Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Oktober 2015

Pidato Abbas di Depan Dewan HAM PBB Ancam Israel

Allah Subhanahu Wa ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar".   (QS. At Tabah : 119) 

Add caption
(Mediaislamia.com) --- Presiden Palestina Mahmoud Abbas nampaknya sudah mulai gerah dengan sikap Israel. Ini terlihat dari pernyataannya di hadapan anggota Dewan HAM PBB, dimana Abbas melemparkan ancaman kepada Negeri Zionis tersebut.

Abbas dalam pidatonya mengatakan, pihaknya mungkin saja akan melupakan perjanjian Oslo tahun 1993, jika Israel masih terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian tersebut. "Jika Israel gagal untuk berkomitmen terhadap perjanjian itu, kami juga akan melakukan hal serupa," tegas Abbas.

"Israel harus menanggung semua tanggung jawabnya sebagai penjajah, status quo tidak dapat melanjutkan. Kami akan mulai mengimplementasikan deklarasi ini dengan cara damai," ucapnya.

Dalam pidatonya, Abbas juga secara terang-terangan mengatakan bahwa Israel melakukan pembunuhan, menahan jenazah warga Palestina, meneror orang, menerapkan hukuman kolektif dan melaksanakan penghancuran rumah yang di mata Abbas adalah tindakan ilegal.

"Israel bertindak sebagai negara di atas hukum. Mereka tidak terpengaruh hukum, tidak pernah mendapat hukuman dan tanpa akuntabilitas," sambungnya, seperti dilansir Jpost pada Rabu (28/10).

"Saya telah memperingatkan selama bertahun-tahun konsekuensi dari apa yang telah terjadi di Yerusalem dan sekitarnya. Israel telah membuat peraturan yang sangat ketat untuk bisa mengusir warga Palestina dari kota suci. Saya telah memperingatkan, bahwa tekanan akan menyebabkan ledakan," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Abbas juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menekan Israel, agar segera menghentikan aksinya di Yerusalem. "Dewan Keamanan harus memikul tanggung jawab dan melindungi rakyat Palestina. Kita tidak tahan lagi dengan serangan oleh pemukim dan tentara Israel. Lindungi kami, kami membutuhkan Anda," imbuhnya.



Sabtu, 24 Oktober 2015

Hari ini PBB Diusia 70 Tahun

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal".   (QS. Al Hujurat : 13) 

Gedung PBB di New York  (widhisejarahblog.blogspot.com)
(Mediaislamia.com) --- Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadopsi dan ditandatangani pada 26 Juni 1945 siap untuk ditegakkan. Piagam tersebut sebelumnya ditandatangani pada Konferensi San Fransisco oleh perwakilan lebih dari 50 negara. Pada 24 Oktober 1945, PBB pun resmi didirikan.

PBB lahir atas kebutuhan untuk menengahi konflik yang terjadi di dunia internasional lewat jalur negosiasi. Adanya Perang Dunia II mendorong Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Uni Soviet merumuskan Deklarasi PBB pada Januari 1942. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh 26 negara untuk menekan Jerman, Italia, dan Jepang yang menjadi pelaku perang.

Deklarasi akhirnya dilanjutkan dengan perumusan Piagam PBB pada konferensi di San Fransisco yang diselenggarakan 25 April 1945. Konferensi ini dipimpin Presiden AS Franklin Roosevelt, PM Inggris Winston Churchill, dan pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin. Konferensi dihadiri 50 negara dari berbagai benua.

Konferensi meletakkan dasar pendirian sebuah organisasi internasional. Tujuan didirikannya organisasi pun dirumuskan sebagai berikut:

1. Menyelamatkan generasi masa depan dari perang.

2. Menegaskan kembali iman dalam hak asasi manusia.

3. Membangun penghormatan terhadap perjanjian internasional.

4. Mempromosikan kemajuan sosial dan standar hidup yang lebih baik.

Logo PBB      (andafadiillah.wordpress.com)
Dua tujuan lain dalam piagam tersebut adalah untuk menghormati prinsip-prinsip persamaan hak dan penentuan nasib sebagai bangsa merdeka. Tujuan awal adalah untuk mencegah negara-negara kecil menjadi sasaran penjajahan raksasa komunis pascaperang.

Sekarang setelah perang berlalu, negosiasi dan memelihara perdamaian dunia adalah tanggung jawab utama Dewan Keamanan PBB.