliki rekam jejak sebagai pembunuh para Khalifah dan Pemimpin Umat Islam.
  1. Khalifah al-Mustarsyid Billah, seorang khalifah Daulah Abbasiyah. Dibunuh pada tahun 529 H. Ia diserang oleh belasan orang Syiah Bathiniyah yang kemudian menikamnya dengan pisau.
  2. Khalifah al-Rasyid, seorang khalifah Daulah Abbasiyah. Dibunuh pada tahun 532 H. Ia dibunuh para pemberontak Syiah di Kota Asbahan, Iran.
    3. Mentri Nizham Malik, Qowamuddin Husein bin Ali bin Ishaq, dari Bani Saljuk. Pembunuhannya terjadi pada tahun 485 H. Seorang Syiah Bathiniyah datang kepadanya menyamar sebagai peminta-minta. Ketika telah dekat, ia menikamnya dengan pisau hingga sang mentri pun tewas terbunuh.
    4. Mentri Nizham Malik, Abu Nashr. Terbunuh pada tahun 503 H. Orang-orang Syiah menyerangnya tatkala ia sedang shalat.
    5. Mentri Abu al-Muhasin Abdul Jalill ad-Dahistani. Terbunuh pada tahun 495 H. Ia diserang oleh seorang pemuda Syiah Bathiniyah. Dengan sebab itu ia menderita beberapa luka parah yang mengantarkannya kepada kematian.
    6. Mentri al-Kamal Abu Thalib as-Samirmi. Terbunuh pada tahun 516 H. Saat melewati sebuah jalan yang sempit, ia diserang oleh seorang Syiah hingga ia tewas.
    7. Mentri al-Mu’in al-Malik (Abu Nashr). Terbunuh pada tahun 521 H. Ia terbunuh oleh seorang Syiah saat sedang bersantai. Pembunuh tersebut sengaja bekerja menjadi perawat kudanya untuk mewujudkan kekejiannya.
    8. Mentri Adhuddin Abu al-Faraj bin Ra-isul Ru-asa. Terbunuh pada tahun 573 H. Orang-orang Syiah Bathiniyah membunuhnya dengan cara menyamar sebagai orang-orang miskin. Saat dalam perjalanan menunaikan ibadah haji, salah seorang di antara mereka mendekat kepadanya, lalu menyerangnya dengan pisau. Hal itu diikuti oleh beberapa orang lainnya hingga ia tewas terbunuh.
    9. Mentri Nizham al-Malik Mas’ud bin Ali. Terbunuh oleh pengkhianat Syiah pada tahun 596 H.
    10. Mentri Fakhrul Malik Abu al-Muzhaffir Ali bin Nizham al-Malik. Terbunuh pada tahun 500 H. Seorang pemuda Syiah mengadukan perihal kezaliman yang ia terima. Ia membawa selembar kertas yang berisikan masalahnya. Saat Mentri Fakhrul Malik membaca surat aduannya, pemuda itu menikamnya dengan khanjar (pisau Arab) hingga sang mentri terbunuh.
    11. Amir Balkabek Sarmis (الأمير بلكابك سرمز). Terbunuh pada tahun 493 H. Para pemberontak Syiah Bathiniyah membunuhnya dengan pisau-pisau mereka.
    12. Al-Amir Maudud. Terbunuh pada tahun 507 H. Ia dibunuh oleh orang-orang Syiah setelah menunaikan shalat Jum’at di Masjid Jami’ Damaskus.
    13. Al-Amir Ahmad bin Ibrahim al-Ruwadi. Terbunuh pada tahun 510 H. Seorang Syiah datang kepadanya sambil menangis, mengadukan bahwa ia telah dizalimi. Ia memberikan sebuah tulisan yang berisi keluhannya kepada al-Amir Ahmad. Ia ingin agar keluhan tersebut diajukan kepada Sultan. Ketika al-Amir Ahmad mengambil surat aduan tersebut dengan segera orang Syiah ini menikamnya hingga ia tewas.
    14. Al-Amir Qasim Aaq Sanqar al-Barasqi (Arab: الأمير قسيم الدولة آق سنقر البرسقي). Terbunuh pada tahun 520 H. Ia diserang oleh belasan orang Syiah di Masjid Jami’ saat menunaikan shalat Jumat.
    15. Al-Amir Tajul Muluk Buri bin Thaghtakin (Arab: الأمير تاج الملوك بوري بن طغتكين). Penyerangan terhadap dirinya terjadi pada tahun 525 H. Ia diserang oleh dua orang Syiah Bathiniyah dan berhasil melukainya. Namun saat itu, Amir Tajul Muluk Buri berhasil meloloskan diri dari maut, akan tetapi pengaruh luka dari serangan tersebut membuatnya wafat di tahun berikutnya.
    16. Al-Amir Aaq Sanqar al-Ahmadili (Arab: الأمير آق سنقر الأحمديلي). Terbunuh oleh pengkhianat Syiah pada tahun 527 H.
    17. Al-Amir Ughlamisy (Arab: الأمير أغلمش). Terbunuh oleh pengkhianat Syiah pada tahu 614 H.
    18. Al-Amir Syihabuddin al-Ghuri. Orang-orang Syiah membunuhnya pada tahun 602 H karena takut akan dirinya dan kebijakannya terhadap orang-orang Syiah.
    19. Al-Amir Jalaluddin bin Khawarizm Syah. Pengkhianat Syiah membunuhnya pada tahu 624 H.
    20. Al-Amir Janahuddaulah Husein (Arab: الأمير جناح الدولة حسين). Terbunuh pada tahun 495 H. Tiga orang Syiah menyerangnya di Masjid Jami’ setelah ia menunaikan shalat Jumat.
    21. Al-Amir Khalaf bin Mula’ib (Arab: الأمير خلف بن ملاعب). Dibunuh oleh pengkhianat Syiah pada tahu 499 H.
    22. Al-Amir Syamsul Muluk Ismail bin Buri. Para pengkhianat Syiah membunuhnya pada tahun 529 H.
    23. Al-Amir Barsiq al-Kabir (Arab: الأمير برسق الكبير). Terbunuh pada tahun 490 H oleh pengkhianat Syiah.
    24. Al-Amir Saifuddin Akhu Ala’-uddin al-Ghuri (Arab: الأمير سيف الدين أخو علاء الدين الغوري). Para pengkhianat Syiah membunuhnya pada tahun 547 H.
    25. As-Sultahn Daud bin as-Sulthan Mahmud (Arab: السلطان داود بن السلطان محمود). Terbunuh pada tahun 538 oleh pemberontak Syiah.
    26. As-Sulthan Bektamur (Arab: السلطان بكتمر). Terbunuh pada tahun 589 H. Utusan Syiah datang menghadapnya dengan penampilan seorang sufi. Salah seorang dari utusan tersebut mendekat kepadanya untuk menceritakan kisahnya. Lalu orang itu tiba-tiba menikamnya dengan pisau hingga sultan pun tewas.
    27. As-Sulthan Shalahuddin al-Ayyubi (Arab: السلطان صلاح الدين الأيوبي). Pada tahun  570 H, orang-orang Syiah mencoba untuk membunuhnya saat beliau berada di tengah pasukannya. Namun mereka gagal menjalankan misi tersebut.
    28. Pada tahun 571 H, orang-orang Syiah kembali melakukan percobaan pembunuhan terhadap Shalahuddin al-Ayyubi saat beliau berada di Aleppo. Lagi-lagi upaya ini menuai kegagalan.
    29. An-Na-ib Nashr Khan bin Arselan Khan Muhammad (Arab: النائب نصر خان بن أرسلان خان محمد). Dibunuh oleh pemberontak Syiah pada tahun 524 H.
    30. Al-Muqrib Juhar (Arab: المقرب جوهر). Serombongan orang-orang Syiah datang menghadapnya dengan penampilan wanita. Saat al-Muqrib mendengarkan perkataan mereka, mereka pun membunuhnya.
    31. Abu Shalih bin al-Ajmi. Dibunuh oleh serombongan orang-orang Syiah pada tahun 573 H.
    32. Saudara dari al-Amir Qotadah, gubernur Mekah. Orang-orang Syiah membunuhnya pada tahun 608 H, di Mina saat musim haji.(muaz/islamedia/beritaislam.net)

Minggu, 27 September 2015

Menjawab Tuduhan Syiah "Arab Saudi Perlakukan Jenazah Tidak Manusiawi"



Di media sosial, tidak sedikit netizen membagikan foto ini disertai tulisan bahwa Arab Saudi memperlakukan jenazah tidak manusiawi. Sebagian yang lain menuduh Arab Saudi lamban menangani korban. Secara tidak sadar, mereka termakan propaganda Syiah yang saat ini gencar “menghantam” Arab Saudi dengan “peluru” Tragedi Mina.
Benarkah Arab Saudi memperlakukan jenazah tidak manusiawi dan lamban menangani korban? Tulisan salah seorang jamaah haji,Salkamal Tan, ini menjawabnya:
Sebagian dari kita mungkin pernah melihat foto di bawah ini dishare dengan berbagai komentar mulai dari prihatin, berdoa, sampai nyinyir menyebut penanganan korban yang tidak manusiawi. Bagi para supporter syiah, anti negara Arab Saudi biasanya akan berteriak lantang, "bayangkan jika jenazah orang tua kita diperlakukan begini" (foto 1 dan 2)

Biasanya yang komentar terakhir akan keluar dari ketikan jari mereka yang tidak paham tentang prinsip penanganan korban bencana atau dia paham tapi kebencian terhadap Arab Saudi-nya mengalahkan akal sehat (entah karena syiah, JIL, anti wahabi atau sebab lainnya).

Dalam sebuah bencana massal yang menelan banyak korban baik itu akibat ulah manusia ataupun bencana alam ada beberapa tahapan penanganan, salah satu tahapan tersebut adalah tanggap darurat.

Tanggap darurat dilakukan saat terjadinya bencana dan batas waktunya tidak dapat ditentukan yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa korban sebanyak-banyaknya dan meminimalisir efek negatif dari bencana tersebut terhadap korban dan lingkungan. Untuk itu perlu dilakukan langkah cepat, yang biasanya dijalankan melalui metode triage atau triase.

Prinsip triase di rumah sakit berbeda dengan triase saat tanggap darurat bencana. Pada saat bencana prinsip triage yang dijalankan adalah menyelamatkan terlebih dahulu korban yang memiliki harapan hidup lebih besar yang pada pelaksanaannya para korban dibagi ke dalam empat tanda pita (kelompok):
- Warna Hitam (penderita sudah tidak dapat ditolong lagi/meninggal),
- Merah (penderita mengalami kondisi kritis sehingga memerlukan penanganan yang lebih kompleks),
- Kuning (kondisi penderita tidak kritis),
- Hijau (penanganan pendirita yang memiliki kemungkinan hidup lebih besar. Penderita tidak memiliki cedera serius sehingga dapat dibebaskan dari TKP agar tidak menambah korban yang lebih banyak. Korban tanda pita hijau mendapatkan prioritas terlebih dahulu.

Triage wajib dilakukan dengan kondisi ketika penderita/korban melampaui jumlah tenaga kesehatan. Setelah korban dievakuasi ke rumah sakit prinsip triase akan berubah di mana yang mendapat tanda pita merah menjadi prioritas.

Silahkan lihat pada foto pertama di situ tampak tumpukan jenazah, tidak manusiawi kah para petugas Arab Saudi? Jenazah tidak sengaja tertumpuk, karena pada situasi musibah di Mina para korban saling bertubrukan dan menimpa atau saling menginjak satu sama lain. Sekarang lihat para petugas, tampak mereka sedang bekerja keras mencari korban yang mungkin masih bisa diselamatkan untuk segera diberikan penanganan awal dan dievakuasi ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai guna mendapatkan penanganan medis segera. Sementara banyak dari kita lebih banyak nyinyir seperti orang yang berkerumun saat terjadinya musibah kecelakaan atau kebakaran kemudian ambil gambar atau selfie.

Lalu bagaimana dengan nasib para jenazah? Ada langkah selanjutnya di mana korban yang tanda pita hitam akan dikumpulkan kemudian dibawa ke pusat pemulasaran jenazah untuk selanjutnya akan diidentifikasi sesuai dengan tanda pengenal yang ada.

Kenapa lamban sekali proses penanganan nya?
Tahukah Anda, bahwa Petugas Arab Saudi hanya memerlukan waktu 4-5 jam untuk melakukan fase tanggap darurat sejak kejadian pada tanggal 24/9/2015 pukul 8 pagi waktu setempat. Pada waktu sekitar pukul 12 atau 13 siang, petugas telah berhasil mengevakuasi ribuan korban dan lintasan jalur menuju jamarat sudah dapat digunakan jamaah kembali. Bahkan banyak jamaah yang tidak menyadari bahwa ada kejadian musibah ini seperti tidak terjadi apa apa, termasuk saya sendiri.

Kenapa lamban sekali mengidentifikasi korban?

Seperti yang disampaikan Kepala Pengelola Haji Indonesia perlu butuh kecermatan dalam mengidentifikasi korban. Mengingat banyak korban yang tidak membawa identitas diri saat hendak pergi melontar, tidak membawa tas kecil yang berisikan kartu dapih A semacam KTP, buku kesehatan jamaah haji (BKJH) sehingga beberapa memerlukan konfirmasi kepada keluarga korban yang ikut beribadah atau kepada ketua kloter. Begitu teridentikasi secara pasti maka akan diurus segala hal administratif, dan penguburan secara layak. Tahukah kita bahwa di masjidil haram setelah setiap sholat wajib selalu diikuti dengan sholat ghoib berjamaah untuk kebaikan seluruh jamaah yang meninggal baik karena sakit ataupun musibah?

Alhamdulillah dalam waktu tiga hari, kerja sama yang baik antara petugas, kloter, PPIH dan pemerintah Arab Saudi menunjukkan hasil yang signifikan.

Sebegitu cepatnya petugas Arab Saudi pada fase tanggap darurat juga dilakukan saat kejadian musibah terjatuhnya crane di masjidil haram. Hanya dalam waktu dua jam lokasi kejadian sudah bersih dan diamankan sehingga dapat digunakan.

Lantas bagaimana dengan penanganan bencana di Indonesia? Sudahkah se"lamban" Arab Saudi?
Sudahkah pemerintah menetapkan kabut asap yang menimpa Sumatera dan Kalimantan sebagai bencana nasional?
Tidak perlukah pemerintah menetapkan tanggap darurat?
Sudah berhasilkah menemukan formula jitu untuk mengatasinya selain upaya blusukan tanpa memperhatikan safety yang dihujani ribuan kilatan lampu blitz kamera?

Rasanya kita perlu mengukur diri terlebih dahulu sebelum berkomentar nyinyir. Bila perlu belajarlah manajemen penanganan korban kepada Arab Saudi mengingat sering diselengarakannya konser yang memiliki potensi resiko yang sama seperti di Mina.

Jangan malu belajar dari musibah yang dialami Arab Saudi agar kita bisa se"lamban" mereka.(muaz/tarbiyah/beritaislam.net)

Sabtu, 26 September 2015

Media Pro Syiah Gunakan Video Tahun 2012 Ini untuk Fitnah Arab Saudi



Media-media pro Syiah sangat gencar memanfaatkan Tragedi Mina sebagai bahan propaganda untuk menyerang Arab Saudi yang telah membantu pemerintah Yaman mengusir pemberontak Syiah Houthi. Salah satu cara yang dipakai media pro syiah adalah mengunggah ulang video lama yang seolah-olah menunjukkan pangeran Arab Saudi menggelar konvoi dan menutup akses jalan menuju jamarat hingga terjadi desak-desakan yang mengakibatkan 717 jamaah haji meninggal dunia.

Video yang diunggah tanggal 24 September 2015 tersebut sebenarnya adalah video lama. Video tersebut diunggah pertama kali di Youtube pada 31 Oktober 2012.

Berikut ini video aslinya yang telah diunggah oleh al aktsaru masyahidah pada tanggal 31 Oktober 2012:
(faisal/tarbiyah/beritaislam.net)

Jumat, 25 September 2015

Dua Hari Sebelum Tragedi Mina, Mantan Diplomat Iran Ini Beberkan Rencana Kacaukan Haji



Benang merah terkait keterlibatan Syiah Iran pada tragedi Mina bertambah. Ternyata, dua hari sebelum insiden yang mengakibatkan 717 jamaah haji meninggal dunia itu terjadi, seorang mantan diplomat Iran bernama Farzad Farhanikiyan mengungkapkan rencana negara itu mengacaukan haji demi mempermalukan Arab Saudi.

“Iran merencanakan mempermalukan Arab Saudi dengan cara merusak pelaksanaan ibadah haji tahun ini,” demikian diberitakan kolalwatn mengutip Farzad pada 22 September 2015. Kolalwatn.net merupakan salah satu situs populer berbahasa Arab. Hasil penelurusan Tarbiyah, situs itu menempati peringkat ke-64 paling banyak dibaca di Arab Saudi:
Menurut Farzad, pemerintah Iran menyimpulkan bahwa cara dan waktu terbaik untuk menghadapi Arab Saudi adalah ketika musim haji. Jika tidak dapat mengacaukan ibadah haji di tahun ini, Iran khawatir tidak lagi memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan Syiah Houthi, sekutu mereka di Yaman.

Farzad menambahkan, dirinya mendapatkan informasi tersebut dari bagian keamanan yang berada langsung di bawah Khomenei. Menurutnya, informasi ini sangat serius dan penting.

Lebih jauh Farzad melanjutkan, pertemuan membahas tindakan atas Saudi pada musim haji tersebut berlangsung selama berjam-jam. Hadir dalam pertemuan itu Ali Khomenei, Qasem Sulaimany, Ali Akbar Wilayaty, Ali Larijani, Alauddin Baroujerdi dan sejumlah tokoh lainnya.(ical/tarbiyah/beritaislam.net)

Inilah Daftar Kejahatan Syiah dalam Mengacaukan Pelaksanaan Ibadah Haji



Pemeluk Syiah memiliki rekam jejak buruk dalam sejarah pelaksanaan Ibadah Haji, mereka kerap kali melakukan kekacauan yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari umat Islam yang sedang menunaikan Ibadah Haji.
Berikut ini 6 Peristiwa kekacauan yang dilakukan Syiah dalam sepanjang sejarah:
1. Tahun 293 H,  Syi’ah Qaramithah menyerang Kufah, membakar seluruh kabilah Arab Bani Abd al-Qais, dan melakukan aksi pembantaian yang cukup mengerikan.
2. Tahun 312 H, di bawah pimpinan Abu Thahir al-Qarmathi pemeluk Syiah menyerang kafilah yang baru menunaikan Ibadah haji dari Makkah. Mereka membunuhi kaum lelaki dan menawan kaum wanita. Meramapas harta mereka yang lebih dari 1 juta dinar. (Ibn Katsir al-Syafi’i, AL-Bidayah wa al-Nihayah, juz XI, h. 149).
3. Tahun 317 H, Abu Thahir al-Qarmathi sampai ke Makkah pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Dia dan tentaranya membantai para jamaah haji dan mu’tamirin di sekitar Ka’bah, baik mereka yang sedang thawaf, maupun mereka yang bergelantungan di kelambu Ka’bah.
Merampas harta mereka. Dan bukan cuma itu, mereka juga mencabut Hajar al-Aswad dari Ka’bah, dan membawanya ke Kerajaan mereka, dan tetap berada di sana sampai 335 H ( selama + 18 tahun).
(Ibn Katsir al-Syafi’i, AL-Bidayah wa al-Nihayah, juz XI, h. 160).
4. Tahun 1406 H: Jama’ah haji Iran turun di Jeddah. Setelah melalui pemeriksaan, ternyata kebanyakan jama’ah yang berjumlah 500 orang, menyembunyikan bahan peledak C4 di bagian bawah tas. Kemudian bahan peledak tersebut dikumpulkan dan mencapai berat 150 Kg.
5.Tahun 1407 H.Hizbullah bekerja sama dengan Garda Revolusi Iran, dan didukung oleh Jama’ah haji Syiah dari Saudi, mengadakan demonstrasi besar-besaran di Makkah al-Mukarramah, pada musim haji 1407 H. Hasilnya, 402 orang wafat, 85 di antaranya adalah petugas keamanan.
Akibat dari kerusukan ini menyebabkan puluhan bangunan hancur, ratusan wanita, anak-anak, dan orang tua terinjak-injak , dan ratusan ribu jama’ah haji terhambat melaksanakan manasik.
6.Tahun 1409 H. Anggota Hizbullah-Saudi bekerjasama dengan Syi’ah Kuwait melakukan aksi peledakan bom di Kota Makkah.Bahan peledak mereka peroleh dari pejabat (Syi’ah) Kedubes Kuwait di Saudi. Para pelaku diangkat sebagai pahlawan oleh kaum Syi’ah.(ical/islamedia/beritaislam.net)

Media Syiah Gunakan Tragedi Mina Untuk 'Serang' Saudi



yoal tragedi Mina yang sedang hangat diperbincangkan khalayak ramai, berita yang tersebar melalui media-media yang ada menjadi simpang siur mengenai sebab kronologi meninggalnya ratusan jama'ah Haji. 

Dalam hal ini, Syiah di Indonesia tak pelak dari usahanya untuk membangun opini guna 'menjatuhkan' negara tempat pelaksanaan Haji, Arab Saudi.

Sudah jadi hal maklum bahwa penganut Agama Syiah selalu licik dalam menyampaikan informasi, kali ini, tokoh-tokoh dan media Syiah di Indonesia sedang berusaha membangun opini untuk 'menjatuhkan' Saudi yang tentunya bertujuan untuk kepentingan mereka.

Berikut beberapa berita yang dibangun oleh media-media yang sejatinya memihak kepada kepentingan Syiah:

1. Pihak Kerajaan Saudi dituduh sebagai sebab utama adanya tragedi Mina.

Berita yang ditampilkan di media-media mainstrem, disebutkan bahwa putra raja saudi adalah faktor utama terjadinya tragedi tersebut.

Seperti dikutip dari Press TV, Jumat (25/9), bahwa kehadiran pangeran alias putra mahkota Raja Saudi yang juga Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud, di Mina, membuat kisruh barisan rombongan calon haji yang akan melempar jumrah, hingga pada akhirnya terjadilah musibah itu.

2. Raja Salman dinilai tidak arif dan menuai banyak kritikan

Dikutip dari situs arrahmahnews.com (situs ini disinalir sebagai situs milik kelompok Syiah) bahwa Raja Saudi, Salman bin Abdul Aziz bukannya berkabung dan mengkritik kinerja petugas haji atas insiden Mina yang menewaskan ratusan jamaah haji, justru malah memuji atas kinerja bagus yang telah dicapainya.

Linknya bisa dilihat disini.

3. Saudi disarankan untuk belajar kepada Karbala

Memanfaatkan moment yang ada, kelompok Syiah ini malah mengambil keuntungan untuk mengenalkan ajaran-ajaran mereka. Berikut kutipan dari situs Kompasiana.com (24/9/15).

"Pemerintah Saudi juga perlu belajar ke Karbala. Ya ke Karbala. Peringatan Asyura dan arbain Imam Husein disebut-sebut sebagai gathering terbesar di dunia. Menurut Wikipedia tahun 2014 saja ada 20 juta peziarah mendatanginya. Jumlah itu 10 kali lipat orang yang melaksanakan ibadah haji."

4. Penafian kesalahan Jama'ah Haji Iran yang dikabarkan sebab utama adanya tragedi Mina.

Dalam kasus ini, dari pihak Saudi, Menteri Kesehatan Arab Saudi Khaled al Falih menilai bahwa penyebab insiden tersebut lantaran para jemaah tidak mengikuti aturan.

Dalam siaran televisi, Khaled mengatakan, "Banyak para jemaah yang bergerak tanpa mengikuti waktu yang telah ditentukan oleh penyelenggara." lansir internasional.kompas.com (25/9/15).

Opini semacam ini sangatlah tidak berimbang, pernyataan langsung dari pihak kerajaan Saudi malah dibantah dengan isu-isu miring yang justru membuat buruk citra negara tempat Nabi dilahirkan. Disisi lain, ada kabar yang menyatakan bahwa sejatinya jama'ah Syiah Iran lah yang sebenarnya membuat kesalahan hingga pada akhirnya terjadi tragedi Mina tersebut. (Muaz/syiahindonesia/beritaislam.net)